PART 4
Sekelompok orang jatuh dari langit,lebih tepatnya
keluar dari perjalan waktu. Setelah mereka sampai cahaya putih itu mendorong
sehingga mereka lebih terlihat jatuh dari langit.
“Dimana kita?”Tanya Anna sembari memegangi kepalanya
yang terkena benturan dari insiden jatuh oleh mesin waktu tersebut.
“Anna,kita berada di Eldorado.” Jawab Luke yang duduk
terjatuh di samping Anna. Semua barang yang di bawa Anna dan pengikutnya jatuh
berserakan di sekitar sana. Ya,ini hampir sering terjadi setelah Mesin waktu
selesai mengantarkan setiap orang di dalamnya sampai di tujuan.
Seorang Pria yang duduk di samping Anna menghela
nafasnya, “Huh,ini pertama kalinya aku tiba disini.” Tutur Pria itu yang
bernama Jack Styles.
“Cepat! Kita tak ada waktu lagi! Kemaskan barang
kalian sebelum matahari tenggelam.” Perintah Edmund.
“Ah,ini akan menjadi perjalanan yang panjang!”Keluh
Luke Horan. Sebelumnya mereka memang tidak ada persiapan lebih dulu,dan mungkin
perjalanan ini bisa di bilang mendadak! Karena mereka pergi tanpa ada rencana
di hari sebelumnya.
Anna dan pengikutnya mulai melangkahkan kakinya untuk
pergi memulai perjalanan mereka di El Dorado. Kali ini Edward memimpin di
bagian paling depan,dan Luke di bagian paling belakang.
Hari sudah semakin gelap.jalankan cahaya
matahari,cahaya bintangpun terlihat tidak terlalu terang disini. Bila di
ibaratkan lampu,mungkin sinar bintang sudah mulai redup.
Beberapa hewan laut seperti ikan salmon,tuna dan
lainnya berjalan di sekitar sini. Mengapa bisa seperti itu? entahlah,akal
manusia belum ada yang dapat membuktikan mengapa hal ini bisa terjadi. Mungkin
hewan di dunia ini memang berawal seperti ini,dan…seiring berjalannya waktu dan
perkembangan zaman,hewan yang berada di pulau ini menjadi bertolak belakang
dengan yang ada di dunia ini sekarang.
“Luke,Edward. Bisakah kita berhenti sekarang?” Tanya
keluh Anna. Kakinya seperti menahan beban 10Kg saja,namun setiap ia melangkah
rasanya itu sangat berat. “Kita lanjutkan saja berjalanan esok,aku sudah sangat
lelah!”
“Anna,kita harus berjalan lagi. Setidaknya sampai
disana!” Jawab Edward sambil menunjuk ke arah pohon besar yang berada sekitar
50-60 Meter dari sini.
“Tapi aku sangat lelah!” Keluh Anna.
“Ya,aku juga cukup lelah.” Timbal Jack yang berada di
depan Anna.
“Jangan mengeluh terus! Kita harus bertahan sebentar
lagi.” Tutur Edward yang mulai melanjutkan langkahnya di dampingi dengan
Edmund,Jack dan Nick.
Mau tak mau Anna harus melangkahkan kakinya lagi.
tapi…tunggu-tunggu,kenapa ia tiba tiba berhenti setelah berjalan 3 langkah dari
sebelumnya?
Oh,aku tahu! Tanpa di suruh sebelumnya,tiba-tiba Luke
langsung berhenti di depan Anna dan berjongkok dengan membawa tas di dadanya.
“Naiklah ke punggungku,Anna!” Perintah Luke.
Dewi fortuna masih berpihak pada Anna rupanya,untung
saja ada Luke yang senang hati masih ingin menawarkan pada Anna untuk naik ke
punggungnya.
Luke berjalan sambil menggendong Anna di punggugnya.
“Luke,bagaimana kita bisa menghubungi adikmu?” Tanya
Anna yang terlihat lelah dan mengantuk. Adikmu? Mungkin maksudnya Adik dari
Luke.
Luke memiliki seorang adik perempuan yang cukup cantik
bernama Aslyn Nicole Horan. Umurnya sekitar 19 tahun,rambutnya panjang dan
sedikit ikal pada bagian bawahnya,kulitnya putih dan bersih,tingginya sekitar
178 cm,berat badannya 47 Kg. Bagaimana,sudah terbayang bukan betapa cantiknya
gadis ini?
