Showing posts with label eunhyuk. Show all posts
Showing posts with label eunhyuk. Show all posts

Friday, 17 October 2014

FF Training [EXO Series] -Part 1


Judul : Training
Genre : Musical,Romance,Little sad,drama,AU,Friendzone.
Rating : T
Cast :
·         Kim Jongin
·         Park Richan (OC)
·         Eunhyuk
Support cast :
·         Lee Jeongsuk
·         Cho Kyuhyun
Length : 5 Part-END. (ON GOING)
Author : HTS


NOTE!!! NO RECHECK,SO MANY MUCH TYPO. Pemain utamanya adalah Kai atau Kim Jongin EXO,ini pertama kalinya aku membuat fanfiction dengan pemain member EXO,jadi mohon maaf apabila feel kurang dapat. Dan untuk Riri,hope you like it!
PART 1
Hari pertama training.
Ya,mungkin ini kebahagian awal sebelum debut. Park Richan,tugasku selama pelatihan adalah berfikir dan menuangkan semua ideku dalam bentuk sebuah lagu. Tidak seperti kebanyakan Trainee yang lainnya,aku hanya ingin debut dan bekerja di belakang kamera.
Dua minggu yang lalu aku resmi di terima sebagai Trainee di SW Entertaiment. Lee Jeongsik Taepyeonim,siapa yang tidak mengenal actor berbakat yang juga CEO di salah satu agensi dunia hiburan korea ini? Hanya itu tujuanku. Muda,tinggi,ahli berbahasa,multitalenta dan juga,hmm… Kaya. Ah! Aku begitu mengidolakannya.
Penulis lagu adalah alibi dari tujuanku. Ya,siapa sangka? Kami bertemu setiap hari dan aku berharap bisa dekat dengannya,Lee Taepyeonim juga belum pernah di kabarkan dekat dengan seorang gadis,keuntungan besar bukan untukku?
Huh,aku membuang nafasku. Benar kata orang,masa pelatihan adalah masa paling sulit. Bahkan katanya ini lebih sulit dari pada kami di lolos audisi. Entahlah,kita lihat saja ke depannya.
Dua minggu kemudian.
Cukup mudah cara untuk dekat dengan Lee Taepyeonim,tapi mungkin ini adalah bencana terbesar dalam hidupku. Sudah dua minggu aku berada di gedung ini,dan aku tidak bisa berbaur dengan Trainee yang lainnya. Mereka membenciku,kedekatanku dengan Lee Taepyeonim membuat para Trainee wanita membenciku. Namun ini juga berdampak baik,saat mereka berbaur dan membicarakan hal lain saat istirahat aku bisa mengobrol dengan Lee Taepyeonim. Satu-satunya orang yang bisa berbicara denganku, bahkan staff saja hanya mengucapkan beberapa kata jika bertemu denganku,itupun juga sebuah perintah melakukan ini dan itu.
Menjadi Penulis lagu menurutku tidak terlalu sulit dengan perbekalan kedua orang tuaku yang juga seorang penulis lagu dulunya. Lihat keadaan mereka semua… di paksa menurunkan berat badan, mencapai target tinggi, berlatih,berlatih dan berlatih. Bukankah itu menyiksa diri mereka? Beruntung aku hanya bekerja di belakang kamera,jadi keadaan tubuhku bukan factor utama.
Author POV.
Tiga minggu kemudian.
Richan membuka pintu darurat dan duduk di anak tangga kelima lantai 13. Suara keributan mengganggu pendengarannya,itu bersumber dari teras lantai atap sepertinya. Rasa pensaran muncul dalam dirinya,perlahan demi perlahan Richan menaiki satu persatu anak tangga tanpa suara,bahkan suara sepatupun takada.
Richan menaruh daun telingannya pada pintu putih,suara semakin terdengar jelas. Ia menarik gagang pintu perlahan dan membukanya sedikit,ia menatap kedua orang itu sedang bertengkar hebat.
GAWAT! Salah satu dari mereka sepertinya akan pergi! Richan segera menuruni anak tangga dengan cepat,tak ada waktu untuk melarikan diri. Otaknya bekerja cepat,iya duduk di salah satu anak tangga di lantai dua belas dan bersandar pada pintu dengan menaruh earphone seolah mendengarkan lagu.
Kai. Pencetak uang tercepat di agensi ini selain rekannya,Eunhyuk. Kai turun dengan amarah dan keluar di pintu darurat lantai 13,Ia menutup pintu dengan keras. Eunhyuk menuruni tangga dengan lemas,walaupun rasa amarah juga terpendam dalam dirinya.
Tunggu,salah satu menjadi perhatian di mata Eunhyuk. Tangan kanannya menepuk bahu seorang gadis,Richan sontak saja kaget dan langsung melepas earphonenya. Bagus! Ia mulai berakting.
“Ya?” Tanya Richan lugu memutar arah kepalanya 90 derajat menghadap Eunhyuk.
“Kau sedang mendengarkan lagu?” Tanya Eunhyuk mencurigai.
“Eoh,” Richan menganggukan kepalanya. Setelah tiga minggu berada disini,dia orang pertama yang mau berbicara dengannya. Setelah Lee Taepyeonim tentunya. “Ada yang bisa saya bantu?”
“Ani. Aku hanya ingin bertanya,tidakkah kau mendengar keributan sebelumnya?”
“Keributan?” Richan berdiri  “Apa terjadi pertengkaran? Aku sama sekali tidak mendengarnya!” jawabnya dengan yakin. Sudah jelas dia satu-satunya orang yang menguping pertengkaran kedua bintang Hallyu tersebut.
“Kau bahkan tidak mendengar pintu yang di banting dengan keras?” Richan menggelengkan kepalanya,”Tidak usah di fikirkan. Aku baru melihatmu,kau Trainee baru?”
Richan mengangguk,”Ne,Park Richan imnida. Lalu siapa kau?” Bodoh! Tujuh miliyar manusia,lima benua, satu galaksipun nampaknya hanya dia yang tidak tahu dengan siapa dia berbicara. Kali ini tak ada reka sedikitpun. Jujur saja,Richan adalah antisosial baik di lingkungan rumah,masyarakat,sekolahnya dulu maupun disini. Bahkan orang yang ia kenal selama hiduppun bisa di hitung menggunakan jari. Kurang berani apa lagi? Gadis yang tak berbekal dunia hiburan mencoba masuk ke dalam dunia kejam tersebut. Ya,satu-satunya orang yang di kenal hanya Lee Jeongsuk sang CEO. Bahkan setiap lawan mainnya pun sama sekali tidak di pedulikan dan taka da titik kecilpun bagi Richan untuk mengetahui siapa orang itu. Oh,tolonglah hidupnya.
“Kau bertanya siapa aku?” Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya,ia membuang nafasnya kasar meremehkan. Ia harus bersabar rupanya. Ia tersenyum,”Kau sudah resmi menjadi Trainee disini,seharusnya kau mengetahui bagaimana SWE itu! Atau setidaknya menghafal dua atau tiga artis di SWE! Eunhyuk,kau bisa mencarinya di internet jika kau ingin tahu diriku lebih dalam!” jawabnya kasar. Eunhyuk menatap kasar,lalu membalik arahnya agar ia bisa pergi.
“Chamkan!” Richan menahannya,Eunhyuk diam dan menatapnya kembali. “Terima kasih! Kau sudah mau berbicara denganku! Kau orang pertama setelah Lee Taepyeonim,Eunhyuk-ssi.” Ucapnya sedikit berteriak.
Batin Eunhyuk terkejut mendengar ucapan itu. Tahun ini ada 500 peserta audisi yang lolos menjadi Trainee dan benarkah tak ada satupun yang berbicara dengannya? Kasihan sekali.
Eunhyuk tidak tahu harus berkata apa,ia mengabaikannya dan pergi meninggalkan Richan.
Richan juga tidak akan selamanya berdiri di tangga,ia keluar dari pintu darurat dan berjalan kearah dispenser dekat ruang latihan.Ia mengambil gelas kertas dan menekan tombol Hot Latte.
Richan mengangkatnya dan uh…uap panas berasal dari gelas itu. Tidak mungkin ia meminumnya sekarang,ia membawanya dengan tangan kanan. kini sudah jam 18.30. Richan mengambil buku lagunya. Para Trainee lain sudah di evaluasi minggu lalu,dan Richan belum menunjukan kerjanya selama ini.
Lagu yang Ia buat baru setengah selesai. Ia mengambil buku itu dari ruang latihan dan berjalan keluar berniat mengambil udara segar. Richan terus mendentumkan lirik lagunya dalam hati.
BRUKKK!
“Awwh! Panas,panas!” Seorang pria berteriak dengan cukup kencang. Richan terjatuh,dan buku lagunya entah sudah bagaimana. Richan sontak berdiri dan mengambil kain lap di dekat dispenser.
