Showing posts with label naskah. Show all posts
Showing posts with label naskah. Show all posts

Saturday, 20 May 2017

Naskah Drama indo 10 orang tema fantasi

L U C I F E R

Pemain :
Keisha
Athala
Martin/Gabriel
Ray
Irene
Bu Tyra
Aaliyah
Mba dukun/ Alisha
Salam/Mikael
Abel


















XI IPA 5
L U C I F E R

Di salah satu bagian di muka bumi, sekelompok anak muda mulai melenceng dari tugasnya sebagai penduduk bumi. Mereka mulai melakukan hal telarang dan semakin melakukannya semakin hari semakin jauh. Mereka mulai melupakan siapa pemilik atas segalanya di muka bumi ini.
Suatu hari, kelompok anak muda itu memainkan permainan terlarang dan menyebabkan kerusakan di bumi ini.

Bel sekolah berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Ray         : “Hai, Aaliyah!”
Aaliyah : “Iya Ray, kenapa?”
Ray         : “Nih, pesenan lu. ( memberikan beberapa butir pil haram)”
Aaliyah : “Yoi! Makasih ya, nanti uangnya gua transfer aja lewat rekening.”
Ray         : “Oke, atur aja boss.”
Saat Ray selesai berbicara dengan Aaliyah, tiba-tiba Bu Tyra datang dari belakang mereka.
Bu Tyra : “Hei, sedang apa kalian?”
Aaliyah : “A-anu bu. ( panik)”
Bu Tyra : “Benda apa itu yang lagi kamu pegang?”
Ray         : “Enggak, itu Cuma bahan praktek buat nanti kok bu. Kami permisi dulu ya.”
Aaliyah : “Misi, bu.”
Bu Tyra : “Eh, kalian tunggu-tunggu! ( berteriak saat RAY dan Aaliyah bergegas pergi ke kelas)”
Bu Tyra masuk kelas.
Bu Tyra : Selamat pagi anak-anak.
Murid    : Selamat pagi, bu.
Bu Tyra : Coba buka buku paker halaman 152. Baca dan hafalkan materi itu 15 menit, setelah itu kita ulangan ya.
Murid    : Siap, bu.
(15 menit kemudian)
Bu Tyra : “Baik, tolong masukan buku kalian. Tidak ada benda lain di atas meja selain alat tulis.”
Abel       : “Eh, mana hp lu?”
Irene     : “Iya, bel. Tenang aja sih.”
Saat ulangan di mulai, irene mulai memulai rencana jahat mereka. Mengeluarkan HP untuk mencari jawaban lewat fasilitas internet, mereka berdua bekerja sama.
Bel pulang berbunyi
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Bu Tyra : “Oke, kumpulkan semua ulangannya sekarang.”
Murid    : “Baik, bu.”
Bu Tyra : “(Membereskan lembar ulangan) Assalamualaikum.”
Murid    : “Waalaikum salam,bu”
Ray         : “Nanti malem main lah kuy.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray”
Ray         : “Ada dah, pokoknya entar seru dah!”
Abel       : “Boleh juga tuh, gua juga lagi gak ada kerjaan ini di rumah.”
Ray         : “Keisha, Athala lu pada ikut kaga?”
Athala   : “Yaudah, ayo dah.”
Ray         : “Rene, ikut kaga lu?”
Irene     : “Ya kali, enggaklah kuy.”
Ray         : “Hahaha, okelah. Martin, Salam, Lu berdua pada ikut apa enggak?”
Martin  : “Kagak dah, gua cape berat hari ini. Mau tidur.”
Salam    : “Gua juga enggak deh,  mau ada pengajian hari ini.”
Ray         : “Oh, yaudah. Nanti yang ikut gua kumpul aja kita di bunderan tempat biasa. Janjian aja dulu.”
Setelah mereka merancang acara untuk nanti malam, mereka kembali pulang ke rumah.

