PART 4
Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre : Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length :
(?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·
Lee Hye Sun
·
Kim Hee Chul
·
Lee Eun Hyuk
·
Lee Dong
Hyuk
·
Super Junior
Other Member. ( You can find it! )
Writer : HTS
Note !!!
Please
don’t share my FF Without my permission
“Hyesun-Ah..”
ucapnya terhenti yang langsung mendekatkan dirinya pada tubuh Hyesun. Ia juga
mendekatkan wajahnya dengan tangan masih berpegangan sehingga tidak ada jarak
di antara mereka. Hyesunpun juga tidak bisa pergi kemana-mana,tubuhnya mulai
lemas.
‘Ah,aku
ingat! Adegan ini ada di episode 15. Saat itu Riahn mengatakan ‘Iya’ tapi ini…”
lagi-lagi Hyesun terhenti karena sudah di sambung Eunhyuk.
“Would
you be my girlfriend?” Tanya Eunhyuk menggunakan dialog Inggrisnya.
“Oppa,
Are you kidding me?” Pekik Hyesun yang mulai kesal dan marah. Ia sedang serius
untuk berlatih drama namun Eunhyuk malah…
“Not!
I’m so serious, Would you be my girlfriend?” Tanya Eunhyuk lagi. Namun belum
sempat Hyesun menjawab atau sekedar berfikir tentang pertanyaan Eunhyuk. Ia
malah mendekat wajahnya lebih dekat,lebih dekat… sangat dekat dan—
Eunhyuk
Pov.
Ku
lihat Hyesun langsung menutup kedua matanya.Aku mulai mendekatkan wajahku lebih
dekat. Terjadi perang antara hatiku saat ini. “Ayo,cepat Lee Hyukjae! Cepat
cium dia.” Tapi di lain hal,“Tidak,jangan!
Dia belum menyukaimu..”
Ah,kepalaku
menjadi berat. Aku menyukai Hyesun,tapi aku tidak mungkin menciumnya tanpa
didasari rasa saling menyukai satu sama lain.
Tubuhku
jatuh bersender pada bahu Hyesun. Hyesun menopang tubuhku dengan sekuatnya,ya mungkin
karena aku sedikit berat. Aku mengerjapkan kedua mataku berkali-kali,ku pegang
kepalaku yang sedikit pusing. Ah,aku mulai kehilangan kesadaran.
Mungkin
kemarin malam aku terlalu banyak minum soju sehingga berefek sekarang. Hyesun
menggoyangkan tubuhku dengan kedua tanganya.
Ia
sepertinya berbicara namun aku tidak bisa mendengar kata-katanya dengan baik.
Mataku mulai buram.
Author
POV.
Hyesun
menggoyangkan tubuh Eunhyuk dengan kedua tangan, “Oppa,Gwenchanayo? Oppa,kau
sakit?” tanya Hyesun yang mulai kebingungan dengan kondisi Eunhyuk.
Tidak
mungkinkan Eunhyuk kehilangan kesadarannya dan ingin pingsan ?
“Ah,Hyesun-Ah.
Mianhaeyo,aku tidak bisa membantumu berlatih drama. Kepalaku sedikit pusing.”
Ucap Eunhyuk yang masih memegangi kepalanya lalu tiba-tiba pergi begitu saja.
Saat
pergi Eunhyuk berjalan bergelombang seperti orang yang ingin pingsan.
“Ada
apa dengan Eunhyuk Oppa? Dia sakit atau sedang mabuk?” cicit Hyesun. Ia
menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan fikiran buruknya atas kejadian
yang baru ia alami, Hyesun lalu kembali duduk dan menghafalkan skrip untuk
menemukan perasaan Riahn yang sulit di mengerti bagi Hyesun.
***
“Apa
yang aku lakukan? Aku hampir mencium Hyesun tadi.” Pekik Eunhyuk lalu duduk di
sebuah kursi kosong. Mungkin itu milik salah satu kru.
“Eunhyuk-ssi,syuting
akan di mulai.” Ucap salah satu kru pada Eunhyuk.
Eunhyuk
mencoba menenangkan dirinya sesaat lalu
pergi ke lokasi syuting. Tempat dimana Hyesun hampir di cium oleh Eunhyuk.
Eunhyuk
menghampiri Hyesun yang masih memegang kepalanya karena pusing tadi.
