Showing posts with label drama. Show all posts
Showing posts with label drama. Show all posts

Saturday, 20 May 2017

Naskah Drama indo 10 orang tema fantasi

L U C I F E R

Pemain :
Keisha
Athala
Martin/Gabriel
Ray
Irene
Bu Tyra
Aaliyah
Mba dukun/ Alisha
Salam/Mikael
Abel


















XI IPA 5
L U C I F E R

Di salah satu bagian di muka bumi, sekelompok anak muda mulai melenceng dari tugasnya sebagai penduduk bumi. Mereka mulai melakukan hal telarang dan semakin melakukannya semakin hari semakin jauh. Mereka mulai melupakan siapa pemilik atas segalanya di muka bumi ini.
Suatu hari, kelompok anak muda itu memainkan permainan terlarang dan menyebabkan kerusakan di bumi ini.

Bel sekolah berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Ray         : “Hai, Aaliyah!”
Aaliyah : “Iya Ray, kenapa?”
Ray         : “Nih, pesenan lu. ( memberikan beberapa butir pil haram)”
Aaliyah : “Yoi! Makasih ya, nanti uangnya gua transfer aja lewat rekening.”
Ray         : “Oke, atur aja boss.”
Saat Ray selesai berbicara dengan Aaliyah, tiba-tiba Bu Tyra datang dari belakang mereka.
Bu Tyra : “Hei, sedang apa kalian?”
Aaliyah : “A-anu bu. ( panik)”
Bu Tyra : “Benda apa itu yang lagi kamu pegang?”
Ray         : “Enggak, itu Cuma bahan praktek buat nanti kok bu. Kami permisi dulu ya.”
Aaliyah : “Misi, bu.”
Bu Tyra : “Eh, kalian tunggu-tunggu! ( berteriak saat RAY dan Aaliyah bergegas pergi ke kelas)”
Bu Tyra masuk kelas.
Bu Tyra : Selamat pagi anak-anak.
Murid    : Selamat pagi, bu.
Bu Tyra : Coba buka buku paker halaman 152. Baca dan hafalkan materi itu 15 menit, setelah itu kita ulangan ya.
Murid    : Siap, bu.
(15 menit kemudian)
Bu Tyra : “Baik, tolong masukan buku kalian. Tidak ada benda lain di atas meja selain alat tulis.”
Abel       : “Eh, mana hp lu?”
Irene     : “Iya, bel. Tenang aja sih.”
Saat ulangan di mulai, irene mulai memulai rencana jahat mereka. Mengeluarkan HP untuk mencari jawaban lewat fasilitas internet, mereka berdua bekerja sama.
Bel pulang berbunyi
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Bu Tyra : “Oke, kumpulkan semua ulangannya sekarang.”
Murid    : “Baik, bu.”
Bu Tyra : “(Membereskan lembar ulangan) Assalamualaikum.”
Murid    : “Waalaikum salam,bu”
Ray         : “Nanti malem main lah kuy.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray”
Ray         : “Ada dah, pokoknya entar seru dah!”
Abel       : “Boleh juga tuh, gua juga lagi gak ada kerjaan ini di rumah.”
Ray         : “Keisha, Athala lu pada ikut kaga?”
Athala   : “Yaudah, ayo dah.”
Ray         : “Rene, ikut kaga lu?”
Irene     : “Ya kali, enggaklah kuy.”
Ray         : “Hahaha, okelah. Martin, Salam, Lu berdua pada ikut apa enggak?”
Martin  : “Kagak dah, gua cape berat hari ini. Mau tidur.”
Salam    : “Gua juga enggak deh,  mau ada pengajian hari ini.”
Ray         : “Oh, yaudah. Nanti yang ikut gua kumpul aja kita di bunderan tempat biasa. Janjian aja dulu.”
Setelah mereka merancang acara untuk nanti malam, mereka kembali pulang ke rumah.

