L U C I F E R
Pemain :
Keisha
Athala
Athala
Martin/Gabriel
Ray
Irene
Bu Tyra
Bu Tyra
Aaliyah
Mba dukun/
Alisha
Salam/Mikael
Abel
Salam/Mikael
Abel
XI IPA 5
L U C I F E R
Di salah satu bagian di muka
bumi, sekelompok anak muda mulai melenceng dari tugasnya sebagai penduduk bumi.
Mereka mulai melakukan hal telarang dan semakin melakukannya semakin hari
semakin jauh. Mereka mulai melupakan siapa pemilik atas segalanya di muka bumi
ini.
Suatu hari, kelompok anak muda
itu memainkan permainan terlarang dan menyebabkan kerusakan di bumi ini.
Bel sekolah
berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Ray : “Hai, Aaliyah!”
Aaliyah : “Iya Ray, kenapa?”
Ray : “Nih, pesenan lu. ( memberikan beberapa butir pil haram)”
Aaliyah : “Yoi! Makasih ya, nanti
uangnya gua transfer aja lewat rekening.”
Ray : “Oke, atur aja boss.”
Saat Ray
selesai berbicara dengan Aaliyah, tiba-tiba Bu Tyra datang dari belakang
mereka.
Bu Tyra : “Hei, sedang apa
kalian?”
Aaliyah : “A-anu bu. ( panik)”
Bu Tyra : “Benda apa itu yang
lagi kamu pegang?”
Ray : “Enggak, itu Cuma bahan praktek buat nanti kok bu. Kami
permisi dulu ya.”
Aaliyah : “Misi, bu.”
Bu Tyra : “Eh, kalian
tunggu-tunggu! ( berteriak saat RAY dan Aaliyah bergegas pergi ke kelas)”
Bu Tyra masuk
kelas.
Bu Tyra : Selamat pagi
anak-anak.
Murid : Selamat pagi, bu.
Bu Tyra : Coba buka buku paker
halaman 152. Baca dan hafalkan materi itu 15 menit, setelah itu kita ulangan
ya.
Murid : Siap, bu.
(15 menit kemudian)
Bu Tyra : “Baik, tolong masukan buku kalian. Tidak ada benda lain di atas
meja selain alat tulis.”
Abel : “Eh, mana hp lu?”
Irene : “Iya, bel. Tenang aja sih.”
Saat ulangan
di mulai, irene mulai memulai rencana jahat mereka. Mengeluarkan HP untuk
mencari jawaban lewat fasilitas internet, mereka berdua bekerja sama.
Bel pulang berbunyi
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Bu Tyra : “Oke, kumpulkan semua ulangannya sekarang.”
Murid : “Baik, bu.”
Bu Tyra : “(Membereskan lembar ulangan) Assalamualaikum.”
Murid : “Waalaikum salam,bu”
Ray : “Nanti malem main lah kuy.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray”
Ray : “Ada dah, pokoknya entar seru dah!”
Abel : “Boleh juga tuh, gua juga lagi gak ada kerjaan ini di
rumah.”
Ray : “Keisha, Athala lu pada ikut kaga?”
Athala : “Yaudah, ayo dah.”
Ray : “Rene, ikut kaga lu?”
Irene : “Ya kali, enggaklah kuy.”
Ray : “Hahaha, okelah. Martin, Salam, Lu berdua pada ikut apa
enggak?”
Martin : “Kagak dah, gua cape berat hari ini. Mau tidur.”
Salam : “Gua juga enggak deh,
mau ada pengajian hari ini.”
Ray : “Oh, yaudah. Nanti yang ikut gua kumpul aja kita di
bunderan tempat biasa. Janjian aja dulu.”
Setelah
mereka merancang acara untuk nanti malam, mereka kembali pulang ke rumah.
Saat malam tiba.
Aaliyah : “Eh, Ray lu dimana? Semuanya udah pada ngumpul nih (berbicara
lewat telepon)”
Ray : “Sabar-sabar, ini bentar lagi juga nyampe kok.”
(Setelah beberapa menit)
Ray : “Eh, guys. Sorry telat dikit.”
Keisha : “Kebiasaan sih lu, gak di sekolah gak di sini terlambat mulu.”
Ray : “Haha, sorry-sorry. Yaudah ayolah berangkat, keburu
kemaleman.”
(Setelah satu jam)
Ray : “Oke, guys. Kita udah sampai.”
Aaliyah : “Wuihhh. Caribbean club. Asyik banget dah!”
Irene : “Bakal jadi malam yang panjang ini mah.”
Ray : “Yaudah ayo masuk! Kita seneng-seneng.”
