Jadi, Saat aku duduk di kelas delapan. mungkin beberapa dari kalian yang lagi membaca post ini seumuran sama aku..
Apakah kalian sudah belajar tentang Drama..??
Nah,mungkin yang dapat tugas daru gurunya untuk Bab Drama dan kesusahan untuk membuat atau mencarinya..
nah,ini salah satu contoh naskah drama yang aku buat.
mungkin cukup membantu untuk kalian..
Dan Drama ini di perankan untuk 7 orang..
Contoh Naskah Drama
Judul : Ulah dari menyontek
Tema : School life ( Kehidupan Sekolah )
Alur : Alur maju
Latar :
- Tempat = Di ruang kelas
- Waktu = saat jam belajar sekolah
Genre : Komedi,Friendship,Drama
Pemain :
· Adila Qotrunada
Sebagai pelajar ( Protagonis )
· Annisa
Ariestawati Sebagai Pelajar,Ketua kelas
(Protagonis)
· Dinda Afifah
Kurniawan Sebagai Pelajar ( Antagonis )
· Dwiarti Sebagai Pelajar ( Protagonis )
· Herlizha
Suryadila Sebagai Pelajar,Siswi yang suka menyontek ( Antagonis )
· Rahmahwati Sebagai
Ibu Guru (Tirtagonis/Penengah )
· Siti Nur Fajriyah
Sebagai Pelajar,Siswa yang menyontek (Antagonis )
Penulis : HTS
Adila,Annisa,Dinda,Dwiarti,Herlizha
dan Fajriyah. Keenam orang itu telah berteman cukup lama sejak menginjak bangku
kelas tujuh. Mereka adalah teman satu kelas di kelas 8.2, Annisa sebagai ketua
kelas di kelas itu di tugasi oleh guru Matematikanya yaitu Ibu Rahma untuk
memberitahukan kalau besok ada ulangan Matematika pelajaran pertama sebelum
mereka semua pulang dari rumah..
“Teman-teman.
Kata Bu Rahma besoka ada Ulangan Matematika Bab Relasi dan
Fungsi.
Ulangannya di jam pertama,untuk itu sebelum besok ulangan kita
harus belajar agar nilai kita bagus.”Ujar Annisa sebagai ketua kelas di 8.2
memberitahukan kepada siswa lain sebelum bel sekolah di bunyikan.
Teeeettttt………
Terdengar bunyi bel sekolah yang menandakan waktu pulang.
Annisa lalu memimpin murid lainnya untuk membaca doa sebelum pulang.
Setelah do’a selesai. Merekapun pulang untuk belajar ulangan
besok..
----------------------
Keesokan harinya..
Terlihat beberapa murid sedang belajar untuk ulangan MTK hari
ini.
Tapi,sebagian dari murid disana tidak belajar justru sedang
memainkan permainan dalam ponselnya.
“Dinda. Kamu tidak belajar?
Memangnya kamu sudah yakin,kamu bisa mengerjakan ulangan hari
ini?
Adila dan Dwiarti saja masih sibuk untuk menghafal pelajaran
kemarin. Tapi kamu justru memainkan HP kamu.” seru Annisa sebagai ketua kelas
yang menasehati temannya yang tidak belajar
“Yasudah sih, nilai jelek atau bagus itu juga nilai aku.”
jawab dinda dengan santainya masih memainkan permainan di dalam ponselnya
“Yasudah,itu terserah kamu.
Awas aja jika kamu menyontek saat ulangan! Aku akan
memberitahu Bu Rahma” Ancamnya lagi.
Sementara itu,Herliza sedang menuliskan beberapa rumus di
sebuah kertas kecil dan di telapak tangannya. Dan Fajriyah yang masih
internetan menggunakan telepon genggamnya
“ Fajriyah. Kamu tidak belajar.?
Atau kamu sudah belajar tadi malam?” tanya Dwiarti yang
melihat seorang temannya sibuk memainkan telepon genggamnya
“Ah,matematika doang gampang sih” jawab fajriyah santai
seakan mengabaikan nasihat dari temannya.
“Teman-teman.. Bu Rahma sebentar lagi akan masuk” sahut adila
yang melihat bayangan seperti Bu Rahma akan masuk kelas dari jendela kelas itu.
Ckkkrrrriiiiiikkkkkkk……
Suara pintu terbuka dan Bu Rahma yang membawa beberapa soal
ulangan di tangannya lalu duduk di depan dekat papan tulis.
“Annisa. Siapkan berdo’a..” suruh Bu Rahma kepada Annisa
karena dia adalah ketua kelas disini.
“Iya,Bu.
