PART
3
“Hyesun-ah.”
Panggil Ilwoo lagi,Hyesun terdiam. Matanya tetap lurus kedepan dan membendung
air mata,tak lama lagi mungkin air matanya akan jatuh ke pipinya. Ada apa
dengan Hyesun?
Ilwoo
mengalihkan pandangannya pada pemandangan yang di lihat Hyesun,jelas saja
Hyesun seperti itu. orang itu,Heechul dan Fufu berpelukan di depannya.
“Terima kasih
atas kerja kerasnya.” Ucap Heechul pada Fufu setelah melepaskan pelukannya.
“Tuan
Heechul,beberapa bulan lagi kita akan bertemu. Maaf,aku harus kembali ke Taiwan
untuk Dramaku.” Ucap Fufu. Sepertinya ia akan meninggalkan Korea lagi,Heechul
mengangguk mengerti. Mobilpun sudah siap untuk membawa Fufu pergi,semua kru
merapihkan peralatan syutingnya yang baru selesai 5 menit yang lalu.
Heechul
menundukan kepalanya berjalan lurus,ia melambatkan langkahnya dan berhenti saat
melihat Hyesun dan Ilwoo berada di depan matanya. “Hyesun-ah…” Panggil Heechul.
Hyesun
menghapus air mata yang sejak tadi berjatuhan kepipinya,”Apa syutingnya sudah
selesai?” Tanya Hyesun mengalihkan pembicaraan,Heechul terdiam tidak tahu harus
menjawab apa.
“Ilwoo
Oppa,bisakah kau mengantarkanku pulang?” Tanya Hyesun beralih ke Ilwoo yang ada
di sampingnya,awalnya Ilwoo terdiam namun Hyesun membangunkan lamunannya.
“Ah,Ye ye.
Aku akan mengantarkanmu pulang.” Ilwoo dan Hyesun membalikan tubuhnya untuk
berjalan ke arah mobil Ilwoo yang di parkirkan
sejauh 500 meter dari sini. Sebuah tangan mulus melingkar di lengan
Hyesun,itu tangan suaminya.
“Tidakkah
pulang bersamaku? Syutingku baru saja selesai.” Heechul menawarkan tumpangan
pada Istrinya,wajar saja. Karena ia memang Istrinya.
Dengan cepat
Hyesun menggelengkan kepalanya,”Tidak perlu,aku pulang dengan Ilwoo Oppa saja.
Pasti beberapa kru masih berkeliaran disini,kau masih terlibat kontrak dengan
Fexue sebagai suaminya.”
“Tapi aku
Suami sah mu!” Ucap Heechul sedikit
berteriak,namun beberapa kru tidak mendengar ini. Hyesun mulai membendung air
mata lagi,sepertinya dalam hitungan detik itu akan jatuh.
“Aku
tahu,tapi seperti yang aku katakan sebelumnya. Kau masih terlibat kontrak,lebih
baik aku pulang dengan Ilwoo Oppa saja. Toh kita nanti akan bertemu di rumah.”
Perlahan air mata Hyesun jatuh lagi. Sungguh ingin Heechul menghapus dan
memeluknya,tapi ia masih harus menahan diri karena banyak orang di sekitar
sini.
Hyesun
menundukan kepalanya,Heechul memberi isyarat pada Ilwoo. Dan Ilwoo
mengerti,untung saja sahabatnya ini tak menjengkelkan seperti Kim Woobin. Ilwoo
melepas tangannya perlahan dari tangan Hyesun.
“Maafkan aku
Hyesun-ah,aku harus pergi sekarang. Kakakmu sudah menungguku di Apartement Kim
Woobin,aku harus pergi sekarang.” Ilwoo menundukan kepalanya lalu berlari
pergi.
Hyesun masih
menahan tangisnya agar tak terdengar orang lain,jam menunjukan pukul 18.10
sudah mulai sepi. Namun pasti 30 menit yang akan datang tempat ini akan sangat
ramai,kru bisa di hitung dalam hitungan jari. Heechul tak mempedulikan hal
itu,kotrak,status,jabatan semuanya tak berguna sekarang. Ia hanya ingin
menenangkan Istrinya.
Heechul menarik
lengannya dan Hyesun berada dalam pelukan hangatnya,”Mianhae,Ullijima.” Heechul
menenangkannya dan membawa ke mobilnya di dekat sini.
***
Heechul
memutar balikan mobilnya untuk pulang,Hyesun masih menangis. Heechul meliatnya
di sela-sela ia mengemudi,Ia memberikan sekotak tisu pada Hyesun. Hyesun
mengambilnya satu persatu dan menghapus air matanya.