“Oppa,Gwenchana?”
tanya Hyesun. Tentu saja Ia khawatir pada Eunhyuk,sehingga terus mengatakan
itu.
“Ne,Gwenchana.”Jawab
Eunhyuk seolah tidak terjadi apa-apa.
“Jika
kau sakit katakan saja. Aku akan meminta Sutradara Jang agar bisa menunda
syuting hari ini.” Saran Hyesun. Peduli dan khawatir,perasaan yang tepat di
rasakan Hyesun.
“Tidak.
Tidak perlu,aku tidak apa-apa.” Jawab Eunhyuk. Ia menenangkan dirinya dan
mencoba untuk fokus syuting saat ini.
“Semuanya sudah siap?” Ujar sutradara Jang yang duduk di kursi sutradara,
“Camera,Action!” Teriak Sutradara Jang
dengan lantang.
dengan lantang.
Syuting
take pertama di mulai, “Oppa,aku dengar dengar Park Shinhye akan datang
kesini?” Hyesun mulai melakonkan dirinya sebagi Lee Riahn.
“Ah,Jinjjayo?
Kau tidak perlu khawatir,aku tidak akan kembali padanya.” Ucap Eunhyuk sebagai
Dongwook.
“Siapa
yang khawatir? Jika kau dan Shinhye kembali berpacaran juga tidak apa. Aku bisa
berpacaran dengan Siwan.” Riahn menekuk wajahnya karena tidak suka.
“Tidak!
Aku tidak mengizinkannya,kau tidak boleh berpacaran dengan siapapun selain
aku.” Dongwook lalu berdiri mendekati Lee Riahn.
“Waeyo?
Kau cemburu?” Tanya Riahn.
“Tidak,untuk
apa aku cemburu?” Sudah benar-benar Dongwook cemburu namun masih saja di
sembunyikannya.
“Lagi
pula,Oppa juga tidak pernah membahas hubungan kita. Kita memang tidak ada
ikatan seperti berpacaran,tapi Oppa selalu mendekati dan menganggapku seperti
yeojachingumu saja.” Riahn mulai kesal dan memalingkan wajahnya.
“Lalu
kau ingin apa?” Tanya Dongwook yang mulai mengalah.
“Aish!
Sudahlah lupakan, aku pergi.” Riahn mulai pergi karena kesal,namun tiba-tiba
Dongwook menahan tangan Riahn agar tidak pergi,sesuai dengan naskah. Riahn
menghentikan langkahnya.
Tuhan
tolong aku,semoga Eunhyuk bisa melakonkan sesuai naskah tidak seperti tadi. Tapi
di naskag dia tetap akan menciumku,apa yang harus aku lakukan? Batin Hyesun.
“Kumohon
jangan pergi.” Ucap Dongwook. Lega rasanya karena Eunhyuk bisa memerankan
sesuai naskah.tapi ini belum selesai, Hyesun menjadi menegang saat Eunhyuk
maksudku Dongwook mendekatinya.
“Oppa,aku
hanya akan pergi sebentar.” Ucap Riahn yang melepaskan tangan Dongwook darinya
dan langsung pergi.
Tapi
tiba-tiba Eunhyuk,maksudku Dongwook menarik tangan Riahn sehingga tidak ada
jarak di antara mereka. Chu~ Dongwook mencium Riahn.
Bulu
kuduk Hyesun menjadi menegang. Meskipun ada adegan ini sudah di beritahukan
dalam naskah sebelumnya, tapi itu tetap membuat Hyesun kaget. Tubuhnya
merinding dan mulai melemas.
“Aneh
sekali,kenapa Eunhyuk menutupi ciuman dengan tangannya? Jelas-jelas adegan itu
tidak ada dalam naskah. Seharusnya saat mereka berciuman Eunhyuk memegang kedua
tangan Hyesun agar membiarkan kamera menyorotnya.” Ucap sutradara, “Tapi tidak
apa-apa,ini lebih baik dari naskah itu.hanya saja Hyesun belum menunjukan
ekspresi terkejutnya karena ini Suddenkiss.”