Let’s pray
together..start..” Ucap Annisa. Lalu mereka semuapun mengangkat
kedua tangannya dan berdoa.
“Finish. Great to the
teacher..” ucap Annisa lagi
“Assalamu alaikum Wr. Wb.”
Salam semua murid
“Walaikum salam Wr. Wb.
Anak-anak. Kemarin ibu sudah memberitahu kalau hari ini
ulangan matematika,
Semua buku yang ada di atas meja harap di masukan.
Kalau ada yang masih di atas meja atau menyontek akan ibu
sobek kertas ulangannya dan tidak akan ibu beri nilai.” Ancam Bu Rahma dengan
tegas.
Semua buku yang ada di atas mejanya masing-masing mereka
masukan ke dalam tas. Kecuali Fajriyah yang menaruh bukunya di bawah kolong
mejanya.
Soal-soalpun satu per satu Bu Rahma berikan lalu kembali duduk
memeriksa hasil ulangan kelas lain.
“Sekali lagi, yang menyontek tidak akan ibu berikan nilai”
Ancam Bu Rahma lagi.
Setelah mendapatkan soal ulangan Annisa,Adila dan Dwiarti
langsung mengerjakannya tanpa ada hambatan soal satupun karena mereka baru saja
belajar tadi pagi.
Tapi hal itu bertolak belakang untuk Dinda,Fajriyah dan
Herlizha. Mereka memilik banyak hambatan karena tidak ada sedikit hafalan yang
ia ingat dalam otaknya..
Dinda lalu menaruh HP nya di kolong meja dan mencari jawaban
melalui internet.
Herlizha perlahan membuka selembaran kecil yang ada di kantung
bajunya dan melihat jawaban disana. Dan terkadang ia mencari jawaban dengan
melihat pada telapak tangannya.
Sementara Fajriyah terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal
dan terkadang mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya karena pusing mengerjakan
soal ulangan ini,
Salah satu jari tangannya mencolek bahu herlizha yang sibuk
masih mencari jawaban di tangannya
“eh,eh herlizha..” panggil fajriyah dengan suara kecil
“Apaan sih.?” jawab Herlizha agak kesal karena di ganggu
“eh,nomor 3 apaan sih?” tanyanya lagi
“cari sendirillah” jawabnya santai tidak memberitahu
jawabannya kepada fajriyah
“eh,entar aku bilangin ke Bu Rahma nih,kalau kamu nyontek.”
ancam Fajriyah
“nomor 3,B.
Nomor 4 apaan..??” tanya balik herlizha
“nomor 4,C..
Nomor 5 apaan..??” tanyanya lagi
“Nomor 5 aku belum.
Tanya dinda tuh” suruh herlizha yang belum menemukan jawaban
“Dinda, nomor 5 udah belum?” tanya Fajriyah yang berbalik ke
belakang sedikit
“nomor 5, D” jawab Dinda santai
“tahu darimana.?” tanya Fajriyah lagi yang tidak yakin atas
jawaban yang di berikan dinda
“Aku nyari di Google..”
jawabnya
Sementara di sisi lain Dwiarti yang melihat mereka sedang
menyontek dan bekerjasama
“ Adila-Adila, liat deh.
Sepertinya Herlizha ngeliat jawabannya di tangan deh” sahut Dwiati yang membisikan ke telinga Adila
di depannya
“Dinda juga. Dia nyari jawaban di Internet” ucap adila yang
melihat mereka
“kamu kan deket sama Annisa. Kasih tau dia..
Agar Annisa memberitahu Bu Rahma..” suruh Dwiarti agar Adila
memberitahu Annisa
“Bentar ya..” jawab Adila singkat yang langsung memberitahu
Annisa .
Annisa yang mendengar hal ini langsung memberitahu Bu Rahma
“Bu Rahma..” panggil Annisa
“Ada apa?” jawab tanya Bu Rahma
“Ibu, Dinda,Herlizha sama Fajriyah bekerja sama bu..” ucap
Annisa memberitahu kepada gurunya.
Mendengar namanya di panggil. Dinda langsung memnyembunyikan handphone sebagai barang bukti di kolong
mejanya. Begitu juga Herlizha.
“Iya,Bu.
Dinda mencari jawaban lewat internet” Sahut Dwiarti dari
kursinya
“Di tangan Herlizha juga ada tulisan,Bu..
Fajriyah juga dari tadi menanyakan jawaban ke Herlizha dan Dinda”
Ujar Adila juga yang memberitahu hal ini
“Enggak,Bu.
Itu semua bohong!” Ucap Herlizha yang tak ingin di salahkan.