Keisha : “Ah, gua mau pulang aja dah Ray.”
Ray : “Lah, emangnya kenapa dah?”
Athala : “Kita berdua gak bisa dateng ke tempat beginiaan, Ray.”
Abel : “Lah justru itu lu, lu pada harus pada nyobain.”
Ray : “Tau nih, udah ayolah masuk.”
Keisha : “Yaudah deh.”
Athala : “Kei, kita berdua anak rohis. Masa kita masuk ke tempat begituan
sih?”
Keisha : “Udah, sekali ini doang. Gapapa kok.”
Saat mereka
masuk ke dalam Caribbean club, Raypun
menyiapkan beberapa obat-obatan terlarang yang aman di bagikan untuk
teman-temannya.
Ray : “Guys, nih gua punya permen.”
Abel : “Permen apaan ini dol?”
Ray : “Permen penyegar badan. Udah cobain aja. Siapa tau lu
bakal suka.”
Aaliyah : “Lu dapet duit dari
mana bisa beli sebanyak itu?”
Ray : “Abis bunuh orang gua tadi, terus dapet uang deh dari
orang yang nyuruh tadi.”
Keisha : “Halal gak nih, Ray?”
Ray : “Halal kok. Udah ge, makan aja dulu.”
Athala : “Ih, jangan fin. Gak baik takutnya.”
Keisha : “Udah selaw aja, makan aja dulu.”
Setelah
mereka berpesta pora di klub, mereka akhirnya kembali ke rumah mereka
masing-masing dalam keadaan mabuk.
Saat Ray dan yang lain baru
kembali dari pesta narkoba tersebut, Salam dan
Martin mengalami mimpi yang aneh.
Martin : “Aduh, gua dimana ini? Aarggh!”
Salam : “Lu? Kok lu bisa disini?”
Martin : “Kita dimana ya?”
Salam : “Kok kita bisa ada disini?”
Tiba-tiba
sesosok mahluk bercahaya putuh datang ke hadapan mereka saat itu juga.
Martin : “Siapa kau?”
Malaikat: “Kau pasti tau aku.”
Salam : “Apa kau malaikat?”
Malaikat: “Ya, benar sekali.”
Martin : “Apa mau mu?”
Malaikat: “Aku datang untuk
memperingatkan kalian.”
Martin : “Dari apa?”
Malaikat: “Kalian dan teman
kalian sedang dalam bahaya.”
Salam : “Maksudmu?”
Malaikat: “Biarkan aku masuk ke
dalam tubuh kalian, dengan begitu aku dan kalian bisa menyelamatkan kalian
semua.”
Malaikat
itupun masuk ke dalam tubuh Martin dan Salam, setelah mereka dimasuki malaikat
tersebut, merekapun langsung tersadar dari tidurnya.
Tepat pukul 9 pagi Ray mengajak
teman-temannya bertemu di suatu tempat cukup tersembunyi.
Ray : “Aaliyah, ajak yang lain main yuk.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray?”
Ray : “Udah ge ajak dulu, nanti juga tau kok.”
Aaliyah : “Oke, oke.”
Ray : “Ohiya. Kita ketemuan di Grand wisata, di tempat biasa ya.
Rumah yang biasa, jangan lupa ajak Martin sama Salam.”
Beberapa jam
kemudian Aaliyah dan yang lain datang, sedangkan Ray sudah menunggu di dalam
ruangan.
Ray : “Hai, guys. Silahkan duduk.”
Aaliyah : “Kita mau ngapain sih disini?”
Alisha : “Hai, kalian semua.”
Keisha : “Siapa ya?”
Ray : “Dia yang bakalan memimpin permainan ini.”
Alisha : “Baiklah, silahkan duduk di tempatnya masing-masing. Kita akan
memulai game ini.”
Keisha : “Game apaan sih ini?”
Irene : “Ini game pemanggilan arwah ya?”
Alisha : “Tepat sekali, disini kalian bisa melihat masa depan kalian.”
Athala : “Ini aman emangnya?”
Alisha : “Tenang aja,baiklah ayo kita mulai. Kita baca bersama sama ya.”
“CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?”
RAY : “Kurang mainstream
kalo begini mah.”
Alisha : “Apa maksudmu?”
Ray : “Kita ganti aja Charlie jadi nama Lucifer.”
Alisha : “Apa yang kalian inginkan?”
Ray : “Kenapa memangnya?”
Alisha : “Lucifer tidak bisa kita panggil dalam game ini. Dia adalah
mahluk paling kuat.”
