Judul : Training
Genre : Musical,Romance,Little sad,drama,AU,Friendzone.
Rating : T
Cast :
·
Kim Jongin
·
Park Richan (OC)
·
Eunhyuk
Support cast :
·
Lee Jeongsuk
·
Cho Kyuhyun
Length : 5 Part-END. (ON GOING)
Author : HTS
NOTE!!! NO RECHECK,SO MANY MUCH TYPO. Pemain
utamanya adalah Kai atau Kim Jongin EXO,ini pertama kalinya aku membuat
fanfiction dengan pemain member EXO,jadi mohon maaf apabila feel kurang dapat.
Dan untuk Riri,hope you like it!
PART
1
Hari pertama training.
Ya,mungkin ini
kebahagian awal sebelum debut. Park Richan,tugasku selama pelatihan adalah
berfikir dan menuangkan semua ideku dalam bentuk sebuah lagu. Tidak seperti
kebanyakan Trainee yang lainnya,aku hanya ingin debut dan bekerja di belakang
kamera.
Dua minggu yang
lalu aku resmi di terima sebagai Trainee di SW Entertaiment. Lee Jeongsik
Taepyeonim,siapa yang tidak mengenal actor berbakat yang juga CEO di salah satu
agensi dunia hiburan korea ini? Hanya itu tujuanku. Muda,tinggi,ahli
berbahasa,multitalenta dan juga,hmm… Kaya. Ah! Aku begitu mengidolakannya.
Penulis lagu adalah
alibi dari tujuanku. Ya,siapa sangka? Kami bertemu setiap hari dan aku berharap
bisa dekat dengannya,Lee Taepyeonim juga belum pernah di kabarkan dekat dengan
seorang gadis,keuntungan besar bukan untukku?
Huh,aku membuang
nafasku. Benar kata orang,masa pelatihan adalah masa paling sulit. Bahkan
katanya ini lebih sulit dari pada kami di lolos audisi. Entahlah,kita lihat
saja ke depannya.
Dua minggu
kemudian.
Cukup mudah cara
untuk dekat dengan Lee Taepyeonim,tapi mungkin ini adalah bencana terbesar
dalam hidupku. Sudah dua minggu aku berada di gedung ini,dan aku tidak bisa
berbaur dengan Trainee yang lainnya. Mereka membenciku,kedekatanku dengan Lee
Taepyeonim membuat para Trainee wanita membenciku. Namun ini juga berdampak
baik,saat mereka berbaur dan membicarakan hal lain saat istirahat aku bisa
mengobrol dengan Lee Taepyeonim. Satu-satunya orang yang bisa berbicara
denganku, bahkan staff saja hanya mengucapkan beberapa kata jika bertemu
denganku,itupun juga sebuah perintah melakukan ini dan itu.
Menjadi Penulis
lagu menurutku tidak terlalu sulit dengan perbekalan kedua orang tuaku yang
juga seorang penulis lagu dulunya. Lihat keadaan mereka semua… di paksa
menurunkan berat badan, mencapai target tinggi, berlatih,berlatih dan berlatih.
Bukankah itu menyiksa diri mereka? Beruntung aku hanya bekerja di belakang
kamera,jadi keadaan tubuhku bukan factor utama.
Author POV.
Tiga minggu
kemudian.
Richan membuka
pintu darurat dan duduk di anak tangga kelima lantai 13. Suara keributan
mengganggu pendengarannya,itu bersumber dari teras lantai atap sepertinya. Rasa
pensaran muncul dalam dirinya,perlahan demi perlahan Richan menaiki satu
persatu anak tangga tanpa suara,bahkan suara sepatupun takada.
Richan menaruh daun
telingannya pada pintu putih,suara semakin terdengar jelas. Ia menarik gagang
pintu perlahan dan membukanya sedikit,ia menatap kedua orang itu sedang
bertengkar hebat.
GAWAT! Salah satu
dari mereka sepertinya akan pergi! Richan segera menuruni anak tangga dengan
cepat,tak ada waktu untuk melarikan diri. Otaknya bekerja cepat,iya duduk di
salah satu anak tangga di lantai dua belas dan bersandar pada pintu dengan
menaruh earphone seolah mendengarkan lagu.
Kai. Pencetak uang
tercepat di agensi ini selain rekannya,Eunhyuk. Kai turun dengan amarah dan
keluar di pintu darurat lantai 13,Ia menutup pintu dengan keras. Eunhyuk
menuruni tangga dengan lemas,walaupun rasa amarah juga terpendam dalam dirinya.
