Sunday, 22 December 2013

Fanfiction Korean FF Beacause It's you [ Eunhyuk Series] Part 1






Title: Because It's You ( Saranghae But, Miwohada )
Rating : 13+
Genre : Romance,Family,Sad ( Happy Ending )
Alur : Maju,mundur,maju
Length : Chapter (belum di tentukan berapa part)
Cast :
* Kim Hye Sun ( Sun )
* Lee Hyuk Jae (Eunhyuk, Hyuk )
* Lee Dong Hyuk
* Lee Hyun Hee
* Lee Hyuk Jae’sMother
* Lee Hyuk Jae's Father
* Other Cast.
Writer : HTS

NOTE!!! Please,don’t share my FF without my permission.

Narasi :

Fanfiction ini di buka dengan pemandangan rumah mewah
yang tak tertandingi oleh siapapun. bahkan,rumah kediaman dari Kim Joo Won Secret Garden pun lewat.
Ya,kediaman itu adalah milik Lee Hyukjae Putra dari pewaris perusahaan terbesar di Korea melebihi Goo Jun Pyo di BBF dan Kim Tan di The Heirs.konon katanya,pada awal tahun millennium ini,ayah dari Kim Hyesun pernah menyelamatkan Hyukjae dari gempa dahsyat berskala 7.8 SR yang menimpa Seoul 13 tahun yang lalu.
Bencana alam yang menimpa Seoul yang berlangsung sekitar 20-30 detik ini namun, dengan dahsyat menyapu bersih kota ini sampai menghilangkan beratus-ratus nyawa manusia dan beratus-ratus korban luka-luka.
Namun sayangnya nyawa ayahnya tak tertolong.ayah dari Hyukjae sendiri sangat berterima kasih kepadanya atas menyelamatkan anaknya itu. Ia berjanji akan menjaga,melindungi,merawat Kim Hyesun putri satu-satunya jika terjadi masalah di detik terakhir kepergian ayahnya..
Sampai sekarang di usia 18 tahunnya Hyesun,dia masih menyimpan dendam kepada Hyukjae  karena menurutnya dia penyebab ayahnya meninggal. ‘Sudah jatuh tertimpa tangga pula.’ Pribahasa yang tepat untuk kondisi gadis itu saat ini.
Sudah hampir setengah lebih dari umurnya ia jalani hidup tanpa seorang Ayah. Ia kini harus menjalani hidup sebatangkara,karena ibunya wafat akibat penyakit yang di deritanya beberapa hari yang lalu.
Berita itu terdengar sampai ke telinga keluarga Hyukjae. orang tua Hyukjae sendiri berniat untuk menjodohkan Hyukjae dengan Sun,agar Sun sendiri bisa tinggal di rumahnya. ya,namanya dendam mau di apain lagi? Sun sendiri lebih memilih tinggal di Motel daripada setiap hari dari pada harus bertemu dengan Hyukjae. Kebetulan mereka sendiri satu sekolah. dan mereka juga satu kelas hanya saja Hyukjae lebih tua satu tahun dari Sun.
So…?
kita mulai ceritanya..




Part 1


            Suatu hari setelah mendengar kabar tentang kematian Ibu dari Sun, Ayah dan Ibu Hyuk langsung mencari dimana keberadaan Sun saat ini dengan menggunakan Mobil yang ia kendarai.
Mereka mencari keberadaannya selama berjam-jam sampai larut malam seperti ini. Hyuk sendiri tidak peduli dengan keadaan Sun saat ini,Apa yang sedang ia kerjakan,dimana ia tinggal sedang bersama siapa ? tak sedikitpun rasa khawatir tertanam pada otaknya.
Ia justru malah memainkan beberapa aplikasi yang tertanam pada telefon genggam sebesar 5 inch tersebut sambil menonton televisi acara kesukaannya. Walaupun tidak ada sedikit rasa kekhawatiran pada gadis teman lamanya itu,seharusnya ada sedikit rasa khawatir pada kedua orang tuanya yang telah mencarinya sejak berjam-jam.
Walaupun sudah berkenal sejak lama. Sun dan Hyuk di kelas bagaikan kedua orang yang sedang terlibat perang dunia. Keduanya sama-sama memiliki watak yang keras,angkuh dan dingin. tidak saling menyapa satu sama lain dan merasa saling tidak mengenali. Kedua insan ini bagaikan dua buah magnet yang saling di gabungkan dengan kutub yang sama. Tidak sedikitpun apapun yang mereka kerjakan memiliki persamaan pendapat,keduanya sama sama saling bertolak belakang dalam segala hal.
Untung saja mobil yang sedang di kendarai kedua orang tua Hyuk adalah mobil dengan versi terbaru di dunia. Jika menyebutkan merk mobil itu saja pasti banyak yang mengenal dari keluarga mana ia berasal. Mobil dengan harga ratusan juta dolar ini hanya ada 20 di dunia. Pasti sudah tertanam bagaimana keindahan lekuk-lekuk bagian dari mobil ini.
Jika tidak ada pendingin ruangan di dalam mobil itu. pasti sudah terlihat jelas lelehan keringat yang menempel pada kedua orang tua Hyuk yang mencari gadis ini sejak tadi siang.
Astaga, untungnya Dewi Fortuna masih berpihak kepada mereka saat ini. akhirnya Keluarga Hyuk menemukan gadis itu sejak duduk termenung di pinggir jalan membawa dua buah koper besar di tangannya.

"Ne,Gwenchana Ahjussi,Ahjuma.
aku bisa tinggal di motel,atau menyewa rumah di dekat sini. " Tolak Kim Hyesun dengan keras saat bertemu kedua orang tua Hyuk yang menawarinya tinggal di rumah mereka.
" Aigoo, itu memerlukan biaya yang sangat besar. Rumah kami masih memiliki banyak ruang yang kosong. Lagipula,kami sudah berjanji kepada mendiam ayah mu untuk menjagamu." Ujar Ibu Hyuk. Kalimat itu yang terus menjadi alasan setiap terjadi hal seperti ini. Entah apa yang ada di fikiran wanita paruh baya itu,Hyesun saja sudah bosan mendengar kalimat kalimat itu berkali-kali.
“Arraseo, tapi Gwenchana. Nan Jeongmal Gwenchana." Hyesun menolak untuk keduakalinya. Sebenarnya,mau-mau saja ia menerima ajakan dari wanita paruhbaya itu. Terlebih lagi,ia tidak tahu ingin kemana ia untuk tidur malam ini. Namun,jika ia menerima ajakannya itu berarti ia harus tinggal satu rumah dengan orang yang paling di bencinya di dunia ini. Aish, membayangkan wajahnya saja sudah membuatnya menjadi ngeri. Apalagi harus tinggal satu atap dengan orang itu? bagaimana jika tersebar gosip antara mereka berdua? Apa wanita paruh baya itu tidak memikirkan hal ini?
"Aishh! kami akan merasa bersalah jika kau hidup sendiri menderita dan kesepian." ucap Ibu Hyuk menasehati yang masih duduk di kursi mobilnya dengan pintu mobil yang terbuka.
"Jeongmal,mianhae." Ucap Sun menundukan tubuhnya.
"Kau belum menemukan tempat tinggal bukan?
tinggallah beberapa bulan di rumah kami,kau bisa bekerja dan mencari tempat tinggal nanti disana. apa tidak apa-apa kalau kau tidur di jalanan?” Ancam Ibu Hyuk, “Tapi kami tidak akan memaksa.jika kau perlu bantuan,telefon saja kami.sudah ya,kami pergi dulu." Lanjut Ibu Hyuk yang ingin menutup pintu mobilnya.

" Aishh!! betul katanya... "Batin Sun dengan rasa bimbang memenuhi otaknya saat ini, terjadi perang di hati Sun saat ini. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menerima tawaran itu,mungkin saja Namja mengerikan itu berfikir mengajaknya untuk memulai perang dunia. Tapi,jika ia menolaknya ia ingin tidur dimana? Kedua orang tua Sun adalah anak tunggal. Ia juga tidak memiliki kakak maupun adik kandung,saudara saja ia tidak punya. Hanya paman,bibi dan neneknya. Mereka semua juga tinggal di luar negeri. Apa harus ia mengemis-ngemis agar orang lain merasa iba padanya? Ia masih memiliki harga diri setidaknya, "Ahjumma! Ahjumma!" Panggil Sun dengan berteriak saat mobil yang membawa kedua orang itu baru pergi sekitar lima langkah dari asal ia berdiri tadi.
“Ne,Waeyo? " Ibu Hyuk lantas menghentikan mobilnya dan membuka pintu baja itu dan bertanya.
"A-apa di..sana a-ada k-kamar Kosong?
mungkin aku akan tinggal beberapa hari…saja. " ucap Sun denggan terbata. Mendengar hal yang baru saja di katakannya tadi.
“Aigoo! Gadis ini berfikir sangat lama. Masuklah dan bawa kedua kopermu.” lantas wanita paruh baya itu langsung menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya.

--o0o--
            Aigoo, apa yang baru saja ia duduki? Ini pertama kalinya bagi Sun menduduki mobil semewah dengan harga ratusan juta dolar seperti ini. Orang lain yang bisa duduk disini saja pasti sudah bangga apa lagi bagi Sun ? Pantas saja harga mobil ini tidak murah. Kemewahan,gaya,kenyamanan sangatlah menjadi beberapa faktor yang membuat harga mobil ini setinggi langit.
Apa yang harus ia lakukan saat ini? Tanya Sun dalam hati. Susana di dalam sana menjadi canggung. Ah,ia sepertinya punya ide!
“A-ahjumma..” Panggil Hyesun lembut yang memulai pembicaraan agar tidak menjadi canggung seperti sebelumnya.
"Ada apa ? apa yang ingin kau tanyakan ? kau tidak ingin berubah fikirankan.” Tuntut wanita paruh baya itu mencurigai yang membuat Sun menjadi takut, “Sampai disana kau bisa bertemu Lee Hyukjae dan Lee Donghyuk.” Lanjut penjelasan ibu Hyuk kepada sun.
"Ne, Ahjumma." Jawab Sun sambil menyimpulkan sedikit senyuman pada bibirnya," Geundae,Nugu Lee Donghyuk?” tanya Sun sedikit penasaran.
“Dia adiknya,dia itu masih kecil saat umurmu 13 tahun. Dulu kalian sering bermain bersama dengan Hyuk juga tentunya.” Ucap Ibu Hyuk dengan bersemangat. Tapi,seketika wajahnya menjadi suram. Ah,sepertinya ia ingin mengatakan suatu hal, “Hyuk-ku sampai saat ini belum punya kekasih. Apa kau menyukainya? Hmmm? jika iya,lebih baik langsung menikah saja."

