PART4
“Kalau begitu
tidurlah,aku hanya meminjam keyboardmu. Setelah aku selesai,aku akan kembali ke
kamarku. Tidak usah khawatir…” sama seperti sebelumnya,Richan masih fokus pada pekerjaannya.
Kai berdiri dari
tempatnya,”Aku akan masuk ke kamar,tutup saja pintunya jika kau sudah selesai.
Aku akan memindahkan keyboardnya besok.” Kai berpesan. Kai berjalan menuju
kamarnya yang tak begitu jauh.
“Arra,” Jawab
Richan mengerti,”Jalja…” Kai berhenti dan berbalik menatap gadis itu? Apa
kupingnya tidak bermasalah? Kai mendengar ucapan selamat tidur dari orang lain.
Kai membetulkan
tenggorokannya,”Ekhem.” Bagaimanapun,ia harus tetap ingat dengan siapa dirinya
sekarang,Kai harus memiliki jiwa idol dan tidak boleh di anggap rendah atau
murahan hanya karena kalimat itu. Kai masuk ke kamarnya dan Richan kembali pada
pekerjaanya…lagi.
Richan mengecek
waktu pada layar ponselnya,sudah jam 10 malam. Richan menguap,”Hoaammm,” rasa
kantuk akhirnya datang,”aku akan tidur dua puluh menit saja,setelah itu aku
akan melanjutkannya lagi.” Janjinya pada diri sendiri.
Richan mereganggkan
ototnya dan kedua tangannya membuat siku,ia tidur.
Waktu terus
berganti.
Siapa
sangka,matahari sudah terbit. Jam menunjukan pukul 6.30 pagi. Para Trainee
sudah pergi meninggalkan mereka berdua. Kai keluar dari kamarnya,”Hoamm…” ia
menguap. Kai bersandar di dekat pintu menatap Richan yang masih tertidur dengan
samar-samar. Kai mengucek salah satu matanya. “AAAAA!” Ia berteriak.
Richan sontak
bangun karena alert yang di buat oleh teriakan Kai di pagi hari. Richan
terbangun setelah sadar ia bukan di kamarnya. Richan segera berdiri dan
panik,Kai menatap jam dindingnya.
Kita terlambat, “Cepat
ganti bajumu,aku akan menunggu dibawah. Kita pergi naik taksi!” suruhnya,Richan
mengambil peralatannya dan pergi.
*
Keduanya memutuskan
pergu dengan menggunakan taksi,semoga saja tidak aga yang melihat
kedatangannya. Kai keluar lebih dahulu,setelah beberapa saat Richan keluar.
Ckrikk.. Cekrikk..
Kilatin blitz
berasal dari salah satu ponsel di lantai 10. Keduanya berpisah,Richan pergi ke
ruang latihannya,begitupun dengan Kai. Human Network,sejenis sosial media untuk
SWE menjadi salah satu aplikasi yang banyak di gunakan saat ini.
Pasalnya,berita
fakta bercampur hoax ada di dalamnya,kali ini yang menjadi pusat perhatian
adalah Richan. Kasus tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan Kai? Mengapa
mereka bisa bersama?
Richan melanjutkan
pekerjaanya,tiga orang gadis datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“YA!!” Bora berteriak,hal ini mengagetkan Richan dan membuatnya harus berdiri.
“Apa aku membuat
kesalahan?” Richan bertanya dengan polosnya. Sungguh,ia tidak tahu hal yang
sedang terjadi saat ini.
“Kau masih
bertanya?” Bora meninggikan suaranya,PLAAKK! Semburat merah muncul di pipi kiri
Richan karena tamparan Bora. Uee dan Jiwonpun kaget oleh tindakan Bora secara
refleks tersebut. “Itu pantas untukmu!”
“YA! Ada apa
denganmu? Berani sekali kau menganggap Trainee baru sepertiku rendah!” Richan
memegang pipinya yang sakit.