Saat malam tiba.
Aaliyah : “Eh, Ray lu dimana? Semuanya udah pada ngumpul nih (berbicara lewat telepon)”
Ray         : “Sabar-sabar, ini bentar lagi juga nyampe kok.”
(Setelah beberapa menit)
Ray         : “Eh, guys. Sorry telat dikit.”
Keisha   : “Kebiasaan sih lu, gak di sekolah gak di sini terlambat mulu.”
Ray         : “Haha, sorry-sorry. Yaudah ayolah berangkat, keburu kemaleman.”
(Setelah satu jam)
Ray         : “Oke, guys. Kita udah sampai.”
Aaliyah : “Wuihhh. Caribbean club. Asyik banget dah!”
Irene     : “Bakal jadi malam yang panjang ini mah.”
Ray         : “Yaudah ayo masuk! Kita seneng-seneng.”
Keisha   : “Ah, gua mau pulang aja dah Ray.”
Ray         : “Lah, emangnya kenapa dah?”
Athala   : “Kita berdua gak bisa dateng ke tempat beginiaan, Ray.”
Abel       : “Lah justru itu lu, lu pada harus pada nyobain.”
Ray         : “Tau nih, udah ayolah masuk.”
Keisha   : “Yaudah deh.”
Athala   : “Kei, kita berdua anak rohis. Masa kita masuk ke tempat begituan sih?”
Keisha   : “Udah, sekali ini doang. Gapapa kok.”
Saat mereka masuk ke dalam Caribbean club, Raypun menyiapkan beberapa obat-obatan terlarang yang aman di bagikan untuk teman-temannya.
Ray         : “Guys, nih gua punya permen.”
Abel       : “Permen apaan ini dol?”
Ray         : “Permen penyegar badan. Udah cobain aja. Siapa tau lu bakal suka.”
Aaliyah : “Lu dapet duit dari mana bisa beli sebanyak itu?”
Ray         : “Abis bunuh orang gua tadi, terus dapet uang deh dari orang yang nyuruh tadi.”
Keisha   : “Halal gak nih, Ray?”
Ray         : “Halal kok. Udah ge, makan aja dulu.”
Athala   : “Ih, jangan fin. Gak baik takutnya.”
Keisha   : “Udah selaw aja, makan aja dulu.”
Setelah mereka berpesta pora di klub, mereka akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing dalam keadaan mabuk.
Saat Ray dan yang lain baru kembali dari pesta narkoba tersebut, Salam dan  Martin mengalami mimpi yang aneh.
Martin  : “Aduh, gua dimana ini? Aarggh!”
Salam    : “Lu? Kok lu bisa disini?”
Martin  : “Kita dimana ya?”
Salam    : “Kok kita bisa ada disini?”
Tiba-tiba sesosok mahluk bercahaya putuh datang ke hadapan mereka saat itu juga.
Martin  : “Siapa kau?”
Malaikat: “Kau pasti tau aku.”
Salam    : “Apa kau malaikat?”
Malaikat: “Ya, benar sekali.”
Martin  : “Apa mau mu?”
Malaikat: “Aku datang untuk memperingatkan kalian.”
Martin  : “Dari apa?”
Malaikat: “Kalian dan teman kalian sedang dalam bahaya.”
Salam    : “Maksudmu?”
Malaikat: “Biarkan aku masuk ke dalam tubuh kalian, dengan begitu aku dan kalian bisa menyelamatkan kalian semua.”
Malaikat itupun masuk ke dalam tubuh Martin dan Salam, setelah mereka dimasuki malaikat tersebut, merekapun langsung tersadar dari tidurnya.
Tepat pukul 9 pagi Ray mengajak teman-temannya bertemu di suatu tempat cukup tersembunyi.
Ray         : “Aaliyah, ajak yang lain main yuk.”
Aaliyah : “Main kemana, Ray?”
Ray         : “Udah ge ajak dulu, nanti juga tau kok.”
Aaliyah : “Oke, oke.”
Ray         : “Ohiya. Kita ketemuan di Grand wisata, di tempat biasa ya. Rumah yang biasa, jangan lupa ajak Martin sama Salam.”
Beberapa jam kemudian Aaliyah dan yang lain datang, sedangkan Ray sudah menunggu di dalam ruangan.
Ray         : “Hai, guys. Silahkan duduk.”
Aaliyah : “Kita mau ngapain sih disini?”
Alisha    : “Hai, kalian semua.”
Keisha   : “Siapa ya?”
Ray         : “Dia yang bakalan memimpin permainan ini.”
Alisha    : “Baiklah, silahkan duduk di tempatnya masing-masing. Kita akan memulai game ini.”
Keisha   : “Game apaan sih ini?”
Irene     : “Ini game pemanggilan arwah ya?”
Alisha    : “Tepat sekali, disini kalian bisa melihat masa depan kalian.”
Athala   : “Ini aman emangnya?”
Alisha    : “Tenang aja,baiklah ayo kita mulai. Kita baca bersama sama ya.”
“CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
  CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?
  CHARLIE-CHARLIE ARE YOU HERE?”
RAY        :  “Kurang mainstream kalo begini mah.”
Alisha    : “Apa maksudmu?”
Ray         : “Kita ganti aja Charlie jadi nama Lucifer.”
Alisha    : “Apa yang kalian inginkan?”
Ray         : “Kenapa memangnya?”
Alisha    : “Lucifer tidak bisa kita panggil dalam game ini. Dia adalah mahluk paling kuat.”
Ray         : “Ikuti aja apa kata gua! (menyodorkan pistol)”
Abel       : “Eh, Ray! Apa-apaan sih? Lu ngapain?”
Ray         : “Diem aja udah, jangan banyak ngomong. Ikutin perintah gua!”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”

