PART 8
“Ne,kita
ke cafee disana ya?” Jung Ilwoo menunjuk pada kafe di dekat sana,Hyesun
menganggukan kepalnya. Hyesun berjalan lebih dahulu dari pada Ilwoo,Ups
terlihat jelas ia menahan rasa sakit sehingga berjalan dengan pincang.
“Kakimu
terluka?” Ilwoo melihat dengan jelas luka memar pada lutut Hyesun.Ilwoo
tiba-tiba berjongkok di depan Hyesun,“Naiklah ke punggungku.”
“Tidak
apa-apa.ini hanya luka memar.” Hyesun menolak. Ia ingin Ilwoo
menggendongnya,namun ia juga ingin tidak membebankannya.
“Kau
harus syuting satu adegan lagi dan tidak ada adegan pincang disana. Cepat naik!
Kau harus menyimpan kekuatanmu saat berdiri untuk Kang Hyeri.” Ilwoo benar.
Hyesun akhirnya menurut, Ilwoo menggendong Hyesun sampai di kafe dekat sana.
***
“Annyeong…Chingu!”
Suara ini,ini benar-benar suaranya! Tapi kenapa orang ini bisa berada disana?
Beberapa makanan sudah tersedia di meja orang itu.
Hyesun
dan Ilwoo terkejut saat Eunhyuk menyapa dengan melambaikan tangan kepada
mereka,Eunhyuk sedang duduk di kursi pojokan sana. Ilwoo menurunkan Hyesun
dengan perlahan.
“Oppa,kenapa
kau disini?” Tanya Hyesun yang terkejut melihat Eunhyuk masih melambaikan
tangannya dengan tersenyum.
“Karena
aku tahu kau akan kesini. Hyesun,Ilwoo duduklah.” Eunhyuk menyuruh mereka
berdua untuk duduk,setengah tak percaya Hyesun duduk di kursi berseberangan
dengan Ilwooo dan Eunhyuk,“Makanlah.”
“Kau
sudah menyiapkan makanan ini? Oppa,ingin makan dengan orang lain?” Aduh,Eunhyuk
sudah mengatakan kalau ia ingin makan bersamamu dan Ilwoo tapi kenapa Hyesun
masih bertanya? Gadis bodoh. Makanan yang tersaji di meja mereka cukup lengkah
di lengkapi dengan beberapa minuman.
“Tidak,aku
ingin makan dengan kalian. Aku tahu kalian pasti akan kesini,makanya aku sudah
menyiapkannya. Makanlah,kalian tidak suka?” Tanya Eunhyuk yang mulai makan
lebih dahulu.
“Aku
suka.” Hyesun langsung tersenyum dan melahap beberapa makanan disana.
“YAA!
Ilwoo-ya,dia menangis lagi karena Heechul hyung?” Bisik Eunhyuk pada Ilwoo yang
sedang menikmati makanannya,Ilwoo hanya mengangguk ketika Eunhyuk bertanya
seperti itu. Mata Hyesun sebenarnya masih berkaca-kaca.
“YAA!
Aku sedang makan,mohon tidak membahasnya disini.” Hyesun mulai terusik di
sela-sela ia sedang menikmati ramyunnya.
“Jika
Hyungku belum pulang,aku ingin sekali memarahinya.” Pekik Eunhyuk kesal.
“Kakinya
juga terluka,memarnya cukup parah.” Cicit Ilwoo pada Eunhyuk.
“YAAA!”
Hyesun berteriak dan menggubrak mejanya sampai membuat beberapa makanan
terloncat.
“Itu
pasti karena Hyungku mendorongnya terlalu kencang.” Ucap Eunhyuk. Dia berbicara
padahal di mulutnya masih ada makanan,bagaimana jika ia tersedak?
“Ceritalah
pada kami,kenapa kau menangis?” Ilwoo rupanya juga penasaran,ia tak enak jika
membahas ini sebenarnya. Tapi ada Eunhyuk yang duduk di samping Ilwoo
“Ne,ceritakan
Hyesun-ah.” Eunhyuk setuju dengan apa yang di katakan Ilwoo.
“Aku…tidak
bisa menceritakannya.” Ucap Hyesun sambil menyantap ramyun dengan sumpitnya,
“Hmmmm,ramyun ini sangat enak.” Hyesun tersenyum palsu,itu sebenarnya untuk
mengalihkan pembicaraan.