Pria itu terus berteriak kepanasan,Richan membersihkan Latte panasnya di kaos Pria itu. Namun Pria itu justu membuang tangan Richan dengan kasar. Para Trainee lain di ruang latihan keluar dan memandangi keributan ini.
Richan menundukan kepalanya berulang kali meminta maaf,”Jeosonghamnida,Ahjussi. Aku tidak sengaja—“
“Ahjussi? Tidak sengaja?” Pria itu mengulang kalimat Richan,habis sudah kesabarannya. “YA! Aku baru 23 tahun dan kau—“ Kai,Pria itu membuang nafasnya kasar.
“Jeosonghamnida,aku tidak tahu harus memanggilmu apa.”
“Kau Trainee baru bukan? Hidup di zaman berapa kau ini sampai tidak mengetahui siapa aku.” Marah Kai,”Oh sudahlah,aku malas berbicara dengan orang sepertimu!” Teriaknya lalu pergi meninggalkan Richan.
Salah satu Trainee berhasil mengabadikan kejadian ini dan mereka upload ke SWE network. Sejenis social media untuk Idol,Trainee,Staff,dan pihak lainnya yang bekerja di SWE.
Para Trainee bubar ketika Kai berjalan kearah mereka dan melanjutkan kegiatan pribadi mereka. Richan mengambil buku miliknya dan menatap iba dirinya sendiri. Lagu itu sudah ia buat sejak hari kedua ia berada disini,hanya beberapa kata saja yang masih bisa terbaca.
Tiga gadis menghampirinya dengan penuh kemarahan,“YA! Gadis bodoh! Berani sekali kau menumpahkan Latte panas pada Kai sunbaenim. Apa kau tidak tahu siapa dia?” Tanya Jiwon kasar.
“Apa kau hidup di zaman batu yang tidak memiliki teknologi? Lee Taepyeonim,Kai Sunbaenim dan Eunhyuk Sunbaenim! Sebagai Trainee kau seharus tahu siapa mereka!” Gadis yang bernam Bora itu berteriak tak kalah kencangnya sambil menjambak rambutnya.
“Meskipun Kai Sunbae bukan pemilik SWE,tapi dia adalah penghasil 35% saham SWE! Dia adalah orang penting,semua orang menghormatinya. Ingat siapa dirimu dan sebaiknya berjaulah dari tiga nama itu!” Kemarahan Uee sudah memuncak. Takut menjadi pusat perhatian Trainee senior itupun mau tak mau harus pergi.
Richan menghela nafasnya berat. Ia pergi ke lokernya dan mengambil pakaian cadangan dan segera ke kamar kecil.
*
Ia telah mengganti pakainya,dan menatap dirinya di pantulan cermin.Richan mengangkat bagian bawah bajunya sedikit,perut ratanya luka memerah. Kasihan sekali. “Pasti akan meninggalkan bekas…” gumamnya.
Ia lebih kasihan lagi saat melihat keadaan bukunya. Ia mengambil bagian kertas yang tidak terkena Latte dan mengambil pulpen yang di kaitkan ke buku itu. Ia menyalin kembali kalimat puitis berharganya yang masih bisa ia salin,namun percuma! Itu hanya kata-kata yang tidak bisa dinyanyikan.
Ini sudah jam 21.00 para Trainee dan Idol yang belum menginjak satu tahun harus kembali ke asrama. Sisa satu Bus yang masih menunggu dua kursi kosong itu di tempati. Richan memasuki bus dengan di sambut tatapan sinis dari Trainee lainnya,ia duduk.
Oh,baguslah! Kai datang dan hanya tersisa kursi di samping orang yang membuatnya seperti sekarang. “Apa tak ada kursi lain?” Tanya Kai yang membuat semua orang diam.
“Kai,cepatlah duduk! Jika tidak mau kau harus berdiri! Ini sudah larut malam!” Ucap Sopir bus ini,Ia juga sudah lelas harus mengantar para Trainee dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Kai berjalan perlahan dan memperhatikan Gadis penumpah Latte itu,”Pantas saja tidak ada yang mau duduk denganmu,Gadis penumpah latte!” ia berironi. Richan yang merasa tersendir menundukan kepalanya.
Tak seperti biasanya,Bus ini sangat sepi seperti tak berpenghuni.
*
Mereka semua sampai di asrama dan turun satu persatu dari bus. Richan yang terbelakang. Mulai hari ini dan seterusnya mungkin hari terberat dalam hidupnya.
Oh,Good! Keberuntungan apa lagi yang memihak Kai? Kamar di sebelahnya adalah milik Richan,Ia juga baru menyadari bahwa kamar kosong itu berpenghuni. Biasanya kamar itu kosong setiap kali Richan melihat,mungkin ia tak tahu bagaimana jadwal Kai.
Kai membanting pintunya di depan Richan. Richanpun masuk ke kamarnya dengan lesu. Ia duduk di kursinya dan menyalakan lampu dari meja belajarnya. Ia membuka akun SWE membernya dan betapa sakitnya saat melihat seluruh isinya adalah hujaman untuknya.
Air matanya berjatuhan,evaluasi dua hari lagi, tapi lagu untuk di presentasikan sudah seperti itu keadaanya. Richan menekan dial call nomor satu dan tersambung dengan Lee Taepyeonim.
“Taepyeonim…” panggilnya lesu.
“Kau tak apa? Aku sudah melihat beritanya di akun sosial.” Tanya Lee Taepyeonim. Satu-satunya pendukungnya dari sekian banyak orang.
“Hm,aku tidak apa. Tapi bagaimana jika aku membatalkan kontrak? Masa Trainee ini seperti neraka bagiku.”
“Semua Trainee juga beranggapan seperti itu. Setidaknya masih ada aku yang mendukungmu,kau harus tetap bertahan,Richan!” Lee Taepyeonim memberi dukungannya.
“Hm,ini sudah malam. Maaf merepotkanmu.” Richan mematikan sambungan teleponnya dan menangis tanpa suara. Gadis berbakat seperti Richan mana mungkin akan di biarkan saja CEO Lee satu-satunya orang yang menyadi bakat miliknya akan selalu memberi dukungan untuk Richan. Walau terkadang ia kasihan karena ia menjadi Pembisu di ruang latihan.
Richan menangis terlalu lama sampai membuatnya tertidur.
*
Richan membuka matanya yang bengkak ia tersadar tinggal 20 menit lagi sebelum Bus berangkat dan Richan juga belum memiliki lagu untuk evaluasi esok hari. Ia mandi secepat kilat dan mengambil beberapa barang keperluannya dan memasukan ke tas. Sepertinya ia akan menginap di gedung agensinya.
Ia memakai sepatu dan berlari secepat kilat. Untunglah Sopirnya orang yang baik sehingga terlambat satu menitpun ia masih mau menunggunya.
Lagi. Richan mendapat tatapan sinis,bukan karena hal kemarin tetapi karena penampilannya. Muka lesu,pakaian berantakan dan mata yang membengkak. Mana mungkin ia tidak menjadi pusat perhatian. Beruntung ia kali ini duduk di dekat Eunhyuk.
“Kau baik-baik saja?” Eunhyuk bertanya.
“Ne,nan gwenchana.” Richan menjawab seperti orang yang ragu,takut atau sejenisnya. Sejujurnya ia belum bisa menerima keadaan bahwa masih ada orang yang mau berbicara padanya. Jadi setiap ia di ajak berbicara ia merasa aneh untuk merespon.
Mereka semua sampai. Eunhyuk di buat bingung oleh Richan,pasalnya gadis itu berlari sekuat tenaga untuk menjadi yang pertama sampai.
Richan ke ruang latihannya. Kosong,baguslah kalau begitu. Semuanya pasti sudah selesai membuat lagu jadi mereka bebas melakukan apapun,Richan duduk di kursi dekat keaboard,ia berfikir sejenak,tapi fikirannya entah kemana.
Richan mencoba menuliskan sesuatu di bukunya,namun setelah ia baca ulang untung di baca biasa saja aneh apalagi untuk dinyanyikan? Richan menyobek kertas itu dan membuangnya ke sembarang tempat menjadi bola kertas.
Sudah lebih dari lima bola kertas ia lemparkan begitu saja.
“Ayolah,Richan! Kau harus tenang! Tenang…tenang…” ucapnya sambil mengatur pernafasannya. “Pertama,tulis tema lagu yang kau buat!” Richan menulis beberapa kata lalu,”AAA! Aku sama sekali tidak bisa berfikir!”
3 jam kemudian.
Oh,tolonglah gadis ini. Sudah berapa kertas yang ia buang? Buku catatannyapun tinggal setengah. “Oh,oke Richan! Tidak usah membuat lagu! Masih ada 21 jam lagi waktu yang tersisa,bebaskan fikiranmu. Dan tulis—“ Richan berhenti.
“Wah,daebak!” seseorang masuk dan langsung memuji Richan. Tapi,milik siapa suara itu?