Ray : “Ikuti aja apa kata gua! (menyodorkan pistol)”
Abel : “Eh, Ray! Apa-apaan sih? Lu ngapain?”
Ray : “Diem aja udah, jangan banyak ngomong. Ikutin perintah
gua!”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”
Tiba-tiba
angin kencang datang beserta angin ribut yang menyebabkan api yang berada di
lilin di tengah padam.
Ray : “Dia datang!”
Martin : “Uugghh (Martin mual)”
Keisha : “Eh, Martin lu kenapa?”
Alisha : “Ini berbahaya, kita harus menghentikannya!”
Ray : “Jangan ada yang pergi atau kalian semua akan mati!”
Salam : “Kita harus pergi, ayo cepat!!”
Ray : “Hey, kalian jangan lari! Wellcome Lucifer, wellcome!!!”
Salam : “Kita harus pergi menjauh dari sini, ayo cepat!! (Panik)”
Salam
berhasil membuat teman-temannya selamat, mereka semua berhasil kabur dari
tempat itu termasuk Alisha. Sampai saat ini Ray di kabarkan menghilang,
semenjak kejadian itu tidak ada satupun yang melihat batang hidung Ray, ia
menghilang secara misterius.
Bel istirahat berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah
beranjak untuk pergi ke kantin namun Bu Tyra memanggilnya untuk menanyakan
keadaan Ray.
Bu Tyra : “Aaliyah”
Aaliyah : “Iya, bu?”
Bu Tyra : “Ikut ibu dulu ke
ruangan ya. Ada yang ingin ibu tanyakan.”
Aaliyah : “Oh, iya bu, iya.”
Bu Tyra : “(Mempersilahkan duduk) baik, ibu Cuma mau nanya aja. Kamu udah
denger kabar tentang Ray belum? Soalnya dia udah banyak absen sejak seminggu
yang lalu.”
Aaliyah : “Ah? R-ray? Oh, maaf bu saya gak tau. Saya gak tau apa-apa (panik
dan pergi dari ruangan)”
Bu Tyra
merasakan kecurigaan yang mendalam pada Aaliyah. Dia orang yang akhir-akhir ini
dekat dengan Ray, melihat tingkah lakunya barusan membuat Bu Tyra berfikir
bahwa hilangnya Ray ada kaitannya dengan Aaliyah.
Bel rumah berbunyi
(Tinggg...Tonggg...)
Bu Tyra : “Iya sebentar. (membuka pintu rumah)”
Lucifer : “Halo bu guru.”
Bu Tyra
terkena hipnotis oleh Lucifer, ia telah terjebak dalam guna-gunanya. Semenjak
saat itu, Bu Tyra bertindak bukan seperti dirinya yang biasa. Ia melakukan
banyak kejahatan seperti mencuri dan membunuh. Salam kini menjadi target utama
dalam tindak kejahatan yang akan ia lakukan.
Kediaman Salam.
Salam : “Astagfirullah. Kejahatan udah dimana-mana (menggelengkan
kepala), dosa apa yaang udah di buat para manusia sampe bencana terjadi
dimana-mana (mematikan televisi dan berniat untuk tidur)”
(Tingg...Dingg...Dongg...Plentang.)
Salam : “Suara apa itu?”
Bu Tyra : “Hiattttttttt!!!”
(Pertarunan antara Bu Tyra
dengan Salam)
Salam : “Bu guru? Ibu ngapain disini? Kok bisa begini sih?”
Bu Tyra : “Selamatkan teman-temanmu, Salam. Buatlah dunia ini menjadi lebih baik,
bawalah kedamaian kembali untuk dunia ini. (menghembuskan nafas terakhir)”
Salam : “Apa maksudnya bu? Bu Tyra! Tanda apa ini? (memeriksa kening bu
Tyra)”
Tiba-tiba
suara aneh datang entah dari, suara itu bak panggilan yang terus menerus
memanggil Salam, suara itu adalah tanda bahwa ia harus melakukan apa yang sudah
seharusnya ia lakukan.
Salam : “Ughh...Arrghh!! (Salam bertransformasi)”
Keesokan harinya.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah : “Iya, halo?”
Salam : “Tolong kumpulkan semua anak yang kemarin ikut bermain pemanggilan
Lucifer, sekarang, di rumah gua!”
Aaliyah : “Lah, tapi— (Tutt...tutt...tutt...)”
Aaliyah
merasa sedikit bingung dan merasakan kejanggalan, tapi mungkin Salam memiliki
pemberitahuan yang penting sehingga memanggil semua teman-temannya yang ikut
dalam permainan itu.