Saat malam tiba.
Aaliyah : “Eh, Ray lu dimana? Semuanya udah pada ngumpul nih (berbicara lewat telepon)”
Ray         : “Sabar-sabar, ini bentar lagi juga nyampe kok.”
(Setelah beberapa menit)
Ray         : “Eh, guys. Sorry telat dikit.”
Keisha   : “Kebiasaan sih lu, gak di sekolah gak di sini terlambat mulu.”
Ray         : “Haha, sorry-sorry. Yaudah ayolah berangkat, keburu kemaleman.”
(Setelah satu jam)
Ray         : “Oke, guys. Kita udah sampai.”
Aaliyah : “Wuihhh. Caribbean club. Asyik banget dah!”
Irene     : “Bakal jadi malam yang panjang ini mah.”
Ray         : “Yaudah ayo masuk! Kita seneng-seneng.”
Keisha   : “Ah, gua mau pulang aja dah Ray.”
Ray         : “Lah, emangnya kenapa dah?”
Athala   : “Kita berdua gak bisa dateng ke tempat beginiaan, Ray.”
Abel       : “Lah justru itu lu, lu pada harus pada nyobain.”
Ray         : “Tau nih, udah ayolah masuk.”
Keisha   : “Yaudah deh.”
Athala   : “Kei, kita berdua anak rohis. Masa kita masuk ke tempat begituan sih?”
Keisha   : “Udah, sekali ini doang. Gapapa kok.”
Saat mereka masuk ke dalam Caribbean club, Raypun menyiapkan beberapa obat-obatan terlarang yang aman di bagikan untuk teman-temannya.
Ray         : “Guys, nih gua punya permen.”
Abel       : “Permen apaan ini dol?”
Ray         : “Permen penyegar badan. Udah cobain aja. Siapa tau lu bakal suka.”
Aaliyah : “Lu dapet duit dari mana bisa beli sebanyak itu?”
Ray         : “Abis bunuh orang gua tadi, terus dapet uang deh dari orang yang nyuruh tadi.”
Keisha   : “Halal gak nih, Ray?”
Ray         : “Halal kok. Udah ge, makan aja dulu.”
Athala   : “Ih, jangan fin. Gak baik takutnya.”
Keisha   : “Udah selaw aja, makan aja dulu.”
Setelah mereka berpesta pora di klub, mereka akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing dalam keadaan mabuk.
Saat Ray dan yang lain baru kembali dari pesta narkoba tersebut, Salam dan  Martin mengalami mimpi yang aneh.
Martin  : “Aduh, gua dimana ini? Aarggh!”
Salam    : “Lu? Kok lu bisa disini?”
Martin  : “Kita dimana ya?”
Salam    : “Kok kita bisa ada disini?”
Tiba-tiba sesosok mahluk bercahaya putuh datang ke hadapan mereka saat itu juga.
Martin  : “Siapa kau?”
Malaikat: “Kau pasti tau aku.”
Salam    : “Apa kau malaikat?”
Malaikat: “Ya, benar sekali.”
Martin  : “Apa mau mu?”
Malaikat: “Aku datang untuk memperingatkan kalian.”
Martin  : “Dari apa?”
Malaikat: “Kalian dan teman kalian sedang dalam bahaya.”
Salam    : “Maksudmu?”
Malaikat: “Biarkan aku masuk ke dalam tubuh kalian, dengan begitu aku dan kalian bisa menyelamatkan kalian semua.”
Malaikat itupun masuk ke dalam tubuh Martin dan Salam, setelah mereka dimasuki malaikat tersebut, merekapun langsung tersadar dari tidurnya.
Tepat pukul 9 pagi Ray mengajak teman-temannya bertemu di suatu tempat cukup tersembunyi.
Ray         : “Aaliyah, ajak yang lain main yuk.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray?”
Ray         : “Udah ge ajak dulu, nanti juga tau kok.”
Aaliyah : “Oke, oke.”
Ray         : “Ohiya. Kita ketemuan di Grand wisata, di tempat biasa ya. Rumah yang biasa, jangan lupa ajak Martin sama Salam.”
Beberapa jam kemudian Aaliyah dan yang lain datang, sedangkan Ray sudah menunggu di dalam ruangan.
Ray         : “Hai, guys. Silahkan duduk.”
Aaliyah : “Kita mau ngapain sih disini?”
Alisha    : “Hai, kalian semua.”
Keisha   : “Siapa ya?”
Ray         : “Dia yang bakalan memimpin permainan ini.”
Alisha    : “Baiklah, silahkan duduk di tempatnya masing-masing. Kita akan memulai game ini.”
Keisha   : “Game apaan sih ini?”
Irene     : “Ini game pemanggilan arwah ya?”
Alisha    : “Tepat sekali, disini kalian bisa melihat masa depan kalian.”
Athala   : “Ini aman emangnya?”
Alisha    : “Tenang aja,baiklah ayo kita mulai. Kita baca bersama sama ya.”
“CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
  CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
  CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?”
RAY        :  “Kurang mainstream kalo begini mah.”
Alisha    : “Apa maksudmu?”
Ray         : “Kita ganti aja Charlie jadi nama Lucifer.”
Alisha    : “Apa yang kalian inginkan?”
Ray         : “Kenapa memangnya?”
Alisha    : “Lucifer tidak bisa kita panggil dalam game ini. Dia adalah mahluk paling kuat.”
Ray         : “Ikuti aja apa kata gua! (menyodorkan pistol)”
Abel       : “Eh, Ray! Apa-apaan sih? Lu ngapain?”
Ray         : “Diem aja udah, jangan banyak ngomong. Ikutin perintah gua!”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”

Tiba-tiba angin kencang datang beserta angin ribut yang menyebabkan api yang berada di lilin di tengah padam.
Ray         : “Dia datang!”
Martin  : “Uugghh (Martin mual)”
Keisha   : “Eh, Martin lu kenapa?”
Alisha    : “Ini berbahaya, kita harus menghentikannya!”
Ray         : “Jangan ada yang pergi atau kalian semua akan mati!”
Salam    : “Kita harus pergi, ayo cepat!!”
Ray         : “Hey, kalian jangan lari! Wellcome Lucifer, wellcome!!!”
Salam    : “Kita harus pergi menjauh dari sini, ayo cepat!! (Panik)”
Salam berhasil membuat teman-temannya selamat, mereka semua berhasil kabur dari tempat itu termasuk Alisha. Sampai saat ini Ray di kabarkan menghilang, semenjak kejadian itu tidak ada satupun yang melihat batang hidung Ray, ia menghilang secara misterius.

Bel istirahat berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah beranjak untuk pergi ke kantin namun Bu Tyra memanggilnya untuk menanyakan keadaan Ray.
Bu Tyra : “Aaliyah”
Aaliyah : “Iya, bu?”
Bu Tyra : “Ikut ibu dulu ke ruangan ya. Ada yang ingin ibu tanyakan.”
Aaliyah : “Oh, iya bu, iya.”
Bu Tyra : “(Mempersilahkan duduk) baik, ibu Cuma mau nanya aja. Kamu udah denger kabar tentang Ray belum? Soalnya dia udah banyak absen sejak seminggu yang lalu.”
Aaliyah : “Ah? R-ray? Oh, maaf bu saya gak tau. Saya gak tau apa-apa (panik dan pergi dari ruangan)”
Bu Tyra merasakan kecurigaan yang mendalam pada Aaliyah. Dia orang yang akhir-akhir ini dekat dengan Ray, melihat tingkah lakunya barusan membuat Bu Tyra berfikir bahwa hilangnya Ray ada kaitannya dengan Aaliyah.
Bel rumah berbunyi
(Tinggg...Tonggg...)
Bu Tyra : “Iya sebentar. (membuka pintu rumah)”
Lucifer  : “Halo bu guru.”
Bu Tyra terkena hipnotis oleh Lucifer, ia telah terjebak dalam guna-gunanya. Semenjak saat itu, Bu Tyra bertindak bukan seperti dirinya yang biasa. Ia melakukan banyak kejahatan seperti mencuri dan membunuh. Salam kini menjadi target utama dalam tindak kejahatan yang akan ia lakukan.

