Friday, 24 January 2014

Fanfiction El Dorado Time travel part 1 [Logan lerman and 1D series ]

EL DORADO TIME TRAVEL





Tittle : El Dorado Time Travel
Genre :  Family,Action,Adventure,Fantasy,Legend.
Length : (?) Part- End. *Part belum di tentukan pasti,kemungkinan cerita akan di panjangkan.
Rating : 13+
Cast :
·         Percy Jackson a.k.a. Ayah dari Alena,Vasileve dan Lizzie
·         Alena Jackson a.k.a Anak pertama
·         Vasileve Jakson a.k.a Anak kedua
·         Lizzie Jackson a.k.a Anak bungsu
·         Annabelle Smith a.k.a Musuh keluarga Jackson
·         Luke Horan a.k.a Pengikut Annabelle
·         Jack Styles a.k.a Pengikut Annabelle
·         Edmund Zayn a.k.a Pengikut Annabelle
·         Nick Tomlinson a.k.a Pengikut Annabelle
·         Edward Payne a.k.a Pengikut Annabelle
Support cast : Annabeth Jackson as Istri Percy Jackson.

Writer : HTS 


NOTE
Untuk adik yang masih di bawah umur butuh bimbingan orang tua tentang cerita ini,karena ini hanya sekedar imajinasi dari sang penulis saja. Jangan terlalu terpaku dengan kisah yang di ceritakan disini. Kisah ini beberapa persen di ambil dari LEGENDA  asli,Mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan baik nama,tempat dsb.
Kalian bisa memberi kritik dan saran melalui komentar di bawah ataupun melalui twitter ke Author.
Jika rating pembaca cukup tinggi kemungkinan akan di tulis lanjutan dari cerita sebelum ini yaitu : The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine.
Jadi mohon pastisipasinya untuk membantu share kepada teman anda jika cerita ini menarik,dan Mohon maaf apabila ada karakter yang tidak sesuai dengan sifat aslinya. Karena ini hanya sebuah cerita fiktif belaka,Terima kasih.
PART 1
El Dorado,sebuah legenda tua yang belum terpecahkan dunia sampai saat ini. Entah hanya ini karena sebuah omong kosong belakang atau memang sebuah Kota Emas yang hilang ? huh,sebuah kota emas yang hilang? Tentu saja banyak pemburu harta dunia yang rela menjadikan nyawanya sebagai pertaruhan untuk sebuah perjalanan menuju tempat ini.
Belum ada yang tahu pasti tentang keberadaan El Dorado yang sebenarnya. Diawali penjelajahan Columbus di Amerika pada 1492, kisah dunia baru yang kaya logam mulia itu tersebar ke Eropa, mengundang lebih banyak penakluk Spanyol berdatangan.
Tapi sekarang ini sudah menjadi tahun 2014,kisah El Dorado sudah lama hadir sejak kurang lebih 600 tahun yang lalu. Tapi belum ada di dunia ini yang dapat membuktikan nyata kehadiran Kota emas yang hilang tersebut.
Ribuan penjelajah dunia dan Pemburu harta telah tewas dengan sia-sia tanpa membuktikan kebenaran kisah tersebut. Dengan nafsu mencari sebuah Kota Suku Chibcha yang berbalut emas siapa yang tak ingin memiliki kota tersebut? Lelehan danau berairan emas yang di sebut dengan Danau Guatavita,dan Gunung emas dan batu Zambrud yang bertumpuk disana tentunya menjadi tujuan utama pemburu harta termasuk Annabelle Smith. tapi, siapa dia?
Annabelle Smith,ia adalah seorang musuh terbesar keluarga Percy Jackson. Untuk menuju ke kota El Dorado tentunya di butuhkan koordinat menuju tempat tersebut,dari miliyaran orang di dunia ini hanya keluarga Percy Jackson yang memiliki koordinat menuju tempat tersebut.
Ketika Alena Jackson berumur 5 tahun,Ibunya yaitu Annabeth Jackson mati terbunuh di hadapannya dan kedua adiknya. Tapi… siapa pembunuhnya? Tak lain adalah Annabelle dan pengikutnya. Mendiam memberikan secarik kertas yang berisikan surat serta koordinat menuju surga dunia tersebut. Entahlah,sampai sekarang ketiga anak itu belum dapat mengartikan secarik kertas berisikan kode dan bahasa yang entah berasal darimana itu.
Annabeth Jackson adalah seorang penulis sebuah buku terkenal.sekitar satu tahun ketiga bukunya yang berjudul The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine laris terjual keseluruh dunia dengan berbagai bahasa.
Ketiga buku tersebut adalah sebuah alasan kuat mengapa Annabelle membunuh Annabeth dengan cara yang mengenaskan. Setelah ia tewas,Annabelle yang sering di sapa Anna ini juga tak lupa menyebarkan gosip kebohongan kepada Annabeth.
Semua orang di dunia tidak percaya dengan buku karya Annabelle lagi. Semua orang yang merasa di bohongi membakar jutaan kopi buku tersebut sampai mengucilkan keluarga Jackson. Keluarga Annabeth juga ikut membakar buku itu karena ia tak pernah menceritakan kebenaran cerita tersebut,hanya ketiga anaknya yang percaya dengan cerita itu.
Semua karangan Annabeth adalah sebuah cerita asli dan bukan sebuah omong kosong seperti yang di buat Anna,itu yang memperkuat ketiga anaknya percaya dengan karangan Ibunya tersebut. Harta karun yang hilang,Kode rahasia menuju kota emas dan mesin waktu tanpa di sadari adalah sebuah cerita yang saling berkaitan satu sama lain.
Beberapa bulan sebelum Annabeth terbunuh ia hampir menerbitkan sebuah buku yang berjudul ‘El Dorado’,namun sayangnya ia telah tewas di tangan Anna lebih dahulu. tapi bagaimana bisa seorang bisa kesana? Mungkin ketiga buku karya Annabeth adalah kuci jawaban menuju tempat tersebut.
Sampai umur Alena yang menginjak 18 tahun, ia dan kedua adiknya Vasilive dan Lizzie selalu di kucilkan oleh semua orang sampai sekarang. Mereka bertiga tidak dapat sekolah dan bermain seperti remaja pada umumnya,mereka hanya berdiam diri di rumah dan terkadang membeli makanan ringan di minimarket. Bahkan terkadang pemilik minimaket tak ingin menjual makanan kepada mereka, sehingga Alena sebagai anak tertua harus pergi ke minimarket lain yang belum tentu mengizinkannya membeli makanan disana.
Mereka seperti tidak memiliki sanak keluarga di dunia ini,dua minggu lagi  rumahnya harus di jual kepada orang lain karena terlibat hutang. Mengapa mereka berhutang? Itu karena ketiga anak Jackson tidak bekerja dan memiliki uang. Hanya seorang Pengusaha kaya yang memberikan mereka uang sebesar 50 USD setiap bulannya.