Bukan hanya itu.Ia memiliki IQ di atas rata-rata yakni
149,Ia sering bekerja sama dengan Nick Tomlinson untuk membuat bererapa
penemuan seperti Vaselive,semasa sekolah
selalu mendapat peringkat 3 besar dan pernah menjadi Asisten dosen di umur 17
tahun. Bagaimana,sempurna bukan? Kelebihannya ini juga yang membuat banyak pria
jatuh hati padanya.
Setelah lulus sekolah dasar dan menerus kan ke jenjang
SMP,ia langsung di terima di Harvard University tanpa memelukan ijazah SMAnya. Bahkan,ia
bisa di bilang ya…lebih pintar dari Kakaknya yaitu Luke Horan.
Dia tidak menyukai pekerjaan yang berat seperti apa
yang di lakukan Anna dan pengikutnya ini. Ia lebih suka dengan memecahkan kode
atau membuat penemuan dari pada hal seperti itu. Anna dan Aslyn berkenal cukup
baik. Edmund,Edward,Jack,Nick, dan Luke adalah pengikut yangdi pimpin oleh
Annabelle Smith,dan Keenam orang itu di pimpin oleh Aslyn. Jadi,kelompok itu di
ketuai oleh Aslyn. Bisa saja jika Luke menjadi pemimpin kelompok ini,namun
entah kenapa ia lebih memilih menjadi bawahan Anna dari pada menjadi atasan
adiknya yaitu Aslyn.
“Tenang saja,Nick membuat handphone bersinyal 6G
dengan Aslyn. Jadi kita bisa menghubungi satu sama lain walau terpisah jarak
dan waktu.”Jawab Luke yang masih menggendong Anna di punggung.
Mereka sampai. Jack dan Edmund membuat sebuah tenda
yang bisa di bilang cukup besar,bahkan mungkin sekitar 30-35 orang bisa masuk
di dalam sana. Bagaimana,besar bukan ?
Tapi kenapa bisa tenda sebesar itu di buat dalam
jangka waktu yang sangat singkat? Tentu saja sebelumnya Nick dan Aslyn pernah
membuat ini bersama,jadi dengan menekan satu tombol dan di rapihkan sedikit
tenda besar ini sudah berdiri kokoh.
Jack,Edmund dan Edward sudah berada di dalam untuk
bersiap untuk tidur. Dan Nick seperti biasanya,ia membuat sebuah alat yang
entah apa gunanya itu. Luke menurunkan Anna. Mereka berdua yang tadinya di luar
sekarang sudah berada di dalam tenda itu.
Nick menekan salah satu tombol pada jam tangan buatanya.
Waw! Betapa hebatnya jam tangan milik Nick ini. Setelah Nick menekan tombol
itu,tiba-tiba saja sebuah layar transparan keluar dari jam tangan itu.layar
transparan itu menunjukan wajah seseorang dari sana,tapi bagaimana bisa? Mereka
terpisah dari kota yang sangat jauh dan terpisah dari selisih waktu 600 tahun.
Tentu saja orang yang berada dalam layar itu memiliki
jam tangan seperti yang Nick miliki,mereka membuat sebuah chip berstandar 6G.
tentunya lebih hebat dari 3G apa lagi 2G.
“Hallo! Bagaimana keadaanmu disana?” Sapa Nick sambil
berbicara dengan wajah orang yang berada di layar itu.
“Aku baik,bagaimana dengan yang lainnya?” Tanya
seorang gadis yang bernama Aslyn Nicole Horan. Ya,itu adalah adik Luke yang
tadi di ceritakan.
“Kami semua baik,lihat aku menemukan sebuah kupu-kupu
yang bisa berjalan dan berenang!” Jawab Nick sambil menunjukan sebuah botol
transparan yang terdapat kupu-kupu dua alam itu di dalamnya.
“Aku ingin bicara dengan Aslyn!” Timpal Anna yang
langsung menarik tangan Nick sehingga ia bisa berhadapan dengan Aslyn, “Hey!
Cepat buat mesin waktu dan datang kesini!” suruh Anna pada Aslyn.
“Ya,mungkin sekitar 3-4 hari mesin waktu ini baru bisa
di pergunakan. Tapi aku tidak ingin kesana!” Tolak Aslyn mentah-mentah, “Kau
tahukan bagaimana keadaan Eldorado itu?banyak hewan mengerikan disana! Aku
tidak suka,bagaimana jika aku kembali dengan tidak selamat? Apa kau ingin
mengganti nyawaku?” Tuntut Aslyn.