Bu Rahma yang mendengar hal itu langsung berdiri dari tempat
duduknya dan berjalan kea rah mereka
“Herlizha, coba perlihatkan kedua tanganmu..” perintah Bu
Rahma di depan Herlizha
“Bu, Saya nggak nyontek” ucap herlizha yang menyangkal
“Coba perlihatkan tanganmu” suruh Bu Rahma lagi
Herlizha lalu memperlihatkan kedua tangannya yang salah
satunya bertuliskan rangkuman materi Matematika dengan perlahan dan ketakutan.
“Herliizha, kenapa kamu melakukan itu?” Tanya Bu Rahma
“Dinda sama Fajriyah juga,Bu”
jawabnya mencari alasan
Bu Rahma langsung mengambil lembar jawaban mereka bertiga dan
merobeknya..
“ Ibu sudah bilang tadi tidak ada yang boleh menyontek.
Kalian harusnya percaya sama diri kalian sendiri!!
Yang sudah kumpulkan jawabannya ke depan.
Pelajaran setelah istirahat baru akan di bahas lagi” Marah Bu
Rahma agak kecewa lalu pergi
Teeeeettttttt…………
Bel Istirahat berbunyi..
Tatapan sinis mereka bertiga berikan kepada Annisa,Adila dan
Dwiarti
“Annisa, kok kamu gitu sih?”tanya Fajriyah agak kesal
“Fajriyah, salah sendiri.
Kenapa kamu nyontek tadi?” tanya sindir Dwiarti kepada Fajriyah
“Yaudah sih,emang kaya kamu gak pernah nyontek saja!” bela
Herlizha
“Yaudah! Kenapa pada marah gini sih?” Sahut Annisa yang
melihat mereka bertengkar.
Terjadi peperangan di antara mereka berenam. Mereka saling
beradu mulut,memukul tangan,menarik kerudung dan sebagainya membuat keadaan
kelas menjadi ricuh seperti ini..
Adila mendorong Fajriyah dengan salah satu tangannya.ketika
Fajriyah ingin membalas mendorong Adila,mungkin karena lantainya yang licin
membuat Fajriyah justru terjatuh dan membuat tawa yang lainnya.
Tapi hal ini tak mengakhiri pertempuran mereka. Mereka masih
melanjutkan pertengkaran mereka sampai membuat bel masuk berbunyi tak
terdengar..
Ckkkrrrrriiiiiiiiiikkkkkkk…
Pintu terbuka. Bu Rahma masuk melihat keadaan seperti ini.
Denngggg Denggg Denggg…
Ia memukul meja dengan telapak tangannya. Mereka semua akhirnya
berhenti dengan keadaan masih amburadul..
“Coba jelaskan. Kenapa kalian bertengkar seperti ini?” tanya
Bu Rahma mencoba menjadi penengah mereka.
Semua mmurid diam menunduk dan tidak menjawab pertanyaan
Gurunya.
“Kenapa tidak ada yang menjawab?
Annisa, kamu sebagai ketua kelas.
Kenapa ini bisa terjadi?” tanya Bu Rahma tegas
“Jadi, Mereka marah gara-gara kita ngadu kalau mereka
menyontek Bu..” jawab Annisa masih menundukkan kepalanya
“Kalian seharusnya memang tak boleh menyontek..!
mau jadi apa penerus bangsa ini kalau kalian terus di bodohi dengan menyontek..??
walaupun salah setidaknya kalian sudah menjawab soal dengan jujur.
mau jadi apa penerus bangsa ini kalau kalian terus di bodohi dengan menyontek..??
walaupun salah setidaknya kalian sudah menjawab soal dengan jujur.
Karena kejujuran adalah kunci dari kesuksesan..
Sekarang kalian semua berminta maaf..” perintah Bu Rahma
Awalnya masih canggung lalu tak lama,Mereka semua akhirnya
saling menjabat tangan dan memaafkan satu sama lain walaupun masih dengan
menunduk malu..
“Adila. Aku minta maaf ya” ucap maaf fajriyah
“iya, aku juga minta maaf karena aku sudah mendorongmu tadi..”
jawab adila memaafkan
“aku juga minta maaf ya. Dinda,Herlizha,Fajriyah” sahut
Dwiarti
“aku juga minta maaf. Karena aku sudah menyontek”
Mereka semua akhirnya meminta maaf dan berbaikan.. tapi
Herlizha,Dinda dan Fajriyah harus mengikuti ulangan lagi dan tidak boleh
menyontek.
Karena bau bangkai akan tercium cepat atau lambat. Dan tak
akan ada asap bila tak ada Api.
The End