Tentu saja ini tidak dengan cuma-cuma, pengusaha itu memberikan waktu dua minggu lagi untuk mereka keluar dari rumah tersebut. Rumah mereka adalah harta satu-satunya untuk ketiga anak Jackson. Tapi mereka telah meminjam uang berjuta-juta USD padanya sehingga harus membayarnya dengan harta mereka satu-satunya.
Jika Alena tidak mau rumahnya di jual,ia harus mengganti uang sebesar 300 juta USD kepadanya sebelum dua minggu lagi. Ibunya pernah berpesan “Secarik kertas dan rumah ini adalah harta berharga untuk kalian,jangan pernah memberikan ini kepada orang lain.” Tapi jika mereka menjual rumah ini bagaimana? Tidak ada cara lain selain membayar hutangnya tersebut kepada pengusaha itu.
Author POV.
Ckkkrrrriikkkk…
“Kakak sedang apa?” Tanya gadis berumur 16 tahun bernama Lizzie,ia adalah adik bungsu Alena. Lizziepun duduk di pinggiran kasur dekat Alena, “Kakak masih ingin mencoba mengartikan kertas bodoh tersebut.” Lanjut Lizzie. Memang hanya sekedar kertas berisikan bahasa alien mungkin,tapi itu adalah sebuah harta bagi Alena yang di berikan Ibunya untuk membiayai kedua adiknya.
Alena menyadari bahwa Lizzie adiknya berbicara padanya,ia melepaskan kaca pembesar dari tangannya dan beranjak berdiri dari kursi yang ia duduki sebelumnya, “Kenapa kau selalu menghina kertas pemberian Ibu ini?” Alena berkacak pinggang sambil melepas kaca mata yang ia pakai.
“Kak,berhentilah mengurusi kertas bodoh tersebut! Bagaimana kita membayar hutang untuk rumah ini?” Lizzie mulai meninggikan suaranya, “Kak,aku bosan hidup seperti ini! Kita semua di kucilkan semua orang,Kak Vasilive selalu berdiam diri di ruangan bodoh tersebut tanpa berbicara. Dan Kakak selalu mengurusi kertas bodoh yang entah apa isinya itu! apakah hanya aku yang hidup dengan waras di keluarga ini?”
Prakkkkkk…
Awh,pasti sakit rasanya. Kata-kata Lizzie barusan mungkin membuat Alena terhina sampai ia harus menampar pipi adiknya tersebut.
“Kertas bodoh? Lizzie,berapa kali lagi Kakak harus mengatakan ini padamu?” Keluh Alena, “Sebelum Ibu menutup matanya,ia mengatakan kalau ini adalah sebuah harta berharga. Kau juga melihat saat Ibu memberikan ini untukku,tapi kau masih berumur 3 tahun sehingga tidak mengerti ini. Kau bahkan yang mengerti tentang Sejarah dan Arkeolog tidak tahu darimana bahasa yang tertulis disini!” Seru Alena yang menceramahi adiknya tersebut.
“Kak,dari seluruh bahasa yang ada di dunia ini…tidak ada satupun bahasa seperti yang tertulis dalam kertas bodoh tersebut. Jadi berhentilah untuk menerjemahkan kertas yang tidak ada artinya itu dan fikirkan bagaimana kita harus membayar hutang rumah ini!” Lizzie terus memegangi pipinya yang merah di buat kakaknya.
Entah darimana fikiran Lizzie ini,ia mengambil segelas air di atas meja kerja kakaknya dan menumpahkan air ke wajahnya.
“Ck!” Alena hanya bisa berdesis kesal sambil memalingkan wajahnya saat adiknya menumpahkan air ke arahnya.
Oh My God! Apa yang telah di lakukan Lizzie? Alena melihat kertas berharganya tersebut basah terkena air yang di tumpahkan Lizzie barusan,dan yang lebih parahnya lagi… beberapa huruf disana menghilang karena luntur.
Kertas yang awalnya penuh berisi tulisan seperti :
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang.td5r7565hghftytsaat kau memiliki masalah besar,ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
Tiba-tiba menghilang beberapa hurufnya. Oh,Alena sekarang mengerti tentang Misteri kode yang tertulis di surat ini.
“Lizzie,dengarkan kakak. Kau telah membantuku untuk memecahkan kode rahasia ini.” Semoga apa yang di fikirkan Alena ini benar,Ia memegang kedua pundak adiknya dengan tatapan sangat senang yang belum bisa di artikan oleh Lizzie, “Ambilkan sebuah nampan persegi panjang dan isi air di dalamnya dan cepat bawa kesini!” Suruh Alena. Entahlah apa yang ada di fikirannya ini,seharusnya ia sedih karena sebagian huruf disana menghilang. Bukannya malah memberi tatapan senang seperti ini.
“Kak,ada apa? Kenapa menjadi seperti ini?” Tanya Lizzie yang terkejut mengapa kakaknya ini menyuruhnya membawakan nampan persegi dan air seperti ini,harusnya ia marah bukan seperti ini.
“Cepat ikuti perintah kakak! Kakak mengerti tentang surat ini.” Alena terus memukul lengan adiknya agar pergi menuruti perintahnya.
Lizziepun hanya bisa menurut mengikuti perintah kakaknya yang sulit di artikan ini,.
Alena menyalakan lampu belajarnya dan menggunakan kembali kaca matanya. Entah apakah ini karena Dewi Fortuna yang berpihak padanya atau apa, akhirnya setelah 13 tahun lamanya Alena bisa mengartikan kode rahasia dari Ibunya ini.
Lizzie datang membawakan nampan persegi panjang dan air di dalamnya sesuai perintah kakaknya dan menaruh di meja Alena dengan perlahan.
Alena menaruh kertas itu perlahan dan HA! Beberapa huruf disana menghilang sesuai dengan dugaan Alena sebelumnya. Tapi-tapi,kenapa ia sangat senang? Apa karena surat penting disana bisa terbaca di dalam air?
Alena dengan perasaan sangat bergembira mengambil kertas itu dan membacanya, ia tahu sekarang apa yang tertulis disana! Ia dengan perasaan yang sulit di artikan ini tiba-tiba langsung memeluk adiknya dengan bangga.
“Kakak tahu apa surat ini,Lizzie cepat ambilkan semua buku karya ibu dan temui kakak di balkon atas,Kakak akan pergi ke gudang.” Ucap Alena dengan mata berbinar yang langsung pergi membawa kertas itu ke balkon atas rumah mereka.
Lizzie dengan bingungnya hanya bisa menuruti perintah kakaknya untuk mengambil keenam buku karya Ibunya di perpustakaan kecil rumah mereka.
