Our Cast :
·
Han Taesun
·
John Cameroon
·
Sam Adams Will
·
Halle Phantomhive River
·
Azmy Lavigne Walker
·
Hanna Lizzie Mizuki
·
Quella Shefa Mozert
·
Vaselive Jackson
·
Han Jaekyung
·
Aslyn Nicole Horan
·
Annaryn Keiko
·
Brelia Malvine
PART 1
Three,Two,One…
Udara mulai terasa sangat
panas. Sebagian Negara sudah terkena gempa bumi dan tsunami,beberapa Negara
lainnya juga sudah menghilang dari pandangan mata karena ambles kedalam bawah
tanah. 20.002 roket sudah siap untuk sebuah peluncuran,detik berikutnya…
Sebuah peluncuran sebuah roket
di mulai,detik berikutnya,roket-roket lain juga turun mengikutinya untuk
memulai sebuah penerbangan. Roket-roket dengan penerbangan Air Force 001-20.002,sudah terbang di atas langit.
20.002 Roket yang berisi
jutaan umat manusia yang selamat mulai mencari kehidupan baru. Sebuah kehidupan
baru di mulai di Galaxy lain.
--o0 Universe 0o--
30 hari sebelum insiden
terjadi…
1 November,2089.
“Presiden Cameroon,anda
mendapat sebuah panggilan dari salah satu Anggota NASA. Ini menyangkut masalah Gempa
Bumi di Afrika, Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Australia. Ini menyangkut
masalah tentang Bumi kita.” Teriak seorang Pembantu Presiden yang bernama Azmy Lavigne Walker.
Gadis berumur 29 tahun yang
sudah mendapat gelar ‘Propesor’. Memiliki postur tubuh yang bagus,dengan wajah
menawan ,tinggi tubuhnya 174 cm dan tentunya… angka IQ yang jauh di atas normal,153.
Presiden John Cameroon adalah
Presiden yang sekarang memimpin di Amerika serikt tahun ini. Ia berdiri dari
tempat duduknya lalu menerima sebuah Telefon genggam dari Sam. “Apa yang
terjadi?” Tanya John tanpa memberikan sapaan terlebih dahulu.
“Presiden,Saya mendapat berita
penting! Bumi ini- Bumi kita akan mengalami Gempa bumi dahsyat dan Tsunami
selama 29 hari kedepan,dan puncaknya terjadi sekitar tanggal 31 November,2089.
Sekitar tanggal 1 atau 2 Desember akan terjadi hujan matahari di sebagian
daerah bumi kita. Kita harus mengambil keputusan secara cepat,Presiden!” Jawab
Seorang Gadis di suatu tempat.
“Lalu apa yang harus kita
lakukan?”
“Hari ini kita harus
mengadakan Diskusi! Presiden harus segera memanggil Anggota Presiden di seluruh
Negara agar berkumpul di suatu tempat!”
“Baiklah, Pukul 22.00 malam di
White House. Datanglah kesini,aku akan segera menghubungi Anggota Presiden!”
Tut tutt—
John Cameroon menutup
sambungan telefon lebih dahulu,ia memberika telefon genggam itu pada
Assistantnya. “Sam,cepat hubungi seluruh anggota Presiden! Suruh mereka
menggunakan Jet Pribadi mereka atau Pesawat Presiden untuk berkumpul disini sebelum
pukul 10 malam! Bilang saja ini menyangkut masalah Bumi kita!” Suruhnya.
John Cameroon duduk di
kursinya,Ia memijit dahinya yang tiba-tiba saja terasa sedikit pusing.
Sam segera mengambil langkah
cepat lalu pergi. Ia segera menghubungi Seluruh Presiden agar berkumpul seperti
waktu dan tempat yang telah di janjikan.
***
Seluruh Presiden Dunia telah
duduk rapih pada kursi yang mengitari meja coklat panjang ini.
Indonesia,Singapura,Korea,Jepang,Rusia,Cina, semua orang terpandang di seluh
Negara benar-benar hadir disini.
Beberapa menit sebelumnya,John
Cameroon bertemu dengan Hanna dan Halle. Hanna orang yang bicara sebelumnya
dengan John di telefon,dan Halle adalah Profesor yang memiliki jalan pintas
dari masalag ini.
Presiden Cameroon di damping
dengan Halle dan Hanna yang berada di belakangnya masuk ke ruangan ini. Acara
di mulai. 10 menit kemudian.
Halle sudah menyalakan layar
proyektornya. “Cara satu-satunyaa adalah Kita membawa seluruh umat manusia
meninggalkan bumi dan memulai kehidupan baru di Planet Hameroon.” Ucap Halle
dengan menunjukan foto planet itu dari layar Proyektor.
Presiden Rusia mengangkat
tangannya, “Tapi,dimana letak Planet itu? apakah disana sudah ada kehidupan?”
Tanyanya.
Hanna-Anggota NASA bangkit
dari kursinya. “Beberapa anggota tim kami,NASA telah mengunjungi planet
Hameroon. Perjalanannya memakan waktu 10 tahun untuk sampai dan kembali ke
Bumi. Seceara keseluruhan Planet ini sama dengan Bumi,memiliki oksigen,laut
serta beberapa pepohonan. Anggota tim kami beberapa tahun lalu membuka baju
Astonotnya dan ia bisa bernafas dengan nyaman. Kami juga telah menanam beberapa
pepohonan dan beberapa hewan ternak yang dapat berkembang biak dengan baik.
Planet Hameroon berada di Galaxy
Supernova.” Jawabnya.
Presiden Jepang lalu
mengangkat tangannya, “Bukankah Galaxy
Supernova tidak ada?” Tanyanya.
“Memang sebelumnya sudah
sempat di kabarkan bahwa Galaxy Supernova
itu tidak ada. Tapi,tahun 2078 dua orang tim kami meneliti lebih lanjut dan
telah di buktikan bahwa Galaxy Supernova
itu benar-benar ada. Dan ada 7 Planet disana,salah satunya adalah Planet
Hameroon. “ Jawab Hanna kemudian kembali duduk di tempatnya.
“Besok aku dan Hanna akan
menemui Seorang Ilmuan yang bernama Vaselive Jackson. Kami akan mendiskusikan
masalah ini,dan membuat Ribuan Roket agar seluruh umat segera meninggalkan Bumi
ini. “ Lanjut Halle
menerangkan metode ini. Beberapa menit kemudian acara ini selesai,Anggota
Presiden satu persatu meninggalkan tempat ini.
Presiden John tepat berdiri di
depan Halle dan Hanna. Mereka saling berjabat tangan, “Aku percayakan ini
padamu,dana pembuatan roket akan aku ambil dari uang Negara. Seluruh Negara
juga ikut bergabung untuk dana pembuatan Roket ini.” Ucapnya memberi kapercayaan
pada kedua orang itu. Presiden John lalu pergi keluar.