“Jangan
percaya dengan senyuman palsu itu.”Bisik Ilwoo pada Eunhyuk,“Hyesun,ceritalah.
Jika kau terus memendamnya,luka di hatimu tidak akan hilang. Kau harus
bercerita pada kami.” Itu benar,baiklah Hyesun mulai menceritakannya sekarang.
“Kejadiannya
terjadi begitu saja. Aku mengobati lukaku dengan air sungai dan Orang itu
datang untuk mengobatiku,aku sudah mengatakan tidak tapi dia tetap memaksa. Aku
memarahinya… aku mengatakan jika dia tetap berada disisiku itu artinya ia
membawa masalah denganku,aku… aku mengatakan padanya untuk pergi dariku,setelah
mengobatku ia berjanji untuk tidak menemuiku selain untuk drama dan Ilwoo Oppa
datang.” Mata Hyesun mulai berkaca-kaca lagi.
“Kau
membencinya?” tanya Ilwoo penasaran. Memang Ilwoo baru mengenalnya sehingga
tidak tahu ini lebih dahulu.
“Cinta
sepihak selama lima tahun kandas begitu saja,Heechul hyung memakinya dengan
sangat kasar.” Eunhyuk mencicipi makanan lain sambil menggelengkan kepala
karena sifat Hyungnya tersebut.
“Terlalu
banyak luka yang ia tinggalkan.” Jung Ilwoo menghentikan makanannya,“Hyesun,kalau
begitu jadilah pacarku!” Ilwoo tersenyum menatap Hyesun.
“YAA!
Aku sudah lebih dulu menyatakan perasaan padanya.” Eunhyuk menolak ini dan
tidak suka. Jelas saja,ia lebih dulu menyukai Hyesun tapi Ilwoo justru
melakukan hal itu juga.
“Berhentilah bersikap seperti itu,aku tidak suka.” Hyesun mulai
terganggu dan menatap mereka berdua.
“Tentu saja! Kau menyukaiku.” Ilwoo mengedipkan salah satu matanya lagi
dengan tujuan menggoda Hyesun.
“Aish! Eunhyuk Oppa terima kasih pada makanannya dan Ilwoo oppa bisa
mengantarkanku kembali ke lokasi syuting?” Selesai! Hyesun sangat terganggu
dengan ini,lebih baik jika ia pergi dan tidak melanjutkannya.
“Ah,Ne tentu saja!” Ilwoo juga menyelesaikan makanannya dan duduk
berjongkok di depan Hyesun “Naiklah ke punggungku.” Hyesun menurut dan naik ke
atas punggung Ilwoo.
“YAAA! Hyesun! Ilwoo!” mereka sudah pergi,Eunhyuk hanya bisa kesal
melihat adegan ini. Dia sudah benar-benar rugi! Mereka tidak membayar makanan
ini,Ilwoo tidak berterima kasih padanya dan mereka juga pergi begitu saja.
***
Beberapa jam kemudian.
Hyesun kembali melakukan adegan syuting tunggal,dimana dalam adegan itu
ia hanya perlu beradegan seperti siswa biasa yang mengerjakan tugas semalaman
di kelasnya karena masalah kemarin. Ya alhasil sang walikelas memberinya tugas
seperti ini.
Eunhyuk,Ilwoo,Woobin maupun Heechul sudah pulang lebih dahulu. Sekitar
pukul enam sore mereka semua sudah pulang karena sudah tidak ada syuting.
Hyesun berencana untuk pulang dengan taksi malam ini,terlambat! tapi ini
sudah terlalu larut. Hyesun tidak mau menaiki angkutan umum seperti bus di
malam hari. Ia ingin menelfon kakaknya,namun pasti ia sudah tidur.Mau tak mau terpaksa
ia harus berjalan kaki.
“Rumahku tidak terlalu jauh.” Ucap Hyesun menyemangati dirinya yang
terus berjalan. Tidak terlalu jauh? 1,5 km tidak terlalu jauh? Ya tuhan,dia
seorang artis bukan seorang pelari maraton. Terlebih lagi lututnya yang sudah
mulai memar.