Tunggu,salah satu
menjadi perhatian di mata Eunhyuk. Tangan kanannya menepuk bahu seorang
gadis,Richan sontak saja kaget dan langsung melepas earphonenya. Bagus! Ia
mulai berakting.
“Ya?” Tanya Richan
lugu memutar arah kepalanya 90 derajat menghadap Eunhyuk.
“Kau sedang
mendengarkan lagu?” Tanya Eunhyuk mencurigai.
“Eoh,” Richan
menganggukan kepalanya. Setelah tiga minggu berada disini,dia orang pertama
yang mau berbicara dengannya. Setelah Lee Taepyeonim tentunya. “Ada yang bisa
saya bantu?”
“Ani. Aku hanya
ingin bertanya,tidakkah kau mendengar keributan sebelumnya?”
“Keributan?” Richan
berdiri “Apa terjadi pertengkaran? Aku
sama sekali tidak mendengarnya!” jawabnya dengan yakin. Sudah jelas dia
satu-satunya orang yang menguping pertengkaran kedua bintang Hallyu tersebut.
“Kau bahkan tidak
mendengar pintu yang di banting dengan keras?” Richan menggelengkan
kepalanya,”Tidak usah di fikirkan. Aku baru melihatmu,kau Trainee baru?”
Richan
mengangguk,”Ne,Park Richan imnida. Lalu siapa kau?” Bodoh! Tujuh miliyar
manusia,lima benua, satu galaksipun nampaknya hanya dia yang tidak tahu dengan
siapa dia berbicara. Kali ini tak ada reka sedikitpun. Jujur saja,Richan adalah
antisosial baik di lingkungan rumah,masyarakat,sekolahnya dulu maupun disini.
Bahkan orang yang ia kenal selama hiduppun bisa di hitung menggunakan jari.
Kurang berani apa lagi? Gadis yang tak berbekal dunia hiburan mencoba masuk ke
dalam dunia kejam tersebut. Ya,satu-satunya orang yang di kenal hanya Lee
Jeongsuk sang CEO. Bahkan setiap lawan mainnya pun sama sekali tidak di
pedulikan dan taka da titik kecilpun bagi Richan untuk mengetahui siapa orang
itu. Oh,tolonglah hidupnya.
“Kau bertanya siapa
aku?” Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya,ia
membuang nafasnya kasar meremehkan. Ia harus bersabar rupanya. Ia
tersenyum,”Kau sudah resmi menjadi Trainee disini,seharusnya kau mengetahui
bagaimana SWE itu! Atau setidaknya menghafal dua atau tiga artis di SWE!
Eunhyuk,kau bisa mencarinya di internet jika kau ingin tahu diriku lebih
dalam!” jawabnya kasar. Eunhyuk menatap kasar,lalu membalik arahnya agar ia
bisa pergi.
“Chamkan!” Richan
menahannya,Eunhyuk diam dan menatapnya kembali. “Terima kasih! Kau sudah mau
berbicara denganku! Kau orang pertama setelah Lee Taepyeonim,Eunhyuk-ssi.”
Ucapnya sedikit berteriak.
Batin Eunhyuk
terkejut mendengar ucapan itu. Tahun ini ada 500 peserta audisi yang lolos
menjadi Trainee dan benarkah tak ada satupun yang berbicara dengannya? Kasihan
sekali.
Eunhyuk tidak tahu
harus berkata apa,ia mengabaikannya dan pergi meninggalkan Richan.
Richan juga tidak
akan selamanya berdiri di tangga,ia keluar dari pintu darurat dan berjalan
kearah dispenser dekat ruang latihan.Ia mengambil gelas kertas dan menekan
tombol Hot Latte.
Richan
mengangkatnya dan uh…uap panas berasal dari gelas itu. Tidak mungkin ia
meminumnya sekarang,ia membawanya dengan tangan kanan. kini sudah jam 18.30.
Richan mengambil buku lagunya. Para Trainee lain sudah di evaluasi minggu
lalu,dan Richan belum menunjukan kerjanya selama ini.
Lagu yang Ia buat
baru setengah selesai. Ia mengambil buku itu dari ruang latihan dan berjalan
keluar berniat mengambil udara segar. Richan terus mendentumkan lirik lagunya
dalam hati.
BRUKKK!
“Awwh!
Panas,panas!” Seorang pria berteriak dengan cukup kencang. Richan terjatuh,dan
buku lagunya entah sudah bagaimana. Richan sontak berdiri dan mengambil kain
lap di dekat dispenser.
Pria itu terus
berteriak kepanasan,Richan membersihkan Latte panasnya di kaos Pria itu. Namun
Pria itu justu membuang tangan Richan dengan kasar. Para Trainee lain di ruang
latihan keluar dan memandangi keributan ini.
