Showing posts with label One Direction. Show all posts
Showing posts with label One Direction. Show all posts

Sunday, 10 April 2016

Announcement

Hi! Semua...
aku cuma mau ngasih tau, bagi kalian yang masih minat buat baca cerita aku. aku sekarang pindah ke wattpad, khusus cerita ya. untuk artikel, berita dan lainnya tentunya masih di post di blog ini.
Wattpad : heezzinfun
Line : heezzinfun
Ig : heezzinfun

jangan lupa untuk mampir.

Monday, 6 October 2014

El Dorado Time Travel [1D Series] -Part 8 END.

PART 8
“Ayah,aku menemukan kode rahasia ini!” Pekik Alena dengan bersemangat. Entah darimana ia menemukan itu,semoga saja dugaannya benar. “Ayah,aku berharap aku benar. Lizzie,Vaselive dan Ayah cepat pegangan pada tiang-tiang ini,aku takut terjadi sesuatu nanti.” Suruh Alena.
“Kak,kau tahu misteri kode ini?” Tanya Vaselive.
“Tidak tahu pasti,cepat pegangan yang kuat pada Ayah!” Suruh Alena lagi.
Lizzie,Vaselive dan Percy Jackson berpegangan kuat pada tiang di dekat sana. Mereka sampai harus menggunakan tali tambang untuk mengikat tubuhnya pada tiang besar itu.
“Lizzie,jika kau disana aku berpegangan dimana?” Hardik Alena pada Lizzie yang sudah siap berpegang erat pada tiang itu, “Mundurlah sedikit,aku akan lari kesana nanti.” Suruh Alena,Lizzie memundurkan tubuhnya sedikit.
Lizzie member celah dekat tiang itu,Vaselive di belakang Lizzie, dan Percy Jackson di belakang Vaselive. Tali tambang sudah siap berada di pinggang mereka yang sudah terkait pada tiang besar ini.
Baiklah,ini saatnya Alena mulai beraksi.
Ia mendorong kuat pada batu kuning di depannya itu,dan tak disangka… Batu kuning itu bersinar.ia lalu mendorong batu Red Diamond yang ukurannya cukup besar tepat di bagian lantai tempat ini,dan sama seperti sebelumnya… batu ini bersinar. Dan terakhir…ia memanjat menggunakan tiang di bagian kiri ini dan menekan batu yang lebih kecil dari batu seblumnya,kau tahu batu apa itu? itu adalah batu The Cullinan,dan batu itu bersinar lagi.
Ia segera berlari menyelip (?) di depan Lizzie dan berpegangan pada tiang di depannya,terdengar suara gemuruh di balik pintu besar emas itu.
Entahlah apa yang ada di dalamnya itu,terdengar seperti suara emas yang akan jatuh ke arahnya. Dan BINGO! Pintu itu perlahan terbuka,dan emas tumpah ruah di tempat ini.
Bagaikan sebuah pintu air di sebuah waduk yang di buka.emas mengalir bagaikan air yang keluar dari pintu air itu. emas itu bahkan menutupi sampai selutut Percy Jackson. Mereka baru saja terbanjiri emas sedalam lutut mereka.
Semua itu adalah emas murni. Mulai dari koin emas,cincin emas,gelang emas,mahkota,kalung,anting-anting dan masih banyak lagi. Itu semua murni terbuat dari emas! Dan masih ada yang lebih menarik lagi. Ada Batu mulia disana…mulai dari The Moussaieff Red Diamond, The Heart of Eternity, Hope Diamond, The Sancy, The Steinmetz Pink, De Beers Centenary Diamond , Koh-i-Noor, Wittelsbach Diamond, The Cullinan di temukan disana dengan berbagai ukuran.
Mulut mereka bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat tumpukan emas dan batu mulia itu. mereka mulai menggerakan kakinya,dan terasa sangat berat. Mereka berjalan di lautan emas!  
Mereka benar-benar bisa menguasai dunia jika membawa emas ini semua,tapi mereka belum mau berhenti sampai disni. Mereka masih ingin melihat apa yang berada di dalam sana.
Sangat berat? Tentunya. Berjalan di air yang berada dalam kolam saja sudah sangat berat,bagaimana dengan yang berada di sini?
HA!
Mereka sudah berada di dalam kerajaan kuno tersebut,tapi…. Bukan kerajaan kuno,melainkan kerajaan emas. Mata dan  mereka tak bisa menutup melihat apa yang berada disini.
Apa kalian pernah menonton film The Hobbit 2 ? Emas yang berada di kerajaan Smaug? Sebanyak itu ,bahkan emas yang berada di sini melebihi emas yang berada di kerajaan Smaug. Jarak dua meter ke atas bahkan mereka bisa memegang atap tempat ini. Tinggi bangunan 150 meter,dan panjang 1000 meter. Itu berarti 148x1000 = 148000meter² berisikan emas murni!
WAAAWWW!
Tunggu,tapi apa yang terjadi disini? Terdengar suara gemuruh,Alena dan Lizzie tidak bisa mengatur tubuh mereka. Bukan hanya beberapa orang yang ada disini,tapi emas yang berada disini terus terjadi goncangan.
Ini adalah gempa bumi!
Gempa yang cukup dahsyat,sekarang yang mereka takutkan adalah mereka takut bangunan ini akan runtuh. Tapi tidak! Gempa bumi itu hanya berlangsung sekitar 5 detik. Alena,Vaselive,dan Percy Jackson berdiri dan memposisikan tubuhnya dengan benar.
Tapi dimana Lizzie ?
“Ayah,dimana Lizzie?” Teriak Alena bertanya pada Ayahnya. Vaselive melihat kekiri dan kanannya namun Lizzie tidak terlihat.
“Lizzie! Lizzie!” Teriak Percy Jackson memanggil anak bungsunya yang hilang. Ia menggerakan tangannya di atas permukan emas seperti berenang dengan gerakan kodok (?) namun Lizzie belum di ketemukan juga.
Terdengar suara gemuruh yang tidak terlalu kencang, seperti sebuah anak gunung emas lahir di daratan emas.
Cuihhh…Cuihhh….
Lizzie mengeluarkan beberapa koin emas dari dalam mulutnya, mungkin saat gempa terjadi ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan masuk di lalap dalam tumpukan emas tersebut.
“Ayah,aku disini…” Ucap Lizzie dengan nada pelan namun melegakan rasa khawatir kedua kakak dan Ayahnya.
“Syukurlah,kau selamat.”

