PART 6
“Baiklah,kalau begitu. Ayo kita lanjutkan perjalanan.”
Ucap Percy Jackson memimpin jalan lagi.
Mereka semua berjalan cukup jauh. Betapa terkejutnya
mereka saat melihat danau emas? Tapi,bukan emas seperti itu. Apa kalian pernah
melihat danau yang berisi air? Bayangkan jika air yang berada di danau itu
adalah cairan lelehan emas? Menakjubkan bukan? Memang,tapi ini berbahaya!
Suhunya adalah 200°. Jadi kalian mungkin tahu betapa panasnya lelehan emas
ini,berwarna emas dan berkilau,tapi jika terkena tangan mungkin hanya akan
tersisa tulangnya saja.
Tapi harus bagaimana lagi? Di tengah danau ini adalah
Golden Mountain. Sebuah kerajaan yang panjangnya 1000 Km,dengan tinggi
puncaknya 150meter. Bagaimana,cukup besar bukan kerajaan ini? Dengan sebuah
pintu berbalut emas yang tingginya 5 meter berada di pusat danau ini.
Sebuah bangunan yang di sebut Golden Mountain itu
salah! Itu bukan sebuah pegunungan. Melainkan kerajaan yang sangat panjang dan
tinggi berada di tengah danau lelehan emas panas. Pantas saja semua orang
tergiur dengan ini.
Hanya saja bangunan yang 100% terbuat dari emas murni
itu sebagiannya tertutupi oleh tumbuhan,itu yang membuat beberapa orang mengira
bahwa ini adalah sebuah pegunungan emas.
Tapi ada satu pertanyaan. Bagaimana cara mereka untuk
sampai di depan pintu emas itu? jika mereka harus berenang di danau emas
itu,artinya mereka harus mati terlebih dahulu sebelum mencicipi keindahan
bangunan emas tersebut.
“Tunggu,tapi apa itu?” Tanya Alena. Ia melihat sesuatu
yang aneh.
“Itu yang Ayah sebut dengan Shotorch.” Jawab Percy
Jackson. Sekitar enam Shotorch berada disana. Bayangkan saja,itu adalah sebuah
hewan menakjubkan yang sangat langka. Berbentuk kodok sebesar sepedah motor
yang memiliki sepasang sayap besar seperti sayap burung pada umumnya.
Tunggu,belum sampai situ! Kodok bersayap itu berwarna hijau dan putih.
Menakutkan,tapi ini cukup menakjubkan. “Baiklah,Shotorch adalah
herbivora. Jangan khawatir.” Percy Jackson mendekati Shotorch tersebut,ia
mengelus sayap Shotorch dengan perlahan. Tapi…
“Dimana,Luke?” Tanya Anna kaget. Jelas saja,tadi Luke berada di
sampingnya. Namun sekarang tidak lagi.
“Ah,aku tahu!” Seru Edward,sepertinya ia tahu suatu hal. “Anna,kau
tunggu disini. Aku akan pergi mencari Luke.” Edward pergi.
Drrrttt…Drrrttt…
Jam tangan Nick bergetar,ia menekan salah satu tombol sehingga Hologram
keluar dari layar berukuran 2 inch tersebut.
--------------------
Message
From : Aslyn Nichole H.
Message
From : Aslyn Nichole H.
Aku sekarang dalam
keberangkatan menuju Eldorado,lima menit lagi aku akan pergi. Ada yang ingin
kalian butuhkan? Temui aku di suatu tempat yang bisa aku kunjungi.dimana
kalian?
--------------------
--------------------
“Waw,bagaimana cara membuat itu? Profesor Nick,tolong ajari aku!” Seru
Vaselive terpukau dengan salah satu karya Nick. Tidak perlu di ragukan lagi,kemampuan
Nick memang berstandar WorldClass. Pantas saja dunia memujinya.
“Ini,aku akan mengajarkanmu jika kita bertemu lagi. Kau lebih layak di
sebut Little Profesor,Vaselive.” Ujar Nick. Ia cukup tersanjung dengan pujian
Vaselive,iapun membalas pesan itu lagi. “Temui
kami di pesisiran pantai El Dorado,ambil satu botol serum yang berada di labku.