" Ani,ani,ani!" teriak Sun spontan mendengar jawaban dari wanita itu. ia merasa apa yang dikatakannya barusan tadi sedikit kasar, ia langsung melipat bibirnya dan menunduk sedikit malu. atau karena keceplosan ? hanya dia yang tahu.
"Hyaa! cobalah kau dekati dia. mungkin dia akan tertarik." Ibu Hyuk memberikan sedikit saran.
"Hmmmm.." Tidak ada lagi yang harus ia katakan. Daripada berujung seperti tadi, lebih baik ia membungkan mulutnya di tambah senyuman. Itu mungkin ide terbaik untuk saat ini.
“Nahhhh. Nona Kim,kita sudah sampai." Ucap Ayah Hyuk dengan formal.
"Ne,Jeongmal Gamsahamnida. Tidak perlu berbicara terlalu formal seperti itu,Ahjussi.
panggil Sunea (Sun-Ya) atau Hyesun saja tidak apa-apa."  Ucapnya di akhiri dengan senyuman lagi.
"Ne,sebentar lagi Hyuk akan datang membawakan kopermu." Ujar Ibu Hyuk setelah keluar dari mobil mewah itu bak ratu kerajaan fikir Hyesun saat ini.
"Ani.tidak usah Ahjumma.aku bisa membawa sendiri.
Aku tidak ingin kedatanganku membawakan petaka bagi Hyuk." Tolak Hyesun.
"Gwenchana." Ratu kerajaan yang ada di fikiran Hyesun melangkahkan kakinya bergerak sampai di depan pintu."Hyuk-ie." panggil Ibu Hyuk yang melihat anaknya berada di depannya.
"Ne,waeyo? Eomma,sepertinya ada tamu baru." Sahut Namja yang menggunakan T-shirt ketat namun panjang lengannya hampir menutupi jarinya itu sambil memegangi Gadget di tangannya. Ia menggunakan celana santai namun panjang,dengan di hiasi rambut bergaya blonde berwarna putih. Aish,Lantas saja Hyuk bertanya seperti itu. Sun dengan sengaja membelakanginya sehingga hanya terlihat punggung dan rambut indah terurainya saja berpura-pura mengambil koper miliknya.
Apa yang harus aku lakukan ? batin Hyesun saat ini. Ia tak mungkin harus berdiri disana terus menerus.
“Oh? Kau tidak mengenalinya? Cepat dekati dia dan membawakan kopernya,dia teman kecilmu.” Suruh Ibu Hyuk pada anaknya. Bagaikan seorang Ratu terhadap pengikutnya,tapi bukankah memang anaknya harus menurut pada orang tuanya? Pikir Hyesun di sela-sela pembicaraan mereka. Sepertinya Sun terlalu banyak membaca buku Dongeng saat kecil.
Hyuk mulai berjalan satu,dua langkah dari asalnya. Ia juga penasaran siapa gadis yang terus membelakanginya itu. Namun, tersentak ia terhenti akibat ulah ayahnya sekarang.
"Tolong bawakan jaket Appa kedalam." Suruh Ayah Hyuk langsung memberikan jaketnya pada anaknya itu. Kali ini,seperti seorang Raja pada budaknya. Fikir Hyesun walau tanpa melihat kejadian itu.

"Aishh,Appa!" Decak kesal Hyuk menerima segala perlakuan kedua orang tuanya itu. meski ia terkadang menuruti perintah kedua orang tuanya itu,tapi tidak biasanya. Ini terlalu berlebihan bagi Hyuk saat ini.
Hyuk berjalan beberapa langkah lagi sampai tinggal sedikit jarak diantara mereka.
Sun yang belum menyadari keberadaan Hyuk saat ini tiba-tiba menurunkan kedua kopernya dan berbalik sehingga saling menatap satu sama lain dengan Namja di depannya.
“N-neo..” Seketika jari telunjuknya refleks menunjuk wajah gadis di depannya itu, “Aigoo!! Eomma! Apa yang ada di fikiranmu saat ini, kenapa dia berada disini?” Teriak Hyuk yang langsung menatap kedua orang tuanya.
Gadis di depan Hyuk ini hanya bisa diam menerima kata-kata kasar yang terucap olehnya.
Ah,ia tahu. Pasti ini kiamat bagi Hyuk menyadari Sun berada disini.
“Jaga mulutmu Hyuk-ie! Ia akan tinggal mulai saat ini.”Jawab Ibu Hyuk dengan santai, “Jangan hanya diam! Cepat sambut dan membawakan kopernya!” seru Ibu Sun yang menuntun suaminya masuk kedalam.
“EOMMA!!! Kenapa dia disini?
Eomma,Eomma… apa kesalahanku? Kenapa kau membawa hari mengerikan ini padaku?” Rengek Hyuk yang langsung duduk dengan gaya seperti anak berumur lima tahun yang tidak di belikan sebuah permen.
Eomma dan Appanya hanya diam seolah tidak terjadi apa-apa hanya masuk kedalam dengan santai.
“M-mianhae.” Ucap Sun lalu menundukan wajahnya lagi. Ah, jadi seperti ini gayamu ketika menangis. Batin Hyesun. Ah, ia ingin sekali menertawakan di depannya saat ini. Ia ingin sekali memotretnya dan menyebarkan lewat SNS agar teman-temannya bisa mengetahui ekspresi lucunya saat ini. Tapi disisi lain, bagaikan Neraka yang ia mulai di injaknya sekarang,ia bisa merasakan hawa perang merasuki tubuhnya.
Menyadari ekspresi Sun yang di liat  Hyuk saat ini. Ia tersadar lalu berdiri dan menepuk-nepuk bajunya yang tidak kotor, ia juga tahu pasti dalam hatinya Sun sedang tertawa puas melihatnya seperti ini.
“Donghyuk-Ah!” Panggil Hyukjae pada adik satu-satunya itu.
Mendengar Hyungnya memanggil namanya. Donghyuk langsung berjalan kearahnya dengan mata yang tak mau lepas dari PS yang sedang ia mainkan.
“Noona!” Namja berumur 10 tahun itu berlari setelah melihat Noona yang sudah tidak ia lihat selama bertahun-tahun itu langsung memberikan pelukan tiba-tiba padanya.
"Noona,kenapa baru kesini sekarang? Aku menunggu sejak lama ingin bertemu dengan Noona.” Ucap Donghyuk yang masih tak mau lepas memberikan pelukannya pada Noonanya itu. Ya,mungkin itu cara melepas rasa rindu itu.
“Berbohong!” Decak kesal Hyuk dengan suara sangat pelan namun, tetap saja suara itu masih di dengar oleh Sun.
“Aku juga merindukanmu.” Ucap Sun sambil mengacak-acak rambut Donghyuk seolah-olah dia adalah adiknya, “Ck! Jangan seperti itu pada adikmu, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.” Lanjutnya yang kemudian menatap Hyukjae.
Ah, memangnya aku tidak tahu arti kekanak-kanakan itu ? batin Hyukjae. Ya, kau boleh tertawa puas Hyesun-Ah. namun, mulai saat ini kau akan memasuki nerakamu.
Ya, jangan fikir aku tak mendengarmu. Aku tahu,sekarang adalah masa terberat dalam hidupku. Batin Sun seolah-olah mereka saling mengetahui isi hatinya satu sama lain.
“Donghyuk-Ah. bukankah kau sangat sangat merindukan Noona tersayangmu itu?” tanya Hyuk pada dongsaengnya.
“Ne,Hyung. Waeyo?” tanya Donghyuk yang melepaskan pelukannya lalu menatap sinis Hyungnya itu.
“Kalau kau begitu merindukannya. Tolong bawakan kopernya.” Suruh Hyukjae dengan santai di akhiri dengan senyuman palsu.
“Shireo! Apa Hyung tidak dengar apa yang di katakan Eomma?
Aku saja mendengarnya! Eomma menyuruhmu,bukan aku!” Seru Donghyuk, “Noona. Ayo kita lebih baik masuk kedalam saja.” Tuntunnya sambil menarik salah satu tangan Hyesun.
“Mianhae, tinggalkan saja jika kau tidak mau.” Ujarnya yang sedang di tuntun Donghyuk untuk masuk kedalam Kerajaan seorang putri tersebut.
“YAAA!! Donghyuk-Ah! Hyesun-Ah!” Panggil Hyukjae yang di abaikan oleh kedua orang itu.
Ah, siapa sebenarnya tuan muda rumah ini. Siapa pangeran kerajaan ini? Sudah jelas-jelas ada banyak pembantu di rumah ini. Kenapa masih menyuruh anaknya untuk melakukan segala hal? Batin Hyukjae yang kemudian membawa koper besar itu bagaikan seorang pesuruh kerajaan.
*Flashback
Di saat umur mereka menginjak usia lima tahun. Saat dimana Donghyuk adiknya belum ada, setelah kejadian gempa beberapa minggu yang lalu.
Ya, Hyesun kecil mulai saat ini menyimpan dendam pada Eunhyuk. Eunhyuk adalah panggilan Hyukjae saat masih kecil, namun mungkin di kelas masih ada beberapa yang memanggilnya dengan sebutan itu.
“Hyesun, Eomma ingin pergi sebentar. Tak lama, hanya beberapa jam saja. Kau tinggal disini ya? Jangan menganggu dan jangan pergi dari sini.”Ucap Eommanya di halaman belakang rumah Hyuk.
“Eomma janji tidak akan pergi lama?” Tanya Hyesun kecil yang bisa di dengar Hyukjae yang masih bersembunyi di balik tiang rumahnya.
“Ne. Eomma hanya sebentar, agar kau tidak sedih lagi.
bacalah buku ini.” Ucap ibunya memberikan sebuah buku cerita.
Ibu Hyesun mengecup kening Hyesun dan mengacak-acak rambutnya, “Eomma pergi dulu,ya ?” Ucap Ibu Hyesun lalu melangkahkan kaki dan pergi .
Hyesun terus memandangi sisa jejak-jejak telapak kaki ibunya yang sudah tidak terlihat batang hidungnya dari tempatnya duduk. Tiba-tiba permata cair keluar setetes demi setetes dari matanya. Ia menangis sangat kencang,menyadari ibunya sudah pergi. Ingin sekali Hyukjae datang dan mencoba menghentikannya menangis,tapi pasti Hyesun akan lebih menangis jika dirinya datang.
Setelah sekian lama Hyesun menangis,ia akhirnya berhenti menangis ketika menyadari di sampingnya ada sebuah buku dongeng bergambar besar berwarna pink. Ia tersenyum melihat indahnya buku dongeng pemberian ibunya dan membaca tulisan ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’ pada judul buku itu.
Perlahan demi perlahan ia membuka lembar-lembar buku tersebut. Ia sangat senang melihat lembar buku itu yang berisi dongeng bergambarkan tentang ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’ . ia membaca buku itu di liputi dengan senyuman indah di bibirnya.
Hyukjae ikut tersenyum melihat Hyesun yang senang dengan buku bacaan yang di bacanya itu. Ah,ingin sekali ia mendekatinya lagi. Membaca buku dongeng itu bersama dan bermain dengannya,tapi ia berfikir apa ia sudah melupakan tentang kejadian kematian ayahnya atau belum. Batin Hyukjae.
‘Princess Aurora pun tertidur sangat lama. Semua yang berada di Kerajaan terus menerus menangis tiada henti. Seorang Pangeran menyusuri hutan menemukan sebuah Kerajaan besar lalu… Ah?” Senyum yang tadinya terpancancar jelas di wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih saat menyadari air mata langit satu persatu jatuh membasahi dirinya dan buku dongeng dari Ibunya.
Hujan semakin deras membasahi Hyesun. Ia tidak ingin basah-basahan terkena air hujan,pasti Ibunya akan sangat marah jika melihatnya kuyub nanti. Ia berlari ke teras depan rumah Hyuk meninggalkan buku dongengnya terkena air hujan.
Hyesun duduk termenung di teras rumah Hyuk sambil melipat kedua kakinya yang merasa mulai kedinginan. Ia tidak peduli dengan buku dongeng yang tertinggalnya tadi,mungkin buku itu akan tetap baik jika di tinggalnya sebentar.
Suara petir terdengar keras beberapa kali sampai ke telinga Hyesun membuatnya takut dan menjerit ketakutan terus meneriakan ‘Eomma…Eomma…’ namun Ibunya belum datang. Ia terus menerus menutup telinganya sambil menangis.
Hujan masih terus menerus turun tidak berhenti di sertai angin kencang dan petir. Ya, di korea saat ini sedang di landa musim hujan. Kejadian seperti itu wajar saja terjadi.
Hyukjae menengok kekanan dan kekiri menyadari bahwa sudah tidak ada orang ataupun Hyesun. Ia berlari lalu duduk mengambil buku dongeng itu dan membuka halaman buku itu dan memulai membacanya. Tidak peduli seberapa deras hujan saat ini,tidak peduli sebasah apapun dirinya saat ini. Ia tersenyum membaca dongeng itu.padahal di halaman depannya saja sudah ada beberapa gambar yang mulai pudar terkena air hujan, huruf-huruf sudah mulai tak terlihat jelas hampir di semuah halaman buku itu,bahkan ada beberapa lembar yang menempel dan sudah mulai sobek.
Hyesun berjalan ke teras belakang rumah Hyuk karena sudah tidak terdengar lagi petir namun hujan masih turun. Ia berhenti dan merasa sangat kesal melihat Hyukjae sedang membaca buku miliknya tanpa izin. Ia ingin sekali pergi kesana dan memukul wajahnya,namun hujan belum berhenti. Ia hanya bisa berdiri kesal melihat temannya itu.
Hyukjae membalik halaman yang sudah menempel bagaikan di lem itu. “Hahh…?” Hyukjae merubah raut muka setelah menyadari 10 halaman terakhir sobek karenannya. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
Hyukjae mengambil 10 halaman terakhir yang sudah sobek di buatnya itu. ia kemudian berlari dan menemukan sebuah kotak kayu yang cukup besar dan menaruh halaman yang belum di bacanya tadi ke dalamnya lalu menutup kotak kayu itu. Hyukjae lalu mencari kantung plastik untuk melapisi kotak kayu itu.
Menggunakan kedua tangannya sendiri Hyukjae lalu manaruh kotak itu di dekatnya dan menggali tanah yang mulai lunak terkena air hujan yang cukup membantu baginya. Ia menaruh kotak itu dalam lubang yang sudah di buatnya lalu memberi tanah untuk menguburnya kemudian ia berdiri dan meloncat-loncat agar tidak bisa di gali orang lain.
Hujanpun mulai reda,Hyesun langsung berlari dan menghampiri bukunya. Ia menangis sangat kencang yang menyadari sebagian halamannya yang belum di bacanya sudah hilang.
Hyukjae memberanikan dirinya untuk datang menghampiri Hyesun yang menangis.
“H-hyesun-Ah, M-mianhae.” Hyukjae memberanikan dirinya untuk meminta maaf Sambil menjulurkan salah satu tangannya yang masih kotor.
“Shireo. Aku tidak membutuhkan maafmu! Aku tidak ingin berteman denganmu lagi! Aku membencimu.” Ucap hyesun yang langsung menampis keras tangan Hyukjae dan berlari kencang sampai ke tempatnya duduk termenung tadi.
Di mulai dari ayahnya meninggal karenanya dan buku itu,Hyesun semakin membenci Hyukjae. Di setiap ulang tahunnya,Hyesun selalu di beri buku cerita oleh ibunya.namun setiap ia meninggalkan buku itu sebentar, Bukunya sudah hilang akibat ulah jahil Hyukjae.
Hyukjae terus menjahili Hyesun pada masa kecilnya. Di mulai dari menyobek,menghilangkan buku yang di bacanya, membuang sendalnya dll. mungkin Hyukjae fikir ulahnya ini tidak di ketahui orang lain,padahal Hyesun jelas melihat semua kejadian-kejadian itu.
Hal itu membuat Hyesun semakin membenci teman lamanya. Hampir seluruh cerita dongeng di dunia sudah dibaca oleh Hyesun,terkecuali ‘Sleeping Beauty’ ia tidak pernah lagi mau membaca cerita itu takut teringat dengan kejadian masalalunya.
* Flashback end.
--o0o--