“Aku minta
maaf.” Heechul terus mengucapkan kalimat itu di sepanjang perjalanan,Hyesun
berhenti menangis. Heechul terus mengajaknya berbicara rapi Hyesun tak kunjung
menjawabnya. Sepertina Hyesun masih marah dengan Heechul.
Setelah
beberapa saat berlalu,sampailah mereka berdua di rumahnya,Heechul membukakan
pintu untuknya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam kamar mereka.
***
Hyesun
menenangkan dirinya di dalam kamar mandi,sejak rambutnya kering,basah dan
kering lagi ia baru keluar dari tempat persembunyian itu. mungkin sudah satu
jam lebih Hyesun berada di sana.
Hyesun
melihat Heechul duduk menunggunya di sudut ranjang ini,Hyesun tak peduli. Tak
ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Hyesun naik ke dalam ranjangnya dan
langsung tidur memunggungi Heechul. Hyesun memejamkan matanya.
“Hyesun-ah,kau
sangat marah padaku?” Heechul sudah geram dengan kondisi ini,ini semua akibat
acara laknat itu. mungkin tak hanya Istrinya yang menangis karena itu,penggemar
setiapnya selam bertahun-tahun mungkin melakukan hal yang sama.
“……………………….”
“Hyesun-ah,ayolah
jawab pertanyaanku. Sudah lebih dari 20 pertanyaan sejak sore tadi,belum
satupun kau menjawabnya.” Heechul
mencoba sekali lagi.
“………………………”
“Hyesun-ah,aku
mohon jangan abaikan aku seperti ini. Jangan acuhkan aku,aku suamimu!”
“……………………….”
“Apa kau tidak
kasihan padaku? Kau terus mendiamiku.”
“……………………….”
“Hyesun-ah,jika
kau seperti ini aku akan gila! Apa kau mau aku menyudahi program ini? Tidak apa
jika aku harus membayar ratusan juta bahkan miliyar,aku akan mengumumkan
pernikahan ini. Jika ini membuatmu nyaman aku akan melakukannya, tolong jangan
abaikan aku!” Heechul meluapkan emosinya, ia tak suka di abaikan seperti ini.
“Hyesun-ah,aku….”
“YAAA! Kalau
begitu jadilah gila! Bisakah kau tidak mengangguku bahkan ketika aku ingin
istrirahat dan tidur? Aku sudah berbicara padamu,kau puas? Kau ingin apa lagi?
Jika kau mengangguku aku akan pergi tidur di Apartement Jung Ilwoo atau Kim
Woobin!” Hyesun berteriak meluapkan emosinya,ia juga sangat geram. Ia ingin
istirahat,tapi Heechul menganggunya.
Hyesun sebenarnya
sejak tadi membuka matanya untuk mendengar semua keluhan Heechul
padanya,baiklah Hyesun mengalah. Jika Heechul berbicara lagi,masalah akan
semakin rumit. Heechul lebih baik menutuo mulutnya rapat-rapat.
Ia mulai
merebahkan tubuhnya di samping Hyesun,ia hanya bisa melihat punggung cantik
Istrinya. “Mianh.” Ups,tak sengaja Heechul berbicara lagi. Hyesun sudah
kehilangan kesabarannya.
Ia mengambil
salah satu bantalnya dan pergi ke sofa panjang di dekat ranjangnya, ia menaruh
bantal itu dan bersiap untuk tidur. “Dengar Kim Heechul,jika kau berkata
sepatah katapun atau mendekat ke arahku…aku akan benar pergi untuk tidur dengan
Jung Ilwoo. Kau mengerti?” Hyesun berteriak kencang melebihi sebelumnya,
Heechul menganggukan kepala tanda ia mengerti.
Hyesun
merebahkan tubuhnya dan tidur seadanya di sofa mereka. Ia memejamkan
matanya,begitupun dengan Heechul. Tapi bukan nyaman yang Heechul dapat saat ia
memejamkan tubuhnya,tapi ia justru gelisah.
Ia sangat
gelisah,sekarang suhu kota sedang dingin. Dan Hyesun tidur tanpa selimut dan pelukannya,Heechul
takut ia sakit. Ia ingin mendekat dan memberikan selimut,tapi ia takut Hyesun
belum tertidur.
30 menit
kemudian.
Heechul turun
dari kasurnya, ia mendekat ke arah Hyesun. Jika ketahuan sedikit,istrinya bis a
tidur malam ini dengan orang lain. Heechul sangat berhati-hati,Ia mengecek
sekali lagi dan Hyesun sepertinya tertidur.