Hyesun berjalan terus. Ia sampai harus menyeret kaki kanannya karena
tidak sanggup untuk berdiri,sekarang ia sudah berjalan sampai setengahnya,
“Sebentar lagi aku juga sampai,aku tidak memerlukan taksi.” Hyesun tersenyum
senang.
Heechul sedang berada di luar mobilnya. Ia ketahuan oleh penggemarnya
sehingga harus memberikan tandatangan satu persatu kepada mereka,”Bukankah itu
Hyesun?” lirik Heechul melihat sosok seorang gadis yang terus berjalan menyeret
salah satu kakinya.
Penggemarnya satu persatu pergi. Heechul berencana untuk mengantarkan
Hyesun pulang,namun ia teringat dengan janjinya kalau ia tidak boleh
mendekatinya lagi, “Mianhae.” Ucap Heechul yang menyalakan mobilnnya lalu
pulang begitu saja. Serba salah! Jika ia mendekat Hyesun akan marah,jika Heehul
pergi ia mungkin bisa kelelahan karena terus berjalan.
Ah akhirnya,Hyesun sampai di depan rumahnya. Pintu rumahnya
terkunci,mungkin karena sudah terlalu malam sehingga Donghyuk harus
menutupnya,ini juga karena Hyesun pulang terlalu larut.
Hyesun mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, “Oppa,ini aku Hyesun. Apa kau
sudah tidur?” teriak Hyesun dari luar pintu.
Donghyuk terbangun dari tidurnya dan membukakan pintu, “Kau pulang larut
sekali,Hyesun.” Ucap Donghyuk dengan mata masih setengah tidur.
“Mianhae,kau terlalu lama—“ Hyesun terbaring lemah di pelukan kakaknya,hyesun
pingsan tak sadarkan diri. Apa yang membuat Hyesun seperti ini? Donghyuk tidak
tahu.
“YAA! Hyesun-ah? Hyesun-ah.” Panggil Donghyuk membulatkan matanya kaget.
Ia terus menggoyangkan badannya namun Hyesun tetap tak sadarkan diri.
Donghyuk menggendong Hyesun dan membaringkannya di ranjang kamar Hyesun.wajahnya
pucat,tubuhnya berkeringat dan ada luka memar yang cukup parah di lututnya.
Donghyuk sebagai teman, kakak, keluarga, sahabat yang baik dengan berbaik hati
mengobatinya perlahan dengan perlahan. Ia terus mengganti kain kompres Hyesun
karena tubuhnya masih panas. Bahkan ia sampai harus tertidur di kursi menunggu
Hyesun untuk sadar.
***
Drrrttt…Drrrttt..
Donghyuk terbangun ketika telefon genggam milik Hyesun berbunyi. Itu
adalah pesan dari Sutradara Jung memberi alamat lokasi syuting hari ini.
“Maaf,aku kakaknya Hyesun. Hari ini ia tidak bisa syuting karena
sakit,mohon pengertiannya.” Tulis Donghyuk membalas pesan singkat tersebut.
Donghyuk melihat Hyesun belum menyadarkan diri terbaring lemah di
ranjangnya.
Di sisi lain—
“Sutradara Jung,dimana Hyesun? Kenapa sudah jam segini ia belum datang?”
tanya Ilwoo pada Sutradara Jung. Sejak tadi memang batang hidung Hyesun belum
terlihat sama sekali.
“Dia sedang sakit,jadi hari ini kita pengambilan syuting yang beradegan
tanpa Hyesun.” Jawab Sutradara Jung mencoba fokus pada syutingnya hari ini.
Memang Hyesun sangat berperang penting dalam hal ini,tapi Sutradara Jung tetap
harus fokus dalam hal ini.
“MWO?” Pekik Ilwoo yang terkejut mendengar jawaban dari Sutradara Jung.
Kim Woobin dan Eunhyuk juga terkejut mendengar kabar seperti itu.
Heechul pastinya tahu sekali kenapa hal itu bisa terjadi,“Sutradara
Jung,aku sakit. Aku izin syuting hari ini,Mianh.” Ucap Heechul pergi. Padahal
Sutradara Jung belum memberi jawaban pada Heechul namun ia lebih dahulu pergi.
Sebenarnya Sutradara Jung bisa saja melerang Heechul untuk pergi,tapi ia tahu
sejak awal Heechul menyukai Hyesun. Apa boleh buat? Hanya itu yang bisa di
lakukannya.