Seorang pesuruh kerajaan datang membawakan dua buah koper besar di dekat tangga kerajaan itu. Ya, Hyesun dan keluarganya sedang duduk di sebuah sofa depan televise bagaikan melihat seorang putri bersama keluarga indahnya.
"Eomma,aku taruh di sini ya kopernya. aku lelah ingin ke kamar." Ucap Hyuk meninggalkan dua koper milik Hyesun dan beranjak ingin ke kamar yang berada di tingkat kedua rumahnya sehingga harus menaiki tangga.
“YA! Siapa yang menyuruhmu menaruhnya disini? Hmm?” Ucap Ibu Hyuk yang masih duduk di sofa itu.
“Eomma! aku kan sudah mengantarnya." Sahut  Hyukjae yang kemudian berhenti di tengah tangga itu.
"Eitss. tidak bisa, antar ini sampai ke dalam kamar Sun!" Seru perintah Ibunya lagi.
“Eomma! Gadis itukan sudah besar,ia bisa mengangkatnya sendiri!” Hyuk yang mulai kesal dengan tingkah Ibunya yang terus menerus menyuruhnya. Siapa sebenarnya anakmu? Kenapa menyuruh anaknya sendiri bagaikan pembantu? Batin Hyuk dalam hati.
“Dia adalah gadis! Ia sulit untuk membawanya ke atas.” Ibu Hyuk memberi alasan lagi, dari pada terus menerus mendengar Ibunya menceramahi terus menerus. Lebih baik ia menurut apa kata Ibunya dan membawakan kopernya ke atas.
Ah,sepertinya Sun sudah tidak melihat Hyukjae lagi. Mungkin ia sudah tidur di kamarnya. Batin Hyesun, “Ahjumma.” Panggil Hyesun memberanikan diri.
“Ne,ada apa ?” Balik tanya Ibu Hyuk menatapnya.
“Aku mohon. Jangan terus menerus menyuruh Hyukjae, aku bisa melakukan sendiri.
lagi pula, aku hanya tamu disini.” Ucap Sun agar Ibu Hyuk tidak menjadikan anaknya bagaikan budak karenanya.
“Aigoo! Aku menyuruhnya bukan karenamu,jadi kau tidak perlu takut itu semua kesalahanmu.
anak itu semakin hari semakin besar,aku harus membuatnya menjadi mandiri. Bagaimana jika ia menikah nanti? Kasihan sekali istrinya jika menghadapi orang seperti dia.” Ibu Hyuk memberi alasan yang sebenarnya.
“Huh,jadi begitu? Aku kira itu semua kesalahanku.” Ucap Sun merasa lega mendengar pernyataan wanita paruh baya di depannya.
“Ne. bukankah kau merasa lelah? Kau tidurlah,besok kau harus berangkat sekolah dengan Hyuk-ie.” Perintah Ibu Hyuk pada Sun.
“Ne. terima kasih,Ahjumma.” Ucap Hyesun berterimakasih, “Donghyuk,aku pergi dulu ya?” lanjutnya pada Donghyuk.
“Ne,Noona.” Donghyuk sempat tersenyum dan masih memainkan PSP kesayangannya.
Hyesun perlahan lahan melangkahkan kakinya mencicipi langkah demi langkah berada di tangga kerajaan. Ya, ini pertama kalinya ia melihat rumah semewah bagaikan kerjaan seperti ini. Walaupun sebelumnya ia pernah ke rumah ini. Tapi, rumah ini belum sebagus sekarang. Mungkin sudah di renovasi saat ia pindah rumah dulu.
Hyesun melambatkan sedikit langkah kakinya ketika melihat Hyukjae sudah menunggunya di dekat pintu kamar yang entah kamar siapa.
Sial, rasa apa yang di rasakannya kini? Gugup,takut,kesal, semuanya terkumpul menjadi satu mengalir dalam setiap darah tubuhnya.
"Ini kunci kamarnya."Ucap Hyuk pada Hyesun. Ah,jadi ia hanya ingin memberi kunci ini? Aku kira ia sudah mulai mengajakku untuk perang. Batin Hyesun.
"G-gumawo." Hyesun berterima kasih dengan mengucapkanya sedikit terbata. Entah apa yang gadis itu rasakan saat ini sambil menerima kunci.
“Kenapa ? kau merasa gugup? Atau merasa takut?” tanya Hyuk memberikan tatapan sedikit sinis pada gadis di depannya.
Hyesun tidak berani menatapnya. Ia tahu pasti Hyukjae sedang memberinya tatapan sinis itu. Sun hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit menundukan kepala.
"Baiklah,aku pergi." Namja itu membalikan tubuhnya untuk pergi ke kamarnya,jelas sekali bahwa kamar mahluk mengerikan itu berada di samping kamar Hyesun.
"Hyukjae…” Panggil Hyesun tiba-tiba. Ah,apa yang harus ia lakukan sekarang. Rasanya takut harus berdekatan dengan orang yang paling di bencinya itu.


===== TBC =====

Contoh naskah Drama yang di perankan Empat (4) orang bertema sabar


Judul : Derita Si Anak Idiot
Tema : Kesabaran
Alur : Alur maju
Latar : Di Ruang Kelas
Genre : Komedi,Drama,Tragedi
Pemain :
·        Ananda Sekar Mayang sebagai Teman jahat
·        Dwiarti  sebagai Murid baru
·        Husna Syafira M. sebagai Teman baik Dwiarti
·        Shinta Nurhadhila sebagai Teman jahat Mayang
Pembaca Naskah : Shafira Farah R.
Pembaca amanat (Ending) : Shafira Farah R.
Penulis : HTS

Amanat :
“Sabar artinya Tahan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Orang yang sabar hatinya akan teguh dan berusaha mencari jalan keluar dari cobaan tersebut.
Dalam cerita ini maksud sabar yang di maksud adalah sabar menghadapi cobaan.
dan janganlah kita terlalu membentak,Menghina,Menjahili bahkan Meledek teman kita hanya karena dia berbeda dari teman lainnya.”


 --o0o--
            Pagi hari di sebuah sekolah Elite di daerah Bekasi yang terkenal dan biasa disebut dengan MTsN 1 Bekasi. (Madrasah Tsanawiyah Negeri Bekasi).
Dari luar pagar sekolah ini saja sudah terlihat akan kemewahan sekolah ini. Tentu saja sekolah ini berbeda dari sekolah lainnya.
Karena Bangunan sekolah yang bagus serta Fasilitas yang cukup memadai membuat bayaran terbilang cukup mahal untuk setiap bulannya. Sehingga,rata-rata siswa yang bersekolah disini cukup mampu di bidang ekonomi keluarganya.