Maksudnya,Ibunya kan menuliskan 3 judul buku sampai saat ini. Beberapa tahun kemudian saat keluarga mereka di kucilkan, Vasilive dan Lizzie memberanikan dirinya pergi ke toko buku beberapa tahun yang lalu. Mereka membeli ketiga buku karya Ibunya,tiga untuk Vasilive dan tiga untuk Lizzie.
Karena Ibunya hanya memberikan tiga buku cetakan pertama untuk Alena sebagai kakak tertua,Lizzie dan Vasilive akhirnya membeli bukunya di toko buku. Sebenarnya bisa saja mereka membeli tiga buku untuk di baca bergantian,tapi ia malah membeli sebanyak enam buku.
*Maksudnya kan ada tiga judul buku,nah di situ mereka beli satu-satu untuk setiap judul. Biar nggak berantem(?).jadi setiap anak punya tiga buku dengan judul yang berbeda karya ibunya.*
***
Alena menggeser kursi kusamnya dan duduk disitu. Ah,ruangan ini sungguh berdebu seperti tidak pernah di bersihkan sebelumnya. Meja belajar Alena dulu masih tersimpan di gudang ini yang sudah sangat berdebu. Gudang ini berisi banyak benda yang sangat kusam.
Alena menyalakan lampu belajar yang sudah di tutupi dengan sarang laba-laba tersebut,untunglah masih bisa menyala.
Ia mengambil ketiga buku yang pernah di berikan oleh ibunya,dari sekian jutaan kopi buku yang terjual di dunia ini. Buku itu adalah setiap cetakan pertama yang di berikan untuknya.
Sial,buku ini juga cukup berdebu juga, Alena membersihkan debu pada ketiga buku tersebut dengan tangannya.
Ia membaca surat itu lagi dan…
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang . td5r7565hghftyt saat kau memiliki masalah besar , ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah aku berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah  r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu.  Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini  rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
*Anggap yang bergaris itu menghilang.
Alena tahu sekarang jadi itu adalah hadiah terbesarnya. Alena menyelidiki satu pesatu ketiga buku yang ada di hadapannya dengan cermat,dimulai dari buku The Lost Treasure.
Ckkkrrriiikkk…
Lizzie datang membawakan keenam buku tersebut dan menaruhnya di atas meja. “Kak,ada apa? Tolong jelaskan padaku.” Runtuk Lizzie,jelas saja. Ia belum mengerti dengan kelakuan kakaknya.
Alena belum menjawab pertanyaan adiknya.Kesembilan buku sekarang sudah ada di hadapan Alena. Ia menyelidiki perlahan apa perbedaan setiap buku yang di berikan oleh ibunya dan yang di beli di toko buku.
Alena mengambil kertas yang mulai usam dan pulpen disana. Setiap buku dan yang lainnya memiliki perbedaan pada barcodenya. Jadi itu jawabannya, Barcode pada buku yang Ibunya berikan ibunya sangat berbeda dan berwarna emas. Kedua buku milik Lizzie dan Vasilive memiliki barcode angka yang sama dan berwarna hitam. Mungkin setiap buku yang terjual juga sama seperti miliki Lizzie dan Vasilive.
“5 digit terakhir.” Gumam Alena dalam hati. Tertulis 89456 72547 19367 pada buku milik Alena dan 89456 27366 28357 pada buku Lizzie dan Vasilive. Buku pertama karya ibunya adalah The lost Treasure,buku keduanya The Mistery code dan buku ketiganya Time Machine.
Buku kedua dan ketiga karya ibunya juga sama. Yang di berikan pada ibunya berbeda dengan yang di jual di pasaran.
“Kak,untuk membuka pintu rahasia ini membutuhkan 15 angka. Tapi ada milyaran juta angka untuk membuka ini,mana mungkin kita harus mencoba 00000 00000 00000 sampai 99999 99999 99999.” Alena teringat dengan ucapan adik keduanya yaitu Vasilive.
Alena mengambil 5 angka terakhir dari buku pertama sampai terakhir dan menemukan 15 angka rahasia tersebut. Betapa bahagianya Alena saat ini.
Alena memeluk erat Lizzie,dan Lizzie hanya bisa terdiam. “Lizzie,kau ingat dengan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah rumah kita? Aku menemukannya,mungkin disana ada harta emas seperti yang di ceritakan ibu.” Alena tidak tahu harus mengungkapkan apalagi untuk menggambarkan kebahagiannya,yang jelas ia sangat bahagia sekarang.
“Kak tolong tenang dan jelaskan semuanya dengan perlahan padaku.” Tutur Lizzie yang melepaskan pelukannya dengan perlahan lebih dulu.
“Kau menumpahkan air ke wajahku dan mengenai kertas ini,sebagian huruf tiba-tiba menghilang. Dan aku mencobanya pada air di nampan itu,huruf tidak penting menghilang dan bertuliskan untuk ketiga anakku tersayang.saat kau memiliki masalah besar, aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.ambillah ketiga buku,yang pernah aku berikan untukmu.sampai kau sampai di sebuah pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. dia masih hidup dan terus menunggumu.Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? banyak orang di sekitarmu yang ingin mencuri harta berharga ini,ibu akan terus menyayangimu  5 digit terakhir.’ “ Alena meberikan kertas itu pada Lizzie. “Ayo kita ke bawah dan temui Vasilive,mungkin dugaanku ini benar.” Ucap Alena yang menarik tangan adiknya untuk mengikutinya.
Lizzie sungguh tidak percaya, kakaknya telah mencoba dengan cara apapun jadi seperti ini cara memecahkan kode rahasia itu. mulutnya masih terkatup tak percaya saat kakaknya menariknya untuk menemui Vasilive di lantai bawah.
***
Vasilive Jackson adalah gadis berumur 17 tahun, ia adalah kakak dari Lizzie dan adik dari Alena. Ia juga anak tengah dalam keluarga Jackson.
Vasilive terus mencoba beberapa angka untuk membuka sebuah pintu bawah tanah di ruangan lab. Milik ayahnya ini. Ayahnya juga seorang penjelajah dunia,entah kenapa ia menghilang tanpa sebab sampai sekarang.
Alena langsung memeluk adiknya tersebut dengan sangat erat lalu melepaskannya sesaat.
“Ada apa,Kak?” Tanya Vasilive. Jelas saja,tiba-tiba kakaknya memeluknya dengan tiba-tiba. Vasilive menjadi gadis pendiam dan pemurung sejak kematian Ibunya dan ayahnya yang menghilang. Ia juga jarang bicara pada adik dan kakaknya.
Ia hanya terus membuat penemuan seperti CCTV sebesar debu,laser mematikan dan sebagainya di lab. Milik ayahnya ini. Padahal jika ia menunjukan penemuanya itu pada dunia,pasti ia akan menerima banyak uang. Sudah lebih dari 100 penemuan yang di buatnya.