“YAAA! Hyung!” teriak Eunhyuk, Ia baru ingin berjalan pergi untuk
mengikuti Hyungnya namun sayang Sutradara Jung lebih dahulu menarik tangan
Eunhyuk supaya tidak pergi.
“Kau mau kemana? Sudahlah fokus pada aktingmu dulu.”Ucap Sutradara
Jung,Ia dan Eunhyuk kembali pada posisinya “Action!”
***
Hyesun sakit karenaku? Aku tidak mengantarkannya pulang kemarin,itu
benar! Tapi jika aku berada di dekat Hyesun,ia akan terus menderita. Batin
Heechul menyesali dirinya yang sedang mengemudi. Ia mengemudi dengan kecepatan
penuh tak peduli siapa orang yang akan menghentikannya.
Kembali pada Hyesun—
Hyesun terbangun ia mengerjapkan matanya berkali-kali,ia juga memegang
kepalanya yang masih tertempel kompres. Ah! sedikit pusing pastinya, Hyesun
berusaha untuk berdiri bangun.
Hyesun menyadari di mejanya ada secarik kertas serta beberapa obat
disana,ia membaca secarik kertas tersebut.
“Hyesun,aku pergi sebentar
membeli obat. Kompreslah dahimu dengan kain yang sudah aku persiapkan,jangan
lupa minum obat di mejamu jika kau sudah bangun. Aku akan membeli obat
sebentar. Jagan pergi syuting hari ini,aku sudah memberitahu pada Sutradara
Jung!!!” tulis Donghyuk pada kertas tersebut.
Brukkkkkk…
Pintu rumah Hyesun terbuka dengan kasar.
Seseorang datang dari sana. Hyesun baru mau meminum obat yang di
sediakan kakaknya , tapi dengan tiba-tiba Heechul memeluknya dari belakang.
Hyesun tahu benar siapa orang yang memeluknya itu,ia hanya bisa membeku dan
terdiam. Wajahnya masih sangat pucat,bibirnya putih tak berwarna dan matanya
sayu.
“Mianhae,Aku telah membuatmu seperti ini.” Mata Heechul mulai
berkaca-kata,Heechul memeluknya dengan sangat erat dari. Kim Heechul,gadis yang
kau peluk sedang sakit! Kau memeluknya sangat erat tidak membiarkan ia bisa
bernafas lega.
“Kim Heechul,aku—“ BRUKK!
Hyesun pingsan lagi,untung Heechul berada di belakangnya. Sebenarnya Hyesun
ingin mengatakan kalau ia tidak bisa bernafas karena kau memeluknya sangat erat
Kim Heechul!
“YAA! Hyesun-ah,Hyesun-ah.” Heechul memanggil namanya berkali-kali dan
menggoyangkan tubuhnya tapi Hyesun belum menyadarkan diri. Ia belum total
sembuh,Kim Heechul!
Heechul membaringkan tubuh Hyesun perlahan ke ranjangnya. Heechul
menatap baik-baik wajahnya namun Ia belum sadar.
“Hyesun-ah,apa kau sudah—“ Ups,Donghyuk datang! Pintu kamar Hyesun
terbuka sehingga ia hanya bisa melihat sosok Kim Heechul yang langsung berdiri
disana. Tentu saja Donghyuk membawakan beberapa obat yang telah ia beli untuk
Hyesun.
“Annyeong Hasseyo. Aku Kim Heechul,untuk hari ini bisa aku menjaganya
sebagai seorang idola kepada penggemarnya?” Heechul berdialog formal dan
langsung membungkukan badannya.
“YAA! Dia sudah bukan penggemarmu lagi,untuk apa kau masih berada
disini?” Donghyuk mulai kesal,tentu saja orang ini yang telah membuat adiknya
menangis berjam-jam. Untuk apa dia disini?
“Aku tahu hal itu. jika begitu,aku akan menganggapnya sebagai rekan
untuk drama barunya. Mohon izinkan aku.” Heechul membungkukan badannya
lagi,semoga saja orang itu merasa Iba.
“Baiklah,aku akan berangkat bekerja. Ini obat Hyesun.” Ucap Donghyuk yang langsung memberikan kantong
plastik bersikan obat padanya,Donghyuk langsung mengambil jaketnya bersiap
untuk bekerja. Dia telah terlambat lima menit.