Kediaman Salam.
Salam    : “Astagfirullah. Kejahatan udah dimana-mana (menggelengkan kepala), dosa apa yaang udah di buat para manusia sampe bencana terjadi dimana-mana (mematikan televisi dan berniat untuk tidur)”
(Tingg...Dingg...Dongg...Plentang.)
Salam    : “Suara apa itu?”
Bu Tyra : “Hiattttttttt!!!”
(Pertarunan antara Bu Tyra dengan Salam)
Salam    : “Bu guru? Ibu ngapain disini? Kok bisa begini sih?”
Bu Tyra : “Selamatkan teman-temanmu, Salam. Buatlah dunia ini menjadi lebih baik, bawalah kedamaian kembali untuk dunia ini. (menghembuskan nafas terakhir)”
Salam    : “Apa maksudnya bu? Bu Tyra! Tanda apa ini? (memeriksa kening bu Tyra)”
Tiba-tiba suara aneh datang entah dari, suara itu bak panggilan yang terus menerus memanggil Salam, suara itu adalah tanda bahwa ia harus melakukan apa yang sudah seharusnya ia lakukan.
Salam    : “Ughh...Arrghh!! (Salam bertransformasi)”

Keesokan harinya.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah : “Iya, halo?”
Salam    : “Tolong kumpulkan semua anak yang kemarin ikut bermain pemanggilan Lucifer, sekarang, di rumah gua!”
Aaliyah : “Lah, tapi— (Tutt...tutt...tutt...)”
Aaliyah merasa sedikit bingung dan merasakan kejanggalan, tapi mungkin Salam memiliki pemberitahuan yang penting sehingga memanggil semua teman-temannya yang ikut dalam permainan itu.

Kediaman Salam
(Tingg...Tongg...)
Aaliyah : “Permisi Salam.”
Salam    : “Eh, Aaliyah, masuk aja.”
Irene     : “Ada apaan sih? Kok sampe ngumpulin kita semua kesini?”
Salam    : “Kalian semua masih pada inget gak sih?”
Irene     : “Inget apaan?”
Salam    : “Waktu permainan pemaonggilan lucifer itu, yang seharusnya kita panggil Charlie malah jadi Lucifer.”
Keisha   : “Oh, iya inget-inget!!”
Athala   : “Terus masalahnya apa?”
Salam    : “Kita harus bermain permainan itu lagi!”
Aaliyah : “Eh, gila lo! Up deh, gua gak mau ikut ikutan lagi!”
Salam    : “Berarti kalian semua lebih memilih untuk mati rupanya?”
Martin  : “Maksudnya apa sih? Jelasin ke kita yang bener dong.”
Salam    : “Jadi gini....(menjelaskan semuanya kepada mereka).”
Abel       : “Oh, kalo gitu yaudah deh gua ikut.”
Keisha   : “Mau gak mau harus ikut ini mah.”
Aaliyah : “Yaudah gue ikut.”
Athala   : “Gue juga!”
Irene     : “Gue juga.”
Martin  : “Kita mau main dimana? Kita juga gak ada barang-barangnya.”
Salam    : “Kita harus nyari Mba dukun yang kemaren mimpin permainannya.”

Salam dan teman-teman pergi ke rumah Mba dukun.
Athala   : “Rumahnya sepi...”
Irene     : “Iya, sepi. Gimana dong jadinya?”
Keisha   : “Coba tanya ibu itu!”
Salam    : “Misi bu, pemilik rumah yang di sebelah sana kemana ya?”
Ibu         : “Oh, si mba udah pergi ke bandung.”
Martin  : “Oh, ibu tau alamatnya kan?”
Ibu         : “Yaudah sini saya tulisin (Menuliskan di kertas) nih alamatnya.”
Semua  : “Makasih ya bu...”

Mereka memutuskan untuk pergi ke tempat Mba dukun hari itu juga.
Salam    : “Kayanya ini rumahnya deh.”
Abel       : “Panggil aja coba.”
Keisha   : “Permisi mba..”
Alisha    : “Eh, K-kalian... kok bisa kesini? Mau ngapain kesini (Panik)”
Salam    : “Kita mau melanjutkan bermain, mba. Kita harus mengakhiri pemanggilan arwah itu.”
Alisha    : “Aduh, maaf-maaf. Saya sibuk, saya gak bisa. (pergi)”
Aaliyah  : “Tunggu, mba. Kita bakalan bayar 10x lipat dari yang kemaren deh!”
Alisha    : “Yaudah masuk deh.”
(Semuanya duduk melingkar di kursi)
Martin  : “Ayo, mba dukun. Langsung aja mulai.”
Alisha    : “Sebelum itu coba kalian minum ini, untuk mendukung jalannya permainan ini. (memberikan minuman satu-satu)”
Keisha   : “Kita semua udah minum, mba.”
Alisha    : “Apa yang kalian rasain?”
Semua  : “I feel...”
Martin  : “Langsung di mulai aja mba.”
Alisha    : “Oke-oke.”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”
Salam    : “Dia datang, dia datang!! Martin lindungi mereka!”
Martin  : “Baik!”
Lucifer  : “Hai, kalian!”
Salam    : “Bawa mereka pergi!”
Martin  : “Baik!”
Lucifer  : “Ada apa denganmu, Mikael?”
Salam    : “Kau sudah melampaui batasanmu.”
Lucifer  : “Apa yang sudah ku lampaui?”
Salam    : “Kau sudah menggunakan manusia menjadi tubuhmu dan dengan itu kau membuat kejatan dimana-mana.”
Lucifer  : “Kau salah! Ku perjelas sedikit, manusia yang aku gunakan itu adalah pendosa besar, jadi sekarang dia sudah menjadi budakku.”
Salam    : “Kau salah!”
Lucifer  : “Apa yang salah dengan semua itu? Sebentar lagi, akan ku buat agar aku bisa menggenggam dunia ini!”
Salam    : “Apa maksudmu?”
Lucifer  : “Seluruh manusia akan menjadi budakku, karena sebagian manusia di dunia ini sudah banyak yang berlari dari Tuhan. Mereka menjauh darinya. Mereka melakukan banyak kesalahan, mereka merampok, membunuh, berzina!”
Salam    : “Maka dari itu aku disini untuk mengembalikanmu ke neraka!”
Lucifer  : “Kau bercanda?”
Salam    : “Tidak, aku serius. Aku akan mengembalikanmu ke neraka.”
Lucifer  : “Kau tidak bisa melakukannya, Mikael. Tidakkah kau melihat kekuasaanku sudah banyak manusia yang terpengaruh oleh kejahatanku. Inilah rumahku.”
Salam    : “Tidak kau tidak layak disini, tempatmu bukan di sini. Tempatmu itu di neraka!”