Warna tutupnya ungu,Anna sangat memerlukan itu. Aku pergi.”
“Tn.Percy Jackson. Salah satu teman kami akan berkunjung kesini,aku
meminta maaf karena tidak bisa ikut ke GM. Kami harus pergi ke pesisiran pantai
El Dorado.” Ucap Nick pada Percy Jackson.
“Nick,memangnya ada apa? Kenapa terburu-buru seperti itu?” Tanya Jack
penasaran. Ia sepertinya belum mengerti tentang apa yang di lakukan Nick.
“Aslyn akan pergi kesini,kita harus menemuinya di pesisiran pantai. Aku
menyuruhnya untuk membawa serum untuk Anna.” Jawab Nick.
“Baguslah jika begitu,tapi bagaimana dengan Luke dan Edward ?”Tanya Anna
khawatir.
“Tidak perlu takut,aku yakin Edward akan membawa Luke. Mereka pasti akan
kembali kesini.” Jawab Nick lagi,”Percy Jackson,jika kedua teman kami
bertanya…tolong katakan temui kami di pesisiran pantai.”
“Baiklah,kami akan pergi dulu.” Ujar Jack,ia membungkukan badannya.
“Anna,naiklah ke pundakku!” Suruhnya lagi. Anna menurut dan naik di pundak
Jack.
Edward bersiap untuk memimpin perjalanan.baru beberapa langkah mereka
bertiga berjalan,suara seorang gadis terdengar sehingga mereka menghentikan
langkahnya.
“Profesor Nick!” Panggil Vaselive berteriak,ia mendekati Nick dan membuka
tasnya.”Profesor,aku membuat ini. Aku berharap ini bisa berguna selama di
perjalanan nanti,banyak hewan aneh disana. Kau mungkin bisa menggunakan ini.”
“Tapi,apa ini?”Tanya Nick penasaran. Nick menerima botol kecil berisikan
seperti bubuk berwarna abu-abu.
“Ini sebuk bom peledak sebesar debu yang aku buat. Jika terjadi
sesuatu,Profesor hanya tinggal melemparkan sebagian serbuk ini.dan hewan
seperti monster itu akan meledak hanya dalam hitungan detik.” Jawab Vaselive
menerangkan cara kerja serbuk peledak itu.
“Ini cukup menarik.”
“Ah,aku lupa.” Ucap Vaselive. Ia mengeluarkan satu kamera CCTV berwarna
merah sebesar butiran debu dan menempelkan di dahi Nick,ia juga tak lupa
menempelkan pada dahi Anna dan Jack. “Itu kamera CCTV sebesar butiran debu yang
aku buat juga,jika terjadi masalah besar… aku akan datang,karena mulai sekarang
aku bisa memantau Profesor.”
“Baiklah,aku cukup tersanjung dengan kemampuanmu.”Puji Nick pada
Vaselive,”Seminggu lagi,di Columbia University di adakan olimpiade.kau bisa
ikut,biayanya gratis.siapa saja bisa mengikuti olimpiade itu,aku pergi.” Nick
membalikan badannya dan bersiap berjalan untuk menemui Aslyn.
***
“Botol serum yang memiliki tutup berwarna ungu...” Batin Aslyn di lab.
Kerjanya. Ia masih berada di California dan bersiap untuk pergi,ia mencari
botol serum yang Nick suruh tapi…ia berada dalam masalah besar!
Bayangkan saja. Sekarang ia sudah berada persis di dekat meja kerja
Nick,dan ia sekarang harus mencari sebuah botol serum bertutup ungu. Tapi,di
depan matanya terpampang jelas lebih dari 100 botol serum berbagai ukuran yang
memiliki tutup berwarna ungu. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Nick tidak
menjelaskan untuk apa botol serum itu.
