PART
2
“Wah,daebak!” seseorang
masuk dan langsung memuji Richan. Tapi,milik siapa suara itu? Ya dia
Eunhyuk,”besok evaluasi dan jangan katakan kau sedang membuat lagu untuk
evaluasi esok.”
“Baiklah,aku tidak
akan menjawabnya!”
“Benarkah?” Eunhyuk
terkejut,”apa saja yang kau lakukan sampai saat ini,Richan? Kau bahkan belum
membuat lagu satupun?”
“Aku sudah
membuatnya dan seharusnya hari ini selesai,namun sayangnya… sebuah insiden
terjadi dan laguku rusak oleh ulah yang kuperbuat diriku sendiri!” Richan
mempercepat nada bicaranya. “Dan jika kau tidak keberatan,bisakah kau pergi
dari ruang ini dan membiarkan aku untuk membuat lagu? Karena otak benar-benar
tidak bekerja saat ini!” Richan memberikan penekanan di akhir kalimatnya.
“Aku hanya ingin
membantumu…” Eunhyuk terdiam sejenak, “Jika kau tidak tahu apa yang ingin kau
tulis,tulis saja beberapa kisah keadaan dirimu melewati masa training ini.
Dan…” Hyukjae menggantung kalimatnya, “Kau tak usah menyuruhku pergi karena aku
bisa pergi sendiri!” Eunhyuk menutup pintu dengan keras.
Richan mengulang
beberapa kali kalimat yang Eunhyuk ucapkan. Ia kemudian menuliskan beberapa
kalimat yang ia rasakan sampai saat ini ketika menjadi seorang Trainee.
Waktu yang tersisa
15 jam lagi karena ini sudah sore.
Lirik lagu akhirnya
sudah di buat,Richan hanya perlu membuat beberapa irama agar lirik itu
terdengar indah.
*
Lee Taepyeonim
berkunjung ke ruang latihan dimana Kai berada. “Kai,bulan depan kau tahu best
artist of the year,kan? Kau masuk nominasi bersama dengan
Eunhyuk,Kyuhyun,Jungkook dan donghae. Dan voting bukan hanya berasal dari
poling fans,namun 50% di ambil dari 1500 trainee disini.” Ia mengingatkan. Kai
diam sejenak.
“Ne,Taepyeonim. Aku
akan melakukan yang terbaik.” Kai menjawab dengan penuh kepercayaan diri.
Mereka semua adalah lawan yang cukup sulit,namun bagi Kai,Eunhyuk adalah lawan
abadinya. Hm,sejak mereka pertama kali bertemu saat sekolah pendidikan dasar.
“Aku cukup berharap
padamu,Kai.” Ucap Lee Jeongsuk sebelum pergi.
Kai menatap dirinya
dari pantulan cermin,jiwa kompetisinya bangkit kembali. Oh,sungguh! Dia
benar-benar menyeramkan saat ini. Kai duduk dan mengirim pesan pada supir bus
agar tidak usah menunggunya. Dan kebetulan Richan juga melakukan hal yang sama
beberapa menit yang lalu.
Tepat jam sembilan
malam.
Para Trainee pergi
bergiliran. Ya,Trainee menginjak debut lebih cepat masa pelatihannya daripada
Trainee baru.
*
Richan terus
menerus menekan keyboardnya,nada menurutnya adalah faktor utama. Benar bukan?
Seindah apapun lirik belum begitu maksimal tanpa nada yang indah. Rambutnya
berantakan seperti orang yang baru saja putus kerja,terkadang ia kesal sampai
menekan dengan kasar keyboardnya.
Kali ini jam sudah
berada di angka 10 malam,sepi sekali. Tak ada orang satupun selain beberapa
petugas malam,ini sudah saatnya bagi Kai untuk pulang dan beristirahat. Besok
toh ia juga akan menjadi juri untuk evaluasi.