***
29 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle dan Hanna telah membuat
perjanjian dengan Vaselive Jackson. Mereka bertemu di salah satu daerah di
Amerika,hanya ada beberapa bangunan dan sisanya adalah jalanan yang sudah di
aspal. Tapi bisa di bilang tempat ini sangat gersang.
“Vaselive,200 orang pekerja
akan membantu untuk pembuatan Roket ini. 20.002 Roket dengan fasilitas
menampung 5000 orang dan tempat penyimpanan makanan. Bisakan? Roket-roket itu
harus jadi sebelum 25 November!” Ucap Halle pada Vaselive.
“Hanya tinggal beberapa hari.
Tambahlah pekerja lagi! Setidaknya aku membutuhkan sekitar 500 pekerja. Ambil
merekadari orang-orang terlatih di seluruh Negara. Dan aku butuh bahan-bahan
terbaik,serta siapkan 100 kg Aftur untuk satu Roket. Aku akan membuat
penerbangan ini menjadi satu tahun.” Suruh Vaselive dengan kegigihannya.
“Lalu apa lagi yang kau
butuhkan? Kau bisa menghubungiku segera!” Ucap Halle lalu pergi bersama Hanna
meninggalkannya.
28 hari sebebelum insiden
terjadi…
Vaselive terus berusaha keras
membantu dalam proyek besar-besaran ini. Semua orang sangat berkerja
keras,sampai kata lelahpun bisa di hapus. Vaselive yang menjadi kapten saat
ini.
Otaknya sangat pintar,bahkan
katanya IQnya 5 angka di atas Albert Einsteins. Jelas saja, Roket menuju
Hameroon yang seharusnya lama perjalanan sekitar 10 tahun di ubah menjadi satu
tahun. Hebat bukan?
Hari ini baru untuk membuat
kerangka-kerangka roket. Semua orang disini bekerja siang,malam,hingga siang
lagi. Bahkan jumlah pekerja di tambah 200 orang sehingga saat ini jumlahnya
mencapai 700 orang pekerja.
Disisi lain,Hanna berada di
tempat kerjanya. National Aeronautics and Space
Administration atau NASA. Ia bekerja disana,
ia terdiam sesaat sambil menatap layar monitornya.
Ia berfikir,apakah ini bukan
sebuah kesalahan? Umat manusia belum mengetahui tentang peristiwa ini,mereka
akan sangat terkejut bila tahu mereka semua akan di pindahkan ke planet lain.
apakah ini bukan sebuah kebohongan? Ah,bukan! Kata halusnya adalah mereka
menutupi ini dari umat manusia.
Drrtt… Drrtt…
Telefon genggamnya berbunyi. Hanna
segera menggeser ikon hijau ke kanan dan segera meletakan telefonnya di dekat
telinga.
“Ada apa?” Tanya Hanna.
“………………..”
“Benarkah?”
“………………..”
“Baiklah,aku akan segera
menghubunginya.” Tutt tutt— Hanna menutup telefonnya lalu segera mengirimkan
pesan singkat pada Vaselive. Quella
Shefa- dia adalah orang yang di ajak bicara Hanna di telefon. Seorang yang ahli
dalam bidang Bumi dan Bencana.
Berita buruk apa lagikah yang
terjadi?
Apakah Bumi ini sudah sangat
hina di mata Tuhan? Apakah seluruh umat manusia dianggap keji sehingga setiap
hari Gempa bumi terus terjadi di setiap Negara,walau hanya dalam hitungan detik
dan skala yang kecil.
Vaselive menerima pesan dari Hanna.
Ia segera berlari ke ruang kendali dan menyalakan Microphone yang berada
disana.
“Jepang mengalami gempa bumi
selama 31 detik dengan 3,4 SR. tidak ada waktu lagi bagi kita untuk
bersantai-santai!” Ucap Hanna. Suaranya terdengar keseluruh tempat dengan
beberapa pengeras suara yang tersedia disini.
Seluruh pekerja yang mendengar
itu lalu kembali pada pekerjaannya dan melakukan yang terbaik yang mereka
miliki. Merek bekerja dengan cepat namun dengan ketelitian yang tinggi
tentunya. Salah sedikit saja untuk satu roket,lebih dari 5000 orang bisa mati.
27 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle kini datang sendiri
untuk mengunjungi salah Bandar Udara di Rusia-RALAT! Bekas Bandar Udara di
Rusia. Sekarang tempat ini sudah menjadi sebuah tempat yang menjadi saksi
pembuatan 20.002 Roket dalam waktu yang sama.
“Vaselive,bagaimana keadaan
disini?” Tanya Halle yang berada di samping Vaselive.
Vaselive berdiri sambil
menatap beberapa pekerja yang sedang melakukan pekerjaannya, “Tidak ada masalah
sampai saat ini. Diameternya 50 meter dengan panjang 1000 meter di setiap
Roket. Aku rasa ini lebih dari sekedar menampung 5000 orang.” Jawab Vaselive
dengan santai.
“Berapa lantai setiap roket?”
“20 lantai,akan aku usahakan
untuk membuat lift di setiap bagian. Tapi kita kekurangan beberapa bahan
seperti baut,perekat,baja,alumunium,besi dan masih banyak lagi.”
“Aku akan segera
mengirimkannya kesini dalam waktu dekat.”
“Karena jumlah penumpang yang
banyak,akan sulit untuk membuat menjadi Roket. Jadi aku akan membuatnya menjadi
pesawat roket. Siapkan juga 40.000 Pilot dan 20.002 Astronot.”
“Tentu saja,hal itu bisa di
atur. Bagaimana dengan makanan? Tanggal berapa makanan harus sudah siap
disini?”
“Keberangkatan tanggal 31.
Pesawat ini harus jadi sekitar tanggal 25, usahakan pasokan makanan datang
tanggal 26.”Ucap Vaselive. Handphone yang berada di sakunya bergetar,ia segera
mengambilnya dan melihat siapa orang yang telah menelfonnya. “Maaf,Halle. Aku
harus segera kembali bekerja.” Halle menganggukan kepalanya seolah berkata
‘tidak apa-apa’. Vaselive lalu berjalan pergi sambil mengangkat panggilannya.
***
26 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle,Hanna dan Quella sudah
membuat perjanjian untuk saling bertemu di salah satu Restoran keluarga di
Rusia. Mereka saling berbincang bersama,tak lama seorang pelayan membawakan
beberapa pesanan minuman yang telah di pesan Halle lebih dahulu.
“Apa Presiden Cameroon belum
mengumumkan ini pada seluruh orang?” Tanya Quella bodoh. Tentu saja belum!
Jikapun sudah,pasti media,tv,internet,radio semuanya,berita ini sudah tersebar.
Dan pasti seluruh orang sudah panik harus mempersiapkan keberangkatannya. Bukan
hanya keberangkatannya,tapi juga makanan,keluarga dan lain sebagainya.
“Belum. Sam mengatakan padaku
bahwa hal ini masih rahasia.” Jawab Halle lalu meneguk secangkir Americano di
depannya.