“Ah,aku ingat! Serum untuk Anna.” Cicit Aslyn bergembira,ia berfikir
sebentar lalu mengambil lima botol serum dan menaruhnya di tas. “Jika ini untuk
Anna…itu tandanya aku perlu mengambil serum pemutih,serum anti bakar,serum anti
matahari,serum pereda sakit dan serum berisikan alkohol 95%.” Bodoh! Bukan
serum seperti itu yang Anna butuhkan. Anna hanya membutuhkan serum penetral
racun ular.
Tapi harus bagaimana lagi? Sungguh malang nasib Anna. Luke hilang entah
kemana,Edward pergi begitu saja,wajahnya terlihat pucat lagi,dan racun ular itu
sekarang telah menjalar ke seluruh tubuhnya.semoga saja itu adalah penderitaan
terakhirnya.
Kemana perginya Luke? Anna sangat membutuhkannya.
Setelah Aslyn mengambil serum dan memasukan ke dalam tasnya,ia pergi
mendekati mesin waktu pertamanya.
Takut? Tentu saja! Tapi mau tak mau,ia harus menolong temannya yang
sedang berada dalam kesulitan,Aslyn menaiki mesin waktu dan…
***
Terjadi goncangan yang cukup dahsyat. Ini adalah sebuah gempa bumi
berskala 4.0SR,tidak terlalu besar. Tapi gempa ini lebih dahsyat dari gempa
sebelumnya.
Sebuah air keluar semakin cepat. Apa anda mengingat dengan sumber air
sebelumnya? Ya,benar! Besar sumber air itu yang tadinya hanya sebesar diameter
pulpen,sekarang menjadi sebesar diameter ban sepedah motor.
Pantas saja air sangat cepat keluar dari sana! Terlebih lagi,suhu air
itu cukup dingin. Dan yang lebih parah lagi,sejak tadi sumber mata air belum berhenti mengeluarkan air. Sejak tadi
air semakin deras keluar dari sana,dan masih ada yang lebih buruk lagi…
Kelompok Percy Jackson dan kelompok Anna serta Luke dan Edward belum mengetahui
hal ini.
Terbentuk sebuah kawah sungai di dekat sumber air itu,bentuknya seperti
danau berdiameter 15m. bagaimana ini bisa terjadi? Sebelumnya ini tidak ada.
Gempa bumi terjadi berpusat di sumber air itu,terjadi pergesaran bumi
dan longsor di sekitar daerah itu. itu mungkin yang membuat kawah itu
terbentuk.
Kawah yang terbentuk itu memiliki kedalaman sekitar 20meter,dan sudah
seperempatnya terendam air sejak insiden gempa itu terjadi beberapa detik yang
lalu. Itu berarti air keluar dengan cepat bukan?
Luke menyusuri hutan rimba ini,apa kalian tahu penyebabnya?
Ia pergi tidak ada tujuan lain selain satu hal,sebelumnya Luke memiliki
perasaan pada Anna lebih dari sekedar teman biasa. Serum penetral Anna
habis,dan ia hanya bisa bertahan sekitar 6 jam untuk hidup.
Apa kalian sekarang tahu apa penyebabnya? Ya,benar! Luke pergi untuk
mengambil sirip ikan piranha atau sirip ikan aligator darat yang berkeliaran di
dekat sini. Hanya itu obat Anna satu-satunya.
Luke sekarang berada dalam kejauhan sekitar 100 meter dari kawanan ikan
aligator dan piranha darat itu. Bayangkan saja,terbilang memang cukup sedikit.
Hanya 5 ikan piranha darat dan 8 ikan aligator darat. Tapi ukurannya 2x
lipatdari ikan pada umumnya.
Takut? Tentu saja! Dan terlebih lagi,ia tidak membawa perbekalan apapun.
Hanya sebuah pisau dan senapan dengan 5 peluru. Itu artinya ia bisa mengatasi 5
ikan aligator itu dengan senapannya,tapi masih tersisa 3 ikan aligator dan 5
piranha lagi yang harus ia bunuh dengan pisau serta kekuatannya.
Luke mendekat dengan sangat-sangat perlahan mendekati kawanan ikan buas
tersebut,ia sungguh hati-hati. Jika tidak,matilah dia!