Heechul
mengambil selimut dan menyelimuti Istrinya,ia tak lupa memberi kecupan di dahi Istrinya.
“Jalja..” Cicit Heechul sepelan mungkin, ia kembali ke ranjangnya. Dan sekarang
setidaknya ia bisa tertidur cukup tenang.
“Nappeun!”
Cicit Hyesun dalam hati, ia membuka matanya. Lalu memejamkan kembali,ia tahu
apa yang di lakukan suaminya barusan. Tentu saja akan ada pembalasan besok,jika
tenaganya masih ada. Mungkin saja Hyesun akan marah lagi.
***
Heechul Pov.
Hoaaaamm…
Kulihat jam
dinding menunjukan pukul 8.00 pagi,aku melihat ke samping tempat tidurku.dan
disana tidak ada Hyesun,aku teringat kembali! Aku berdiri dan melihat sofa yang
tadi di tiduri Hyesun,dan dia tidak ada.
Aku mencari
ke kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Tapi ia tidak ada! Kemana perginya dia?
Oh,sudahlah
lupakan. Aku harus berangkat bekerja untuk pemotretan dan penandatanganan
kontrak,aku pergi bekerja hari ini. Ibaratkan sup tanpa garam,hambar rasanya
hariku tanpa Hyesun. Ini baru satu hari! Aku pulang jam 8 malam,Hyesun
memasakan makan malam lalu tertidur tanpa menyapa sepatah katapun untukku.
Setelah makan malam sendirian,aku kembali tertidur. Semoga saja esok pagi suasana
akan berubah.
Hoaaammm…..
Aku
terbangun,dan sama seperti kemarin. Hyesun tidak ada! Hari ini aku tidak ada
pekerjaan,jadi aku bisa mencari Hyesun. Walaupun ini sangat mudah,jika tidak di
Apartement Hyukjae atau Woobin pasti di Apartement Jung Ilwoo. Di antara ketiga
orang itu,pasti disana ada Hyesun.
Aku mencari
Hyesun sampai di sudut terpencil rumah ini,namun Hyesun tidak ada. Aku berhenti
mencarinya dan duduk di sofa ruang tamu.
Dddrttt….Drrrttt…
Ponselku
berdering,aku segera kembali ke kamar dan membuka sebuah pesan masuk untukku.
Dan itu dari Istriku,aku membacanya.
From : Nae Yeobo.
Annyeong Hasseyo! Kau sudah bangun? Maaf aku sedang pergi ke rumah
seseorang,dan aku lupa menyiapkan makanan untukmu. Kau bisa memanggil Guo Fexue
agar ia memasakan sarapan untukmu,aku yakin rasanya sangat enak di bandingkan
masakanku! Tidak perlu mencariku,aku akan baik-baik saja. Bahkan jika kau
mencariku,kau tahu kemana aku akan pergi. Baiklah,untuk itu…kau boleh datang
kesini,itu hakmu dan aku tidak bisa melarangnya.
YAAAK!
Memangnya kau fikir kau siapa? Aku berteriak memarahi ponselku,memang gila! Aku
memang sudah gila di buat oleh istriku sendiri,aku lantas beranjak mandi dan
mengambil kunci mobilku.
Baiklah,aku
memutar arah untuk pergi ke tempat Hyesun berada. Tangan kiriku menekan tombol
dan aku menelfon seseorang di sela-sela aku sedang mengemudi.
“Annyeong
Hasseyo,Ommonim. Apa Jung Ilwoo ada disana?” Tanyaku saat panggilanku
tersambung pada Kim Ahjumma,dia adalah pembantu Apartement Jung Ilwoo.
“Jung Ilwoo?
Tadi pagi ia sudah pergi ke rumah Kim Woobin,ada yang ingin di sampaikan? Nanti
Ahjumma akan menyampaikan saat Ilwoo sudah pulang.” Jawab wanita paruh baya
itu.
“Oh,tidak
perlu Ahjumma. Aku akan ke rumah Kim Woobin saja,jadi aku bisa langsung menanyakan
suatu hal pada Ilwoo. Maaf mengganggumu,Gamsahamnnida.” Ucapku menutup
sambungan telefon,okay kali ini Hyesun ada di rumah Woobin. Langsung saja aku
memutar kemudi untuk pergi ke rumah Woobin,aku memarkirkan mobil dan menaiki
lift menuju lantai 11. Aku sekarang sudah berada di depan pintu Apartementnya.