==TBC===

Tuesday, 8 April 2014

FANFICTION My Love From Joseon - Part 1


Title : My Love From Joseon
Genre :  Hurt,Romance,AU,Friendship,Friendzone,Love hate,Family. (Happy ending)
Lenght : Part- End.
Rating : PG-13.
Cast :
·        Lee Yeon Woo
·        Cho Kyuhyun
Suport Cast :
·        Kim Jongwoon a.k.a Pengawal Yeonwoo
·        Lee Hyukjae a.k.a Pengawal Yeonwoo
·        Park Jungsoo a.k.a Park Ahjussi yang memiliki kekuatan Magis
·        Choi Siwon a.k.a Raja sebagai Ayah Cho Kyuhyun
·        Cho Jaehyun a.k.a Ratu sebagai Ibu Cho Kyuhyun
·        Lee Donghae a.k.a Ayah Putri Yeonwoo
·        Lee Wol a.k.a Ibu Putri Yeonwoo
·        Im Siwan ak.a Sahabat Cho Kyuhyun
·        Other cast. ( you can find it! )
Writer : HTS 

Note !!!  Typo?  Maaf..
This is the real my fanfiction,please to be great author and don’t be plagiat.



PART 1
Tahun 1609 Dinasti Joseon.
             Pada suatu malam,hiduplah seorang Pangeran kerajaan yang bernama Pangeran Cho Kyuhyun. Ya,dia adalah Putra tunggal dari Raja Choi Siwon,Sang pemilik tahta kerajaaan Joseon. Aneh bukan? Kyuhyun adalah Anak kandung dari Choi Siwon,namun ia memiliki Marga Cho,bukan Choi.
Ibunya adalah seorang Ratu yang bernama Cho Jaehyun,dia adalah Ibu dari semua rakyat yang hidup di Joseon pada saat ini. Ketika umur Kyuhyun menginjak 15 tahun,Beliau sudah di carikan seorang Istri untuk kelak menjadikan Raja sebagai pengganti Ayahnya. Kyuhyun bertengkar hebat dengan Sang Ayah,karena Ayahnya sangat ingin menikahkannya dengan Putri Mentri Park,namun Kyuhyun tetap kokoh penderian untuk menikah dengan Lee Yeonwoo seorang gadis biasa. Semenjak itu pula Kyuhyun tidak mau mengakui Baginda Raja Choi sebagai Ayahnya,dan Ia lebih memilih menggunakan Marga Ibunya sebagai embel-embel di nama depannya.
Usia Kyuhyun sekarang menginjak 25 tahun,dan dia belum di nobatkan sebagai Raja karena Pria yang paling di bencinya itu masih hidup,ya Pria itu Raja Choi. Selagi Raja Choi masih hidup,kerajaan dan pemerintahan ini belum sepenuhnya di berikan pada Cho Kyuhyun.
“Istriku,langit sekarang sudah menunjukan waktu malam. Kenapa Putri kerajaan sepertimu belum tidur?” Tanya Pangeran Kyuhyun menatap Istrinya yang sembari tadi terus melihat cahaya bulan dari jendela kecilnya.
“Maafkan hamba,Pangeran. Tiba-tiba saja Hamba teringat dengan kejadian 10 tahun yang lalu,saat Pangeran mengtakan pada Baginda Raja bahwa Pangeran rela memberikan tahta,kedudukan,jabatan,harta dan seluruhnya hanya untuk menikahi gadis miskin seperti Hamba.” Jawab Putri Yeonwoo sambil menundukan kepalanya.
HAHAHA, Pangeran Kyuhyun tertawa,”Sudah harus ku bilang berapa kali,Istriku. Selagi tak ada orang yang melihat,kau boleh memanggilku Kyuhyun. Tidak perlu embel-embel Pangeran di depannya,dan bicara saja Informal dengan Suamimu ini. Kau telah melalukan kesalahan,Putri Cho.” Ledek Pangeran Kyuhyun.
Putri Yeonwoo sontak terkejut mendengar kalimat Kesalahan yang di ucapkan Pangeran Kyuhyun. Putri Yeonwoo segera bersujud di hadapan Suaminya,”Maafkan Hamba,Pangeran. Saya telah melakukan kesalahan besar,hamba rela jika harus di beri hukuman penggal.Maafkan Hamba.” Berulang kali Yeonwoo melakukan hal itu.
Pangeran Kyuhyun segera menghentikannya dengan memegang tangan Sang Putri,”Anda memang layak di beri hukuman,Putri. Mulai sekarang berhentilah terlalu hormat pada Suamimu ini jika tak ada orang lain,Aku merasa aneh. Kau harus melakukan hukumanmu,ini sudah sangat larut malam,kau harus tidur Putri.” Ucap Pangeran seraya menuntun sang Putri agar tertidur malam ini. Tak lama,Putri Yeonwoo telah tertidur. Namun sang Pangeran tiba-tiba teringat sesuatu sehingga ia harus terbangun dari tidurnya.
“Datanglah ke Hutan ini,Hamba akan memberitahu dimana Kakak Putri Yeonwoo di sembunyikan. Hamba juga akan memberitahu siapa saja orang yang telah melakukan ini pada Putri Yeonwoo,Pangeran. Malam hari ini,datanglah. Sebelum semuanya terlambat,anda harus segera datang.”
Pangeran Kyuhyun memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Ini semua karena masalah penculikan Kakak dari Istrinya yang telah di culik 5 tahun yang lalu,dan Kyuhyun telah berjanji untuk membawa Lee Yoora dengan selamat kepelukan Lee Yeonwoo.
Pangeran Kyuhyun mendekat ke Istrinya yang masih tertidur,Ia mencium keningnya dan segera merapihkan selimut yang menutupi tubuh Istrinya. “Maafkan aku Yeonwoo,aku telah berjanji padamu untuk mencari Kakakmu,Lee Yoora. Jika aku tidak selamat hari ini,aku akan hidup di Surga mulai besok,jadilah Putri yang baik bagi kerajaan,semua musuh berada di sekitar kita,selamanya…meskipun kita telah berbeda Dunia,aku tetap mencintaimu,Istriku.” Gumam Kyuhyun pada Istrinya.
Pangeran Kyuhyun segera mengganti pakaiannya dengan Pakaian biasa,itu semua agar tidak terlihat oleh musuh,ia juga menggunakan penutup mulut berwarna hitam. Pintu terbuka,semua dayang-dayang menjadi khawatir dan bingung dengan keadaan ini.
“Jangan khawatir,aku hanya akan pergi sebentar. Aku pergi ke Hutan,tolong jaga Putri Yeonwoo. Jika dia terbangun,katakan bahwa aku benar-benar mencintainya.” Bisik Kyuhyun pada salah satu dayang-dayang. Dayang-dayang itu mengerti dan mengatakan kepada temannya yang berjaga saat itu juga.
Pangeran Kyuhyun diam-diam pergi mengambil Kuda berwarna hitam dan menungganginya,Ia juga sudah membawa pedang tajam di pundaknya. Pangeran Kyuhyun bersama kudanya pergi menuju Hutan.
***
Pangeran Kyuhyun sudah sampai pada tempat yang di janjikan,Beliau turun dari Kudanya pergi ke sebuah gubuk di tengah hutan untuk bertemu dengan Sahabat sekaligus orang suruhannya untuk menyelidiki penculik Lee Yoora.
“Pangeran,tapi ini akan sangat berbahaya. Apa pangeran yakin ingin menuju tempat itu? Hamba hanya mengawatirkan keselamatan Pangeran. Tapi Hamba berjanji,Hamba akan selalu menjaga Pangeran walaupun Hamba harus di bunuh oleh para musuh.” Pria yang bernama Siwan itu telah mengucapkan janjinya.
“Itu adalah apa yang ingin saya dengar,Saya tidak bisa memberikan sebuah kedudukan yng tinggi,tapi Saya akan mengingt ini dan memberi kehormatan Saya. Ini semua karena Saya telah berjanji pada Sang Putri,meskipun Saya harus mati. Saya akan tetap melakukan ini,Ayoo kita harus segera bergegas!” Siwan menanggukan kepalanya sekali mengerti,Ia menaiki Kuda putihnya dan Pangeran Kyuhyun juga.
Mereka berdua pergi menunggangi Kuda menuju Hutan terdalam disini. Sampai akhirnya mereka berhenti di dekat sebuah tempat yang cukup menyeramkan. Banyak orang berbaju hitam yang wajahnya tertutup berkeliaran di sekitar sini,Kedua Pria itu lebih berheti-hati sekarang.
Pangeran Kyuhyun berhasil membuka ikatan pada tangan Yoora,Ia di bantu Siwan untuk keluar secara diam-diam dari tempat ini. Namun sayang,ini semua tidak sesuai rencana.
Para Musuh berpakaian hitam sudah siap dengan pedang di tangannya mengelilingi mereka bertiga yang berusaha kabur. Jumlahnya sekitar 20 orang.
“Pangeran,cepat bawa Yoora pergi dari tempat ini! Hamba akan berusaha untuk menghadapi mereka!” Teriak Im Siwan dengan lantang.
Pangeran menarik tangan Yoora dan mengajaknya pergi dengan Kuda. Suara pedang yang saling bertemu terdengan cukup kencang disini. 20 orang telah tewas di tangan Siwan,Ia mengira penderitaannya hanya sampai sini saja. Namun itu semua salah!
Entah dari mana asalnya tiba-tiba sekelompok orang yang haus darah itu datang lagi,namun ini lebih banyak dari sebelumnya. Siwan semakin yakin untuk memegang pedangnya,”Yang Mulia,Hamba minta maaf apabila Hamba melakukan kesalahan. Saya berjanji akan melindungimu sampai akhir hidup saya,Namun Tuhan berkehendak lain. Hamba kali ini tidak yakin untuk menghabisi semua orang itu,terim kasih telah memberikan Kehormatan Yang Mulia pada Hamba. Mulai hari ini,jadilah Raja yang Bijaksana suatu hari nanti,hiduplah dengan Bahagia, Yang Mulia Pangeran.” Gumam Siwan dalam hati.
