Showing posts with label EXO. Show all posts
Showing posts with label EXO. Show all posts

Wednesday, 12 November 2014

FF Training [EXO SERIES] - FINAL PART

PART 5B.
“Aku akan memilih salah satu diantara kalian yang paling aku sukai,kau puas??!!” Richan berjalan dan segera keluar menutup pintu. Kai terkejut dengan jawabannya,berani-beraninya gadis ini mengatakan hal itu.
*
Satu minggu setelahnya,Kai sungguh geram melihat adegan di depannya. Kai hari ini akan bertindak dewasa,ia harus berani mengatakan hal ini. Richan dan Eunhyuk baru saja keluar dari studio rekaman. Kai menghadang mereka berdua…
“Aku perlu bicara padamu,”Ucapnya dingin tanpa menatap seorangpun,keduanya bingung,”Aku?” Richan bertanya dengan bodohnya,”Bukan kau,tapi di sebelahmu…” jawabnya dengan dingin.
Kai berjalan lurus melewati mereka berdua,Richan berdecak kesal, “Aku pergi dulu,nanti kita bertemu lagi.” Eunhyuk dengan santainya sambil mengelus puncak kepala Richan.
“Eoh,hati-hatilah. Jangan sampai kalian saling memukul—“ Richan berhenti,ia dengan refleks mengucapkan hal yang seharusnya ia tidak ucapkan,Eunhyuk menatapnya serius. “Kalian sudah besar,berbicaralah sesuai umur kalian,aku pergi!” Ucap Richan yang langsung meninggalkan Eunhyuk.
Eunhyuk mengikuti kemana langkah Kai pergi,sampai akhirnya mereka berdua berhenti di atap gedung ini. “Langsung saja pada intinya,aku menyukai Richan.” Ucap Kai dengan santai namun serius. Eunhyuk terdiam,”Aku tahu kau juga menyukainyakan?”
“Eoh,aku menyukainya!” Eunhyuk angkat bicara.
“Aku sudah bertanya padanya,siapa yang dia pilih,aku atau kau saat acara Best artist of the year. Dia tidak memilih dan mengatakan dia akan memilih salau satu dari kita yang ia sukai,”Kai menjelaskan,Eunhyuk terdiam,Kai berfikir bahwa Eunhyuk belum juga mengerti,”Aku perjelas,salah satu diantara kita yang di pilih olehnya yang berhak mendapatkannya,bagaimana?”
“Tidak masalah,bagiku.”Eunhyuk memasukan kedua tangannya di saku celana panjangnya,”Jalga (Aku pergi!)” Ia membalikan badannya dan pergi.Kai naik pitam di buatnya,orang ini benar-benar! Berani sekali dia pergi dengan seenaknya!
*
Kai dan Eunhyuk terus berlatih sebelum menjelang hari pertempuran mereka. Padahal,lawan mereka bukan hanya satu orang! Melainkan ada Kyuhyun,Siwon,Jungkuk dan masih banyak lagi.
Richan baru saja mengunjungi ruang latihan mereka,hanya sekedar melihat dari kejauhan dan pergi. Ia tidak enak jika harus mengganggu keduanya yang sedang berlatih. Richan merasa sangat bosan.
Ia memutuskan untuk pergi keruangan Lee Jeongsuk ‘Tok…Tok…’ Richan mengetuk pintu kemudian masuk setelah mendapat izin dari si empunya. Wajahnya menampilkan bahwa ia sedang lesu saat ini.
Richan duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya santai,”Taepyeonim,aku sangat bosan sekarang.” Ia bergumam.
Jeongsuk menatap Richan sebentar lalu kembali menatap layar laptop di depannya,ia membetulkan letak kaca mata radiasi itu lalu berdiri. “Waeyo?”
Richan menatap langit-langit,”Aku bosan,tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini. Semua tugas sudah di kerjakan,jadi aku memutuskan berkunjung kesini.” Jawabnya dengan santai,Richan menyadari sesuatu. Ia segera membenarkan posisi duduknya menjadi tegak dan mengecek tenggerokannya,”Jeosonghamnida,seharusnya aku ingat posisiku sekarang sebagai Trainee,Taepyeonim.”
Jeongsuk mendekat dan duduk di seberangnya,”Gwenchana,tidak ada yang melihat kita. Kau bisa santai seperti biasanya…”Ia melepas kacamata anti radiasinya dan menaruhnya di meja,”Walaupun kau sedang tidak ada tugas,kau tidak boleh bersantai terlalu lama. Isilah waktu luangmu dengan menulis lagu baru,atau setidaknya berkomunikasi dengan Trainee lain.”
Richan kembali memposisikan tubuhnya dengan santai,”Tapi tidak ada yang mau berkomunikasi denganku selain kau,Eunhyuk-ssi dan Kai sunbae.”Ia menjadi lesu.
“Mereka sedang berlatih bukan?” Richan menganggukan kepalanya,”Kau bisa mengawasi mereka dan memberi masukan,bagaimanapun kau yang meembuatkan lagu untuk mereka.” Jeongsuk melanjutkan.
“Ah,benar!” wajah Richan kembali bersemangat,Richan berdiri dan menghampiri Taepyeonim orang yang di sambut itupun juga ikut berdiri. Richan memberikan pelukan ringan,”Gamsahamnida,Taepyeonim. Kau memang orang yang bisa di andalkan!” Richan tersenyum dan melepaskan pelukannya. Gadis itu pergi dari ruangan CEO dan menuju ke ruang latihan.
*
Richan pergi menuju ruang latihan Eunhyuk,karena banyak Trainee lain di ruang latihan Kai,akan terjadi masalah jika Richan memaksakan untuk pergi kesana. Eunhyuk menghentikan latihannya dan duduk di laintai bersama Richan. Ya mereka mengobrol seperti biasa dan di lingkupi dengan canda tawa,tanpa sadar seorang Pria di kejauhan mendelik kesal melihat hal di depannya.
Hari terus berlalu sampai akhirnya besok adalah hari pertempuran semua Idol dan Trainee yang akan debut di agensi ini.
*
Tata panggung,audience,juri,staff dan yang lainnya sudah lengkap dengan kesiapan yang tinggi, Richan duduk di belakang panggung untuk mensuport artis yang akan menyanyikannya.
Voting online sudah di buka sejak satu jam yang lalu,acara tahunan ini juga sedang di siarkan live untuk tiga jam kedepan. Sekurangnya lima Trainee siap debut sudah menunjukan penampilan mereka,sudah saatnya bagi Eunhyuk untuk menampilkan lagu barunya.
Suara tepuk tangan terdengar sampai di belakang panggung,”Kau tidak perlu takut,tunjukan yang terbaik karena aku mengharapkan banyak darimu!” Richan memeluk Eunhyuk dengan singkat.
Eunhyuk tersenyum,”Kau tidak perlu cemas,sudah hampir 1 tahun aku menjadi artis di dunia hiburan.” Ia mencoba menenangkan.
“Baiklah kalau begitu,FIGHTHING!!!” Richan mengangkan tangannya keudara lalu tersenyum,Eunhyuk sudah siap naik ke atas panggung.
“Ini salah satu penampilan yang sangat di nanti-nanti,setelah ini akan ada Kai yang akan membawakan lagu terbarunya. Sebelum penampilan Kai,mari kita nikmati Eunhyuk dengan lagu Destiny!” MC telah selesai berbicara kemudian turun ke bawah panggung berganti dengan Eunhyuk yang sudah berada di atas panggung.
Kai menunggu di bawah bersiap untuk tampil,ia sempat melihat Richan karena berada di tempat yang sama. Tak ada sapaan satu sama lain,”Bersiaplah setelah ini!” Ucap Richan lalu pergi berlari ringan. Richan memutuskan untuk berada di sisi yang berlawanan saat ia tampil sebagai pemain gitar saat Kai tampil.