Di saat yang sama. Seorang
Gadis muda,mungkin masih menginjak sekolah menengah. Ia duduk bersama adik
kecilnya yang berumur sekitar 7 tahun asyik menikmati makanannya berdua.
Jika di lihat dari wajah,warna
kulit,dan postur tubuh,dia pasti bukan Penduduk asli Rusia atau Amerika.
Mungkin ia seorang pendatang.
“Lihat di sekelilingmu. Semua
orang masih bisa menikmati hidupnya dengan bersenang-senang seolah tidak
terjadi apa-apa. Bagaimana bisa seorang Presiden seperti dirinya menutupi ini
pada seluruh orang?” Gumam Hanna yang sedikit kesal. Ya,hanya sebagian orang
saja yang terlibat dalam proyek ini yang tahu tentang masalah ini.
“Kau benar!” Quella memegang
cangkir minumannya dengan kedua tangannya. Ia seolah-olah sedang menghangatkan
dirinya dengan secangkir kopi panas di depannya. BENAR! Sekarang,Rusia sedang
mengalami musim salju.
“Peneliti di Kutub Utara
memberitahuku bahwa sedikit demi sedikit salju disana sudah mulai mencair.”
Sahut Hanna.
Halle melihat sekelilingnya,
Kakek-Nenek,Kakak-Adik, Ibu-Ayah sampai sepasang kekasih terlihat bahagia menikmati
hidupnya. Mungkin beberapa dari mereka menikmati sisa hidupnya.
Ada milyaran atau bahkan
Triliunan orang yang hidup di dunia ini. Tapi, hanya sebagian saja yang bisa
selamat. Sekitar 100 juta orang yang selamat,sedikit bukan? Tentu saja.
“Presiden Cameroon akan
mengumumkan ini tanggal 15 November. Cepat atau lambat Dunia akan tahu bahwa
Bumi yang di pijaknya akan hilang begitu saja. Hilang bagaikan gelembung.
Mereka akan di pindahkan ke Planet yang lainnya,yang benar saja!” Pekik Halle.
“Uhuk! Uhuk!” Gadis tadi
terbatuk-batuk menguping pembicaraan mereka. RALAT! Tak sengaja mendengar
pembicaraan mereka. Beberapa orang disini termasuk Halle,Hanna dan Quella
menatapnya. Adik yang berada di depannya segera memberikan minuman pada Sang
Kakak. Ia meminumnya,batuknya hilang.
Quella menyadari sesuatu.
“Cepat pergi dari tempat ini! Kita salah membicarakan ini disini,Gadis itu
pasti mendengar pembicaraan kita!” Bisik Quella pada Halle dan Hanna. Mereka
segera membayar minuman lalu pergi.
Gadis itu menghapus sisa
minumannya yang menempel di dekat bibirnya dengan punggung tangannya. “Bumi ini
akan menghilang? Seluruh orang akan di pindahkan ke Planet lain?” Gumamnya.
***
25 hari sebebelum insiden
terjadi…
Seorang Gadis masih sibuk
dengan beberapa Baju serta uang yang tergeletak di atas kasurnya. Han
Taesun,Gadis berumur 14 tahun berasal dari Korea Selatan yang baru saja
mendapat gelar Ilmuan cilik. Ia di kirim ke Rusia untuk mengikuti sebuah lomba
tempo hari bersama puluhan anak dari seluruh Negara. Alena Peter Han adalah
nama baratnya,
Tak memiliki Ibu ataupun
Ayah,Gadis itu hanya hidup bersama Adik semata wayangnya. Soal biaya hidup,itu
Ia dapatkan dari Negara. Bahkan terkadang Ia dapatkan dari pekerjaannya atau
dari Beasiswa yang Ia dapatkan.
Untuk satu bulan ke depan Ia
dan Adiknya akan tinggal di salah satu Hotel ternama di Rusia. Tentunya itu
sebuah penghargaan dari Presiden Rusia karena ia berhasil menemukan teleskop
yang mampu melihat sampai sejauh Saturnus. Hebat bukan?
Ia juga menguasai beberapa
bahasa seperti Inggris,Rusia,Indonesia,Cina dan Jepang. Gadis itu sibuk dengan
tas mana yang harus ia bawa sekarang. “Jaekyung-ah! cepat bereskan bajumu dan
tas yang akan kita bawa!” Teriaknya.
Han Jaekyung,anak usia tujuh
tahun itu menghampiri Kakaknya sekarang. “Noona,memangnya kita akan pergi
kemana?” Tanyanya begitu polos.
“Dengarkan Noona,Jaekyung-ah.
Bumi ini akan segera lenyap,mungkin karena sering terjadinya gempa bumi. Jadi
Noona mendapat kabar bahwa kita semua akan di pindahkan ke planet lain.”
Jawabnya sambil memegang kedua bahu
Adiknya.
“Planet lain? benarkah?
Wah,itu pasti akan mengasyikan!”
Mengasyikan? Apanya yang
mengasyikan? Oh,mungkin karena itu nanti adalah pengalaman pertamanya menyurusi
alam semesta ini. Kita lihat saja,apakah perjalanan ini akan mengasyikan seperti
apa yang ada di fikirannya atau tidak?
“Bawa saja beberapa pakaian.
Noona akan pergi ke Supermarket untuk membeli makanan,kau mau makanan apa?”
Tanyanya.
“Hmmm,permen! Hanya ingin
permen! Bahkan jika aku tidak memakan nasi,aku akan kenyang jika hanya harus
memakan sebutir permen! Noona belikan aku yang banyak ya?”
“Eoh,Noona pergi dulu. Kau
tunggu disini!” Ucapnya lalu pergi ke Supermarket terdekat. Tak lama Taesun
pergi ke Supermarket,Ia membeli banyak
makanan ringan dengan angka kadaluarsa yang masih dua tahun lagi. Ia juga pergi
ke toko ponsel sebelum Ia kembali ke Hotelnya.
***
24 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle masih berada di
Rusia,sedangkan Quella dan Hanna sudah kembali ke Amerika. Seperti biasanya,Ia
bertemu dengan Vaselive. “Bagaimana? Sejauh mana penyelesaian
pesawat-pesawatnya?” Tanya Halle seperti
biasanya.
“Ini baru 35% selesai. Tenang
saja,sebelum hari H,ini semua akan selesai.” Jawab Vaselive dengan santai.
“Kau perlu tidur,setidaknya
2-3 jam setiap hari. Kau bisa sakit jika memaksakan ini semua,jika kau sakit
mereka juga akan terbengkalai.” Ucap Halle sembari menatap Pesawat roket yang
sudah terbentuk sebagian itu.
“Aku tahu. Baiklah,aku akan
tidur malam ini…”
***
22 hari sebebelum insiden
terjadi…
Sam bangun dari tidurnya. RALAT!
Lebih tepatnya di bangunkan dari tidurnya. Bukan gadis,kekasih,kakak,ataupun
orang tua. Semuanya bergetar dengan hebatnya. Bahkan gelas kaca yang berada di
atas meja kecilnyapun jatuh begitu saja sehingga air tumpah.