Richan menjernihkan
fikirannya,membuka kembali otaknya yang sempat rusak. Ia bernyanyi sambil terus
mencoba mencari nada,walau tak sampai satu menit ia sudah merusak rambutnya
karena salah lagi. Tapi setidaknya ia tak mau menyerah sampai titik darah
penghabisan.
Kai kebetulan
melewati ruang latihan Richan,Suara indah yang dengan cepat menjadai suara
kasar nan mengganggu telinga itu mengalihkan perhatiaanya. Kai
melihatnya,Richan sudang bekerja keras.
Kai tentu saja
mengenali siapa pemilik wajah itu,orang baru yang baru di kenalnya dan telah
membuatnya marah. Tunggu kenal? Nama saja Kai tidak tahu siapa. Tangan Kai terangkat
keudara lalu ia hempaskan lagi ke bawah. Kai berniat untuk mengetuk pintu
transparent itu dan memberitahunya kalau sekarang sudah larut malam,tapi
tampaknya ia sangat bersungguh-sungguh dan tidak mempedulika apa yang terjadi
saat ini.
Kai akhirnya
memutuskan untuk pulang ke asrama dan Richan masih bekerja pada kerjaanya.
***
7.30 pagi.
Richan baru saja
menyelesaikan lagunya,Ia bisa bernafas lega. Matanya sudah sangat berat,Ia tak
sempat untuk melihat jam berapa sekarang dan memutuskan untuk tidur di
kursinya. Ia sangat lelah sekarang.
Para Trainee sudah
datang,beberapa dari mereka juga masih ada yang berlatih agar bisa tampil
maksimal di hadapan Sunbaenya… Kai,Eunhyuk dan Kyuhyun.
Eunhyuk teringat
dengan Richan,ia memutuskan untuk ke ruangannya dan benar,Richan tetidur di
tempat ini. Eunhyuk berjalan dengan perlahan. DORR! Ia membangunkan Richan
dengan cara yang mengagetkan.
Richan sontak
bangun dan membuka matanya walau dalam keadaan berat. Richan memfokuskan
matanya dan melihat siapa pengganggunya saat ini. “Ah,Waeyo??!!” Richan
berteriak dengan kasar.
“YA! Kau
meneriakiku! Itu melanggar norma sebagai Trainee!” Eunhyuk tak kalah berteriak.
“YA! Kau
membangunkanku hanya untuk ini? Eunhyuk-ssi,aku baru saja tidur 10 menit yang
lalu…jadi biarkan aku tidur setidaknya 20 menit lagi,Okay?” Richan membuat
kesepakatan dan kembali menaruh kepalanya di atas tangannya.
“YA! 10 menit lagi
jam 8 pagi! Kau harus evaluasi!” Eunhyuk berteriak dengan kencang.
Richan berdiri
tegak sampai membuat beberapa kertas di atas keyboard terjatuh dan bercampur
dengan kertas yang lainnya. Teriakan itu ibarat terompet sangkakalanya. “MWO?
Pagi? Aku berada disini selama satu hari penuh? Dan sekarang sudah jam 8.00
pagi? Aku bahkan belum sempat makan sejak kemarin…” Richan histeris dengan
dirinya sendiri.
Toktok..
“Eunhyuk-ssi,kau
harus ke ruang evaluasi sekarang. Para Trainee sudah siap!” teriak salah satu
staff perempuan.
“Oke,baiklah.”
Jawab Eunhyuk dengan tersenyum,Ia kembali menatap Richan setelah staff itu
pergi. “Kau bisa makan nanti,bagaimana dengan lagumu?” tanyanya.
“Lagu? Aku sudah
membuatnya disini!” jawabnya dengan semangat mengangkat salah satu kertas yang
ia ambil asal.
“Itu? Itu hanya
kertas kosong!”
“MWO?” Richan
memeriksa kembali dan benar! Itu kertas putih kosong,ia melihat keadaan di
sekelilingnya. Penuh dengan sampah,bahkan kertas baru dengan kertas lagunya
berantakan dimana-mana. LAGUNYA! LAGU YANG SUDAH DI BUATNYA!