“Kakak menemukan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah ini. Kau ingat dengan kertas berisi kode misterius dari ibu?” Tanya Alena yang membuat Vasilive menganggukan kepalanya, “Coba ini,ternyata ketika terkena air. Sebagian huruf menghilang dan menghasilkan sebuah surat dari Ibu,dan kakak mencoba pada buku yang di berikan pada Ibu. Lalu menghasilkan angka ini.” Alena memberikan kertas itu kepada Vasilive adiknya.
“Baik,Kak.” Tanpa fikir panjang Vasilive langsung mengambil kertas itu dan mencobanya. Hanya ini satu-satu cara untuk membuka pintu ini. Karena Ibunya pernah berpesan walaupun di bom dengan bom apapun,di hancurkan dengan cara apapun tidak akan pernah pintu ini terbuka selain tanpa 15 angka ini.
Dan entah berapa IQ yang di miliki keluarga Jackson. Entah menggunakan tinta dan kertas apa Annabeth menulis surat ini, ini cara yang cukup keren untuk menulis surat rahasia.
HA!
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah terbesarnya itu adalah sebuah….

===== TBC ===== 

Tuesday, 14 January 2014

FANFICTION KOREAN FF MY FAN,MY ENEMY,MY WIFE -PART 6 [HEECHUL AND EUNHYUK SERIES]


Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : 10 Part- End.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
     Kim Woobin
     Jung Il Woo
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS

Note !!!
Please don’t share my FF Without my permission

PART 6

“Pemeran utama? Nuguseyo?” Tanya Eunhyuk.
“Nanti dia akan datang. Jadi drama ini bercerita tentang percintaan kisah cinta segitiga. Untuk lebih lengkapnya,aku akan mengambil kontrak dan skrip untuk kalian bertiga. Jadi tunggu dulu disini ya.” Ucap Sutradara Jung lalu pergi mengambil naskah dan kontrak untuk dramanya. Sutradara Jung kembali,“Ini skripnya kalian bisa lihat dulu. Dan…”  Pembicaraan mereka terhenti saat sura pintu terdengar. Mungkin itu pemeran utama yang di maksud Sutradara Jung.
Ckkkrrriiikkkkkk…
“YA! Sutradara Jung senang bertemu denganmu lagi.” Seseorang masuk dari balik pintu. Ya,siapa lagi kalau bukan Kim Heechul. Sapaannya cukup akrab,karena Heechul sering bermain dalam drama yang di sutradainya. Heechul masih berdiri di dekat pintu.
 “YA! Heechul-Ah,duduklah disini.” Sapa Sutradara Jung menawarkan tempat duduk untuknya.
“MWORAGO?” sontak saja Eunhyuk dan Hyesun terkejut dan mengucapkan itu bersama. Apa yang di katakan Sutradara Jung,Heechul-Ah? Pantas mereka berdua terkejut,Hyesun dan Eunhyuk membelokan wajahnya menatap sosok orang mengerikan itu yang masih berdiri di dekat pintu.
“K-kim Heechul?” Tanya Hyesun dengan gugup. Matanya mengerjap berkali-kali,mulutnya masih mangap karena terkejut untuk dengan sosok itu. berani sekali orang dia itu datang kemari, membuat suasana menjadi kacau saja.
“MWO? Neo…” Tangan Eunhyuk menunjuk mengarah pada Hyung di depannya itu. sejak keluar dari Super Junior memang hubungan mereka berdua menjadi renggang,tak seperti dulu. Bukan hanya dengan Heechul saja,pada anggota lain Eunhyukpun begitu. Ya,mungkin sekarang Eunhyuk menganggapnya seorang musuh.
“Kalian jadi sudah saling kenal? Itu lebih baik,duduklah disini. Ini skrip untuk kalian bertiga.” Sutradara Jung memberikan naskah drama untuk ketiga orang itu, “Hmmm,kalian berbincang dulu. Aku ingin mengambil minum,kalian ingin sesuatu?” tanya Sutradara Jung.
“Tidak usah,Sutradara Jung.” Jawab Hyesun. Eunhyuk dan Heechulpun menggelengkan kepalanya.
“Ne,aku akan kembali.” Ucap Sutradara Jung lalu pergi menghilang dari tempat itu.
Heechulpun duduk di sebelah Hyesun,Ya karena memang hanya ada tiga kursi. Eunhyuk duduk paling pojok dan Hyesun di tengah,mau tak mau Heechul harus duduk disana. Menyadari Heechul duduk di sampingnya Hyesun langsung menggeser posisi tempat duduknya lebih  dekat  dengan Eunhyuk.
“Waeyo?” Tanya Eunhyuk pada Hyesun. Posisi tempat duduk Eunhyuk dan Hyesun yang tadinya cukup renggang sekarang menjadi sangat dekat.
“Aku tidak menyukai orang ini.” Cicit Hyesun.Apa Hyesun tidak sadar mengatakan itu di samping orangnya langsung? Ya ampun,berani sekali Hyesun ini.
“YAA! Hyesun-Ah,apa maksudmu tidak menyukai orang ini? Aish!” Heechul mulai kesal dan terganggu. Dia menggeser kursinya sedikit agar lebih jauh jaraknya dengan Hyesun. Okay,sekarang Heechul harus fokus pada naskah yang ada di depannya. Heechulpun membaca naskah tersebut.
“Oppa…”Panggil Hyesun pada Eunhyuk. Mungkin maksud panggilannya itu adalah untuk mengusir Kim Heechul,mungkin juga karena meminta tolong untuk menjauhkannya dari hadapannya, atau mungkin karena Hyesun ingin Eunhyuk untuk membantu membalas ucapan Heechul tadi?
Eunhyuk mengerti dengan maksud Hyesun memanggilnya, “Hyung,aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Namun,dia sedang mencoba melupakanmu. mohon jangan mengangu Hyesunku.”  Ucap Eunhyuk pada Hyungnya tersebut.
“Mengganggu? Mworago? Ah! aku ingat kejadian saat di Namsan itu.” Ucap Heechul. Apa mungkin tebakannya itu benar? Menganggu,mungkin maksud menganggu disini atas kedatangannya atau mungkin tentang kejadian di Namsan itu?
“Oppa…” Panggil Hyesun lagi. Ah kali ini Hyesun mulai terusik dengan kedatangan Heechul,Mantan Idolanya itu. Berani sekali ia masih menginggat kejadian itu,bukannya minta maaf malah membahasnya.
“Hyung,mohon tidak membahas masalah itu disini. Dan baca skrip yang ada di depanmu.” Suruh Eunhyuk. Mungkin sekarang Eunhyuk juga kesal dengan Heechul,Ia juga tak sekejam itu. dia masih menganggap Hyung itu.