Sam terjatuh dari tempat
tidurnya,ia segera membuka pintunya lalu berlari turun dengan tangga darurat.
Gempa. Getaran bumi dahsyat itulah yang telah membangunkan tidurnya.
Semua orang berebutan untuk
segera turun kebawah. Sampai akhirnya, Sam bisa turun dan segera berlali keluar
dari Hotel itu. kerumunan orang juga memadati tempat ini. Tak lama,amukan
bumipun menghilang begitu saja. Namun detak jantung yang berdetak cepat dengan
angka kepanikan yang tinggi masih di alami Sam.
Semua media kini Ramai karena
Washington DC telah mengalami Gempa bumi di pagi hari dengan 3,3 SR. selang beberapa jam kini Sam kembali ke
kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rapihnya menjadi seorang
Assistant Presiden Amerika.
Sam turun dan segera
mengemudikan mobilnya, Ia mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke bangunan
dimana Presiden John Cameroon bekerja. Sam bertemu dengan Presiden Cameroon,
“Presiden Cameroon,apa tidak secepatnya kita memberitahukan rahasia ini?
Mungkin beberapa orang menganggap ini hanyalah gempa bumi biasa,tapi beberapa
hari ke depan?”
Presiden Cameroon mengusap
wajahnya kasar. FRUSTASI. Itu yang di alaminya,ia sangat merasa buruk menjadi
panutan Negara ini yang terus menyembunyikan sebuah rahasia besar.
“Tidak! Hanya tunggu beberapa
hari lagi,biarkan rakyat-rakyatku menikmati hidupnya tanpa ada beban tentang
masalah ini. Biarkan mereka bersenang-senang dulu…” Ucap John Cameroon menolak
ajakan Sam.
“Baiklah,aku hargai keputusan
itu Presiden.”
15 hari sebebelum insiden
terjadi…
Presiden Amerika serikat-John
Cameroon duduk di salah satu kursi besar berwarna coklat di depan meja yang
tertata rapih. Di belakangnya terdapat bendera biru-merah-putih dengan 50
bintang yang melambangkan jumlah Negara Amerika.
Di atas meja sudah tertata
rapih beberapa Mic dari segala lebel
acara berita di Amerika. Kilatan kamera serta alat perekam suara juga berada di
dekatnya. Tak jauh di depannya berada beberapa kameramen dan wartawan yang
sangat siap untuk mendokumentasikan beberapa kalimat yang Presiden John
Cameroon ucapkan.
Kamera sudah mulai merekamnya.
Beberapa monitor yang terpampang di gedung jalanan juga sudah mulai menayangkan
berita mengerikan ini secara live.
Semua orang yang melakukan aktivitas berhenti sesaat untuk melihat acara ini.
Dunia seakan-akan berhenti kecuali untuk menatap monitor besar yang terpampang
di salah sebuah Gedung disini.
“Saya Pemimpin rakyat Amerika,John
Cameroon. Saya sekarang berada di hadapan kalian bukan sebagai Presiden Amerika
serikat,melainkan Pemimpin umat manusia. Mengingat banyak bencana yang terjadi
di sebagian Negara di Dunia initermasuk Amerika Serikat. beberapa
Ilmuan,Profesor serta Anggota NASA mengabarkan bahwa Bumi kita tercinta ini
akan hancur dalam waktu dekat. Untuk itu berita ini segera di publikasikan ke
seluruh Negara. Para anggota Presiden di seluruh Negara sudah melakukan
penggalangan untuk membuat 20.002 roket dengan kapasitas lebih dari 100 juta
orang. Tanggal 30 November di harapkan bagi seluruh rakyat untuk datang ke
Bandar Udara di Rusia sebelum pukul 6 pagi. Di harapkan membawa beberapa
pakaian pribadi serta makanan yang cukup. Seluruh umat manusia akan di
pindahkan ke Planet Mahameroon yang berada di Galaxy Supernova. Perjalanan di perkirakan sekitar satu tahun atau
lebih. Seluruh penerbangan dari seluruh Negara ke Rusia adalah Gratis.
Penerbangan akan di mulai dari hari ini. Sekali lagi,Saya Pemimpin rakyat
Amerika dan Pemimpin umat manusia meminta maaf karena hal ini. Terima kasih.”
Presiden Cameroon segera pergi
sebelum para wartawan kehausan info segera mengejarnya. Namun ada beberapa
wartawan nakal yang mencoba mengejarnya dengan mulut komat-kamit yang terus
mengucapkan segelintir pertanyaa. Para Penjaga Kepresidenan segera menghadang
watawan itu dengan tubuh kekarnya.
Seluruh orang yang mendengar
ini menjadi panic,RALAT! Sangat panic lebih tepatnya. Mereka yang berada di
sekitar jalan raya besar itu berlari dengan kencangnya,ada yang segera mencari
sanak keluarganya,menelfon seseorang untuk mengabarkan berita ini,mencari bahan
makanan untuk bekal,bahkan ada juga yang mengabaikan berita ini.
Terserah bagi mereka mau
percaya atau tidak. Tidak ada batasan bagi umat manusia untuk mempercayai atau
tidak mempercayai berita ini. Sudahlah.
***
10 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle,Quella serta Hanna
datang mengunjungi Vaselive yang masih setia untuk memimpin proyek
besar-besaran ini.
“Bagaimana kondisi saat ini?”
tanya Halle. Pertanyaan ini,pertanyaan yang terus di tanyakannya setiap kali
bertemu dengan Vaselive.
“80% hampir selesai. Aku tidak
yakin apakah Proyek ini akan selesai tepat waktu atau tidak,jumlah pekerja
disini menjadi 1000 pekerja. Jumlah roket di tambah menjadi 20.002, dua pesawat
roket tambahan itu di gunakan untuk membuat hutan buatan. Dimana akan di
gunakan taktik Coalescenceplane. Dimana itu adalah taktik persatuan pesawat.
Jadi dari hasil hutan buatan itu kami akan mengelolah hutn buatan itu menjadi
sebuah makanan yang siap di sajikan.” Jawab Vaselive dengan mantap.
Waw! Hebat bukan? Sudahlah
akui saja,ini adalah metode baru. Lagipula,bodoh saja. Bagaimana bisa makanan
bisa bertahan selama satu tahun? Berapa ton makanan yang harus di sajikan? Ini
ide yang bagus!
“Itu sebuah ide yang bagus!” Hanna.
***
9 hari sebebelum insiden
terjadi…
“Jaekyung-ah,kau sudah siap?”
Tanya Taesun pada adik kecilnya.
“Tentu saja,makanan kita sudah
membawa seluruhnya! Kita juga sudah berada di Rusia,kita hanya tinggal menaiki
angkutan atau berjalan untuk kesana.” Jawab Jaekyung. Ya ampun,anak polos
seperti dirinya. Apakah Tuhan akan menyelamatkannya dari bencana dahsyat yang
akan melenyapkan bumi ini?