Eunhyuk telah selesai dan turun ke bawah panggung, ia sempat berpapasan dengan Kai sebelum pergi ke ruang make upnya. Kai semakin kesal! Richan naik ke atas panggung lebih dulu lalu duduk di kursi yang telah di sediakan dengan gitar di tangannya,Kai masuk lalu berdiri di depan tiang microphone.
Hana…dul..set…
Richan memetik senar gitar lalu di iringi dengan suara Kai,entahlah. Sebelumnya suara Kai bisa di bilang merdu saat latihan,namun kenapa sekarang terkesan biasa? Pertanyaan muncul di benaknya,namun Richan terus memutuskan untuk terus memetik senar gitar sampai lagu ini benar-benar berakhir.
“I wanna be with you~” bait terakhir dalam lagunya,tepuk tangan tak kalah meriah menghiasi studio ini. Keduanya membungkukan tubuh lalu turun dari atas panggung.
Kai turun lebih dulu dari Richan,Richan segera menaruh gitarnya asal dan mengejar Kai. Sayang seribu sayang,Eunhyuk segera menghadangnya dengan senyuman. Tak ada alas an bagi Richan untuk pergi,”Chukkae! Itu panggung pertamamu,kita harus merayakan ini nanti!” Eunhyuk menaruh lengannya di pundak Richan lalu berjalan pergi,Richan hanya bisa menatap punggung Kai dengan nanar.
Kai kenal betul itu tadi suara Eunhyuk,Kai terdiam sesaat lalu menolehkan pandangannya kebelakang. Ternyata gadis itu tidak mengejarnya.
Tiba di 30 menit terakhir sebelum acara ini berakhir.
Perolehan voting adalah Kyuhyun dengan 27,1%,Jungkuk dengan 11,3%,Kai dengan 30,8% dan Eunhyuk dengan 30,8%. MC kembali lagi ke atas panggung. Layar besar telah menunjukan hasil voting online+voting dari para Trainee.
“Seperti yang kalian lihat,dengan begini Kyuhyun dan Jungkuk tersingkir. kini hanya tinggal tersisakan Eunhyuk dengan 30,8% dan Kai dengan 30,8% hasil suara dengan jumlah yang sama. Namun voting sudah di tutup dan di akhiri oleh Park Richan sebagai penulis lagu keduanya…” Mc berhenti dengan Richan yang naik ke atas panggung di tambah suara tepuk tangan yang meriah. “Baiklah,Park Richan-ssi,satu suara ini akan sangat berpengaruh bagi keduanya. Salah satu dari mereka akan di tetapkan sebagai Best artist of the year untuk tahun ini. Tidak perlu berlama lagi,silahkan tulis salah satu nama dengan kemampuan terbaik.” Ucapnya dengan jelas.
Richan sempat bingung sebelumnya,seandainya tidak seri,pasti ia tidak di butuhkan untuk memberi penilaian ini. Ia meneguk ludahnya gugup lalu menuliskan nama seseorang di kertas. “Baiklah,saya sudah memilih slah stau di antara mereka… dan saya mengucapkan selamat baginya dan akan terus menulis lagu dengan baik di masa depan. Saya sudah memutuskan untuk memilih….”Richan berhenti sebentar untuk membuat ketegangan.
Dilain tempat,seseorang sudah menunggu di ruang yang tak begitu besar berisi dengan banyak kabel dan tombol disana. Klik. Tombol maut itu di tekan,tempat ini menjad gelap dan hanya bercahaya oleh kilatan lampu kamera yang menyala. Orang itu pergi dari tempat itu.
Terjadi mati lampu. Namun hal itu segera di atasi dalam 10 menit. Lalu di lanjutkan yang sebelumnya tertunda. Posisi Best of artist kini sudah di gantikan. Pemenangnya sudah di umumkan.
*
Satu minggu ke depan, salah satu dari Eunhyuk dan Kai masih tidak bisa menerima kekalahan ini. Kai memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini di atap asrama mereka. Terjadi adu mulut antara keduanya,hal ini biasa terjadi ketika pertengkaran antara kedua pria.
Richan mendengarkan semua ini dari balik pintu. Sejak acara itu,hubungannya dengan Kai sedikit renggang. “YA! Kalian berdua kembali bertengkar? Kenapa kalian menyebut namaku?” dengana lancangnya Richan langsung masuk ke zona berbahaya itu.
“Richan-ah,kau disini? Mari pergi dari sini,dan aku akan menjelaskannya di bawah.” Eunhyuk menggemgam tangan Richan,namun sayang seribu sayang,dalam hitungan kilat,Richan segera menepisnya.
“Ini salahmu,kau yang mulai duluan untuk membahas masalah ini.”Eunhyuk membela dirinya sendiri,”Aku pergi…”Hyukjae melambaikan kedua tangan dan berniat untuk pergi.
Secepat kilat,Richan meraih tangan Eunhyuk sehingga niatnya untuk pergi di gagalkan. Richan menundukan kepalanya seolah berkata ‘jangan tinggalkan aku’ Eunhyuk menatatapnya dengan nanar.
Richan melepaskan tangan Eunhyuk setelah tatapan sinis dari Kai,”Apa kalian berdua mempertaruhkanku?” tanyanya dengan polos.
“Richan-ah,kami hanya…”
“Ne! kami berdua mempertaruhkanmu,Park Richan. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu.” Dengan cepatnya Kai memotong ucapan Eunhyuk.
“Aku…aku perlu bicara denganmu Eunhyuk-ssi.” Richan menarik tangannya dan segera berhenti di tangga darurat. Richan menatap Eunhyuk seolah meminta memberinya penjelasan.
“Kau memilhku saat Best artist,album soloku akan segera hadir. Kurasa itu sudah cukup. Aku-aku memang menyimpan perasaan padamu,tapi aku tidak bisa memaksakan kehendakmu. Kau menyukainya kan?” Richan terdiam,”Pergilah temui dirinya,aku akan menganggap bahwa pertaruhan ini batal.” Setulus hatinya Eunhyuk mencoba mengatakan hal itu. Dari pada berujung bahwa mereka berpacaran,tapi cintanya hanya sepihak. Lebih baik dari awal Eunhyuk merelakannya pergi.
Brug!
Richan segera memeluknya dengan cukup erat,”Eunhyuk-ssi,aku punya pertanyaan padamu?” Eunhyuk hanya membalas ‘hmm?’ dengan mengelus rambur Richan,”Apa kau ingin bersahabat dengan Kai? M-maksudku diantara kalian berdua tidak ada pertengkaran,bagaimanapun kalian sudah lama mengenal.”
Eunhyuk melepaskan pelukannya,”Tentu saja,tapi dia terus menyimpan dendam padaku. Bagaimanapun aku sudah mengenalnya sejak lama,aku sudah menganggapnya teman walau terkadang kami sering bertengkar.” Eunhyuk memegang kedua bahu Richan.
Richan melepas tangan Eunhyuk dan menggandengnya ke tangga untuk pergi menemui Kai yang sudah menunggu lama sejak tadi. “Kai sunbae,kali ini aku akan bertanya serius! Apa kau benar-benar menyukaiku?” teriaknya di dengan Eunhyuk yang masih membelakanginya.
“T-tentu saja! Apa selama ini kau tidak menyadarinya?” jawabnya dengan dingin.
“Aku akan menerima pernyataanmu!” Ringan berteriak sambil tersenyum,namun Kai segera menatapnya terkejut.”Hanya dengan satu syarat!” Kai mengerutkan dahi.