Richan menundukan
kepalanya berulang kali meminta maaf,”Jeosonghamnida,Ahjussi. Aku tidak
sengaja—“
“Ahjussi? Tidak
sengaja?” Pria itu mengulang kalimat Richan,habis sudah kesabarannya. “YA! Aku
baru 23 tahun dan kau—“ Kai,Pria itu membuang nafasnya kasar.
“Jeosonghamnida,aku
tidak tahu harus memanggilmu apa.”
“Kau Trainee baru
bukan? Hidup di zaman berapa kau ini sampai tidak mengetahui siapa aku.” Marah
Kai,”Oh sudahlah,aku malas berbicara dengan orang sepertimu!” Teriaknya lalu
pergi meninggalkan Richan.
Salah satu Trainee
berhasil mengabadikan kejadian ini dan mereka upload ke SWE network. Sejenis
social media untuk Idol,Trainee,Staff,dan pihak lainnya yang bekerja di SWE.
Para Trainee bubar
ketika Kai berjalan kearah mereka dan melanjutkan kegiatan pribadi mereka.
Richan mengambil buku miliknya dan menatap iba dirinya sendiri. Lagu itu sudah
ia buat sejak hari kedua ia berada disini,hanya beberapa kata saja yang masih
bisa terbaca.
Tiga gadis
menghampirinya dengan penuh kemarahan,“YA! Gadis bodoh! Berani sekali kau
menumpahkan Latte panas pada Kai sunbaenim. Apa kau tidak tahu siapa dia?”
Tanya Jiwon kasar.
“Apa kau hidup di
zaman batu yang tidak memiliki teknologi? Lee Taepyeonim,Kai Sunbaenim dan
Eunhyuk Sunbaenim! Sebagai Trainee kau seharus tahu siapa mereka!” Gadis yang
bernam Bora itu berteriak tak kalah kencangnya sambil menjambak rambutnya.
“Meskipun Kai
Sunbae bukan pemilik SWE,tapi dia adalah penghasil 35% saham SWE! Dia adalah
orang penting,semua orang menghormatinya. Ingat siapa dirimu dan sebaiknya
berjaulah dari tiga nama itu!” Kemarahan Uee sudah memuncak. Takut menjadi
pusat perhatian Trainee senior itupun mau tak mau harus pergi.
Richan menghela
nafasnya berat. Ia pergi ke lokernya dan mengambil pakaian cadangan dan segera
ke kamar kecil.
*
Ia telah mengganti
pakainya,dan menatap dirinya di pantulan cermin.Richan mengangkat bagian bawah
bajunya sedikit,perut ratanya luka memerah. Kasihan sekali. “Pasti akan meninggalkan
bekas…” gumamnya.
Ia lebih kasihan
lagi saat melihat keadaan bukunya. Ia mengambil bagian kertas yang tidak
terkena Latte dan mengambil pulpen yang di kaitkan ke buku itu. Ia menyalin
kembali kalimat puitis berharganya yang masih bisa ia salin,namun percuma! Itu
hanya kata-kata yang tidak bisa dinyanyikan.
Ini sudah jam 21.00
para Trainee dan Idol yang belum menginjak satu tahun harus kembali ke asrama.
Sisa satu Bus yang masih menunggu dua kursi kosong itu di tempati. Richan
memasuki bus dengan di sambut tatapan sinis dari Trainee lainnya,ia duduk.
Oh,baguslah! Kai
datang dan hanya tersisa kursi di samping orang yang membuatnya seperti
sekarang. “Apa tak ada kursi lain?” Tanya Kai yang membuat semua orang diam.
“Kai,cepatlah
duduk! Jika tidak mau kau harus berdiri! Ini sudah larut malam!” Ucap Sopir bus
ini,Ia juga sudah lelas harus mengantar para Trainee dari satu tempat ke tempat
yang lainnya.
Kai berjalan
perlahan dan memperhatikan Gadis penumpah Latte itu,”Pantas saja tidak ada yang
mau duduk denganmu,Gadis penumpah latte!” ia berironi. Richan yang merasa
tersendir menundukan kepalanya.
Tak seperti
biasanya,Bus ini sangat sepi seperti tak berpenghuni.
*
Mereka semua sampai
di asrama dan turun satu persatu dari bus. Richan yang terbelakang. Mulai hari
ini dan seterusnya mungkin hari terberat dalam hidupnya.
Oh,Good!