“Kau sudah menggoda
Lee Taepyeonim,lalu beberapa hari yang lalu Eunhyuk Sunbae,dan sekarang kau
mencoba bermain-main dengan Kai Sunbaenim? Gadis macam apa kau ini!” kalimat
kasar muncul dari mulutnya,itu cukup membuat hati Richan tergores. Namun ia
belum mengerti apa yang terjadi.
Uee mengeluarkan
handphonenya,ia memperlihatkan sebuah foto dimana Kai dan Richan keluar dari
taksi yang sama beberapa saat yang lalu. “A-aku bisa menjelaskan foto itu.”
Richan gelagapan di buatnya.
“Dasar gadis
murahan!” Bora mendorongnya sehingga Richan terjatuh,Ia mengambil beberapa
kertas di atas keyboard dan menyobeknya di depan mata Richan. Hal ini membuat
Richan berkaca-kaca,kerja kerasnya selama ini. “Aku ingatkan kau untuk menjauh
dari Kai Sunbaenim! Atau—“
Uee dan Jiwon
memegangi kedua tangan Bora,”Bora,sudahlah hentikan. Kita akan dimarahi jika
orang lain melihat hal ini,kurasa itu sudah cukup untuknya.”Rencana Bora untuk
mencoba menampar lagi akhirnya gagal.
“Benar,kita akan
segera debut! Kita harus menjaga sikap kita…”Uee berkomentar,kedua temanya
akhirnya membawa Bora pergi dari tempat itu.
Richan menatap
nanar sobekan kertas di depannya,rasa sakit dipipinya,lalu perkataan tentang
gadis murahan yang membuat hatinya tergores, dan sekarang kerja kerasnya yang
sama sekali tidak di hargai seolah itu adalah sampah.
Hanya karena hal
ini Richan tidak mau di anggap lemah,ia memungut kertas tersebut dan
membuangnya ketempat sampah dengan berat hati. Richan menulis ulang bait lagu
di kertas baru. Lupakan tentang not balok,Richan akan memulainya dari awal.
Setidaknya kerja kerasnya sebelumnya baru 65% selesai.
Masalah muncul
dalam otaknya,apa yang harus ia katakan pada Kai nanti?
Berjam-jam ia
lakukan hanya dengan hal sia-sia. Ia bukan memikirkan tentang nasib
lagunya,tapi apa yang harus ia katakana pada Kai nanti. Sempurna sekali
hidupnya,Park Richan!
Terlintas di
benaknya dengan berbohong,ia tahu bahwa itu adalah perbuatan jahat. Tapi ia
tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Kai,baginya ini adalah cara
terakhir.
Kai menatap Richan
di balik pintu,menurutnya sekarang Richan mungkin sedang berfikir untuk
menentukan nada. Kyuhyun datang dan mengagetkan Kai. “Jongin-ah,aku ingin
bermain Starcraftku. Kau sudah selesai meminjamnyakan?” Tanya Kyuhyun langsung
pada intinya.
“Ah,kaset itu.
Menurutku itu tidak seru dan hanya membuan waktuku saja.” Jawab Kai dengan
santai.
“Tidak seru?
Membuang waktumu?”Kyuhyun tak percaya,”Bagaimana bisa kau mengatakan hal
seperti itu!” Kyuhyun memarahinya.
“Aish,Hyung. Jika
aku menang aku akan comeback dengan single pertamaku,dan aku harus banyak
berlatih…”
“YA! Aku berada di
level jauh di atasmu,aku sudah berada di dunia hiburan selama delapan
tahun,dengan banyak jadwal setiap harinya,namun aku masih bisa memainkannya
kapan saja. Dan itu tidak membuang waktuku!” Kyuhyun menjadi kesal,’Mianhae’
satu kata yang di ucapkan Kai,”Kalau begitu kembalikan! Aku ingin bermain
starcraftku hari ini.”
“Aku tidak
membawanya,Hyung.” Gila saja,untuk apa kaset permain dibawa Kai saat sedang
bekerja dan dia juga bukan penggemar Starcraft. “Jadi aku menaruhnya di meja
dekat TV kamarku!” lanjutnya.