“Jika kau tidak selamat,kami juga tidak selamat!” Seru
Anna meninggikan suaranya.
“Ah,aku tahu itu. dimana Jack? aku ingin bicara
padanya!” Perintah Aslyn pada Anna. Anna langsung menggeser tangan Nick ke arah
Jack agar dia bisa bicara padanya. “Apa kabarmu,Jack?”
“Aku baik disini,ayolah Aslyn kemarilah kesini!” Suruh
Jack meminta agar Aslyn untuk pergi ke El Dorado.
“Ah,itu cukup sulit! Setelah pengalamanku berpetualang
ke Atlantis,aku cukup trauma dengan itu. Jadi kalian saja yang menikmati
liburan disana,aku akan menjaga dari sini.”
“Saat di Atlantis kita baru pertama kali bertemu,aku
juga cukup trauma dengan petualangan itu. tapi sekarang aku bisa menghilangkan
ketakutanku!” Seru Jack yang sedikit bersemagat,padahal matanya sudah terlihat
cukup mengantuk. “Ayolah,temani aku disini. Kau tahu? Anna selalu bersama
Luke,Nick selalu bersama Edward, dan Edmund selalu berkomunikasi jarak jauh
dengan **** aku kesepian disini,Aslyn.”
“Aku tahu bagaimana perasaan itu,Dear!” Tutur Aslyn
menyesal, “Baiklah.karena kau yang meminta,jika keadaan terdesak aku mungkin
akan datang kesana 2-3 hari lagi. Aku akan lebih bekerja keras untuk
menyelesaikan mesin waktu pertamaku!”
“Baiklah,kami akan tidur lebih dulu. Jaga
dirimu,Dear.” Ucap Jack yang langsung menekan tombol merah pada layar
transparan itu sehingga membuatnya memutus panggilan dengan Aslyn.
“Baiklah,kita harus beristirahat sekarang!” Ucap Luke
menyuruh semua orang untuk tidur,ia kemudian merapihkan posisi tasnya yang ia
jadikan sebagai bantal, “Hari melelahkan akan di mulai esok! Nick,berhentilah
membuat barang yang entah apa namanya itu. tidurlah,besok kau akan memulai
perjalanan panjang!” Suruh Luke pada Nick. Nick kemudian berhenti untuk
menyelesaikan sebuah barang yang sedang di buatnya itu lalu beristirahat di
tenda itu.
***
“Morning,Dad!” Seru Vaselive yang lebih dulu bangun
dari pada Adik,Kakak serta Ayahnya. Ya,tentu saja ada maksud tertentu mengapa
ia bangun lebih awal. Tentu saja ingin membuat sebuah penemuan lainnya,setiapa
hari hanya ini yang ia lakukan. Padahal ia tak pernah bersekolah lagi setelah
lulus sekolah dasar,tapi entah kenapa ia sungguh mahir membuat
penemuan-penemuan itu. menurutnya,jika ia tak membuat sebuah mahakarya seperti
semangkuk sop tanpa garam. Hambar rasanya!
“Kau lebih dulu bangun.” Percy Jackson sang Ayah
meregangkan otot-ototnya setelah tidur indahnya semalam.
“Ayah,ayo cepat! Kita sudah cukup terlambat,ayo kita
pergi ke Golden Mountain!” Suruh Lizzie. Ya ampun,padahal ia baru bangun dan
belum sepenuhnya sadar. Ya,Lizzie sangat menyukai jika sudah berbicara dengan
petualangan dan berjelajah. Jika ia terlahir sebagai orang kaya,Ia dulu
bercita-cita ingin berkunjung ke seluruh keliling hutan yang ada di dunia.
Namun malang,tahun-tahun sebelumnya ia ditinggal Ayahnya untuk sementara dan di
tinggal selamanya oleh Ibunya.
“Huh,aku sungguh lapar.” Keluh Alena yang langsung
memegang perutnya yang sudah berbunyi sedari tadi.
“Kalian lapar? Apa ingin Ayah buatkan Ulat pohon
balado lagi?” Tawar Ayahnya. Apa? Ulat pohon balado? Apa layak makanan seperti
itu mendapat embel-embel balado? Rasanya itu tidak!
“Tidak,tidak Ayah! Kami masih membawa banyak makanan!”
