PART 3
Pintu terlepas,lemari kayu jatuh saat mereka bersama
mendobrak pintu rumah Jackson. Suasana sangat sunyi tak ada orang seperti
dugaan Anna sebelumnya bahwa mereka telah melarikan diri.
“Cepat pergi ke Lab!” Suruh Anna lagi sehingga mereka
semua pergi ke lab rumah ini. Karena setela pintu terbuka, Luke dan Jack telah
mencari di kamar namun tidak ada siapa-siapa.
“Anna,coba lihat ini! Lihat apa yang aku telah
temukan.” Sahut Nick saat melihat suatu benda yang cukup mencurigakan,tapi
benda apa itu? kenapa terlihat seperti sangat berharga dan mencurigakan?
“Oh My God!” Pekik Anna terkejut melihat benda itu,Oh
jadi itu adalah sebuah atlas yang di tinggalkan Vaselive sebelumnya. Dasar
ceroboh! Kenapa anak itu ceroboh? Ia telah membuat masalah yang sangat
besar,kota El Dorado itu di lingkari olehnya. Setiap orang pasti bisa
mengetahui koordinat jika telah menemukan lokasi tempat.
“Bagaimana? Kita pergi malam ini?” Tanya Edmund pada
Anna. Mereka tahu tahun dimana ada Percy dan tahu koordinat tempat itu,apa lagi
yang ia butuhkan?
“Baiklah kita pergi malam ini!” Seru Anna.
Beberapa jam kemudian.
Mereka telah bersiap untuk pergi ke El Dorado malam
ini,karena hanya ada tiga kursi dalam mesin waktu ini. Mau tak mau mereka harus
berpangku-pangkuan (?) untuk kesana. Sampai akhirnya mereka telah tiba di El
Dorado,surga dunia itu.
***
“Kak,sekarang sudah jam berapa? Kita terus berjalan
malam ini,aku mengantuk.” Sahut Lizzie.ya jika mereka melihat jam,sekarang
telah menunjukan pukul 9.00 malam. Tapi jam tangan merekakan mati,karena abad
15 ini belum di temukan jam tangan.
“Entahlah Lizzie,mungkin sekarang baru jam 8.00
malam.” Ujar Veselive yang terus memantau keadaan di belakang Lizzie.
“Mana mungkin jam 8.00 malam,sekarang sekitar jam 9.00
malam Veselive. Kakak juga sangat mengantuk sekarang,kaki Kakak sungguh lelah.”
Alena berhenti melangkah dan memegangi lututnya yang sangat pegal,bagaikan
pelari yang telah berlari beratur-ratus KM saja. “Kita istirahat di bawah pohon
rindang itu untuk malam ini.”Alenapun duduk bersandar pada sebuah batang pohon
yang cukup besar.
“Kak,tapi aku takut.bagaimana jika ada Piranha
berjalan seperti sebelumnya?” Tanya Veselive.
“Iya kak,aku tidak bisa tidur di tempat seperti ini.”
Sambung Lizzie.
Alena melepaskan tambang dari pinggangnya,ia menebas
daun pisang dengan pisau di tangannya. Waw! sangat besar ,ini lebih besar dari
daun pisang pada biasanya. Ukuran untuk sehelai daun pisang panjangnya bisa
sampai 1,5- 2 m. ia menebas tiga daun pisang dan memberikan dua untuk adiknya.
Ia menggelar daun itu sebagai karpet untuk tidur malam ini.
“Aku juga tidak bisa tidur di tempat seperti ini. Kita
tidur secara bergiliran,kakak akan menunggu untuk tiga jam dan kalian bisa
tidur,lalu Veselive menunggu setiap dua jam dan Lizzie menunggu satu jam
bagaimana?” Tanya Alena. Ide yang cukup bagus,mereka bisa tidur jaga bergiliran
malam ini.