Author Pov.
Ting Tong.
Woobin
mendekat ke arah pintu,ia melihat di sebuah layar kecil dan disana terdapat
wajah Heechul. Lantas,Woobin tak semudah itu untuk membukakan pintu. Ia
menanyakan hal itu dulu kepada Hyesun,Ya walaupun ini Apartementnya.
“Hyesun-ah,suamimu
ada di depan pintu. Bagaimana,kau mau aku membukakan pintu untuknya?” Tanya
Woobin pada Hyesun.
Hyesun duduk
di sebuah sofa panjang,reaksi wajahnya aneh setelah mendengar kata Suamimu.”Biarkan saja,Oppa. Bukankah
Oppa bersiap untuk mandi? Biarkan saja ia di luar.” Jawab Hyesun dengan wajah
cuek.
Woobin
mengangkat bahunya lalu melepaskannya,ia mengambil handuk dan pergi ke kamar
mandi untuk membersihkan diri.
Ting Tong.
Bel berbunyi
lagi,Hyesun menghela nafasnya.
“Hyesun-ah,biar
aku bukakan saja pintunya?” Tanya Ilwoo yang duduk di sebelah Hyesun. Ini kedua
kalinya bagi Heechul untuk menekan bel yang tak ada artinya.
“Oppa biarkan
saja.” Jawab Hyesun cuek lagi,ia menekan salah satu tombol dan Channel pada
televisi di depannya berganti. Ilwoo dan Hyukjae memakan cemilan yang di beli
Woobin kemarin sambil menikmati acara yang di tonton Hyesun. Hyesun menaruh
remot di sebuah meja di depannya.
Ting Tong,
Ting Tong, Ting Tong, Ting Tong.
Okelah,kali
ini Heechul justru memainkan bel dengan membunyikannya yang entah sudah berapa
kali. “Hyesun-ah,suamimu sungguh berisik!” Pekik Hyukjae kesal,ia berdiri lalu
beranjak untuk membukakan pintu untuk Heechul.
Ckkriiikkk….
“Hyung,kau
datang kesini. Ada apa?” Hyukjae membukukan tubuhnya pada Heechul.dia memang
suami adiknya,tapi umurnya jauh lebih tua daripada Hyukjae. Untuk itu Hyukjae
menghormatinya.
“Apa Hyesun
disini?” Tanya Heechul kemudian masuk ke dalam partement Woobin,Hyukjae
mengangguk dan menutup pintunya. “Hyesun-ah…” Panggil Heechul pada Hyesun.
Hyesun duduk di sofa panjang Apartemnt Woobin dan Ilwoo duduk di sebelah Hyesun
namun ia duduk di ujung sofanya.
Heechul
berencana duduk di sebelah Hyesun,jika ia duduk itu berarti Hyesun di apit oleh
kedua Namja tampan.tapi nampaknya itu tak berlaku lagi!langsung saja Hyesun
merebahkan tubuhnya dan kepalanya berada di atas paha Ilwoo,kakinya sengaja di
panjangkan untuk memblok agar Heechul tidak duduk di dekatnya.
“Hoaammm,tidak
ada acara yang seru. Oppa,tolong ambilkan remotnya!” Suruh Hyesun,Ilwoo
kemudian memajukan tubuhnya untuk megambil remot dan memberikan pada Hyesun.
Oh,baiklah. Heechul
harus benar-benar bersabar! Tapi berani sekali dia,istrinya tidur di pangkuan
orang lain di depan matanya? Oh GOD! Heeechul duduk di sebuah kursi untuk satu
orang,sementara Hyukjae di bawah.
Klik.
Hyesun
menekan tombol pada saluran tv sehingga muncullah channel MBC,”Oh,acara We Got
Married! bukankah itu pasangan We Got Married Seohyun dan Yonghwa?” Hyesun sengaja
bertanya pertanyaan konyol seperti itu,sudah jelas jelas ia tahu jawabannya.
“Ilwoo Oppa,apakah kau berfikir pasangan itu sangat romantis?” Tanya Hyesun
mendongakkan kepalanya menatap Ilwoo dari bawah.
“Oh,” Pekik
Ilwoo bingung,ia takut Heechul marah padanya jika membahas WGM.”Oh,ye. M-mereka
pasangan yang sangat menarik!” Jawab Ilwoo gugup sekaligus bingung,Heechul
menghela nafasnya. Sementara Hyukjae diam-diam tertawa singkat.
“Januari,Februari,Maret,April.