Tiba-tiba angin kencang datang beserta angin ribut yang menyebabkan api yang berada di lilin di tengah padam.
Ray         : “Dia datang!”
Martin  : “Uugghh (Martin mual)”
Keisha   : “Eh, Martin lu kenapa?”
Alisha    : “Ini berbahaya, kita harus menghentikannya!”
Ray         : “Jangan ada yang pergi atau kalian semua akan mati!”
Salam    : “Kita harus pergi, ayo cepat!!”
Ray         : “Hey, kalian jangan lari! Wellcome Lucifer, wellcome!!!”
Salam    : “Kita harus pergi menjauh dari sini, ayo cepat!! (Panik)”
Salam berhasil membuat teman-temannya selamat, mereka semua berhasil kabur dari tempat itu termasuk Alisha. Sampai saat ini Ray di kabarkan menghilang, semenjak kejadian itu tidak ada satupun yang melihat batang hidung Ray, ia menghilang secara misterius.

Bel istirahat berbunyi.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah beranjak untuk pergi ke kantin namun Bu Tyra memanggilnya untuk menanyakan keadaan Ray.
Bu Tyra : “Aaliyah”
Aaliyah : “Iya, bu?”
Bu Tyra : “Ikut ibu dulu ke ruangan ya. Ada yang ingin ibu tanyakan.”
Aaliyah : “Oh, iya bu, iya.”
Bu Tyra : “(Mempersilahkan duduk) baik, ibu Cuma mau nanya aja. Kamu udah denger kabar tentang Ray belum? Soalnya dia udah banyak absen sejak seminggu yang lalu.”
Aaliyah : “Ah? R-ray? Oh, maaf bu saya gak tau. Saya gak tau apa-apa (panik dan pergi dari ruangan)”
Bu Tyra merasakan kecurigaan yang mendalam pada Aaliyah. Dia orang yang akhir-akhir ini dekat dengan Ray, melihat tingkah lakunya barusan membuat Bu Tyra berfikir bahwa hilangnya Ray ada kaitannya dengan Aaliyah.
Bel rumah berbunyi
(Tinggg...Tonggg...)
Bu Tyra : “Iya sebentar. (membuka pintu rumah)”
Lucifer  : “Halo bu guru.”
Bu Tyra terkena hipnotis oleh Lucifer, ia telah terjebak dalam guna-gunanya. Semenjak saat itu, Bu Tyra bertindak bukan seperti dirinya yang biasa. Ia melakukan banyak kejahatan seperti mencuri dan membunuh. Salam kini menjadi target utama dalam tindak kejahatan yang akan ia lakukan.