“Baiklah,jika itu maumu.” Ucap Heechul yang kemudian membuka lembaran demi lembaran Naskah dramanya itu. Heechul terkadang tersenyum dengan naskah tersebut,mungkin ia membayangkan dirinya dengan Hyesun dan Eunhyuk jika memerankan drama itu.
Hyesun dan Eunhyukpun mulai membaca Naskah dramanya tersebut. Drama yang kemungkinan akan mereka perankan adalah ‘Hello,Chingu’ Bercerita tentang kisah cinta segita mereka. Sebenarnya ada dua tokoh penting lagi dalam drama ini. Kedua tokoh itu salah satunya menjadi teman baik Heechul dan yang satunya menjadi teman baik Eunhyuk.
“Mwo?” Pekik Hyesun kaget dengan salah satu adegan yang berada dalam naskah tersebut.
“Berisik sekali.” Decak kesal Heechul. Mungkin dia terganggu karena Hyesun berteriak tadi,entah sengaja atau tidak. Hanya Heechul yang tahu.
“Mianh,Kim Heechul!” Seru Hyesun pada Namja mengerikan itu. menggunaka bahasa yang informal padanya ketika berbicara,padahal dulu Hyesun memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’ dan berbicara dengan bahasa yang Formal.
“Kenapa? Apa ada masalah dalam drama itu?” tanya Eunhyuk pada Hyesun.
“Oppa,kenapa selalu ada adegan ciuman dalam setiap drama?”
“Itu yang membuat sebuah drama menjadi seru,Lee Hyesun.”
Hyesun mengerti dengan ucapan Eunhyuk sekarang. Ia hanya bisa diam sembari membaca naskah tersebut,jika Eunhyuk yang mengambil peran sebagai Choi Chanyoung mungkin adegan ciuman bisa berubah menjadi ciuman palsu. Tapi bagaimana jika Heechul yang mengambil peran ini?
Jadi ada adegan ciuman dalam drama ini? Batin Heechul yang mendengar pembicaraan mereka.
Jalan ceritanya cukup bagus. Batin Eunhyuk.
“Annyeong,Bagaimana kalian mau menerima drama ini?” Tanya Sutradara Jung yang langsung duduk di kursinya.
“Shireo!”  Kenapa mereka bertiga begitu kompak. Mengatakan tidak ingin menerima ini,dengan sangat kompak. Jika mereka menerima drama ini padahal,mereka bisa mendapatkan kemistri yang sungguh baik.
Jika Heechul,sudah jelas karena ia tidak ingin bermain drama dengan Hyesun. Kalau Hyesun apalagi,Ia lebih tidak mau bermain drama dengan orang seperti dia. Bagaimana jika Eunhyuk? Mungkin ia takut Hyungnya mengambil peran sebagai Chanyoung. Sutradara Jung memberikan kebebasan untuk mereka menentukan peran,tapi jika Hyesun? Mau tak mau ia harus berperan sebagai Hyeri jika menerima drama ini.
“Kenapa kalian begitu kompak menolak drama ini? Apakah jalan ceritanya tidak bagus?” Tanya Sutradara Jung memasang raut wajah kesedihan.
“Tidak,bukan begitu Sutradara Jung. Jalan drama ini sangat bagus kok.” Hyesun mencoba menghibur Sutradara Jung.
“Sutradara Jung,bagaimana jika aku dan Hyesun mengambil drama ini dan biarkan Heechul hyung menolak drama ini?” Tanya Eunhyuk. Waw,sekarang dongsaengnya itu sudah berani rupanya.
“Tapi peran dalam drama itu sungguh cocok untuk kalian bertiga,kita mungkin bisa mendapatkan rating yang sangat tinggi untuk setiap episodenya. Terlebih lagi banyak Cameo di drama itu,Jung Ilwoo dan Kim Woobin juga berperan penting dalam drama itu.” Ucap Sutradara Jung menekuk wajahnya.
Apa yang baru di katakan Sutradara Jung? Kim Woobin dan Jung Ilwoo? “Sutradara Jung. Jung Ilwoo dan Kim Woobin akan bermain dalam drama ini? Bukan sebagai cameo?” Tanya Hyesun yang terkejut,sejak dulu Hyesun ingin sekali bertemu dan bermain drama dengan Namja tampan seperti mereka itu.
“Ne,Kim Woobin sebagai teman Jaehyun dan Jung Ilwoo sebagai teman Choi Chanyoung.” Jawab Sutradara Jung yang masih bersedih. Mungkin ini salah satu trik agar mereka bertiga menerima drama ini.
“Sutradara Jung,dimana kontraknya? Aku bersedia menerima drama ini.” Ucap Hyesun membenarkan posisi duduknya. Ia juga mengangkat kepalanya sambil tersenyum senang mendengar kedua Idolanya bisa bermain drama bersamanya.
“Dasar fangirl!” cicit Heechul yang nampaknya terdengar oleh semua orang disana.
“YA! Heechul-ah,kau tidak boleh seperti itu.” Marah Sutradara Jung pada Heechul, “Jinjjayo? Kau akan menerima drama ini,Hyesun-Ah?” tanya Sutradara Jung pada Hyesun. Hyesun tersenyum dan menganggukan kepalanya. Setidaknya ini cukup untuk menyenangkan hatinya.
AKU JUGA AKAN MENERIMA DRAMA INI!” Astaga, Heechul dan Eunhyuk mengucapkannya bersama lagi.
Sutradara Jung hanya bisa tersenyum senang, “Kalian berdua ingin berperan sebagai apa?” tanya Sutradara Jung.
“Jika boleh,aku ingin bermain sebagai Choi Chanyoung.” Jawab Eunhyuk dengan tegas.
“Aku akan bermain sebagai Lee Jaehyun,Sutradara Jung.” Sahut Heechul tersenyum.
“Baiklah,sertakan data diri kalian disini dan jangan lupa untuk menandatanganinya.” Ucap Sutradara Jung memberikan map yang berisi kontrak tersebut.
Hyesun menerima map itu dan mengisinya dengan baik,Heechul dan Eunhyuk nampaknya juga begitu. Tapi jika di perhatikan baik-baik tampaknya ada raut ketidak sukaan Hyesun saat Heechul mengatakan ingin mengambil peran sebagi Lee Jaehyun.
Senang karena tandanya Hyesun akan berciuman dengan Eunhyuk dalam drama itu. Tapi, “Matilah aku!” Batin Hyesun, jelas saja. Dalam drama itu Jaehyun sangat membenci Hyeri,Hyeri selalu di Bully oleh Jaehyun. Jika begini,Hyesun bisa benar-benar di Bully oleh seorang Kim Heechul seperti waktu pertama kali mereka bertemu.