Pertarungan Lucifer dengan Mikael.
(Gabriel datang)
Gabriel : “Kalian semua tunggu disini saja, aku akan membantu Salam untuk melawan Lucifer jahat itu!”
Irene     : “Tidak! Itu akan mengambil banyak resiko!
Alisha    : “Dia itu Lucifer, kau tidak bisa mengalahkannya semudah itu.”
Gabriel : “Mikael membutuhkanku, ini tidak akan lama. Jika aku membantunya, kami bisa mengalahkannya.”
Keisha   : “Pastikan bahwa kau benar-benar mengalahkannya, Gab.”
(Gabriel pergi menuju pertarungan antara Lucifer dan Mikael)
Gabriel : “Hentikan ini, Lucifer!”
Lucifer  : “Kau tidak berhak untuk melarangku, kau tidak bisa menyuruhku!”
Gabriel : “Kau hanya berencana untuk membunuh dirimu sendiri, kaui hampir kalah dengan Mikael.”
Pertarungan terjadi kembali antara Lucifer melawan Mikael dengan Gabriel, keduanya terus menerus menyerang, begitu juga dengan Lucifer yang tidak mau kalah walaupun kondisinya hampir kritis. Satu persatu teman-teman datang untuk melihat pertarungan sengit ini, akhir dari pertarungan dahsyat ini. Mikael menyerang Lucifer dan membuat ia terjatuh dengan bersimbah darah di dadanya.
Mikael  : “Kau kalah, Luc! Kau kalah dari kami! Kejahatanmu tidak bisa mengalahkan kedamaian dunia ini!”
Lucifer  : “Kalian tidak bisa pergi dariku, tapi aku bisa datang kapan saja ke bumi ini. Aku memang tidak memiliki kekuatan lagi, tapi atasanku memberikanku hak untuk menggoda kalian lagi. Aku memiliki tiga cara untuk menjadikan kalian budakku!”
Aaliyah : “Kami tidak akan melakukan apa perintahmu!”
Irene     : “Bu Tyra mati karena kau! Kau seorang pembunuh!”
Lucifer  : “Aku punya tiga cara untuk menyesatkan kalian! Yang pertama, aku akan membuat kalian semua masyarakat bumi agar jauh dari tuhan (Suara parau)”
Keisha   : “Kau ini bodoh atau apa? Ada banyak orang alim di dunia ini!”
Lucifer  : “Kalau begitu aku akan membuat kalian lupa akan Tuhan kalian.”
Athala   : “Kami tidak akan melakukan itu, kami pasti terus menerus mengingat siapa pencipta kami!”
Lucifer  : “Ji-jika c-cara itu m-massihh t-tidak bissaa, a-aku akan membuat k-kalian t-tergila gila akan dunia! Itu sifat alami kalian, itu jati diri kalian yang sebenernya! Kalian semua pendosa besar! Kalian akan mencuri, membunuh, berjudi b-bahhkahnn k-kalian berzina.”
Salam    : “Kami akan membantu melindungi manusia agar tidak tergoda olehmu!”
Lucifer  : “(tersenyum kecil) J-jika dengan it-itu masih tidak bisa. Aku akan menyerang hatinya, aku akan merasuki jiwanya aku akan menyerang orang yang ia sayangi agar mereka tunduk padaku!”

Lucifer berhasil di kalahkan, Mikael mengambil jiwanya dan mengembalikannya kembali ke nereka tempat dimana ia seharusnya berada. Begitu juga dengan Salam dan Martin, mereka keluar dari tubuh manusia agar bisa kembali ke tempatnya berada untuk tetap menjaga dan mengawasi kedamaian dunia dari atas.
Sebelum Mikael benar-benar kembali ke dunia atasnya, dia berpesan pada mereka, bahwa jangan pernah melupakan siapa pencipta kalian dan ingatlah akan akhir zaman yang akan datang. Saat itulah penghakiman akan dosa-dosa dimulai, maka dari itu jagalah iman kalian agar kalian bisa selamat dari dunia semata ini dan merasakan indahnya kehidupan abadi nanti.


FIN.






Friday, 24 February 2017

Contoh naskah drama film yang di perankan 10 orang

Sinopsis
Lena seorang gadis yang hidup mewah atas segalanya, bergelimang harta dan memiliki semua yang ia mau kecuali satu hal, teman.

semua orang tahu bahwa lena berasal dari keluarga terpandang, walaupun begitu, ia selalu hidup dengan kesederhanaan. orang tuanya juga sering menyuruh lena agar berpakaian mewah dan membeli segala hal yang ia inginkan, tapi ia menolak itu semua.

teman temannya juga berasal dari keluarga berada sama seperti lena, hanya saja mayoritas dari mereka benar benar menggunakan uang untuk melakukan segala yg mereka inginkan.

mereka sering membully Lena, bukan karena mereka tidak tahu seberapa kaya dan mewahnya kehidupan lena. karena di sekolah, ia selalu bergaya sederhana dan hanya memalukan nama elit sekolahnya.

suatu hari, lena terlelap dari tidurnya.

ia pergi ke sekolahnya, sama seperti biasanya ada kelompok yang membenci dan sering membullynya. namun karena kebaikannya, ia mendapatkan beberapa teman. teman yang mengerti dirinya, yang memandang harta bukan segalanya. teman Lena selalu berusaha menolongnya saat mereka membullynya.

Hari demi hari Lena merasa nyaman dan untuk pertama kalinya ia merasakan benar benar 
memiliki teman yang sesungguhnya.

sampai suatu saat, ia sadar bahwa itu bukanlah dunianya. ia terjebak dalam dunia astral, yang entah dari mana ia bisa berada disana.

The Grim datang dan menyadarkan Lena bahwa ia tidak seharusnya berada disini, ia harus kembali. ke dunia nyata yang sangat ia benci. tidak memiliki teman dan orang tuanya yang semena dan tidak memberikan kasih sayang sederhana seperti anak lain.

namun ia sadar, bahwa seburuk apapun itu adalah orang tua dan teman sesungguhnya yang ia miliki.

lena harus memilih satu hal, apakah ia harus kembali ke dunianya yang tidak ia inginkan atau menetap di dunia astral yang sangat ia harapkan.