“Terima kasih,kakak ipar.” Kakak Ipar? Apa yang ada di fikiran Kim
Heechul? Mungkin Heechul mengira orang di depannya itu adalah kakak Hyesun tapi
itu salah sekali! Ia bukan kakaknya.
“Tapi aku bukan kakaknya,sudah aku pergi dulu.” Donghyuk langsung pergi
dan menuntup pintu rumahnya.
“Jadi,orang tadi bukan kakaknya? Hyesun tinggal bertahun tahun dengan
seorang pria?” fikir Heechul. Apa yang ada di fikiran semua orang? Tentu saja
ini tidak boleh,tapi jika mereka tahu sejarahnya pasti mereka akan mengerti
kenapa bisa seperti ini.
“Hyesun,Mianhae. Aku membuatmu terbaring lemas sekarang.” Heechul duduk
kembali di kursinya yang sebelumnya menaruh obat itu di meja Hyesun. Hyesun
masih terbaring lemas saat ini belum menyadarkan dirinya.
Heechul berjalan ke arah sudut kamar Hyesun,ada satu hal yang sedikit
mengalihkan perhatiannya. Kardus sebesar itu,untuk apa berada di kamar Hyesun?
Heechul mendekati kardus itu dan membukanya. Sungguh tidak sopan! Tapi Heechul
sangat penasaran apa isi di dalamnya.
Astaga! Heechul benar-benar terkejut setelah melihat apa yang ada di
dalamnya itu, “Hyesun…benar-benar penggemarku?” Heechul sungguh tak percaya
melihat jam,poster,foto,bingkai dan lain sebagainya bergambar dirinya,hanya
dirinya saja! *sebenarnya ada beberapa yang Super Junior.Mungkin barang-barang
ini terbilang murah bagi Heechul,namun untuk Hyesun?
Heechul melihat salah satu dari sekian banyak barang disana dan
menatapnya baik-baik,Heechul memegang sebuah foto berukuran 3R bergambar dirinya
sedang bernyanyi di salah satu konsernya yang bertuliskan ‘I will marry you,Kim Heechul Oppa.’ Itu mungkin tulisan tangan Hyesun,namun foto itu sudah terlihat
sedikit sobek dan lecek. Heechul mengambil foto itu dan memasukannya kedalam
kantung celananya,mungkin karena Heechul terlihat tampan saat disana. Heechul
kembali menutup kardus itu dengan rapih dan kembali duduk di dekat ranjang
Hyesun.
Beberapa jam kemudian—
“Aduh,kepalaku.” Hyesun terbangun dan langsung memegang kepalanya.
Mungkin ia sedikit pusing.
“Hyesun-Ah,kau sudah sadar?” tanya Heechul. Tentu saja sudah,jika tidak
untuk apa ia terbangun Kim Heechul?
“Kim Heechul,untuk apa kau berada disini?” Hyesun terkejut melihat orang
di depannya. Mungkin ia lupa Heechul sudah datang beberapa jam yang lalu.
“Aku tahu aku sudah melanggar janjiku. Minumlah obat ini dulu,wajahmu
masih pucat. Aku sudah meminta izin pada temanmu untuk menjagamu hari ini.”
Heechul memberikan obat pada Hyesun,namun Ia belum mau meminumnya.
“Kenapa kau masih berada disini? Pergilah dari rumahku,Kim Heechul!”
Hyesun menyibak selimutnya dan berdiri sebisa mungkin,matanya mulai
berkaca-kaca menyuruh Heechul untuk pergi.
“Mianhae,tapi kali ini aku tidak bisa. Aku telah membuat seorang
penggemarku menjadi seperti ini.” Heechul kembali memeluknya dari belakang,kali
ini ia tak mau hal yang sama terulang kembali. Heechul lebih melonggarkan
pelukannya.
“Tapi, aku sudah—“ Hyesun menitihkan air matanya. Setiap berhadapan
dengan Kim Heechul entah kenapa ia selalu menangis.
“Aku tahu,berhentilah menangis! Di hadapanku kau selalu menangis,wajahmu
masih pucat Hyesun.” Heechul tak mau Hyesun menjadi semakin sakit sekarang.