“AAAAAAA!” Siwan telah meneriakan suaranya dengn lantang. Ia segera Maju untuk menghadapi orang-orang itu,namun seperti yang ada dalam fikirannya sebelumnya. Sebuah pedang tajam menusuk ke bagaian perut kanannya,darah dengan bebas keluar dari titik itu. Siwan belum menyerah hanya karena itu,Ia semakin geram dengan semua orang di depannya.
Cring Cring…
Suara pedang saling berbunyi,semua orang sudah mati. Siwan menancapkan pedang di tanah, “M-maafkan H-hamba,Pangeran. L-lima sampai enam o-orangg telah k-kabur dari sini yang mulai m-mengejar P-pangeran,M-maafkan kesalahan Hamba k-karena t-tidak b-bisa m-melindungimu...” Im Siwan menjatuhkan tubuhnya ke tanah sembari memegangi pedang yang menancak ke tubuhnya,Ia menutup matanya.
Pangeran Kyuhyun semakin cepat untuk menunggangi Kudanya,Yoora berada di depannya. Sesekali Ia melihat ke belakang beberapa orang yang mengejarnya dengan busur panah dan pedang di tangannya.
“Yoora,dengarkan aku baik-baik! Katakan pada Raja Choi,bahwa selama ini yang menculikmu adalah Kelompok Menteri Park. Katakan padanya bahwa beliau juga yang melakukan Korupsi,ini adalah pesan seorang Pangeran pada Sang Raja. Aku sudah berjanji pada Putri Yeonwoo untuk menjagamu sampai akhir nyawaku,aku akan melindungimu karena Putri. Jika Nyawaku sudah tidak dapat di selamatkan,apapun yang terjadi tetaplah menunggangi kuda ini dan berjalan lurus ke Kerajaan. Mintalah bantuan dayang-dayang untuk mengirim pasukan ke Hutan ini,jika kau bertemu Adikmu. Katakan padanya Maaf karena aku tidak bisa bertemu dengannya lagi,aku sangat mencintainya. Aku akan segara turun dari Kuda ini,kau harus melaksanakan semua perintahku! Kau mengerti?” Tanya Pangeran.
Air mata Yoora sudah berjatuhan sejak tadi,Ia benar-benar bingun dengan keadaannya. “Tidak,Pangeran. Anda harus tetap Hidup dan menjadi Suami yang baik bagi Adik Hamba. Pangeran—“
“INI SEMUA TITAH PANGERAN! Jika kau tidak melakukan perintah Pangeran,itu artinya kau harus di hukum mati! Aku sudah merelakan Nyawaku,dan Putri Yeonwoo sudah merelakan kedudukannya,jadi kau hanya harus melakukan perintahku! Tetaplah berjalan lurus!” Pangeran Cho Kyuhyun mengeraskan suaranya dengan lantang. Beliau menjatuhkan dirinya ke tanah,namun Kuda yang membawa Yoora tetap berjalan lurus sesuai perintah.
Para Musuh menghentikan Kudanya dan turun dari tempat,mereka semua telah siap dengan pedangnya. Suara pedang yang bersentuhan terdengar lagi. “Maafkan aku,Istriku. Ini semua demi kebahagiaanmu,aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Maafkan aku karena kau harus di usir dari Kerajaan,mulai hari ini,hiduplah Bahagia dengan Kakak dan keluargamu. Ketika aku sampai di Surga,aku akan melihatmu Bahagia.Maafkan aku…” Ucap Pangeran Kyuhyun dalam hatinya. “AAAAAAAAA!” Tak lama Pangeran Kyuhyun berteriak sangat kencang.
Tiga musuh sudah tewas dan dua orang masih berdiri dengan pedangnya. Jantung Pangeran tertusuk pedang,darah keluar dari sana,tak hanya itu,dari mulutnya juga keluar darah yang sangat banyak. Pangeran memandangi kedua orang yang berada di depannya,Ya! Itu adalah Menteri Park dan Menteri Jung.
Kedua orang yang selamat itu meninggalkan Pangeran Kyuhyun begitu saja,Pangeran terjatuh ke tanah dan menatap langit langit. Rasa sakit sudah merayap keseluruh tubuhnya,walaupun penjaga kerajaan akan segera datang. Tapi,Pangeran tetap merasa bahwa ia tidak mampu bertahan sampai saat itu.
***
Setiap hari Putri Yeonwoo merasa bersalah pada dirinya,ia kesal karena Suaminya mengorbankan Nyawanya demi kakaknya, tapi disisi lain ia tak mungkin membenci Kakaknya.
Putri Yeonwoo dan Keluarganya di usir dari Kerajaan dan tinggal di Rumah lamanya,sebagai Rakyat miskin. Keadaan Kerajaan semakin memburuk semenjak kematian Pangeran Cho Kyuhyun.
Raja Siwonpun tidak tahu harus berbuat apa. Intinya ia kesal dengan Putranya yang mengambil keputusan tanpa berfikir panjang lebih dahulu. Padahal,ia bisa menyuruh Penjaga Pangeran untuk mengikutinya dan melindunginya. Tapi Pangeran tetap kokoh untuk melakukan ini sendirian.
Tangisan sudah membanjiri seluruh kerajaan ini. Siapa yang akan menerusi Tahta Kerajaan? Raja Siwon sudah tak memiliki seorang Anak lagi,untuk membuat anak lagi itu bahkan sudah tidak mungkin. Karena melihat kondisi dan usianya yang semakin menua.
Kehidupan Yeonwoo yang baru di mulai dari sekarang. Hidup sebagai rakyat biasa.
“Yeonwoo-ya! Yeonwoo-ya! Aku memiliki sebuah kabar baik! Kau dimana?” Teriak Yoora dari luar menuju Rumahnya, ia mencari ke kamar satu persatu namun Yeonwoo belum di temukan.
“YEONWOO-YA! KAU DIMANA?” Yoora semakin mengeraskan suaranya,ia tak henti-hentinya mencari keberadaan adiknya walau ke sudut terkecil disini.
“ASTAGA!” Yoora memekik kaget,Bayangkan saja! Adiknya,Yeonwoo berusaha untuk membunuh dirinya sendiri dengan tali tambang yang sudah sempurna berada di pohon. Untung saja ini semua belum terlambat,Yoora segera mendorong adiknya hingga terjatuh ke tanah. Yoora melepaskan tambang itu dan membuangnya.
“Kenapa kau melakukan itu Putri Yeonwoo? Apa kau berusaha bunuh diri sekarang setelah di usir dari kerajaan? Pangeran Kyuhyun meninggal seminggu yang lalu,apa ku ingin mengikuti dia juga? Apa setelah mati kau akan bertemu dengannya? Apa ia akan senang jika melihatmu bunuh diri?” Teriak Yoora memarahi Yeonwoo,ia lalu memeluk adiknya yang sedari tadi terus menangis,”Ambillah peta ini,kau akan bertemu dengan Kakek Park JungSoo. Temuilah dia jika kau merindukan Pangeran Kyuhyun. Beliau bisa mempertemukanmu dengannya,aku menyayangimu. Jadi jangan mencoba melakukan hal itu lagi.” Yoora melepaskan pelukannya perlahan,Yeonwoo melihat kertas itu dan membacanya. Ia tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak. Bertemu dengan orang yang sudah mati? Apakah itu bisa di percayai akal? Walaupun tidak percaya,Yeonwoo akan segera melakukan itu.
***
Yeonwoo sudah bertemu dengan Kakek Park Jungsoo di tempat yang telah di janjikan. Tempat tinggalnya sungguh aneh,apa mungkin ada orang yang hidup di gubuk tua ? dan itu adalah gubuk satu-satu di Hutan ini! Apa itu mungkin?
Yeonwoo dengan harapan tinggi terus menunggu di luar gubuk itu,karena sejak tadi ia tidak mendengar suara dari dalam gubuk itu. mungkin Sang pemilik tempat tinggal sedang pergi.
Seorang Pria paruh baya berjalan dengan tongkat kearahnya. Pakaiannya sudah benar-benar tak layak di pakai,bahkan itu tidak layak di sebut sebagai pakaian. Pria itu menggunkan topi berwarna hitam yang sudah bolong-bolong,bju dan celananyapun sudah sobek sebagian. Rambut,kumis,jenggot,alis semuanya sudah berwarna putih. Beliau pasti sudah sangat tua.
“Chogiyo,Apakah kau yang bernama Park Jung Soo? Perkenalkan,aku Lee Yeonwoo.” Yeonwoo langsung membungkukan tubuhnya sembari memegangi selebar kertas di tangannya.
“Oh,kau Putri Yeonwoo. Apa yang membawa kau kesini? Hamba hanya seorang kakek tua pemilik gubuk ini.” Pria paruh baya yang bernama Park Jungsoo itu mulai berbicara. “Masuklah ke dalam,Putri. Gubuk ini memang tak layak untuk kau masuki,namun tak enak jika berbicara di luar…” Jungsoo mempersilahkannya untuk masuk. Yeonwoo mengikutinya untuk masuk ke dalam.
Mereka mulai berbincang banyak,namun tiba-tiba. Yeonwoo menceritakan tujuan kedatangannya kesini,ia menceritakan semuanya. Termasuk kematian Pangeran Cho Kyuhyun.
“APA?” Putri Yeonwoo membelakan matanya kaget.