Ketakutan luar biasa sudah menyatu pada setiap aliran darahnya,tapi…jikapun
ia harus mati ia tidak mempedulikan itu! yang terpenting adalah ia mendapat
sirip ikan yang bisa mengobati Anna. Hanya itu.
Luke mendekati kawanan ikan buas itu,berjarak sekitar 50 meter mungkin
ia juga sampai. Ia bersembunyi di balik
pohon yang berbatang sangat besar. Tunggu,apa ini?
Detak jantung Luke berdetak sangat cepat,seperti ada sesuatu di bahunya.
Luke tidak berani melihat,apa itu mulut ikan aligator? Oh,tamatlah riwatnya~
Oh,baiklah. Luke tidak ingin penasaran,ia memutar sedikit kepalanya
dan……
“Ssstttt…..” Bisik Edward. Untunglah itu hanya tangan Edward saja,dan
beruntung sekali kalau Luke belum sempat berteriak. “Kau harus diam! Kau
memiliki berapa peluru?” Tanya Edward.
“Aku memiliki 5 peluru dan sebuah pisau!” Jawab Luke bercicit.
“Aku punya 5 peluru juga. Aku bunuh satu ikan aligator,dan kau bunuh 2
ikan piranha!” Ucap Edward. What? Ide ini cukup bagus,tapi bukankah ini sebuah
ide gila?
Membunuh 3 ikan buas hanya dengan dua buah pisau? Oh,Ya ampun. Beruntung jika dengan setiap peluru,satu ikan
bisa mati begitu saja. Tapi,bagaimana ketebalan kulitnya? Ia tidak memikirkan
itu?
Edward mengambil sebuah batu di dekatnya,”cepat naiklah ke atas pohon
ini. Aku akan memanjatnya setelah kau sampai disana.” Perintah Edward.
Luke menurut dan memanjat pohon berbatang super besar itu,Edward
memasukan batu ke dalam kantung bajunya. Ia memanjat pohon besar itu juga.
Yang mereka harapkan sekarang,semoga ikan itu tidak bisa memanjat. Luke
dan Edward duduk di atas dahan pohon sekarang. Edward mengeluarkan batu dari
kantungnya,dengan sigap edward melemparkan batu itu… tapi,
Gawat! Batu itu hanya terlempar sekitar tiga meter dari pohon yang
Edward panjati,kenapa hanya terlempar sedekat itu?
Menyadari ada suatu suara,ikan buas itu mendekat ke arah sumber suara
itu namun tidak melihat apapun. Salah satu ikan itu mengendus-endus seperti
memiliki hidung anjing.
“Oh My God!” Pekik Luke ketakutan,awalnya ikan buas itu tidak menyadari
apa-apa. Namun terdengar suara seseorang dari atas pohon.
“YA! Kenapa kau berbicara!” Hardik Edward marah,bodoh saja. Mereka sudah
dalam keadaan seperti ini dan harus di tambah dengan kelakuaan Edward,padahal
sebelumnya Ikan buas itu tidak menyadari kedatangan mereka.
“Edward,edward! Cepat lihat apa yang mereka lakukan…”
Beberapa ikan piranha mendekati batang pohon besar itu,mereka
menggorogoti batang itu seperti layaknya makanan. Pohon ini berdiameter sekitar
1,5 meter tapi ikan itu memiliki taring setajam pisau belati.
Hampir setengah dari batang pohon itu sudah di gerogoti kawanan ikan
buas itu,gawat! Mungkin inilah akhir dari perjalanan mereka.
Tak terbayangkan bukan,meraka lebih pintar! Piranha itu menggerogoti
batang pohon agar menyebabkan pohon itu menjadi rubuh,sehingga automatis itu
akan menjatuhkan Edward dan Luke yang masih berada di atas sana.
Terjadi kemiringan sebesar 45°,pohon ini akan benar-benar ambruk di buat
ikan piranha ini. Beberapa kawanan ikan aligator juga sudah siap membuka
mulutnya sebesar mungkin.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
Luke dan Edward terjatuh dan sekarang duduk di atas tanah ini,kawanan
ikan buas mendekati mereka. Tanpa fikir panjang Luke dan Edward berlari secepat
mungkin yang ia bisa,namun ikan ini nampaknya juga bisa menyamai kecepatannya.