“Vaselive,jika kau mendengar…Ikan aligator baru saja menyerang kami,panjangnya sampai 10 meter. Kau harus berhati-hati!” Cicit seseorang dalam arlogi Vaselive.
“Hallo..Hallo?”  Vaselive mengeraskan suaranya namun tak ada respon lagi dengan orang yang ia ajak bicara dalam arlogi tersebut.
“Ada apa?” Tanya Alena khawatir.
“Profesor Nick memberitahuku,bahwa ia baru saja di serang ikan aligator darat yang panjangnya mencapai 10 meter. Kita harus lebih berhati-hati.” Jawab Vaselive jujur.
Alena meneguk ludahnya, “10 Meter?” Cicitnya entah karena takjub atau takut.
“Ayah,Apa ini?” Tanya Lizzie. Ia melihat sesuatu yang aneh sepertinya. Di ketinggian 147 meter dari bawah,Lizzie melihat seperti jalan khusus yang berbentuk kotak 50x50 cm. sepertinya itu seperti jalan rahasia.
“Apakah itu berbentuk jalan ?” Tanya Percy Jackson yang berbalik menanyakan pada anaknya.
“Ya,di ujung jalan rahasia ini…. Sepertinya ada sesuatu yang terus bersinar disana,aku penasaran!” Jawab Lizzie.
“Baiklah,tak ada ruginya jika kita menyusuri tempat ini sebentar.” Saran Percy Jackson.
Alena,Vaselive serta Percy Jackson mendekat ke arah Lizzie. Tanpa aba-aba dari siapun langsung saja Lizzie merangkak masuk ke dalam jalanan rahasia itu. Alena,Vaselive serta Ayahnya berjalan membututinya dari belakang.
Panjang jalanan itu cukup pendek sekitar 5-7 meter saja,Lizzie hampir terjatuh! Matanya terpukau dengan apa yang di lihatnya. Ia segera saja turun dengan tangga yang menempel pada dinding emas tempat itu,Kakak dan Ayahnya mengikuti.
“Ini benar-benar El Dorado!” Batin Lizzie. Kakak dan Ayahnya sekarang sudah berada di belakangnya dan terpukau melihat apa yang di lihatnya itu. 
Belum selesai di sajikan dengan tumpukan emas tersebut,sekarang ia tahu apa itu El Dorado sebenarnya. Ini mungkin adalah sebuah ruangan rahasia,itu adalah Eldorado yang sebenarnya. Bukan pulau emas,kota emas,kerajaan emas,melainkan adalah sebuah patung berbentuk manusia seperti arca budha yang terbuat dari emas.
Itu adalah El Dorado yang sebenarnya,patung setinggi 140 meter dengan lebar sekitar 10 meter. Yang di arsir dengan berbagai jenis emas yang berada disini. Arsiran yang terdapat dalam patung itu tentu membuat keunikan patung itu. itu adalah El Dorado,The Golden Man.
Bulu kuduk mereka merinding menyaksikan sendiri apa yang mereka lihat, di bagian kaki patung itu terdapat beberapa batu seperti The Moussaieff Red Diamond, The Heart of Eternity, Hope Diamond, The Sancy, The Steinmetz Pink, De Beers Centenary Diamond , Koh-i-Noor, Wittelsbach Diamond, dan The Cullinan dengan jumlah yang bisa di bilang Waw itu menghiasi sekeliling patung itu.
***
Besaran air semakin meninggi dengan cepat, air di tempat ini sudah sampai semata kaki orang dewasa hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Untuk itu Aslyn dan yang lainnya tidak bisa hanya diam menunggu ajalnya.
Jack mengeluarkan pedang panjang dari tasnya,pedang itu masih di bungkus dengan penutupnya. Langsung saja Jack mengeluarkan pedang itu dan memotong batang pohon di bantu oleh Edmund,Edward dan Nick.
Cukup sulit untuk merobohkan batang berdiameter 1,5 meter ini,tapi pada akhirnya Jack berhasil untuk memisahkan batang itu dari akarnya. Jack di bantu Nick sekarang mengukur panjang batang ini sekitar 5 meter dan memotongnya lagi. Tapi ini untuk apa? Kenapa mereka membuang waktu hanya untuk ini?
Aslyn masih berdiam diri kebingunan melihat debit air yang terus bertambah. Edmund di bantu Edward mengeruk batang pohon itu di bagian dalamnya dengan pisau. Mereka bekerja sangat keras. Tapi  Edmund tidak mengeruk batang itu secara keseluruhan,ia juga membuang sebuah tiang dari ujung ke ujung sebagai pegangan.
Oh,sekarang sudah tergambar jelas apa yang mereka kerjakan. Mereka membuat sebuah perahu yang cukup terbilang besar. Itu sebuah ide yang bagus!
Perahu itu hampir selesai 85%.
“Vaselive,Vaselive! Apa kau mendengarku? Tempat ini akan tenggelam,cepat pergi dari sana! Ke dalaman air sudah berada di atas mata kaki.” Ucap Nick berbicara pada sebuah kamera yang sebenarnya hampir tidak terlihat itu.
***
Terdengar suara yang cukup kencang dari arlogi milik Vaselive,ia membesarkan volume suaranya agar terdengar oleh banyak orang.
“Vaselive,Vaselive! Apa kau mendengarku? Tempat ini akan tenggelam,cepat pergi dari sana! Ke dalaman air sudah berada di atas mata kaki.”
Vaselive membulatkan matanya, “Ayah,Profesor Nick berkata kita harus keluar dari tempat ini!” Serunya.
“Tidak ada waktu lagi,cepat keluarkan barang-barang yang tidak di butuhkan dari tas kalian! Bawa apa yang ingin kalian bawa dari sini!” Suruh Percy Jackson dengan raut yang khawatir.
Percy Jackson langsung saja mengambil beberapa batu The Cullinan dan memasukan ke dalam kantung bajunya. Tapi sayang,kantung baju milik Percy Jackson tak sebesar koper.
Mendengar perintah Ayahnya,Alena langsung saja membuang semua baju dengan sembarang dan mengambil beberapa batu dari sana dengan jenis yang bermacam-macam. Lizziepun nampaknya juga sama seperti yang  di lakukan Alena,ia mengeluarkan makanan yang tersisa dari tasnya.
“Ayah cepat makan dan minum ini.” Lizzie memberikan makanan dan sebotol air untuk Ayahnya, “Kakak,cepat habiskan!” Lizzie memberikan juga kepada kedua kakaknya.
Tapi apa yang di lakukan Vaselive? Kenapa ia hanya membuang isi dalam tasnya dan tidak memasukan apapun?
“Kau hanya ingin membawa pulang tas kosong?” Tanya Alena.
“Aku hanya ingin mengambil beberapa emas di luar sana.” Jawab Vaselive, ia menghabiskan makanan yang baru di berikan Lizzie.
“Ayo,cepat naik!” Perintah Percy Jackson yang langsung menyuruh anaknya untuk menaiki tangga tersebut.
Mereka keluar dari ruang rahasia itu,tanpa fikir panjang langsung saja Vaselive mengambil beberapa emas di hadapannya tersebut tanpa memilih. Ia juga tak lupa untuk mengalungkan di lehernya kalung yang menarik perhatiannya itu,dan lagi…ia memakaikan jarinya cicin di 10 jarinya bertumpuk-tumpuk secara asal tanpa memilih.
Alena dan Lizzie mengikuti cara Vaselive. Percy Jackson mengencangkan dengan erat ikat pinggangnya,ia memasukan secara acak beberapa emas kecil ke dalam kemejanya. Ia tak ingin pulang dengan tangan hampa.
Sudah puas dengan itu semua,Percy Jackson dan anaknya sudah berada di luar kerajaan ini. Sungguh berat tas yang di bawa ketiga anak Percy Jackson! Semoga saja tasnya tidak jebol (?) karena beban emas yang di bawanya.
Percy Jackson menepuk tangannya,dan seperti merasa terpanggil… dua Sotorch terbang ke arah mereka. Langsung saja Percy dan anaknya naik ke pundak kodok raksaksa itu.
Terjadi gempa susulan lagi,untung mereka sudah sampai di sebrang Kerajaan itu. tapi Percy Jackson tak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia hampir terjatuh ke danau emas cair yang teramat panas tersebut.
Untung saja Alena dan Lizzie dengan cekatan memegang kedua tangan Ayahnya sehingga ia tak jatuh,namun sayang… bagian bawah kaki kirinya terkena emas itu dan waw,lukanya cukup parah.
“Ayah,kau tidak apa-apa?” Tanya Vaselive khawatir.
“Ayah tidak apa-apa,ayocepat pergi! Ayah masih meliki mesin waktu di rumah atap,mesin itu masih berfungsi.” Jawab Percy Jackson menuntun ketiga anaknya sambil menahan rasa sakit di kakinya itu. untung saja kakinya terendam emas panas hanya satu detik,tapi ini cukup menyakitkan. Kulit kaki Percy Jackson melepuh,daging kakinya terlihat dan terbakar. Tapi Percy Jackson tetap mengatakan tidak apa-apa karena takut membuat anaknya khawatir.
Mereka berlari dengan cepat untuk sampai ke rumah atapnya,namun air sudah terasa setinggi mata kaki. Padahal ini dataran tinggi,bagaimana dengan di wilayah Aslyn? Mungkin sudah di bawah lutut.
Mereka semakin cepat berlari dari sebelumnya,bisa saja mereka berlari lebih cepat melebihi ini. Tapi tas yang di bawa mereka memiliki beban yang cukup berat sehingga tak mampu untuk berlari dengan secepat kilat.
Mereka terus berlari dan berlari,air semakin bertambah tinggi. Sudah sekitar 10 cm.
“Lewat sini!” Teriak Percy Jackson memotong jalan agar lebih cepat sampai. Mereka tak mau membuang-buang waktu,jika sudah setinggi lutut pasti dengan perlahan kecepatan mereka akan melambat.
Waw,air semakin tinggi dalam hitungan detik. Sudah setinggi di bawah lutut,Alena memiliki ide cukup cemerlang. Ia melepas tasnya dan mendorongnya di air agar tidak terlalu berat yang di tanggungnya. Lizzie dan Vaselive pun begitu.