Tobe continued~

Saturday, 22 March 2014

Fanfiction Korean FF Because WGM,Oppa...Its Secret! PART4 -END.


PART 4-END.
Bel berbunyi,Woobin datang dan membukakan pintu. Seorang kurir datang memberikan beberapa botol Wine dan tak lama kurir lainnya datang membawakan beberapa makanan siap saji. Wine itu dari sahabat Woobin yaitu Lee Minhoo,ia sedang di Amerika dan mengirimkan Wine impor yang baru sampai malam ini. Woobin di bantu Ilwoo membawakan Wine dan makanan siap saji.
“Hyesun-ah,Kajja makanlah!” Sahut Woobin menyiapkan makanan tersebut,itu adalah beberapa makanan tradisional korea seperti Kimchi,Jajangmyun,Bibimbap,Bulgogi dll. “Hyung,makanlah!” Woobin tak lupa menawarkan pada Heechul dan Hyukjae.
“Ne,selamat makan!” Tanpa Ba Bi Bu Hyesun segera menyantap semangkuk Bibimbap itu. Woobin menawarinya segelas air putih,namun Hyesun tetap mengiginkan Wine.
Heechul ikut makan dan hanya meminum air putih,ia tak begitu menyukai Wine. Hyukjae,dan Ilwoo menyusul untuk makan.
Entahlah,sudah berapa gelas Hyesun meneguk Wine itu. bahkan itu sudah melebihi Hyukjae dan Ilwoo! Hyesun berencana meneguk segelas Wine yang ke 27nya,namun tangan Heechul lebih dulu melingkar sehingga Hyesun menghentikan aktivitas minumnya. “Berhentilah minum,kau sudah sangat mabuk!” Heechul mengambil gelas Hyesun dan segera meneguknya.
“Aigoo!Woobin-ah,Wine ini darimana?” Tanya Heechul,baru satu gelas meminum saja ia sudah merasakan pusing di kepalanya.
“Itu dari Lee Minhoo,Hyung. Ia mengirimnya dari Amerika.” Jawab Woobin,ia segera mengirim pesan ucapan terimakasih untuk Minhoo atas Wine yang di kirimkannya. Tak lama Minhoo membalas pesannya.“Hyung,Minhoo mengatakan Wine itu memiliki kadar alkohol 75%. Dan ia bilang meminum beberapa gelas saja sudah membuat cukup mabuk.” Lanjut Woobin.
“Aish,kau kenapa tidak mengatakannya sejak tadi!” Hardik Heechul.
“Adikmu seorang pemabuk,Lee Hyukjae!” sambung Ilwoo. Ia saja baru meminum 3 gelas dan Hyesun,entahlah. Dia benar-benar pemabuk.
“Ani,dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Paling banyak ia meminum setengah botol,hanya saja ketika ia sedang di rundung masalah besar yang sedang membelitnya,ia bisa menghabiskan banyak botol.” Hyukjae membela Adiknya. Ia turut prihatin dengan kondisi Adiknya sekarang.
“Aigoo,ini sudah jam 9 malam.” Heechul mengangkat tangannya untuk melihat waktu pada jam tangannya,”Hyesun-ah,ayoo pulang!” Heechul mencoba menarik tangan Hyesun agar ia mau pulang.
“Shireo! Aku tidak mau pulang denganmu! Aku mau pulang di antar Oppaku saja!” Hyesun menolak mentah-mentah ajakan Heechul,Heechul berdecak kesal.
“Hyukjae-ah,bantu aku!” Suruh Heechul pada Hyukjae,Heechul membantu Hyesun berdiri dan Hyukjae bersiap untuk membantunya.
“Ilwoo-ya,kau tidak pulang?” Tanya Hyukjae pada Ilwoo sebelum ia pergi.
“Ani,aku ingin membantu Woobin membersihkan rumahnya. Setelah itu aku akan menginap di rumah Woobin,karena besok kami akan ada syuting untuk Drama terbaruku.” Jawab Ilwoo yang kemudian berdiri.
“Oh,baiklah. Woobin-ah,maafkan aku telah merepotkanmu.” Hyukjae berpamitan lalu menaruh lengan kiri Hyesun di pundaknya,lengan kanan Hyesun berada di pundak Heechul. Hyesun berjalan lunglai,mungkin itu akibat kadar alkohol yang terlalu banyak. Ia sudah sangat mabuk.
Heechul dan Hyukjae membantu Hyesun berjalan. Mereka menaiki lift bersama.
***
Drrtt… Drrtt…
Telefon milik Hyukjae berdering,Mereka bertiga sudah berada di depan mobil milik Heechul
Hyukjae merogoh telefonnya dari saku celananya yang tangan satunya masih memegang tangan Hyesun,ia melihat nama yang tertera pada layar telefonnya.“Hyung,sebentar ya. Ini Eomma.” Hyukjae melepaskan tangan Hyesun.
“Yeoboseyo.” Sapa Hyukjae.
“…………………”
“Oh,baiklah Eomma. Heechul dan Hyesun juga berada disini.”
“…………………”
“Ne,baiklah. Aku akan segera kesana.” Tutt tutt—
Hyukjae menutup telefonnya dan menaruhnya di saku celananya,ia mengambil kunci mobil di kantung bajunya.”Hyung,Mianh aku tidak bisa mengantar kalian. Eomma menyuruhku untuk cepat pulang,dan katanya kau harus hati-hati mengemudi.” Ucap Hyukjae sekaligus menyampaikan pesan pada Heechul dari Eommanya.
“Ne,Gwenchana.Kau juga hati-hati di jalan.” Hyukjaepun pergi,Heechul menaruh Hyesun di kursi bagian depan. Ia segera menutup pintu mobilnya dan memutar arah untuk masuk ke arah berlainannya. Ia memanaskan mobilnya,tak lama mobilnya berjalan.
“Hyesun-ah,kau tidur?” Tanya Heechul di sela ia mengemudikan mobilnya.
“Hmmm,aku sedikit mengantuk. Cepat jalankan mobilnya! Aku ingin tidur.” Jawab Hyesun menyuruh.
“Mianhae,Hyesun-ah.”
“Kau,kau tidak pernah mengerti perasaanku!”
“Aku tahu,dan aku minta maaf. Maaf untuk segalanya.”
“Kau jahat!”
“Aku tahu.”
“Kau sangat jahat!”
“Aku tahu. Maafkan aku.”
“…………………” Hening,tak ada jawaban terucap dari bibir Hyesun lagi.
“Kau tidur?”
“…………………”
Hyesun tertidur,Heechul berfokus pada mobil yang di kemudinya. Tak lama,mobilnya pun terpakir di garasi rumahnya.
Heechul menggendong Hyesun dan membawanya ke dalam Rumah. Hyesun terbangun,Ia masih berada dalam gendongan Suaminya.
“Heechul-ssi,turunkan aku!” Hyesun memberontak,entah itu dirinya yang sadar atau dirinya yang masih terkena efek alkohol.
“Panggil aku Oppa!” Suruh Heechul,Hyesun masih berada dalam gendongannya.
“Oppa,turunkan aku,turunkan Istrimu yang tersakiti ini…” Hyesun membalasnya dengan aegyo,jika seperti ini,tandanya Hyesun masih berada dalam efek alkohol.
Heechul menurunkannya di sofa yang tidak terlalu besar hanya untuk satu orang,”Kau ingin minum dulu? Biar aku ambilkan.” Hyesun duduk di sofa dengan mata yang masih terpejam.
Heechul beranjak pergi untuk mengambilkan segelas air,langkahnya terhenti karena tangan Hyesun menarik kantung bawah bajunya dan alhasil,Heechul terjatuh dalam pangkuan Hyesun.
“Aku tidak ingin segelas air,aku ingin dirimu!” Hyesun mulai menggoda Heechul,ia benar-benar dalam keadaan sangat mabuk.
“Kau bisa mendapatkanku,tapi tidak sekarang. Kau minum dan membersihkan dirimu dulu,aku tidak suka dengan baju yang kau pakai.” Heechul berbicara pada Hyesun.ia mencoba berdiri lagi,namun tangan Hyesun kembali menarik bajunya sehingga ia jatuh lagi.
Hyesun membuka matanya,”Memangnya kenapa? Ini baju Kim Woobin.” Hyesun mengerucutkan bibirnya dan mulai beraegyo lagi. Ini adalah moment langka Hyesun melakukan aegyo.
Heechul meneguk ludahnya,ia tak menyangka Istrinya bisa menggodanya seperti ini. Namun Heechul tak semudah itu terjebak dalam godaan Hyesun,”Berhentilah menggodaku,atau………” Heechul berhenti dan tak mampu melanjutkan kalimatnya.
“Atau apa?” Hyesun bertanya dengan aegyo,ia sungguh penasaran.
Heechul sudah tak bisa menahan nafsunya,dengan cepat ia mendaratkan bibirnya di bibir Hyesun. Ia melumatnya dengan perlahan,ia sangat menikamati ciumannya. Hyesun membelakan matanya tak percaya,Heechul tak peduli! Ia masih menutup matanya rapat-rapat agar bisa menikmati ciuman tanda ia menyalurkan kasih sayangnya,sesekali Heechul memberi celah agar Hyesun bisa bernafas. Dan ciuman itu berlangsung cukup lama,Heechul melepaskan ciumanya.
“Atau aku akan melakukan hal seperti tadi,atau bahkan lebih….” Heechul menggoda Hyesun,”Dan jangan pernah membahas Namja lain ketika kita sedang bersama,aku tidak suka! Apalagi Kim Woobin dan Jung Ilwoo!” Heechul memberi peringatan pada Hyesun. Ia beranjak berdiri,dan lagi…
Untuk ketiga kalinya,Hyesun tak bisa membiarkan Heechul pergi. Heechul terjatuh,Hyesun kini membalas ciumannya yang belum sempat ia balas tadi. Heechul menikmatinya,ia tersadar bahwa Istrinya benar-benar mencintainya. Hyesun melepaskan ciumannya.
“Nappeun!” Decak Heechul kesal,”Terima kasih,kau telah menjadi Istriku. Sekarang,biarkan aku untuk pergi sebentar…aku hanya ingin mengambilkanmu minum dan setelah itu kau harus mandi,Arra? Jangan menarik bajuku lagi,baju mahalku bisa sobek di buatmu!” Heechul tersenyum dan pergi,Hyesun membiarkannya.
Ia masih membelakan matanya tak percaya,ciuman yang kedua… itu bukan efek dari alkohol,tapi itu adalah efek dari nafsu yang di miliki Hyesun. Kepalanya sudah tak terlalu berat lagi,ia mungkin tersadar setelah Heechul menciumnya.
Sudahlah,Hyesun tak begitu memikirkan hal itu. ia beranjak pergi dan mengambil handuk untuk membersihkan dirinya.
***
Hyesun keluar dari kamar mandinya menggunakan baju tidur dan sebuah handuk kecil melingkar di lehernya,ia mengeringkan rambutnya. Suara pintu berbunyi,Heechul masuk dengan membawakan segelas air putih dan menaruhya di meja.
“Minumlah…” Ucap Heechul menawarkan segelas air yang ia bawa.
Hyesun mendekat ke arah gelas itu dan meminumnya,”Gumawo.” Hyesun berterima kasih.
“YA!,Hyesun-ah…” Panggil Heechul.
Hyesun menaruh gelas itu kembali di mejanya,”Mwoya?” Tanya Hyesun keras dan sedikit kesal. Heechul berdecak kesal,ia menggelengkan kepalanya melihat perubahan Hyesun yang begitu cepat.
“Aigo… bagaimana bisa kau merubah emosimu secepat itu? aku tidak suka dengan Hyesun yang sekarang,apa kau tidak ingat apa yang baru kau lakukan? Saat kau menciumku,apa kau tidak ingat?” Tanya Heechul kesal.
“Menciummu? Kapan aku pernah melakukannya? Aish,aku tidak ingat sama sekali!”Jawab Hyesun berbohong,padahal ia sangat ingat kejadian beberapa menit yang lalu. Mungkin Hyesun malu untuk mengungkitnya,jadi ia berpura-pura untuk tidak ingat. Hyesun melemparkan handuknya ke keranjang pakaian kotor,Hyesun berjalan menuju ke ranjangnya. “Kenapa masih disana ?tidak tidur? Cepatlah tidur!” Hardik Hyesun,ia menarik selimutnya setinggi dada dan bersiap untuk tidur.
Heechul yang tadinya masih tak percaya tersadar,ia segera naik ke ranjangnya.”Kau sudah tidak marah denganku?” Tanya Heechul menyibak sedikit selimut yang di kenakan Hyesun.
“Fikir saja sendiri!” Jawab Hyesun kesal,ia menutup tubuhnya dengan selimut bahkan menutupi seluruh tubuhnya malu sampai kepalanya benar-benar tak terlihat.
Heechul mempunyai ide,ia yang masih duduk lantas menggelitik tubuh Hyesun. Hyesun berteriak,Heechul tak mempedulikan malah semakin gemas untuk menggelitiknya. Hyesun menyerah dan menyibak selimutnya,ia duduk di depan Heechul. Heechul berhenti menggelitiknya.
“Mianhae,aku sangat menyesal. Maaf jika telah membuatmu cemburu,jika kau ingin aku membatalkan acara itu katakan sekarang. Tidak apa jika aku harus membayar denda 100.000.000 won,asalkan itu tidak membuatmu marah lagi padaku…aku akan melakukannya!” Heechul memberanikan diri mengatakan itu,baginya sekarang yang terpenting adalah Hyesun tak marah lagi dengannya.
“Tidak perlu,kau hanya perlu memberitahuku apa saja yang ingin kau lakukan dengan Guo Fexue sebelum syuting. Aku akan mempertimbangkan kembali,apa saja yang boleh kau lakukan dan yang tidak boleh kau lakukan! Jika itu benar-benar tuntutan pekerjaan,tidak apa-apa. Aku yang sebenarnya harus minta maaf! Seharusnya aku sudah tahu resiko jika menikah dengan seorang sepertimu,maafkan aku karena terlalu cemburu denganmu.” Hyesun tersenyum bahagia.
“Baiklah,aku akan lakukan itu!”
Chu~
Hyesun mencium sekilas bibir Suaminya,walau dapat di hitung dengan hitungan detik,tapi ciumannya sangat berarti bagi Heechul. “Night Kisseu,Chagiya. Ayoo,tidur!” Hyesun kembali menaruh kepalanya di bantal dan memejamkan matanya.
Heechul tersenyum,ia sekarang yakin bahwa Hyesun sudah tak marah lagi dengannya. Heechul tidur dengan memeluk Hyesun,ia menarik selimut agar menutupi tubuhnya dan Hyesun. Heechul sangat bahagia.

The End.