“Aish! Kau ini!”
Kyuhyun berdecak kesal,”Kalau begitu bekerja keraslah!” Ucap Kyuhyun sebelum pergi.
Kai kembali menyendiri,ia menatap Richan lagi. Menurutnya wajah dan postur
tubuhnya tidak begitu buruk. Cukup sudah ilusinasi Kai tentang Richan,lebih
baik ia pergi dari sini. Saatnya pulang.
*
Jam dinding sudah
menunjukan pukul 18.10 Malam hari.
Richan duduk di
lantai bersama dengan Kai yang sudah mempersiapkan air untuknya berdua.
Terlihat sedikit keraguan di wajah Richan,ia hanya memantapkan hatinya untuk
melakukan hal ini.
“Bagaimana,kau
sudah selesai dengan lagumu?” Tanya Kai. OhTuhan,baru beberapa menit ia
bertemu,kenapa opening harus di hiasi dengan pertanyaan laknat untuk Richan?
“Hmm,menurutku itu
jelek,”Richan menjawabnya,lirik lagu sudah bagus dan hanya dengan sedikit
perbaikan pada nada sudah membuat lagu itu sempurna. “Menurutku akan lebih baik
jika dengan instrument gitar,bagaimana menurutmu?”
“Aish,itu hanya
memperlambat pekerjaan!” Kai marah,”Katakan padaku hal sejujurnya!” Ia
menuntutnya.
“Tidak ada yang
kusembunyikan,instrument gitar menurutku jauh lebih baik.” Jawabnya santai. Kai
menatapnya marah,Richan menundukan kepalanya. “Bora menyobek hasil kerjaku,Ia
marah karena melihat kita pergi bersama tadi pagi. Kau puas?!”
Kai membuang
nafasnya,”Kau sungguh tidak bisa di percaya!”
“Tunggu dulu! Aku
sudah memfikirkan ini sejak tadi siang,jika kau bernyanyi lalu di iringi dengan
gitar bukankah terdengar lebih bagus? Menurutku ini bagus untuk single albummu.
Kim Jiyoung dan Sungha Jung saat berduet dengan That XX,tidakkah itu menarik?
Jadi lagumu akan berpusat pada suaramu. Kau penyanyi solo,apalagi yang di nilai
selain suaramu?” Oh,kalimat terakhir itu entah datangnya darimana. Richan hanya
merangkainya dengan asal yang bisa meyakinkan Kai.
“Kau tidak tahu
siapa-siapa,darimana kau tahu GDragon dan Sungha Jung?” Kai menyelidik.
“Tadi siang aku
baru mencarinya di internet,” Jawab Richan dengan jujur,”Selain tentang
pekerjaan,aku sarankan agar kita tidak saling mendekati satu sama lain. Itu
akan menyulitkanku.”
“Baiklah,”Kai
menyutujui dan berdiri,ia kembali dengan gitar di tangannya dan memberikan
kepada Richan. “Itu gitar dari fansku,untuk itu kau harus hati-hati.” Kai
berpesan,Ia merebahkan tubuhnya di sofa seperti biasa dan Richan dengan
pekerjaannya.
Pukul 20.30 malam.
Kai mendengarkan
permainan gitar Richan sedari tadi,tidak buruk. Malah ini berkesan lebih
baik,nadanya santai dan tidak terlalu elegan. Richan telah menguasai gitar
sejak sekolah menengah pertama,tidak buruk pengetahuannya dengan gitar,jadi
mudah baginya menyusuaikan diri.
“Jongin-ah!!” Suara
teriakan terdengar di luar pintu. Richan maupun Kai menghentikan aktifitasnya
dan saling menatap satu sama lain.
“Kyuhyun
sunbae,kita tidak bisa ketahuan dengan keadaan seperti ini. Kita harus
bersembunyi!” Ucapnya panik.
Kai berdiri dengan
refleks begitupun juga dengan Richan.”Masuk ke lemari pakaianku!” Idenya datang
entah darimana. Kai memimpin sedikit berlari,Richan mengikuti di belakang. Tak
sengaja kakinya menabrak gitar di lantai sehingga menimbulkan bunyi,namun tidak
terlalu kencang.