“Cepat
tunjukan ekspresi Riahn pada saat ini. Kau tidak maukan adegan ini di ulang
sampai dua kali? Tenang saja,aku tidak mungkin mencium bibirmu. Jadi cepat
tunjukan ekspressi Riahn jika tidak aku akan mencium bibirmu!” bisik Eunhyuk di
telinga Hyesun. Tidak ada yang mengetahui hal ini,semua orang yang berada
disana hanya tahu Eunhyuk mencium Hyesun.padahal jelas tidak.
Ah,Sial!
Ternyata Eunhyuk hanya mencium pipi Hyesun dan membisikan ke telingannya.
Sutradara dan kru tidak tahu ini karena di tutupi oleh kedua tangan Eunhyuk.
Hyesun
tersadar dengan kata-kata Eunhyuk dan langsung menunjukan ekspresi terkejut Lee
Riahn. Walaupun itu hanya sebuah ciuman palsu, tapi ini sukses membuat Hyesun kaget
setengah mati. Tubunya melemas dan mulai merinding seperti di cium sungguhan
saja. Padahal itu hanya sekedar permainan palsu Lee Hyukjae.
“Hyesun
benar-benar bisa melakonkan ekpresi Riahn dengan baik. Apa yang di lakukan
Eunhyuk padanya? Apa dia benar-benar melumat habis bibirnya? Eunhyuk saat ahli
dalam hal ini,ekspresi ini benar-benar ekspressi Lee Riahn.” Komentar Sutradara
Jang,Ia benar-benar terpukau dengan adegan keduanya.
Sebenarnya
ekpresi terkejut tadi bukan ekspresi Riahn,melainkan Hyesun. Dia kira setelah
kalimat itu sutradara langsung mengatakan ‘Cut’
tapi malah tidak. Hyesun benar-benar percaya dengan kaliamat Eunhyuk, jikalau
adegan ini bisa di potong.
Itu
yang membuat Hyesun terkejut dan mendapatkan ekspresi Riahn dengan baik.Eunhyuk
melepaskan ciumannya dengan perlahan, ciuman palsunya maksudku.
“Mianhae.”
Ucap Dongwook.
“Cut!” Sutradara berdiri lalu bertepuk
tangan, “Hyesun dan Eunhyuk sangat hebat! Ekspresi itu adalah yang aku inginkan
saat Riahn di cium oleh Dongwook.”
“Gamsahamndia.”
Hyesun tersenyum saat Sutradra memuji aktingnya.
“Aku
yakin akan mendapat rating lebih tinggi dari episode sebelumnya!” Seru
Sutradara Jang.
Hyesun
dan Eunhyuk hanya bisa tersenyum puas karena berhasil memerankan adegan ini
dengan baik.
***
Keesokan
harinya.
Eunhyuk
dan Hyesun baru menyelesaikan syuting untuk episode enam. Hari ini juga di tayangkan
The Star episode empat. Mereka berdua sedang berbincang bersama.
Di
sisi lain.
Heechul,Siwon
dan Donghae sedang menonton The Star lewat televisinya. Mereka menikmati
menonton televisi di sela-sela break
latihan dance.
“Hyung,kemarin
The Star mendapat rating yang lebih tinggi dengan sebelumnya,yaitu 23,1%.” Ujar
Siwon di tengah-tengah menonton.
“MWO?
23,1 persen ? bagaimana bisa ada drama yang mendapatkan rating setinggi itu.”
sontak Cinderella Man itu terkejut dan langsung menatap tajam Simba di
sampingnya. Untuk sebuah drama menadapatkan rating penonton sebesar 23,1%
sangatlah tinggi,ini yang membuat Heechul kaget mendengar itu.
“Huh?”
Pekik donghae kaget. Wajahnya langsung cemberut ketika melihat suatu adegan
dalam layar sebesar 40 inchi tersebut.
“Waeyo?”
tanya Heechul yang langsung menatap Donghae.
“Adegan
ciuman Hyesun dengan Eunhyuk.” Jawab Donghae yang begitu enteng.
Heechul
langsung mengarah pada layar televisinya. Ciuman palsu itu berlangsung sekitar
satu menit. Semua orang yang menonton itu terkejut melihat adegan ciuman yang
sangat hangat.
“IGE
MWOYA?” Pekik Heechul berteriak.