“Aku ingin kau pergi! Pergilah dari sini,Kim Heechul!” Hyesun melepaskan
pelukannya. Ia menyuruh Heechul untuk pergi dengan air mata yang terus
berjatuhan.
“Lalu jika aku pergi apa kau akan berhenti menangis? Tidak bukan! Kau
malah lebih menangis dengan semakin kencang!” memang benar apa yang di katakan
Heechul. Hyesun mungkin bisa menangis lebih kencang jika sedang menyendiri.
“Aku membencimu!” teriak Hyesun.
“Cepatlah tidur! Aku akan mengganti kompresmu.” Heechul melihat Hyesun
mulai melemah kembali,ia menyuruhnya untuk tidur tapi Hyesun tidak mau.
“Aku tidak sudi kau melakukan itu padaku.” Hyesun menurut dan mulai
berbaring di ranjangnya karena tubuhnya melemas,ia lalu membuang mukanya di
hadapan Kim Heechul.
“Kau ingin aku tidur denganmu? Jika tidak cepatlah tidur,tubuhmu mulai
bergetar.”Heechul melihat Hyesun dengan mata masih berbicar yang belum tidur,
“Jika kau terus menangis,kau tidak bisa cepat sembuh. Lee Hyesun.” Heechul
menggantikan kompresan pada dahi Hyesun dengan yang baru.
“Aku tidak menyukaimu lagi,aku juga bukan seorang penggemarmu lagi.”
Hyesun kembali menangis di hadapan Heechul,tubuhnya masih sakit dan melemas.
“Aku tahu,cepatlah tidur.” Heechul terus menyuruhnya untuk tidur tapi
Hyesun tetap belum mau melakukannya, “Aish,luka ini kenapa semakin hari semakin
parah?” Heechul berdiri dan memberi alkohol pada luka memar di lutut Hyesun.
“Aww—“ Hyesun menjerit kesakitan.
“Apa terlalu sakit saat aku menempelkan obat ini?” Tanya Heechul namun Hyesun
menggelengkan kepalanya.
“Jika sakit,katakan! Jangan terus di tahan.” Heechul kembali memberi
alkohol dan obat luka lainnya pada lutut Hyesun
“Aku tidak apa-apa.” Hyesun terus mengatakan bahwa ia tidak
apa-apa,sebenarnya ia kesakitan saat Heechul mencoba mengobati luka memar pada
lututnya.
“Aku akan memasakanmu makanan,kau tunggu disini. Aku akan meminjam
dapurmu.” Heechul pergi ke dapur rumah Hyesun,Heechul sengaja membiarkan pintu
kamar Hyesun terbuka.
Setelah Heechul pergi Hyesun menangis sangat kencang,ia terkadang
menjerit mengatakan kalau ia membenci Heechul.
“Mianhae.” Ucap Heechul dalam hati. Ia mencoba memasak sebuah makanan
untuk Hyesun, Ia sampai mendengar Hyesun terus menangis di dalam sana.
Setelah satu jam lebih Hyesun tertidur,Heechul kembali ke kamar Hyesun membawakannya
semangkuk bubur dan melihatnya sedang tertidur. Heechul memang belum pernah
memasak,ia mencoba sampai beberapa kali karena hasil sebelumnya sangat buruk
dan tidak enak.
“Mianhae. Kau sampai tertidur,aku menghabiskan waktu satu jam lebih
hanya untuk memasak. Karena ini pertama kalinya aku memasak.” Heechul benar! ia
baru pertama kali memasak,dan ini adalah makanan hasil karyanya di berikan
untuk Hyesun.
Heechul menaruh bubur itu di meja kecil milik Hyesun, ia lalu kembali
duduk dan memandangi wajah Hyesun dengan sangat damai.
“Kau cantik. Tapi kau lebih cantik jika sedang tidak menangis.” Tutur
Heechul,Hyesun tertidur terlalu lama. Heechul mulai lelah dan tertidur di kursi
sambil menggenggam kedua tangan Hyesun. Hyesun terbangun. Ia melepaskan tangan
Heechul dan berdiri dengan perlahan,tubuhnya sudah lumayan segar sekarang.
Ia melihat Heechul tertidur,Hyesun mencicipi makanan buatan Heechul dan
meminum obat yang terletak di atas meja kecilnya.