Beberapa ikan buas itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk memangsa
mereka,Luke sesekali melihat kebelakang dan semakin berlari lebih cepat dari
sebelumnya.
“Bagaimana? Jumlah mereka lebih dari 10!” Seru Luke sembari ia berlari
berdampingan dengan Edward.
“Kita berhenti di pohon yang paling besar itu!” Edward menunjuk kearah
pohon yang berjarak sekitar 20 meter darinya, “Aku akan mencoba menembaknya!”
Ikan itu semakin cepat,detak jantung Luke dan Edward semakin tak karuan!
Mereka merasa seperti di kejar oleh ajalnya. Ya,jika mereka tidak berlari lebih
cepat mungkin ajalnya akan memakan mereka.
Edward dan Luke berhenti di dekat pohon besar yang di perkirakan
sebelumnya, Kawanan ikan buas itu cukup heran dan ikut berhenti. Edward
menunjukan pistolnya di hadapan ikan-ikan itu,ini cukup membuat kawanan ikan
menjadi bingung.
“Cepat pergi! Pistol ini akan membunuh kalian jika kalian tidak ingin
pergi!” Seru Edward sambil terus menodongkan pistol ke arah ikan yang berjarak
sekitar 2 meter dari hadapannya.
Tapi,ikankan tidak memiliki otak sepintar manusia. Bagaimana ia bisa
mengerti apa yang baru di katakan Edward ?
Edward mengambil satu dahan pohon yang berada di atas tanah,ia
melemparkan sejauh yang ia bisa dan semoga dengan ini ikan akan pergi. Namun,hal
yang di lakukannya bertolak belakang dengan apa yang di harapkannya. Dahan
pohon itu justru jatuh mengenai tubuh panjang menyeramkan salah satu ikan
aligator itu,dan itu justru membuat ikan itu meruncingkan matanya.
“Tamatlah riwayat kami.” Cicit Luke. Kawanan ikan itu mendekat dengan
perlahan,dan ini sangat mengancam mereka berdua. Luke dan Edward berjalan
mundur dengan perlahan setelah menyadari ancaman ikan buas itu.
DORRR! DORR!!
Dua tembakan telah berbunyi menembus badan dua ikan aligator,darah sudah
bercucuran keluar dari tubuh ikan ganas itu. namun ikan itu belum mati! Dua
ikan yang terkena tembakan itu seperti ia memiliki kekebalan pada tubuhnya, ia
justru meruncingkan matanya.
Masalah terjadi lagi, “Edward,nampaknya ikan itu tidak mempan dengan
pistolmu!” Cicit Luke ketakukan.
DORR! DORR!
Terdengar lagi dua suara tembakan, DORR!
Tembakan terakhir dari pistol Edward berbunyi. Nampaknya ikan piranha
tak memiliki kulit tebal seperti ikan aligator. Tuhan masih berpihak pada
mereka,tiga ekor ikan piranha telah mati.
DORR! DORR! DORR! DORR!
Empat tembakan sekarang bersumber dari pistol milik Luke. Dua peluru
masuk ke dalam mulut dua ikan aligator saat mulutnya terbuka,dan seperti apa
yang mereka harapkan… ikan itu tewas begitu saja,tapi ini belum selesai! Masih
ada beberapa ikan buas lagi.
Edward mengambil dua botol dari kantung tasnya,beruntung botol itu
berisi air keras. Dengan cepat Edward menumpahkan air keras secara asal ke arah
ikan itu,dan beberapa ikan mati begitu saja. Edward membuka kenop dan bom asap
keluar begitu saja.
“Luke,Ayo cepat kabur!” Seru Edward saat asap putih tebal mengganggu
kawanan ikan buas itu sehingga tak bisa berbuat apa-apa.
“…………………….”
Luke merabah ditanah mencari ikan piranha yang telah mati,berhasil! Ia
mendapatkan ikan piranha raksasa itu dan segera berlari. Secepat mungkin,karena
asap itu tidak bertahan lama.