Percy Jackson semakin lambat  berjalan,ia yang tadinya berada di depan sekarang sudah di buntut anaknya. Ia ingin menjerit betapa hebatnya sakit yang di deritanya,tapi ia tidak ingin anaknya menjadi terfikirkan hanya karena masalah sepele ini.
Darah terus mengalir dari kakinya,tapi untunglah ketiga anaknya belum menyadari hal ini. Tubuhnya cukup terkuras lemas menahan sakitnya ini, “Lizzie ingat,kalian harus memasukan  kode 2014. Dan jika tidak berhasil bekerja,suruh saja Vaselive membongkar sebenar bagian mesin yang berada di mesin waktu tersebut.” Percy Jackson berpesan pada Anaknya,ia merasa bahwa ia tak akan bertahan lebih lama lagi.
”Aku pasti akan mengingatnya,sebentar lagi kita akan pulang. Kita akan membebaskan Ibu dari isu bohong yang tersebar di dunia.” Ucap Lizzie.
“Ayah,kita akan sampai!” Teriak Alena yang melihat rumah atap Ayahnya berjarak sekitar 20 meter lagi.
“Ayo,kita harus lebih cepat!” Percy Jackson melangkahkan kakinya dengan cepat meski harus menahan luka yang di deritanya.
Air sudah sepaha orang dewasa,entah mengapa ini bisa terjadi. Tapi,air sangat cepat datang. Sepertinya tempat ini benar-benar akan lenyap oleh air.
***
Perahu yang di buat sudah mengambang di atas permukaan air. Ketinggian sudah hampir sepinggang orang dewasa,99% perahu ini akan sepurna. Tapi tak ada waktu yang tersisa lagi,langsung saja Aslyn dan pengikutnya menaruh tas ke dalam perahu tersebut.
“Cepat naik!” Edward sudah berada di bagian depan perahu tersebut. Edmund berusaha naik di ke dalam perahu di bantu oleh Nick yang sekarang mereka sudah berada di atas perahu. Jack melihat sebentar jasad Anna,dan ia segera naik kesana.
“Ah,ayo! Aku harus bisa!” Cicit Aslyn mencoba menaiki perahu itu,namun ia belum bisa.
Jack menyadari hal ini, ia segera turun kembali dan membantu Aslyn agar ia mudah untuk menaiki perahu. Sekarang ketinggian air sudah berada sedadanya, debit air sangat cepat. Setelah membantu Aslyn,Jack sekarang berusaha menaiki perahu itu. tapi…................
“Jack,cepat naik! Ular itu akan datang ke arahmu!” Teriak Aslyn melihat ular yang berjalan ke arah Jack,tapi itu bukan ular biasa. Itu adalah ular berkepala dua yang sukses membuat Anna tewas karena racun mautnya.
Nick mendengar teriakan Aslyn, ia bersiap mengambil serbuk peledak di dalam tasnya untuk membunuh ular itu. Edmund dan Edward langsung saja berdiri dan membantu Jack untuk naik ke dalam,dan…
Akhirnya Jack selamat,nafasnya terengah-engah setelah peristiwa itu terjadi. Ular berkepala dua tersebut mendekat ke perahu ang di tumpangi Aslyn,ia berusaha naik tapi tidak bisa. Aslyn menjerit ketakutan,langsung saja Nick mengeluarkan botol peledak dari Vaselive. Tapi ia berfikir lagi,jika ia menggunakan itu,pasti akan terjadi ledakan yang menghancurkan perahu mereka. Akhirnya Nick menumpahkan sisa air keras ke tubuh panjang ular itu,dan… ular itu mati seketika.
Nafas mereka terengah-engah,mereka lalu membetulkan posisi duduk mereka dan berpegangan pada tiang yang berada di setiap tempat duduk itu. bentuk perahu itu memanjang sama seperti perahu biasanya,hanya saja ini melebar karena memang diameter pohon yang besar,dan sebelumnya Edmund membuat 5 tiang berpegangan di setiap tempat duduk… hal itu akan memudahkannya jika sewaktu-waktu terjadi pasang.
Aslyn terdiam menatap air yang berada di sekitarnya,ia merasa air terus menerus bertambah tinggi. Tapi apa itu? warnanya mengkilap dari kejauhan berwarna keemasan. “Jack,kau tahu apa itu?” Tanya Aslyn berbisik pada Jack.
Jack menyadari sesuatu, “Edward,cepat pindah posisi berjalan kesana! Sepertinya itu adalah emas!” Teriaknya.
Edward menurut dan mengayuhkan dayungnya di bantu dengan Nick yang Edmund yang berada di belakang,matanya berjolak melihat itu semua. Bukan hanya satu,tapi ada banyak! “Itu adalah koin emas!” Teriak Edward.
Mereka sampai,di sampingnya mengambang beberapa koin emas yang jumlahnya sangat banyak. Mungkin beberapa perhiasan juga ada,namun bisa saja perhiasan emas itu tenggelam berada di dasar.
Tanpa fikir panjang,langsung saja Edmund serta yang lainnya mengambil koin emas itu dan menaruhnya di dalam perahu.
***
Di mulai dari Lizzie,Vaselive dan Alena menaiki anak tanggan ini satu persatu. Percy Jackson bersendder pada tangga yang tertempel pada batang pohon rumahnya,ia meringis kesakitan. Ini lebih sakit dari sebelumnya,rasanya sangat pedih.
Percy Jackson memegangi lututnya,ia terus menahan rasa sakit yang di deritanya. Tanpa di sadari seekor ular kecil datang menghampirinya,hanya ular belang biasa. Panjangnya 15 cm dan hanya sebesar jari,tanpa di sadari ular itu menggigit kaki kanan Percy Jackson dan pergi begitu saja setelah menyalurkan racun ketubuhnya.
Percy Jackson terus meringis kesakitan dalam hatinya,Alena merasakan tidak ada suara dari Ayahnya. Ia terkejut melihat Ayahnya menahan rasa sakit.
“Ayah,kau kenapa?” Tanya Alena khawatir, “ Vaselive berikan ini pada Lizzie agar ia menaruhnya di atas!” suruh Alena melepaskan tas dan memberikan pada Vaselive.
Alena melompat, “Ayah,kau baik-baik saja?” Tanya Alena.
“Ayah baik-baik saja,cepat kau naik dan pergi dari sini! Tinggalkan Ayah!” Jawab Percy Jackson menghardik anaknya,padahal ia berniat baik.
“Tidak bisa,aku hanya akan pergi dengan Ayah! Aku hanya akan pulang dengan Ayah!”
“Racun ular baru saja mengalir ke darah Ayah,Ayah tak mungkin selamat sampai sana. Cepat pergi,Ayah mohon.” Percy Jackson kembali meringis menahan rasa sakit.
“Tidak mau,Ayah ayo… kita harus cepat! Setidaknya,kita harus bicarakan ini di atas,aku tidak mau kehilangan Ayah! Ayah.” Alena terisak melihat Ayahnya seperti ini,ia sudah kehilangan Ayahnya bertahun-tahun sebelumnya. Ia tak mau ini akan menjadi selamanya, “Ayah harus kuat!” Alena membantu Ayahnya untuk menaiki tangga itu.
“Cepat ulurkan tangan Ayah!” Perintah Vaselive, ia ikut membantu Ayahnya untuk naik. Dan berhasil,Ayahnya dan Alena sudah berada di atas.
“Ayah,kau harus bertahan!” mata Lizzie berkaca-kaca sambil memegangi tangan Ayahnya.
Vaselive sibuk mengatur mesin waktu ini,ia telah menekan tombolnya. Tapi kenapa tidak terbuka? Seharusnya,mesin ini bekerja. Mesin waktu ini lebih besar dua kali lipat dari sebelumnya,lebih bisa di bilang ini seperti pesawat mesin waktu.
“Ayah,mesin ini tidak mau terbuka!” Ucap Vaselive sedikit berteriak.
Lizzie melihat dari atas air semakin cepat naik ke atas. Alena terus berdoa dan menggenggam tangan Ayahnya.
“Coba buka bagasinya.” Ucap Percy Jackson.
Vaselive membuka bagasi mesin yang berada di belakang, ia melihat ada kabel yang terputus. Ia langsung saja menyatukan kabel itu dan mengikatnya dengan robekan bajunya. Dan ia mencoba untuk membuka mesin waktu itu lagi,dan mesin itu terbuka.
“Mana tas kalian?”Tanya Vaselive, ia melihat tiga tas dan segera menaruh di bagasi mesin waktu itu. hanya ada tiga kursi dan di belakangnya ada ruang kosong. “Kak,cepat bantu aku menggendong Ayah dan menaruhnya disitu.”
Alena,Lizzie dan Vaselive menggendong Ayahnya dan menaruh di ruang kosong tempat itu, salah satu tas di gunakan sebagai bantal untuk Ayahnya.
“Maaf,Ayah. Kau sementara harus tidur disana.” Ucap Alena.
“Tidak apa-apa.” Percy Jackson tersenyum,Vaselive segera menyalakan mesin waktu serta memasukan koordinat rumahnya. Dan mesin waktu itu berhasil bekerja dan terbang untuk membawa mereka ke 2014.
Di tengah perjalanan,Percy Jackson meringis kesakitan. Ini lebih sakit dari sebelumnya. Kulitnya memutih,suhu tubuhnya dingin.
“Alena…..” Panggil Percy Jackson.
“Ayah,kulitmu pucat!” Ucap Alena,Lizzie ikut membalikan tubuhnya melihat kondisi Ayahnya. Tapi Vaselive tetap teguh untuk mengendalikan mesin waktu ini.
“Kau harus menjadi Kakak yang baik,jagalah Adiknya jika Ayah sudah tak ada lagi. Jadilah anak yang baik,Ayah akan menemui Ibumu.” Ucap Percy Jackson menjatuhkan air matanya.
“Tidak! Ayah tidak boleh berkata seperti itu,Ayah harus bertahan! Tidak boleh seperti ini.” Ucap Alena. Ia sudah tak sanggup membendung air matanya, kristal cair perlahan jatuh kepipinya.
“Ayah,aku membenci Ayah jika Ayah harus mati!” Ujar Lizzie.
“Jangan membenci Ayah,nanti Ayah tidak akan pergi dengan tenang.” Percy Jackson memegangi tangan anaknya. “Vaselive,kau harus banggakan Ayah. Jadilah profesor!” Ucap Percy pada Vaselive.
Brukkkkk…..
Percy Jackson terbaring kaku. Matanya tertutup,ia telihat seperti mayat sekarang. Ia seperti ini karena racun ular yang menjalar ke tubuhnya dan karena luka bakar tersebut. Percy Jackson mengakhiri hidupnya.