“Mulai malam ini,kau harus
tidur bersama Noona! Arraseo
(Mengerti)?”
“Wae? Akukan sudah 7 tahun,aku
sudah besar! Lagipula,aku juga berani untuk tidur sendirian.”
“Kau mau tidak melihat Noona
lagi?” Tanya Taesun sedikit ketus,Jaekyung menggelengkan kepalanya dengan
cepat.Gadis itu segera memeluk adiknya.
***
8 hari sebebelum insiden
terjadi…
Halle,Quella dan Hanna kembali
ke Amerika. Mereka membawa beberapa peralatan yang ia butuhkan untuk di taruh
di dalam tas mereka. Mereka sudah sangat bersiap,begitu juga dengan umat
manusia lainnya. Bahkan ada beberapa yang sudah bersiap di Bandar Udara itu.
Padahal,pesawat itu saja baru selesai 90%. Tapi ada sebuah masalah,apakah pesawat
itu akan rterbang sempurna? Tidakkah mereka melakukan testdrive?
***
7 hari sebebelum insiden
terjadi…
Semua pasokan makanan sudah
tersedia. Beberapa tanah dan bibit pepohonan sudah siap di dekat Bandar udara. Anoa,Gajah
putih,macan,singa,kelinci,ayam seluruh hewan yang di budidayakan sampai hewan
ternak juga sudah berada disini.
Mereka gila! Mereka
benar-benar akan membuat sebuah hutan buatan? Itu sangat gila? Belum di tambah
dengan membuatnya di dalam sebuah pesawat roket? Oh Gosh!
Sebenarnya tak hanya itu.
Vaselive,Profesor gila itu juga membuat sebuah laut buatan! Di dalam pesawat!
Memang tidak ada alasan akankah laut buatan itu akan gagal,hancur atau apa.
Vaselive sudah memperhitungkan ini dengan baik.
Tidak semua hewan di dunia ini
akan di masukan kedalam laut buatan di
dalam pesawat itu. dari setiap jenis hewan,hanya ada setidaknya 6 hewan dengan
jenis yang sama. Terkecuali ayam,sapi dan babi. Vaselive menambahkan jumlahnya
menjadi 100. dKarena tidak mungkinkan,seluruh umat manusia harus memakan makanan
instant atau sayuran setiap hari.
***
6 hari sebebelum insiden
terjadi…
20.002 pesawat roket sudah di
siapkan. 99,9% pesawat itu sudah utuh secara keseluruhan dan siap untuk
meluncur terbang. Jangan di bayangkan berapa besar untuk satu pesawat roket
ini,sudah pasti sangat besar bukan?
GAWAT!
Berita kali ini di kejutkan
dengan Negara Thailand yang hilang. Negara asal Gajah putih itu menghilang di
akibatkan karena gempa dan tsunami dahsyat yang berpusat disana.
Walaupun tidak
semua,setidaknya 50% rakyat di Thailand selamat akibat bencana maut tersebut.
Seluruh umat manusia sudah tak bisa untuk duduk dan berdiam diri tenang saja.
Sungguh malang Bumi ini.
***
5 hari sebebelum insiden
terjadi…
Beberapa hewan sudah di
masukan ke dalam laut dan hutan buatan. Beberapa bibit pepohonan sudah di
tanamkan di hutan buatan itu juga. GILA! Ini sangat gila! Beruntung sekali
bahwa hutan buatan dan laut buatan itu berfungsi dengan baik.
Pesawat ini juga di lengkapi
dengan listrik! Pembangkit tenaga listrik ini di ambil dari angin. Gila bukan?
Hebat! Beberapa orang sudah memenuhi tempat ini,lebih banyak dari sebelumnya.
***
Hari pertama setelah kejadian…
5.30 Bandar Udara,Ibu kota
Rusia,1 Desember 2089.
Ratusan,jutaan,ribuan,bahkan
mungkin ratusan juta orang berkumpul disini. Mereka berkumpul untuk memulai
sebuah kehidupan yang baru.
Sebuah pesawat kepresidenan
Air Force one, sudah tiba di Bandar Udara. Ya,itu adalah pesawat yang membawa
Presiden John Cameroon serta keluarganya. Dan disertai Azmy,Halle,Quella dan
orang penting lainnya.
Semua orang memberikan jalan
bagi Sang Presiden untuk berjalan. Dari ratusan Presiden di dunia ini,entah
kenapa Presiden Cameroon seperti di beri jabatan lebih dari pada seorang
Presiden. Hebat bukan?
Presiden Cameroon sudah berada
di anak tangga tertinggi pesawat roket Air Force 001. Beliau terdiam
sejenak,lalu berbalik kearah seluruh orang yang berada di bawahnya.
“Hari ini,kita akan memulai
sebuah perjalanan menuju kehidupan yang baru. Tidak perlu takut karena tidak
dapat tempat,turuti saja semua petugas disini agar perjalanan ini menjadi
lancar.” Ucapnya sesaat sebelum melangkah masuk lagi.
Beliau menundukan kepala 90⁰
kepada semua rakyat di depannya,Beliau lalu melanjutkan perjalanannya masuk ke
dalam pesawat itu. HEBAT! Percayalah! Ini adalah pesawat terbaik di dunia ini!
Salah seorang Pramugari
menghampirinya,ia menunjukan jalan menuju lift. Presiden serta orang-orang di
belakangnya mengikutinya. Mereka menuju lantai tertinggi,lantai 20 yang juga
tersambung dengan pusat kendali pesawat ini.
Presiden di seluruh Negara
menyambut mereka. Ya,mereka semua adalah orang-orang berpengaruh di tempat ini.
Orang pertama yang di jabat
tangan oleh Presiden Cameroon adalah Hanna. Salah satu orang yang berperan
penting dalam proyek besar ini. “Aku serahkan padamu,Hanna. Lakukanlah yang
terbaik!” Ucap Presiden pada Hanna.
Satu persatu setiap orang
masuk dengan perlahan. Pesawat Air Force 001 telah pas di penuhi dengan 5000
orang. Umat manusia lainnya akhirnya harus masuk ke dalam pesawat Air Force 002
dan seterusnya.
Di lain tempat…
Kringggg… Kringggg…
“Oh My God! Aku kesiangan!”
Teriak Taesun bangkit dari tempat tidurnya. “Jaekyung-ah! Jaekyung-ah,Palli
Irreona! ( cepat bangun!)” lanjutnya. Taesun segera mencari tasnya dan tas
adiknya yang telah di siapkan jauh-jauh hari.
Jaekyung terbangun.
“Noona,kita kesiangan!” teriak Jaekyung. “Ambil selimut itu dan aku menggendong
tasku di depan,cepat naik pakai tas ini!” Teriak Taesun lagi. Jaekyung yang
masih panik segera menggendong tasnya di punggungnya.