Tinggal beberapa bulan lagi pasangan Heechul dan Fexue akan muncul di layar
kaca.” Gumam Hyesun sengaja menyindir Heechul, “Hyukjae Oppa…” Panggil adiknya.
“Nde?”
“Oppa,menurutmu
pasangan Heechul-Fexue akan mendapat rating berapa? Aku bertaruh jika ratingnya
di atas 25% aku akan menceraikannya.” Sahut Hyesun bersemangat.
“Hyesun-ah….”
Ucap Heechul terpotong.
“Oh,Hyesun-ah,”
Hyukjae sedikit gugup,namun.” Jika ratingnya 20-25% aku akan mengabulkan
permohonanmu.”lanjut Hyukjae yang tak kalah bersemangat,ia tahu pasti Hyesun
hanya memanas-manas Suaminya agar panas.
“Tidak-tidak!
Ratingnya pasti di bawah 20%!” Sambung Ilwoo yang ikut bertaruh,”Hyesun-ah,jika
tebakanku benar…kau harus mentraktirku apa saja!” Lanjut Ilwoo tak kalah
bersemangat.
“Ayolah,kami
tidak akan membuat rating setinggi itu,” Ujar Heechul,wajahnya langsung sedih
seketika. Ia juga kesal karena perbuatan Istrinya.
“Hyung,kau
berani bertaruh berapa?” Tanya Ilwoo menuntut.
“Hyesun-ah…”
Entah darimana asalnya tiba-tiba Woobin datang dan menaruh kepalanya di atas sanderan
sofanya dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya serta handuk kecil di
lehernya,bahkan ia masih bertelanjang dada!”Aku bertaruh,jika rating mereka di
atas 30% aku akan menikahimu!” Lanjut Woobin.
“Aish,Oppa
kau mengagetkanku!” Pekik Hyesun sedikit terkejut,”DEAL! Jika di atas 30% kita
akan menikah!” Lanjut Hyesun yang langsung terbangun seketika,Ilwoo dan Hyukjae
tersenyum miris.
“YA,KIM
WOOBIN! Bagaimana bisa kau masih bertelanjang dada berkeliaran di hadapan
seorang wanita!” Teriak Heechul seraya melemparkan kotak tisu namun tak
mengenai kepala Woobin.
“Ah,Hyung…
Mianh! Bukankah ini Apartementku? Lagipula beberapa bulan lagi aku akan menjadi
suaminya jika rating WGM mu di atas 30!” Woobin mengeringkan rambutnya dengan
handuk kecil di lehernya dan tersenyum.
“Aish!
Manamungkin! Mana ada pasangan yang akan mendapat rating setinggi itu,mustahil
itu akan terjadi!” Heechul membela dirinya,ia sangat kesal Istrinya bertaruh
menceraikannya dengan rating WGMnya.
“Mungkin
saja.Kau Kim Heechul,Hyung!” Ilwoo lantas membela sahabatnya.
“Aish!”
Heechul berdecak kesal,”Woobin-ah,cepat pakai bajumu dan buatkan aku makanan!
Aku sangat lapar, Istriku bahkan tidak membuatkanku makanan dan malah pergi ke
Apartement seorang Namja!” Lanjut Heechul yang tak kalah menyindir Istrinya. Woobin menurut dan pergi ke kamarnya.
Hyesun
berdecak kesal,”Berani sekali dia menyuruh tuan rumah untuk melakukan
apasaja,memangnya dia siapa? Badannya saja tidak seindah badan Kim Woobin.”
Hyesun tak terima dan kembali menyindir Suaminya.
“Ayolah,Hyesun-ah
aku minta maaf.” Heechul mendekati Hyesun.
“Woobin Oppaaaaaaaa!”
Panggil Hyesun sedikit berteriak.Ia sengaja karena ia tak ingin menatap wajah
Suaminya, Hyesun beranjak pergi ke kamar Kim Woobin.
Heechul
menghela nafasnya, Istrinya baru saja pergi meninggalkannya. “Hyukjae-ah,Ilwoo-ya,apa
yang harus aku lakukan?” Heechul menaruh dagunya di meja di depannya.
“AAAAAAAAAAAAA!”
Terdengar suara gadis berteriak,ya itu suara Hyesun. Apa ang terjadi dengannya?
***
Hyesun
mendumal tentang suaminya dan beranjak pergi ke kamar Kim Woobin,ia membuka
pintu kamarnya “AAAAAAAAAAAAA!” Sontak Hyesun berteriak,ia hanya terkejut
karena melihat Woobin sedang mengenakan baju.