Ia tak tega melihat Heechul tidur dengan duduk. Dengan kekuatannya
Hyesun menggendong Heechul untuk membiarkannya tidur di kasurnya. Sangat berat?
Sudah pasti. Untung saja beratnya hanya 60kg,dan dia adalah Kim Heechul. *Untung
bukan Shindong.
Hyesun melihat Heechul sekarang tertidur di ranjangnya,ia memindahkan
kursinya di dekat jendela dan duduk disana menatapi jalanan luar dari dalam
kamarnya.
“Ah,Hyesun-ah kau sudah bangun? Maaf aku ketiduran.” Heechul terbangun
lalu memegang kepalanya.
“Tidak apa-apa,kau bisa pergi sekarang. Aku sudah merasa baikan.” Ya
ampun,ia baru bangun sudah di suruh untuk pergi? Kasihan sekali Heechul ini.
“Kau yang memindahkan aku kesini?” Tanya Heechul dan Hyesun menanggukan
kepala,tentu saja! Jika bukan dia siapa lagi? Tidak ada orang disini selain
mereka.
“Kau bisa pergi sekarang,Kim Heechul.” Lagi,lagi dan lagi Hyesun tetap
menyuruhnya untuk pergi.
Heechul menyibakkan selimutnya dan langsung memeluk Hyesun dari
belakang,Hyesun hanya bisa membeku saat Heechul memeluknya.
“Mianhae…untuk semua yang aku lakukan padamu,Mianhae…” Heechul terus
meminta maaf padanya,padahal sejak dulu Heechul terus meminta maaf tapi Hyesun
tidak pernah memaafkannya.
“Lepaskan pelukankmu,Kim Heechul.” Hyesun mulai menangis lagi.
“Menanggislah. Menangislah jika kau ingin menangis,aku ada disisimu.
Marahlah jika kau ingin marah,aku akan mendengarkan semua amarahmu.” Heechul
masih memeluknya dan belum mau untuk melepaskannya,Hyesun terus menerus
menangis.
“Kau terlalu jahat Kim Heechul.” Hyesun baru meluapkan kemarahannya,
namun sepertinya ada orang yang akan datang. Heechul melepaskan pelukannya dan
Hyesun langsung menghapus air matanya dengan cepat.
Ckkriikk…
Pintu rumah Hyesun terbuka.
“YAA! Hyesun-ah,Hyungku membuatmu menangis lagi?” tuduh Eunhyuk,kedua
orang itu membeku melihat mereka semua tiba-tiba datang. Menganggu saja,namun
memang air mata Hyesun masih berbekas di matanya.
“Apa yang di lakukan Kim Heechul hyung?” Tanya Jung Ilwoo yang berdiri
di samping Eunhyuk,tentu saja bukan hanya mereka berdua yang datang.
“Kau sudah sembuh Hyesun-ah?” Tanya Kim Woobin begitu khawatir. Tentu
saja setelah pulang syuting mereka semua langsung datang menjenguk Hyesun.
“YAA! Bagaimana bisa kalian kemari?” Marah Hyesun.
“Jung Ilwoo pernah kesini,ia yang mengantar kami.” Eunhyuk benar,jika
tidak ada Ilwoo mungkin Woobin dan dia tidak akan tahu dimana rumah Hyesun.
“Hyesun-ah,kau harus menjauhinya. Berbaringlah,kau belum sembuh total.”
Woobin menarik tangan Hyesun untuk menjauhi Heechul dan menyuruhnya untuk
berbaring lagi di ranjangnya.
“YAA! Kim Woobin.” Teriak Eunhyuk yang mulai kesal,berani sekali ia
melakukan itu pada Hyesun. Jika tahu begini,ia tak mau mengantar Woobin untuk
kesini.
“Hyesun-ah,kau sudah minum obat?” Tanya Jung Ilwoo yang langsung duduk
di kursi dekat Hyesun.
“Hyung,aku ingin bicara denganmu sekarang!” Eunhyuk menarik tangan Heechul
dan ia menurut untuk mengikutinya,Eunhyuk dan Heechul membiarkan mereka untuk
menjaga Hyesun sementara.
“Hyesun,apa kau bisa syuting besok?” tanya Woobin yang masih berdiri di
sebelah kanan Hyesun.
“Apa kau sudah meminum obat?” tanya Jung Ilwoo yang duduk di sebelah
kiri Hyesun.