“Terima kasih senang berbisnis dengan kalian.” Ucap Sutradara Jung berdiri sembari menyalamkan tangannya kepada mereka, “Naskahnya bisa kalian bawa,besok kita sudah akan memulai syuting. Aku akan mengirimkan alamatnya melaui pesan singkat.” Sutradara Jung kemudian memberikan naskah itu kepada mereka bertiga.
“Gamsahamnida.” Hyesun membungkukan badannya.
Mereka berdua keluar dari dari ruangan itu.
“Hyesun,Mau ku antar pulang? Kita bisa pulang dengan menaiki taksi bersama.” Tanya Eunhyuk.
Heechul hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berjalan pergi. Iapun menunggu agar pintu lift terbuka,namun sejak tadi belum terbuka.
“Tidak usah,Oppa. Kita melalui jalan yang berbeda.” Jawab Hyesun.
Dddrrttt… Drrrrttt…
Telefon genggam Eunhyuk bergetar sekali menandakan sebuah pesan singkat padanya.
“Hyesun-Ah,Mianhae. Aku harus pergi duluan.” Ucap Eunhyuk menyesal.
“Ne,Gwenchana.” Hyesun tersenyum, Eunhyukpun pergi duluan dengan menggunakan tangga eskalator karena sejak tadi saja masih terlihat Hyungnya masih menunggu lift disana. Mungkin akan terlambat jika Eunhyuk harus menunggu lift.
Ting!
Pintu lift terbuka,Heechul masuk ke dalam lift itu. Ia menekan tombol lantai satu,Pintu lift akan tertutup. Namun terbuka lagi,mungkin karena ada yang menekannya.
Astaga! Orang yang menekan tombol itu adalah Hyesun,sungguh sial. Hyesun kemudian masuk kedalam lift tersebut dan pitu lift tertutup.
Hyesun hanya bisa diam dan membuka ketika harus bersampingan dengan orang itu. suasana menjadi canggung. Hyesun hanya bisa berharap ia cepat keluar dari lift ini,Hyesun terus menatap gambar LED yang berada di atas pintu itu menunjukan angka 11. Masih sangat lama sekali ia untuk cepat keluar dari sini.
“Kau…menyukai Dongsaengku?” Heechul memulai pembicaraan. Ia masih menatap pintu lift itu,Ini pertama kalinya Heechul memiliki saat berduan dengan Hyesun. Ya,pertemuan pertama yang lalu terjadi sangat tragis. Anggaplah itu tidak pernah terjadi,Jadi ini adalah yang pertama.
“Apa…terlihat seperti itu?darimana kau dapat gosip seperti itu? mungkin sekarang aku mulai menyukainya.” Jawab Hyesun dengan datar. Sebenarnya Hyesun tidak ingin menjawab pertanyaannya,tapi ia masih memiliki sopan santun setidaknya.
“Hyesun-Eunhyuk dating! Telah menjadi trending topik sejam beberapa jam yang lalu.”
“Begitukah? Aku belum melihatnya,Eunhyuk Oppa menyuruh penggemarnya untuk menyebarkan gosip itu beberapa jam yang lalu.”
“Sedang mencoba melupakanku?” Skakmat! Pertanyaan maut itu,kenapa Heechul bertanya seperti itu?
“……………………” Tuhan,tolong aku. Batin Hyesun
“Tidak bisa menjawab? Kau akan mengerti kenapa—“
Ting! Pintu lift terbuka.
“Aku pergi duluan.” Ucap Hyesun datar dan lebih memilih berjalan duluan, Terimakasih! Tuhan rupanya masih menolong Hyesun.
Heechul hanya bisa tersenyum lalu berjalan di belakangnya. Hyesun sudah berjalan cukup jauh darinya.
“Heechul Oppa! Bisa kau tanda tangan disini?” Sial! Seorang penggemar disana menyadari keberadaan Heechul. Heechul hanya bisa menurut dan memberi gadis itu sebuah tanda tangan,Hyesun sudah tak terlihat batang hidungnya.
“Aku akan bermain drama. Beritahu temanmu agar menonton dramaku dengan Eunhyuk ya? Agar rating drama kami menjadi tinggi,kau penggemar pertama yang tahu hal ini.” Ucap Heechul tersenyum dan memberikan buku yang sudah di tandatanganinya.
***
Heechul mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir disana.
Tiiiiittttttttttttttttttttt
Heechul membunyikan klakson mobilnya dengan panjang saat melihat sosok seorang Lee Hyesun berdiri di bahu jalan. Mungkin dia sedang menunggu taksi akan lewat.
“Naiklah,anggaplah ini sebuah permintaan maaf karena aku terlalu memakimu saat pertama kali kita bertemu.” Sahut Heechul dengan mengeluarkan kepalanya dari luar jendela mobilnya.
“Tidak perlu,aku akan menunggu taksi.” Ucap Hyesun datar.
“Kau ingin menunggu sampai kapan,pagi hari ? lihat saja jam tanganmu sudah menunjukan pukul berapa? Tidak akan ada taksi lagi yang lewat jam 10.00 malam.”
Tanpa fikir panjang Hyesun langsung masuk ke dalam mobil itu. Benar juga yang di katakan Heechul! Sepanjang jalan tidak terlihat taksi yang akan lewat disini. Okay! Hyesun melakukan ini karena terpaksa dan tidak ada tujuan lain,“Terimakasih sebelumnya.” Ucap Hyesun yang sudah memakai sabuk pengaman.
“Dimana rumahmu?”
“Kau hanya perlu berjalan lurus sejauh setengah kilometer dan berbelok kiri,rumah paling ujung,disana rumahku.”
“Kau belum menjawab pertanyaanku.” Heechul mulai mengemudikan mobilnya.
“Apa?”
“Kau membenciku? Kau ingin melupakanku?”
“…………………………”
“Tidak bisa menjawab? Kau akan mengerti kenapa saat itu aku bersikap kasar padamu.”
“Aku…..” tes tes tes. Satu persatu butiran air mata jatuh ke pipi Hyesun,Ia sudah tidak sanggup sebenarnya ingin berbica dengan orang itu. terlebih lagi mengingat kejadia mengerika itu.Heechul memberhentikan mobilnya.
“Kau menangis? Pada saatnya tiba,aku akan mengatakan hal yang sejujurnya padamu,Mianhae.” Heechul menatap Hyesun. Hyesun terus menangis,apakah salah Heechul bertanya seperti itu? Ya ampun,Heechul merasa bersalah lagi. Hyesun hanya diam dan terus menangis,“Jeongmal Mianhae.berhentilah terlalu dekat dengan Dongasaengku,terutama Lee Hyukjae. Aku cemburu.”
“Untuk apa kau cemburu? Bukankah kau dan wanita ‘S’ sudah resmi berpacaran.”
“Jangan membahas dia lagi.”
“Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau memakiku saat pertama kali kita bertemu,kenapa kau sekarang berbuat baik saat aku sedang mencoba melupakanku? Kenapa pada sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu Kim Heechul?” Tanya Hyesun meluapkan kesedihannya.