Taesun membantu menyelimuti
tubuh Adiknya dengan selimut,ini masih pagi. Jika tidak seperti ini,ia akan
kedinginan nanti! Taesun dengan cepat memakai jaketnya dan membawa jaket
adiknya di taruh di tas yang berada di dadanya. Taesun kemudian menggendong
adiknya lalu berlari dan turun dengan lift.
KOSONG. Tidak ada siapapun
disini,Taesun tidak mempedulikan itu.Toh,ia tahu apa penyebab ini semua. Taesun
berlari dengan tergesa-gesa,jarak dari sini ke Bandara itu cukup jauh.
Beberapa mobil terparkirankan
di jalanan ini dengan asal,Taesun tetap berlari untuk sampai ketujuannya.
Itu,sepedah itu! Ia selamat karena menemukan sepedah milik orang lain yang terparkir disini.
Taesun segera mendudukan
adiknya di kursi belakang dan mengayuh sepedah ini. Ia mengayuh dengan sangat
cepat seperti dalam sebuah perlombaan.
STOPPPPP! Taesun mengerem
paksa sepedah yang ia kayuh. Matanya tertuju pada seorang Pria,Nenek, dan
Cucunya yang sedang terpimpa musibah. Mobil yang di kendarainya terbalik. Ia
segera memarkirkan sepedah itu.
“Jaekyung,cepat turun dari
sepedah itu dan ikut Noona!” Teriaknya. Taesun berlari kearah Nenek itu. Pria
yang kemungkinan anaknya itu terus berusaha mengeluarkan Neneknya dari tempat
itu. Cucunya yang berumur sekitar satu tahun sudah berhasil di keluarkan dari
mobil itu. “Jaekyung-ah,Kau jaga adik kecil ini!” Perintahnya, Jaekyung segera
menggeser tas bayi dan bayi itu sedikit menjauh.
“Tuan,dalam hitungan ketiga
kita harus segera mengangkatnya!” Teriak Taesun dalam bahasa yang bisa di
mengerti Pria itu, “1,2,3!” Lanjutnya. Ia dan Pria itu segera mengangkatnya,dan
Nenek itu bisa menggerakan tubuhnya agar keluar dari tempat itu.
Berhasil! Nenek itu dapat
keluar sekarang! Nafas Taesun dan Pria itu terengah-engah. “Tuan,disana! Ada
mobil,kau bisa menyetirkan? Kita harus segera bergegas!” teriak Taesun,Pria itu
berlari kea rah mobil yang di tuju. Sang Nenek membawa tas bayi dan menggendong
cucunya,Taesun juga turun menggendong adiknya.
Mobil sudah siap untuk
berangkat! Mungkin sang pemiliknya turun dari mobil dam berlari akibat Gempa di
fajar ini,sehingga ia terpaksa meninggalkan mobilnya. Semua orang masuk
kedalam,Pria itu segera menyetir dengan laju di atas normal.
Beberapa menit kemudian,mereka
sampai. Semuanya berlari menuju salah satu pesawat itu,yaitu pesawat Air Force
001. Tampak sudah cukup sepi disini,pintu di setiap pesawat sudah tertutup
rapih.
Hanya tinggal pintu di pesawat
itu,yang hampir tertutup. Pria itu berlari lebih kencang dari sebelumnya.
BRUKKKK…
Jaekyung
terjatuh,”Nenek,cepatlah berlari! Aku akan menggendong adikku!” Teriak Taesun.
Nenek yang sempat menghentikan langkahnya itu lalu berlari lagi,
“Jaekyung,tahanlah sedikit rasa sakitnya!” Ucap Taesun pada Jaekyung. Jaekyung
segera naik ke punggung Kakaknya lalu mereka berlari pergi.
Taesun, Nenek dan Pria tadi
belum bisa di izinkan masuk. “Maaf,Tuan. Tapi kapasitas tempat ini sudah penuh!
Anda harus mencari pesawat yang lain!” teriak salah seorang gadis penjaga
dengan ketus.
“Tapi semuanya sudah tertutup!
Bagaimana bisa kalian selamat dengan meninggalkan kami ?” Marah Pria itu sudah
di atas normal. Apa Ia tidak memiliki hati? Mungkin saja.
“Coba carilah yang lain!”
Teriaknya dengan ketus. Brelia Malvine Kim,gadis tak memiliki hati itu tetap
kokoh pada penderiannya untuk tidak mengizinkan mereka masuk.
Disisi lain.
Presiden John Cameroon melihat
ini dari dalam pesawat melalui jendela. Ia sangat geram melihat ini, Ia
berusaha pergi kebawah namun sebuah tangan sudah menghentikannya.
“Presiden,Anda ingin pergi
kemana? Pesawat akan segera meluncur!” Sial! Azmy,Assistant nya melarang untuk
mengizinkannya pergi kesana. Tapi orang yang sedang di halanginya adalah
seorang Presiden! Bagaimana bisa ia melihat beberapa rakyatnya mati begitu
saja.
“Azmy! Apa kau tidak lihat?
Mereka tak di izinkan masuk!” Teriak Presiden Cameroon cukup keras. Beberapa
Presiden dan tamu Negara disana seketika menatap mereka.
“Presiden John
Cameroon,pesawat ini mungkin sudah memenuhi kapasitas.jika di tambah
lagi,apakau ingin melihat 5000 orang mati dengan sia-sia?” Tanya Azmy dengan
sedikit beremosi. Benar juga! Jika pesawat ini tetap menampung mereka,bahaya
besar mungkin terjadi. “Mereka hanya segelintir rakyat rendahan Rusia dan
rakyat jelata dari Korea selatan,Presiden!” lanjutnya.
“Aku tidak peduli apa status
dan darimana mereka berasal! Cepat carikan pesawat untuk menampung
mereka,SEKARANG! Aku seorang Presiden! Bagaimana bisa kau menyuruhku melihat
mereka mati begitu saja?” Teriaknya semakin kencang. Halle dan Quella datang
lalu mencoba meleraikan mereka.
Azmy terdiam sesaat,
“Tapi,Presiden bagaimana—“
“Jika kaau tidak menyuruh
petugas itu untuk membukakan pintu,lebih baik kau dan seluruh orang disini
melihatku mati bersama rakyat rendahan itu. melihat jutaan orang bisa hidup,
namun harus menerima nasib melihat Bumi ini akan musnah.” Potong Presiden
dengan tegas. Presiden John Cameroon menggerakan tangannya menyentuh bet yang terpasang di bahu kirinya. “Aku
akan menyerahkan kedudukan dan semua jabatanku. Tolong—“
“Presiden Cameroon,tolong
jangan lakukan hal ini!” Cegat Quella.
“A-aku akan segera menghubungi
petugas itu,agar mereka mendapat tempat!” Sahut Azmy kemudian berjalan pergi.
Ia mengambil telefonnya lalu menaruhnya di dekat telinganya.
Presiden Cameroon menenangkan
dirinya lalu duduk di tempatnya kembali. Semua orang yang tadi menatapnya kini
melakukan aktivitasnya kembali.