Richan berjalan lebih dekat,ia menarik salah satu tangan Kai,Richan kemudian menaruh tangan Eunhyuk sehingga membuatnya bersatu. “Mulai sekarang kau tidak boleh menganggapnya musuh,bagaimanapun Eunhyuk-ssi sudah mengenalmu sejak lama. Kalian harus dewasa,melupakan masa lalu yang mengerikan itu dan kau harus bisa menerima Eunhyuk-ssi sebagai temanmu. Dengan begitu aku juga bisa menerima dirimu sekarang.”
Kai mengangkat kepalanya dan menatap Richan,”M-MWO?!” Kai membelakan matanya tak percaya,”Itu semua terserah padamu…” Kai mengalah,”Arrata! Mulai sekarang aku akan memulai menerima kehadiran orang ini!” Eunhyuk menatapnya sinis,”Maksudku Lee Hyukjae!” Kai tersenyum meledek. Ya,Lee Hyukjae adalah nama kecilnya dulu.
Richan tersenyum senang,Richan melepaskan tangan keduanya kemudian menggandengnya bersamaan. Richan berada di tengah dan bersiap untuk pergi,namun kedua namja di samping diam seolah minta di beri penjelasan. “Aku rasa kita tak perlu berlama-lama disini,anginnya terlalu kencang, mari kita pergi untuk menulis lagu baru Eunhyuk!!” teriaknya dengan semangat.
“Wae nan?(kenapa aku)” Kai menatapnya serius.
Richan ikut menatapnya,”Bagaimanapun kau adalah penulis lagu,kau juga  harus membantuku!” dengan cepat Kai memalingkan wajahnya dan berkata ‘Shireo!’ sejujurnya ia belum bisa menerima keadaan ini. Richan melepaskan tangannya,”Terserah padamu,kalau begitu aku akan pergi bersama Eunhyuk di kamarnya!”
Kai berfikir cepat,ia tahu jelas bagaimana kelakuan Eunhyuk,”SHIREO! ANDWAEE! Kita ke kamarku dan membuat lagu untuknya.” Richan mengapit lagi lengan Kai,ketiganya pergi dengan senyumnya masing-masing.
FIN.
NOTE :

Aku minta maaf kepada Richan,Karena ada penundaan untuk jadwal share part ending ini sesuai janji. Dan maaf karena feelnya kurang dapat,banyak typo dan endingnya kurang memuaskan.

FF Trainig [EXO SERIES] -Part 5A

PART 5A
Richan baru saja menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada Kai.
Di lain tempat,Kai baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan masuk dari Richan, ia membukanya dan mendengarkan rekaman yang telah di buat oleh Richan.
Lagu itu di putar,baru setengah dinyalakan,Kyuhyun terlonjak berdiri dan mendekati Kai. “Itu lagu yang akan kau nyanyikan?” Kyuhyun bertanya.
“Ne,menurutku ini cukup bagus. Aku menyukainya,bagaimana menurutmu?” Kai mengambil earphonenya dan memasangnya.
“Nada dan liriknya indah,aku menyukainya. Aku yakin kau akan menang!”
“Benarkah?” Kai terkejut,”Trainee baru penulis lagu itu yang membuatkan ini untukku.” Ia menjelaskan.
“Richan,aku ingat itu namanya!” Kyuhyun merubah raut wajahnya,”Kau berlatihlah,aku akan pergi kepadanya untuk membuatkan lagu untukku.” Kyuhyun pergi dari tempatnya.
Kai mendengarkan kembali lagu itu,kepalanya bergoyang menikmatinya. Liriknya mudah untuk di hafal.
Di lain tempat—
Richan dan Eunhyuk duduk bersama di ruang rehersal,Richan terus bertanya banyak hal. Beberapa lirik sudah di buatnya,Eunhyuk juga turut membantu Richan dalam membuat lagu. “Eunhyuk-ssi,aku punya ide bagus!” Eunhyuk menatapnya serius,”Hm,bagaimana jika aku masukan unsur beat dan rapp? Dan saat kau membawakan lagu ini,disajikan dengan tarian lalu kau melakukan rapping. Bagaimana? Aku mencari info tentangmu,kau bisa menari dan melakukan rapp.”
Eunhyuk berfikir sebentar,”itu ide yang bagus! Cepat buatkan lagu untukku,agar aku bisa berlatih untuk membuat gerakan.”Ia tersenyum.
Richan mengambil pulpennya dan menulis beberapa lirik lagu,jika ada yang menurutnya tidak pas. Ia selalu bertanya pada Eunhyuk,dan ia membantunya dengan sukarela. Menulis lagu kali ini lebih mudah dari pada menulis lagu untuk Kai.
Richan dan Eunhyuk pergi ke studio rekaman untuk membuat instrument yang pas,mereka berdua berlatih sampai tak ingat dengan waktu.
Kai memperhatikan mereka berdua di dekat pintu yang terbuka,mereka berdua tertawa bersama. Kai merasakan hal aneh pada dirinya,ia merasakan sesuatu yang hilang,ia merasa tidak suka jika Eunhyuk dekat dengan Richan. Kai semakin membenci Eunhyuk.
Kai menendang tempat sampah di depannya dan pergi,Keduanya membalikan kepalanya setelah mendengar suara itu. “Ah,apa-apaan ini!” Richan kesal. Eunhyuk menatap jam tangannya,”Eoh,Richan-ah. 15 menit lagi waktu pulang,bereskan barang-barangmu.” Eunhyuk memerintahkannya.
“Ah,bagaimana ini? Laguku belum selesai…”
Eunhyuk berdiri dari tempatnya,”Tidak apa,aku akan membantumu menyelesaikan lagi besok.”
Richan tersenyum dan berdiri,”Benarkah? Kalau begitu,ayo pulang!” Ia bersemangat. Keduanya pulang bersama.
*
Eunhyuk dan Richan duduk bersama di bus,Kai hanya memperhatikan mereka dengan kesal. Ingin sekali Kai menarik tangan Richan dan mengajaknya pergi darisini,namun rasanya itu tidak mungkin.
*
Keesokan harinya.
Richan menyelesaikan lagunya hari ini,dengan cepat Eunhyuk menghafalnya dan pergi ke Studio rehersal untuk membuat gerakan ini,”Aku berharap banyak padamu,Eunhyuk-ssi.” Richan duduk dan memperhatikan orang itu yang sibuk mencari gerakan.
Eunhyuk tersenyum,ia kembali berlatih. Kalah atau menang dari Kai itu bukanlah poin utama baginya,kalimat Richan yang terpenting. Ini pertama kalinya ada orang yang berharap banyak baginya.
Keesokan harinya juga sama seperti itu,keduanya menjadi dekat. Sudah saatnya mereka pulang. Semua Trainee masuk ke dalam kamarnya. Jam dinding menunjukan pukul 7.30 malam waktu setempat.
Kai sibuk menggigit jarinya sambil terus berjalan tanpa arah di dalam kamarnya,ia sedang memikirkan sesuatu. Ah,ia punya ide. Kai duduk di sofanya dan segera menyalakan handphonenya dan menelfon seseorang.
“K-kau sedang apa?” Entahlah,Kai merasa gugup kali ini.
Di lain tempat,Richan menaruh handphone di telinga dengan posisi tubuh terlentang di kasur,tubuhnya baru saja di selimuti dengan selimut. “Aku baru akan tidur.”
“YA!” Kai berteriak,”Ini baru jam segini! Pergilah ke kamarku,ada yang ingin aku tanyakan.” Ucapnya yang langsung mematikan sambungan telefon. Richan mengerti,ia bangkit dari kasurnya dan pergi ke kamar Kai.
Richan membuka pintu,”Waeyo?” tanyanya dengan malas.