“AYAAAHHHHHHH…………….”
***
Desember,2014.
Sejak kejadian beberapa bulan yang lalu,bukan kesedihan yang Anak Percy Jackson terima. Melainkan sebuah kebagiaan. Keluarganya sudah terbebas dari isu tentang Ibunya,Keluarga kecil mereka sudah damai.
Dunia percaya dengan cerita Percy Jackson dan Annabeth,Ketiga anak Percy berhasil membuktikan kebenaran itu semua. Rumah kecil mereka berubah menjadi sebuah istana.
Meski tak memiliki Ayah dan Ibu,Keluarga Jackson berada dalam keluarga terkaya di dunia di posisi pertama. Bukan karena emas dan batu mulia tersebut,tapi juga karena keberhasilan mereka.
Alena menjadi salah satu gadis termuda di klub FBI, ia adalah anggota termuda yang bisa memecahkan ratusan misteri kode di dunia. Ini adalah yang di impikan olehnya dulu,dan sekarang ia bisa mendapatkannya.
Vaselive beberapa detik yang lalu mendapatkan piagam dan juara satu olimpiade IPA dan meneruskan sekolah di jenjang perguruan tinggi tanpa harus ada Ijazah sekolah menengah. Ia mendapat beasiswa dan menjadi profesir termuda di dunia,dan baru saja ia menjabat tangan dengan Barack Obama.
Dan Lizzie, ia bergabung dalam klub penjelajah termuda di dunia. Ia adalah anggota termuda di sana,beberapa rekannya sudah menginjak kepala empat. Tapi ia tak mempedulikan itu,iajuga mendapat gelar astounot termuda di dunia yang pernah ke Bulan.
Begitulah akhir certta kerlaurga Percy Jackson. Tapi Bagaimana dengan Aslyn dan pengikutnya? Mereka semua tewas dengan cara mengenaskan. Terjadi ombak besar,perahu mereka terbalik. Seekor Hiu sepanjang 20 meter memakan mereka semua dalam satu gigitan dan begitulah akhir dari mereka.
Setelah 600 tahun berlalu,semua hewan dan tumbuhan mengalami perubahan karena bumi yang terus terusak oleh umat manusia. Kelinci laut berubah menjadi kelinci biasa,Ikan piranha se[anjag dua meter menyusut dan gajah laut tak bisa bernang lagi.  Dan masih banyak lagi.
Setelah Eldorado tenggelam,terjadi Tsunami yang sangat dahsayat. Karena belum ada bukti kuat yang membuktikannya,El Dorado hanya sebatas karangan biasa. Tapi ketiga anak Jackson telah membuktikan itu semua.
THE END.