“Itu cukup bagus kak.” Veselive melepaskan jaketnya
dan menaruh di kedua kakinya yang terlentang,sekarang ia bisa mejamkan kedua
matanya.
“Kak,bisa aku tidur di kakimu? Aku tidak memiliki
bantal.” Tanya Lizzie pada Kakaknya.
Alena menganggukan kepalanya, “Tidurlah, Kakak akan
menjaga kalian.” Lizzie meregangkan
tubuhnya dan menaruh kepalanya di paha Kakaknya Alena. Veselive juga ikut
seperti apa yang di lakukan Lizzie,ia tidur di kaki kakaknya.
Mereka berdua tertidur nyenyak,Alena terus membuka
matanya walaupun kantuk terus menerus menghampirinya. Tapi ia tidak bisa tidur
sekarang,ia tetap harus membuka mata dan memainkan senternya untuk melihat
keadaan takut ada bintang yang mendekat ke arahnya.
Beberapa jam kemudian. Alena bisa memejamkan kedua
matanya sekarang,kali ini Vaselive yang harus berjaga untuk dua jam kedepan.
Setelah dua jamnya berakhir kini Lizzie yang harus berjaga satu jam malam ini.
Ya begitulah cara mereka untuk tidur nyenyak di tengah hutan belantara.
***
Matahari mulai naik sehingga perlahan cahaya bulan
mulai memudar kembali. Alena dan Vaselive masih tertidur di pangkuan Lizzie
adiknya.
Suara gemuruh terdengar di telinga Lizzie,seperti ada
yang akan berjalan ke arahnya. Tapi apa itu?
“Kak,bangun Kak! Kak,bangun!” Teriak Lizzie sambil
menggoyangkan bahu kedua Kakaknya.
Suara itu masih terdengar kencang, Alena dan Vaselive
mulai terbangun.
ROOOAAAAARRRRR!!!!
Binatang macam apa itu? tidak-tidak,maksudku monster
jenis apa itu? kenapa baru pertama kali ia terlihat? Mungguh mengerikan
rupanya.
Badannya sungguh gemuk,tingginya sekitar 2,5
meter,warnanya hijau gelap dan hampir terlihat seperti warna hitam,kaki dan
tangannya memiliki cakar yang tajam,kepalanya sangat besar,wajahnya jelek,dan
lebih pantas di katakan Orch.
“Kakak,apakah aku sedang bermimpi?” Tanya Lizzie.
Mereka bertiga berdiri,mereka ingin kabur namun di belakangnya hanya ada pohon
sehingga tak bisa kemana-mana. Apakah Ini akhir dari perjalanan waktu El
Dorado? Tapi aku belum mau ini berakhir.
“Vaselive,keluarkan serbuk peledak itu!” Suruh
Alena. Tangannya sembari mencari tongkat
besi dan matanya masih menatap mahluk mengerikan itu.
“I-iya kak,t-tapi…”
Mahluk mengerikan itu terus mendekat ke arah mereka.
Alena terus mengayuhkan tongkat besi ke arah wajahnya namun ia belum juga
pergi,mahluk itu masih mendekat lagi. Ia mulai menampakan cakarnya yang runcing
tersebut dari jari tangannya, mereka bertiga berteriak lalu menutup kedua
matanya. Ah sudahlah mmungkin ini akhir dari cerita Perjalanan Waktu El
Dorado. Sele—
Tapi,tunggu-tunggu… Dewi Fortuna masih berpihak pada
mereka,seseorang pria bertelanjang dan hanya berbalut celana yang sudah compang
camping (?) dengan kaos yang sudah sobek dengan rambut yang sudah gimbal datang
ke arah mereka yang entah dari mana datangnya itu.
Pria hutan itu seperti memukul pundak mahluk
mengerikan itu dengan tangannyaa. Merasakan tidak terjadi apa-apa, perlahan
mereka bertiga membuka kedua bola matanya. Mahluk mengerikan itu menundukan
kepalanya pada pria itu.