Kai berdiri di tempatnya dengan kedua tangan di lipat di dada,”Ada beberapa lirik yang tidak aku mengerti bagaimana cara menyanyikannya.” Ucapnya dingin.
“Tidak mengerti? Lagu itu telah selesai beberapa hari yang lalu! Aku bahkan telah mengirimkanmu suaraku,jadi mudah bagimu untuk menghafal.” Richan segera duduk di lantai dengan kesal. Kenapa orang ini baru sekarang mengatakan? Mungkin Richan berfikir seperti itu. “Ambilkan gitarmu.” Suruhnya.
Kai tidak suka di suruh,namun jika ia tidak mau,pasti Richan akan marah dan lebih memilih pergi ke kamarnya. Kai memberikan gitar itu dan duduk di dekat Richan. “Bagian mana yang kau tidak mengerti?”
“Hm,” Kai berfikir,”Di bagian,can’t stop loving you~”Jawabnya dengan menyanyikan bait lagu itu.
Richan segera menatapnya tajam,”Kau tidak mengerti? Kau baru saja menyanyikannya,dan nadanya memang seperti itu…”
Kai di buat kikuk olehnya,otaknya berfikir cepat,”Maksudku,lirik sesudah itu. Aku bahkan lupa apa liriknya.” Kai berbohong.
Richan mengambil handphonenya dan membaca sebentar,terus seperti itu. Kai terus bertanya bagaimana cara menyanyikannya,padahal dia sendiri sudah tahu bagaimana seharusnya lirik itu di nyanyikan. Terlebih jika dia seorang penulis lagu,ia bisa membaca not balok yang telah Richan buatkan.
Waktu terus berlalu,Richan sudah sangat mengantuk,tapi Kai seolah berlatih tak kenal lelah. Walaupun hari-hari sebelumnya,ia sudah sangat maksimal. Tanpa sadar,Richan tertidur dengan kepalanya yang berada di atas meja.
Kai tersadar dan berhenti bernyanyi,”Maaf sudah membuatmu lelah…” Kai bergumam kecil.
Richan mengangkat kepalanya,”Apa kau tadi berbicara padaku?” Ia bertanya dengan bodohnya.
“Eoh,siapa yang aku kau pilih di acara nanti. Aku atau Eunhyuk?” Kai bertanya dengan serius.
“Geuresae(entahlah)”Richan berfikir ringan,”Aku bahkan tidak memikirkan hal itu. Ini sudah malam aku harus kembali.” Richan berdiri dan meregangkan ototnya yang kaku.

Kai ikut berdiri,”YA! Aku serius! Kau pilih aku atau Eunhyuk?” ia bertanya sekali lagi.
=== TBC ===

Sunday, 26 October 2014

FF Training [EXO SERIES] - Part 4

PART4
“Kalau begitu tidurlah,aku hanya meminjam keyboardmu. Setelah aku selesai,aku akan kembali ke kamarku. Tidak usah khawatir…” sama seperti sebelumnya,Richan masih fokus pada pekerjaannya.
Kai berdiri dari tempatnya,”Aku akan masuk ke kamar,tutup saja pintunya jika kau sudah selesai. Aku akan memindahkan keyboardnya besok.” Kai berpesan. Kai berjalan menuju kamarnya yang tak begitu jauh.
“Arra,” Jawab Richan mengerti,”Jalja…” Kai berhenti dan berbalik menatap gadis itu? Apa kupingnya tidak bermasalah? Kai mendengar ucapan selamat tidur dari orang lain.
Kai membetulkan tenggorokannya,”Ekhem.” Bagaimanapun,ia harus tetap ingat dengan siapa dirinya sekarang,Kai harus memiliki jiwa idol dan tidak boleh di anggap rendah atau murahan hanya karena kalimat itu. Kai masuk ke kamarnya dan Richan kembali pada pekerjaanya…lagi.
Richan mengecek waktu pada layar ponselnya,sudah jam 10 malam. Richan menguap,”Hoaammm,” rasa kantuk akhirnya datang,”aku akan tidur dua puluh menit saja,setelah itu aku akan melanjutkannya lagi.” Janjinya pada diri sendiri.
Richan mereganggkan ototnya dan kedua tangannya membuat siku,ia tidur.
Waktu terus berganti.
Siapa sangka,matahari sudah terbit. Jam menunjukan pukul 6.30 pagi. Para Trainee sudah pergi meninggalkan mereka berdua. Kai keluar dari kamarnya,”Hoamm…” ia menguap. Kai bersandar di dekat pintu menatap Richan yang masih tertidur dengan samar-samar. Kai mengucek salah satu matanya. “AAAAA!” Ia berteriak.
Richan sontak bangun karena alert yang di buat oleh teriakan Kai di pagi hari. Richan terbangun setelah sadar ia bukan di kamarnya. Richan segera berdiri dan panik,Kai menatap jam dindingnya.
Kita terlambat, “Cepat ganti bajumu,aku akan menunggu dibawah. Kita pergi naik taksi!” suruhnya,Richan mengambil peralatannya dan pergi.
*
Keduanya memutuskan pergu dengan menggunakan taksi,semoga saja tidak aga yang melihat kedatangannya. Kai keluar lebih dahulu,setelah beberapa saat Richan keluar.
Ckrikk.. Cekrikk..
Kilatin blitz berasal dari salah satu ponsel di lantai 10. Keduanya berpisah,Richan pergi ke ruang latihannya,begitupun dengan Kai. Human Network,sejenis sosial media untuk SWE menjadi salah satu aplikasi yang banyak di gunakan saat ini.
Pasalnya,berita fakta bercampur hoax ada di dalamnya,kali ini yang menjadi pusat perhatian adalah Richan. Kasus tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan Kai? Mengapa mereka bisa bersama?
Richan melanjutkan pekerjaanya,tiga orang gadis datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “YA!!” Bora berteriak,hal ini mengagetkan Richan dan membuatnya harus berdiri.
“Apa aku membuat kesalahan?” Richan bertanya dengan polosnya. Sungguh,ia tidak tahu hal yang sedang terjadi saat ini.
“Kau masih bertanya?” Bora meninggikan suaranya,PLAAKK! Semburat merah muncul di pipi kiri Richan karena tamparan Bora. Uee dan Jiwonpun kaget oleh tindakan Bora secara refleks tersebut. “Itu pantas untukmu!”
“YA! Ada apa denganmu? Berani sekali kau menganggap Trainee baru sepertiku rendah!” Richan memegang pipinya yang sakit.
“Kau sudah menggoda Lee Taepyeonim,lalu beberapa hari yang lalu Eunhyuk Sunbae,dan sekarang kau mencoba bermain-main dengan Kai Sunbaenim? Gadis macam apa kau ini!” kalimat kasar muncul dari mulutnya,itu cukup membuat hati Richan tergores. Namun ia belum mengerti apa yang terjadi.
Uee mengeluarkan handphonenya,ia memperlihatkan sebuah foto dimana Kai dan Richan keluar dari taksi yang sama beberapa saat yang lalu. “A-aku bisa menjelaskan foto itu.” Richan gelagapan di buatnya.
“Dasar gadis murahan!” Bora mendorongnya sehingga Richan terjatuh,Ia mengambil beberapa kertas di atas keyboard dan menyobeknya di depan mata Richan. Hal ini membuat Richan berkaca-kaca,kerja kerasnya selama ini. “Aku ingatkan kau untuk menjauh dari Kai Sunbaenim! Atau—“
Uee dan Jiwon memegangi kedua tangan Bora,”Bora,sudahlah hentikan. Kita akan dimarahi jika orang lain melihat hal ini,kurasa itu sudah cukup untuknya.”Rencana Bora untuk mencoba menampar lagi akhirnya gagal.