“Itu
adalah ciuman pertama Eunhyuk,Hyung.” Seru Donghae. Entah sedih karena melihat
orang yang di cintainya berciuman orang lain atau sedih karena orang yang telah
merebut Firstkiss Eunhyuk itu adalah
Hyesun.
“Ciuman
itu berlangsung satu menit lebih.” Prediksi Siwon mencoba menebak berapa lamanya
ciuman palsu Eunhyuk dan Hyesun.
Heechul
langsung pergi dari tempatnya dan mengambil telefon genggamnya. Ia menekan
tombol hijau untuk menelfon Hyesun.
***
“Hyesun,kau
ingin menemaniku besok?” Tanya Eunhyuk di lokasi syuting.
“Memangnya
Oppa ingin kemana?” Tanya Hyesun kepada sosok orang di depannya,yaitu Lee
Hyukjae.
Ddddrrrtttt… Ddddrrrtttt…
“Oppa,
Mianhae. Sepertinya aku memiliki sebuah panggilan.” Hyesun meminta maaf karena
pembicaraannya terganggu akibat seseorang yang menelfon Hyesun.
“Siapa?”
Tanya Eunhyuk penasaran. Hyesun menunjukan layar telefonya yang menunjukan
nomor seseorang nampa nama yang menelfon Hyesun.
“Aku
tidak mengenalnya,sepertinya dia baru menghubungiku.” Jawab Hyesun.
“Kalau
begitu matikan saja,jangan di angkat.” Saran Eunhyuk. Mungkin itu seorang
penggemar yang mengetahui nomor Hyesun dan menelfonnya.
“Tidak.
Aku takut ini penting.”
“Kalau
begitu angkatlah.”
“Ne,Tunggu
sebentar ya.”Hyesun pergi beberapa langkah menjauhi Eunhyuk.Ia mengangkat
telefonnya, ketika terdengar suara seseorang yang berteriak padanya. Seketika
saja gadis itu refleks menjauhkan telefon genggamnya dari tellinganya.
“YAA! HYESUN-AH! BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN ITU? YA!
AKU PERINGATKAN KAU UNTUK TIDAK MENDEKATINYANYA! DIA BUKAN NAMJA YANG BAIK!
BAGAIMANA BISA KAU MEREBUT CIUMAN PERTAMA EUNHYUK. DIA…..” Tut tut—
Hyesun
mentup lebih dahalu telefonnya tanpa mengucap sepatah katapun. Dia tahu orang
yang menelfonnya itu adalah Heechul,Mantan Idolanya.
“Nuguseyo?”
Tanya Eunhyuk penasaran. Terlihat sekali Hyesun tidak menyukai orang yang
menelfon ketika Eunhyuk coba melihat setiap lekuk wajah Hyesun menunjukan
tampang tidak suka.
“Heechul
Oppa.” Jawab Hyesun menunjukan raut wajah ketidaksukaannya.
“Heechul
hyung? Dari mana ia tahun nomor telefonmu?”
“Molla.”
Dddrrrttt… Dddrrrttt…
Eunhyuk
melihat lagi nomor telefon yang sama tertera pada layar telefon Hyesun.
Ya,siapa lagi kalau itu bukan Heechul,Hyungnya.
“Heechul
Hyung menelfonmu lagi?” Tanya Eunhyuk untuk lebih memastikan kalau ia tak salah
orang.
“Hmm.”
Hyesun hanya menganggukan kepalanya.
“Sini,biar
aku yang berbicara padanya.” Ucap Eunhyuk yang langsung mengambil telefon
genggam dari tangan Hyesun dan langsung menekan tombol hijau pada layar
tersebut, “Yeoboseyo?” sapa Eunhyuk.
“YAA! HYESUN-AH! AKU BELUM SELESAI BICARA
PADAMU.” Teriak Heechul. Mungkin Heechul mengira orang yang mengangkat
telefonnya itu adalah Hyesun,Namun dia salah! Orang itu adalah Lee Hyukjae
dongsaengnya semasa menjadi anggota Super Junior.
“Hyung.
Ini aku,Eunhyuk. Berhentilah menghubungi Hyesun mulai sekarang,aku sedang
melakukan kencan buta dengannya. Jadi mohon jangan menggangguku.” Ucap Eunhyuk.
“YA! Eunhyuk! Apa yang kau katakan,kencan buta? Dimana
sekarang kau berada?”