 NOTE!!
Naskahnya berantakan untuk meminta yang asli bisa langsung kontak lewat line author di Heezzinfun ya, di kirim berupa .docx melalui email

JUDUL            : Lenaline
PENULIS        : HTS
PEMAIN          :
  • Lena
  •  Niken (Kakak Lena)
  • Ibu Lena
  • Karen (Teman Lena)
  • Pamela (Teman Lena)
  • Siska (Teman Lena)
  • Mina (Teman baru Lena)
  • Hasni (Teman baru Lena)
  • Bi Sari (Pembantu Lena)
  • The Grim
PEMAIN PEMBANTU :
AYAH
SUPIR



1.    INT. RUANG KELUARGA (RUMAH LENA) – PAGI.
LENA, KAREN, IBU, AYAH
Lena dan juga Niken saudara kembarnya yang lebih dulu lahir dua menit sebelum dirinya sedang menikmati pagi mereka seperti biasanya bersama kedua orang tuanya.
IBU
Jangan lupa, nak. Kamu ada kelas piano abis pulang sekolah nanti.
(sambil menyiapkan sarapan untuk keluarganya)
LENA
Lena gak bisa berhenti aja, bu? Lagian, ngapain sih les begituan. Cuma buang-buang waktu aja.
NIKEN
Yaudah si de, lo ikut aja, daripada di rumah gabut
AYAH
Abis lulus sekolah, ayah mau kamu ngambil jurusan bisnis manejemen ya, ujungnya juga nanti kamu yang nerusin.
LENA
Tapi, yah. Lena gak bisa ngurus perusahaan sebesar itu. Apa lagi banyak cabang perusahaan di Amerika.
NIKEN
Udah si lo ikutin aja apa kata ayah, lo ngebantah mulu si
AYAH
Kalo gitu, ya nanti ayah cariin calon yang bagus dari kolega perusahaan ayah
IBU
Udahlah, lagian juga masih setahun lagi. Uang jajan minggu ini udah ibu transfer lima juta.
LENA
Kok banyak banget? Uang minggu kemaren aja baru lena abisin 250 ribu.
NIKEN
Lo di kasih duit banyak bukan nya buat seneng- seneng malah di simpen, buat apaan si? Kaya gue dong, hampir tiap hari gue shopping pindah-pindah mall
IBU
Ya, makanya itu. Kamu beli baju kek atau tas. Pergi aja shopping sama temen kamu yang lainnya kaya kaka kamu tuh seneng shopping gonta-ganti barang. Anak Bu Tina aja sering ngabisin 10 juta cuma seminggu. Kamu di kasih uang sejuta aja sebulan belum tentu abis.
LENA
Itu terlalu banyak, bu. Lagian ibu ngapain sih ngasih uang sebanyak itu? Lena tuh masih SMA, gak pantes nerima uang sebanyak itu.
IBU
Ibu sama ayah ada perjalanan bisnis buat seminggu. Pak tejo sama Bi sari yang jaga rumah. Kalo nanti kamu butuh uang lagi, tinggal calling aja.
LENA
Perjalanan bisnis lagi? Kenapa sih? Ibu sama Ayah gak ada waktu seenggaknya sehari full aja buat lena?
IBU
Ayahmu baru buka cabang perusahaan di singapura, masih banyak yang harus di urus.
NIKEN
Ibu nanti jangan lupa ya, beliin aku barang branded yang mahal
IBU
Iyaa tenang aja nak, len kamu mau nitip apa?
LENA
Ah ga usah bu, barang yang kemarin ibu beliin aja belum aku pakai.
CAMERA MOVE TO : LENA SEDANG MENGIKAT TALI SEPATU
IBU
Ganti tuh sepatumu, udah kusem gitu juga. Terakhir kamu beli sepatu aja sebulan yang lalukan?
NIKEN
Nih, lo liat sepatu gue, limited editition lho
LENA
Gak usah, bu. Lagian ini juga masih bagus, tinggal di cuci juga nodanya ilang. Sepatu gue kan masih bagus, jadi ngapain gue beli, mending uangnya di tabung
IBU
Liat tuh kaka kamu, sepatunya bagus karen aja setiap minggu beli sepatu terus ya.
LENA
Yaudahlah, nanti aja di bahas lagi. Lena mau berangkat dulu
CUT TO.
2.    INT.RUANG KELAS – JAM ISTIRAHAT.
KAREN, LENA, NIKEN, MINA, SISKA
Lena begitu terkenal di sekolahnya, bukan karena kepintaran atau kekayaannya, tetapi karena kesederhanaannya. Meskipun Niken adalah saudara kembarnya, mereka tidak identik. Dan sejak mereka berdua masuk ke sekolah ini, keduanya membuat perjanjian bahwa tidak ada satupun yang boleh tau kalau keduanya adalah siblings.
KAREN
Eh, len! Kita mau party nih di rumah gue. Lo bisa dateng gak?
LENA
Party lagi? Setiap hari itu party ya di rumah lo?
KAREN
Ya, ngabisin duit lah
NIKEN
Lagian kenapa sih? Setiap lo ke sekolah tas lo gak ganti-ganti? Berangkat sekolah aja lo masih sering naik motor
LENA
Lagian Cuma 15 menit sampe kok, terus harus naik apa dong
SISKA
Sport car kan bisa? Emangnya orang tua lo gak bisa beliin mobil apa?
MINA
Eh, len! Kalo lo terus terusan gayanya begini, sekolah kita bisa malu punya murid sederhana kaya lo!
KAREN
Lagian ya, kita tuh udah SMA? Kalo bukan sekarang kapan lagi kita bisa seneng seneng?
NIKEN
Udah lah, ayo istirahat aja. Hari ini gue yang teraktir.
SISKA
Widih, bener ya?
MINA
Okelah kalo gitu.
CUT TO.
3.    INT.RUANG KELAS – JAM ISTIRAHAT.
KAREN, MINA, NIKEN, SISKA, PAMELA
Geng ini seperti biasanya, membuat rencana untuk menjebak Lena.
KAREN
Guys, guys! Liat deh!
MINA
Ada apaan nih?
KAREN
OMG! HELLO! Gara gara lena sekolah kita di cap punya murid miskin
NIKEN
What? Tapi kita semuakan elit!
SISKA
Ya, emang elit. Kecuali dia doang tuh
PAMELA
Eh, semua! Gila gak sih? Beritanya sampe masuk googlen!
NIKEN
Kita harus ngerencanain sesuatu
KAREN
Gimana kalo kita kerjain aja dia?
PAMELA
Bener juga tuh, gimana kalo kita jebak dia?
MINA
Gimana kalo gini aja?
CAMERA MOVE TO : GENG LAGI BERKERUMPUL
CUT TO.