“Untuk apa kau mengambil ikan mati itu?” Tanya Edward sembari berlari.
“Hanya ini obat untuk Anna.” Jawab Luke sembari ia berlari membawa ikan
mati itu.
Asap tebal menghilang, beberapa ikan masih hidup. Ikan itu melihat
beberapa kawanannya terkapar di buat orang itu,Ikan itu mengejar Luke dan
Edward lbih cepat dari sebelumnya.
BRRRUKKKKK!
Luke terjatuh karena tersandung oleh akar pohon,Edward membalikan
tubuhnya.
“Cepat berdiri,cepat! Ikan itu semakin mendekat!” Seru Edward sembari ia
menarik lengan Luke agar ia bisa berdiri lagi.
“Tak ada waktu lagi,cepat ambil ini!” Luke memberikan ikan mati itu pada
Edward, “Cepat berlari,Anna membutuhkan itu! pistolku masih ada satu peluru..”
Luke juga meberikan pistol padanya,ia sudah putus asa dengan apa yang terjadi
sekarang. Bisa saja Luke bangun dan berlari lagi,namun kakinya berdarah karena
terjatuh. Lukanya cukup besar.
“Apa kau gila? Berjarak 30 meter lagi,ikan itu akan memakan kita!”
Hardik Edward,ia tak percaya dengan apa yang di katakan temannya.
“Cepat pergi! Kau harus tetap hidup! Katakan pada Anna,aku
mencintainya!” Seru Luke meninggikan suaranya,berjarak 20meter lagi ikan itu
sudah berada di depannya.
Edward bingung dengan apa yang harus ia lakukan, “Maafkan aku! Aku akan
memberikan ini pada Anna,semoga kau beruntung!” Edward memeluk ikan mati itu
dan berlari sambil memegang pistol itu.
“Maafkan aku,Anna.” Luke menitihkan air mata,Edward sudah tidak terlihat
lagi dari pandangannya. Dengan sekuat tenaga Luke mencoba berdiri menatap
sekitar kurang dari lima ikan buas itu.
Darah semakin banyak keluar dari lutut Luke yang terluka, “Kalian
lapar?” Tanya Luke berbicara pada kawanan ikan itu, “Baiklah,makan aku…tapi
jangan teman-temanku.” Itulah kalimat terakhir Luke,dan….
Tak sampai satu menit Ikan buat itu memangsa Luke dengan ganas,hanya
tersisa tas dan topi saja. Luke sudah melakukan hal gila dengan merelakan
tubuhnya di makan ikan demi teman-temannya.
Luke tewas,begitulah akhir hidupnya. Ia belum sempat menyatakan dengan
resmi perasaannya pada Anna,tapi ia hanya berharap Anna bisa sehat dan hidup
dengan bahagia.
***
Edward melambatkan larinya,air matanya sudah terkuras sejak insiden yang
baru saja terjadi. Ia tak peduli apa yang terjadi sekarang, tapi sejauh mata
memandang ikan buas itu sudah tak terlihat lagi.
“Maafkan aku,Luke.” Edward berteriak karena kekesalannya. Ia terus
menyesali kenapa ia tak melawan ikan itu,padahal ia masih memiliki pisau untuk
membunuhnya. Ia merasa sangat bersalah.
Edward terus menangis,ia tak ingin seperti ini karena ia seorang pria.
Tapi ia tak sanggup lagi menahan air mata karena melihat pengorbanan teman
untuknya.
“Aku tidak akan menyerah! Kau telah berkorban untuk Anna dan aku,aku harus
memberikan ini pada Anna.” Luke memantapkan dirinya,tapi tunggu…
Ia berhenti melangkah,ia melihat ada suatu pemandangan yang mengganggu
pemandangannya.
“Oh My God! Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Edward membulatkan
matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat,baru saja masalah terselesaikan
dan hadir masalah baru.
Kau tahu apa yang Edward lihat? Itu adalah…..
===== TBC =====
No comments:
Post a Comment