Mayang : “Eh,Eh. Katanya emang bener ya?
di kelas kita bakalan ada murid baru?” Ujar siswi bernama Mayang. Ia sendiri berasal dari keluarga yang tidak terlalu sederhana sehingga bisa bersekolah di sekolah itu.
Namun,karena kekayaan yang ia miliki membuatnya menjadi anak yang sombong.
Husna : “Aku nggak tau deh.
Aku denger-denger sih katanya begitu.” Jawab salah satu temannya bernama Husna. Sama dengan Mayang,Husna sendiri berasal dari keluarga yang cukup kaya. Hanya saja,ia berbeda dari Mayang. Walaupun ia berasal dari keluarga mampu ia sering menyisihkan uang jajannya untuk di infaqkan dan ia tidak pernah memiliki sifat yang sombong.
Shinta : “Tapi,aku denger-denger sih. Katanya dia bukan orang kaya.” Sahut siswi lainnya bernama Shinta.
Mayang : “Hahh? Bukan orang kaya?
Mana mungkin bisa bayar SPP di sekolah ini.” Ujar Mayang.
Husna : “Tssssst. Nggak boleh begitu,Mayang.
Bisa aja dia mendapatkan beasiswa atau keluarga saudaranya yang membantu dia untuk membayar SPP.” Ucap Husna menasehati.
Shinta : “Eh,Eh. Orangnya dateng tuh.” Ucap Shinta.
            Seorang Murid baru itu dating masuk ke ruang kelasnya. Tampak dari kejauhan saja sudah terlihat kondisinya berbeda dari murid lainnya.
Ia memang bukan berasal dari keluarga yang kaya. Namun, kesederhanaannya itu membuat ia rendah hati. Dia juga cukup pintar dalam urusan belajar.
Dwiarti : “Assalamu alaikum.” Sapa salam Murid itu yang memasuki kelas.
Husna,Mayang,Shinta : “Waalaikum salam.” Jawab lembut Husna. Namun, berbeda dengan mayang. Ia menjawab salam dengan jutek.
Husna : “Kamu murid baru ya disini?” Tanya Husna.
Dwiarti : “Iya. A-aku murid baru disini.” Jawabnya terbata di karenakan sedikit gangguan pada organ bicaranya.
Husna   : “Nama kamu siapa? Coba kenalin diri dong.” Suruh Husna.
Dwiarti : “N-nama aku Dwiarti. A-aku murid pindahan dari sekolah Al-Munir.”
Husna : “Namaku Husna. Dia Mayang dan disampingnya Shinta.Kenapa kamu pindah sekolah?”
Dwiarti : “A-aku pindah sekolah gara-gara rumah tante aku di dekat sini.
soalnya kedua orang tuaku sudah tidak ada. Jadi aku sekolah disini di bayarin Tante aku.” Ucap Dwiarti polos.
Mayang : “Yaelah. Nggak mampu aja sok-sok an masuk sekolah disini.
Bayar SPP aja di bayarin orang. Hahahahh.” Tawa jahat Mayang yang membuat Dwiarti cukup sedih.
Husna : “Mayang! Nggak boleh ngomong gitu.” Ucap Husna pada Mayang, “ Maaf ya. Aku nanya begitu. Aku nggak tau kalau…” Ucap Husna terpotong.
Dwiarti : “N-nggak apa-apa kok,Husna.”
Husna : “Yaudah. Kursi di depan Mayangkan kosong.. kamu duduk disana aja.”
Dwiarti : “Iya.Husna,T-terima kasih.” Ucapnya langsung duduk.
Shinta :“Husna,tadi kamu di panggil Pak Huda buat ke ruang guru.
Cepet gihh,kamu kan ketua kelas.” Sahut Shinta.
“Iya, deh. Iya.” Jawabnya yang langsung pergi.
“Eh,anak baru. Siapa nama lo itu? Gue lupa.” Maki Mayang.
“Dwiarti,May.” Sambung Shinta.
Mayang : “Eh,iya. Pokoknya itulah..
Anak idiot. Nantikan Ulangan,Pokoknya lo harus ngasih tau jawaban lo ke gue!” Perintah Mayang.
Dwiarti : “T-tapi. Kan ulangan nggak boleh di k-kasih tau jawabannya,Mayang.”
Mayang : “Udah selama nggak ada yang tau mah nggak apa-apa.
Lo mau nggak di temenin kita-kita? Hah?” Ancam Mayang.
Shinta : “Iya, lo mau emang?” Ancam Shinta juga.
Dwiarti : “I-iyadeh. N-nanti aku kasih tau jawabannya.” Ucap polos Dwiarti lagi.
Shinta : “Eh,Eh. May,Husnanya udah dateng.” Ucap peringatan Shinta yang membuat mayang langsung duduk di tempatnya begitu pula Shinta.
Husna : “Temen-temen, Pak Huda ada urusan sebentar nah.
dia ngasih tugas Ulangan ini. Jadi,nggak ada yang boleh nyontek.
walaupun Pak Huda nggak ngeliat,tapi Allah ngeliat segalanya. Jadi tolong pas waktunya udah habis langsung di kumpulin.” Ujar Husna .
Husnapun langsung membagikan kertas ulangan itu.
Semua murid di kelas itupun mengerjakan soal-soal ulangan itu,tapi hanya Mayang dan Shinta yang tidak mengerjakan justru malah memainkan ponsel mereka.
Husna : “Temen-temen waktunya 5 menit lagi.” Ujar Husna.
Mayang : “Eh,Anak idiot mana kertas jawaban lu?” Tanya Mayang.
Dwiarti : “I-ini…” ucap polos Dwiarti memberikan hasil jawabannya.
Mayang :  “Awas lu kalo nilai gue jelek! Nih,sekarang kertas jawaban gue buat lo aja.
dan kertas jawaban lo buat gue!” Ucap mayang yang langsung mengambil kertas itu.
Dwiarti : “T-tapi itukan punya aku. Waktunya juga mau habis.”
Mayang :  “Mana gua peduli..” Maki Mayang yang mengganti nama kertas jawaban Dwiarti menjadi namanya. Ia juga memberikan jawaban itu kepada shinta yang langsung menulis cepat jawaban itu.sedangkan Dwiarti malah mengerjakan lagi kertas ulangan itu.
Husna : “Temen-temen waktunya udah abis.” Sahut Husna yang langsung mengambil hasil jawaban mayang,shinta dan murid lainnya tak luput juga Dwiarti.
Dwiarti : “Hmmm.. H-husna,a-aku belum selesai ngerjainnya.” Sahut Dwiarti yang belum menyelesaikan kertas ulangan itu.
Husna : “Maaf. Tapi,waktunya sudah habis,dan ulangan ini semuanya harus di kumpulin.” Ucap Husna.
Mayang :  “Udahlah. Siapa suruh lo belum selesai ngerjainnya!” Maki Mayang.
Dwiarti : “T-tapi..” ucap Dwiarti terpotong.
Shinta : “Lo mau kita semua di marahin??” Tanya keras Shinta.
Dwiarti :“Oh,y-yaudah deh. Ini..” ucapnya memberikan hasil ulangannya yang belum selesai.
            Husnapun mengambil hasil ulangan semua murid di kelasnya dan pergi memberikan ke Ruang guru.
Mayang :  “Eh anak idiot!
kasian banget sih hidup lo. Udah yatim piatu,miskin, idiot pula..” Maki Mayang.
Shinta : “Tau lu! Idiot aja sok-sok an masuk ke kelas ini.” Sambung Shinta.
Dwiarti :“Emangnya s-salah aku tuh apa?
k-k-kenapa kalian ngejek aku mulu..” runtuk Dwiarti.
Mayang :  “Salah lo apa?
gara-gara lo masuk kelas ini,nama kelas kita jadi jelek nanti!
kelas 8.2 yang tadinya murid-murid kaya malah menampung murid bodoh,idiot,cacat dan miskin kaya lo!” Marah Mayang.
Dwiarti : “T-tapi,inikan baru pertama kalinya aku masuk sekolah disini.”
Mayang :  “Ya,emangnya lo kira gue ini peduli gitu,terus merasa iba sama lo?” ucap Mayang.
Shinta : “Tau lo! Lo mau di kasianin sama sekolah ini buat ngasih uang buat kematian orang tua lu emang?” sambung Shinta.
Dwiarti : “E-enggak kok, aku nggak perlu itu semua.”
 Husnapun datang masuk ke kelasnya melihat teman barunya di Maki-maki oleh Mayang dan Shinta.
Husna : “Astagfirullah Hal Adzim.
Mayang,Shinta! Kalian apa-apaan sih!
Dia itu murid baru disini,kalian bukannya menyambut dia malah mengejek dia.” Ucap Husna.
Mayang :  “Alah terserah lo aja deh.
Nggak peduli gue.” Ucap Mayang cuek.
Husna : “Udah-udah. Ini ada tugas dari Wali kelas.
PR Hal 34-40 LKS. Besok di kumpulin.” Ucap Husna.
            Husna sebagai ketua kelaspun memimpin do’a pulang dan para murid di kelas itu satu per satu pergi termasuk Husna. Jadi,disana hanya tinggal Dwiarti,Mayang dan Shinta.
Mayang :  “Eh,lo mau pergi kemana?” ucap Mayang seraya memukul meja di depan Dwiarti.
Dwiarti : “A-a-aku mau pulang.” Jawab Dwiarti ketakutan.
Shinta : “Bagus deh,kalau lo mau pulang.
ambil tuh..” ucap Mayang memberikan dua buku LKS miliknya dan milik Shinta.
Dwiarti : “K-kenapa k-kamu ngasih ke aku?” Tanya Dwiarti.
Shinta : “Alah,masa beginian doang nggak ngerti sih?” sambung Shinta.
Mayang :  “Lo bawa tuh LKS dan pokoknya besok buku itu harus udah selesai semua!!” suruh Mayang.
Dwiarti : “M-maksudnya?”
Shinta : “Alah nggak usah sok lugu deh!
lo kerjain tuh LKS punya gue sama punya Mayang.” Ucap Shinta.
Dwiarti : “T-taapi ini kan…” ucapnya terpotong.
Mayang :  “Lo mau cari masalah sama gue? Hah??!!”ucap Mayang.
Dwiarti : “I-iya  deh. Besok aku kasih ke kalian udah selesai semua.
aku  pergi dulu.” Ucap pasrah Dwiarti yang langsung pergi membawa kedua buku LKS itu di tangannya.
Mayang :  “Hahahahhh…
sekarang kita bisa manfaatin dia. Iya,nggak Shin?” tawa jahat Mayang.
Shinta : “Iyalah.jadi kita nggak usah repot buat ngerjain PR.” Jawab Shinta.
Mayang :  “Iya. Udah ahh,yuk pulang.” Ajak Mayang.
                        Mereka berduapun akhirnya pulang.
***************************************************************************
Keesokan harinya.
Terlihat sudah beberapa murid berada di dalam kelasnya. Termasuk Dwiarti,Mayang dan Shinta. Namun Husna dan beberapa murid lainnya belum datang.
Mayang :  “Mana? Lo udah kerjain belom PR kita?!!” Tanya Mayang menuntut.
Shinta : “Iya,lo udah kerjain belom?” sambung Shinta.
Dwiarti : “U-udah kok. Udah aku kerjain.
Tapi,ada lima sampai tujuh nomor yang belum aku kerjain.
S-soalnya a-aku ngantuk banget tadi malem.” Jawab Dwiarti memberikan LKS mereka.
Mayang :  “APA??!! Belom lo kerjain?
kan gue nyuruhnya lo harus udah kerjain semuanya!
Coba,shin. Cek lks yang ada di tasnya. Cocokin jawabannya!
ntar,yang ada malah jawaban kita yang dia asalin lagi.” Suruh Mayang.
Mayang :  “Iya,May.” Ucap Shinta.
Shintapun mengambil buku LKS yang berada di dalam tas Dwiarti, dan ia mencocokan hasil jawaban yang tertera pada jawaban Dwiarti dan yang ada di buku mereka berdua.
Shinta : “May,may. Liat  nih,di lks dia.
jawabannya itu A sedangkan dia jawab di lks kita B.” Ucap Shinta mengadu.
Mayang : “Tuh kan,bener dugaan gue!
lo sengaja ya,mau cari rebut sama gue? Hah? Lo udah berani sekarang?
Udah,Shin. Coret-coret aja bukunya,kalau perlu di sobek.” Maki Mayang.
Shinta : “Iya,iya.” Ucap Shinta yang langsung mencoret-coret buku Dwiarti
Dwiarti : “Jangan,buku aku jadi rusakkan?” ucap kecewa Dwiarti yang melihat bukunya telah di rusak Shinta.
Mayang :  “Emangnya gue peduli gitu?
Lo udah berani sama kita? Hah? Lo sengajakan ngebedain jawabannya?” Tuntut Mayang.
Dwiarti :“E-enggak gitu kok,
a-aku Cuma takut,kalau jawaban kita s-sama persis nanti dikira nyontek.
tapi,jawaban yang bener itu B,kok.. bukan A.” jawab Dwiarti yang sebenarnya.
Mayang :  “Udah deh,nggak usah banyak bacot deh,sama gue.
lo kira ini,gue gampang di tipu apa?.” Ucap Mayang yang langsung mendorong Dwiarti sehingga ia terjatuh ke lantai. Kursi dan meja yang berada di dekatnya juga ikut terjatuh.
Dwiarti : “T-tapi, a-aku nggak bohong,kok.” Ucap Dwiarti.
Shinta : “Alah! Lo udah miskin aja belagu banget sih!” ucap Shinta.
Dwiarti : “T-tapi,a-aku beneran.”
Mayang :  “Terus lu kira gue mudah ditipu sama lo? Gitu?” Tany Mayang.
Dwiarti : “T-t-tapi a-aku udah berkata jujur.”
Mayang :  “Lo. Itu, Miskin,bodoh,idi…” ucap Mayang terpotong.
            Tiba-tiba Husna datang.
Husna : “Astagfirullah. Mayang,Shinta!
kalian udah di bilangin nggak ada kapok-kapoknya ya!
kalian mau aku kasih tau wali kelas? Biar kalian di marahin? Hah?” Ancam Husna.
Mayang : “Eh, jangan gitu dong.
lagian,kitakan nggak beneran Cuma bercanda doang.iyakan,Dwiarti..?” Tanyanya pada Dwiarti memberi isyarat menggertak.
Dwiarti : “I-iyaa..” jawab Dwiarti.
Husna : “Emangnya kalian kira aku ini apa? Aku bukan anak kecil lagi yang gampang ditipu.
Pokoknya sekarang juga aku harus bilang Bu Alfat.” Ancam Husna yang beranjak pergi namun,langkahnya di tahan oleh Mayang dan Shinta.
Mayang :  “Aku janji deh. Aku nggak bakalan ngejek dia lagi.
Maa-maaf.” Ucap Mayang.
Shinta : “Iya,jangan bilangin Bu Alfat,dong.” Sambung Shinta.
Husna : “Kok minta maafnya sama aku sih?
kalian beneran mau aku bilangin Bu Alfat?” Ancam Husna lagi.
Mayang :  “Iyadeh.MAAF,ya.” Ucap Mayang jutek.
Husna : “Minta maafnya yang bener!” ucap Husna.
Mayang : “Iya-iya! Alay banget sih.” Ucapnya yang masih jutek, “Dwiarti,gue minta maaf. Gue janji nggak bakalan ngina lo lagi.” Ucap Mayang sambil memberikan tangannya.
Dwiarti : “Iya. Nggak apa-apa kok.
Aku juga minta maaf sama kalian.” Ucap Dwiarti meraih tangan Mayang.
Shinta : “Aku juga minta maaf,ya.” Ucap Shinta memberikan tangannya.
Dwiarti : “Iya, nggak apa-apa kok.” Ucap Dwiarti, “ Makasih ya,Husna. Udah nolongin aku.” Lanjutnya.
Husna : “Iya nggak apa-apa.
ginikan jadi enak,damai. Nggak ada yang marah-marahan lagi.” Ucap Husna tersenyum.