Kediaman Salam.
Salam    : “Astagfirullah. Kejahatan udah dimana-mana (menggelengkan kepala), dosa apa yaang udah di buat para manusia sampe bencana terjadi dimana-mana (mematikan televisi dan berniat untuk tidur)”
(Tingg...Dingg...Dongg...Plentang.)
Salam    : “Suara apa itu?”
Bu Tyra : “Hiattttttttt!!!”
(Pertarunan antara Bu Tyra dengan Salam)
Salam    : “Bu guru? Ibu ngapain disini? Kok bisa begini sih?”
Bu Tyra : “Selamatkan teman-temanmu, Salam. Buatlah dunia ini menjadi lebih baik, bawalah kedamaian kembali untuk dunia ini. (menghembuskan nafas terakhir)”
Salam    : “Apa maksudnya bu? Bu Tyra! Tanda apa ini? (memeriksa kening bu Tyra)”
Tiba-tiba suara aneh datang entah dari, suara itu bak panggilan yang terus menerus memanggil Salam, suara itu adalah tanda bahwa ia harus melakukan apa yang sudah seharusnya ia lakukan.
Salam    : “Ughh...Arrghh!! (Salam bertransformasi)”

Keesokan harinya.
(Kringg...Kringg...Kringg...)
Aaliyah : “Iya, halo?”
Salam    : “Tolong kumpulkan semua anak yang kemarin ikut bermain pemanggilan Lucifer, sekarang, di rumah gua!”
Aaliyah : “Lah, tapi— (Tutt...tutt...tutt...)”
Aaliyah merasa sedikit bingung dan merasakan kejanggalan, tapi mungkin Salam memiliki pemberitahuan yang penting sehingga memanggil semua teman-temannya yang ikut dalam permainan itu.

Kediaman Salam
(Tingg...Tongg...)
Aaliyah : “Permisi Salam.”
Salam    : “Eh, Aaliyah, masuk aja.”
Irene     : “Ada apaan sih? Kok sampe ngumpulin kita semua kesini?”
Salam    : “Kalian semua masih pada inget gak sih?”
Irene     : “Inget apaan?”
Salam    : “Waktu permainan pemaonggilan lucifer itu, yang seharusnya kita panggil Charlie malah jadi Lucifer.”
Keisha   : “Oh, iya inget-inget!!”
Athala   : “Terus masalahnya apa?”
Salam    : “Kita harus bermain permainan itu lagi!”
Aaliyah : “Eh, gila lo! Up deh, gua gak mau ikut ikutan lagi!”
Salam    : “Berarti kalian semua lebih memilih untuk mati rupanya?”
Martin  : “Maksudnya apa sih? Jelasin ke kita yang bener dong.”
Salam    : “Jadi gini....(menjelaskan semuanya kepada mereka).”
Abel       : “Oh, kalo gitu yaudah deh gua ikut.”
Keisha   : “Mau gak mau harus ikut ini mah.”
Aaliyah : “Yaudah gue ikut.”
Athala   : “Gue juga!”
Irene     : “Gue juga.”
Martin  : “Kita mau main dimana? Kita juga gak ada barang-barangnya.”
Salam    : “Kita harus nyari Mba dukun yang kemaren mimpin permainannya.”

Salam dan teman-teman pergi ke rumah Mba dukun.
Athala   : “Rumahnya sepi...”
Irene     : “Iya, sepi. Gimana dong jadinya?”
Keisha   : “Coba tanya ibu itu!”
Salam    : “Misi bu, pemilik rumah yang di sebelah sana kemana ya?”
Ibu         : “Oh, si mba udah pergi ke bandung.”
Martin  : “Oh, ibu tau alamatnya kan?”
Ibu         : “Yaudah sini saya tulisin (Menuliskan di kertas) nih alamatnya.”
Semua  : “Makasih ya bu...”