“Benar,kita akan segera debut! Kita harus menjaga sikap kita…”Uee berkomentar,kedua temanya akhirnya membawa Bora pergi dari tempat itu.
Richan menatap nanar sobekan kertas di depannya,rasa sakit dipipinya,lalu perkataan tentang gadis murahan yang membuat hatinya tergores, dan sekarang kerja kerasnya yang sama sekali tidak di hargai seolah itu adalah sampah.
Hanya karena hal ini Richan tidak mau di anggap lemah,ia memungut kertas tersebut dan membuangnya ketempat sampah dengan berat hati. Richan menulis ulang bait lagu di kertas baru. Lupakan tentang not balok,Richan akan memulainya dari awal. Setidaknya kerja kerasnya sebelumnya baru 65% selesai.
Masalah muncul dalam otaknya,apa yang harus ia katakan pada Kai nanti?
Berjam-jam ia lakukan hanya dengan hal sia-sia. Ia bukan memikirkan tentang nasib lagunya,tapi apa yang harus ia katakana pada Kai nanti. Sempurna sekali hidupnya,Park Richan!
Terlintas di benaknya dengan berbohong,ia tahu bahwa itu adalah perbuatan jahat. Tapi ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Kai,baginya ini adalah cara terakhir.
Kai menatap Richan di balik pintu,menurutnya sekarang Richan mungkin sedang berfikir untuk menentukan nada. Kyuhyun datang dan mengagetkan Kai. “Jongin-ah,aku ingin bermain Starcraftku. Kau sudah selesai meminjamnyakan?” Tanya Kyuhyun langsung pada intinya.
“Ah,kaset itu. Menurutku itu tidak seru dan hanya membuan waktuku saja.” Jawab Kai dengan santai.
“Tidak seru? Membuang waktumu?”Kyuhyun tak percaya,”Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu!” Kyuhyun memarahinya.
“Aish,Hyung. Jika aku menang aku akan comeback dengan single pertamaku,dan aku harus banyak berlatih…”
“YA! Aku berada di level jauh di atasmu,aku sudah berada di dunia hiburan selama delapan tahun,dengan banyak jadwal setiap harinya,namun aku masih bisa memainkannya kapan saja. Dan itu tidak membuang waktuku!” Kyuhyun menjadi kesal,’Mianhae’ satu kata yang di ucapkan Kai,”Kalau begitu kembalikan! Aku ingin bermain starcraftku hari ini.”
“Aku tidak membawanya,Hyung.” Gila saja,untuk apa kaset permain dibawa Kai saat sedang bekerja dan dia juga bukan penggemar Starcraft. “Jadi aku menaruhnya di meja dekat TV kamarku!” lanjutnya.
“Aish! Kau ini!” Kyuhyun berdecak kesal,”Kalau begitu bekerja keraslah!” Ucap Kyuhyun sebelum pergi. Kai kembali menyendiri,ia menatap Richan lagi. Menurutnya wajah dan postur tubuhnya tidak begitu buruk. Cukup sudah ilusinasi Kai tentang Richan,lebih baik ia pergi dari sini. Saatnya pulang.
*
Jam dinding sudah menunjukan pukul 18.10 Malam hari.
Richan duduk di lantai bersama dengan Kai yang sudah mempersiapkan air untuknya berdua. Terlihat sedikit keraguan di wajah Richan,ia hanya memantapkan hatinya untuk melakukan hal ini.
“Bagaimana,kau sudah selesai dengan lagumu?” Tanya Kai. OhTuhan,baru beberapa menit ia bertemu,kenapa opening harus di hiasi dengan pertanyaan laknat untuk Richan?
“Hmm,menurutku itu jelek,”Richan menjawabnya,lirik lagu sudah bagus dan hanya dengan sedikit perbaikan pada nada sudah membuat lagu itu sempurna. “Menurutku akan lebih baik jika dengan instrument gitar,bagaimana menurutmu?”
“Aish,itu hanya memperlambat pekerjaan!” Kai marah,”Katakan padaku hal sejujurnya!” Ia menuntutnya.
“Tidak ada yang kusembunyikan,instrument gitar menurutku jauh lebih baik.” Jawabnya santai. Kai menatapnya marah,Richan menundukan kepalanya. “Bora menyobek hasil kerjaku,Ia marah karena melihat kita pergi bersama tadi pagi. Kau puas?!”
Kai membuang nafasnya,”Kau sungguh tidak bisa di percaya!”
“Tunggu dulu! Aku sudah memfikirkan ini sejak tadi siang,jika kau bernyanyi lalu di iringi dengan gitar bukankah terdengar lebih bagus? Menurutku ini bagus untuk single albummu. Kim Jiyoung dan Sungha Jung saat berduet dengan That XX,tidakkah itu menarik? Jadi lagumu akan berpusat pada suaramu. Kau penyanyi solo,apalagi yang di nilai selain suaramu?” Oh,kalimat terakhir itu entah datangnya darimana. Richan hanya merangkainya dengan asal yang bisa meyakinkan Kai.
“Kau tidak tahu siapa-siapa,darimana kau tahu GDragon dan Sungha Jung?” Kai menyelidik.
“Tadi siang aku baru mencarinya di internet,” Jawab Richan dengan jujur,”Selain tentang pekerjaan,aku sarankan agar kita tidak saling mendekati satu sama lain. Itu akan menyulitkanku.”
“Baiklah,”Kai menyutujui dan berdiri,ia kembali dengan gitar di tangannya dan memberikan kepada Richan. “Itu gitar dari fansku,untuk itu kau harus hati-hati.” Kai berpesan,Ia merebahkan tubuhnya di sofa seperti biasa dan Richan dengan pekerjaannya.
Pukul 20.30 malam.
Kai mendengarkan permainan gitar Richan sedari tadi,tidak buruk. Malah ini berkesan lebih baik,nadanya santai dan tidak terlalu elegan. Richan telah menguasai gitar sejak sekolah menengah pertama,tidak buruk pengetahuannya dengan gitar,jadi mudah baginya menyusuaikan diri.
“Jongin-ah!!” Suara teriakan terdengar di luar pintu. Richan maupun Kai menghentikan aktifitasnya dan saling menatap satu sama lain.
“Kyuhyun sunbae,kita tidak bisa ketahuan dengan keadaan seperti ini. Kita harus bersembunyi!” Ucapnya panik.
Kai berdiri dengan refleks begitupun juga dengan Richan.”Masuk ke lemari pakaianku!” Idenya datang entah darimana. Kai memimpin sedikit berlari,Richan mengikuti di belakang. Tak sengaja kakinya menabrak gitar di lantai sehingga menimbulkan bunyi,namun tidak terlalu kencang.
Kai membukakan pintu lemarinya dan menyuruh Richan masuk,Kai ikut masuk dan segera menutup pintu lemarinya,keduanya saling berhadapan.
Kyuhyun dari luar mengetuk pintu,”Jongin-ah,aku masuk!” Ucapnya,Kyuhyun masuk dan memeriksa. Ia yakin bahwa ada suara sebelum ia masuk kesini,namun tidak ada orang satupun disini,Kyuhyun pergi ke kamar Kai namun tidak ada orang,kamar mandi terbuka dan dapur juga kosong.
“Mungkin aku salah dengar,”Gumam Kyuhyun dan kembali ke ruang utama,”Jongin-ah,aku mengambil kasetku!” Teriaknya,Kyuhyun berlari ketakutan. Jelas saja,jika ada suara dan tidak ada orang,apalagi kemungkinan yang di fikirkan Kyuhyun?
Di waktu sebelumnya,nafas Richan terengah-engah ketakutan. Ia hanya berfikir bahwa dirinya saja yang mengumpat,namun nyatanya Kai juga. “YA! Bagaimana kau bisa—“
“TSHHT!” Kai menutup mulut Richan dengan telapak tangannya agar gadis di depannya itu tidak bisa berteriak,”Apa menurutmu yang di fikirkan Kyuhyun jika kita seperti ini?” Kai memarahi.