Kediaman Salam
(Tingg...Tongg...)
Aaliyah : “Permisi Salam.”
Salam : “Eh, Aaliyah, masuk aja.”
Irene : “Ada apaan sih? Kok sampe ngumpulin kita semua kesini?”
Salam : “Kalian semua masih pada inget gak sih?”
Irene : “Inget apaan?”
Salam : “Waktu permainan pemaonggilan lucifer itu, yang seharusnya kita
panggil Charlie malah jadi Lucifer.”
Keisha : “Oh, iya inget-inget!!”
Athala : “Terus masalahnya apa?”
Salam : “Kita harus bermain permainan itu lagi!”
Aaliyah : “Eh, gila lo! Up deh, gua gak mau ikut ikutan lagi!”
Salam : “Berarti kalian semua lebih memilih untuk mati rupanya?”
Martin : “Maksudnya apa sih? Jelasin ke kita yang bener dong.”
Salam : “Jadi gini....(menjelaskan semuanya kepada mereka).”
Abel : “Oh, kalo gitu yaudah deh gua ikut.”
Keisha : “Mau gak mau harus ikut ini mah.”
Aaliyah : “Yaudah gue ikut.”
Athala : “Gue juga!”
Irene : “Gue juga.”
Martin : “Kita mau main dimana? Kita juga gak ada barang-barangnya.”
Salam : “Kita harus nyari Mba dukun yang kemaren mimpin permainannya.”
Salam dan
teman-teman pergi ke rumah Mba dukun.
Athala : “Rumahnya sepi...”
Irene : “Iya, sepi. Gimana dong jadinya?”
Irene : “Iya, sepi. Gimana dong jadinya?”
Keisha : “Coba tanya ibu itu!”
Salam : “Misi bu, pemilik rumah yang di sebelah sana kemana ya?”
Ibu : “Oh, si mba udah pergi ke bandung.”
Martin : “Oh, ibu tau alamatnya kan?”
Ibu : “Yaudah sini saya tulisin (Menuliskan di kertas) nih
alamatnya.”
Semua : “Makasih ya bu...”
Mereka memutuskan untuk pergi ke
tempat Mba dukun hari itu juga.
Salam : “Kayanya ini rumahnya deh.”
Abel : “Panggil aja coba.”
Keisha : “Permisi mba..”
Alisha : “Eh, K-kalian... kok bisa kesini? Mau ngapain kesini (Panik)”
Salam : “Kita mau melanjutkan bermain, mba. Kita harus mengakhiri
pemanggilan arwah itu.”
Alisha : “Aduh, maaf-maaf. Saya sibuk, saya gak bisa. (pergi)”
Aaliyah : “Tunggu, mba. Kita bakalan bayar 10x lipat
dari yang kemaren deh!”
Alisha : “Yaudah masuk deh.”
(Semuanya duduk melingkar di
kursi)
Martin : “Ayo, mba dukun. Langsung aja mulai.”
Alisha : “Sebelum itu coba kalian minum ini, untuk mendukung jalannya
permainan ini. (memberikan minuman satu-satu)”
Keisha : “Kita semua udah minum, mba.”
Alisha : “Apa yang kalian rasain?”
Semua : “I feel...”
Martin : “Langsung di mulai aja mba.”
Alisha : “Oke-oke.”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”
Salam : “Dia datang, dia datang!! Martin lindungi mereka!”
Martin : “Baik!”
Lucifer : “Hai, kalian!”
Salam : “Bawa mereka pergi!”
Martin : “Baik!”
Lucifer : “Ada apa denganmu, Mikael?”
Salam : “Kau sudah melampaui batasanmu.”
Lucifer : “Apa yang sudah ku lampaui?”
Salam : “Kau sudah menggunakan manusia menjadi tubuhmu dan dengan itu
kau membuat kejatan dimana-mana.”
Lucifer : “Kau salah! Ku perjelas sedikit, manusia yang aku gunakan itu adalah
pendosa besar, jadi sekarang dia sudah menjadi budakku.”
Salam : “Kau salah!”
Lucifer : “Apa yang salah dengan semua itu? Sebentar lagi, akan ku buat
agar aku bisa menggenggam dunia ini!”
Salam : “Apa maksudmu?”
Lucifer : “Seluruh manusia akan menjadi budakku, karena sebagian manusia di
dunia ini sudah banyak yang berlari dari Tuhan. Mereka menjauh darinya. Mereka
melakukan banyak kesalahan, mereka merampok, membunuh, berzina!”
Salam : “Maka dari itu aku disini untuk mengembalikanmu ke neraka!”
Lucifer : “Kau bercanda?”