“Aku
tidak ingin memberitahu Hyung. Pasti Hyung akan kesini dan menggangguku jika
aku memberitahu.”
“YAA!!! Eunhyuk..” Tuttt— Eunhyuk segera mematikan telefon
Hyesun,padahal Hyungnya belum selesai berbicara padanya.
“Ini.
Copot saja baterainya agar Hyungku tidak menelfonmu lagi.” Ucap Eunhyuk
memberikan telefon pada Hyesun.
“Ne,Gumawo.”
Hyesun berterima kasih setelah menerima telefon genggamnya,“Tapi kenapa kau
mengatakan kencan buta?” tanya Hyesun sembari melepaskan baterai pada
telefonnya dan memasukan kedalam tas selempang yang di kenakan Hyesun.
“Tidak
apa. Agar membuat Hyung cemburu padaku, kau ingin kencan buta denganku?”
“Apa
yang kau bicarakan!” Pekik Hyesun yang mulai kesal.
“Aku
serius,bagaimana setelah akhir episode The Star?” Tanya Eunhyuk yang memasang
wajah serius.
“Hmmm,jika
kau berhasil membuat rating menjadi 25 persen lebih. Kita akan ke Namsan.”
Jawab Hyesun.
“Kau
berjanji?” Eunhyuk memastikan lagi apa yang di katakan Hyesun. Jarang sekali
orang seperti Hyesun mau mengajak Eunhyuk untuk pergi ke Namsan melakukan
kencan buta.
“Ne.”
Hyesun tersenyum.
“Ah,hanya
25% dengan popularitasku aku bahkan bisa membuat rating menjadi 100% jika kau
mau menikah denganku.”
“YA!
Bagaimana cara kau membuatnya? Menghentikan acara televisi lain dan menyuruh
rakyat korea menontonmu?”
“Tentu
saja.” Eunhyuk menganggukan kepalanya.
“Sudahlah
lupakan. 25% saja sudah cukup untukku.”
“Kau
ingin pulang? Mauku antar?” Tawar Eunhyuk menawarkan tumpangan,meski sudah di
tolak untuk kesekian kalinya. Eunhyuk tetap berusaha baik pada Hyesun dengan
menawarkan tumpangan untuknya.
“Tidak
usah,Oppa. Terima kasih.” Hyesun lalu pergi meninggalkan Eunhyuk.
“Ya
sudah,hati-hati di jalan.” Eunhyuk melambaikan tangannya dari tempat ia
berdiri.
“Ne.”
Hyesun kemudian masuk ke dalam taksi dan mobil yang membawa Hyesun
pergi,menghilang dari hadapan Eunhyuk.
***
Beberapa
minggu kemudian.
“Hyesun.
Ini adalah episode terakhir,kau ingat. Disini kau harus meluapkan kesedihanmu.”
Lagi-lagi Sutradara Jang mengingatkan pada Hyesun. Ini adalah episode
terakhir,semua orang bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik.
“Ne,Arraseo.”
Hyesun menganggukan kepalanya karena mengerti dengan ucapan Sutradara Jang.
“Eunhyuk,lakukan
yang terbaik! Ini adalah scene terakhir. Kita harus membuat rating menjadi
tinggi.” Ucap Sutradara Jang kepada Eunhyuk yang berdiri di samping Hyesun.
“Ne,Sutradara
Jang.”
“Jung
Jinyoung,semuanya sudah siap?” Sutradara Jang lalu berjalan mengarah pada kursi
di dekatnya sembari memastikan persiapan untuk syuting scene terakhir pada Jung Jinyoung selaku ketua kru disana.
“Ye,Sutradara
Jang.”
“Oke.
Camera rooling,Action!” Ucap Sutradara Jang. Ini berarti seruan kalau syuting
sedang dimulai.
Hyesun
ke posisinya. Ia mulai menangis di tengah tengah dinginnya angin laut di
bahu-bahu pantai. Dalam hal ini Riahn mengalami masa-masa yang sulit tentang
kisah percintaannya dengan Dongwook.keduanya terlibat masalah di episode lalu.
Terlebih lagi Ibu Riahn meninggal karena kecelakaan di episode 11,ini membuat
kesedihan yang mendalam bagi Riahn.
