PART
4-END.
Bel berbunyi,Woobin
datang dan membukakan pintu. Seorang kurir datang memberikan beberapa botol
Wine dan tak lama kurir lainnya datang membawakan beberapa makanan siap saji.
Wine itu dari sahabat Woobin yaitu Lee Minhoo,ia sedang di Amerika dan
mengirimkan Wine impor yang baru sampai malam ini. Woobin di bantu Ilwoo
membawakan Wine dan makanan siap saji.
“Hyesun-ah,Kajja
makanlah!” Sahut Woobin menyiapkan makanan tersebut,itu adalah beberapa makanan
tradisional korea seperti Kimchi,Jajangmyun,Bibimbap,Bulgogi dll.
“Hyung,makanlah!” Woobin tak lupa menawarkan pada Heechul dan Hyukjae.
“Ne,selamat
makan!” Tanpa Ba Bi Bu Hyesun segera menyantap semangkuk Bibimbap itu. Woobin
menawarinya segelas air putih,namun Hyesun tetap mengiginkan Wine.
Heechul ikut
makan dan hanya meminum air putih,ia tak begitu menyukai Wine. Hyukjae,dan
Ilwoo menyusul untuk makan.
Entahlah,sudah
berapa gelas Hyesun meneguk Wine itu. bahkan itu sudah melebihi Hyukjae dan
Ilwoo! Hyesun berencana meneguk segelas Wine yang ke 27nya,namun tangan Heechul
lebih dulu melingkar sehingga Hyesun menghentikan aktivitas minumnya.
“Berhentilah minum,kau sudah sangat mabuk!” Heechul mengambil gelas Hyesun dan
segera meneguknya.
“Aigoo!Woobin-ah,Wine
ini darimana?” Tanya Heechul,baru satu gelas meminum saja ia sudah merasakan
pusing di kepalanya.
“Itu dari Lee
Minhoo,Hyung. Ia mengirimnya dari Amerika.” Jawab Woobin,ia segera mengirim
pesan ucapan terimakasih untuk Minhoo atas Wine yang di kirimkannya. Tak lama
Minhoo membalas pesannya.“Hyung,Minhoo mengatakan Wine itu memiliki kadar
alkohol 75%. Dan ia bilang meminum beberapa gelas saja sudah membuat cukup
mabuk.” Lanjut Woobin.
“Aish,kau
kenapa tidak mengatakannya sejak tadi!” Hardik Heechul.
“Adikmu
seorang pemabuk,Lee Hyukjae!” sambung Ilwoo. Ia saja baru meminum 3 gelas dan
Hyesun,entahlah. Dia benar-benar pemabuk.
“Ani,dia
tidak pernah seperti ini sebelumnya. Paling banyak ia meminum setengah
botol,hanya saja ketika ia sedang di rundung masalah besar yang sedang
membelitnya,ia bisa menghabiskan banyak botol.” Hyukjae membela Adiknya. Ia
turut prihatin dengan kondisi Adiknya sekarang.
“Aigoo,ini
sudah jam 9 malam.” Heechul mengangkat tangannya untuk melihat waktu pada jam
tangannya,”Hyesun-ah,ayoo pulang!” Heechul mencoba menarik tangan Hyesun agar
ia mau pulang.
“Shireo! Aku
tidak mau pulang denganmu! Aku mau pulang di antar Oppaku saja!” Hyesun menolak
mentah-mentah ajakan Heechul,Heechul berdecak kesal.
“Hyukjae-ah,bantu
aku!” Suruh Heechul pada Hyukjae,Heechul membantu Hyesun berdiri dan Hyukjae bersiap
untuk membantunya.
“Ilwoo-ya,kau
tidak pulang?” Tanya Hyukjae pada Ilwoo sebelum ia pergi.
“Ani,aku
ingin membantu Woobin membersihkan rumahnya. Setelah itu aku akan menginap di
rumah Woobin,karena besok kami akan ada syuting untuk Drama terbaruku.” Jawab
Ilwoo yang kemudian berdiri.
“Oh,baiklah.
Woobin-ah,maafkan aku telah merepotkanmu.” Hyukjae berpamitan lalu menaruh
lengan kiri Hyesun di pundaknya,lengan kanan Hyesun berada di pundak Heechul. Hyesun
berjalan lunglai,mungkin itu akibat kadar alkohol yang terlalu banyak. Ia sudah
sangat mabuk.
Heechul dan
Hyukjae membantu Hyesun berjalan. Mereka menaiki lift bersama.
***
Drrtt… Drrtt…
Telefon milik
Hyukjae berdering,Mereka bertiga sudah berada di depan mobil milik Heechul
Hyukjae
merogoh telefonnya dari saku celananya yang tangan satunya masih memegang
tangan Hyesun,ia melihat nama yang tertera pada layar
telefonnya.“Hyung,sebentar ya. Ini Eomma.” Hyukjae melepaskan tangan Hyesun.
“Yeoboseyo.”
Sapa Hyukjae.
“…………………”
“Oh,baiklah
Eomma. Heechul dan Hyesun juga berada disini.”
“…………………”
“Ne,baiklah.