“Mianhae,sudah kukatakan aku akan menjelaskan padamu pada saat itu tiba.Berhentilah menangis.” Heechul mendekat dan langsung menghapus air mata Hyesun dengan kedua tangannya,“Keluarkan saja apapun yang ingin kau katakan,jika kau ingin memarahiku lakukan saja.lakukan apa yang ingin kau lakukan padaku,katakan padaku semua kekesalanmu. Saat ini… hanya itu yang bisa aku lakukan sebagai seorang mantan biasmu.”
“Kau jahat! Kau terlalu jahat padaku,Kim Heechul!” teriak Hyesun.
“Aku tahu itu,aku memang jahat. Mohon bantu aku meyakinkan perasaanku.”Heechul menghapus air mata Hyesun lagi.lalu menyetirkan mobilnya, “Mianhae,selama ini aku telah membuatmu menderita dan membenciku.”
“Lalu untuk apa kau melakukan ini padaku?” Tanya Hyesun menatap Heechul.
“Kau akan mengerti,disini rumahmu?” Tanya Heechul memberhentikan mobilnya.
“Ne Gumawo,Kim Heechul.” Ucap Hyesun keluar dari mobil itu.
“Jangan terlalu banyak menangis,wajahmu akan terlihat jelek saat di episode pertama nanti.”
“Arraseo.” Hyesun masuk ke dalam rumahnya,Heechul menyalakan mobilnya.
“Nugu? Seorang pria? Ah,mungkin itu kakaknya.” Ucap Heechul saat seorang pria masuk kedalam rumah Hyesun.
***
Eunhyuk,Heechul dan Hyesun pagi ini mendapat pesan dari Sutradara Jung. Mereka pergi ke lokasi syuting tersebut.
“Hyesun-Ah.” Eunhyuk duduk di samping kursi rias dekat Hyesun, “Oh,ada apa dengan matamu? Kau menangis semalaman kemarin?” tanya Eunhyuk melihat mata Hyesun memiliki kantung mata dan terlihat tidak segar. Ya,benar. Hyesun menangis semalaman di kamar setelah Heechul mengantarnya.
“Apa terlihat begitu jelas? Aku sudah menggunakan makeup,seharusnya ini tidak terlihat jelas.” Jawab Hyesun memandangi wajahnya pada cermin di depannya.
“Dia menangis setelah aku mengantarkannya pulang kemarin,Lee Hyukjae.” Sahut Heechul yang langsung berdiri di sekitar sana. Ya ampun,darimana datangnya pria ini?
“MWORAGO? Kalian?” Eunhyuk mulai berfikir yang tidak-tidak rupanya.
“Aish! Kalian berdua sangat berisik!” Pekik Hyesun kesal. Ia berdiri lalu pergi meninggalkan mereka.
“Itu semua karenamu!” Tuduh Eunhyuk pada Heechul.
“Berhentilah menyukainya,Lee Hyukjae! Dia menyukaiku,percuma jika kau terus mengejarnya.” Heechul berkacak pinggang.
“Hyung,bukankah kau sudah berpacaran dengan wanita ‘S’?”
“Aku sudah lama putus.”
Disisi lain.
 “B-bukankah itu Ilwoo sunbae?” Hyesun menghentikan langkahnya saat melihat sosok seseorang yang kemudian adalah Jung Ilwoo. Hyesun mengerjapkan kedua matanya berkali-kali.
“Tunggu sebentar ya?” Ucap Jung Ilwoo pada salah seorang Kru. Jung Il Woo membalikan tubuhnya melihat Hyesun yang mungkin akan kabur darinya, “YAA! Apa kau Lee Hyesun?” teriak Jung Ilwoo.
Mati aku!.Batin Hyesun. Dia hanya diam membeku di tempat,tapi ini kesempatan emas! Tidak boleh di lewatkan,“A-annyeong Hasseyo,Sunbaenim.” Sapa Hyesun yang berbalik lalu membungkukan badannya.
“Kenapa? Kau gugup?” Tanya Jung Ilwoo sambil mengedipkan salah satu matanya.
Mati aku!. Batin Hyesun yang langsung menunduk membelakanginya.Hyesun memang mudah tergoda dan tidak kuat jika melihat tatapan mata orang yang ia sukai. Hyesun mengangkat kepalanya,“Mwo?” Hyesun sontak kaget ketika menyadari orang di depannya adalah Kim Woobin,“Kim Woobin… s-sunbae?”
“YAA! Hyung,apa kau menggodanya?” Tuduh Woobin pada Jung Ilwoo. Ya, ekspresi seperti ini memang mudah untuk di tebak. Ekspresi yang menyatakan seseorang sedang tergoda dengan pesona orang lain.
Tuhan,Kenapa aku berada dalam kondisi seperti ini? Berhadapan dengan dua orang yang aku sukai,dengan jarang hanya beberapa senti. Umpat Hyesun. Tubuhnya melemas,mungkin ia terpesona dengan dua orang ini sampai membuat Hyesun jatuh terduduk. Ia masih schock dengan keadaanya yang sekarang,hanya bisa diam dan membisu.
Jung Ilwoo memberi isyarat pada Kim Woo bin untuk menggodanya Hyesun lebih jauh *dalam istilah lain fanservice gitu* Woobin mengerti dengan isyarat tersebut. Mereka menjulurkan kedua tangannya sambil tersenyum menunjukan pesonanya masing-masing.
Heechul dan Eunhyuk keluar dari ruang makeup. Pemandangan yang di lihatnya ini,benar-benar! Heechul melipat kedua tangannya dan menaruhnya di dada dan terus menggelengkan kepalanya melihat kelakukan mantan penggemarnya tersebut,“YA! Kenapa Hyesun selalu mencari perhatian pada Kim Woobin dan Jung Ilwoo?”
“YAA! Hyung,seharusnya aku yang berkata seperti itu! dasar fangirl!” pekik Eunhyuk yang berdiri di  samping Hyungnya. Eunhyuk hanya bisa mengeluselus dada dan menggelengkan kepala saat melihat pemandangan tersebut.
“Itu kata-kataku!”Marah Heechul yang sekarang menatap dongsaengnya tersebut dengan rasa seolah tidak ingin kata-kata di copy oleh orang lain.
“Kau tidak ingin bangun?” Sahut Jung Ilwoo yang membangunkan Hyesun dari lamunannya. Kedua tangan Namja tampan ini masih di julurkan untuk Hyesun. Sebenarnya Ia tinggal memilih ingin di bangunkan oleh Jung Ilwoo atau Kim Woobin.
“Ah! M-mianhae…” Hyesun terbangun dari lamunannya yang semakin jauh. Hyesun menaruh kedua tangannya kepada kedua orang itu. Hyesun terbangun dan menatap Kim Woobin yang sedari tadi tersenyum padanya,“Ah,jangan menatapku seperti itu.”