El Dorado Time Travel [1D Series] -Part 7

PART 7
Edward melambatkan larinya,air matanya sudah terkuras sejak insiden yang baru saja terjadi. Ia tak peduli apa yang terjadi sekarang, tapi sejauh mata memandang ikan buas itu sudah tak terlihat lagi.
“Maafkan aku,Luke.” Edward berteriak karena kekesalannya. Ia terus menyesali kenapa ia tak melawan ikan itu,padahal ia masih memiliki pisau untuk membunuhnya. Ia merasa sangat bersalah. 
Edward terus menangis,ia tak ingin seperti ini karena ia seorang pria. Tapi ia tak sanggup lagi menahan air mata karena melihat pengorbanan teman untuknya.
“Aku tidak akan menyerah! Kau telah berkorban untuk Anna dan aku,aku harus memberikan ini pada Anna.” Luke memantapkan dirinya,tapi tunggu…
Ia berhenti melangkah,ia melihat ada suatu pemandangan yang mengganggu pemandangannya.
“Oh My God! Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Edward membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat,baru saja masalah terselesaikan dan hadir masalah baru.
Kau tahu apa yang Edward lihat? Itu adalah sebuah kawah.
Ia melambatkan langkahnya mendekati kawah itu. ia berfikir sejenak,ternyata tempat itu adalah tempat yang ia injak sebelumnya. Kalian ingat dengan insiden sebelumnya? Insiden saat Nick memberikan serum terakhir untuk Anna.
Terjadi gempa kecil,namun tiba-tiba terbentuk sebuah lobang kecil yang di duga sebagai sumber air. Edward sangat ingat tempat itu. ia mengingat kejadian sebelumnya,tadinya belum ada kawah ini. Hanya jalanan tanah setapak biasa,namun bagaimana bisa kawah ini terbentuk ?
Edward menepi melihat kedalaman kawah itu, “Mungkin kedalamannya sekitar 20-25m.” Batin Edward. Ketinggian sekitar 5 meter lagi air yang berada di kawah itu tumpah ruah ke jalan ini.
Ia memprediksi dalam hatinya. “Terjadi gempa sebelumnya,itu baru terjadi beberapa jam yang lalu. Berarti air yang keluar terjadi sangat cepat!” Pekik Edward dalam hatinya. “Jarak mencapai tanah sekitar 5 meter lagi. Mungkin 50 liter/detik!” Seru Edward. Itu berarti tidak tersisa waktu yang banyak, Edward harus segera memberitahukan hal ini pada Nick.
Edward berlari cukup kencang,ia terus menggendong sirip ikan sebagai obat untuk Anna di sela ia berlari. Hanya karena sirip ikan ini Luke sampai harus merelakan nyawanya.  Tapi kemana ia harus berlari?
Edward berada dalam masalah yang besar,ia tidak tahu dimana arah untuk sampai ke pesisir pantai. Ia tersesat, “Kenapa?” Batin Edward. Masalah terus bertubi-tubi datang padanya,ia tidak tahu harus berbuat apa.
Ia menenangkan dirinya dan berjalan mengikuti perasaannya.
***
“Baiklah,kita harus cepat!” Seru Percy Jackson, “Tidak perlu takut,Sotorch tidak ganas. Lizzie,kau naik bersama Ayah. Dan Vaselive…kau bersama Alena.” Percy Jackson sekarang sudah berada di atas kodok raksasa itu.
Alena memberanikan dirinya,dan pada akhirnya ia sekarang sudah berada di atas Sotorch menyeramkan itu, “Ayolah Vaselive,cepat naik!” Suruh Alena. Vaselive menelan ludahnya takut,tak ada cara lain. Dan sekarang ia sudah berada di belakang Alena.
Lizzie ikut naik ke atas Sotorch itu di bantu dengan Ayahnya, “Baiklah,pegangan anak-anak!”
Waaaaaaaaaaa!
Kodok raksaksa itu terbang. Awalnya mereka merasa takut,namun di lihat dari jarak tempuhnya. Tidak akan selama itu,mungkin sekitar 5 menit. Alena berteriak sangat kencang! Vaselive hampir jatuh saat kodok itu mengepakan sayapnya,ia berpelukan dengan kakaknya.
Setelah perjalanan singkat,Di awali Percy Jackson turun dari kodok itu. lalu di ikuti dengan anak-anaknya,Kodok itu terbang kembali.
“Waawww!”Seru Alena takjub. Ia hanya takut bahwa ia salah melihat,sekarang ia sudah berada di depan pintu raksaksa Eldorado.
Tiang-tiang panjang menghiasi kerajaan kuno ini,tapi ada satu tiang yang sangat terlihat berbeda. Yaitu kedua tiang yang terpampang di dekat pintu ini,tinggi tiang dan pintunya sekitar 5meter. Bagaimana,menakjubkan? Tunggu,bukan hanya itu…
Áda yang lebih menakjubkan lagi selain ini,semua bangunan disini berbalut emas murni! Ini bukan cat berwarna emas,tapi ini sungguh emas murni! Bagunan yang memiliki panjang 1000 meter dan tinggi 150 meter ini semuanya berbalut emas murni.
Tapi bukan hanya itu saja,ada pernak-pernik lainnya menempel pada bangunan itu. kau tahu apa itu? ada sekitar ratusan batu rubi beraneka warna,jutaan berlian biru syafir dan ribuan batu zambrud. Banyak ornamen batu bumi menempel di atas,bawah dan lainnya dengan berbagai ukuran. Pantas seluruh dunia ingin pergi kesini,tunggu… masih ada lagi yang menarik perhatian.
Pintu ini setinggi 5 meter dan ada dua tiang berbalut emas di sampingnya,dan tepat di belahan pintu ini ada yang lebih menarik lagi. Kau tahu apa itu? Ada sebuah batu kuning terbesar menempel sebagai hiasan pintu itu. dia meter batu kuning itu adalah 2 meter,takjub bukan ? *Yang nggak tahu batu kuning bisa cari di google*
Batu itu adalah batu terbesar mungkin di dunia ini,batu ini terus bersinar menandakan kemurniannya. Warnanya sungguh melekat dan sangat besar. Ketiga anak Jackson terpukau terkecuali dirinya,ia sudah melihat ini sebelumnya jadi tidak terlalu terkejut.
Vaselive berfikir,jika dari luar seperti bagaimana dengan yang berada di dalam ? bisa mati berdiri mereka!
Prokk… Prokk… Prokk…
Percy Jackson menepuk tangan sebanyak tiga kali di depan wajah ketiga anaknya,mereka mengerjapkan matanya. Anaknya sudah terlalu lama membayangkan semua ini,tapi ini sungguh bukan mimpi. Ini asli!
“Bagaimana,sudah cukup puas? Bagaimana jika melihat ke dalam?” Tanya Percy Jackson,melihat ini bukan hal luar biasa baginya. Dia sering mengunjungi tempat ini untuk membuka kode rahasia pintu emas ini,namun nihil hasilnya.
“Ayah,apa ini semua asli?” Vaselive balik tanya pada Ayahnya, “Ayo kita cabut batu rubi itu dan pulang!” Seru Vaselive menawarkan idenya.
“Tidak perlu repot-repot,batu yang menempel disini sudah melekat dengan emas. Butuh waktu lama untuk mencabutnya,dan tidak ada peralatan yang memadai.”
“Aku ingin ke dalam!” Seru Lizzie.
“Ayah juga ingin kesana,coba lihat ini.” Percy Jackson menuntut anaknya berjalan mendekat ke arah batu kuning terbesar ini,dan ada sebuah tulisan yang berbahas entah apa itu. mungkin itu bahasa suku Chibcha, “Bukalah pintu ini dan keajaiban akan muncul,hanya suku Chibcha yang tahu kode ini.” Percy Jackson menerjemahkan tulisan yang berada di batu kuning itu,bagaimana ia bisa tahu? Itu terlihat seperti bahasa alien.
“Bagaimana jika kita bom tempat ini?” Tanya saran Vaselive,dengan peralatan yang memadai bisa saja ia membuat sebuah peledak.
“Tidak,itu tidak akan mampu meruntuhkan tempat ini. Emas ini dulunya adalah emas cair,dengan suhu ribuan derajat suku Chibcha membuat emas cair sebagai bahan pembuat bangunan.” Jawab Percy Jackson,ia menghela nafasnya, “Yang ada kau malah membuat emas cair di danau ini menumpahkan airnya kemana-mana seperti ombak yang menerjang batu karang,tapi apa kau mau? Suhunya sekitar 200°,yang ada kita mati sebelum tahu apa isi di dalamnya.”
Bayangkan saja jika emas cair itu seperti ombak di laut,tak apa memang. Ombak laut memiliki suhu cukup dingin,tapi tidak untuk emas cair. Dan emas ini adalah kualitas terbaik di dunia,dalam hitungan beberapa detik,emas ini akan mengering jika tidak di panaskan. Itu artinya,jika emas cair di danau ini mengenai tubuh kita…kita sudah menjadi manusia emas. Tapi siapa yang ingin seperti itu? terkena air panas yang baru mendidih saja kulit sudah melepuh,bagaimana dengan yang sepanas ini?
“Apa yang harus kita lakukan?” Keluh Alena,ia cukup lelah melewati perjalanan panjang dengan berbagai rintangan. Ia duduk di sana,tepat di atas keramik emas itu.
“Sudahlah aku lapar,kita makan saja dulu.” Lizzie duduk di dekat kakaknya dan membuka tasnya,ia mengeluarkan beberapa makanan dan minuman dari tas itu.
Baiklah,mereka beristirahat sebentar dulu. Perut mereka juga sudah cukup kosong,lebih baik makan dulu. Alena makan beberapa makanan ringan,ia berdiri mendekati batu kuning itu. ia terus memutar otaknya untuk memecahkan kode itu…dan terus berfikir,berfikir, dan berfikir. Kedua adiknya dan Ayahnya masih sibuk untuk menyantap makanan mereka. Lagi pula,sudah lama Percy Jackson tidak makan makanan di negara aslinya.
***
Edmund,Jack,Nick dan Anna masih duduk di tepi pantai menunggu kedatangan Aslyn. Pemimpin dari pemimpinnya.
Lihatlah bagaimana kondisi Anna sekarang, apa masih layak dia di sebut sebagai manusia? Matanya sudah sangat sayu,bibirnya sudah putih seperti kulitnya. Kulit Anna sebenarnya sedikit gelap,namun racun itu terus menggerogoti tubuhnya. Entahlah berapa suhu badannya,sudah sedingin es mungkin.
Anna tidak tahu harus berbuat apa,tubuhnya sudah sangat lemah. Bahkan hanya untuk duduk tegap saja ia tidak kuat,ia menaruh kepalanya di bahu Jack sambil menunggu Aslyn.
Tanpa di sadari semua orang disana,Anna menjatuhkan kristal cair dari matanya. “Sangat sakit…” Batin Anna,ia merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya. Bahkan mengangkat tangan saja tidak bisa sama sekali,bisa di bilang ia lumpuh total. Tapi ini bukan lumpuh.
Anna ingin mengadu untuk mengungkapkan rasa sakitnya pada sahabat di sampingnya,tapi ia tidak ingin. Pasti jika Anna mengeluh sakit,salah satu dari mereka mungkin akan nekat untuk mencari sirip ikan piranha saat itu juga.
Oh,racun sudah sepenuhnya melekat pada seluruh darah Anna. Ia cukup kuat,ini sudah lebih dari 10 menit sesudah prediksi. Tapi Anna masih hidup walau dengan keadaan seperti ini,prediksinya bahwa serum terakhir itu akan bertahan sekitar 6 jam. Tapi ini sudah lebih dari 10 menit,berarti Anna terus menguatkan dirinya.