*
Brellia masih tetap kokoh untuk
tidak membiarkan mereka masuk. Taesun tak tinggal diam melihat ini semua,”Tapi
bisakah adikku dan bayi berumur satu tahun ini kau selamatkan? Aku yakin mereka
tidak akan menyulitkan kalian. Setidaknya biarkan mereka melihat masa depannya.
Tidak bisakah?” Tanyanya. Matanya memerah seketika.
“Sudah ku bilang tidak, Ya
ti—“ Brellia berhenti sebentar dan mengambil handphone dari sakunya, “Yes,Of
Cuorse.” Lanjutnya menutup sambungan telefonnya. Gadis itu kembali menatap
mereka. Terlihat sekali mereka seperti mengingikan iba dari petugas itu,padahal
mereka sama-sama rendahan.
“Presiden John Cameroon,Ia
berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan kalian. Kalian harus berterima
kasih padanya suatu hari nantin,disana….” Brellia kemudian menunjuk kepada sebuah
pesawat tak jauh dari sini, “Disana mungkin masih muat,aku akan menghubungi
mereka agar mereka membukakan pintu. Tapi—“
“Terima kasih atas
kebaikanmu!” Ucap Taesun lalu menundudukan tubuhnya. Ia menggendong adiknya
lagi kemudian mengajak beberapa orang disampingnya agar berlari menuju sebuah
pintu pesawat yang baru terbuka itu.
Mereka semua menaiki tangga
lalu masuk ke dalam pesawat itu,seorang penjaga kemudian menutup pintu
automatis dan pintu segera tertutup.
Aroma tidak enak tercium
sangat menyengat ketika baru beberapa langkah memasuki tempat ini. Semua orang
menutup hidungnya dan terus mengoceh berkomentar tentang tempat ini.
Sungguh tidak layak.
Jelas saja,ini adalah pesawat
untuk hutan buatan. Semua hewan tersimpan disini,jelas saja aroma tidak sedap
tercium sampai sudut terpencil tempat ini. Alena menemukan sebuah tangga,ia
menaiki tangga itu lalu beberapa orang di belakangnya mengikuti.
Mereka menaiki anak tangga itu
satu persatu. Ayolah,ini hanya pesawat! Bukan sebuah gedung bertingkatkan? Mereka
sudah cukup lelah sampai disini. Di lantai 15 di dekat pintu,setidaknya mereka
cukup layak untuk beristirahat disini.
Hanya ada beberapa
pepohonan,tidak! Ratusan pepohonan! Setidaknya hanya udara segar yang mampu
masuk ke dalam hidungnya.
Semua orang duduk di
lantai,sebuah monitor kecil yang tertempel di dinding pesawat tiba-tiba menyala
dan menunjukan sebuah gambar. Kelima orang itu mendekat.
Ding Dong Ding…
“Kepada semua orang penumpang
Air Force 001-20002 di harapkan bersiap-siap,karena pesawat akan meluncur di
awali dengan Air Force 001.”
Suara yang terdengar dari monitor
kecil tersebut. Setiap pesawat memiliki 20 lantai dengan ratusan
ruang(pembatas),untuk satu lantai sekitar 20 monitor tertempel di
dinding-dindingnya. Hebat bukan?
Semua orang saling
berpegangan. tak ada permusuhan,tak ada kedamaian. Tak peduli apa warna kulit
mereka,bentuk mata,kedudukan,dari mana mereka berasal,bahasa atau apapun itu.
mereka semua saling berpegangan tanpa memandang satu sama lain.
@ Air Force-001.
Seorang Pilot sudah duduk
rapih di tempat duduknya. Tunggu-tunggu,dia adalah seorang Pilot wanita!
Pesawat ini adalah pesawat roket Kepresidenan,pastinya Pilot terlatihlah yang
harus mengemudikan pesawat nan megah ini.
Tingginya sekitar 178 cm,warna
kulitnya putih bersih berkebangsaan asli Amerika,wajahnya cantik,umurnya… belum
menginjak kepala tiga pastinya. Aslyn Nicole Horan. Pilot wanita yang beruntung
bisa menerbangkan pesawat roket menuju Galaxy yang lain.
Three,Two,One…
Udara mulai terasa sangat panas.
Sebagian Negara sudah terkena gempa bumi dan tsunami,beberapa Negara lainnya
juga sudah menghilang dari pandangan mata karena ambles kedalam bawah tanah.
20.002 roket sudah siap untuk sebuah peluncuran,detik berikutnya…
Sebuah peluncuran sebuah roket
di mulai,detik berikutnya,roket-roket lain juga turut mengikutinya untuk
memulai sebuah penerbangan. Roket-roket dengan penerbangan Air Force 001-20.002,sudah terbang di atas langit.
20.002 Roket yang berisi
jutaan umat manusia yang selamat mulai mencari kehidupan baru. Sebuah kehidupan
baru di mulai di Galaxy lain.
Sempurna. Semua pesawat roket
berhasil di terbangkan,bahkan dalam hitungan detik pesawat terakhirpun sudah
berada di atas langit tertinggi. Mereka semua sudah berada jauh di atas Bumi
hanya dalam hitungan menit,RALAT! Dalam hitungan detik tepatnya.
Bagaimana tidak?
Kecepatan pesawat roket ini
melebihi kecepatan cahaya. Jika kecepatan cahaya sekitr 300.000/sekon,
kecepatan pesawat ini adalah 600.000/sekon. Hebat bukan? Pantas saja mereka
sudah berada di jauh ketinggian Bumi dalam hitungan detik.
Pesawat ini lebih cepat dari
cahaya,bahkan belum ada yang mampu menandingi pesawat ini,belum ada. Sebuah
mahakarya dari Vaselive Jackson mampu membuat pesawat ini sangat istimewah dari
apapun,dengan kecepatan 2x lipat dari kecepatan cahaya.
Disisi lain..
Jaekyung,anak yang berumur
tujuh tahun itu melihat pemandangan indah-RALAT! Pemandangan mengerikan.
Itu,bukankah itu Benua Eropa?
“Noona,bukankah itu Benua
Eropa?” Tanya Jaekyung pada Kakaknya.
Taesun mendekat kea rah
adiknya,tiba tiba—
Ding Dong Ding…
“Kepada seluruh penumpang,baru
saja sebagian daerah utara Eropa telah hilang terkena Tsunami beberapa menit
yang lalu…”
Mengharukan. Tempat pemakaman
umum terendam air,bahkan beberapa Negarapun hilang begitu saja. Bumi tempat
mereka berpijak dulu sekarang adalah tempat pemakaman mendadak. Dalam hitungan
menit bahkan detik,jutaan orang terkubur begitu saja. Entah beruntung atau
tidak,setidaknya mereka bisa menutup mata dengan tenang di Planet tempat mereka
di lahirkan.
“Benar. Kau pasti senang
karena bisa pergi ke luar angkasa,bukan?”
“Tentu saja,aku senang!”
“Excuse me?”sahut seseorang.