Aku akan segera kesana.” Tutt tutt—
Hyukjae
menutup telefonnya dan menaruhnya di saku celananya,ia mengambil kunci mobil di
kantung bajunya.”Hyung,Mianh aku tidak bisa mengantar kalian. Eomma menyuruhku
untuk cepat pulang,dan katanya kau harus hati-hati mengemudi.” Ucap Hyukjae
sekaligus menyampaikan pesan pada Heechul dari Eommanya.
“Ne,Gwenchana.Kau
juga hati-hati di jalan.” Hyukjaepun pergi,Heechul menaruh Hyesun di kursi
bagian depan. Ia segera menutup pintu mobilnya dan memutar arah untuk masuk ke
arah berlainannya. Ia memanaskan mobilnya,tak lama mobilnya berjalan.
“Hyesun-ah,kau
tidur?” Tanya Heechul di sela ia mengemudikan mobilnya.
“Hmmm,aku
sedikit mengantuk. Cepat jalankan mobilnya! Aku ingin tidur.” Jawab Hyesun
menyuruh.
“Mianhae,Hyesun-ah.”
“Kau,kau
tidak pernah mengerti perasaanku!”
“Aku tahu,dan
aku minta maaf. Maaf untuk segalanya.”
“Kau jahat!”
“Aku tahu.”
“Kau sangat
jahat!”
“Aku tahu.
Maafkan aku.”
“…………………”
Hening,tak ada jawaban terucap dari bibir Hyesun lagi.
“Kau tidur?”
“…………………”
Hyesun
tertidur,Heechul berfokus pada mobil yang di kemudinya. Tak lama,mobilnya pun
terpakir di garasi rumahnya.
Heechul
menggendong Hyesun dan membawanya ke dalam Rumah. Hyesun terbangun,Ia masih
berada dalam gendongan Suaminya.
“Heechul-ssi,turunkan
aku!” Hyesun memberontak,entah itu dirinya yang sadar atau dirinya yang masih
terkena efek alkohol.
“Panggil aku
Oppa!” Suruh Heechul,Hyesun masih berada dalam gendongannya.
“Oppa,turunkan
aku,turunkan Istrimu yang tersakiti ini…” Hyesun membalasnya dengan aegyo,jika
seperti ini,tandanya Hyesun masih berada dalam efek alkohol.
Heechul
menurunkannya di sofa yang tidak terlalu besar hanya untuk satu orang,”Kau
ingin minum dulu? Biar aku ambilkan.” Hyesun duduk di sofa dengan mata yang
masih terpejam.
Heechul
beranjak pergi untuk mengambilkan segelas air,langkahnya terhenti karena tangan
Hyesun menarik kantung bawah bajunya dan alhasil,Heechul terjatuh dalam
pangkuan Hyesun.
“Aku tidak
ingin segelas air,aku ingin dirimu!” Hyesun mulai menggoda Heechul,ia
benar-benar dalam keadaan sangat mabuk.
“Kau bisa
mendapatkanku,tapi tidak sekarang. Kau minum dan membersihkan dirimu dulu,aku
tidak suka dengan baju yang kau pakai.” Heechul berbicara pada Hyesun.ia
mencoba berdiri lagi,namun tangan Hyesun kembali menarik bajunya sehingga ia
jatuh lagi.
Hyesun
membuka matanya,”Memangnya kenapa? Ini baju Kim Woobin.” Hyesun mengerucutkan
bibirnya dan mulai beraegyo lagi. Ini adalah moment langka Hyesun melakukan
aegyo.
Heechul
meneguk ludahnya,ia tak menyangka Istrinya bisa menggodanya seperti ini. Namun
Heechul tak semudah itu terjebak dalam godaan Hyesun,”Berhentilah
menggodaku,atau………” Heechul berhenti dan tak mampu melanjutkan kalimatnya.
“Atau apa?”
Hyesun bertanya dengan aegyo,ia sungguh penasaran.
Heechul sudah
tak bisa menahan nafsunya,dengan cepat ia mendaratkan bibirnya di bibir Hyesun.
Ia melumatnya dengan perlahan,ia sangat menikamati ciumannya. Hyesun membelakan
matanya tak percaya,Heechul tak peduli! Ia masih menutup matanya rapat-rapat
agar bisa menikmati ciuman tanda ia menyalurkan kasih sayangnya,sesekali
Heechul memberi celah agar Hyesun bisa bernafas. Dan ciuman itu berlangsung
cukup lama,Heechul melepaskan ciumanya.
“Atau aku
akan melakukan hal seperti tadi,atau bahkan lebih….” Heechul menggoda
Hyesun,”Dan jangan pernah membahas Namja lain ketika kita sedang bersama,aku
tidak suka! Apalagi Kim Woobin dan Jung Ilwoo!” Heechul memberi peringatan pada
Hyesun. Ia beranjak berdiri,dan lagi…
Untuk ketiga
kalinya,Hyesun tak bisa membiarkan Heechul pergi. Heechul terjatuh,Hyesun kini
membalas ciumannya yang belum sempat ia balas tadi. Heechul menikmatinya,ia
tersadar bahwa Istrinya benar-benar mencintainya. Hyesun melepaskan ciumannya.