“Lee
Riahn,Mianhae.” Dongwook menatap Riahn yang sudah mulai menangis,ia memegang
kedua tangan Riahn yang mulai kedinginan di tengah derpaan angin laut.
“Oppa,jangan
pergi seperti ini.” Riahn melepaskan tangan Dongwook dan menyibak air matanya
dengan kedua tangannya.
“Mianhae.
Setelah aku kembali dari Jepang,aku akan pastikan akan menemuimu.” Dongwook
mulai menunjukan wajahnya yang sedih, “Lalu kau juga pergi saat aku ingin menemuimu,kau
juga pergi di saat aku membutuhkanmu.” Dongwook memeluk erat Riahn.
“Aku
minta maaf, aku harus pergi sekarang.” Riahn melepaskan pelukan Dongwook dan
berlari dari tempat itu. ia langsung berhenti ketika Dongwook mengejarnya.
“Lee
Riahn.” Dongwook memeluk Riahn dari belakang tangannya membentuk lingkaran pada
tubuh Riahn agar gadis di depannya tidak pergi darinya. Dongwook dan Riahn
mulai menangis saat adegan ini sesuai dengan naskahnya.
Beberapa
tahun kemudian. Di bandara Incheon,Dongwook kembali dari Jepang menggunakan
topi dengan sebuah koper hitam di tangannya,Ia melihat sosok yang kemungkinan
adalah kekasih yang telah menunggunya selama bertahun-tahun.
“Lee Riahn.”
Dongwook memeluk Riahn dari belakang, Riahn menangis karena terharu.
Penantiannya selama bertahun tahun tergantikan dengan pelukan hangat
Dongwook,semua orang yang berada di bandara itu melihat mereka sehingga menjadi
pusat perhatian. Dongwook tidak peduli dan makin memeluk Riahn semakin erat.
“Cut!”
Itu berarti syuting telah usai.Sutradara Jang memberi tepuk tangan yang sangat
keras di ikuti para kru. Sutradara Jang merasa puas dengan akting mereka di
setiap episodenya,termasuk di episode final ini.
“Hyesun-Ah,kita
berhasil menyelesaikan ini.” Eunhyuk senang karena kerja kerasnya selama
ini,akhirnya ia bisa menyelesaikan dengan baik.
“Ne.”
Hyesun menganggukan kepalanya dengan kedua mata yang berbinar,padahal syuting
sudah selesai.tapi kenapa ia masih menangis?
“Kau
menangis?” Tanya Eunhyuk yang melihat butiran-butiran air mata jatuh ke pipi
Hyesun.
“Aku
mengira drama ini adalah Sad Ending.Dongwook meninggalkan Riahn.” Jawab Hyesun.
Aneh sekali,dia benar-benar masuk kedalam peran ini sampai membuatnya menangis
terisak.
“YA! Tapi
pada akhirnya Dongwook kembali pada Riahn.”
“Tapi,Riahn
telah lama menunggu Dongwook.”
“Aish!
Kau ini begitu cengeng.” Eunhyuk memeluk Hyesun yang belum berhenti menangis,
“Kau tidak lupa dengan janji kitakan?”
“MWO?
Kau masih mengingatnya?” Tanya Hyesun yang kaget. Ia kira Eunhyuk sudah
melupakannya,ternyata tidak sama sekali. Hyesun menghapus air matanya lagi.
“Tentu
saja.” Jawab Eunhyuk yang kemudian melepas pelukannya perlahan.
“Ne.
kita tunggu saja bagaimana ratingnya nanti.” Hyesun tersenyum.
***
Kembali
lagi pada Heechul,Siwon dan Donghae yang sedang menonton Episode terakhir The
Star di depan televisinya.
The End.
Tulisan
yang tertulis pada layar televisi itu.
Siwon
menangis seperti gadis kecil yang di tinggal seorang Ibunya,Donghae sempat
menitihkan air mata karena melihat kisah itu yang sangat menyedihkan dan
terlihat wajah Heechul yang sudah berbinang air mata,sepertinya ia ingin
menangis namun tidak ingin di lihat orang lain.
“Drama
ini sangat bagus.” Ucap Siwon yang kemudian mengambil beberapa helai tissue.
“Hyesun
menangis dengan sangat terisak,dia memerankan dengan sangat baik.” Donghae
memberi komentar pada drama itu.
“Tidak!