Fanfiction Korean FF Because WGM,Oppa...Its Secret! Part 3


PART 3
“Hyesun-ah.” Panggil Ilwoo lagi,Hyesun terdiam. Matanya tetap lurus kedepan dan membendung air mata,tak lama lagi mungkin air matanya akan jatuh ke pipinya. Ada apa dengan Hyesun?
Ilwoo mengalihkan pandangannya pada pemandangan yang di lihat Hyesun,jelas saja Hyesun seperti itu. orang itu,Heechul dan Fufu berpelukan di depannya.
“Terima kasih atas kerja kerasnya.” Ucap Heechul pada Fufu setelah melepaskan pelukannya.
“Tuan Heechul,beberapa bulan lagi kita akan bertemu. Maaf,aku harus kembali ke Taiwan untuk Dramaku.” Ucap Fufu. Sepertinya ia akan meninggalkan Korea lagi,Heechul mengangguk mengerti. Mobilpun sudah siap untuk membawa Fufu pergi,semua kru merapihkan peralatan syutingnya yang baru selesai 5 menit yang lalu.
Heechul menundukan kepalanya berjalan lurus,ia melambatkan langkahnya dan berhenti saat melihat Hyesun dan Ilwoo berada di depan matanya. “Hyesun-ah…” Panggil Heechul.
Hyesun menghapus air mata yang sejak tadi berjatuhan kepipinya,”Apa syutingnya sudah selesai?” Tanya Hyesun mengalihkan pembicaraan,Heechul terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
“Ilwoo Oppa,bisakah kau mengantarkanku pulang?” Tanya Hyesun beralih ke Ilwoo yang ada di sampingnya,awalnya Ilwoo terdiam namun Hyesun membangunkan lamunannya.
“Ah,Ye ye. Aku akan mengantarkanmu pulang.” Ilwoo dan Hyesun membalikan tubuhnya untuk berjalan ke arah mobil Ilwoo yang di parkirkan  sejauh 500 meter dari sini. Sebuah tangan mulus melingkar di lengan Hyesun,itu tangan suaminya.
“Tidakkah pulang bersamaku? Syutingku baru saja selesai.” Heechul menawarkan tumpangan pada Istrinya,wajar saja. Karena ia memang Istrinya.
Dengan cepat Hyesun menggelengkan kepalanya,”Tidak perlu,aku pulang dengan Ilwoo Oppa saja. Pasti beberapa kru masih berkeliaran disini,kau masih terlibat kontrak dengan Fexue sebagai suaminya.” 
“Tapi aku Suami sah mu!”  Ucap Heechul sedikit berteriak,namun beberapa kru tidak mendengar ini. Hyesun mulai membendung air mata lagi,sepertinya dalam hitungan detik itu akan jatuh.
“Aku tahu,tapi seperti yang aku katakan sebelumnya. Kau masih terlibat kontrak,lebih baik aku pulang dengan Ilwoo Oppa saja. Toh kita nanti akan bertemu di rumah.” Perlahan air mata Hyesun jatuh lagi. Sungguh ingin Heechul menghapus dan memeluknya,tapi ia masih harus menahan diri karena banyak orang di sekitar sini.
Hyesun menundukan kepalanya,Heechul memberi isyarat pada Ilwoo. Dan Ilwoo mengerti,untung saja sahabatnya ini tak menjengkelkan seperti Kim Woobin. Ilwoo melepas tangannya perlahan dari tangan Hyesun.
“Maafkan aku Hyesun-ah,aku harus pergi sekarang. Kakakmu sudah menungguku di Apartement Kim Woobin,aku harus pergi sekarang.” Ilwoo menundukan kepalanya lalu berlari pergi.
Hyesun masih menahan tangisnya agar tak terdengar orang lain,jam menunjukan pukul 18.10 sudah mulai sepi. Namun pasti 30 menit yang akan datang tempat ini akan sangat ramai,kru bisa di hitung dalam hitungan jari. Heechul tak mempedulikan hal itu,kotrak,status,jabatan semuanya tak berguna sekarang. Ia hanya ingin menenangkan Istrinya.
Heechul menarik lengannya dan Hyesun berada dalam pelukan hangatnya,”Mianhae,Ullijima.” Heechul menenangkannya dan membawa ke mobilnya di dekat sini.
***
Heechul memutar balikan mobilnya untuk pulang,Hyesun masih menangis. Heechul meliatnya di sela-sela ia mengemudi,Ia memberikan sekotak tisu pada Hyesun. Hyesun mengambilnya satu persatu dan menghapus air matanya.
“Aku minta maaf.” Heechul terus mengucapkan kalimat itu di sepanjang perjalanan,Hyesun berhenti menangis. Heechul terus mengajaknya berbicara rapi Hyesun tak kunjung menjawabnya. Sepertina Hyesun masih marah dengan Heechul.
Setelah beberapa saat berlalu,sampailah mereka berdua di rumahnya,Heechul membukakan pintu untuknya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam kamar mereka.
***
Hyesun menenangkan dirinya di dalam kamar mandi,sejak rambutnya kering,basah dan kering lagi ia baru keluar dari tempat persembunyian itu. mungkin sudah satu jam lebih Hyesun berada di sana.
Hyesun melihat Heechul duduk menunggunya di sudut ranjang ini,Hyesun tak peduli. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Hyesun naik ke dalam ranjangnya dan langsung tidur memunggungi Heechul. Hyesun memejamkan matanya.
“Hyesun-ah,kau sangat marah padaku?” Heechul sudah geram dengan kondisi ini,ini semua akibat acara laknat itu. mungkin tak hanya Istrinya yang menangis karena itu,penggemar setiapnya selam bertahun-tahun mungkin melakukan hal yang sama.
“……………………….”
“Hyesun-ah,ayolah jawab pertanyaanku. Sudah lebih dari 20 pertanyaan sejak sore tadi,belum satupun kau menjawabnya.”  Heechul mencoba sekali lagi.
“………………………”
“Hyesun-ah,aku mohon jangan abaikan aku seperti ini. Jangan acuhkan aku,aku suamimu!”
“……………………….”
“Apa kau tidak kasihan padaku? Kau terus mendiamiku.”
“……………………….”
“Hyesun-ah,jika kau seperti ini aku akan gila! Apa kau mau aku menyudahi program ini? Tidak apa jika aku harus membayar ratusan juta bahkan miliyar,aku akan mengumumkan pernikahan ini. Jika ini membuatmu nyaman aku akan melakukannya, tolong jangan abaikan aku!” Heechul meluapkan emosinya, ia tak suka di abaikan seperti ini.
“Hyesun-ah,aku….”
“YAAA! Kalau begitu jadilah gila! Bisakah kau tidak mengangguku bahkan ketika aku ingin istrirahat dan tidur? Aku sudah berbicara padamu,kau puas? Kau ingin apa lagi? Jika kau mengangguku aku akan pergi tidur di Apartement Jung Ilwoo atau Kim Woobin!” Hyesun berteriak meluapkan emosinya,ia juga sangat geram. Ia ingin istirahat,tapi Heechul menganggunya.
Hyesun sebenarnya sejak tadi membuka matanya untuk mendengar semua keluhan Heechul padanya,baiklah Hyesun mengalah. Jika Heechul berbicara lagi,masalah akan semakin rumit. Heechul lebih baik menutuo mulutnya rapat-rapat.
Ia mulai merebahkan tubuhnya di samping Hyesun,ia hanya bisa melihat punggung cantik Istrinya. “Mianh.” Ups,tak sengaja Heechul berbicara lagi. Hyesun sudah kehilangan kesabarannya.
Ia mengambil salah satu bantalnya dan pergi ke sofa panjang di dekat ranjangnya, ia menaruh bantal itu dan bersiap untuk tidur. “Dengar Kim Heechul,jika kau berkata sepatah katapun atau mendekat ke arahku…aku akan benar pergi untuk tidur dengan Jung Ilwoo. Kau mengerti?” Hyesun berteriak kencang melebihi sebelumnya, Heechul menganggukan kepala tanda ia mengerti.
Hyesun merebahkan tubuhnya dan tidur seadanya di sofa mereka. Ia memejamkan matanya,begitupun dengan Heechul. Tapi bukan nyaman yang Heechul dapat saat ia memejamkan tubuhnya,tapi ia justru gelisah.
Ia sangat gelisah,sekarang suhu kota sedang dingin. Dan Hyesun tidur tanpa selimut dan pelukannya,Heechul takut ia sakit. Ia ingin mendekat dan memberikan selimut,tapi ia takut Hyesun belum tertidur.
30 menit kemudian.
Heechul turun dari kasurnya, ia mendekat ke arah Hyesun. Jika ketahuan sedikit,istrinya bis a tidur malam ini dengan orang lain. Heechul sangat berhati-hati,Ia mengecek sekali lagi dan Hyesun sepertinya tertidur.
Heechul mengambil selimut dan menyelimuti Istrinya,ia tak  lupa memberi kecupan di dahi Istrinya. “Jalja..” Cicit Heechul sepelan mungkin, ia kembali ke ranjangnya. Dan sekarang setidaknya ia bisa tertidur cukup tenang.
“Nappeun!” Cicit Hyesun dalam hati, ia membuka matanya. Lalu memejamkan kembali,ia tahu apa yang di lakukan suaminya barusan. Tentu saja akan ada pembalasan besok,jika tenaganya masih ada. Mungkin saja Hyesun akan marah lagi.
***
Heechul Pov.
Hoaaaamm…
Kulihat jam dinding menunjukan pukul 8.00 pagi,aku melihat ke samping tempat tidurku.dan disana tidak ada Hyesun,aku teringat kembali! Aku berdiri dan melihat sofa yang tadi di tiduri Hyesun,dan dia tidak ada.
Aku mencari ke kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Tapi ia tidak ada! Kemana perginya dia?
Oh,sudahlah lupakan. Aku harus berangkat bekerja untuk pemotretan dan penandatanganan kontrak,aku pergi bekerja hari ini. Ibaratkan sup tanpa garam,hambar rasanya hariku tanpa Hyesun. Ini baru satu hari! Aku pulang jam 8 malam,Hyesun memasakan makan malam lalu tertidur tanpa menyapa sepatah katapun untukku. Setelah makan malam sendirian,aku kembali tertidur. Semoga saja esok pagi suasana akan berubah.
Hoaaammm…..
Aku terbangun,dan sama seperti kemarin. Hyesun tidak ada! Hari ini aku tidak ada pekerjaan,jadi aku bisa mencari Hyesun. Walaupun ini sangat mudah,jika tidak di Apartement Hyukjae atau Woobin pasti di Apartement Jung Ilwoo. Di antara ketiga orang itu,pasti disana ada Hyesun.
Aku mencari Hyesun sampai di sudut terpencil rumah ini,namun Hyesun tidak ada. Aku berhenti mencarinya dan duduk di sofa ruang tamu.
Dddrttt….Drrrttt…
Ponselku berdering,aku segera kembali ke kamar dan membuka sebuah pesan masuk untukku. Dan itu dari Istriku,aku membacanya.
From : Nae Yeobo.