Untung saja celananya sudah rapih,dan Hyesun hanya melihat sebagian
tubuh Woobin. “Ah,Oppa kau mengagetkanku!” Lanjut Hyesun.
“Hyesun-ah,apa
yang ter….” Heechul berlari datang melihat Hyesun,suasana hatinya berubah
seketika. Dari cemas menjadi kesal,”YAA! Kim Woobin! Untung saja kau sudah
menggunakan celanamu!”
“Mianh
Hyung,” Ucap Woobin pada Heechul seraya merapihkan baju yang berlengan
panjangnya,”Hyesun-ah,seharusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang
lain.” Woobin menasehati Hyesun.
“HYUNG APA
YANG TERJADI?” Teriak Hyukjae,ia dan Ilwoo sedang menikmati sebuah film yang
berjudul ‘Hello Ghost’ entah kapan channel itu terganti. Mungkin Hyukjae tak
begitu suka tontonan itu sehingga mengganti Channel lain.
“Ah,Josonghaeyo.”
Hyesun membungkukan tubuhnya dan sedikit malu atas perbuatannya yang melihat
Namja lain sedang menggenakan baju,”Oppa,ayo ke dapur! Aku juga cukup lapar.”
Hyesun menggandeng tangan Woobin dan membawanya ke dapur meninggalkan Heechul.
Heechul
menghela nafasnya dan kembali dengan raut wajah pasrah duduk di dekat Ilwoo dan
HyukJae lagi.
“Hyesun-ah,apa
yang biasa suamimu makan?” Tanya Woobin sesampainya ia di dapur,ia menyiapkan
pisau dan barang lainnya yang entah ingin membuat masakan apa.
“Masakan saja
Ramyun.” Jawab Hyesun,ia kemudian berjalan ke arah kulkas Woobin. Sepertinya ia
sudah sangat tahu seluk beluk Apartement ini.
“Kau yakin?
Ini masih pagi hari? Bagaimana jika ia sakit?” Tanya Woobin meyakinkan lagi.
“Biarkan
saja,aku tidak peduli!” Jawab Hyesun cuek,”Oppa,aku minta es krim wanilla mu
ya?” Woobin menganggukan kepalanya,Hyesun mengambil sebuah eskrim vanila lalu
membuka bungkusnya.
Woobin lantas
mengambil sebuah mie instan dan menyiapkan air panas serta sayuran lain untuk
di potong. Hyesun duduk di kursi meja masak Woobin,Meja ini cukup panjang dan
bersih! Di lengkapi dengan kompor yang menempel serta peralatan lainnya yang
tertata rapih.
Woobin
memotong daun bawang dan menyiapkan bahan lainnya,Hyesun meletakan dagunya di
meja itu sambil memakan es krimnya. Lebarnya saja 1 meter dan panjangnya
sekitar 3 meter hanya untuk meja masak ini.
“Hyesun-ah,jika
kau masih mencintai Suamimu maafkan saja dia. Wajar jika Suami-Istri
bertengkar,tapi yang tak wajar jika mereka bertengkar yang berkepanjangan dan
saling menyindir satu sama lain.” Woobin mulai menasehati Hyesun di sela ia
sedang memasak.
Huh,Hyesun menghela
nafasnya. “Biarkan saja, dia bahkan telah berbuat jahat padaku. Memeluk Guo
Fexue di hadapanku saat aku sedang berjalan di dekat Sungai Han dengan Ilwoo
Oppa.”
“Itu karena
tuntutan pekerjaan!” Hardik Woobin.
“Bukan! Saat
itu syuting telah berakhir,Wanita Dora itu sudah di jemput untuk pulang ke
negerinya. Dan sebelum ia masuk ke mobilnya,Heechul memeluk hangat dirinya di
depanku!” Tindas Hyesun,ia memakan es krimnya lagi dengan menampilkan wajah
cemberut.
“Geuraeyo?”
Tanya Woobin tak percaya.
Hmm,Hyesun
menganggukan kepalanya. Ia menyodorkan es krimnya ke arah Woobin. “Oppa mau?”
Degan senang
hati Woobin menggigit es krim itu dan melanjutkan memasaknya,ia menaruh bumbu
di ramen yang hampir matang tersebut.”Pernah terfikir olehku kalau aku akan melakukan
ini dengan istriku,dan pernah terfikir bahwa itu adalah kau.” Cicit Woobin.
Hyesun mengangkat alisnya sebelah,sementara Woobin menaruh sumpitnya dan
mengecilkan api kompornya.