4.    EXT. LORONG SEKOLAH -SIANG
NIKEN, LENA, PAMELA, KAREN, MINA
NIKEN
Eh, stop dulu lo!
LENA
Ada apa lagi sih?
NIKEN
Lo tau gak sih? Gara gara lo, nama sekolah kita jadi tercemar!
PAMELA
Sekolah kita bisa turun kasta jadi gak elit lagi
KAREN
Makanya lo tuh seharusnya gak usah sekolah disini kalo emang miskin!
NIKEN
Gue bingung, kenapa orang kaya lo bisa masuk ke sekolah elit ini?
MINA
Biaya masuknya aja mahal banget ya, orang tua lo pemilik perusahaan apa sih?
LENA
Emangnya penting apa? Selagi mereka masih cukup buat bayar sekolah, gak masalah kali
PAMELA
Udah lah, langsung aja deh!
LENA
Mau apa kalian?
NIKEN
Rasain nih
KAREN
Hahaha, sukur lo!
MINA
Ayo, kabur! Ada Pak rico dateng

PAMELA
Kabur, guys! Kabur!!
CUT TO.
5.    INT. RUANG TAMU (RUMAH LENA) – SORE
BIBI SARI, LENA
BIBI SARI
Ya ampun! Kok bisa begini? Dateng dateng kotor gitu?
LENA
Maaf ya, bi. Buat hari ini, aku aja yang nyuci baju
BIBI SARI
Eh? Apa maksudnya? Gak boleh non, bisa di pecat nyonya kalo sampe non yang nyuci
LENA
Gak bakal, lagian juga Ibu sama ayah lagi pergi kan?
BIBI SARI
Iyaudah non gapapa, itu kan udah tugasnya bibi sari

MONTAGE
 (MENGERJAKAN PR/BELAJAR, MEMASUKKAN BUKU PELAJARAN KE DALAM TAS, TIDUR)
(BIBI SARI MENGETUK KAMAR LENA UNTUK MEMBANGUNKANNYA)
CUT TO.
6.    EXT. TERAS – PAGI
LENA, BIBI SARI, NIKEN, PAK TEJO
CAMERA MOVE TO : LENA SEDANG MENGIKAT TALI SEPATU

LENA
Pak, bi, saya berangkat sekolah dulu ya
BIBI SARI
Iya Non, hati-hati ya
NIKEN
Pak, mobilnya udah siap belum?
PAK TEJO
Maaf Non, tadi saya lupa bilang kalau bannya kempes
NIKEN
Yaelah gimana sih bukannya bilang dari tadi, terus saya naik apa dong ke sekolah?
LENA
Mau bareng aku gak?

NIKEN
Apaan sih lu, gua gak level kali naik kendaraan kayak gitu, nanti gua masuk angin lagi!
LENA
Yaudah kalo kamu ga mau berangkat sama aku gapapa. Aku berangkat duluan ya..
NIKEN
Eehhh.. bentar bentar.. yaudah deh gua berangkat bareng lu, daripada gua telat. Tapi plis ya, jangan sampe ada yang tau! Apa lagi kalo ada yang tau kalo kita adik-kaka!
CUT TO.
7.    EXT. DEPAN SEKOLAH –PAGI
NIKEN, LENA
NIKEN
Eh eh eh.. stop stop stop turunin gua disini
LENA
Ko turun disini? Kenapa gak di dalem aja?
NIKEN
Yakali gua turun di dalem, apa kata orang nanti kalo lihat gua ketauan berangkat bareng lo. Makasih ya
CUT TO.
8.    INT. KELAS – PAGI
SISKA, NIKEN, PAMELA, KAREN, HASTI, MINA
SISKA
Eh,Nik. Tumbenan banget lo turun di depan, kenapa?
NIKEN
Oh, tadi gua naik taksi. Mobilnya mogok.
PAMELA
Eh, guys. Gua liat pr MTK dong
SISKA
Lu belum ngerjain pr MTK?
HASTI
Hehe.. belum
KAREN
Yaudah tuh liat aja punya gua

PAMELA
Gua ambil ya bukunya di tas lu
KAREN
Iya iya.. ambil aja

CAMERA MOVE TO : LENA MASUK KELAS
LENA
Oh ya nik, tadi bekel kamu ketinggalan nih di motor.
KAREN
Hah,nik , bukannya lu berangkat naik taksi?
NIKEN
Apaansi lu len, orang tadi gua naik taksi
MINA
Tau lu, gak jelas banget jadi orang
PAMELA
Yaudah guys kita ke kantin
CAMERA MOVE TO : KANTIN
CAMERA MOVE TO : KELAS, BEL MASUK
CAMERA MOVE TO : LORONG SEKOLAH, BEL PULANG
CUT TO.
9.    INT. DALAM RUMAH- SORE
LENA, BIBI SARI
LENA
Assalamualaikum bi, lena pulang
BIBI SARI
Waalaikumsalam,non. Habis bersih-bersih langsung makan malam ya non.
 LENA
Oke siap, bik.
CAMERA MOVE TO : LENA NAIK KE KAMARNYA UNTUK GANTI BAJU DAN KEMBALI KE BAWAH
LENA
mmm.. makanan nya enak banget bi. Aku udah kenyang nih bi. Lena keatas dulu ya bik mau belajar
BIBI SARI
Iya non, jangan malam-malam tidurnya, nanti kecape’an
CAMERA MOVE TO : LENA BELAJAR
CAMERA MOVE TO : LENA LIHAT JAM PADA PONSEL