Drama ini biasa saja,tidak ada yang bagus.” Sahut Heechul.
“Hyung,matamu
terlihat seperti ingin menangis.” Siwon melihat mata Hyungnya itu yang sudah
berbinar-binar.
“Benarkah?
Aku hanya kelilipan saja.” Umpat Heechul. Sedah jelas-jelas ketahuan,masih saja
mencoba berbohong.
“Dia
berbohong,Siwon.” Sahut Donghae.
“YAA!”
Hechul berteriak pada Donghae. Sangat kesal pastinya Ia saat ini.
“Hyung,kau
melupakan kencanmu dengan S—“ Ujar Siwon terpotong karena sudah di sambung
Heechul lebih dahulu.
“Jangan
di ucapkan! Aku tahu,aku akan pergi kencan sampai jam 10 malam.” Sambung
Heechul yang langsung mengambil jaket,kunci mobil dan telefon genggamnya.
***
Ddddrrrttt… Ddddrrrttt…
From : Sutradara Jang
To : Eunhyuk
To : Eunhyuk
Kau berhasil! Berakhir dengan rating 27,8% kalian
menjadi topik hangat di twitter. Aku bangga dengan kau dan Hyesun.
Eunhyuk
membaca pesan itu dan mengirimkan pesan pada Hyesun untuk mengajaknya kencan
buta sesuai dengan janji mereka.
Eunhyuk
dan Hyesun bertemu di suatu tempat.
“Betul
dugaanku.” Ucap Eunhyuk setelah meilhat penampilan Hyesun di depannya.
“Ada
apa? Aku baru sampai.” Hyesun merasa aneh. Sepertinya tidak ada yang salah
dengan penampilannya saat ini. Tapi kenapa Eunhyuk menatapnya begitu aneh?
“Hyesun,cepat
pakai ini.” Ucap Eunhyuk memberikan sebuah scraf dan topi untuk Hyesun.
“Waeyo?”
Tanya Hyesun sembali menggunakan scraf dan topi yang baru di berikan Eunhyuk
tadi.
“Kau
sekarang seorang Idola,bukan seorang fan lagi. Berakhir dengan rating 27,8%
semua orang pasti sudah mengenal siapa kau. Jikapun tidak,kau berkencan dengan
seorang Lee Hyukjae. Jadi kau harus menyembuyikan siapa dirimu.” Ucap Eunhyuk
seraya membenarkan topi yang di kenakan Hyesun.
“Begitukah?”
Tanya Hyesun tak percaya.
“Hmm.”
Eunhyuk menganggukan kepalanya dan kemudian membetulkan scraft yang
bergelantung di leher Hyesun. Ia membuatnya menjadi menutup mulut dan hidung
Hyesun.
“Oppa,boleh
aku meminta sebuah permintaan.”
“Tentu
saja,katakan. Apa yang kau inginkan dariku? Kau ingin menikah denganku? Aku
akan mengizinkan.”
“Kau
ini bicara apa Lee Hyukjae!”
“Aku
hanya bercanda.katakan,apa yang kau mau?” Tanya Eunhyuk.
“Aku
ingin kencan pertama denganmu berlangsung dengan lancar tanpa ada sedikitpun
hambatan,aku ingin bersenang-senang denganmu hari ini. Aku ingin hari ini
menjadi hari yang spesial.” Ucap Hyesun. Ya ampun,apa yang baru di katakan
Hyesun? Tidak mungkinkan kalau dia mulai menaruh perasaan pada Eunhyuk.
“A-apa
aku tidak salah dengar?” Tanya Eunhyuk
seolah-olah tak percaya dengan yang dikatakan Hyesun, “kau baru mengatakan…”
Chu~
Hyesun
mencium pipi Eunhyuk.
“Aku
ingin hari ini menjadi hari yang spesial karena episode terakhir mendapat
rating yang tinggi.” Ucap Hyesun yang langsung berlari pergi dari sisi
Eunhyuk,Ia takut Eunhyuk melakukan hal yang lebih padanya. Ciuman itu adalah
sebagai tanda terimakasih untuk Eunhyuk,karenanya Hyesun sekarang bisa seperti
ini.
“Kau
baru saja….” Eunhyuk masih tak percaya ‘Kau baru saja menciumku’ Batin Eunhyuk.