“Benarkah?”
Tanya Hyesun ragu,Woobin menganggukan kepalanya dengan cepat.”Kalau begitu kita
menikah saja! Aku bisa melakukan banyak hal denganmu.” Lanjut Hyesun. Woobin
tersenyum.
“Tidak,”
Woobin membuang nafasnya,”Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak
mencintaiku,dan kulihat kau masih mencintai Heechul Hyung.bahkan kau sangat
mencintainya.”
“Benarkah?
Kufikir aku biasa saja dalam mencintainya.” Hyesun menggaruk kepalanya yang
sebenarnya tak gatal.
Woobin
menaruh ramen itu ke dalam mangkuk,”Terbukti! Saat Heechul Hyung mengikuti WGM
kau cemburu,itu artinya kau sangat mencintainya!” Woobin membawa semangkuk
ramen dan sumpit meninggalkan Hyesun sendiri. Mungkin Hyesun sedang melamun
dengan perkataan Woobin barusan,ia tersadar dan membuang stik es krim lalu
berjalan di belakangnya.
“Cemburu
tanda sangat mencintai seseorang?” Tanya Hyesun dalam hati.
“Igeo…”
Woobin menaruh semangkuk ramen dan sumpit di meja dekat Heechul. Ia lalu duduk
dan menonton apa yang sejak tadi Hyukjae dan Ilwoo tonton.
“Ramyun?”Pekik
Heechul tak percaya,”Woobin-ah,ini masih terlalu pagi.dan kau memberiku
Ramyun?” tuntut Heechul,ia mengambil sumpit dan mencicipi makanan yang di buat
Woobin. Hyesun duduk di dekat Ilwoo.
“Aku sudah
bertanya pada Istrimu sebelumnya,dan katanya biarkan saja jika kau harus
sakit.ia tidak mempedulikanmu,Hyung.” Woobin membela diri atas tuntutan
Heechul.
“Aish,”
Heechul berdecak kesal,”Aigoo! Bahkan makananmu sangat enak! Ini bahkan lebih
enak dari masakan seorang Istriku!” Heechul kembali menyindir Istrinya.
Hyesun
berdecak kesal,ia turun ke bawah dan menekuk tangannya ke atas meja. Ia menaruh
dagu di atas punggung tangannya,dan duduk berdekatan dengann Hyukjae
Kakaknya.”Oh,Bukankah itu Cha Taehyun? Dia bermain film ini?” Tanya Hyesun tak
percaya.
“Hyesun-ah,kau
belum pernah menonton film ini? Film ini sudah sangat lama,tahun 2010.” Ilwoo
yang tadinya duduk di atas kini duduk di bawah dekat Hyesun. Ia mengambil
bantal sofa dan menaruhnya sebagai bantalan untuk punggungnya.
“Belum,seorang
temanku pernah memberikanku beberapa kaset dan salah satunya Hello Ghost. Aku
takut menontonnya karena judulnya sangat menyeramkan,temanku tetap menyarankan
untuk aku menontonnya dengan Suamiku. Tapi sampai sekarang aku belum menontonya
karena kesibukan Suamiku,jadi sampai sekarang aku belum menontonnya.” Hyesun
menekuk wajahnya.
Heechul telah
menyelesaikan makannya,ia berdiri.”Kau tak pernah mengajakku untuk menonton
sebuah film,lagi pula jika kau mengajakku saat itu…mungkin aku akan membatalkan
Scheduleku.”
“YAAA!”
Hyesun berteriak.
Heechul pergi
untuk menaruh mangkuk kotor dan mengambil minum di dapur. Heechul kembali,ia
mengambil kotak tisu yang tadi ia lemparkan dan segera memberikan pada Hyesun.
Seperti seorang musuh,Heechul dengan sengaja melemparkan kotak tisue itu di
depan wajah Istrinya. “Ini untuk persiapan,kau pasti akan menangis setelah
selesai menonton Film itu.” Heechul merebahkan tubuhnya di sofa panjang tepat
di belakang Hyesun,”Bodoh sekali,film terlaris 2010 bahkan kau tidak pernah
menontonnya!” Lanjut Heechul.
“YAA! Aku
terlalu takut untuk menontonnya!” Hyesun membela dirinya,ia memukul lengan
perut Suaminya dan Heechul meringis kesakitan.
Heechul
tertidur di sofa panjang itu,Hyesun dan yang lainnya masih sibuk untuk menonton
Film it bersama. Bahkan mereka berempat tidak mau di ganggu sedikitpun.
1 jam
kemudian.