“Ne,tentu saja! Aku sudah sembuh karena kalian datang,oh ya….” Hyesun
tersenyum lebar,ia baru ingin beranjak berdiri namun Woobin sudah melarangnya
untuk tetap tidur.
“Kau ingin kemana? Tetaplah tidur disini,kau ingin mengambil apa?” Tanya
Woobin,ia hanya tak mau Hyesun kelelahan. Lebih baik jika ia berbaring
disana,iakan sedang sakit.
“Aku hanya ingin mengambil notebook
kecil di loker mejaku,disana.” Jawab
Hyesun sambil menunjuk ke arah Meja kecil di dekat Ilwoo.
Woobin lalu berjalan ke arah meja kecil tersebut dan membuka loker
itu,Woobin mengambil notebook yang di
dalamnya lalu memberikan pada Hyesun.
Hyesun tersenyum dan membuka notebooknya
tersebut. “Ilwoo Oppa,tolong tanda tangan disini.” Ya ampun,Hyesun!!! Kau hanya
meminta tanda tangan pada Jung Ilwoo? Hyesun meminta Ilwoo untuk memberi
tandatangan tepat di atas foto yang bergambarkan Jung Ilwoo tersebut.
Ilwoo menurut dan mememberikannya tandatangan dengan sign ‘Untuk Hyesunku yang tersayang,cepatlah sembuh’. Awalnya ia menatap aneh Hyesun,tapi mau tak mau ia juga tetap harus
menandatangani notebooknya tersebut. Jangan kaget,buku Notebook tersebut berisi 150 lembar lebih bergambarkan semua idola
yang ia suka di setiap halamannya. Ilwoo memberikan Notebook itu pada Hyesun kembali.
“Woobin Oppa,tolong tanda tangan…disini!” Hyesun membalikan lembar
bukunya tersebut dan menyuruh Woobin untuk menandatangani tepat di atas foto
bergambar Woobin seperti apa yang di lakukan Ilwoo sebelumnya.
Woobin menurut dan juga ia memberi sign
‘Aku mencintaimu
Lee Hyesun,aku penggemarmu!! Love,love’
Woobin juga memberinya tanda hati di atas signnya
tersebut.
Di sisi lain—
“YA! Lee Hyukjae mohon dengarkan aku.” Eunhyuk membawa Heechul ke luar
rumah Hyesun agar mereka semua tidak bisa mendengar percakapan mereka,Heechul
baru ingin berbicara namun Eunhyuk memotongnya.
“Hyung,mohon dengarkan aku lebih dulu.” Sambung Eunhyuk. Heechulpun
terdiam mendengarkan dongsaengnya akan berbicara,“Hyung,bisakah kau menjauh
dari Hyesunku? Kau tahu,jika ia berada di dekatmu kau akan membuatnya menjadi
menderita.”
“Hyukjae—“ Heechulkan ingin berbicara lagi,kenapa Eunhyuk selalu
memotongnya?
“Hyung,aku mencintainya! Dia sudah tidak menyukaimu lagi,tidak bisakah
kau melepaskannya untukku? Tidak bisakah untuk mengalah dan membiarkan aku
mendapatkannya? Aku menyukainya,Hyung.” Eunhyuk meninggikan suaranya,tak biasa
sekali tatapan yang Eunhyuk berikan pada Heechul.
“Kau bilang aku tidak mencintainya? Aku juga mencintainya,Hyukjae. Aku
juga tahu kau mulai menyukainya.” Memang benar!Heechul dan Eunhyuk sama-sama
menyukai orang yang sama, yaitu Hyesun.
“Aku menyukainya lebih dahulu daripada Hyung.saat Hyung
mencampakkannya,aku berada disisinya. Kali ini tidak bisakah Hyung mengalah
karena aku sebagai dongsaengmu dan membiarkan aku untuk mencintainya?” Eunhyuk bertanya lagi dengan lebih serius dari
sebelumnya.
Sebuah mobil hitam yang cukup besar berhenti di depan rumah Hyesun,satu
persatu orang keluar dari mobil tersebut dan masuk ke rumah Hyesun.
“MWO?” Pekik Heechul yang kaget melihat semua orang yang keluar dari
mobil tersebut adalah…

No comments:
Post a Comment