“YA! Kau ini
bagaimana! Kau nomor urut 20 kan? Cepat cari kertasmu dan ke ruangan! Lagumu
pasti berada di sekitar sini…” Eunhyuk menenanginya. “Aku pergi dulu!” ucapnya
acuh dan meninggalkan Richan begitu saja.
Richan
mengacak-acak rambutnya. Memang benar lagunya berada di sekitar daerah
ini,disekitar tumpukan kertas-kertas. “AAAA!” Richan berteriak frustasi. Ia
duduk di lantai dan memisahkan kertas bola dan kertas datar. Mana mungkinkan
lagunya ia buat menjadi kertas bola sampah,ya jika itu bukan lagu yang
sebenarnya.
Detak jantungnya
berdetak cepat,ia sangat takut. Ia memeriksa di bawah kursi dan di tumpukan
kertas berserakan miliknya,oh bantulah dia! Sudah beberapa menit berlalu.
Richan kembali mengacak rambutnya frustasi.
Seperti di berikan
sebuah keajaiban yang luar biasa. Richan mengangkat salah satu kertas ke udara.
Itu lagunya! Lirik lagu dengan not angka dan not balok miliknya yang sudah 100%
selesai akhirnya bisa ia temukan.
Tanpa aba-aba,Ia
langsung berlari ke lift dengan keadaannya seperti itu. Lupakan tentang
makan,mandi dan sejenisnya. Lift berjalan cukup lambat,Ia menggunakan waktu itu
dengan melihat liriknya sekilas dan menghafalnya kilat. Itu memang lagu
buatannya,tapi dengan otak yang penuh itu,mana mungkin ia bisa hafal. Untungnya
semalam ia terus mengulang nada dan masih ada beberapa yang tersimpan di otaknya.
Pintu lift
terbuka,Richan segera keluar dengan mata berfokus pada lirik di depannya. Para
Trainee lain yang menunggu giliran tentu saja menatapnya dan bagus! Ia menjadi
pusat perhatian.
“Richan! Cepat
masuk! Sekarang giliranmu!” teriak staff yang sudah membukakan pintu untuknya.
Richan berlari beberapa langkah dan masuk ke ruangan itu. Pintu di tutup oleh
staff. Staff itu mengisyaratkan dengan bahasa tubuhnya, “Matilah anak itu…”
gumamnya.
“Betapa terkejutnya
ia saat mengetahui bahwa jurinya adalah Kai Sunbae!” celetos Bora yang menunggu
di kursinya dengan trainee yang lain.
*
Richan langsung
membungkukan tubuhnya,”Jeosonghamnida,aku terlambat.” Ucapnya. Ketiga staff
memasang muka aneh,Eunhyukpun juga. Lihat saja dirinya! Rambut lurusnya berubah
menjadi rambut nenek sihir,matanya hitam,bibirnya pucat,pakaiannya juga
berantakan.
Kyuhyun melihat
daftar nama di listnya,”Richan,rambutmu…” ucapnya mengingatkan.
“Oh!” Richan
teringat dan langsung merapikan rambutnynya,Ia bahkan membiarkan kertas perantara
hidup dan matinya itu jatuh. Rambut tidak penting,Richan membungkuk dan
mengambil kertasnya dan kembali meminta maaf,”Jeosonghamnida, aku—“
“YA! Cepat saja
nyanyikan lagumu,Trainee yang lain sudah lama menunggu!” teriak Kai membuat dua
orang di sampingnya bingung.
Richan menelan
ludahnya,Ia berjalan kedepan dan memberikan kertasnya pada Eunhyuk yang
kebetulan ia duduk di bagian tengah. Richan kembali ke tengah,ia duduk di kursi
dan tangan sudah siap di atas keyboard. “Baiklah,aku akan memulai sekarang…”
Richan mulai
memainkan beberapa nada dan mulai bernyanyi,suaranya cukup serak terdengar.