Tes,Tes,Tes.
“Eomma……”
Hyesun menangis terisak setelah selesai menonton Film itu,ia teringat Eommanya
karena memiliki banyak kesalahan saat ia masih kecil. Ilwoo,Hyukjae dan Woobin
mencoba menenangkannya,tapi Hyesun justru menangis semakin kencang.
Heechul tak
mempedulikan itu dan tetap berpura-pura tidak mendengar tangisan Istrinya.
Padahal tangisan Hyesun sudah seperti sirine mobil pemadam kebakaran. Hyesun
masih menangis sambil memeluk Kakaknya. Hyukjae mengelus punggung Adiknya.
“Sudahlah,jika
kau merindukan Eomma kau bisa berkunjung dengan Heechul Hyung ke rumah besok.” Hyukjae
kembali menenangkan Adiknya.
“Oppa…..”
Hyesun kembali menangis,ia melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya
dengan tisu. Entahlah sudah berapa banyak lembaran tisue yang ia habiskan.
10 menit
kemudian.
Ilwoo kembali
menenangkan Hyesun,dan ia berhenti menangis. Setelah Film Hello Ghost berakhir,Mereka
menikmati Drama Poseidon.
“Oh,Choi
Siwon sangat tampan. Tapi mengapa Dramanya sangat membosankan?” Gumam Hyesun.
30 menit
kemudian.
Mereka semua
tertidur,Ilwoo,Woobin,Hyukjae dan Hyesun tertidur. Heechul membuka matanya,ia
melihat Hyesun sedang tertidur. Hyesun turun perlahan dari sofanya dan
menggendong Hyesun menaruhnya di sofa yang tadi ia tiduri.
Heechul
memandingnya,Hyesun tertidur damai. Heechul merapihkan pini Hyesun dan mengelus
lembut poninya,tangan kirinya mengelus lembut tangan Hyesun. Dan siapa
sangka,Hyesun memegangi tangan Heechul. Heechul tersenyum.
“Hoaaammm…”
Heechul menguap karena mengantuk,Ia merebahkan kepalanya di dekat tubuh Hyesun.
Heechul tertidur.
Beberapa jam
kemudian.
Jam dinding
menunjukan pukul 18.05.
“Hoammm…”
Woobin terbangun,ia meregangkan otot-otot tangannya. Ia melirik kesampingnya
melihat Hyesun dan Heechul sedang tertidur bersama. Woobin pergi ke kamarnya
dan mengambil ponselnya lalu memotret mereka berdua.
“Hoaammm….”
Ilwoo terbangun,ia mendorong tangannya meregangkan urat-urat
tangannya.”Woobin-ah,jam berapa sekarang?” Tanya Ilwoo.
“Sekarang jam
18.08.” Jawab Woobin.
“Benarkah?
Woobin-ah,aku pinjam baju dan alat mandimu ya? Aku akan mandi disini.” Ilwoo
kemudian berdiri.
“Ah,Ye..”
Ilwoo pergi
ke kamar Woobin dan membersihkan dirinya,tak lupa ia meminjam beberapa baju
Woobin dan mengenakannya. Untung saja ukurannya tak jauh beda dengan
Ilwoo,hanya saja,beberapa baju Woobin adalah lengan panjang dan ketat.
Di menit
berikutnya,Hyukjae terbangun. Ia berjalan ke arah balkon Apartement Woobin dan
melihatnya. Hyukjae berdiri di samping Woobin menikmati keindahan kota Seoul
malam hari.
“Hyukjae-ah,kau
tidak pergi untuk mandi? Pakai saja pakaianku,setelah Ilwoo keluar kau bisa
menggunakan kamar mandiku.” Woobin menaruh telapak tangannya menggenggam besi
pagar balkonnya.
“Ne,aku akan
melakukannya setelah ini.” Mereka berlima,termasuk Hyesun sudah bersahabat
sejak kecil. Saling meminjam pakaian adalah hal yang wajar bagi mereka.
***
Heechul
terbangun,dan beberapa menit berikutnya Hyesun terbangun. Hyesun berencana
mandi dan meminjam pakaian Woobin,awalnya Heechul menolak dan menyuruh Hyesun
untuk menggunakan pakaiannya saja,tapi Hyesun masih marah padanya. Heechul di
tawari mandi dan menggunakan pakaian Woobin,namun ia sangat enggan bahkan hanya
menyentuh pakaiannnya saja. Menurutnya,Woobin sudah menggoda Istrinya.
Ting Tong.

No comments:
Post a Comment