Terdengar suara pintu,itu artinya Kyuhyun baru saja pergi. Richan menjadi kesal,Kai memegangi gagang pintu kecil dengan tangan kirinya,Richan mencoba membukanya tapi Kai menghalangi. “YA! Aku mau pergi! Disini tidak ada udara! Kita bisa berebutan oksigen di tempat sekecil ini!” Richan memarahi.
“Aku bisa memberimu nafas buatan.” Gumamnya. Oh,Tuhan! Dari mana asalnya itu berasal,apa yang yang salah dengan Kai?
Richan terdiam,matanya berkedip tak sempurna karena perasaannya yang bercampur aduk. “YA! Ini sudah hampir jam 10 mungkin,tidak ada cahaya dan tidak ada udara. Aku ingin keluar dan menyelesaikan pekerjaanku!” Ucapnya sedikit berteriak.
“Sebentar lagi…aku nyaman dengan keadaan seperti ini.” Kai sudah benar-benar sakit! Apa mungkin ia tertekan karena suatu hal? Richan menyerah,ia menunduk dan menatap hal lain. Kai menatap wajah Richan dari dekat.
Beberapa menit berlalu,dengan posisi yang sama. Tangan kanan Richan diatas tangan Kai dan menundukan wajahnya,begitupun dengan Kai. Terlintas ide di otak Richan,Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kai,tangan kirinya terangkat dan perlahan tangan kanannya melepas dan memposisikan sejajar dengan tangan kirinya. “Kai,mianhae…” Ucapnya samar.
Kai tidak bisa mendengar dengan baik,”Apa yang baru saja kau katakan?”
“Aku mengatakan,” Ia berhenti sesaat dan BRUKK! Kedua tangannya mendorong tubuh Kai sehingga pintu terbuka dan ia jatuh,Richan keluar dari lemari sempit itu dan bernafas sebanyak-banyaknya. “Tadi aku mengatakan MIANHAE!” Richan berdecak kesal dan meninggalkan Kai.
“YA! Kau mau pergi kemana?”Kai berteriak.
“Pulang!” Jawabnya santai,Richan mengambil barangnya dan pergi dari tempat ini.
*
Richan baru saja menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada Kai.

Di lain tempat,Kai baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan masuk dari Richan, ia membukanya dan…
===TBC===

FF Training [EXO SERIES]- Part 3

PART 3
“Jeongsuk-ssi. Ah,Jeosonghamnida. Lee Taepyeonim,kenapa harus aku yang membuat lagu untuk mereka?”
“Richan,aku mempercepat debutmu. Kau tidak ingin ? walaupun itu hanya acara tahunan SWE,salah satu dari Kai atau Eunhyuk akan menyanyikan lagumu,dan dengan begitu kau sudah debut menjadi penulis lagu.” Lee Taepyeonim memperjelas.
“Taepyeonim,kenapa harus Kai? Kau tahukan masalahku dengannya.”
“Dengan cara ini kau bisa dekat dengannya. Richan,ini masih lama. Kau hanya harus fokus pada pembuatan lagumu,okay?” Richan akhirnya menerima dengan berat hati. Di lain pihak ia juga senang,bagaimana tidak? 1 bulan lagi ia akan debut!
“Hmm,aku akan berusaha dengan maksimal Taepyeonim.”
“Hm,pergilah. Trainee lain akan salah sangka jika kau terlalu lama berada disini. Kai dan Eunhyuk,aku akan memberitahukan padanya secara pribadi masalah ini.”
Richan berdiri lalu ia membungkukan badannya,ia pergi dari ruang ini.
*
Semua Trainee sore kali ini,karena sekarang adalah hari sabtu. Dan besok juga adalah hari libur,mereka bisa melakukan apa saja untuk Weekend.
Richan mengusapkan obat jel pada bagian perutnya yang sedikit melepuh. Ia mengambil buka catatan dan pulpen dari mejanya,Richan keluar dari kamar dan pergi ke atap asramanya. Ya,siapa tahu ia bisa mendapatkan inspirasi dengan menghirup udara segar.
Ia duduk di bangku dan melihat hamparan gedung pencakar langit,ia menghirup udara segar sebanyak yang ia bisa. Menenangkan dirinya.
Richan menaruh buku dan pulpen di sampangnya, ia memasangkan earphone di telinganya dan mendengarkan beberapa lagu miliknya yang sempat ia buat sebelum ia menjadi Trainee. Lagu yang berjudul The story of our live karangan Richan dan kedua orangtuanya saat ia berumur 15 tahun. Ia sangat menyukai lagu itu!
Eunhyuk datang entah dari mana asalnya,Ia melihat Richan yang sedang hanyut dalam lagu yang ia dengarkan. Eunhyuk duduk disampingnya.
“Lagu apa yang kau dengarkan?” Pertanyaan itu tentu saja mengagetkan Richan dari dunianya.
“Hm,lagu yang bisa di dengarkan.” Jawab Richan dengan dingin.
“YA! Aku bertanya baik-baik! Kau tidak tahu siapa aku,Kyuhyun dan Kai. Tapi bagaimana bisa kau mendengarkan orang lain? Kau pasti hanya berpura-purakan?” Tuduh Eunhyuk dengan sengaja.
“Nyatanya memang aku tidak mengenal kalian! Ini lagu ciptaan aku dan kedua orangtuaku,kau puas?”
“Ah,Mianh! Aku tidak tahu. Kau belum bersiap-siap? Kau harus menulis lagu untukku dan manusia itu. Bagaimana bisa kau masih santai saja disini? Aku tidak mau menyanyikan lagu dadakan,kau harus ingat itu!”
“Manusia itu? Wae? Kau juga punya masalah dengannya?” Tanya Richan penasaran.
“Oh,aku teman sekolah dasarnya. Dan kami selalu bertengkar.” Jawab Eunhyuk. Ia mengambil handphone milik Richan,mengetik sesuatu dan menaruhnya di dekat telinga kanannya.
“Masalah apa? Bagaimana bisa masalah bertahun-tahun lalu bisa terbawa sampai saat ini? Apa kalian saling balas dendam? Ceritakan padaku!”
“Kau tidak perlu tahu,aku sekarang mendapatkan nomor telefonmu!” Eunhyuk menunjukan layar handphone kepada Richan.
“YA! Kau semakin membuatku penasaran!” Richan meledak dan berdiri dengan tegak di hadapan Eunhyuk, “Tak masalah jika kau tidak mau membertahuku,aku pergi.” Richan mengambil Handphone serta buku dan pulpennya dan pergi dengan sedikit amarah.
“YA! Kenapa kau pergi?” Eunhyuk sedikit berteriak.
“Sebentar lagi malam! Aku tidak mau ada di luar…” Ucapnya kemudian pergi.
*
Richan terus berputar kebingungan,ia perlu tahu banyak hal tentang Kai. Ia sudah mencari banyak fakta tentang Kai,tapi tidak semuanya benar bukan?
Richan mengambil beberapa barang dan membuka pintu kamar,ia melihat kekanan dan kekiri,sepi. Semua Trainee pasti sedang berjalan-jalan karena ini malam minggu,semoga saja Kai tidak.
Richan mengetuk pintu,ia berharap semoga Kai akan membukakan pintu untuknya. Seseoraang berjalan,Kai membuka pintu,keduanya saling bertatapan. Kai langsung menutup pintu namun dengan cepat Richan menahan dengan kakinya sehingga pintu tidak bisa tertutup sempurna.