Annyeong Hasseyo! Kau sudah bangun? Maaf aku sedang pergi ke rumah seseorang,dan aku lupa menyiapkan makanan untukmu. Kau bisa memanggil Guo Fexue agar ia memasakan sarapan untukmu,aku yakin rasanya sangat enak di bandingkan masakanku! Tidak perlu mencariku,aku akan baik-baik saja. Bahkan jika kau mencariku,kau tahu kemana aku akan pergi. Baiklah,untuk itu…kau boleh datang kesini,itu hakmu dan aku tidak bisa melarangnya.
YAAAK! Memangnya kau fikir kau siapa? Aku berteriak memarahi ponselku,memang gila! Aku memang sudah gila di buat oleh istriku sendiri,aku lantas beranjak mandi dan mengambil kunci mobilku.
Baiklah,aku memutar arah untuk pergi ke tempat Hyesun berada. Tangan kiriku menekan tombol dan aku menelfon seseorang di sela-sela aku sedang mengemudi.
“Annyeong Hasseyo,Ommonim. Apa Jung Ilwoo ada disana?” Tanyaku saat panggilanku tersambung pada Kim Ahjumma,dia adalah pembantu Apartement Jung Ilwoo.
“Jung Ilwoo? Tadi pagi ia sudah pergi ke rumah Kim Woobin,ada yang ingin di sampaikan? Nanti Ahjumma akan menyampaikan saat Ilwoo sudah pulang.” Jawab wanita paruh baya itu.
“Oh,tidak perlu Ahjumma. Aku akan ke rumah Kim Woobin saja,jadi aku bisa langsung menanyakan suatu hal pada Ilwoo. Maaf mengganggumu,Gamsahamnnida.” Ucapku menutup sambungan telefon,okay kali ini Hyesun ada di rumah Woobin. Langsung saja aku memutar kemudi untuk pergi ke rumah Woobin,aku memarkirkan mobil dan menaiki lift menuju lantai 11. Aku sekarang sudah berada di depan pintu Apartementnya.
Author Pov.
Ting Tong.
Woobin mendekat ke arah pintu,ia melihat di sebuah layar kecil dan disana terdapat wajah Heechul. Lantas,Woobin tak semudah itu untuk membukakan pintu. Ia menanyakan hal itu dulu kepada Hyesun,Ya walaupun ini Apartementnya.
“Hyesun-ah,suamimu ada di depan pintu. Bagaimana,kau mau aku membukakan pintu untuknya?” Tanya Woobin pada Hyesun.
Hyesun duduk di sebuah sofa panjang,reaksi wajahnya aneh setelah mendengar kata Suamimu.”Biarkan saja,Oppa. Bukankah Oppa bersiap untuk mandi? Biarkan saja ia di luar.” Jawab Hyesun dengan wajah cuek.
Woobin mengangkat bahunya lalu melepaskannya,ia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ting Tong.
Bel berbunyi lagi,Hyesun menghela nafasnya.
“Hyesun-ah,biar aku bukakan saja pintunya?” Tanya Ilwoo yang duduk di sebelah Hyesun. Ini kedua kalinya bagi Heechul untuk menekan bel yang tak ada artinya.
“Oppa biarkan saja.” Jawab Hyesun cuek lagi,ia menekan salah satu tombol dan Channel pada televisi di depannya berganti. Ilwoo dan Hyukjae memakan cemilan yang di beli Woobin kemarin sambil menikmati acara yang di tonton Hyesun. Hyesun menaruh remot di sebuah meja di depannya.
Ting Tong, Ting Tong, Ting Tong, Ting Tong.
Okelah,kali ini Heechul justru memainkan bel dengan membunyikannya yang entah sudah berapa kali. “Hyesun-ah,suamimu sungguh berisik!” Pekik Hyukjae kesal,ia berdiri lalu beranjak untuk membukakan pintu untuk Heechul.
Ckkriiikkk….
“Hyung,kau datang kesini. Ada apa?” Hyukjae membukukan tubuhnya pada Heechul.dia memang suami adiknya,tapi umurnya jauh lebih tua daripada Hyukjae. Untuk itu Hyukjae menghormatinya.
“Apa Hyesun disini?” Tanya Heechul kemudian masuk ke dalam partement Woobin,Hyukjae mengangguk dan menutup pintunya. “Hyesun-ah…” Panggil Heechul pada Hyesun. Hyesun duduk di sofa panjang Apartemnt Woobin dan Ilwoo duduk di sebelah Hyesun namun ia duduk di ujung sofanya.
Heechul berencana duduk di sebelah Hyesun,jika ia duduk itu berarti Hyesun di apit oleh kedua Namja tampan.tapi nampaknya itu tak berlaku lagi!langsung saja Hyesun merebahkan tubuhnya dan kepalanya berada di atas paha Ilwoo,kakinya sengaja di panjangkan untuk memblok agar Heechul tidak duduk di dekatnya.
“Hoaammm,tidak ada acara yang seru. Oppa,tolong ambilkan remotnya!” Suruh Hyesun,Ilwoo kemudian memajukan tubuhnya untuk megambil remot dan memberikan pada Hyesun.
Oh,baiklah. Heechul harus benar-benar bersabar! Tapi berani sekali dia,istrinya tidur di pangkuan orang lain di depan matanya? Oh GOD! Heeechul duduk di sebuah kursi untuk satu orang,sementara Hyukjae di bawah.
Klik.
Hyesun menekan tombol pada saluran tv sehingga muncullah channel MBC,”Oh,acara We Got Married! bukankah itu pasangan We Got Married Seohyun dan Yonghwa?” Hyesun sengaja bertanya pertanyaan konyol seperti itu,sudah jelas jelas ia tahu jawabannya. “Ilwoo Oppa,apakah kau berfikir pasangan itu sangat romantis?” Tanya Hyesun mendongakkan kepalanya menatap Ilwoo dari bawah.
“Oh,” Pekik Ilwoo bingung,ia takut Heechul marah padanya jika membahas WGM.”Oh,ye. M-mereka pasangan yang sangat menarik!” Jawab Ilwoo gugup sekaligus bingung,Heechul menghela nafasnya. Sementara Hyukjae diam-diam tertawa singkat.
“Januari,Februari,Maret,April. Tinggal beberapa bulan lagi pasangan Heechul dan Fexue akan muncul di layar kaca.” Gumam Hyesun sengaja menyindir Heechul, “Hyukjae Oppa…” Panggil adiknya.
“Nde?”
“Oppa,menurutmu pasangan Heechul-Fexue akan mendapat rating berapa? Aku bertaruh jika ratingnya di atas 25% aku akan menceraikannya.” Sahut Hyesun bersemangat.
“Hyesun-ah….” Ucap Heechul terpotong.
“Oh,Hyesun-ah,” Hyukjae sedikit gugup,namun.” Jika ratingnya 20-25% aku akan mengabulkan permohonanmu.”lanjut Hyukjae yang tak kalah bersemangat,ia tahu pasti Hyesun hanya memanas-manas Suaminya agar panas.
“Tidak-tidak! Ratingnya pasti di bawah 20%!” Sambung Ilwoo yang ikut bertaruh,”Hyesun-ah,jika tebakanku benar…kau harus mentraktirku apa saja!” Lanjut Ilwoo tak kalah bersemangat.
“Ayolah,kami tidak akan membuat rating setinggi itu,” Ujar Heechul,wajahnya langsung sedih seketika. Ia juga kesal karena perbuatan Istrinya.
“Hyung,kau berani bertaruh berapa?” Tanya Ilwoo menuntut.
“Hyesun-ah…” Entah darimana asalnya tiba-tiba Woobin datang dan menaruh kepalanya di atas sanderan sofanya dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya serta handuk kecil di lehernya,bahkan ia masih bertelanjang dada!”Aku bertaruh,jika rating mereka di atas 30% aku akan menikahimu!” Lanjut Woobin.
“Aish,Oppa kau mengagetkanku!” Pekik Hyesun sedikit terkejut,”DEAL! Jika di atas 30% kita akan menikah!” Lanjut Hyesun yang langsung terbangun seketika,Ilwoo dan Hyukjae tersenyum miris.
“YA,KIM WOOBIN! Bagaimana bisa kau masih bertelanjang dada berkeliaran di hadapan seorang wanita!” Teriak Heechul seraya melemparkan kotak tisu namun tak mengenai kepala Woobin.
“Ah,Hyung… Mianh! Bukankah ini Apartementku? Lagipula beberapa bulan lagi aku akan menjadi suaminya jika rating WGM mu di atas 30!” Woobin mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di lehernya dan tersenyum.
“Aish! Manamungkin! Mana ada pasangan yang akan mendapat rating setinggi itu,mustahil itu akan terjadi!” Heechul membela dirinya,ia sangat kesal Istrinya bertaruh menceraikannya dengan rating WGMnya.
“Mungkin saja.Kau Kim Heechul,Hyung!” Ilwoo lantas membela sahabatnya.
“Aish!” Heechul berdecak kesal,”Woobin-ah,cepat pakai bajumu dan buatkan aku makanan! Aku sangat lapar, Istriku bahkan tidak membuatkanku makanan dan malah pergi ke Apartement seorang Namja!” Lanjut Heechul yang tak kalah menyindir Istrinya.  Woobin menurut dan pergi ke kamarnya.
Hyesun berdecak kesal,”Berani sekali dia menyuruh tuan rumah untuk melakukan apasaja,memangnya dia siapa? Badannya saja tidak seindah badan Kim Woobin.” Hyesun tak terima dan kembali menyindir Suaminya.
“Ayolah,Hyesun-ah aku minta maaf.” Heechul mendekati Hyesun.
“Woobin Oppaaaaaaaa!” Panggil Hyesun sedikit berteriak.Ia sengaja karena ia tak ingin menatap wajah Suaminya, Hyesun beranjak pergi ke kamar Kim Woobin.
Heechul menghela nafasnya, Istrinya baru saja pergi meninggalkannya. “Hyukjae-ah,Ilwoo-ya,apa yang harus aku lakukan?” Heechul menaruh dagunya di meja di depannya.
“AAAAAAAAAAAAA!” Terdengar suara gadis berteriak,ya itu suara Hyesun. Apa ang terjadi dengannya?
***
Hyesun mendumal tentang suaminya dan beranjak pergi ke kamar Kim Woobin,ia membuka pintu kamarnya “AAAAAAAAAAAAA!” Sontak Hyesun berteriak,ia hanya terkejut karena melihat Woobin sedang mengenakan baju.  Untung saja celananya sudah rapih,dan Hyesun hanya melihat sebagian tubuh Woobin. “Ah,Oppa kau mengagetkanku!” Lanjut Hyesun.
“Hyesun-ah,apa yang ter….” Heechul berlari datang melihat Hyesun,suasana hatinya berubah seketika. Dari cemas menjadi kesal,”YAA! Kim Woobin! Untung saja kau sudah menggunakan celanamu!”
“Mianh Hyung,” Ucap Woobin pada Heechul seraya merapihkan baju yang berlengan panjangnya,”Hyesun-ah,seharusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang lain.” Woobin menasehati Hyesun.
“HYUNG APA YANG TERJADI?” Teriak Hyukjae,ia dan Ilwoo sedang menikmati sebuah film yang berjudul ‘Hello Ghost’ entah kapan channel itu terganti. Mungkin Hyukjae tak begitu suka tontonan itu sehingga mengganti Channel lain.
“Ah,Josonghaeyo.” Hyesun membungkukan tubuhnya dan sedikit malu atas perbuatannya yang melihat Namja lain sedang menggenakan baju,”Oppa,ayo ke dapur! Aku juga cukup lapar.” Hyesun menggandeng tangan Woobin dan membawanya ke dapur meninggalkan Heechul.
Heechul menghela nafasnya dan kembali dengan raut wajah pasrah duduk di dekat Ilwoo dan HyukJae lagi.