Satu hari penuh tak minum dan ia bernyanyi sepanjang malam,tak mustahilkan.
Richan POV.
“Oh,matilah aku!
Apa kelanjutannya…” Batinku dalam hati. Aku benar-benar lupa bait dan nada
terakhir. aku berhenti beberapa detik,ketiga juri di depanku pastinya menatapku
lebih dalam. AYOLAH!
Otakku bekerja
dengan cepat tuntutan dariku,masa bodo dengan nada dan lirik di kertas itu.
Tak peduli ribuan orang menghinaku,
Aku adalah si bisu yang bisa berbicara dalam
kesunyian,
Tertawa dalam hati,menangis dengan semua
kekacauan,
Apakah aku salah memasuki dunia?
Tak--- satupun menjawabnya,
Dunia ini sangat kejam…
I don’t care~
Entah darimana
keberuntunganku berasal. Aku hanya mengikuti apa yang Eunhyuk katakan,lagu
tentang keadaanku. Untungnya aku bisa menyesuaikan nada keyboard dengan nada
lirik yang aku nyanyikan.
Author POV.
Ketika orang itu
terdiam beberapa saat.
Kai mulai membuka
mulutnya untuk berkomentar,”Lirik yang kau buat terlalu berlebihan. seolah kau
menyindir banyak orang di sekitarmu dan menyalahkan dirimu sendiri. Kau lupa
nada di bagian akhir! Suaramu sungguh,uh…”Kai berhenti beberapa saat dan
menggelengkan kepala,”aku sungguh tidak mengerti kenapa kau bisa lolos audisi.
Seorang penulis lagu harus mendalami perasaan lagunya,tapi tidak sadar bahwa
lagu yang kau buat bisa menyindir seseorang dengan terlalu jelas! Apakah lagu
itu bisa terjual laku? Siapa yang berani menyanyikannya? Dan kau—“ Kai berhenti,gadis
itu dengan berani memotong ucapannya.
“YA! Siapa kau
sebenarnya? Apa kau penulis lagu? Hah? Apa menurutmu seseorang pemula sepertiku
bisa membuat lagu dalam satu hari penuh?” Amarah Richan sudah tidak bisa
tertahan lagi. Tapi setidaknya ia harus tahu diri dengan siapa dan dengan
keadaan apa ia sedang berbicara. Bahkan beberapa orang di luar ruangan kaget
mendengar ini,suara pertengkaran mereka terdengar jelas!.
“YA!” Kai berteriak
tak kalah kencangnya.
“Ekhem,Ekhem!” keduanya
berhenti saat Kyuhyun menyindir mereka dengan mengecek suaranya. “Richan-ssi,sebenarnya
Kai adalah seorang Penyanyi solo dan penulis lagu.” Lanjut Kyuhyun sambil
menundukan kepalanya berkomentar.
Richan membeku di
tempat,Richan menunduk dan menutup matanya sebentar,”MATILAH AKU!” batinya. Ia
menaikan kepalanya dan tersenyum,”Aku bahkan tidak tahu. Maaf,Kai-ssi, mungkin
lagu dan suaranya asing di telingaku.”
“Lagu terakhirnya
berhasil mendapat Daesang dua bulan yang lalu…” Kyuhyun membela.
“D-daesang?” Richan
mati kutu.
“Aish,lupakan!” Kai
sudah terlalu kesal,”Kau mengatakan kau hanya membuatnya dalam satu
hari,benar?” Richan mengangguk,”Kau sudah berada disini 3 minggu,kenapa kau
menyia-nyiakan 20 harimu dengan tidak menulis lagu?”
“Aku sudah
menulisnya,namun di hari ke 19 sebuah insiden terjadi dan laguku hancur begitu
saja…” Richan menjawab dengan santai.
“Insiden apa itu?”
Jiwa penasaran Kai muncul.
“Ya,sudah kukatakan
sebelumnya bahwa itu sebuah insiden yang terjadi begitu saja.”
“Mengapa insiden
itu bisa terjadi?”