LENA
Duhhh.. susah banget sih ini, mana udah malem. Mending tidur aja deh takut besok kesiangan.
CUT TO.
10.  INT. KELAS – PAGI
MINA, HASNI, LENA, SISKA, NIKEN, KAREN, PAMELA
Pagi ini berbeda dari pagi biasanya, tiba-tiba saja orang di sekelilingnya berubah dan peduli padanya.
MINA
Pagi semua (Menatap Lena)
LENA
(Bingung) Pagi juga
HASNI
Mina, entar kita ke kantin bareng yuk. Sama lena juga
LENA
Eh? Kantin? B-boleh kok. Aku Lena
HASNI
Iya aku hasni, len. Masa kamu ga ingat sama aku si?
MINA
Masa kamu ga kenal sama aku juga si, aku mina len aku Mina
LENA
Oh iya, iya iya… (muka bingung)
(bel istirahat)
(Mina, Hasti dan Lena menuju ke kantin)
LENA
Siska, niken, Karen, Pamela. Kalian pada mau kemana?
PAMELA
Mmm.. maaf kamu siapa ya?
LENA
Hah, kamu ga inget sama aku? Ini aku lena
KAREN
Anak baru ya? Kita bener – bener ga tau, maaf ya
SISKA
Yaudah kalau gitu kita kenalan aja, nama kamu siapa? Kalau nama aku siska
LENA
(senyum bingung) iya nama aku lena
PAMELA
Nama aku Pamela
NIKEN
Kalo aku niken
KAREN
Aku karen
SISKA
Yasudah, ayo beli makanan dulu (Berjalan ke kantin)
CUT TO.
11. INT. RUANG TAMU- RUMAH
LENA, IBU, AYAH
LENA
Assalamualaikum
IBU
Waalaikum salam (salim dan peluk)
LENA
Bukannya ibu sama ayah lagi pergi ya?
IBU
Pergi (mikir) Oh, iya, baru aja nyampe
LENA
Ayah dimana?
IBU
Itu, ada di dalem.
LENA
Ayah gak kerja?
AYAH
Ngapain kerja mulu? Seharusnya Ayah ada disini buat nikmatin waktu bareng
LENA
(Bingung) Yasudah, Lena ada tugas. Lena keatas dulu
CUT TO.
12. INT. RUANG KELAS – SIANG
LENA, SISKA, PAMELA, MINA, KAREN
LENA
(Menyenggol botol) Aduh, mati! Ini buku karen! Terakhir kali bukunya ke coret dikit aja, aku harus ganti buku dia sampe beli di olshop luar. Gimana ini?
SISKA
Eh, PR Indo sekarang ini di kumpulinnya kan?
LENA
Aduh, mati! Orangnya udah mau dateng! (Nyembunyiin)
HASNI
Hai, Len!
LENA
Eh, iya. Hai!
KAREN
Aduh, bukunya kok gak ada ya? Perasaan tadi disini deh
MINA
Hayolo, mana sekarang harus di kumpulin lagi
KAREN
Aduh! Gua yakin naro disini kok! (kesal)
PAMELA
Lah, ini ada air. Air apaan?
LENA
Karen, sebenernya buku kamu basah gara gara aku.
KAREN
APA?
LENA
(Berlutut) Maaf, banget! Aku gak sengaja! Tadi ke senggol, aku bakal beliin yang dari UK deh.
KAREN
Yaelah, santai aja kali. Ini di lap pake tisu juga kering
SISKA
Guru udah mau dateng, ayo duduk-duduk!
CUT TO.



13. EXT. LORONG SEKOLAH- SORE
LENA, THE GRIM, KAREN

LENA
Aduh, maaf gak sengaja (Nabrak)
THE GRIM
(Menatap bingung) Siapa?
LENA
Maaf banget ya, tadi bener-bener gak sengaja
THE GRIM
Aduh, buku! Bukuku! Dimana buku? (Panik)
LENA
Oh, buku! Sebentar (Ngambil dan memberikan) ini

KAREN
Len, ayo pulang bareng
LENA
Aduh, maaf banget ya! Udah di panggil, tadi bener-bener gak sengaja (Pergi)
THE GRIM
(Buka buku) aduh, kok bisa gini? Gimana ini daftarnya? Kok nama-namanya jadi gini sih? (Menatap Lena) Kok bisa...?
CUT TO.
14.  RUANG KELAS – PAGI.
LENA, THE GRIM, HASNI, MINA
LENA
Bikin kerjaan aja sih Karen, abis berantakan meja gak di beresin lagi.
THE GRIM
(Berdiri dekat pintu) How poor she is
LENA
(Beresin meja) Oh, yang kemarin? (Menghampiri) Maaf ya kemaren gak sempet minta maaf malah langsung pergi
THE GRIM
Kau mengenalku?
LENA
Ya, enggaklah. Dari sekolah luar ya?
THE GRIM
Nama?

LENA
Lena amanda putri.
THE GRIM
(Mencari di daftar nama buku) Sebentar ya,
HASNI
(Suara dari luar) Eh, Mina presentasi kemaren gimana?
MINA
Iya, ada di kelas filenya. Bentar ya
LENA
Oh, iya file Mina ada di aku. Tinggal sebentar ya, (Mengambil flashdisk di meja belakang) Oh, iya (Membalikan tubuh)
HASNI
Eh, Lena! Nyari siapa?
LENA
Mba-mba yang  tadi yang pake baju panjang, liat gak?
MINA
Mba yang tadi? (Bingung)
HASNI
Udah pergi kali, len
LENA
EH, iya kali ya
HASNI
Btw, ngapain disini dateng pagi len?
LENA
Emang kalo dateng aku suka pagi
MINA
Terus kalo setiap pagi yang beresin meja kamu?
LENA
Yaiyalah, siapa lagi coba?
HASNI
Yaudah sini, aku bantuin
LENA
Eh, gak usah gak papa
MINA
Ish, udah sih gak papa
LENA
Yaudah deh
CUT TO.