BRRRUUUKKKKKK….
 Sebuah mesin waktu jatuh bersamaan dengan satu orang di dalamnya,siapa lagi kalau bukan Aslyn. Mereka semua mengalihkan pandangannya,dan ternyata benar! Gadis yang baru melewati mesin waktu itu adalah Aslyn.
Nick dan Edmund menghampiri Aslyn. “Aslyn!”
“Hoah! Aku tidak akan pernah pergi kesini lagi,jika seperti ini.” Keluh Aslyn,ia adalah gadis yang cukup manja.namun kepintarannya patut di acungi jempol.
Edmund membantu Aslyn berdiri,”Kau tidak apa-apa?” Tanya Edmund khawatir.
“Aku terjatuh dari langit!” Jawab Aslyn. Ya,dia baru saja jatuh dari ketinggian sekitar empat meter. Bagaimana itu tidak sakit? Untung saja ia terjatuh di pasir pantai.
Jack ingin menghampiri Aslyn,namun sebagian tubuhnya masih menopang tubuh Anna. Ia mengurungkan niatnya.
Aslyn berdiri,” Ada apa dengan Anna?” Tanyanya. Ia mendekat pada Jack dan Anna.
“Apa kau bawa serumnya?” Tanya Jack,iya berharap iya. Dan semoga saja Aslyn membawa serum itu untuk Anna.
Jack berdiri dengan perlahan dan membantu Anna berdiri dengan sangat perlahan,berat. Tapi kenapa bisa terasa berat bagi Jack? Berat tubuh Anna saja tidak sampai 50kg. Dia tidak tahu bahwa Anna sungguh dalam keadaan lemas.
Ada satu ikan aligator mendekat ke arah mereka,panjang tubuhnya sekitar 10 meter dan beratnya…bisa di bayangkan sendiri,giginya seperti pisau. Semua orang menjauh,entah darimana datangnya ikan ini. Mereka berada dalam masalah besar.
Nick berfikir cepat,ia teringat dengan Vaselive. Nick berada di depan dan sisanya di belakang Nick. Ia berada sekitar dua meter dari ikan besar itu. langsung saja Nick mengeluarkan botol peledak dari Vaselive,
Ikan itu semakin  mendekat. Ketakutan luar bisa menyelimuti mereka semua, Nick membuka tutup dari botol itu. merasa terancam Ikan itu membuka mulutnya sebesar mungkin,Ini kesempatan emas! Nick langsung melemparkan sebagian serbuk peledak itu,dan benar kata Vaselive. Tak sampai dua detik ikan itu meledak,bekasnyapun sampai tak terlihat sedikitpun. Vaselive telah menyelamatkan jiwa mereka.
“Vaselive,jika kau mendengar…Ikan aligator baru saja menyerang kami,panjangnya sampai 10 meter. Kau harus berhati-hati!” Nick berbicara pada kamera yang hampir tak terlihat itu,ini sebagai peringatan untuk Vaselive agar berhati-hati. Tentu saja ia musuhnya,tapi baru saja ia menyelamatkannya.
BRRUUUKKKKK….
Sebelumnya Jack terus menopang tubuh Anna dengan melingkarkan tangannya di bahu Anna agar ia  tak terjatuh,namun terasa aneh. Tiba-tiba saja,Jack seperti tidak merasakan berat tubuh Anna lagi.
Ya,Anna terjatuh tergeletak begitu saja. Semua mata memandangnya terkejut, Jack berlutut dan terus menggoyangkan tubuh Anna dan sesekali ia menepuk pipinya. Tapi tak ada respon sedikitpun.
Air mata sudah mengering di pipinya.bibirnya sudah tak berwarna lagi,matanya tertutup,tubuhnya sungguh dingin. Jack terus menepuk pipi Anna.
Anna tak merespon dan malah mengeluarkan muntahan darah dari tubuhnya,keadaan semakin genting. Anna semakin terbaring kaku,apa lagi yang harus Jack lakukan? Anna sudah benar-benar mati.
“Anna,Anna…” Panggil Jack.Namun nihil,Anna sekali lagi tak memberi respon sedikitpun.
Nick mendekat,”Ia sudah berusaha,ia mencoba untuk tetap kuat.” Cicit Nick yang matanya sudah mulai berkaca-kaca, “Sudah lebih dari 6 jam. Ia bertahan melebihi prediksi.”
“Nick,aku membawakan serum yang kau suruh.” Sesaat Aslyn membuka tasnya,ia menunjukan sesuatu.”serum pemutih,serum anti bakar,serum anti matahari,serum pereda sakit dan serum berisikan alkohol 95%.” Aslyn menunjukan sesaat serum yang ia bawa.
“Percuma,Anna sudah tidak membutuhkan itu!” Nick sedikit kesal dan menyesal,”Lagi pula,Anna butuh serum penetral racun ular.” Nick merendahkan suaranya.
“Anna!” Panggil Aslyn berteriak,ia sungguh menyesal. “Cepat bangun! Anna,aku atasanmu! Aku tidak pernah memerintahkan kau untuk mati,cepat bangun. Ini perintah!” Aslyn perlahan menjatuhkan kristal cair dari matanya. Bukan sepenuhnya ini salah Aslyn,sebelumnya Nick juga tidak menyuruh untuk membawa serum apa. Hanya botol serum bertutup ungu,
Percuma jika Aslyn berteriak,itu tidak akan berguna. Anna tidak akan hidup lagi. Racun itu sudah sepenuhnya menguasai tubuh Anna,tidak hanya satu gigitan! Ular itu memiliki kepala dua.
“Anna,selamat tinggal.” Cicit Edmund dalam hati.
“Aku bahkan belum pernah mengatakan kepadanya,hanya beberapa kata! Selamat tinggal.” Jack menyesali dirinya dalam hati.
“Edmund! Anna,Anna…”
Terdengar suara seseorang sedang berteriak,entalah siapa itu. orang itu terus memanggil nama Edmund dan Anna berkali-kali.tapi,suara ini tidak asing bagi mereka.
“Edward!” Aslyn menatap orang yang keluar dari semak-semak itu,ia yakin ia tidak salah lihat. Itu benar-benar Edward! Semua mata menatap matanya.
Aslyn dan Edward berlari ke arahnya, “Edmund,ini berita yang sangat penting… kau ingat sumber air kecil sebesar diameter pulpen itu?” Tanya Edward menceritakan dengan sedikit ketakutan dan rasa menyesal di matanya, Edmund menganggukan kepala.“Terbentuk sebuah kawah,air keluar sekitar 50 liter/detik. Aku yakin beberapa hari lagi tempat ini akan tenggelam.” Prediksi Edward. Hanya ada satu sumber air yang di ketahui,jika derasnya air 50liter/detik mungkin benar apa kata Edward. Tempat ini akan tenggelam dalam beberapa hari.
“Apa? Bagaimana bisa itu terjadi?” Tanya Edmund penasaran.
“Aku yakin itu karena gempa sebelumnya,sehingga terjadi pergeseran bumi.” Jawab Edward.
“Jack,Edmund,Edward,Nick…. Tapi dimana Luke?” Tanya Aslyn.
“Luke….” Edward terdiam sesaat,matanya sudah berkaca-kaca.
“Dimana dia? Cepat katakan! Kau bersamanya kan?” Tanya hardik Edmund sedikit menggoyangkan tubuh Edward.
“Luke….” Edward terdiam lagi,ia menunjukan sirip ikan piranha pada mereka berdua. “Luke tewas karena di makan ikan piranha sebesar 2 meter,ia menyuruhku untuk memberikan ini pada Anna. Dimana Anna?”
“Apa kau bilang? Luke tewas?” Tanya Aslyn terkejut.
“Anna…” Edmund terdiam sekarang.
“Apa mungkin…..” Edward teringat bahwa Anna bertahan hidup sekitar 6 jam sebelumnya,Edward berlari menuju kerumunan orang itu. ia melihat Anna terbaring lemah,”Anna bangunlah,Luke menyuruhku memberikan ini padamu agar kau hidup. Bangunlah!” Edward menggoyangkan tubuh Anna.
“Percuma,Edward! Anna telah mati.” Ucap Jack pada Edward.
Edward tidak menghiraukan apa yang di bicarakan Jack padanya, “Anna,Luke merelakan nyawanya untukmu. Demi sirip ikan ini! Aku bahkan belum sempat mengatakan amanat terakhir dirinya padamu…” Edward terisak,ia merasa sangat menyesal melebihi sebelumnya. “Luke mengatakan bahwa ia mencintaimu,dia sangatmencintaimu! Diamerelakan nyawanya agar kau tetap hidup! Dia meminta maaf karena belum pernah menyatakan perasaannya padamu!”Edward menggoyangkan tubuh Anna.
Terdengar suara bergemuruh lagi.
Ini adalah gempa bumi,gempa ini sungguh kencang daripada sebelumnya! Gempa ini berskala 5,8 SR! suasana menjadi genting.
Tanpa di sadari,terjadi pergeseran bumi. Ya,sama seperti sebelumnya. Terjadi pembentukan beberapa sumber air di beberapa titik di pulau ini. Dengan diameter bermacam-macam dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Air keluar dari sana dengan sangat deras. Dengan deras air yang bermacam-macam,dan masih ada yang lebih menarik lagi. Di pusat pulau ini,yaitu beberapa kilo meter dari Golden mountain terbentuk sebuah sumber air yang sangat besar. Dia meternya mencapai 5 meter.
Air keluar darisana dengan sangat deras. Dari seluruh sumber air yang ada,itulah yang terbesar. Mungkin sekitar 2000liter/detik. Tempat ini akan benar-benar tenggelam.
***
 “Ayah,aku menemukan kode rahasia ini!” Pekik Alena dengan bersemangat. Entah darimana ia menemukan itu,semoga saja dugaannya benar. “Ayah,aku berharap aku benar. Lizzie,Vaselive dan Ayah cepat pegangan pada tiang-tiang ini,aku takut terjadi sesuatu nanti.” Suruh Alena.
“Kak,kau tahu misteri kode ini?” Tanya Vaselive.
“Tidak tahu pasti,cepat pegangan yang kuat pada Ayah!” Suruh Alena lagi.
Lizzie,Vaselive dan Percy Jackson berpegangan kuat pada tiang di dekat sana. Mereka sampai harus menggunakan tali tambang untuk mengikat tubuhnya pada tiang besar itu.
“Lizzie,jika kau disana aku berpegangan dimana?” Hardik Alena pada Lizzie yang sudah siap berpegang erat pada tiang itu, “Mundurlah sedikit,aku akan lari kesana nanti.” Suruh Alena,Lizzie memundurkan tubuhnya sedikit.
Lizzie member celah dekat tiang itu,Vaselive di belakang Lizzie, dan Percy Jackson di belakang Vaselive. Tali tambang sudah siap berada di pinggang mereka yang sudah terkait pada tiang besar ini.
Baiklah,ini saatnya Alena mulai beraksi.
Ia mendorong kuat pada batu kuning di depannya itu,dan tak disangka… Batu kuning itu bersinar.ia lalu mendorong batu Red Diamond yang ukurannya cukup besar tepat di bagian lantai tempat ini,dan sama seperti sebelumnya… batu ini bersinar. Dan terakhir…ia memanjat menggunakan tiang di bagian kiri ini dan menekan batu yang lebih kecil dari batu seblumnya,kau tahu batu apa itu? itu adalah batu The Cullinan,dan batu itu bersinar lagi.
Ia segera berlari menyelip (?) di depan Lizzie dan berpegangan pada tiang di depannya,terdengar suara gemuruh di balik pintu besar emas itu.
Entahlah apa yang ada di dalamnya itu,terdengar seperti suara emas yang akan jatuh ke arahnya. Dan BINGO! Pintu itu perlahan terbuka,dan…