Hyesun semakin berlari dengan kencang darinya.
“YAA! Hyesun-Ah.”
***
Hyesun
dan Eunhyuk berjalan berdampingan. Mereka berdua sekarang sudah di depan Namsan
towe,memandangi indahnya jika mereka berdua di atas sana menikmati Cable Car.
“Hyesun-Ah.”
Panggil Eunhyuk.
“Nde?”
“Kau
ingin menaiki Cable car?”
“Boleh,jika
kau ingin.”
Eunhyuk
POV.
Aku
dan Hyesun menaiki tangga untuk sampai ke atas. Kami berjalan berdambingan
untuk sampai ke puncak tertinggi di Seoul itu. Setelah sampai di atas,kami
berdua menaiki Cable car.aku berencana ingin mengajaknya ke Lovelock setelah
ini.
Kami
menaiki salah satu Cable car.sampai di dalam Cable car,kami berdua menuntup
mulut kami tak berbicara sedikitpun. Suasana menjadi canggung. Ah,aku benci
suasana seperti ini.
Aku
ingin menyatakan perasaanku dengan kau Hyesun saat ini. Aku tidak bisa menunggu
lagi,tapi aku berencana akan melakukan itu saat kita menuliskan harapan di
Lovelock.
“Hyesun-Ah.”
Panggilku, “Lihat kesini.” Hyesun membalikan kepalanya.
Author
POV.
Ckrrikkk…
sebuah
foto keluar dari palaroid milik Eunhyuk.
“YAA!
Oppa,kenapa kau memfotoku dengan tiba-tiba?” Pekik Hyesun. Seseorang
memotretnya tanpa izin dahulu atau sekedar memberi aba-aba,pasti sangat kesal
rasanya.
“Mianhae.”
Eunhyuk merubah posisinya. Menjadi duduk di sebelah Hyesun, “Ayoo kita
berselca.”
Hyesun
dan Eunhyuk tersenyum.
“Tunggu,sekali
lagi.” Kali ini Eunhyuk mengeluarkan telefon genggamnya. Namun,Hyesun dan
Eunhyuk tetap tersenyum.
“Oppa,
kenapa kau menggunakan Palaroid menggunakan Handphone mu lagi?” Tanya Hyesun.
“Oh,
Ini.” Eunhyuk lalu mengirim foto tersebut kepada Donghae, “Aku ingin mengirimnya
pada Donghae. Agar ia cemburu.”
“YAA!”
Ingin sekali Hyesun memekul Eunhyuk. Tapi setelah pintu Cable car
terbuka,Eunhyuk menarik lengan tangan Hyesun untuk mengikutinya.
“Kita
ke Lovelock sekarang ya?”
“YAAA!”Teriak
Hyesun yang semakin kesal. Mereka berdua berjalan berdampingan lagi,kali ini
dengan berpegangan tangan. Cukup banyak pasangan kekasih yang sedang makan
malam bersama di dekat sini,ada juga yang sedang menuliskan nama atau
harapannya pada gembok yang mereka pegang.
“Hyesun. Aku membawa kartu harapan,spidol dan
sebuah gembok. Kau mau menulis harapanmu?” Tanya Eunhyuk yang salah satu
tangannya memegangi kartu harapan,spidol dan gembok itu. Eunhyuk menatapi
peralatan itu semua.
“……………………………”
Hyesun menghentikan langkahnya di ikuti Eunhyuk. Ia hanya diam tak berbicara
sedikitpun.
“Hyesun-Ah.
ada apa? Kenapa kau tidak—“ Eunhyuk kemudian menatap Hyesun. Ia berhenti
berbicara karena Hyesun memotong pembicaraannya lebih dahulu. Eunhyuk melihat
mata Hyesun menjadi berbinar-binar,Mata Hyesun hanya terfokus pada orang di
depannya.
“Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?”
tes-tes-tes. Perlahan air mata Hyesun jatuh sebutir demi sebutir. Hyesun masih
diam dan membeku di tempat. Ia bingung ingin maju atau mundur dalam melangkah.
Eunhyuk
menyerap baik-baik kalimat yang di ucapkan Hyesun. Kemudian Eunhyuk menatap
pada apa yang Hyesun fokuskan sejak tadi, “Bukankah dia…”

No comments:
Post a Comment