Tutur Lizzie yang berintonasi cukup cepat,baru mendengar namanya saja ia sudah
menolak seperti itu. “Kami membawa banyak makanan,banyak sekali!”
“Ya,ya.baiklah, kalian makanlah dulu makanan yang
kalian bawa. Ayah ingin pergi mencari Philip!” Percy Jackson sudah bersiap
untuk turun dari rumahnya yang berada di atas pohon itu.
“Ayah,siapa itu…Philip? Apa dia sejenis Sotongsh
lagi?” Tanya Alena penasaran. Ia sungguh berharap bahwa jawaban yang di dengan
Ayahnya adalah Tidak.
“Tentu saja,bukan! Philip adalah peliharaan Ayah yang
berbentuk seperti gajah bertaring singa,Ayah sarankan kalian untuk berdiam dulu
disini. Ayah pergi dulu.” Jawab Percy Jackson yang langsung menghilang dari
hadapan ketiga anaknya. Bukan maksud Percy Jackson untuk melarang anaknya untuk
ikut,tapi jika mereka ikut hanya akan membuat mereka takut sendiri saja.
Ayahnya sungguh tahu bagaimana ketakutan yang dimiliki ketiga anaknya itu.
“Ah,sudahlah. Lupakan! Lizzie keluarkan roti yang kau
bawa!” Suruh Alena,Lizziepun mengeluarkan beberapa potongan roti dan air
kemasan botol dan memakannya bersama-sama.
---
“Aku jadi berfikiran untuk pergi kesana.” Ucap Aslyn
di sela-sela ia berbicara dengan Jack. Hahah,Jack sengaja mengambil jam tangan
Nick dan menghubungi Aslyn di California. Nick tentunya belum mengetahui hal
ini karena ia masih tertidur di tenda itu.
“Ayolah pergi kesini,temani aku! Apa aku harus
menjeputmu kesana bagaikan seorang pangeran yang menjemput seorang Putri?”
Tanya Jack. Ia sungguh ingin kekasih teman dekatnya itu untuk datang
kesini. Jack dan Aslyn sangat dekat bagaikan sepasang kekasih,namun salah satu
di antara mereka belum ada yang berani mengungkapkan perasaannya.
“Aku akan fikirkan itu lagi,ini sudah pagi. Aku ingin
meneruskan menyelesaikan mesin waktu ini,See you Dear!” Jawab Aslyn sambil
melambaikan tangannya pada Jack.
“See you!” Jack menutup sambungan telefonnya dengan
Aslyn,padahal sungguh jelas terlihat di wajahnya jika ia ingin sekali masih
banyak berbincang dengannya.
“Jack! Kau meminjam jam tanganku tanpa izin!” Seru
Nick yang masih menutup kedua matanya,mungkin ia sudah terbangun karena sejak
tadi mendengar mereka berdua berbincang. Namun,bisa jadi juga kalau ia masih
ingin tertidur lagi.
“Nick! Kau mengagetkanku!” Tutur Jack yang sedikit
kaget mendengar seseorang berbicara padanya, “Sejak tadi malam Aslyn
menghubungimu,aku terganggu dengan suara jam tanganmu yang terus berbunyi! Jadi
aku angkat saja.” Lanjut Jack yang berbohong.
“Memangnya kau fikir aku tidak tahu?” Tanya Nick sedikit
menuntut.
“Ah,baiklah kau benar! Untuk itu,buatkanlah aku yang
sama seperti punyamu. Aku kan juga ingin memiliki jam tangan seperti itu.”
Jawab Jack yang meminta jam tangan seperti punya Nick. *bayangkan jam tangan
galaxi gear,namun 5x lebih canggih*
“Kalian berdua berisik sekali!” Ucap Anna marah yang
terbangun dari tidurnya, “Ini sudah pagi! Ayo lanjutkan lagi perjalanan kita!”
Suruh Anna yang melihat pemandangan luar dari jendela tenda ini menunjukan
sinar matahari. Sebenarnya ia juga masih mengantuk,tapi ia lebih ingin cepat
sampai ke Golden Mountain setelah itu pulang.
Hoaaaammmmm! Edmund meregangkan otot-ototnya, “Aku
tidak sabar ingin pergi!”