Salam : “Tidak, aku serius. Aku akan mengembalikanmu ke neraka.”
Lucifer : “Kau tidak bisa melakukannya, Mikael. Tidakkah kau melihat
kekuasaanku sudah banyak manusia yang terpengaruh oleh kejahatanku. Inilah
rumahku.”
Salam : “Tidak kau tidak layak disini, tempatmu bukan di sini. Tempatmu
itu di neraka!”
Pertarungan
Lucifer dengan Mikael.
(Gabriel datang)
Gabriel : “Kalian semua tunggu disini saja, aku akan membantu Salam untuk
melawan Lucifer jahat itu!”
Irene : “Tidak! Itu akan mengambil banyak resiko!
Alisha : “Dia itu Lucifer, kau tidak bisa mengalahkannya semudah itu.”
Gabriel : “Mikael membutuhkanku, ini tidak akan lama. Jika aku membantunya,
kami bisa mengalahkannya.”
Keisha : “Pastikan bahwa kau benar-benar mengalahkannya, Gab.”
(Gabriel pergi menuju pertarungan
antara Lucifer dan Mikael)
Gabriel : “Hentikan ini, Lucifer!”
Lucifer : “Kau tidak berhak untuk melarangku, kau tidak bisa menyuruhku!”
Gabriel : “Kau hanya berencana untuk membunuh dirimu sendiri, kaui hampir
kalah dengan Mikael.”
Pertarungan
terjadi kembali antara Lucifer melawan Mikael dengan Gabriel, keduanya terus
menerus menyerang, begitu juga dengan Lucifer yang tidak mau kalah walaupun
kondisinya hampir kritis. Satu persatu teman-teman datang untuk melihat pertarungan
sengit ini, akhir dari pertarungan dahsyat ini. Mikael menyerang Lucifer dan
membuat ia terjatuh dengan bersimbah darah di dadanya.
Mikael : “Kau kalah, Luc! Kau kalah dari kami! Kejahatanmu tidak bisa
mengalahkan kedamaian dunia ini!”
Lucifer : “Kalian tidak bisa pergi dariku, tapi aku bisa datang kapan saja
ke bumi ini. Aku memang tidak memiliki kekuatan lagi, tapi atasanku
memberikanku hak untuk menggoda kalian lagi. Aku memiliki tiga cara untuk
menjadikan kalian budakku!”
Aaliyah : “Kami tidak akan melakukan apa perintahmu!”
Irene : “Bu Tyra mati karena kau! Kau seorang pembunuh!”
Lucifer : “Aku punya tiga cara untuk menyesatkan kalian! Yang pertama, aku
akan membuat kalian semua masyarakat bumi agar jauh dari tuhan (Suara parau)”
Keisha : “Kau ini bodoh atau apa? Ada banyak orang alim di dunia ini!”
Lucifer : “Kalau begitu aku akan membuat kalian lupa akan Tuhan kalian.”
Athala : “Kami tidak akan melakukan itu, kami pasti terus menerus
mengingat siapa pencipta kami!”
Lucifer : “Ji-jika c-cara itu m-massihh t-tidak bissaa, a-aku akan membuat
k-kalian t-tergila gila akan dunia! Itu sifat alami kalian, itu jati diri
kalian yang sebenernya! Kalian semua pendosa besar! Kalian akan mencuri,
membunuh, berjudi b-bahhkahnn k-kalian berzina.”
Salam : “Kami akan membantu melindungi manusia agar tidak tergoda
olehmu!”
Lucifer : “(tersenyum kecil) J-jika dengan it-itu masih tidak bisa. Aku
akan menyerang hatinya, aku akan merasuki jiwanya aku akan menyerang orang yang
ia sayangi agar mereka tunduk padaku!”
Lucifer berhasil di kalahkan,
Mikael mengambil jiwanya dan mengembalikannya kembali ke nereka tempat dimana
ia seharusnya berada. Begitu juga dengan Salam dan Martin, mereka keluar dari
tubuh manusia agar bisa kembali ke tempatnya berada untuk tetap menjaga dan
mengawasi kedamaian dunia dari atas.
Sebelum Mikael benar-benar
kembali ke dunia atasnya, dia berpesan pada mereka, bahwa jangan pernah melupakan
siapa pencipta kalian dan ingatlah akan akhir zaman yang akan datang. Saat
itulah penghakiman akan dosa-dosa dimulai, maka dari itu jagalah iman kalian
agar kalian bisa selamat dari dunia semata ini dan merasakan indahnya kehidupan
abadi nanti.
FIN.
No comments:
Post a Comment