“Richard,pergilah! Dia tamuku!” Seru Pria hutan
itu,mahluk itu menundukan kepalanya lebih rendah lalu pergi seperti orang yang
baru di usir majikannya. Pria itu tertawa terbahak-bahak seperti ada yang
menggelitik saja, “Huahahahah,dia peliharaanku. Tapi siapa kalian? Kenapa bisa
berada di surga seperti ini?”tanya Pria itu pada ketiga anak Jackson.
“Kami adalah wisatawan disini,surga? Apa kami telah
tewas sebelumnya? Kenapa Anda ebisa berada sisini,siapa nama anda tuan?” Tanya
balik Alena. Ia memberi tatapan serius pada sosok pria di depannya itu.
entahlah apa yang di fikirkannya saat ini.
“Perkenalkan aku…” Pria hutan misterius itu membulatkan
matanya,ia menatap tajam wajah ketiga orang itu satu persatu. Pria itu mulai
mendekat perlahan demi perlahan,”Aku Percy Jackson. Pemilik surga El Dorado
ini,siapa kalian?” tanya Pria hutan itu lagi.
Apa yang baru pria itu katakan? Percy Jackson? Tunggu-tunggu,nama
itu. Per-cy-Jack-son. Bukankah dia adalah…
“Aku Alena Jackson,dia adikku Vaselive Jackson dan
Lizzie Jackson.” Jawab Alena dengan intonasi pelan,ia mulai kehilangan
kesadaran setelah mahluk itu hampir memakannya. “Jika ini adalah El Dorado dan
kau adalah Percy Jackson,itu berarti kau adalah…”
Ya ampun,betapa senangnya mereka bertiga ini. Kehilangan
seorang Ayah sejak 13 tahun lalu dan sekarang di pertemukan,bagaimana perasaan
ini? Bagaimana cara menggambarkan perasaan ini?
Tetesan air mata haru jatuh ke pipi ketiga anak itu.
mereka memeluk Pria misterius itu,Ya benar! Dia adalah Percy Jackson. Ayah
kandung Alena,Vaselive dan Lizzie yang telah hilang.
Ayahnya Percy membalas pelukan hangat ketiga anakknya
itu, kebaikan apa yang telah ia lakukan sampai Tuhan membalas dengan mengirim
mereka? Mustahil rasanya bisa bertemu anaknya di perbedaan 600 tahun,tapi kata
Mustahil itu berubah menjadi Keajaiban saat Percy benar-benar bisa memeluk
hangat ketiga anaknya itu.
Ia tahu cepat atau lamabt ia pasti akan bertemu dengan
anaknya,tapi angan-angan semunya itu bisa ia rasakan sekarang. Jika boleh,ia
akan meminta untuk menghentikan waktu. Rasanya,kebahagiaan seperti ini tidak
ingin di ganggu oleh apapun,siapapun dan dimanapun.
“Anakku,kalian bisa mememecahkan kode rahasia itu
rupanya.” Percy Jackson masih memeluk hangat ketiga anaknya,ia tertawa.
“Huahahah,tidak ku sangka kita bisa bertemu disini sekarang.” Percy tidak
menyangka penantiannya selama ini terbelaskan. Terakhir ia melihat putri
pertamanya Alena,ia masih berumur 3 tahun dan sekarang bisa tumbuh besar nan
cantik seperti ini.
“Ayah,kenapa tidak kembali ke dunia ayah? Apa ayah
tidak mau bertemu dengan kami lagi?” Tanya Lizzie di sela-sela ia memeluk
hangat anaknya.
“Ayah,aku sangat merindukan Ayah.” Timpal Vaselive.
“Maafkan ayah,Nak.” Percy Jackson melepas pelukannya
perlahan, “Ayo ikut ke kediaman Ayah,Ayah akan menceritakan semuanya disana.”
Percy menuntun ketiga anaknya ke kediamannya dan mereka mengikutinya. Tak
disangka,hutan seperti ini Ayahnya masih memiliki kediaman? Tapi seperti apa
itu?