Jaekyung dan Taesun membalikan tubuhnya,wanita paruh baya itu berjalan kea rah
mereka berdua dengan anak dan cucunya. “Aku Yamashita Michiko,dan mereka adalah
kedua cucuku Yakagami L dan Takeshi Minah.” Lanjutnya. Oh,jadi Pria itu bukan
anaknya! Melainkan cucunya. Yakagami L umurnya baru menginjak 16 tahun.
“Kalian orang jepang? Aku Han
Taesun dan adikku Han Jaekyung,aku berasal dari Korea.” Taesun memperkenalkan
dirinya dan adiknya. Mereka membungkukan tubuhnya bergantian.
Tak begitu mengecewakan.
Walaupun kelima orang itu harus tidur dan bermain bersama para hewan dan
pepohonan,tapi itu tidak buruk. Mereka bisa memakan buah-buahan langsung dari
pohonnya,pengalaman itu jarang sekali mereka lakukan saat di Bumi.
Setiap hari mereka melakukan
aktivitas seperti itu. terkadang bermain bersama beberapa hewan,cukup
menyenangkan.
***
Hari kedua setelah kejadian…
@ Air Force-001.
“Presiden Cameroon,jarak
ratusan km dari sini. Itu adalah Matahari,bintang besar itutidak bekerja
sebagaimana semestinya. Untung saja kita telah mengungsikan seluruh umat
manusia,jika tidak…mungkin Bumi sudah di banjiri Sunrain.” Sahut Aslyn menunjuk
pada kaca pesawatnya.
Sungguh terlihat
jelas,walaupun dari kejauhan yang teramat jauh… Matahari terus memuntahkan
Granula yang panasnya tak tertandingi itu. Granula merupakan semburan api yang
menggumpal pada lapisan fotosfer,kadang-kadang sangat besar dan dahsyat
sehingga terlihat dari Bumi. Melalui teleskop,granula Nampak seperti butiran
padi yang cerah dengan diameter sampai 1.600 km.
“Sangat beruntung! Tapi berapa
jauh lagi jarak menuju Galaksi Supernova?”
Aslyn terdiam sejenak. Dia
bukan ahli astronomi ataupun bagian dari NASA. Dia hanya seorang Pilot yang
bekerja di Amerika,bagaimana bisa ia menjawabnya? Walaupun sekarang ia harus
menerbangkan sebuah pesawat menuju tempat itu,sebenarnya ia tidak tahu apa-apa
tentang hal itu.
“Ermm,Aku sangat menyesal.
Tapi aku tidak tahu mengenai astronomi,”Jawabnya. Aslyn memutar kursi
putarnya,tangan kanannya dinaikan keatas. “Hanna! Kemarilah!” teriaknya.
Hanna mendekat kea rah
Presiden Cameroon dan Aslyn. “Ada apa? apa yang bisa saya bantu?”
“Hanna,dimana letak Galaksi
Supernova? Kita sudah berjalan cukup jauh.” Tanyanya.
Hanna melihat ke depan kaca
yang nan megah ini,belum terlihat apapun. Samar-samar,hanya ada beberapa
planet,asteroid,meteor,komet,bintang dan masih banyak lagi benda langit dengan
bermacam ukuran. “Kita sudah berjalan sejauh mana?”
“Dari Bumi sudah 8.736.800.000
km.”
“Teruslah bergerak ke
depan,akan terlihat Galaksi NG 8735v. Setelah itu berbelok kea rah timur
laut,dan dari kejauhan sudah terlihat. Galaksi yang cukup besar berwarna
merah.” Ucap Hanna dengan santainya. Apakah peta alam semesta ini berada di
otaknya,huh?
“Baiklah,Aslyn terus bergerak
seperti apa yang di suruh Hanna.” Ujar Presiden Cameroon lalu merapihkan posisi
pakaiannya.
Azmy berjalan mendekat kea rah
Presiden,“Presiden Cameroon,Presiden Hillary ingin berbicara…” Bisiknya.
Presiden Cameroon mengerti,ia segera berpamit lalu menemui Presiden Hillary.
Presiden wanita yang sekarang menjabat di Australia.
***
Hari ke-25 setelah kejadian…
Taesun atau Alena melihat
pesawat Air Force-001 dari salah satu jendela lingkaran disana,pesawat itu
sedang berjejer dengannya. Terkadang matanya juga menatap ke arah pesawat yang
lainnya.
“4990,5031,5040,5100…” Gumam
Alena.
Ding Dong Ding…
“Perhatian kepada semua
penumpang. Beberapa saat lagi akan di lakukan Coalescenceplane dengan pesawat 20002 dimulai dari pesawat 001,002
dan seterusnya. Pembagian makanan akan di berikan 1 jam lagi di setiap
lantai,terima kasih…”
BINGO.
Otak pintar Alena bekerja
dengan sangat baik,dalam hitungan detik semua ide besar tergambar dalam
fikirannya. “L,kau bawa tas bukan? Ambil beberapa buah dan segera masukan ke
dalam tasmu. Semua orang tolong bersiap!” teriak Alena dengan sedikit panik.
“Apa yang terjadi?” Tanya
Nenek Yamashita.
“Coalescenceplane ,Adalah persatuan pesawat. Beberapa pintu ini
dengan pintu pesawat 001 akan di gabungkan,kita bisa menyelinap kesana.” Jawabnya. Alena segera mencari tasnya dan
merapihkan beberapa peralatannya.
“Tapi bukankah pesawat itu
sudah penuh?”
“Belum! Mereka berbohong!
Bahkan bisa lebih dari 10 orang untuk masuk ke dalam pesawat itu.Nek,selama
satu tahun,kita tidak akan memungkin terus berdiam diri disini.”
Nenek Yamashita juga Nampak
setuju dengan ide Alena. Ia segera merapihkan tasnya dan menggendong
cucunya,Minah. L kembali setelah mengambil beberapa buah dari pohonnya. Alena
menggendong adiknya di punggungnya. Mereka semua sudah sangat siap.
Tut tut—
Sepertinya beberapa orang akan
keluar dari lantai 20. Mereka berlima
segera bersembunyi,agar tidak terlihat.
Kedua pesawat semakin
mendekat,dan… KRIKK. Pesawt sudah menyatu,beberapa pintu sudah di gabungkan dan
terbuka. Ini terlalu hebat! Ternyata sudah di buat jalan seperti terowongan
automatis saat kedua pintu saling terbuka.
Beberapa orang dari pesawat
sedang mendorong setumpuk keranjang yang berisikan buah-buahan dan makanan siap
saji.
Beberapa pengawas mendorong
setumpuk keranjang itu kepesawat lainnya. “Aku punya ide! Pengawas itu akan
kembali kesini lalu mengambil beberapa makanan lalu kembali ke mengantarkan
pesawat. Pada saat itu kita semua harus segera mengendap-endap berjalan…” bisik
Alena. Semua orang mengerti.
=== TBC ===

No comments:
Post a Comment