“Hyesun,Woobin,Ilwoo-ssi. Syuting akan di mulai.” Sahut ketua kru dalam drama tersebut. Okay ini selesai,sudah saatnya Hyesun kembali pada dunianya.
Hyesun berniat untuk berjalan,namun ia seolaholah membeku dan kehabisan kata-kata lagi saat Jung Ilwoo mendekatkan matanya yang hampir tak ada jarak dan menatap kedua mata Hyesun,“Ah,sebentar.”Sahut Ilwoo yang masih menatap Hyesun dengan tersenyum.
“M-mwoya?” Tanya Hyesun yang gugup lagi. Memang langka kejadian seperti ini,tapi ia tidak bisa selamanya berada dalam mimpinya tersebut.
“Matamu,kau menangis terlalu banyak.” Ilwoo sudah puas dengan menatap Hyesun sedekat ini. Ilwoopun menjauhkan tubuhnya dari tubuh Hyesun.
“Hyung,jangan menggodanya.” Gawat! Woobin di sebelahnya mulai cemburu.
***
Sekarang untuk pengambilan adegan Hyesun dan Ilwoo. Mereka harus profesional,tidak boleh mencapurkan masalah pribadi mereka dengan masalah yang harus ia hadapi sekarang. Hyesun sudah bersiap pada posisinya.
Camera,Action!” Teriak Sutradara Jung. Ini adalah pengambilan take pertama,semoga tidak terjadi kesalahan.
“YAA! Kang Hyeri,kau…Kang Hyerikan?” Tanya Jung Ilwoo yang berperan sebagai Choi Youngsoo yang berlari mendekati gadis itu.
Tenangkan fikiranmu,tidak boleh mencampuri urusan pribadi. Batin Hyesun. “Ne,Nuguseyo?” tanya Hyesun sebagai Kang Hyeri.
“Ah! aku lupa memperkenalkan diri, Aku Choi Youngsoo. Teman sekelasmu,kau murid baru disini?” Ucap Youngsoo menjulurkan tangannya pada Hyeri.
“Ne,aku kelas 12A. tapi,aku tidak tahu dimana kelasku.” Hyeri menjabat tangan Youngsoo sesuai pada naskah.
“Baiklah,mauku antarkan? Kau mau duduk di sebelahku?” Youngsoo dan Hyeri berjalan berdampingan untuk sampai kekelas mereka, “Hyeri,ini sahabat baikku namanya Choi Chanyoung.” Ucap Youngsoo mengenalkan sahabatnya yang duduk di belakang mereka.
“Annyeong Hasseyo.” Sapa Hyeri pada Chanyoung yang di perankan Eunhyuk. Eunhyuk hanya bisa tersenyum dan melanjutkan aktifitasnya. Hyeripun duduk di kursi kosong yang terletak disamping Youngsoo.
Heechul sebagai Jaehyun dan Woobin sebagai Lee Dojoonpun masuk kelas. Di lihat dari pakaiannya saja sudah berantakan dan penuh noda,rambutnya juga tidak rapih seperti murid lainnya.
“Wah wah,sepertinya ada murid baru disini.” Ujar Jaehyun dengan sombongnya. Jaehyun dan Hyeri sebenarnya telah berteman lama,sejak dulu kerjaannya hanya mengganggu Hyeri. Itu yang membuat Hyeri harus pergi ke Jepang karena terganggu olehnya,tapi sekarang mereka harus di pertemukan lagi.
“Jangan dekati mereka.mereka pemberontak Jaehyun dan Dojoon.” Cicit Youngsoo yang berbisik di telinga Hyeri. Hyeri hanya menganggukan kepala tanda mengerti,sebelum di kasih tau Hyeri sebenarnya sudah mengerti harus menjauhi musuh lamanya tersebut.
“YA! Apa yang kau katakan pada murid baru kami,Choi Youngsoo?” Jaehyun mendekat kemeja mereka berdua.
“Untuk apa kau tahu?” Tanya Youngsoo memberanikan diri.
“YAA! Kau ini—“ Sial! Guru datang disaat seperti ini,dari pada mereka harus mencicipi ruang guru lagi Jaehyun dan Dojoon mengurungkan niatnya dan duduk di mejanya masing-masing.
“Cut! Good! Akting kalian bagus,setengah jam lagi pengambilan take untuk Hyesun dan Heechul.” Sahut Sutradara Jung yang terpukau dengan akting mereka.
“Aktingmu bagus,Hyesun-Ah.” Jung Ilwoo baru pertama kali melihat akting Hyesun dan hasilnya,Ia terpukau dengan aktingnya.
“Ah,Ye. Gamsahamnida,Sunbaenim.” Hyesun hanya tersipu malu saat Ilwoo memujinya.
BRAKKK… Tiba-tiba saja Eunhyuk langsung menggebrak meja dengan kedua tangannya,mungkin ia mulai cemburu.
“Ada apa dengan Lee Hyukjae?” Tanya Ilwoo begitu polos. Mungkin maksudnya Eunhyuk ingin Ilwoo berhenti terlalu dekat dengan Hyesun.
“Entahlah.Sunbae,aku pergi dulu ya? Aku ingin menghafalkan dialog ini.”Hyesun membungkukan badannya dan pergi.Tuhan,kenapa kau tidak membunuh saja aku? Kenapa harus ada adegan antara aku dan Kim Heechul? Batin Hyesun. Ia mengambil skrip dan pergi ke sungai dekat daerah ini. Hyesun duduk di bebatuan yang terdampar disana.
“Aish! Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika adegan saat Hyeri menatap Jaehyun lalu tiba-tiba aku lupa dengan dialognya? Aish!” pekik Hyesun.Ia lalu turun ke bawah dan berjongkok di daerah bahu sungai samping menatap aliran sungai tersebut.
“Aish! Itu semua karena kau Kim Heechul! Aku membencimu!” Hyesun mengambil batu kecil dan melemparkannya ke aliran sungai itu,“Dan sebentar lagi aku akan beradegan denganmu,Aish! Kenapa kau tidak bunuh aku saja sekalian!” Decak Hyesun yang sedari tadi tak berhenti melemparkan baru kesana. Apa Hyesun tidak sadar kelakuannya seperi anak kecil saja.
Untuk apa kau kembali?- Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Untuk apa kau kembali Chingu-ya?- YA! Dimana sopan santunmu kau seharusnya menyapaku dulu,bukan seperti ini.Oh,aku lupa! Annyeong…Chingu. Lama kita tidak bertemu? Dialog macam apa seperti itu?” Hyesun terus menyesali dirinya.

“YA! Kau bisa mengotori sungai Hyesun-Ah.” kenapa dia bisa berada disini?
======== TBC ========