            Mayang dan Shintapun mengakui kesalahan mereka berdua. Kita harus mencontoh sikap dari Dwiarti karena,dari keterbatasannya ia tetap bersabar dan tidak mengeluh dalam menghadapi cobaan. Dan jangan mencontoh sikap dari Mayang dan Shinta.
Sebagai hamba Allah yang beriman,wajib hukumnya mempunyai sifat Sabar dalam menghadapi cobaan.
Sabar artinya Tahan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Orang yang sabar hatinya akan teguh dan berusaha mencari jalan keluar dari cobaan tersebut.
Dalam cerita ini maksud sabar yang di maksud adalah sabar menghadapi cobaan.
dan janganlah kita terlalu membentak,Menghina,Menjahili bahkan Meledek teman kita hanya karena keterbatasan kemampuan,dia berbeda dari orang lain atau tidak sempurna dari orang lain.
Karena sesungguhnya Kesempurnaan hanya milik Allah semata.”



The End.

Saturday, 30 November 2013

Renungan Seorang ELF ( ELF? WAJIB BACA! )

Renungan Seorang ELF

Typo? Maaf!
Renungan ELF. Kenapa judulnya begitu ? wadooh! Siapa yang buat beginian?
Oke, sesuai judulnya kali ini aku akan share yang namanyanya “Renungan Seorang ELF”
Dalam rangka apa sih di buatnya?
sebenarnya tidak ada yang special sih.

**FlashbackOn**
Empat hari yang lalu sebelum tanggal 30 November yaitu sekitar tanggal 26 November aku sebagai seorang ELF selama empat tahun jalan lima tahun mengundurkan untuk menjadi seorang ELF.
“Waddddooooohhhhhh!!!!!”
“Mayyygatttt!!!!”
“Gak mungkin!!”
sebagian reaksi dari kerabataku setelah aku memutuskan untuk menjadi seorang ELF.
“WHY??”
Pertanyaan itu sering terdengar di telingaku. Oke, aku akan menjawab semua pertanyaan itu.
“Kenapa berhenti untuk menjadi seorang ELF?”
Beberapa hari sebelum hari itu terjadi,aku sebagai ELF yang juga sebagai Petals mencari Informasi terbaru atau ‘Kpop News Update’ tentang Kim Hee Chul. Tentu saja ini hal WAJIB bagi seorang Netizen ELF untuk mengetahui kabar terbaru dari idolanya. Soalnya gak mungkin kan? Masa Netizen Kudet tentang berita terkini?
dan JLEEEBBBBB!
kalau bahasa zaman sekarangnya “Hancur hatiku” setelah membaca berita seperti ini. Automatis Galau,gak semangat,hampa rasanya setelah mendengar berita bahwa “ Fans dari Kim Hee Chul ingin idolanya untuk segera berkencan.”
Jujur aja,aku baru baca FF yang castnya Heenim ceritanya tentang seorang kekasih dari kim hee chul yang hampir batal menikah cuman gara-gara,namja yang satu ini lebih mempedulikan fansnya dari pada kekasihnya. Tapi namun akhirnya namja ini berusaha untuk care terhadap kekasihnya dan melupakan semua fansnya yang selama ini mendukungnya.
Bayangkan coba kalian para ELF,Petals,Kpopers,Ex-ELF atau fandom lainnya. Bayangkan,bayangkan apa kalian mau Pria yang selama ini kalian sayangi,kalian cintai,kalian terus teriakan namanya akan menjadi Ahjussi dan tidak menikah hanya demi fans?
Haloooooo????
Super Junior juga manusia,dia butuh seorang pendamping dalam hidupnya.
ya,beruntung sih kalau orang yang di nikahin bias kalian di kemudian hari adalah kalian sendiri.
senang,bahagia pastinya menjadi seorang istri dari orang yang selama ini kalian idolakan yang mungkin sampai bertahun-tahun. Yang tadinya mimpi bisa jadi kenyataan,siapa yang gak seneng coba? Seorang fans bisa menikah sama idolanya? Mungkin ini sebagian kecil harapan dari seluruh fans.
Tapi Bro, coba liat kalau biasnya punya twitter. Coba liat berapa jumlah followersnya?
contoh : Choi Siwon jumlah followernya 3 jutaan lebih sampai saat ini.
kalian bersaing dengan 3 juta lebih untuk mendapatkan hati dari bias kalian.
itu baru yang punya twitter,coba dari seluruh ELF di dunia ini. Apa semuanya punya twitter? Enggak kan? Coba kalian bayangkan kalian kira-kira bersaing dengan berapa juta fans lainnya untuk mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari bias kalian. Bukan sebagai FANS,tapi sebagai ISTRINYA.
Coba bayangkan bagaimana jika tahun-tahun berikutnya kedepan di semua majalaj,berita tv,facebook,twitter dan media lainnya terpampang berita bahwa bias kalian akan menikah sebentar lagi. Apa perasaan kalian? Sakit hati?cemburu?iri? rela? Iklas?ridho? cuman kalian sendiri yang tau.
Mungkin sebagian fansnya lainnya udah nangis berhari-hari,galau everytime,mogok makan atau pengen bunuh diri?
Wajar kalau kalian begitu. Jalan lima tahun aku jadi Petals denger berita gitu aja udah galau sampai mau berhenti jadi ELF. Bagaimana kalau berita ‘Kim Hee Chul akan segera menikah’
Mulai dari saat itu aku sadar posisi aku dimana,posisi bias aku dimana?
Dari segi keturunan,agama,Negara,bahasa,drajat,usia,posisi, satupun gak ada yang sama.
Aku sadar kalau aku dan biasku berasal dari dunia yang berbeda. Kemungkinannya kecil Bro bisa dapetin tuh bias. Dari segi usia aja aku selisihnya 16 TAHUN.
Aku lihat sekali lagi temen-temenku yang satu fandomdi twitter. Rata-rata mereka udah kerja Bro, bahkan paling muda aja udah mau lulus SMA. Sedangkan aku apa ? masih kelas 8,SMP belum lulus!
bagi mereka para eonni-eonniku memiliki kesempatan yang cukup besar bila di lihat dari segi usia.
Baeruntung kalau dari kalian ada yang fansnya ‘Jonghyun SHINee’ dia menerima perbedaan umur selama 6 tahun. Sedangkan bias aku?
Oke! Aku putuskan berhenti jadi ELF cuman gara-gara hal sepele kaya begitu. Merasa di campakan itu pasti! Aku cerita ke beberapa temanku kalau aku tidak menyukai HC lagi.
tapi factor lainnya juga karena perbedaan keyakinan. Aku dan HC berbeda keyakinan.
Mustahil kalau aku akan berpindah agama hanya karena satu orang.
Aku sadar selama ini aku sudah menghabiskan 3 Juta lebih uang Cuma buat beli pernak-pernik tentang bias selama hampir lima tahun. Mungkin sekarang udah 4 juta lebih. Cuman buat beli kaset doing aja aku sudah menghabiskan 700 Ribu lebih.
“Kaya banget lo!”
ENGGAK! Aku terlahir dari keluarga sederhana. Aku dan HC berbeda dunia dari segi harta.
dia di takdirkan sebagai keluarga terpandang,sedangkan aku?
“Dari mana lo dapetin semua uangitu?”
Tentunya nabung Bro. anak kecil kaya aku belum di terima kalau mau kerja. Lumayan enak sih kalau ada ELF yang udah kerja,uang ngalir setiap tahunnya. Sedangkan aku? Mau beli tiket nonton konser aja harus nabung dulu berbulan-bulan. Setiap harinya harus rela gak jajan demi liat bias nanti.
*Maaf Bagi yang NON Muslim.
Maaf sebelumnya bagi para pengunjung blog aku yang memiliki agama NON Muslim. Karena ini Di Indonesia,wajar kalau mayoritas agama adalah Muslim. Kita juga harus memahami perbedaan agama sesama fandom.
Coba sadar nggak kalian? Selama ini mengidolakan orang yang berbeda agama?
HARAM hukumnya bagi Muslim hanya sekedar memasang Poster di dalam kamarnya. Karena nati malaikat nggak mau masuk ke dalam kamar tersebut. Belum lagi kita mengidolakan orang yang berbeda keyakinan dari kita aja itu udah dosa Bro, kalau sampai Fanatik.
aku udah banyak dosa sampai detik ini aja,dosa aku mau di tambah lagi? Mau di siksa bagaimana lagi aku di akhirat? Aku juga ingin tenang setelah meninggal nanti lagi.
Itu salah satu factor kenapa aku berhenti dari fandom aku.
jadi buat yang Muslim tolong inget… siapa idola kalian!! Jangan sampai terlalu Fanatik sampai lupa diri,sampe lupa agama,sampe lupa ibadah,sampe lupa orang tua,temen,sahabat Cuma demi bias kalian.
Inget!! Neraka nggak enak Bro, namun yang namanya manusia nggak luput dari dosa.
coba aja tanyain sama pencuri,dia milih masuk Surga atau Neraka? Setiap orang pasti maukan masuk surga? Please Thinking Again!!
Nah,tau sendirikan sekarang apa masalahnya?
Aku udah hampir 4 hari hiatus jadi ELF. Sahabat ELF aku (sebut saja B) sampai nangis cuman gara-gar beginian.
Jujur aja,di kelas cukup banyak yang jadi ELF. Aku sendiri malu,padahal di bandingkan dengan sahabat aku yang satu lagi(Sebut saja A ). Aku nggak terlalu deket sama si B. Dia orang yang sangat baik.. ELF yang sangat baikk!!
Udah dari kemarin sejak aku nulis ini dia nangis Cuma gara-gara aku berhenti jadi ELF. Namun dia tetap baik sama aku,tetep deket sama aku. Bahkan sampai mohon untuk kembali seenggaknya jadi Kpopers atau fandom yang lainnya. Atau nyari Bias lain. Ya ampunn.. ini baru beberapa hari,
sebutan ‘Good ELF’ kayanya patut buat di kasih dia.
Oke,Mulai sekarang aku sadar.
Kita Mulai renungan kita~
Sebelumnya aku nanya sama temen aku yang lebih mengerti agama dari aku, “Apa aku salah mengidolakan Kim Heechul? Aku udah nggak Yadong lagi,aku udah hapus 20 lebih video rockstar aku.” Seperti mencintai seorang ayah,seperti itu cinta aku sama Kim HC. Selama hampir lima tahun Bro,mencintai Kim Heechul. Saat ngelupain apa semudah itu? gak Cuma sehari-dua hari langsung lupa.
“Apa cita-citamu?” jawabannya menjadi Istri Kim HeeChul.
“Bagaimana?” langkah pertama,belajar yang rajin untung mendapatkan nilai bagus dan menghasilkan uang. Zaman sekarang udah banyak lembaga yang menerima Beasiswa. Setelah itu masuk SMA favorit dan Kuliah jurusan sastra Korea di UI. Lalu mengumpulkan uang dan pergi ke Korea. Setelah sampai disana,aku harus menjadi seorang yang bisa di kenal Kim Hee Chul. Apapun pekerjaan yang aku laksanakan nanti,aku harus menjadi orang yang bisa di kenal. Setelah itu membawa Kim Hee Chul ke agamaku dan menikah dengannya. Memiliki keluarga yang bahagia dan bisa membangun perusahan agar saudaraku gak usah kerja terlalu keras untung dapatkan uang. Setelah itu memberangkatkan kedua orang tua pergi haji. Kenapa?
aku sudah bilang sebelumnya sama kedua orang tua aku untuk jangan pergi haji sebelum aku yang membiayakan mereka. Terus apa responnya “ Bagaimana jika mamah umurnya gak panjang?” aku harus menjadi sukses lebih cepat dari hari itu.
jadi apa cita-cita aku salah?
Jujur,setelah aku memutuskan berhenti jadi ELF. Aku tidak memiliki semangat hidup. Menjalani ‘kehidupan tanpa tujuan’ seperti itu hidup aku?
TIIDAAKKK!
Mulai hari ini aku akan kembali menjadi ELF.
“Terus gimana? Katanya agama lo..?”
Jangan terlalu fanatik. Mengidolakan siapa saja itu boleh jika dia bisa membuat hidup kita lebih baik dari sebelumnya. Asalkan jangan lupa kalau Nabi Muhammad adalah idola nomor satu kita *Maaf bagi yang non muslim.
Jangan lupa sama tuhan kalian,keluarga kalian,teman kalian,sahabat kalian.
“Ababil lo!!”
Terserah celaan,cemoohan,hinaan apa yang mau kalian kasih ke aku. Itu adalah sebagian kecil perjalanan hidup aku menjadi seorang ELF.
Aku telah berjanji untuk menjadi ELF sampai akhir,percaya pada Super Junior,tidak menghianatinya sampai titik terakhir.
“Terus lo mau pindah fandom?”
ENGGAK! Terutama untuk fans exo *Maaf. Tapi aku sering denger kalau sebagian ELF sering Fanwar sama EXO fans. Sehingga saling benci.
Maaf,tapi aku tidak akan pindah ke fandom manapun.
Aku percaya dengan Fandomku. ‘Prom15e to 13elieve’
kalimat yang terus aku pegang. Kalimat yang terus menjadi motto ku.
saling percaya dengan ELF dan Super Junior.
Membanggakan nama Indonesia sebagai ELF terbaik.
Berhenti membash fandom lain.
Aku bukan ELF dari awal,tapi aku harus menjadi ELF sampai AKHIR!
Melihat sebagian ELF yang pergi. Berpindah fandom,bagaimana perasaan Super Junior?
Orang yang dulu kalian idolakan namun sekarang sudah kalian benci?
sampai saat ini belum menikah,itu demi siapa ELF?
Memiliki banyak bakat. Bisa bernyanyi,menari,rnge-rapp,nada tinggi,nada rendah,acting,main film besar seperti ‘Transformer4’,main drama,ngisi OST drama,Jualan kaca mata,buka toko,penyayang binatang,penyayang anak kecil,berani tampil beda di hadapan fans,berani tampil jadi cewek yang sering di bash’banci’,mampu sujud di harapan fans,ketika twitter di bajak dia yang meminta maaf,mudah memaafkan orang lain,membantu boyband rookie,menulis lagi,nge-DJ,buat tarian buat boyband lain tapi malah di bash,dll.
Coba para EX-ELF kalian bayangkan semua itu?
Kenapa kalian pindah fandom? Hanya karena mereka sudah tua?
coba fikirkan lagi…
Maaf,kalau kata aku terlalu kasar.
maaf atas segala perkataanku. Ini sebagian fikiran ku.
Ingat! Setiap orang punya pemikiran berbeda.