***
Mulut Alena,Vaselive serta Lizzie sempat menganga saat
pandangannya melihat sebuah rumah tangga di sebuah pohon besar. Cukup terkejut!
Tapi mau bagaimana lagi,Ya ini bisa di bilang rumah yang cukup bagus untuk di
sebuah pulau tak terdeteksi ini.
Mereka bertiga menaiki tangga yang tertempel pada
batang pohon untuk sampai ke depan rumahnya. Ya,semuanya masih alami. hanya
daun kering,kayu dan bahan alam lainnya untuk membuat rumah seperti ini.
“Duduklah dulu…” Percy Jackson menawarkan ketiga
anaknya untuk duduk. Bukan hanya rumahnya saja yang terbuat dari kayu,namun
bangku serta tempat tidur dan peralatan lainnya masih murni terbuat dari alam.
“Ayah,aku ingin bertanya. Kenapa binatang di pulau ini
bertolak belakang dengan di dunia kami? Kenapa Hiu,paus,piranha bisa berjalan?”
Tanya Veselive yang penasaran,Ah ia sungguh ingin tahu mengapa hal ini bisa
terjadi.
“Ayah,kenapa ayah tidak kembali?” Tanya Lizzie yang
duduk di sebuah kursi kayu.
“Ayah,mesin waktu kami juga rusak.” Runtuk Alena yang
menyesal.
“Tidak apa,masih ada satu mesin waktu lagi disini. Ini
adalah El Dorado,sebuah surga dunia bagi Ayah. Ada pengunungan emas
disini,namun kita harus memecahkan kode suku Chibcha untuk kesana yang belum
Ayah pecahkan. Teka-teki ini juga belum Ayah temukan apa penyebabnya,semua
binatang disini Saling bertolak belakang. Apa yang hidup di air bisa hidup di
darat,begitu juga sebaliknya. Dan yang tadi mengganggu kalian adalah peliharaan
penjaga Ayah,namanya Shotongsh. Setiap ada manusia yang datang kesini,ia selalu
ingin membunuhnya untuk menjaga tempat ini. Hewan itu sangat menurut pada
Ayah,dan… kenapa Ayah tidak kembali? Mana bisa Ayah meninggalkan tempat indah
seperti ini,Ayah dulu berharap agar kalian bisa kesini dan membawa batu emas
dan kita hidup di California pada biasanya. Bisa saja kita untuk tinggal disini
selamanya,namun kita harus menunjukan penemuan berharga disini pada dunia. Dan
pulau sebesar ini,hanya ada empat orang sekarang yang tinggal.” Jawab Percy
Jackson sembari memberikan penjelasan yang cukup panjang.
”Jadi begitu,kami di California terlibat banyak hutang
dengan Luke Horan. Dan kami hampir menjual rumah kepada mereka.”Ujar Veselive.
“Tidak apa,esok Ayah ingin mengajak kalian untuk ke Golden
Mountain.” Ucap Ayahnya bersemangat,rasanya ia ingin sekali mempercepat
waktu,”Dan apa kalian sudah makan?”
“Kami sudah makan,tapi apa itu pegunungan emas yang
ayah ceritakan?” Tanya Lizzie penasaran.
“Iya,kita bawa sebagian emas itu lalu kembali ke
California esok.” Jawab Percy Jackson.
“Oh ya! Ayah,ini aku membawakan pakaian untuk Ayah.”
Alena memberikan satu setel pakaian untuk Ayahnya.
“Terima kasih,kalian istirahatlah dulu. Ayah ingin
mencari makan dulu.” Ucap Percy lalu pergi menghilang dari ketiga hadapan
anaknya tersebut.