Kai berusaha menutup pintunya lagi,Richan berteriak “AWWH!” Kai terkejut dan melonggarkan pintunya,saat itu tidak di sia-siakan. Richan segera masuk dengan paksa.
“YA! Kau melanggar aturan norma! Tidak boleh berada dalam kamar Trainee lain lawan jenis,dan kau juga mengganggu kehidupan Trainee lain!” Kai angkat bicara.
“YA! Ini demi lagumu,kau harus menolongku beberapa hal!” Richan meminta.
“Dan kau juga meminta bantuan Senior untuk tugasmu sendiri!” Kai marah,ia benar-benar tidak mood untuk saat ini. Ia mengeluarkan handphone dari saku celananya,”Aku akan mengadukan hal ini pada Taepyeonim!” Kai berusaha untuk mengancam.
Richan menaruh peralatannya di atas meja dan duduk di lantai,ia mengeluarkan handphone. “Tidak usah repot-repot,aku akan menelfonya…” Richan melakukan sebuah panggilan,”Yeoboseyo,Taepyeonim.” Ia menggunakan loadspeaker.
“Ne,Richan ada apa?”
“Aku akan menulis lagu yang di tugaskan olehmu,dan sepertinya aku akan melakukan beberapa pelanggaran sebagai Trainee seperti masuk ke kamar Trainee lain,mengganggu,dan sedikit meminta bantuan terhadap Kai. Apa untuk saat ini aku diizinkan?”
“Hm,tentu saja! Kau harus mendalami perasaan dan lagu apa yang mereka inginkan.”
“Geurom,Gamsahamnida,Taepyeonim.” Richan menutup sambungan telefonnya. “Kau sudah mendengar sendirikan?” Richan memperjelas.
“YA! Richan-ah,tapi kau—“
Richan berdiri dan segera meminta maaf,”Sebelumnya aku ingin meminta maaf soal kejadian sebelumnya. Dan sebagai penulis lagu senior setidaknya kau harus memberiku beberapa arahan.”
“Dengar,aku akan memperlakukanmu sebagai Seniormu. Tapi permintaan maafmu,tidak kuterima!” Kai duduk di lantai depan Richan.
Richan tersenyum kemudian duduk kembali,”Hm,sebagai awalan. Aku akan melakukan beberapa wawancara. Lagu apa yang ingin kau nyanyikan?”
“Lagu yang bisa membuatku menang melawan Eunhyuk!” Kai menjawab dengan tegas.
“Aish,kau memiliki masalah dengannya? Dia temanmu,kau harus memaafkannya!” Richan memasehati.
“Kami selalu membuat masalah dan aku tidak pernah menganggapnya TEMAN!” Richan tertegun,sekasar itu Kai sampai mengatakan hal seperti itu? Masalah besar apa yang sebelumnya terjadi?
“Ah,aku punya ide!” Richan mengangkat tangannya keatas,Kai menatapnya.”Bagaimana jika aku membuat lagu sindiran tentang kau untuk Eunhyuk? Agar ia bisa merasa bersalah? Bagaimana menurutmu?”
”Pabo!” Dengan telunjuknya Kai mendorong dahi Richan dengan pelan tanpa di sengaja. Entah darimana perasaan itu berasal? Kai berdehem menyembunyikan agar tindakan yang baru saja di lakukan adalah refleks. “Kau ingin membuat lagu Sindiran? Lalu bagaimana dengan Eunhyuk? Kau ingin membuatkan lagu balasan sindiran,seperti itu?”
“Ah,ye. Aku lupa.” Richan menunduk malu. “Geundae,Kai hasrat seperti apa yang kau rasakan ketika lagumu menang Daesang?” dua jam berlalu. sama seperti sebelumnya,Richan terus menginterograsi Kai dengan Ribuan pertanyaan.
Keduanya,Kai maupun Richan merasakan haus di tenggorokannya. “Kai,obess-si apa yanghh. Ekhem!” terasa kering dan sakit pada tenggorokan Richan.
Kai merasa tersendir dengan deheman itu. Ia lupa bahwa sejak dua jam yang lalu Ia belum memberi richan setetes minumanpun,”Ekhem, kau ingin minum apa? Biar aku ambilkan.” Kai berdiri dari tempatnya.
“Hm,air mineral saja.” Jawab Richan. Kai pergi dan kembali setelah beberapa saat dengan dua gelas air dingin. Kai menaruh keduanya diatas meja,”Kai,kau tidak ke dapur asrama? Kau memiliki dapur di dalam kamarmu?” Tanya Richan penasaran. Jelas saja,sebagai Trainee jika ingin makan dan minum ia harus kelantai dasar dulu.
“Aku sudah hampir satu tahun debut,tentu saja fasilitas yang aku miliki berbeda dengan milikmu. Dan aku juga lima besar di Gaon,Melon dan Hanteo.” Keduanya mengambil gelas dan minum,tenggorokan lega mulai sekarang.
”Jam berapa sekarang?” Gumam Richan,ia menyalakan handphonenya dan menunjukan pukul 21.00 malam,beberapa Trainee pasti sudah pulang. Richan menaruh kembali handphonennya di bawah meja. “Kai,kurasa aku sudah mengetahu banyak hal tentangmu. Aku bisa menulis lagu besok.”
“Mwo?” Kai terkejut,”Kufikir kau akan menulis lagu sekarang.”
“Ini sudah terlalu malam,”Richan menjelaskan,”Geundae,a-apa lukamu sudah cukup…membaik?” Richan bertanya perlahan. Rasa sakit di kulit tubuhnya sudah hamper hilang,tinggal luka saja yang masih membekas.
Kai tersadar,”MEMBAIK? Aku di siram dengan latte yang masih mendidih! Oh,tubuhku benar-benar terasa sakit sampai sekarang. Mungkin saja ini akan menyisakan bekas,bagaimana? Aku tidak bisa memamerkan tubuhku saat album ketigaku nanti!” Kalimat-kalimat itu sengaja di lebihkan agar Richan merasa bersalah.
“Benarkah? Apa masih membekas?” Richan tidak percaya.
“Kau tidak percaya padaku? Kau ingin melihat bekas lukanya?” Kai menantangnya.
“Seharusnya bekasnya tinggal sedikit,hmm…” Richan mendekat dan mendorong tubuh Kai hingga Kai jatuh kebelakang,jarak mereka sangat intim. Tak sadar keduanya saling bertatapan satu sama lain.
“Y-YA! A-apa yang kau lakukan?” Kai di buat kaget oleh gerakan agresif Richan. Tubuhnya seolah kelu di buatnya,ini pertama kalinya Kai di perlakukan seperti ini. Berani sekali Richan itu.
“Kau bilang aku boleh melihatnya.” Jawab Richan dengan santai,Richan membuka sedikit kaos yang di pakai Kai dan memperlihatkan sedikit bagian tubuhnya. Richan menatapnya nanar,”Ternyata separah ini lukanya…”
Dengan sekuat tenaga Kai membalik mendorong Richan sampai ia terjungkal ke belakang,Kai berdiri dan berkacak pinggang.”S-sudah kukatakan sebelumnya luka ini cukup parah. Dan kau tidak tercaya!”
Richan membetulkan posisi tubuhnya duduk dengan tegap,”Kau mengatak sebelumnya lukamu masih terasa sangat sakit,bukan cukup parah!” Kai tidak bisa berkutik sekarang. Richan menaruh sesuatu di atas meja. “Ini,pakailah ini dan lukamu akan membaik dalam satu minggu!” jawabnya jutek,Richan mengambil beberapa peralatannyayang berada di atas meja dan berdiri untuk pergi.
“YA! Kau mau kemana?!” teriaknya.