“Hyesun-ah,apa yang biasa suamimu makan?” Tanya Woobin sesampainya ia di dapur,ia menyiapkan pisau dan barang lainnya yang entah ingin membuat masakan apa.
“Masakan saja Ramyun.” Jawab Hyesun,ia kemudian berjalan ke arah kulkas Woobin. Sepertinya ia sudah sangat tahu seluk beluk Apartement ini.
“Kau yakin? Ini masih pagi hari? Bagaimana jika ia sakit?” Tanya Woobin meyakinkan lagi.
“Biarkan saja,aku tidak peduli!” Jawab Hyesun cuek,”Oppa,aku minta es krim wanilla mu ya?” Woobin menganggukan kepalanya,Hyesun mengambil sebuah eskrim vanila lalu membuka bungkusnya.
Woobin lantas mengambil sebuah mie instan dan menyiapkan air panas serta sayuran lain untuk di potong. Hyesun duduk di kursi meja masak Woobin,Meja ini cukup panjang dan bersih! Di lengkapi dengan kompor yang menempel serta peralatan lainnya yang tertata rapih.
Woobin memotong daun bawang dan menyiapkan bahan lainnya,Hyesun meletakan dagunya di meja itu sambil memakan es krimnya. Lebarnya saja 1 meter dan panjangnya sekitar 3 meter hanya untuk meja masak ini.
“Hyesun-ah,jika kau masih mencintai Suamimu maafkan saja dia. Wajar jika Suami-Istri bertengkar,tapi yang tak wajar jika mereka bertengkar yang berkepanjangan dan saling menyindir satu sama lain.” Woobin mulai menasehati Hyesun di sela ia sedang memasak.
Huh,Hyesun menghela nafasnya. “Biarkan saja, dia bahkan telah berbuat jahat padaku. Memeluk Guo Fexue di hadapanku saat aku sedang berjalan di dekat Sungai Han dengan Ilwoo Oppa.”
“Itu karena tuntutan pekerjaan!” Hardik Woobin.
“Bukan! Saat itu syuting telah berakhir,Wanita Dora itu sudah di jemput untuk pulang ke negerinya. Dan sebelum ia masuk ke mobilnya,Heechul memeluk hangat dirinya di depanku!” Tindas Hyesun,ia memakan es krimnya lagi dengan menampilkan wajah cemberut.
“Geuraeyo?” Tanya Woobin tak percaya.
Hmm,Hyesun menganggukan kepalanya. Ia menyodorkan es krimnya ke arah Woobin. “Oppa mau?”
Degan senang hati Woobin menggigit es krim itu dan melanjutkan memasaknya,ia menaruh bumbu di ramen yang hampir matang tersebut.”Pernah terfikir olehku kalau aku akan melakukan ini dengan istriku,dan pernah terfikir bahwa itu adalah kau.” Cicit Woobin. Hyesun mengangkat alisnya sebelah,sementara Woobin menaruh sumpitnya dan mengecilkan api kompornya.
“Benarkah?” Tanya Hyesun ragu,Woobin menganggukan kepalanya dengan cepat.”Kalau begitu kita menikah saja! Aku bisa melakukan banyak hal denganmu.” Lanjut Hyesun. Woobin tersenyum.
“Tidak,” Woobin membuang nafasnya,”Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak mencintaiku,dan kulihat kau masih mencintai Heechul Hyung.bahkan kau sangat mencintainya.”
“Benarkah? Kufikir aku biasa saja dalam mencintainya.” Hyesun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.
Woobin menaruh ramen itu ke dalam mangkuk,”Terbukti! Saat Heechul Hyung mengikuti WGM kau cemburu,itu artinya kau sangat mencintainya!” Woobin membawa semangkuk ramen dan sumpit meninggalkan Hyesun sendiri. Mungkin Hyesun sedang melamun dengan perkataan Woobin barusan,ia tersadar dan membuang stik es krim lalu berjalan di belakangnya.
“Cemburu tanda sangat mencintai seseorang?” Tanya Hyesun dalam hati.
“Igeo…” Woobin menaruh semangkuk ramen dan sumpit di meja dekat Heechul. Ia lalu duduk dan menonton apa yang sejak tadi Hyukjae dan Ilwoo tonton.
“Ramyun?”Pekik Heechul tak percaya,”Woobin-ah,ini masih terlalu pagi.dan kau memberiku Ramyun?” tuntut Heechul,ia mengambil sumpit dan mencicipi makanan yang di buat Woobin. Hyesun duduk di dekat Ilwoo.
“Aku sudah bertanya pada Istrimu sebelumnya,dan katanya biarkan saja jika kau harus sakit.ia tidak mempedulikanmu,Hyung.” Woobin membela diri atas tuntutan Heechul.
“Aish,” Heechul berdecak kesal,”Aigoo! Bahkan makananmu sangat enak! Ini bahkan lebih enak dari masakan seorang Istriku!” Heechul kembali menyindir Istrinya.
Hyesun berdecak kesal,ia turun ke bawah dan menekuk tangannya ke atas meja. Ia menaruh dagu di atas punggung tangannya,dan duduk berdekatan dengann Hyukjae Kakaknya.”Oh,Bukankah itu Cha Taehyun? Dia bermain film ini?” Tanya Hyesun tak percaya.
“Hyesun-ah,kau belum pernah menonton film ini? Film ini sudah sangat lama,tahun 2010.” Ilwoo yang tadinya duduk di atas kini duduk di bawah dekat Hyesun. Ia mengambil bantal sofa dan menaruhnya sebagai bantalan untuk punggungnya.
“Belum,seorang temanku pernah memberikanku beberapa kaset dan salah satunya Hello Ghost. Aku takut menontonnya karena judulnya sangat menyeramkan,temanku tetap menyarankan untuk aku menontonnya dengan Suamiku. Tapi sampai sekarang aku belum menontonya karena kesibukan Suamiku,jadi sampai sekarang aku belum menontonnya.” Hyesun menekuk wajahnya.
Heechul telah menyelesaikan makannya,ia berdiri.”Kau tak pernah mengajakku untuk menonton sebuah film,lagi pula jika kau mengajakku saat itu…mungkin aku akan membatalkan Scheduleku.”
“YAAA!” Hyesun berteriak.
Heechul pergi untuk menaruh mangkuk kotor dan mengambil minum di dapur. Heechul kembali,ia mengambil kotak tisu yang tadi ia lemparkan dan segera memberikan pada Hyesun. Seperti seorang musuh,Heechul dengan sengaja melemparkan kotak tisue itu di depan wajah Istrinya. “Ini untuk persiapan,kau pasti akan menangis setelah selesai menonton Film itu.” Heechul merebahkan tubuhnya di sofa panjang tepat di belakang Hyesun,”Bodoh sekali,film terlaris 2010 bahkan kau tidak pernah menontonnya!” Lanjut Heechul.
“YAA! Aku terlalu takut untuk menontonnya!” Hyesun membela dirinya,ia memukul lengan perut Suaminya dan Heechul meringis kesakitan.
Heechul tertidur di sofa panjang itu,Hyesun dan yang lainnya masih sibuk untuk menonton Film it bersama. Bahkan mereka berempat tidak mau di ganggu sedikitpun.
1 jam kemudian.       
Tes,Tes,Tes.
“Eomma……” Hyesun menangis terisak setelah selesai menonton Film itu,ia teringat Eommanya karena memiliki banyak kesalahan saat ia masih kecil. Ilwoo,Hyukjae dan Woobin mencoba menenangkannya,tapi Hyesun justru menangis semakin kencang.
Heechul tak mempedulikan itu dan tetap berpura-pura tidak mendengar tangisan Istrinya. Padahal tangisan Hyesun sudah seperti sirine mobil pemadam kebakaran. Hyesun masih menangis sambil memeluk Kakaknya. Hyukjae mengelus punggung Adiknya.
“Sudahlah,jika kau merindukan Eomma kau bisa berkunjung dengan Heechul Hyung ke rumah besok.” Hyukjae kembali menenangkan Adiknya.
“Oppa…..” Hyesun kembali menangis,ia melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya dengan tisu. Entahlah sudah berapa banyak lembaran tisue yang ia habiskan.
10 menit kemudian.
Ilwoo kembali menenangkan Hyesun,dan ia berhenti menangis. Setelah Film Hello Ghost berakhir,Mereka menikmati Drama Poseidon.
“Oh,Choi Siwon sangat tampan. Tapi mengapa Dramanya sangat membosankan?” Gumam Hyesun.
30 menit kemudian.
Mereka semua tertidur,Ilwoo,Woobin,Hyukjae dan Hyesun tertidur. Heechul membuka matanya,ia melihat Hyesun sedang tertidur. Hyesun turun perlahan dari sofanya dan menggendong Hyesun menaruhnya di sofa yang tadi ia tiduri.
Heechul memandingnya,Hyesun tertidur damai. Heechul merapihkan pini Hyesun dan mengelus lembut poninya,tangan kirinya mengelus lembut tangan Hyesun. Dan siapa sangka,Hyesun memegangi tangan Heechul. Heechul tersenyum.
“Hoaaammm…” Heechul menguap karena mengantuk,Ia merebahkan kepalanya di dekat tubuh Hyesun. Heechul tertidur.
Beberapa jam kemudian.
Jam dinding menunjukan pukul 18.05.
“Hoammm…” Woobin terbangun,ia meregangkan otot-otot tangannya. Ia melirik kesampingnya melihat Hyesun dan Heechul sedang tertidur bersama. Woobin pergi ke kamarnya dan mengambil ponselnya lalu memotret mereka berdua.
“Hoaammm….” Ilwoo terbangun,ia mendorong tangannya meregangkan urat-urat tangannya.”Woobin-ah,jam berapa sekarang?” Tanya Ilwoo.
“Sekarang jam 18.08.” Jawab Woobin.
“Benarkah? Woobin-ah,aku pinjam baju dan alat mandimu ya? Aku akan mandi disini.” Ilwoo kemudian berdiri.
“Ah,Ye..”
Ilwoo pergi ke kamar Woobin dan membersihkan dirinya,tak lupa ia meminjam beberapa baju Woobin dan mengenakannya. Untung saja ukurannya tak jauh beda dengan Ilwoo,hanya saja,beberapa baju Woobin adalah lengan panjang dan ketat.
Di menit berikutnya,Hyukjae terbangun. Ia berjalan ke arah balkon Apartement Woobin dan melihatnya. Hyukjae berdiri di samping Woobin menikmati keindahan kota Seoul malam hari.
“Hyukjae-ah,kau tidak pergi untuk mandi? Pakai saja pakaianku,setelah Ilwoo keluar kau bisa menggunakan kamar mandiku.” Woobin menaruh telapak tangannya menggenggam besi pagar balkonnya.
“Ne,aku akan melakukannya setelah ini.” Mereka berlima,termasuk Hyesun sudah bersahabat sejak kecil. Saling meminjam pakaian adalah hal yang wajar bagi mereka.
***
Heechul terbangun,dan beberapa menit berikutnya Hyesun terbangun. Hyesun berencana mandi dan meminjam pakaian Woobin,awalnya Heechul menolak dan menyuruh Hyesun untuk menggunakan pakaiannya saja,tapi Hyesun masih marah padanya. Heechul di tawari mandi dan menggunakan pakaian Woobin,namun ia sangat enggan bahkan hanya menyentuh pakaiannnya saja. Menurutnya,Woobin sudah menggoda Istrinya.

Ting Tong.