Masih ingin tidur? Tentu saja mereka berenam
menginginkan itu. tapi mereka harus meneruskan perjalanan hari ini! sebelum
malam tiba,akan lebih baik jika mereka melakukan perjalanan menakutkan ini pada
pagi hari. Mereka keluar dari tenda itu dan membawa tasnya.
Nick menekan salah satu tombol pada remote sehingga
memembuat tenda itu kembali menutup terbungkus rapat dan hanya berukuran pergi
yang besarnya hanya sebesar lantai rumah.
Sungguh hebat! Ia bisa membuat tenda elektronik
seperti itu,belum lagi ketika masuk ke dalamnya terdapat mesin pendingin
ruangan sebesar stik yang bisa di gunakan juga sebagai mesin pemanas ruangan.
Jadi automatis bisa menyesuaikan dengan kondisi yang mereka butuhkan.
---
“Ayah,mengapa aku baru sadar sekarang? Tidak hanya
binatang saja,tumbuhan juga bertolak belakang dengan yang ada pada biasanya!”
Seru Lizzie yang terlihat takjub dengan pemandangan yang di lihatnya.
Bayangkan saja,tumbuhan setinggi pohon kelapa
tiba-tiba berukuran setinggi 10 cm. dan pohon cabai,daunnya saja bisa sepanjang
1 meter. Bagaimana dengan pohonnya? Ukurannya bisa kalian bayangkan sendiri.
“Maafkan Ayah,tapi Ayah belum tahu apa penyebab itu
terjadi.” Jawab Percy Jackson menyesal. Ia juga tidak tahu harus menjawab apa
untuk menjawab pertanyaan anaknya itu,ia
sendiripun penasaran mengapa itu bisa terjadi.
“Ayah,dari semua tumbuhan itu apa yang paling
menabjubkan disini?” Tanya Alena penasaran sambil melihat beberapa tumbuhan di
sela-sela ia berjalan.
“Kalian tahu raflesia?” Tanya Percy Jackson,ketiga
putrinya mengaggukan kepalanya. “Kalian tahu bunga anggrek?” Tanyanya lagi.
“Tentu saja kami tahu,tapi ada apa dengan itu?” tanya
Veselive yang justru malam balik tanya.
“Disini ada Raflesia hitam dan Anggrek dua
warna,berwarna hijau-merah. Bukankah itu sangat langka?”
“Benarkah itu ada disini? Cepat tunjukan dimana itu
berada!” Suruh Alena,kali ini ia cukup bersemangat dengan ini.
“Ayah,aku ingin melihat Raflesia hitam dan membawa
pulang!” Seru Lizzie.
Bayangkan saja,Raflesia hitam? Jika ia membawanya dan
menunjukan pada dunia pasti ia akan mendapat bayaran yang cukup tinggi jika
menjualnya.
Dan terlebih lagi dengan Anggrek dua warna. Itu
pastinya sungguh langka,dan ia yakin pasti semua orang belum pernah ada yang
melihat itu selain beberapa orang yang pernah kesini sebelumnya.
“Tentu saja Ayah akan tunjukan pada kalian!” Seru
Percy Jackson yang melangkahkan kakinya lebih cepat dari sebelumnya, “Ikuti
Ayah!”
Ketiga putri Jackson lalu mengikuti langkah kemana
Ayahnya berjalan,mungkin pemanadangan seperti ini biasa untuk Percy Jackson.
Tapi tidak untuk ketiga anaknya.
Mereka menyusuri semak-semak hanya demi melihat
Raflesia hitam dan Anggrek dua warna ? Waw,apa mereka lupa dengan tujuan
mereka? Merekakan berpetualang hari ini untuk sampai ke Golden Mountain,bukan
untuk melihat tumbuhan langka itu.
“Ayah,bagaimana dengan hewan disini. Apa ada hewan
yang menarik disini?” Tanya Vaselive pada Ayahnya sembari berjalan ke tempat
kedua tumbuhan aneh itu berada.
“Tentu saja! Ada kelinci laut,kucing air dan masih
banyak lagi.” Jawab Percy Jackson yang terus mengayuhkan tongkat kayunya pada
semak-semak di depannya.
“Jika kita membawanya,kita pasti akan mendapat uang
banyak jikalau menjualnya.” Tutur Alena. Memang benar! Jika mereka membawa
pulang kelinci laut dan menunjukan pada dunia,pasti banyak orang yang ingin
membeli hewan langka itu dengan harga setinggi langit.