“Ini sudah malam,aku harus pergi.” Jawabnya tanpa menatap Kai. Richan berjalan dan membuka sedikit pintu,ia menengok ke kanan dan kekiri,tidak ada orang. “Terima kasih untuk minumannya,Gamsahamnida.” Richan membungkukan tubuh dan pergi.
Richan kembali ke kamarnya dan memasukan peralatan yang ia bawa tadi kedal tas. Di lain tempat, Kai merasa telah di bodohi oleh Richan,ia merasa tubuhnya telah ternodai, dan ia tidak habis pikir dengan sikap Richan yang semena-mena.
Kai menghela nafasnya dan mengambil kedua gelas untuk di taruh di tempat cucian kotor, lalu kembali dan mendorong tata meja,tunggu-tunggu…
Kai duduk di dekat meja,ia mengambil sesuatu. Itu Handphone milik Richan yang tertinggal. Kai duduk di sofanya dan mengutak-atik sebentar handphone milik Richan,untungnya Richan tidak memberikan password sehingga mudah bagi Kai untuk mengaksesnya. Kai terjaga sampai tengah malam hanya untuk melihat isi handphone milik orang lain.
*
Semua Trainee sudah berada dalam bus,supir mulai mengemudikan busnya. Richan duduk dengan Eunhyuk di kursi belakang nomor dua,dan Kai duduk dengan Trainee lainnya di kursi dengan lima orang.
Kai memperhatikan gerak-gerik Richan sedari tadi,ia tidak merasakan keraguan,kegundahan atas sejenisnya. Apakah ia belum menyadari bahwa Handphone miliknya tidak ada bersama dirinya?
Semuanya turun dari bus dan ke ruang rehersal masing-masing. Richan duduk seperti biasa,di kursi keyboard sendirian. Sedangkan para Trainee lainnya berlatih bersama-sama. Richan mulai menulis lirik lagu.
Kai melirik kekanan dan kekiri,sepertinya aman. Kai mengetuk pintu dua kali lalu masuk tanpa izin seperti biasanya. Richan langsung berdiri dan membungkukan tubuhnya,”Wah,kau mulai mengerti tentang kode etika Trainee.”
“Kenapa kau berada disini,Kai Sunbaenim?” Richan bertanya,”Tidak baik bagiku jika kau berada bersamaku saat ini,terlebih ketika aku sedang membuat lagu.” Richan hanya mencoba menyelamatkan dirinya. Sebelum terlambat,sebelum mereka tertangkap basah oleh Trainee lain dan muncul berbagai gossip.
“Huhh,” Kai membuangnafasnya. “Kai tidak menyadari sesuatu? Kau tidak merasa kehilangan?” Kai menyelidik.
“Kehilangan?” Richan berfikir sejenak,Ia kemudian mengambil tasnya dan memeriksa sesuatu. “Ah! Handphoneku,aku kehilangan handphoneku.” Akhirnya gadis itu sadar. Lihatlah,betapa bodohnya dirinya.
“Bodoh!” Kai melemparkan Handphone begitu saja,Richan segera menangkapnya dengan nafas terengah. Bayangkan saja,itu Handphone yang baru saja di lempar. “Lain kali kau harus lebih hati-hati.”
“Huhh,kau juga tidak sadar apa yang baru saja kau lempar! Bagaimana jika jatuh? Memang kau mau menggantinya?” Richan menuntut.
“Aku memasukan nomorku di dial call nomor satu. B-beritahu aku jika kau sudah selesai membuat lagumu…” Ucap Kai kemudian membalikan tubuhnya pergi. Richan segera menundukan kepalanya dan kembali pada tugasnya.
*
Kembali seperti malam sebelumnya,Richan pergi ke kamar Kai. Kali ini ia sudah menulis lirik lagunya,jika seusai dengan keinginan Kai,Richan hanya tinggal membuat nadanya.
Richan memberikan hasil kerjanya pada Kai,ia membacanya dengan teliti. Jelas saja,lagu ini adalah senjatanya untuk mengalahkan Eunhyuk,dan juga jika ia menang,dalam satu tahun ia bisa mengeluarkan single pertamanya setelah album debutnya beberapa bulan yang lalu.
“Pada lirik don’t you remember menurutku kurang begitu pas,bagaimana jika di ganti dengan yes,I can remember. Bagaimana?” Kai mengoreksi. Hubungan keduanya cukup membaik,hanya saja terkadang Kai bersifat kekanak-kanakan. Kembali kepada dirinya dingin saat di tempat pelatihannya,dan berubah menjadi sosok hangat jika sudah berada di asrama.
Richan berfikir sebentar,”Menurutku tidak buruk…”
Sentilan ringan akhirnya jatuh pada dahi Richan,”Aku seorang penulis lagu dan penyanyi! Beberapa bulan setelah debut,aku langsung mendapatkan Daesang untuk tahun ini! Tentu saja tidak buruk.” Kai memuji dirinya sendiri,”Seharusnya aku saja yang membuat lagu untuk diriku sendiri.”
Richan berdecak kesal,ia berdiri dan berjalan kearah keyboard tak jauh darinya. “Bantulah aku untuk memindahkan ini,Palli!” Suruhnya dengan sedikit kasar.
“YA! Mengapa kau harus bersusah payah memindahkan? Buat saja iramanya disana!” Kai kembali berkicau.
“Aish! Palliwa! Akan sulit bagiku,bagaimana jika hasilnya jelek? Bagaimanapun itu juga akan mempengaruhi masa depanmu…” Ia mulai beralasan. Kai mau tak mau berdiri,ia membantu Richan  memindahkannya di atas meja. Keduanya duduk kembali.
Satu jam berlalu.
Kembali kepada sosok Richan yang bekerja keras tak kenal henti,waktunya berlalu hanya untuk membuat nada. Richan terus mencoba dan mencocokan dengan lirik yang di buatnya,sesekali ia berfikir bagaimana nada yang harus ia ambil? Sebuah lagu yang mampu untuk mengalahkan yang lainnya,tak boleh ada salah sedikitpun dan harus mendekati kata sempurna.
Kai merasa bosan,ia juga tidak mau membantu musuhnya itu. Itu tugasnya,walaupun masa depan dan harga dirinya berada di lagu itu,Kai berusaha mempercayai gadis di depannya itu. Kai memanjangkan tubuhnya di sofa dengan handphone di tangannya,sementara Richan duduk di lantai berlapis tikar. “Ini sudah jam 8.00 malam,kita harus bangun untuk pelatihan besok.”
“Tidak bisa.aku harus menyelesaikannya setidaknya setengah lagu.” Baru beberapa not balok yang ia tulis,lagi lagi Richan menghapusnya dan menggandi dengan not balok yang lain.
“Kau bisa mengerjakannya di kamarmu,ini cukup berisik di telingaku.” Sebenarnya tidak masalah bagi Kai,ia hanya mencoba untuk mengganggu Richan. Lihat saja,gadis itu terlalu serius pada pekerjaannya,dan Kai sudah bosan sejak satu jam yang lalu.
“Aku baru di rekrut beberapa minggu yang lalu,Taepyeonim belum memberikanku fasilitas pribadi,berbeda denganmu.” Seolah mengabaikan,Richan tetap berfokus pada pekerjaannya.
“Kalau begitu berhenti dan kerjakan esok hari di ruang pelatihan…”Kai menyarankan.
“Resikonya berat,bagaimana jika aku lupa ide-ide untuk esok. Otakku sedang penuh dengan not-not balok di otakku,aku hanya perlu mencobanya satu persatu dan mencocokan yang pas.” Richan berteguh pada dirinya,”dan akan menyenangkan bagiku jika kau tidak menggangguku saat ini.”
Pukul 20.30 malam.

“Hoaaamm,” Kai menguap,”Ini sudah malam. Aku ingin tidur…”
====TBC====