DON’T BASH ME!!!

Sunday, 17 November 2013

Fanfiction Korean FF Super Junior's Assistant ? [ Super Junior Series ] Part 2

          
Title : Super Junior’s Assistant

Genre :  Romance,Friendship,
Lenght : (?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·        Kim Hye Sun / Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Choi Si Won
·        Kim Ye Sung
·        Han Tae Sun
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS 
Note !!!
FF ini murni berasal dari fikiran aku sendiri tanpa ada unsur plagiat di dalamnya.
Jika menemukan jalan cerita yang sama seperti ini sesudah cerita ini di buat adalah plagiat.

PART2 

  Baru beberapa langkah Gadis itu berjalan membuat sebagian para anggota SJ itu bengong melihatnya.
Matanya yang hitam menghiasi wajah mungil gadis itu. Rambutnya panjang yang sedikit ikal di bawah tersibak karena tidak di kuncir.bibirnya yang begitu mungil di liputi senyuman indahnya serta kulitnya yang putih bersih membuat gadis itu semakin terlihat cantik.
Di baluti tubuh mungilnya itu dengan baju yang bisa di bilang tidak terlalu modis yang panjang lengannya hampir menutupi jari-jari tangannya dengan rok panjang berwarna cerah sehingga menutupi mata kakinya serta tas berbentuk koper yang ukurannya cukup besar membuat salah satu faktor terlihat anehnya gadis itu.
bila di lihat wajahnya,ia sama sekali tidak menggunakan Make Up.sehingga menunjukan kepolosan pada wajahnya…
“A-Annyeong Hasseyo.
S-silahkan masuk dulu kedalam.sekaligus memperkenalkan dirimu…”Jawab sapa Siwon yang tak percaya melihat gadis di depannya itu sekaligus mempersilahkannya masuk.
“Apa,kau…
 Assistant baru kami?” tanya Eunhyuk yang sedikit terbata.
“Ne. Annyeong Hasseyo. (Ya. Apa kabar?)
Jeo-neun Lee Hye Sun imnida.  (Nama saya Lee Hye Sun).
Je naineun 27 sarimnida, ( Umur saya,27 tahun),
saya tinggal di daerah Seoul sebelumnya.
Mannaseo bangapsseumnida. (Senang bertemu dengan kalian).” Sapa Hyesun memperkenalkan dirinya.
“Kau mengenal kami semuakan?” Tanya Eunhyuk.
“Ne. Eunhyuk-ssi,dan aku baru mendapat kabar dari Taesun-ssi bahwa Jung Ahjumma sudah tidak bekerja lagi disini.jadi,kalian semua harus membersihkan dorm ini..”
“Ah! Ige mwoya…?” rengek sang Leader Leeteuk.
“Tapi,aku belum pernah membereskan rumah sebelumnya.” Ujar Ryeowook.
“Ne.aku akan membantu kalian.” Ucap Hyesun
“Ah! ini semua membuatku lapar!
bagaimana jika kita memesan Pizza?” tanya Eunhyuk.
“Ini masih terlalu pagi. Tokonya belum buka Hyukie..” jawab Siwon.
“Ah! aku sangat lapar. Hyesun-Ah,apa kau bisa membuat kami makanan?” tanya Eunhyuk pada Hyesun.
“Ne. tentu saja bisa! Tapi itu tergantung bahan-bahan yang ada disini.”
“Semua bahan makanannya ada di dalam kulkas. Kau bisa membuat bibimbap?” Tanyanya lagi
“Ne. aku akan membuatkan untukmu satu.” Jawabnya.
“Hyesun noona?” panggil Kibum
“Nde?” tanya Hyesun
“aku juga ingin satu. Tolong buatkan untukku juga ne?” ucapnya memohon.
“Baiklah,aku akan membuatkan dua.” Ucap Hyesun di liputi senyuman kecil
“Aku juga ingin satu,Hyesun-Ah!” seru Kim Hee chul.
“A-aku juga ingin.” Ujar terbata-bata Hangeng.
“Hyesun-Ah!” panggil Siwon.
“Mwo? Kau juga ingin?” tanya Hyesun.
“Ah! ani. Bisa aku membantumu? Aku hanya kasihan padamu harus memasak untuk kami sendirian.lagi pula kau juga baru disini,mungkin kau belum mengenal peralatan disini.” Ajak baiknya yang sedikit malu-malu.
“Tentu saja,Kau boleh membantuku.” Ucapnya menerima ajakan Siwon sambil tersenyum.
“Baiklah.pertama aku akan membawakan kopermu dan menunjukan kamarmu. Kajja,ikut aku!” Seru Siwon.
“Oh,Ne. gamsahamnida Siwon-ssi.” Ucapnya mengikuti arah Sang Simba dari Super Junior itu beranjak pergi.
“Hyung. Apa menurutmu Siwon menyukai gadis itu?” Tanya Eunhyuk pada Heechul.
“Ne. tingkahnya menjadi aneh setelah melihat gadis itu.
Bukankah dia gadis yang cantik? Lagi pula,Siwon adalah tipe orang yang mudah dekat dengan gadis lain.” Jawab Kim Heechul.
“Ne! tentu saja dia cantik. Eoh,neomu yeppeuda. (sangat cantik).
geundae (tapi),di lihat dari cara berpakaiannya dia bukanlah tipeku.
dan wajahnya menunjukan kepolosannya. Ah! dia sangat berbeda dengan Taesunku yang dulu.”
“Bukankah itu bagus? Jadi kau bisa menggoda dia terus menerus.”
“Oh! Itu ide yang bagus! Ah, aku harus mengajaknya ke mall dan membelikannya pakaian agar ia bisa terlihat seperti Taesun.”
“Ne. menurutku dia terlihat lebih cantik dari pada Taesun.” Sambung Hangeng yang mendengar percakapan mereka berdua.
“Ne. hanya saja, ia terlihat sangat polos karena tidak menggunakan Make Up.” Ucap Heechul.
“Hyung,Hyung. Dia akan segera keluar.” Ucap Eunhyuk memberi peringatan lalu melanjutkan aktifitasnya yang lalu.
            Siwonpun mengantarkan Hyesun sampai di Dapur…
“Siwon-ssi. Dimana letak bahan-bahan untuk membuat Bibimbapnya?” tanya Hyesun sesampainya di dapur.
“Oh! Itu di kulkas,biar ku bantu mengambilkannya.” Jawab Siwon yang kembali dengan penuh bahan makanan di kedua tangannya.
“Ne. Gamsahamnida.” Ucapnya seraya memotong-motong bumbu lainnya.
Siwonpun mengambil dua celemek berwarna Biru-putih dan memakaikannya pada tubuhnya..
“Eoh,Cheogiyo (Permisi). Kau harus menggunakan celemek dulu agar bajumu tidak kotor…
Biar ku pakaikan.” Ucap Siwon sambil memakaikan Hyesun celemek pada tubuhnya.
“Ah! Siwon-ssi. Sebenarnya aku bisa menggunakannya sendiri.” Ucap Hyesun  memutar kepalanya sehingga membuat mereka saling bertatapan satu sama lain dalam jangka waktu hanya beberapa detik.
“Mianhae.” Ucap minta maaf sekaligus goda Siwon.
“Ah! Ne. sudahlah lupakan.
Siwon-ssi, bisa tolong nyalakan kompornya?” Tanya Suruh Hyesun yang sibuk masih memotong jamur serta daging yang akan di cincangnya.
“Ne.” Jawabnya yang langsung menyalakan kompornya.
            Hyesunpun memasukan beberapa bahan itu ke dalam penggorengan. Namun, ia mulai terganggu dengan rambut panjangnya yang tersibak karena tidak di kuncir. Ia ingin sekali membetulkan rambutnya. Hanya saja kedua tangannya kotor terkena beberapa bahan-bahan tadi.
“Siwon-ssi ?” Panggil Hyesun
“Nde? Kau perlu bantuanku?” Tanyanya
“Ne. bisa kau membetulkan rambutku? Aku mulai terganggu dengan rambut panjang ini?”
“Oh. Ne,Ne..” ucapnya seraya mengambil ikat rambut berbentuk gelang yang berada di sekitar sana sambil mengikat rambut Hyesun.
“Gamsahamnida. Siwon-ssi.” Ucapnya menampilkan senyuman kecilnya lagi.
Tak lama…
“Aigoo..Aigoo..” Sahut Eunhyuk yang  datang dan melihat mereka berdua.
“Wae? Waegeurae?” Tanya Siwon yang menuntut.
“YA! Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya Eunhyuk yang balik menuntut.
“Aku hanya…” ucap siwon terpotong.
“Dia hanya membantuku membetulkan rambutku,Eunhyuk-ssi.” Sambung Hyesun
“Ah! Jinjjayo? Kau kan bisa memanggilku,Hyesun-Ah!”
“Ah! Mianhae, aku tidak melihatmu.”
“Ne.Gwenchana.” ucapnya mengambilkan beberapa botol air dan gelas untuk di bawa ke ruang TV
“Ah! ini sudah matang.”
“Benar sudah matang?” tanya Siwon sedikit tak percaya.
“Ne. coba,kau rasakan ini…” Ucapnya mengambilkan sedikit bibimbap itu dengan sumpit dan menyuapi kepada Siwon, “ Bagaimana? Apakah enak? Apa yang kurang pas menurutmu?” segelintir tanya Hyesun setelah Siwon menelan sedikit potongan Bibimbap itu.