Kai membukakan
pintu lemarinya dan menyuruh Richan masuk,Kai ikut masuk dan segera menutup
pintu lemarinya,keduanya saling berhadapan.
Kyuhyun dari luar
mengetuk pintu,”Jongin-ah,aku masuk!” Ucapnya,Kyuhyun masuk dan memeriksa. Ia
yakin bahwa ada suara sebelum ia masuk kesini,namun tidak ada orang satupun
disini,Kyuhyun pergi ke kamar Kai namun tidak ada orang,kamar mandi terbuka dan
dapur juga kosong.
“Mungkin aku salah
dengar,”Gumam Kyuhyun dan kembali ke ruang utama,”Jongin-ah,aku mengambil
kasetku!” Teriaknya,Kyuhyun berlari ketakutan. Jelas saja,jika ada suara dan
tidak ada orang,apalagi kemungkinan yang di fikirkan Kyuhyun?
Di waktu
sebelumnya,nafas Richan terengah-engah ketakutan. Ia hanya berfikir bahwa
dirinya saja yang mengumpat,namun nyatanya Kai juga. “YA! Bagaimana kau bisa—“
“TSHHT!” Kai menutup
mulut Richan dengan telapak tangannya agar gadis di depannya itu tidak bisa
berteriak,”Apa menurutmu yang di fikirkan Kyuhyun jika kita seperti ini?” Kai
memarahi.
Terdengar suara
pintu,itu artinya Kyuhyun baru saja pergi. Richan menjadi kesal,Kai memegangi
gagang pintu kecil dengan tangan kirinya,Richan mencoba membukanya tapi Kai
menghalangi. “YA! Aku mau pergi! Disini tidak ada udara! Kita bisa berebutan
oksigen di tempat sekecil ini!” Richan memarahi.
“Aku bisa memberimu
nafas buatan.” Gumamnya. Oh,Tuhan! Dari mana asalnya itu berasal,apa yang yang
salah dengan Kai?
Richan
terdiam,matanya berkedip tak sempurna karena perasaannya yang bercampur aduk.
“YA! Ini sudah hampir jam 10 mungkin,tidak ada cahaya dan tidak ada udara. Aku
ingin keluar dan menyelesaikan pekerjaanku!” Ucapnya sedikit berteriak.
“Sebentar lagi…aku
nyaman dengan keadaan seperti ini.” Kai sudah benar-benar sakit! Apa mungkin ia
tertekan karena suatu hal? Richan menyerah,ia menunduk dan menatap hal lain.
Kai menatap wajah Richan dari dekat.
Beberapa menit
berlalu,dengan posisi yang sama. Tangan kanan Richan diatas tangan Kai dan
menundukan wajahnya,begitupun dengan Kai. Terlintas ide di otak Richan,Ia
mengangkat wajahnya dan menatap Kai,tangan kirinya terangkat dan perlahan
tangan kanannya melepas dan memposisikan sejajar dengan tangan kirinya.
“Kai,mianhae…” Ucapnya samar.
Kai tidak bisa
mendengar dengan baik,”Apa yang baru saja kau katakan?”
“Aku mengatakan,”
Ia berhenti sesaat dan BRUKK! Kedua tangannya mendorong tubuh Kai sehingga
pintu terbuka dan ia jatuh,Richan keluar dari lemari sempit itu dan bernafas
sebanyak-banyaknya. “Tadi aku mengatakan MIANHAE!” Richan berdecak kesal dan
meninggalkan Kai.
“YA! Kau mau pergi
kemana?”Kai berteriak.
“Pulang!” Jawabnya
santai,Richan mengambil barangnya dan pergi dari tempat ini.
*
Richan baru saja
menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk
merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman
selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada
Kai.
Di lain tempat,Kai
baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air
dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan
masuk dari Richan, ia membukanya dan…
===TBC===
No comments:
Post a Comment