Ketiga putri Percy lalu meregangkan tubuhnya lalu
tidur di tempat tidur kayu milik ayahnya. Mau tak mau mereka harus tidur
disana,Ya walaupun sangat keras. Rasanya tulang-tulang mereka seperti
bertabrakan dengan bongkahan besi saat berbaring disana. Tapi setidaknya,tempat
ini cukup aman bagi mereka dan terlindung dari mahluk mengerikan bernama
Sotongsh itu.
***
“Ayah kembali!”Sahut Percy Jackson yang langsung masuk
ke dalam rumah kayunya. Setelah beberapa jam ketiga anak Jackson beristirahat,mereka
terbangun. Alena sibuk sedang merapihkan pakaian yang berantakan di dalam
tasnya,Vaselive sepertinya sedang membuat penemuan baru lagi, sedangkan Lizzie
melihat sebuah pegunungan tinggi dari jendela kayu rumah Ayahnya.
Pegunungan yang di lihat Lizzie terlihat seperti
pegunungan pada biasanya,berwarna hijau dari kejauhan dan banyak pohon serta
tumbuhan. Padahal jelas tidak! Memang pegunungan itu di baluti dengan beberapa
tumbuhan,tapi sebenarnya di dalamnya itu adalah sebuah emas. Emas yang berlimpah
berbentuk gunung tertutupi oleh beberapa tumbuhan.
“Ayah,kau sudah kembali.” Ujar Vaselive di sela-sela
ia sedang membuat suatu penemuan baru,entahlah kali ini apa yang sedang ia
buat.
“Vaselive,apa yang sedang kau buat?” Tanya Percy
Jackson kemudian duduk di samping Vaselive yang masih sibuk mengerjakan
sesuatu.
“Oh,ini aku sedang membuat Glow in
the dark. Aku membuatnya dari senter yang baterainya hampir habis di
padupadankan dengan lampu laser dan bahan lain.” Jawab Veselive yang masih
mengutak-atik penemuannya itu, “Selesai.” Veselive mengangkat salah satu Glow in the dark itu dari empat lainnya
yang ia buat. Usianya masih 17 tahun tapi mahakaryanya sudah sehebat profesor
kelas dunia,jangan di tanya lagi soal berapa IQ yang di milikinya ini.
“Hebat!” Seru Percy Jackson sambil memberikan sebuah
tepuk tangan, “Bagaimana cara itu bekerja?” Tanyanya lagi penasaran. Alat itu
berbentuk seperti stik berukuran 15 cm.
“Kita tinggal tekan saja tombol ini,aku belum mempunyai
nama untuk yang ini. Ini sejenis dengan Glow in the dark. Alat ini akan
bertahan dalam 3 hari jika di nyalakan terus menerus tanpa henti,setelah 3 hari
lalu akan redup kembali lampunya. Namun ketika di matikan,daya alat ini akan
terus mengisi karena memanfaatkan energi gerakan. Mungkin alat ini akan
bertahan sangat lama.” Jawab Veselive sekaligus menjelaskan cara kerja
penemuannya itu yang belum memiliki nama.
“Rupanya kau tumbuh dengan hebat sekarang! Aku tidak
menyangka memiliki seorang anak yang bisa mewarisi bakatku ini.” Puji Percy
Jackson pada karya anak keduanya tersebut. Baru segini saja ia sudah
terpukau,padahal banyak penemuan lainnya miliki Veselive yang lebih hebat.
Vaselive tersenyum saat Ayahnya memberi ia sebuah
pujian. Selain Kakak dan Adiknya,ia
adalah orang pertama yang memberikan pujian. Jikalau saja mahakaryanya
itu di pamerkan,pasti dunia akan mengakui mahakarya tersebut.
“Tapi,apa kau sebelumnya pernah membuat yang lain?”
Tanya Percy Jackson lagi. Kali ini ia sangat berharap bahwa anak keduanya itu
memberi jawaban iya.