“hmmm… woahhhhh…” ucap siwon sedikit kaget, “Jinjja,Ah! ini sungguh enak. Masakan Eommaku saja tidak seenak ini.”
“Jinjjayo?” tanya Hyesun tak percaya
“Ne. biarku bantu membawakan.” Bantu Siwon membawakan beberapa piring di sebuah nampan dan sisanya pada Hyesun.
---------------------
            Siwon dan Hyesun pun datang membawakan beberapa bibimbap pada kedua tangan mereka.
Siwon membawakan enam mangkuk pada sebuah nampan yang cukup besar dan Hyesun membawakan tujuh mangkuk pada nampan yang ukurannya cukup besar juga.
Yesung yang melihat Hyesun yang kesusahan karena membawakan mangkuk-mangkuk Bibimbap itu langsung berlari menuju Hyesun.
“Biar ku bantu membawakan.” Ujar Yesung seraya mengambilkan dua mangkuk yang tadinya berada di nampan yang di pegang Hyesun (?).
“Ah! Ne. Mianhae,merepotkanmu.” Ucap Hyesun sambil berjalan.
Siwonpun menaruh mangkuk-mangkuk Bibimbap itu ke atas meja di sambung dengan Yesung dan Hyesun.
“Aigoo. Hyesun-Ah! seharusnya kau membawakan tiga atau empat saja. Aku kan bisa kembali dan membawakan sisanya.” Sahut Siwon yang melihat Yesung menaruhkan dua mangkuk Bibimbap.
“Mianhae,Siwon-ssi. Aku sampai lupa tidak memikirkan hal itu.” Ucap Hyesun.
“Ne. Gwenchana.” Ucap siwon lagi, “Kyuhyun-Ah! cepat matikan dulu komputermu dan coba makan ini!” panggil Siwon kepada Kyuhyun.
“Hyung, kau saja yang duluan makan. Aku akan makan setelah menyelesaikan permainan ini.” Jawab Kyuhyun yang masih sibuk bermain permainan komputernya.
“Terserah kau saja.” Ucap Siwon.
“Hmm.. Aish,Jinjja. Ah!” Donghae mulai memakan Bibimbap itu.
“Waeyo? Bagaimana rasanya?” tanya Hyesun yang hanya duduk di dekat Yesung.
“Aishh! Jinjja,makanan ini lebih enak dari buatan toko manapun.” Puji Donghae
“Jinjjayo?” tanya Heechul yang sedikit tak percaya.
“Ne,Hyung. Coba makan ini.” Sambil menyodorkan salah satu mangkuk pada Hyungnya, “ Aku yakin kau akan menyukainya.” Lanjut Donghae.
“Ne.Aishh! Jinjja, apa kau benar yang membuat ini?” tanya Heechul dengan kumpulan Bibimbap yang masih terkumpul dalam mulutnya, “Kyuhyun-Ah! jika kau tidak memakannya bolehkan untukku?” lanjut tanyanya pada Kyuhyun.
“AAAAHH! Hyung jangan seperti itu!” teriaknya yang langsung duduk disana, “Apakah seenak itukah?” batin Kyuhyun yang kemudian mengunyah makanan itu masuk ke dalam mulutnya.
“Sungguh enak Hyung!” puji Kyuhyun yang kemudian melalap cepat makanan itu di iringi para Anggota lainnya yang mulai makan Bibimbap itu di sertai pujian untuk Hyesun.
“Hyesun-Ah! kau tidak membuat untukmu sendiri?” tanya Siwon.
“Ani! Gwenchana. Aku takut makanan itu terasa tidak enak jika aku membuat banyak,jadi aku hanya membuat untuk kalian saja.” Jawab Hyesun.
“Kau belum makankan ?” Tanya Siwon Khawatir.
“Hmmm. Eungg,s-sudah.” Jawabnya berbohong.
“Aishhh! Kau ini,saat kau datang kesini saja pada pukul 6.30.
mana mungkin saat di seoul sudah ada toko makanan yang buka.
Kemarilah…”
“Ah! Ne.” ucapnya mendekat.
“Coba,makan  ini…” ucap Siwon yang menyuapi Hyesun yang kemudian memakannya.
“hmmmm…(sambil mengunyah)
Siwon-ssi,sebenarnya aku bisa melakukannya sendiri.”
“YA!YA! Siwon-Ah! (mengarah pada Siwon)
Hyesun-Ah! kau makan punyaku saja..” Ucap Heechul menawarkan mangkuk Bibimbapnya.
“Ah! Hyung ini!!” decak kesal Siwon.
“Ah! Ani,gwenchana. Kalian lanjutkan saja makan kalian.” Sahut Hyesun.
“Memangnya kau tidak lapar?”tanya khawatir Eunhyuk.
“Ani. Aku belum begitu lapar.” Jawabnya santai.
“Hyesun-Ah!” Panggil Eunhyuk.
“Nde, Eunhyuk-ssi?” Tanya Hyesun
“Apa kau ingin menemaniku Berbelanja hari ini?” Ajak Eunhyuk.
“Memangnya kau ingin membeli apa Eunhyuk-ssi?”
“Bukankah bahan makanan tinggal sedikit?”
“Ya. Tentu saja itu benar.”
“Ne. setelah aku makan kita langsung pergi ne?” tanya Eunhyuk sambil mengunyah makanan.
“Ne. aku akan pergi membereskan kamarku dulu ne? kau selesaikan saja makanmu.” Jawabnya yang langsung berjalan ke kamarnya
*****************
                        Beberapa waktu kemudian.
Hyesunpun keluar dari kamarnya. Terlihat ia menggunakan baju berlengan pendek berwarna Kuning cerah dengan Blazer berwarna putih serta celana hitam yang panjangnya sampai semata kaki di lengkapi dengan tas selempang di bahunya.
“Eunhyuk-ssi,kau sudah selesai makan?” tanya Hyesun.
“Whooah! Ya! Ya! Neomu Y-yeppeuda,Hyesun-Ah!” Puji Eunhyuk.
“Ah! Jinjjayo?” Tanyanya tak percaya
“Ne.”
“Ah! Gamsahamnida. Eunhyuk-ssi,kau harus mengebawahkan topimu.
Agar tidak ada yang mengenalmu nanti.” Ucapnya merapihkan topi yang Eunhyuk kenakan.
“Ne. Gamsahamnida. Hyesun-Ah.”
“Ne.”
“YAA!! Hyesun-Ah!!” Panggil donghae.
“Nde,Donghae-ssi?” Tanyanya pada Donghae.
“Apakah aku boleh ikut pergi denganmu?” pinta Donghae
“Tent…” ucapnya terpotong.
“Tentu saja tidak boleh hae-yya!”Sambung Eunhyuk.
“Kenapa kau begitu dengannya?” tanya cemberut Hyesun pada Eunhyuk.
“Jika dia ikut. Dia hanya mengganggu kita saja,Hyesun-ssi.”
“YA!! Kapan aku pernah mengganggmu Hyukie?” Marah Donghae.
“Di setiap waktuku Hae-yya!”
“Aigoo! Apakah itu masuk akal?
ayolah,ajak aku saja. Hyesun-Ah! aku boleh ikutkan?” Pinta Donghae.
“Tentu saj…” ucapnya yang di potong Eunhyuk lagi.
“Sudahlah. Kami pergi dulu ya.” Sambung Eunhyuk yang langsung menarik salah satu tangan Hyesun dan membawanya pergi.
“Aissh! Bocah itu!” decak kesal Donghae.
“Sudahlah Hyung biarkan saja mereka jalan berdua.
lagipula,merekakan hanya ingin berbelanja bahan makanan saja.” Sahut Kibum di sampingnya yang sibuk dengan permainan ponselnya.
“Ya! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu??!!
Apa kau tidak tahu siapa Eunhyuk?
Ah! pasti dia akan melakukan suatu hal padanya.”
“Ne. geurae! Kau tenang saja Donghae. Aku yang menyuruhnya untuk menggodanya.” Sahut Heechul.
“Ah! Hyung,kenapa kau melakukan itu padaku!
Ah! Hyung,kau ini bagaimana! Dia adalah gadis yang sangat polos.”
“Ne. Arraseo! Eunhyuk bilang,ia ingin mendekatinya. Menurutnya dia sangat cantik.” Jawab Heechul santai.
“Ah! Hyung,Ige Mwoya!!” runtuk Donghae kesal.
*********************
            Eunhyukpun masih menggandeng tangan Hyesun dalam genggamannya sampai di mobilnya.
Dikemudiakannya mobil itu oleh Eunhyuk yang sedang memegang kemudi mobil.
Dilihatnya beberapa kali wajah Hyesun yang terus menunjukan wajah cemberut di sepanjang perjalanan.
“Ada apa denganmu?” tanya Eunhyuk memulai pembicaraan.
“Kau yang ada apa! Donghae-ssi. Diakan hanya ingin ikut dengan kita.
mengapa kau melarangnya untuk ikut?” tanya Hyesun dengan sedikit marah.
‘YA! Hyesun-Ah! Mianhae, aku hanya ingin kia pergi hanya berdua saja.
lagi pula,jika ada Donghae.dia hanya akan mengganggu kita saja.”
“Kau tidak boleh seperti itu!”
“Ne,arraseo. Kau maukan memaafkanku?”
“Ne. lagi pula,itu juga sudah berlalu.
tapi lain kali,kau tidak boleh melakukan itu lagi.”
“Ne. aku berjanji. Sebentar lagi kita sudah akan sampai.” Ucap Eunhyuk yang langsung memarkirkan mobilnya.
iapun keluar dengan mobilnya di liputi dengan Hyesun…
“Kau sudah membawa tasmu?” tanya Eunhyuk.