===== TBC =====

El Dorado Time Travel [1D Series] - Part 6

PART 6
“Baiklah,kalau begitu. Ayo kita lanjutkan perjalanan.” Ucap Percy Jackson memimpin jalan lagi.
Mereka semua berjalan cukup jauh. Betapa terkejutnya mereka saat melihat danau emas? Tapi,bukan emas seperti itu. Apa kalian pernah melihat danau yang berisi air? Bayangkan jika air yang berada di danau itu adalah cairan lelehan emas? Menakjubkan bukan? Memang,tapi ini berbahaya! Suhunya adalah 200°. Jadi kalian mungkin tahu betapa panasnya lelehan emas ini,berwarna emas dan berkilau,tapi jika terkena tangan mungkin hanya akan tersisa tulangnya saja.
Tapi harus bagaimana lagi? Di tengah danau ini adalah Golden Mountain. Sebuah kerajaan yang panjangnya 1000 Km,dengan tinggi puncaknya 150meter. Bagaimana,cukup besar bukan kerajaan ini? Dengan sebuah pintu berbalut emas yang tingginya 5 meter berada di pusat danau ini.
Sebuah bangunan yang di sebut Golden Mountain itu salah! Itu bukan sebuah pegunungan. Melainkan kerajaan yang sangat panjang dan tinggi berada di tengah danau lelehan emas panas. Pantas saja semua orang tergiur dengan ini.
Hanya saja bangunan yang 100% terbuat dari emas murni itu sebagiannya tertutupi oleh tumbuhan,itu yang membuat beberapa orang mengira bahwa ini adalah sebuah pegunungan emas.
Tapi ada satu pertanyaan. Bagaimana cara mereka untuk sampai di depan pintu emas itu? jika mereka harus berenang di danau emas itu,artinya mereka harus mati terlebih dahulu sebelum mencicipi keindahan bangunan emas tersebut.
“Tunggu,tapi apa itu?” Tanya Alena. Ia melihat sesuatu yang aneh.
“Itu yang Ayah sebut dengan Shotorch.” Jawab Percy Jackson. Sekitar enam Shotorch berada disana. Bayangkan saja,itu adalah sebuah hewan menakjubkan yang sangat langka. Berbentuk kodok sebesar sepedah motor yang memiliki sepasang sayap besar seperti sayap burung pada umumnya. Tunggu,belum sampai situ! Kodok bersayap itu berwarna hijau dan putih.
Menakutkan,tapi ini cukup menakjubkan. “Baiklah,Shotorch adalah herbivora. Jangan khawatir.” Percy Jackson mendekati Shotorch tersebut,ia mengelus sayap Shotorch dengan perlahan. Tapi…
“Dimana,Luke?” Tanya Anna kaget. Jelas saja,tadi Luke berada di sampingnya. Namun sekarang tidak lagi.
“Ah,aku tahu!” Seru Edward,sepertinya ia tahu suatu hal. “Anna,kau tunggu disini. Aku akan pergi mencari Luke.” Edward pergi.
Drrrttt…Drrrttt…
Jam tangan Nick bergetar,ia menekan salah satu tombol sehingga Hologram keluar dari layar berukuran 2 inch tersebut.
--------------------
Message
From : Aslyn Nichole H.
            Aku sekarang dalam keberangkatan menuju Eldorado,lima menit lagi aku akan pergi. Ada yang ingin kalian butuhkan? Temui aku di suatu tempat yang bisa aku kunjungi.dimana kalian?
--------------------
“Waw,bagaimana cara membuat itu? Profesor Nick,tolong ajari aku!” Seru Vaselive terpukau dengan salah satu karya Nick. Tidak perlu di ragukan lagi,kemampuan Nick memang berstandar WorldClass. Pantas saja dunia memujinya.
“Ini,aku akan mengajarkanmu jika kita bertemu lagi. Kau lebih layak di sebut Little Profesor,Vaselive.” Ujar Nick. Ia cukup tersanjung dengan pujian Vaselive,iapun membalas pesan itu lagi. “Temui kami di pesisiran pantai El Dorado,ambil satu botol serum yang berada di labku. Warna tutupnya ungu,Anna sangat memerlukan itu. Aku pergi.”
“Tn.Percy Jackson. Salah satu teman kami akan berkunjung kesini,aku meminta maaf karena tidak bisa ikut ke GM. Kami harus pergi ke pesisiran pantai El Dorado.” Ucap Nick pada Percy Jackson.
“Nick,memangnya ada apa? Kenapa terburu-buru seperti itu?” Tanya Jack penasaran. Ia sepertinya belum mengerti tentang apa yang di lakukan Nick.
“Aslyn akan pergi kesini,kita harus menemuinya di pesisiran pantai. Aku menyuruhnya untuk membawa serum untuk Anna.” Jawab Nick.
“Baguslah jika begitu,tapi bagaimana dengan Luke dan Edward ?”Tanya Anna khawatir.
“Tidak perlu takut,aku yakin Edward akan membawa Luke. Mereka pasti akan kembali kesini.” Jawab Nick lagi,”Percy Jackson,jika kedua teman kami bertanya…tolong katakan temui kami di pesisiran pantai.”
“Baiklah,kami akan pergi dulu.” Ujar Jack,ia membungkukan badannya. “Anna,naiklah ke pundakku!” Suruhnya lagi. Anna menurut dan naik di pundak Jack.
Edward bersiap untuk memimpin perjalanan.baru beberapa langkah mereka bertiga berjalan,suara seorang gadis terdengar sehingga mereka menghentikan langkahnya.
“Profesor Nick!” Panggil Vaselive berteriak,ia mendekati Nick dan membuka tasnya.”Profesor,aku membuat ini. Aku berharap ini bisa berguna selama di perjalanan nanti,banyak hewan aneh disana. Kau mungkin bisa menggunakan ini.”
“Tapi,apa ini?”Tanya Nick penasaran. Nick menerima botol kecil berisikan seperti bubuk berwarna abu-abu.
“Ini sebuk bom peledak sebesar debu yang aku buat. Jika terjadi sesuatu,Profesor hanya tinggal melemparkan sebagian serbuk ini.dan hewan seperti monster itu akan meledak hanya dalam hitungan detik.” Jawab Vaselive menerangkan cara kerja serbuk peledak itu.
“Ini cukup menarik.”
“Ah,aku lupa.” Ucap Vaselive. Ia mengeluarkan satu kamera CCTV berwarna merah sebesar butiran debu dan menempelkan di dahi Nick,ia juga tak lupa menempelkan pada dahi Anna dan Jack. “Itu kamera CCTV sebesar butiran debu yang aku buat juga,jika terjadi masalah besar… aku akan datang,karena mulai sekarang aku bisa memantau Profesor.”
“Baiklah,aku cukup tersanjung dengan kemampuanmu.”Puji Nick pada Vaselive,”Seminggu lagi,di Columbia University di adakan olimpiade.kau bisa ikut,biayanya gratis.siapa saja bisa mengikuti olimpiade itu,aku pergi.” Nick membalikan badannya dan bersiap berjalan untuk menemui Aslyn.
***
“Botol serum yang memiliki tutup berwarna ungu...” Batin Aslyn di lab. Kerjanya. Ia masih berada di California dan bersiap untuk pergi,ia mencari botol serum yang Nick suruh tapi…ia berada dalam masalah besar!
Bayangkan saja. Sekarang ia sudah berada persis di dekat meja kerja Nick,dan ia sekarang harus mencari sebuah botol serum bertutup ungu. Tapi,di depan matanya terpampang jelas lebih dari 100 botol serum berbagai ukuran yang memiliki tutup berwarna ungu. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Nick tidak menjelaskan untuk apa botol serum itu.
“Ah,aku ingat! Serum untuk Anna.” Cicit Aslyn bergembira,ia berfikir sebentar lalu mengambil lima botol serum dan menaruhnya di tas. “Jika ini untuk Anna…itu tandanya aku perlu mengambil serum pemutih,serum anti bakar,serum anti matahari,serum pereda sakit dan serum berisikan alkohol 95%.” Bodoh! Bukan serum seperti itu yang Anna butuhkan. Anna hanya membutuhkan serum penetral racun ular.
Tapi harus bagaimana lagi? Sungguh malang nasib Anna. Luke hilang entah kemana,Edward pergi begitu saja,wajahnya terlihat pucat lagi,dan racun ular itu sekarang telah menjalar ke seluruh tubuhnya.semoga saja itu adalah penderitaan terakhirnya.
Kemana perginya Luke? Anna sangat membutuhkannya.
Setelah Aslyn mengambil serum dan memasukan ke dalam tasnya,ia pergi mendekati mesin waktu pertamanya.
Takut? Tentu saja! Tapi mau tak mau,ia harus menolong temannya yang sedang berada dalam kesulitan,Aslyn menaiki mesin waktu dan…
***
Terjadi goncangan yang cukup dahsyat. Ini adalah sebuah gempa bumi berskala 4.0SR,tidak terlalu besar. Tapi gempa ini lebih dahsyat dari gempa sebelumnya.
Sebuah air keluar semakin cepat. Apa anda mengingat dengan sumber air sebelumnya? Ya,benar! Besar sumber air itu yang tadinya hanya sebesar diameter pulpen,sekarang menjadi sebesar diameter ban sepedah motor.
Pantas saja air sangat cepat keluar dari sana! Terlebih lagi,suhu air itu cukup dingin. Dan yang lebih parah lagi,sejak tadi sumber mata air  belum berhenti mengeluarkan air. Sejak tadi air semakin deras keluar dari sana,dan masih ada yang lebih buruk lagi… Kelompok Percy Jackson dan kelompok Anna serta Luke dan Edward belum mengetahui hal ini.
Terbentuk sebuah kawah sungai di dekat sumber air itu,bentuknya seperti danau berdiameter 15m. bagaimana ini bisa terjadi? Sebelumnya ini tidak ada.
Gempa bumi terjadi berpusat di sumber air itu,terjadi pergesaran bumi dan longsor di sekitar daerah itu. itu mungkin yang membuat kawah itu terbentuk.
Kawah yang terbentuk itu memiliki kedalaman sekitar 20meter,dan sudah seperempatnya terendam air sejak insiden gempa itu terjadi beberapa detik yang lalu. Itu berarti air keluar dengan cepat bukan?
Luke menyusuri hutan rimba ini,apa kalian tahu penyebabnya?
Ia pergi tidak ada tujuan lain selain satu hal,sebelumnya Luke memiliki perasaan pada Anna lebih dari sekedar teman biasa. Serum penetral Anna habis,dan ia hanya bisa bertahan sekitar 6 jam untuk hidup.
Apa kalian sekarang tahu apa penyebabnya? Ya,benar! Luke pergi untuk mengambil sirip ikan piranha atau sirip ikan aligator darat yang berkeliaran di dekat sini. Hanya itu obat Anna satu-satunya.
Luke sekarang berada dalam kejauhan sekitar 100 meter dari kawanan ikan aligator dan piranha darat itu. Bayangkan saja,terbilang memang cukup sedikit. Hanya 5 ikan piranha darat dan 8 ikan aligator darat. Tapi ukurannya 2x lipatdari ikan pada umumnya.
Takut? Tentu saja! Dan terlebih lagi,ia tidak membawa perbekalan apapun. Hanya sebuah pisau dan senapan dengan 5 peluru. Itu artinya ia bisa mengatasi 5 ikan aligator itu dengan senapannya,tapi masih tersisa 3 ikan aligator dan 5 piranha lagi yang harus ia bunuh dengan pisau serta kekuatannya.
Luke mendekat dengan sangat-sangat perlahan mendekati kawanan ikan buas tersebut,ia sungguh hati-hati. Jika tidak,matilah dia!
Ketakutan luar biasa sudah menyatu pada setiap aliran darahnya,tapi…jikapun ia harus mati ia tidak mempedulikan itu! yang terpenting adalah ia mendapat sirip ikan yang bisa mengobati Anna. Hanya itu.