“Betul sekali,Ayah. Aku ingin kelinci laut itu!” Pinta
Lizzie memohon. Dia sangat menyukai seekor kelinci! Dulu,Ibunya ketika masih
kecil sering membacakan dongeng tentang kelinci sebelum meninggal.
“Lizzie! Kau sebelumnya meminta melihat Raflesia
hitam,dan sekarang Kelinci laut. Jangan meminta hal yang aneh pada Ayah!” Marah
Alena. Permintaan adiknya yang satu ini memang menyusahkan saja,awalnya melihat
Raflesia hitam…dan sekarang kelinci laut.
“Tapi,aku ingin melihat Kelinci laut itu dulu!” Hardik
Lizzie. Bukannya diam ketika di marahi justru balik memarahi kakaknya.
“Sudah-sudah,” Percy Jackson menghentikan langkahnya
dan berbalik melihat anaknya yang sedang bertengkah, “Jika kau beruntung,kau
bisa melihat kelinci laut Lizzie. Kelinci laut sewaktu-waktu ia akan berjalan
ke hutan ini untuk mencari makan jika ia lapar,kau bisa melihatnya jika kelinci
laut itu berjalan ke arah sini.” Ucap Percy Jackson merendahkan suaranya.
“Ayah,tapi aku ingin melihat kelinci laut itu
sekarang!”
“Lizzie,bukan saatnya sekarang untukmu memaksakan
kehendak!” Marah Vaselive. Ia sebenarnya tak ingin ikut campur,tapi suara
mereka terdengar mengganggu telinganya.
”Kalian semua menyebalkan!” Marah Lizzie menghentakan
kakinya karena kesal. Ia sadar,ia sudah dewasa dan sekarang memang bukan waktu
yang tepat untuk memaksakan kehendaknya.
Percy Jackson kembali memimpin dan melanjutkan
perjalanannya untuk melihat Raflesia hitam. Lizzie berjalan agak berjauhan dari
kakaknya karena kesal,ia berada di bagian belakang.
Aku kan hanya ingin melihat kelinci laut,jika aku
sudah melihatnya beberapa detik aku juga akan kembali. Dumal Lizzie yang terus
menghentakan kakinya dengan keras.
Sungguh kesal? Tentu saja! Kakak serta Ayahnya
memarahinya karena permintaannya. Apa dia salah jika ingin melihat Kelinci laut
itu sebentar?
***
Anna dan pengikutnya mulai melanjutkan perjalanan
untuk menuju ke Golden Mountain. Itu adalah tujuan utama mereka datang ke pulau
mengerikan ini,tapi dimana itu? sejak tadi belum terlihat sedikitpun
datarannya.
Seekor ular bergaris berbadan kecil yang panjang
tubuhnya sekitar 1,5 M berjalan bergelombang ke arah mereka. Jack memimpin di
depan dan Anna di bagian paling belakang.
“Awwwhhh!” Pekik Anna kesakitan. Tiba-tiba saja ular
itu melilit kakinya tiba-tiba dari belakang dan menggigit kakinya sehingga
racun yang berada pada taringnya kini mengalir pada darah Anna. “L-luke!
T-tolong a-aku!” Teriaknya lagi yang sudah cukup kencang namun hanya terdengar
seperti kicauan burung. Pasti ia kesakitan sekarang,sehingga ketika ia
berteriak teriakannya itu terdengar kecil.
Bayangkan saja, ia sudah dua kali di gigit oleh ular
bergaris yang kini melilit kakinya itu. jika itu seperti ular biasanya bukan
masalah besar,tapi ini tidak! Ular itu…warnanya hitam bergaris putih dan
memiliki dua kepala. Sial! Terdapat delapan taring di setiap kepalanya,pasti
taring-taring maut itu yang telah menyalurkan racun ke dalam kaki Anna.
Ular itu terus melilitnya semakin kencang dan semakin
kencang,karena sejak tadi Anna terus bergerak untuk melepaskan ular itu. tapi
malah ular berkepala dua itu melilitnya semakin kuat.
Terdengar suara teriakan seseorang minta tolong dan
memanggil nama Luke, ia membalikan tubuhnya dan terkejut melihat Anna terjatuh
yang kakinya telah di lilit ular berkepala dua, “Nick,Jack! Cepat tembakan
pistol bius itu!” Teriak Luke yang membuat teman-temannya menghentikan langkah
dan berbalik melihat Anna yang sekarang duduk melemah.