“Tentu saja!” Veselive mengeluarkan beberapa barang
dari tasnya, “Ini sebuah debu bom,kita tinggal melemparkan pada target yang
ingin kita hancurkan saja. Kurun waktu satu detik benda yang terkena alat ini
akan meledak. Dan ini…laser pemanas. jika target yang terkena sinar laser,benda
atau apapun itu akan meleleh! Jadi kita harus hati-hati menggunakannya. Dan
masih banyak lagi yang aku bawa sebagian seperti,Kamera pemantau sebesar
debu,api unggun elektrik,cincin walkie talkie dan masih banyak lagi.” Jawab
Vaeselive memamerkan karyanya pada Pria di sampingnya itu.
“Bagaimana cara kerja kamera pemantau sebesar debu
itu?”
“Kita tinggal melemparkan debu ini dimanapun, dan
melalui jam tangan elektrik ini kita bisa memantau semuanya.”
“Ayah,pegunungan yang berbalut tumbuhan itu gunung
aktif atau tidak?” Tanya Lizzie membalikan pandangannya pada Ayahnya.
“Sini mendekat,Ayah akan menceritakannya.” Suruh Percy
Jackson. Alena dan Lizzie mendekat duduk di depannya, “Sebenarnya itu Golden
Mountain yang Ayah ingin ceritakan pada kalian.menurut mitos suku Cibcha yang
pernah Ayah dengar,di bagian depannya terdapat sebuah pintu emas. Tapi untuk
membukanya kita harus memecahkan kode yang terdapat disana,dan Ayah sampai
sekarang belum berhasil memecahkan kode itu. dan menurut suku Chibcha yang
telah hilang juga katanya,itu adalah sebuah bangunan yang berisi peralatan emas
milik Raja El Dorado dan batu Zamrud di dalamnya. Sangkin banyaknya emas
disana,Raja El Dorado itu menumpuknya dan menaruh di bangunan yang berbentuk
pegunungan itu.”
“Kapan kita bisa kesana?”Tanya Alena,jelas saja ia
langsung memiliki semangat setelah mendengar kalimat ‘Memecahkan kode’ dari
Ayahnya itu.”Mungkin aku bisa memecahkan kode itu.” lanjut Alena bersemangat.
“Hmmm,kita bisa pergi pagi esok. Perjalanan kesana
membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari.ada
sebuah danau yang mengelilingi Golden Mountain itu,dan itu semua adalah lelehan
emas yang sangat panas. Jadi kita tidak bisa melewati dengan berjalan kaki jika
tak ingin mati melepuh disana,kita akan
memanggil teman Ayah yang bernama Shotorch.” Jawab Percy Jackson.
“Shotorch itu apa?” Tanya Lizzie yang terlihat sangat
penasaran.
“Itu sejenis Kodok yang memiliki sayap. Besarnya
seperti gajah biasa dan bisa terbang,kalian jangan khawatir. Shotorch seekor
herbivora dan sangan jinak pada Ayah.” Jawab Percy Jackson.
“Aku jadi tidak sabar untuk kesana.”
“Ini makanlah dulu.” Percy Jackson menyajikan makanan
seperti gurita atau sejenis hewan jelata berkaki banyak yang sudah di masak,namun
anehnya itu lebih terlihat seperti cumi balado. “Memang terlihat seperti
monster yang di masak,namun rasanya sungguh lezat. Kalian bisa menyimpan
makanan yang kalian bawa untuk perjalanan esok,karena esok adalah perjalanan
yang sangat panjang.”
Awalnya mereka bertiga cukup terlihat jijik dengan
makanan itu. jalankan untuk memakannya,melihatnya saja sudah membuat perut
terasa mual. Bentuknya seperti cacing besar atau hewan jelata lainnya tapi
memiliki kaki seperti gurita kecil yang sudah di masak dengan bumbu pedas.
Alena hanya bisa mengerjapkan matanya dan menahan rasa
eneknya melihat makanan itu. tapi,bagaimana caranya untuk menolak makanan itu?
Ayahnya sudah capek-capek untuk mencari dan memasak itu untuk mereka bertiga.