Luke mendekati kawanan ikan buas itu,berjarak sekitar 50 meter mungkin ia juga sampai.  Ia bersembunyi di balik pohon yang berbatang sangat besar. Tunggu,apa ini?
Detak jantung Luke berdetak sangat cepat,seperti ada sesuatu di bahunya. Luke tidak berani melihat,apa itu mulut ikan aligator? Oh,tamatlah riwatnya~
Oh,baiklah. Luke tidak ingin penasaran,ia memutar sedikit kepalanya dan……
“Ssstttt…..” Bisik Edward. Untunglah itu hanya tangan Edward saja,dan beruntung sekali kalau Luke belum sempat berteriak. “Kau harus diam! Kau memiliki berapa peluru?” Tanya Edward.
“Aku memiliki 5 peluru dan sebuah pisau!” Jawab Luke bercicit.
“Aku punya 5 peluru juga. Aku bunuh satu ikan aligator,dan kau bunuh 2 ikan piranha!” Ucap Edward. What? Ide ini cukup bagus,tapi bukankah ini sebuah ide gila?
Membunuh 3 ikan buas hanya dengan dua buah pisau? Oh,Ya ampun.  Beruntung jika dengan setiap peluru,satu ikan bisa mati begitu saja. Tapi,bagaimana ketebalan kulitnya? Ia tidak memikirkan itu?
Edward mengambil sebuah batu di dekatnya,”cepat naiklah ke atas pohon ini. Aku akan memanjatnya setelah kau sampai disana.” Perintah Edward.
Luke menurut dan memanjat pohon berbatang super besar itu,Edward memasukan batu ke dalam kantung bajunya. Ia memanjat pohon besar itu juga.
Yang mereka harapkan sekarang,semoga ikan itu tidak bisa memanjat. Luke dan Edward duduk di atas dahan pohon sekarang. Edward mengeluarkan batu dari kantungnya,dengan sigap edward melemparkan batu itu… tapi,
Gawat! Batu itu hanya terlempar sekitar tiga meter dari pohon yang Edward panjati,kenapa hanya terlempar sedekat itu?
Menyadari ada suatu suara,ikan buas itu mendekat ke arah sumber suara itu namun tidak melihat apapun. Salah satu ikan itu mengendus-endus seperti memiliki hidung anjing.
“Oh My God!” Pekik Luke ketakutan,awalnya ikan buas itu tidak menyadari apa-apa. Namun terdengar suara seseorang dari atas pohon.
“YA! Kenapa kau berbicara!” Hardik Edward marah,bodoh saja. Mereka sudah dalam keadaan seperti ini dan harus di tambah dengan kelakuaan Edward,padahal sebelumnya Ikan buas itu tidak menyadari kedatangan mereka.
“Edward,edward! Cepat lihat apa yang mereka lakukan…”
Beberapa ikan piranha mendekati batang pohon besar itu,mereka menggorogoti batang itu seperti layaknya makanan. Pohon ini berdiameter sekitar 1,5 meter tapi ikan itu memiliki taring setajam pisau belati.
Hampir setengah dari batang pohon itu sudah di gerogoti kawanan ikan buas itu,gawat! Mungkin inilah akhir dari perjalanan mereka.
Tak terbayangkan bukan,meraka lebih pintar! Piranha itu menggerogoti batang pohon agar menyebabkan pohon itu menjadi rubuh,sehingga automatis itu akan menjatuhkan Edward dan Luke yang masih berada di atas sana.
Terjadi kemiringan sebesar 45°,pohon ini akan benar-benar ambruk di buat ikan piranha ini. Beberapa kawanan ikan aligator juga sudah siap membuka mulutnya sebesar mungkin.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
Luke dan Edward terjatuh dan sekarang duduk di atas tanah ini,kawanan ikan buas mendekati mereka. Tanpa fikir panjang Luke dan Edward berlari secepat mungkin yang ia bisa,namun ikan ini nampaknya juga bisa menyamai kecepatannya.
Beberapa ikan buas itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk memangsa mereka,Luke sesekali melihat kebelakang dan semakin berlari lebih cepat dari sebelumnya.
“Bagaimana? Jumlah mereka lebih dari 10!” Seru Luke sembari ia berlari berdampingan dengan Edward.
“Kita berhenti di pohon yang paling besar itu!” Edward menunjuk kearah pohon yang berjarak sekitar 20 meter darinya, “Aku akan mencoba menembaknya!”
Ikan itu semakin cepat,detak jantung Luke dan Edward semakin tak karuan! Mereka merasa seperti di kejar oleh ajalnya. Ya,jika mereka tidak berlari lebih cepat mungkin ajalnya akan memakan mereka.
Edward dan Luke berhenti di dekat pohon besar yang di perkirakan sebelumnya, Kawanan ikan buas itu cukup heran dan ikut berhenti. Edward menunjukan pistolnya di hadapan ikan-ikan itu,ini cukup membuat kawanan ikan menjadi bingung.
“Cepat pergi! Pistol ini akan membunuh kalian jika kalian tidak ingin pergi!” Seru Edward sambil terus menodongkan pistol ke arah ikan yang berjarak sekitar 2 meter dari hadapannya.
Tapi,ikankan tidak memiliki otak sepintar manusia. Bagaimana ia bisa mengerti apa yang baru di katakan Edward ?
Edward mengambil satu dahan pohon yang berada di atas tanah,ia melemparkan sejauh yang ia bisa dan semoga dengan ini ikan akan pergi. Namun,hal yang di lakukannya bertolak belakang dengan apa yang di harapkannya. Dahan pohon itu justru jatuh mengenai tubuh panjang menyeramkan salah satu ikan aligator itu,dan itu justru membuat ikan itu meruncingkan matanya.
“Tamatlah riwayat kami.” Cicit Luke. Kawanan ikan itu mendekat dengan perlahan,dan ini sangat mengancam mereka berdua. Luke dan Edward berjalan mundur dengan perlahan setelah menyadari ancaman ikan buas itu.
DORRR! DORR!!
Dua tembakan telah berbunyi menembus badan dua ikan aligator,darah sudah bercucuran keluar dari tubuh ikan ganas itu. namun ikan itu belum mati! Dua ikan yang terkena tembakan itu seperti ia memiliki kekebalan pada tubuhnya, ia justru meruncingkan matanya.
Masalah terjadi lagi, “Edward,nampaknya ikan itu tidak mempan dengan pistolmu!” Cicit Luke ketakukan.
DORR! DORR!
Terdengar lagi dua suara tembakan, DORR!
Tembakan terakhir dari pistol Edward berbunyi. Nampaknya ikan piranha tak memiliki kulit tebal seperti ikan aligator. Tuhan masih berpihak pada mereka,tiga ekor ikan piranha telah mati. 
DORR! DORR! DORR! DORR!
Empat tembakan sekarang bersumber dari pistol milik Luke. Dua peluru masuk ke dalam mulut dua ikan aligator saat mulutnya terbuka,dan seperti apa yang mereka harapkan… ikan itu tewas begitu saja,tapi ini belum selesai! Masih ada beberapa ikan buas lagi.
Edward mengambil dua botol dari kantung tasnya,beruntung botol itu berisi air keras. Dengan cepat Edward menumpahkan air keras secara asal ke arah ikan itu,dan beberapa ikan mati begitu saja. Edward membuka kenop dan bom asap keluar begitu saja.
“Luke,Ayo cepat kabur!” Seru Edward saat asap putih tebal mengganggu kawanan ikan buas itu sehingga tak bisa berbuat apa-apa.
“…………………….”
Luke merabah ditanah mencari ikan piranha yang telah mati,berhasil! Ia mendapatkan ikan piranha raksasa itu dan segera berlari. Secepat mungkin,karena asap itu tidak bertahan lama.
“Untuk apa kau mengambil ikan mati itu?” Tanya Edward sembari berlari.
“Hanya ini obat untuk Anna.” Jawab Luke sembari ia berlari membawa ikan mati itu.
Asap tebal menghilang, beberapa ikan masih hidup. Ikan itu melihat beberapa kawanannya terkapar di buat orang itu,Ikan itu mengejar Luke dan Edward lbih cepat dari sebelumnya.
BRRRUKKKKK!
Luke terjatuh karena tersandung oleh akar pohon,Edward membalikan tubuhnya.
“Cepat berdiri,cepat! Ikan itu semakin mendekat!” Seru Edward sembari ia menarik lengan Luke agar ia bisa berdiri lagi.
“Tak ada waktu lagi,cepat ambil ini!” Luke memberikan ikan mati itu pada Edward, “Cepat berlari,Anna membutuhkan itu! pistolku masih ada satu peluru..” Luke juga meberikan pistol padanya,ia sudah putus asa dengan apa yang terjadi sekarang. Bisa saja Luke bangun dan berlari lagi,namun kakinya berdarah karena terjatuh. Lukanya cukup besar.
“Apa kau gila? Berjarak 30 meter lagi,ikan itu akan memakan kita!” Hardik Edward,ia tak percaya dengan apa yang di katakan temannya.
“Cepat pergi! Kau harus tetap hidup! Katakan pada Anna,aku mencintainya!” Seru Luke meninggikan suaranya,berjarak 20meter lagi ikan itu sudah berada di depannya.
Edward bingung dengan apa yang harus ia lakukan, “Maafkan aku! Aku akan memberikan ini pada Anna,semoga kau beruntung!” Edward memeluk ikan mati itu dan berlari sambil memegang pistol itu.
“Maafkan aku,Anna.” Luke menitihkan air mata,Edward sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya. Dengan sekuat tenaga Luke mencoba berdiri menatap sekitar kurang dari lima ikan buas itu.
Darah semakin banyak keluar dari lutut Luke yang terluka, “Kalian lapar?” Tanya Luke berbicara pada kawanan ikan itu, “Baiklah,makan aku…tapi jangan teman-temanku.” Itulah kalimat terakhir Luke,dan….
Tak sampai satu menit Ikan buat itu memangsa Luke dengan ganas,hanya tersisa tas dan topi saja. Luke sudah melakukan hal gila dengan merelakan tubuhnya di makan ikan demi teman-temannya.
Luke tewas,begitulah akhir hidupnya. Ia belum sempat menyatakan dengan resmi perasaannya pada Anna,tapi ia hanya berharap Anna bisa sehat dan hidup dengan bahagia.
***
Edward melambatkan larinya,air matanya sudah terkuras sejak insiden yang baru saja terjadi. Ia tak peduli apa yang terjadi sekarang, tapi sejauh mata memandang ikan buas itu sudah tak terlihat lagi.
“Maafkan aku,Luke.” Edward berteriak karena kekesalannya. Ia terus menyesali kenapa ia tak melawan ikan itu,padahal ia masih memiliki pisau untuk membunuhnya. Ia merasa sangat bersalah. 
Edward terus menangis,ia tak ingin seperti ini karena ia seorang pria. Tapi ia tak sanggup lagi menahan air mata karena melihat pengorbanan teman untuknya.
“Aku tidak akan menyerah! Kau telah berkorban untuk Anna dan aku,aku harus memberikan ini pada Anna.” Luke memantapkan dirinya,tapi tunggu…
Ia berhenti melangkah,ia melihat ada suatu pemandangan yang mengganggu pemandangannya.
“Oh My God! Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Edward membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat,baru saja masalah terselesaikan dan hadir masalah baru.
Kau tahu apa yang Edward lihat? Itu adalah…..

===== TBC =====