“Ne. aku sudah membawanya.
Eunhyuk-ssi…” panggil Hyesun.
“Nde?” tanya Eunhyuk
“Kau tidak membawa maskermu?”
“Oh,Ne. aku sampai lupa..
tunggu dulu Ne,” ucapnya yang langsung mengambilnya di dalam mobil dan memakaikannya sendiri.
“Bagaimana? Apa sekarang aku terlihat lebih baik?”
“Ne. dengan topi,masker dan kacamata. Kurasa,fansmu tidak mudah mengenalimu.”
“Ne. kalau begitu,Kajja!”
“Ne.”
*********************
            Hyesun dan Eunhyukpun sampain di pusat perbelanjaan Lotte.
Eunhyukpun mengambil trolly keranjang besi dorongan itu itu dan langsung berjalan mengarah pada sayuran.
“Hyesun-Ah! menurutmu,sayuran apa saja yang harus di beli?” tanya Eunhyuk.
“Kau ingin makan apa malam ini?” tanya Hyesun.
“Jajangmyeon. Kau bisa memasaknya?”
“Ne. kalau begitu. Kita harus membeli sawi,kentang,bawang Bombay dan wortel.” Jawabnya mengambil beberapa sayuran yang ia sebutkan tadi.
“Bagaimana dengan daging?”
“Ne. kita juga membutuhkan itu dan bubuk cabai.”
“Kimchi?” tanya Eunhyuk.
“Kau juga ingin itu? kalau begitu,kita harus membelinya.”
“Ne. ini sudah semuakan?”
“Ne.” Jawab singkat Hyesun yang berjalan ke arah mesin kasir.
“Berapa semuanya?” tanya Hyesun kepada pegawai itu.
“Semuanya 100.000 won.” Jawab sang Penjaga mesin kasir itu.
“Tunggu Ne,” ucapnya sambil mengeluarkan dompet dari tasnya.
“Ah,Ani. Tidak usah Hyesun-Ah! aku membawa dompetku kok,biar aku saja yang membayarkannya.” Tahan Eunhyuk yang langsung mengeluarkan dompetnya dari saku celananya.
“Gwenchana?”
“Ne. Gwenchana.” Ucap Eunhyuk memberikan uang itu kepada pegawai itu.
Hyesunpun kemudian mengambil dua kantung belanjaan besar itu yang telah di bayarkan tadi.
“Biarku bantu membawakan.” Ucap Eunhyuk.
“Ani. Aku bisa membawanya sendiri,Eunhyuk-ssi.” Tolak Hyesun.
“Kau ini seorang Yeoja. Sudah selayaknya Namja membawakan belanjaan itu.”
“Tapi,aku bisa sendiri Eunhyuk-ssi.” Tolaknya keras.
“Mana bisa aku memperlakukan wanita seperti itu!”
“Aigoo.. baiklah,kau bawa satu dan aku bawa satu,bagaimana? Impas bukan?”
“Ne.” jawab singkat Eunhyuk .
Eunyukpun mengajak Hyesun berjalan-jalan sebelum mereka pulang. Dari sekian banyak toko yang ada di Lotte itu ada satu toko yang membuat Eunhyuk menghentikan langkahnya.
“Waeyo? Kau ingin membeli baju?” tanya penasaran Hyesun.
“Hmmm.Ne, kau mau ikutkan kan?” Tanya balik Eunhyuk.
“Ne.” jawab singkatnya.
            Eunhyuk kemudian memilih asal pakaian yang terjual di toko itu tanpa perlu melihat model ataupun ukurannya.
“Kau ganti bajumu dan coba ini.” Suruh Eunhyuk yang memberikan semua tumpukan pakaian yang masih berlebel itu ke tangan Hyesun.
“Untuk apa?” tanya polos Hyesun.
“Tentu saja untukmu,Bodoh!” ucapnya memberikan satu jitakan ringan tepat di atas kepala Hyesun.
“Tidak perlu. Aku memilik banyak pakaian,Eunhyuk-ssi.
lagi pula,pakaianku juga masih layak kok untuk di pakai.”
“Aku tidak mengatakan pakaianmu tidak layak di pakai.”
“Lalu untuk apa ini semua?”
“Ada sekitar tiga belas pakaian di tanganmu itu.
Anggap saja ini semua adalah hadiah dari aku dan anggota lainnya untukmu.”
“Bagaimana jika aku tidak mau menerimanya?”
“Aku sudah memilih sekian banyak pakaian di toko ini.
jika aku tidak membelinya apa kata fansku tentang Eunhyuk?
dan ini… yang ini dariku,coba kau ganti pakaianmu dan coba ini. Aku akan menunggumu.” Ucap Eunhyuk yang menunjukan baju berlengan pendek random dengan blazer berwarnah putih cerah dengan jeans hot pants panjangnya tak melebihi lututnya .
“Ne. tapi aku hanya akan mencoba yang ini saja.”
“Ne. cepat pergilah,aku akan menunggumu disini.” Ucap Eunhyuk mengusir yang membuat Hyesun pergi dengan salah satu pakaian di tangannya berjalan menunju ruang ganti.
sekitar lima menit lamanya Hyesunpun keluar dari ruangan yang besarnya mungkin hanya 2x2 meter itu dengan penampilan yang tentunya berbeda dari sebelumnya.
Ia keluar dari tempat iu dengan malu-malu dan terkadang harus menurunkan shortpants yang ia kenakan dengan tangannya saat berhadapan langsung dengan Eunhyuk di depannya.
Penampilannya jauh lebih terlihat cantik dari pada sebelumnya. Menggunakan Kaos yang berlengan pendek dengan Shortpants pendek yang membuatnya harus menunjukan keindahan dan lekuk tubuh Hyesun itu.
“A-apa aku terlihat aneh?” tanya Hyesun yang malu-malu.
“Whoaahhhhh! Hyesun-Ah! kau terlihat sangat baik dengan pakaian yang aku berikan itu.
N-neomu Yeppeuda,Hyesun-Ah!” Puji Eunhyuk yang memberikan applause berupa tepuk tangan singkat kepada Hyesun.
“Jeongmalyeo?” tanyanya tak percaya.
“Ne. Kajja kita harus membayar semua ini dan melanjutkan kencan buta kita.” Ucap Eunhyuk yang meraih salah satu tangan Hyesun.
“Ah! Eunhyuk-ssi. Tapi aku harus mengganti pakaianku dulu.”
“Ani.tidak usah Hyesun-Ah!” larang Eunhyuk, “Agassi,tolong bungkuskan semua pakaian ini dan hitung berapa harganya termasuk pakaian yang di pakai gadis ini. Dan tolong bungkuskan juga pakaian Hyesun,Ne.” sambung Eunhyuk kepada pegawai toko itu.
“Ne. semuanya 3.000.000 Won,Tuan.” Sahut pegawai toko itu.
“Ah,Jinjjayo?” tanya Hyesun tak percaya, “Eunhyuk-ssi,lebih baik beli yang ini saja. Apakah itu tidak terlalu berlebihan?”
“Bukankah sudahku katakan sebelumnya? Ini hadiah dari anggota lainnya juga.”
“Tapi tidakkah it…” ucap Hyesun terpotong.
“Sudahlah.kau tidak perlu khawatir,aku yang akan membayarnya.”ucap Eunhyuk yang langsung memberikan kartu creditnya untuk membayar itu semua.
**********************
            Eunhyuk dan Hyesunpun semakin penuh dengan belanjaan yang mereka bawa di kedua tangan mereka. Eunhyuk melihat suatu hal yang menarik lagi yang membuatnya menghentikan langkahnya lagi …
“Ada apa lagi?” tanya Hyesun.
“Mari kita berselca bersama di photobox itu..” ajak Eunhyuk.
“Ah,Ani! Shireo!!!” tolak kerasnya
“Waeyo?”
“Aku tidak bisa bergaya sedikitpun. Sedangkan kau…
Kau adalah model,wajar jika berada di depan camera.”
“Ayolah. Aku berjanji setelah ini kita akan benar-benar pulang.”
“Aku tidak mempercayaimu.”
“Ayolah,Hyesun-Ah.
kau cukup tersenyum saja. Kapan lagi kita bisa melakukan kencan buta seperti ini lagi?” ucapnya yang langsung menunjukan wajah cemberut.
“Eunhyuk-ssi, tapi…”
“Tidak apa-apa jika kau tidak mau.
aku tidak akan memaksamu lagi. Kita sudahi saja kencan buta kita.” Ucap Eunhyuk pasrah.
“Ah! Eunhyuk-ssi,baiklah.
aku akan melakukannya. Tapi hanya satu foto ne?”
“Ne!” ucap Eunhyuk yang langsung masuk ke photoboox itu.

Rencana Eunhyuk akhirnya berhasil. Ia melakukan foto pertama mereka berdua. Karena ini adalah pertama kalinya untuk Hyesun membuat ia menjadi demam camera dan hasilnya menjadi kurang sempurna.
Iapun melakukan foto itu yang kedua kalinya.namun,hasilnya tetap saja sama. Tiga kali,empat kali,lima kali dan pada akhirnya mereka mendapatkan foto sempurna mereka.
Eunhyuk kemudian mengedit foto itu se-alay mungkin (?). dan mencetaknya.
ia mencetak dua foto yang sudah di edit dan dua foto yang belum ia edit atau benar-benar murni.
Di dalam foto itu. Eunhyuk terlihat seperti namja angkuh serta sombong,dan Hyesun bergaya ceria dan sangat imut.

  
===== TBC =====