Kasihan jika harus di tolak makanan buatan Ayahnya itu.
“Kenapa hanya di lihat? Coba makanlah sedikit dulu,kalian akan suka.”
Ah,Ya ampun! Ayahnya seperti memaksa lagi untuk
memakan itu. tapi bagaimana cara mereka menolak? Mereka takut menyakiti
perasaan hati Ayahnya. Ya,mau bagaimana lagi? Mau tak mau mereka terpaksa
memakannya.
Alena perlahan mendekatkan tangannya untuk mengambil makanan
itu untuk dimakan. ‘Tidak apa,tapi ini buatan Ayah.’ Batin Alena. Ia memejamkan
matanya sebelum memakan itu.
Oh My God! Apa rasa yang baru di rasakan Alena? Apakah
sungguh terasa aneh dan tidak enak? Alena membulatkan matanya setelah memakan
makanan itu, “Lizzie,Vaselive. Cepat makan itu! rasanya sungguh lezat,kalian
harus memakannya! Rasanya seperti kulit ayam yang di beri bumbu spageti.” Tutur
Alena mengomentari makanan itu. entah karena ia berbohong takut menyakiti hati
ayahnya atau karena rasanya memang benar-benar lezat? Entahlah.
“Benarkah?” Tanya Vaselive tak percaya. Langsung saja
ia melahap makanan itu dengan lahap. Dan memang benar! Rasanya sungguh lezat.
Lizziepun ikut memakan makanan itu dan, “Ini sungguh
lezat! Tapi,ini hewan apa Ayah?”Tanya Lizzie. Makanan yang tadinya masih penuh
di atas piring katu sekarang sudah habis.
“Itu? oh,itu ulat pohon berkaki gurita yang Ayah beri
bumbu balado dari cabe dan tomat.” Jawab Percy Jackson. Apa yang baru ia
katakan? Ulat pohon berkaki gurita?Alena dan Vaselive langsung menutup mulunya
dengan tangan karena takut makanan itu keluar dari mulutnya, sedangkan
Lizzie…mungkin ia terlalu enek mendengar namanya itu,ia sampai harus
mengeluarkan sisa makanan itu dari mulutnya. Sungguh terasa mual pastinya
sekarang,memang rasanya sungguh lezat,tapi bahan pokoknya itu loh.
Sungguh di luar pemikiran mereka. Soal rasanya memang
harus di akui kelezatanya,tapi bahan yang di buat dalam makanannya itu. Ulat
pohon sebesar telapak tangan sekarang sudah berada di dalam perut
mereka,bagaikan nasi sudah menjadi bubur.
Ah,sudahlah lupakan dengan makanan lezat menjijikan
itu. semakin di bahas mungkin akan terasa tambah menjijikan nanti.
Sinar matahari mulai memudar dan tergantikan dengan
sinar bulan yang bersinar sangat terang terlihat dari dalam jendela. Memang
saat Ayahnya sampai kesini sepertinya jika ada sebuah jam,itu mungkin akan
menunjukan pukul 18.15 malam.
Alena serta kedua adiknya harus beristirahat lagi di
ranjang keras yang terbuat dari kayu itu lagi,sedangkan Ayahnya harus tidur di
lantai kayu yang sama kerasnya dengan ranjang itu di bawah untuk mendampingi
mereka.
Itu adalah sebuah moment langka bisa menghabiskan
malam untuk tidur bersama Ayahnya yang sudah bertahun-tahun mereka rindukan
itu.
***
Sekelompok orang jatuh dari langit,lebih tepatnya
keluar dari perjalan waktu. Setelah mereka sampai cahaya putih itu mendorong
sehingga mereka lebih terlihat jatuh dari langit.
“Dimana kita?”Tanya Anna sembari memegangi kepalanya
yang terkena benturan dari insiden jatuh oleh mesin waktu tersebut.
“Anna,kita berada di…
===== TBC =====
No comments:
Post a Comment