15. LORONG SEKOLAH – SORE
HASNI, MINA, KAREN, SISKA, PAMELA, NIKEN, THE GRIM, LENA
HASNI
Eh, pulang duluan ya semuanya
MINA
Eh, ikut dong has
HASNI
Yang lain mau bareng gak?
KAREN
Enggak, duluan aja kalian
SISKA
Iya, duluan aja. Ini mau nemenin Karen dulu ke kantin
PAMELA
Iya, ayo cepet ke kantin. Laper nih
NIKEN
Yaudah, semuanya duluan ya
PAMELA
Lo gak pulang, Len?
LENA
Nanti, duluan aja kalian.
CAMERA MOVE TO : HASTI, MINA PULANG
CAMERA MOVE TO : KAREN, SISKA, PAMELA, NIKEN PERGI KE KANTIN
THE GRIM
Hai, Len
LENA
(Beresin buku) Eh, si mba
THE GRIM
Kau tidak nyata
LENA
Eh, apa maksudnya?
THE GRIM
Kau tidak seharusnya disini, ini bukan tempat dimana kau seharusnya berada
LENA
Aku gak ngerti
THE GRIM
Kamu berada dalam fase koma, kamu terjebak di dunia ini

LENA
Bercanda! Ini gak mungkin
THE GRIM
Emangnya kamu gak pernah mikirin kenapa orang tua kami bias kembali dari singapur dalam waktu dekat? Kenapa temenmu semua jadi baik sama kamu?
LENA
Terus ini semua maksudnya apa?
THE GRIM
Ini lucid dreams. Ini semua hanya harapanmu yang selama ini tidak bisa kamu wujudkan. Kamu selalu menginginkan teman yang baik, kedua orang tua yang peduli serta kakak yang gak semena mena. Otakmu mensinkronasi dengan mimpimu, ini yang dimakan Lucid Dreams
LENA
Lalu bagaimana dengan duniaku yang sebenarnya?
THE GRIM
Kau harus kembali
LENA
TIDAK! Ini semua yang aku harapkan selama ini, aku yang menginginkan semua ini tidak masalah jika ini tidak nyata
THE GRIM
Tidak pernah kau pikirkankah? Bagaimana orang orang di sekitarmu? Mereka membutuhkanmu
LENA
Tapi mereka tidak mengharapkanku. Aku memiliki teman disini, dan tidak disana!
THE GRIM
Bagaimanapun, itu adalah kehidupanmu. Seburuk apapun mereka, merekalah yang nyata! Kau yang harus mengubah mereka!
LENA
TIDAK!
THE GRIM
Aku akan memberimu waktu sampai esok petang, kau yang harus memutuskan! Kau ingin tetap disini atau kembali ke duniamu yang seharusnya!
LENA
Kau tahu apa jawabanku!
THE GRIM
Kau tidak memiliki orang tua kandung disini!
LENA
Tapi—

THE GRIM
Aku harus pergi (menghilang)
CAMERA MOVE TO : PAMELA, KAREN, NIKEN, SISKA KEMBALI DARI KANTIN
PAMELA
Belum pulang?
LENA
Eh, iya ini mau pulang
NIKEN
Ayo kita pulang bareng
LENA
Oh,iya pulang sekolah besok jangan pulang dulu ya
NIKEN
Emangnya kenapa?
LENA
Ada yang mau di bicarain besok
PAMELA
Kenapa gak sekarang aja?
LENA
Masih mau mikir-mikir dulu
MONTAGE
(LENA SEDANG BELAJAR)
(LENA BERFIKIR KERAS)
CUT TO.
16.  RUANG KELAS – SIANG
MINA, HASNI, LENA, KAREN, NIKEN, PAMELA, THE GRIM
MINA
Ada apa nih, kita semua di kumpulin disini?
HASNI
Iya, emangnya mau ngomongin apa sih sebenernya?
LENA
Sebenernya…
KAREN
Ada apa sih?
NIKEN
Udah dengerin aja sih, jangan di potong dulu
LENA
Aku beruntung punya temen kaya kalian.
PAMELA
Terus?
LENA
Kalian semua temen yang bener bener aku harapin selama ini. Udah itu aja, terima kasih buat semuanya
KAREN
Apaan sih, kok jadi gini? Kaya lo mau pergi aja
LENA
Udah itu doang sih, ayo! Aku mau pulang nih
CAMERA MOVE TO : MEREKA SEMUA PERGI
CAMERA MOVE TO : LENA JALAN DI BELAKANG
LENA
(Melihat The Grim) Eh, eh!
THE GRIM
Kau sudah memutuskan?
LENA
Ya, aku ingin kembali!
THE GRIM
Kau yakin? Ini semua apa yang kau harapkan!
LENA
Aku merindukan orang tuaku!
THE GRIM
Kalau begitu kembalilah
LENA
Bagaimana?
THE GRIM
Pulanglah dan lekas tidur, kau akan kembali ke dunia nyatamu
LENA
Apa aku akan melupakan semua ini?
THE GRIM
Aku tidak bisa memastikannya, kau akan mengetahuinya nanti
LENA
Kalau begitu terima kasih untuk semuanya
THE GRIM
Selamat tinggal
CUT TO.
17.  KAMAR TIDUR – MALAM
LENA
Lena bersiap untuk tidur
LENA
(Mengecek jam di hp) aku akan merindukan kalian, sampai jumpa
CUT TO.
18.  KAMAR TIDUR – PAGI
BIBI SARI, LENA, AYAH, IBU
Alarm berbunyi, Lena kembali seperti biasanya, namun apakah ia belum tahu, apakah ia masih mengingat atau tidak dengan kejadian singkat itu
BIBI SARI
Non, bangun non
CAMERA MOVE TO : LENA MASIH TIDUR
BIBI SARI
Non bangun non (Menggoyangkan tubuh lena) non udah jam berapa ini?
LENA
(Bangung) udah jam berapa ini (mengecek hp)
BIBI SARI
Non, Nyonya sama Tuan udah balik dari singapura
LENA
Lah, bukannya mereka seminggu?
BIBI SARI
Penerbangan mereka di delay jadinya batal berangkat
(SUARA KETUKAN PINTU)
IBU
Hai, len
LENA
(berlari dan memeluknya)
DISSOLVE TO.
END CUT.