“Anna,jangan bergerak!” Ujar Edmund,ia segera
pengeluarkan pistol biusnya dan mengarahkan tepat di arah ular itu. DOOOORRRRR!
Suara tembakan terdengar,ular itu melepaskan
lilitannya dan pergi.Kulit Anna menjadi pucat dan berwarna seperti putih
kebiru-biruan,matanya terlihat sayu terkena racun ular itu.
Nick dan Luke mendekat. Luke membaringkan tubuh Anna
di kakinya, Nick mencari obat di dalam tasnya. “Anna,tidak ada obat untuk
menteralkan racun ular berkepala dua. Minum ini,setidaknya ini akan
menghilangkan sedikit racun pada tubuhmu!” Suruh Nick yang memberikan beberapa
tablet obat dan sebotol air. Anna meminumnya.
Pandangannya sudah entah kemana sekarang,terlihat
seperti orang yang akan mati! Suhu tubuhnya sangat dingin, “Kita tidak bisa
berdiam disini,ular itu mungkin akan datang lagi!” Seru Edward.
Luke bersiap untuk menggendong Anna di atas
punggungnya lagi,“Anna,naiklah ke punggungku! Kita harus berjalan sebentar
lagi. Dan beristirahat di tempat yang aman!” Nick membantu Anna naik ke
punggung Luke. Mereka melanjutkan perjalanan.
“Jack,lihat! Bukankah itu………” Bisik Edward pada Jack.
“Bagaimana jika kita…………” Bisik Jack pada Edward.
Edward setuju dengan ide Jack. Edmund,Nick, Luke serta Anna pergi duluan. Jack
dan Edward,sepertinya memiliki sebuah rencana.
***
“Bukankah itu…” Batin Lizzie yang melihat seekor
kelinci memiliki sirip melompat-lompat sembari memakan wortel berukuran dua
jengkal di dekat sana. “Itu pasti kelinci laut! Jika aku meminta untuk melihat
kelinci laut pada Ayah,pasti dia akan memarahiku lagi! Tapi aku sungguh ingin
mendekati kelinci itu!” Terjadi perang dalam hati Lizzie. Ia menghentikan
langkahnya untuk berfikir panjang,Kakak serta Ayahnya sudah terlihat cukup jauh
dari sini.
“Aku hanya ingin melihatnya sebentar! Ayah pasti akan
terus berjalan lurus,lebih baik aku melihatnya sebentar dan kembali mengikuti
Ayah nanti!” Ya ampun,Lizzie memilih jawaban dari perang hatinya yang salah!
Bagaimana jika Kakak dan Ayahnya sudah tidak terlihat lagi? Pasti ia akan
tersesat.
Tapi Lizzie tidak mempedulikan itu sekarang, ia
berjalan perlahan mendekati kelinci laut yang sedang memakan wortel itu. warna
bulu dan siripnya adalah putih,dan…
Lizzie berhasil mengelus bulu lembut kelinci laut
itu,ia sungguh senang! Setelah puas melihatnya ia berencana untuk kembali,namun
ada satu hal yang membuat ia membatalkannya. Ia melihat seekor semut hitam
berukuran sebesar kecoa pada umumnya.
Lizzie mengambil botol serum yang sudah tidak terpakai
dari tasnya dan memasukan semut raksaksa itu kedalam botol itu dan memandangi
dengan damai semut yang terperangkap pada botol kecil itu.
Ia berusaha untuk berdiri dan pergi,namun belum sempat
berdiri sempurna…Ada dua tangan melingkar pada kedua tangannya dan ada tangan
juga yang menahan tas dan mulutnya. Ia tak bisa apa-apa sekarang.
“Kak-kak- Ay—“ Lizzie berteriak namun penjahat itu
lebih dulu membungkam mulutnya dengan tangannya. Ia tak bisa apa-apa sekarang.
***
Alena berhenti sebentar untuk mengikat tali sepatunya
yang terlepas,ia merasa cukup haus setelah perjalanan panjangnya. “Lizzie, dimanan
botol—“ Alena terkejut ketika berbalik menyadari adiknya sudah tidak ada,
“Ayah,Lizzie menghilang!” Teriaknya yang sukses membuat Vaselive dan Ayahnya
berbalik.
“Kemana Lizzie?” Tanya Ayahnya yang matanya sudah
terlihat cukup berkaca-kaca.
“Mungkin dia…”
===== TBC =====
No comments:
Post a Comment