“Nappeun!”
Decak Heechul kesal,”Terima kasih,kau telah menjadi Istriku. Sekarang,biarkan
aku untuk pergi sebentar…aku hanya ingin mengambilkanmu minum dan setelah itu
kau harus mandi,Arra? Jangan menarik bajuku lagi,baju mahalku bisa sobek di
buatmu!” Heechul tersenyum dan pergi,Hyesun membiarkannya.
Ia masih
membelakan matanya tak percaya,ciuman yang kedua… itu bukan efek dari
alkohol,tapi itu adalah efek dari nafsu yang di miliki Hyesun. Kepalanya sudah
tak terlalu berat lagi,ia mungkin tersadar setelah Heechul menciumnya.
Sudahlah,Hyesun
tak begitu memikirkan hal itu. ia beranjak pergi dan mengambil handuk untuk
membersihkan dirinya.
***
Hyesun keluar
dari kamar mandinya menggunakan baju tidur dan sebuah handuk kecil melingkar di
lehernya,ia mengeringkan rambutnya. Suara pintu berbunyi,Heechul masuk dengan
membawakan segelas air putih dan menaruhya di meja.
“Minumlah…”
Ucap Heechul menawarkan segelas air yang ia bawa.
Hyesun
mendekat ke arah gelas itu dan meminumnya,”Gumawo.” Hyesun berterima kasih.
“YA!,Hyesun-ah…”
Panggil Heechul.
Hyesun
menaruh gelas itu kembali di mejanya,”Mwoya?” Tanya Hyesun keras dan sedikit
kesal. Heechul berdecak kesal,ia menggelengkan kepalanya melihat perubahan
Hyesun yang begitu cepat.
“Aigo…
bagaimana bisa kau merubah emosimu secepat itu? aku tidak suka dengan Hyesun yang
sekarang,apa kau tidak ingat apa yang baru kau lakukan? Saat kau menciumku,apa
kau tidak ingat?” Tanya Heechul kesal.
“Menciummu?
Kapan aku pernah melakukannya? Aish,aku tidak ingat sama sekali!”Jawab Hyesun
berbohong,padahal ia sangat ingat kejadian beberapa menit yang lalu. Mungkin
Hyesun malu untuk mengungkitnya,jadi ia berpura-pura untuk tidak ingat. Hyesun
melemparkan handuknya ke keranjang pakaian kotor,Hyesun berjalan menuju ke
ranjangnya. “Kenapa masih disana ?tidak tidur? Cepatlah tidur!” Hardik
Hyesun,ia menarik selimutnya setinggi dada dan bersiap untuk tidur.
Heechul yang
tadinya masih tak percaya tersadar,ia segera naik ke ranjangnya.”Kau sudah
tidak marah denganku?” Tanya Heechul menyibak sedikit selimut yang di kenakan
Hyesun.
“Fikir saja
sendiri!” Jawab Hyesun kesal,ia menutup tubuhnya dengan selimut bahkan menutupi
seluruh tubuhnya malu sampai kepalanya benar-benar tak terlihat.
Heechul
mempunyai ide,ia yang masih duduk lantas menggelitik tubuh Hyesun. Hyesun
berteriak,Heechul tak mempedulikan malah semakin gemas untuk menggelitiknya.
Hyesun menyerah dan menyibak selimutnya,ia duduk di depan Heechul. Heechul
berhenti menggelitiknya.
“Mianhae,aku
sangat menyesal. Maaf jika telah membuatmu cemburu,jika kau ingin aku
membatalkan acara itu katakan sekarang. Tidak apa jika aku harus membayar denda
100.000.000 won,asalkan itu tidak membuatmu marah lagi padaku…aku akan
melakukannya!” Heechul memberanikan diri mengatakan itu,baginya sekarang yang
terpenting adalah Hyesun tak marah lagi dengannya.
“Tidak
perlu,kau hanya perlu memberitahuku apa saja yang ingin kau lakukan dengan Guo
Fexue sebelum syuting. Aku akan mempertimbangkan kembali,apa saja yang boleh
kau lakukan dan yang tidak boleh kau lakukan! Jika itu benar-benar tuntutan
pekerjaan,tidak apa-apa. Aku yang sebenarnya harus minta maaf! Seharusnya aku
sudah tahu resiko jika menikah dengan seorang sepertimu,maafkan aku karena
terlalu cemburu denganmu.” Hyesun tersenyum bahagia.
“Baiklah,aku
akan lakukan itu!”
Chu~
Hyesun
mencium sekilas bibir Suaminya,walau dapat di hitung dengan hitungan detik,tapi
ciumannya sangat berarti bagi Heechul. “Night Kisseu,Chagiya. Ayoo,tidur!”
Hyesun kembali menaruh kepalanya di bantal dan memejamkan matanya.
Heechul
tersenyum,ia sekarang yakin bahwa Hyesun sudah tak marah lagi dengannya.
Heechul tidur dengan memeluk Hyesun,ia menarik selimut agar menutupi tubuhnya
dan Hyesun. Heechul sangat bahagia.
The End.

No comments:
Post a Comment