Keberuntungan apa lagi yang memihak Kai? Kamar di sebelahnya adalah milik
Richan,Ia juga baru menyadari bahwa kamar kosong itu berpenghuni. Biasanya
kamar itu kosong setiap kali Richan melihat,mungkin ia tak tahu bagaimana
jadwal Kai.
Kai membanting
pintunya di depan Richan. Richanpun masuk ke kamarnya dengan lesu. Ia duduk di
kursinya dan menyalakan lampu dari meja belajarnya. Ia membuka akun SWE
membernya dan betapa sakitnya saat melihat seluruh isinya adalah hujaman
untuknya.
Air matanya
berjatuhan,evaluasi dua hari lagi, tapi lagu untuk di presentasikan sudah
seperti itu keadaanya. Richan menekan dial call nomor satu dan tersambung
dengan Lee Taepyeonim.
“Taepyeonim…”
panggilnya lesu.
“Kau tak apa? Aku
sudah melihat beritanya di akun sosial.” Tanya Lee Taepyeonim. Satu-satunya
pendukungnya dari sekian banyak orang.
“Hm,aku tidak apa.
Tapi bagaimana jika aku membatalkan kontrak? Masa Trainee ini seperti neraka
bagiku.”
“Semua Trainee juga
beranggapan seperti itu. Setidaknya masih ada aku yang mendukungmu,kau harus
tetap bertahan,Richan!” Lee Taepyeonim memberi dukungannya.
“Hm,ini sudah
malam. Maaf merepotkanmu.” Richan mematikan sambungan teleponnya dan menangis
tanpa suara. Gadis berbakat seperti Richan mana mungkin akan di biarkan saja
CEO Lee satu-satunya orang yang menyadi bakat miliknya akan selalu memberi
dukungan untuk Richan. Walau terkadang ia kasihan karena ia menjadi Pembisu di
ruang latihan.
Richan menangis
terlalu lama sampai membuatnya tertidur.
*
Richan membuka
matanya yang bengkak ia tersadar tinggal 20 menit lagi sebelum Bus berangkat
dan Richan juga belum memiliki lagu untuk evaluasi esok hari. Ia mandi secepat
kilat dan mengambil beberapa barang keperluannya dan memasukan ke tas.
Sepertinya ia akan menginap di gedung agensinya.
Ia memakai sepatu
dan berlari secepat kilat. Untunglah Sopirnya orang yang baik sehingga
terlambat satu menitpun ia masih mau menunggunya.
Lagi. Richan mendapat
tatapan sinis,bukan karena hal kemarin tetapi karena penampilannya. Muka
lesu,pakaian berantakan dan mata yang membengkak. Mana mungkin ia tidak menjadi
pusat perhatian. Beruntung ia kali ini duduk di dekat Eunhyuk.
“Kau baik-baik
saja?” Eunhyuk bertanya.
“Ne,nan gwenchana.”
Richan menjawab seperti orang yang ragu,takut atau sejenisnya. Sejujurnya ia
belum bisa menerima keadaan bahwa masih ada orang yang mau berbicara padanya.
Jadi setiap ia di ajak berbicara ia merasa aneh untuk merespon.
Mereka semua
sampai. Eunhyuk di buat bingung oleh Richan,pasalnya gadis itu berlari sekuat
tenaga untuk menjadi yang pertama sampai.
Richan ke ruang
latihannya. Kosong,baguslah kalau begitu. Semuanya pasti sudah selesai membuat
lagu jadi mereka bebas melakukan apapun,Richan duduk di kursi dekat keaboard,ia
berfikir sejenak,tapi fikirannya entah kemana.
Richan mencoba
menuliskan sesuatu di bukunya,namun setelah ia baca ulang untung di baca biasa
saja aneh apalagi untuk dinyanyikan? Richan menyobek kertas itu dan membuangnya
ke sembarang tempat menjadi bola kertas.
Sudah lebih dari
lima bola kertas ia lemparkan begitu saja.
“Ayolah,Richan! Kau
harus tenang! Tenang…tenang…” ucapnya sambil mengatur pernafasannya.
“Pertama,tulis tema lagu yang kau buat!” Richan menulis beberapa kata
lalu,”AAA! Aku sama sekali tidak bisa berfikir!”
3 jam kemudian.
Oh,tolonglah gadis
ini. Sudah berapa kertas yang ia buang? Buku catatannyapun tinggal setengah.
“Oh,oke Richan! Tidak usah membuat lagu! Masih ada 21 jam lagi waktu yang
tersisa,bebaskan fikiranmu. Dan tulis—“ Richan berhenti.
“Wah,daebak!”
seseorang masuk dan langsung memuji Richan. Tapi,milik siapa suara itu?
==TBC===