“Aku bahkan sudah
mengatakan dua kali,insiden itu terjadi begitu saja!”
“Insiden itukan—“
“YA! YA! YA!
Kai-ssi,Mianh. Sudah saatnya aku berkomentar.” Eunhyuk menjadi pihak
ketiga,untunglah ia segera melerainya. Jika tidak,entah sampai kapan percecokan
itu usai. Kai mengalah akhirnya. “Aku terkesan dengan lagumu!”
DERP! Kai,Kyuhyun
bahkan Richanpun kaget mendengar hal ini. “Pada saat bagian I’m so lonely~ kau berhenti sekitar tak
sampai tiga detik. Namun,dengan refleks kau membuat nada dan lirik dengan
cepat. Aku sangat terkesan. “ Eunhyuk membenarkan.
“Tapi bagaimana kau
bisa—“
“Sebelumnya saat
kau berhenti di bagian itu,aku hanya melihat lirik terakhir yang seharusnya Even I escape from this world,nobody can
hold me. Aku salut padamu! Kau membuat sebuah lagu dalam satu hari,itu
sebuah keajaiban bagi seorang pemula.” Eunhyuk tersenyum.
Kyuhyun angkat
bicara,“Sebenarnya itu lagu yang dapat mencuri perhatianku dari beberapa
Trainee sebelumnya. Terlebih dengan penjelasan Eunhyuk-ssi,aku juga bangga
padamu. Lagu itu benar-benar menyedihkan,walau di bait terakhir terakhir
terlalu menyindir.” Kyuhyun tersenyum,”Dua banding satu! Selamat atas kerja
kerasmu,kau lolos evaluasi kali ini. Dan hm,sebaiknya kau pergi sekarang karena
Trainee lain sudah menunggu.”
Richan akhirnya
bisa bernafas dengan sangat lega,”Terima kasih Eunhyuk-ssi dan—“Richan menatap
Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun.”
Kyuhyun memperkenalkan dirinya.
“Dan Cho Kyuhyun!”
Richan menunduk kemudian pergi. Ia langsung membeku di luar sementara Trainee
lain sudah masuk.
“Apa kau lolos?”
Tanya Staff sebelumnya.
Richan memegang
kedua bahu staff itu,”Aku tidak tahu siapa kau,tapi… aku lolos!” Richan
menjawab dengan senang. Staff dan Trainee lain terkejut dengan hanya
mengungkapkan, “Jinjja?” Richan menganggukan kepala lalu tersenyum dan pergi
dari sini. Toh tugasnya sudah berakhir,saatnya dia untuk….makan dan
membersihkan diri.
6 jam berlalu.
Semua Trainee sudah di seleksi satu persatu,Richanpun juga sudah membaik
keadaannya. Walaupun sebelumnya ia harus membersihkan sampah kertasnya oleh
petugas lain.
Suara mikrofon
mulai terdengar,”Annyeong hasseyo! Lee Taepyeonim imnida! Aku ingin mengucapkan
selamat kepada beberapa Trainee yang sudah lolos dalam evaluasi kali ini. Dan
bagi Trainee yang belum lolos akan ada evaluasi dua minggu lagi,dan jika kalian
gagal dengan terpaksa kalian harus meninggalkan agensi ini. Dan selamat kepada
Traine Bora,Kim Jiwon,Yura,Minho,Jisung dan Gikwang yang akan memulai debutnya
sebentar lagi. Panggilan pribadi untuk Park Richan. Sekali lagi,panggilan
pribadi untuk Park Richan,terima kasih.” Ucapnya. Ya,semua kejadian pasti ada
dampak postif dan negatifnya. Tunggu Richan? Tidak biasanya Lee Taepyeonim
memanggil Richan secara terbuka.
Tanpa BaBiBu,Richan
segera pergi ke ruangan CEO SWE.
*
“MWO?” Richan membeku
di kursinya. Apa ia tidak salah mendengar apa yang baru saja orang itu ucapkan?
=== TBC ===