Mereka memutuskan untuk pergi ke tempat Mba dukun hari itu juga.
Salam    : “Kayanya ini rumahnya deh.”
Abel       : “Panggil aja coba.”
Keisha   : “Permisi mba..”
Alisha    : “Eh, K-kalian... kok bisa kesini? Mau ngapain kesini (Panik)”
Salam    : “Kita mau melanjutkan bermain, mba. Kita harus mengakhiri pemanggilan arwah itu.”
Alisha    : “Aduh, maaf-maaf. Saya sibuk, saya gak bisa. (pergi)”
Aaliyah  : “Tunggu, mba. Kita bakalan bayar 10x lipat dari yang kemaren deh!”
Alisha    : “Yaudah masuk deh.”
(Semuanya duduk melingkar di kursi)
Martin  : “Ayo, mba dukun. Langsung aja mulai.”
Alisha    : “Sebelum itu coba kalian minum ini, untuk mendukung jalannya permainan ini. (memberikan minuman satu-satu)”
Keisha   : “Kita semua udah minum, mba.”
Alisha    : “Apa yang kalian rasain?”
Semua  : “I feel...”
Martin  : “Langsung di mulai aja mba.”
Alisha    : “Oke-oke.”
“Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?
Lucifer-Lucifer are you here?”
Salam    : “Dia datang, dia datang!! Martin lindungi mereka!”
Martin  : “Baik!”
Lucifer  : “Hai, kalian!”
Salam    : “Bawa mereka pergi!”
Martin  : “Baik!”
Lucifer  : “Ada apa denganmu, Mikael?”
Salam    : “Kau sudah melampaui batasanmu.”
Lucifer  : “Apa yang sudah ku lampaui?”
Salam    : “Kau sudah menggunakan manusia menjadi tubuhmu dan dengan itu kau membuat kejatan dimana-mana.”
Lucifer  : “Kau salah! Ku perjelas sedikit, manusia yang aku gunakan itu adalah pendosa besar, jadi sekarang dia sudah menjadi budakku.”
Salam    : “Kau salah!”
Lucifer  : “Apa yang salah dengan semua itu? Sebentar lagi, akan ku buat agar aku bisa menggenggam dunia ini!”
Salam    : “Apa maksudmu?”
Lucifer  : “Seluruh manusia akan menjadi budakku, karena sebagian manusia di dunia ini sudah banyak yang berlari dari Tuhan. Mereka menjauh darinya. Mereka melakukan banyak kesalahan, mereka merampok, membunuh, berzina!”
Salam    : “Maka dari itu aku disini untuk mengembalikanmu ke neraka!”
Lucifer  : “Kau bercanda?”
Salam    : “Tidak, aku serius. Aku akan mengembalikanmu ke neraka.”
Lucifer  : “Kau tidak bisa melakukannya, Mikael. Tidakkah kau melihat kekuasaanku sudah banyak manusia yang terpengaruh oleh kejahatanku. Inilah rumahku.”
Salam    : “Tidak kau tidak layak disini, tempatmu bukan di sini. Tempatmu itu di neraka!”

Pertarungan Lucifer dengan Mikael.
(Gabriel datang)
Gabriel : “Kalian semua tunggu disini saja, aku akan membantu Salam untuk melawan Lucifer jahat itu!”
Irene     : “Tidak! Itu akan mengambil banyak resiko!
Alisha    : “Dia itu Lucifer, kau tidak bisa mengalahkannya semudah itu.”
Gabriel : “Mikael membutuhkanku, ini tidak akan lama. Jika aku membantunya, kami bisa mengalahkannya.”
Keisha   : “Pastikan bahwa kau benar-benar mengalahkannya, Gab.”
(Gabriel pergi menuju pertarungan antara Lucifer dan Mikael)
Gabriel : “Hentikan ini, Lucifer!”
Lucifer  : “Kau tidak berhak untuk melarangku, kau tidak bisa menyuruhku!”
Gabriel : “Kau hanya berencana untuk membunuh dirimu sendiri, kaui hampir kalah dengan Mikael.”
Pertarungan terjadi kembali antara Lucifer melawan Mikael dengan Gabriel, keduanya terus menerus menyerang, begitu juga dengan Lucifer yang tidak mau kalah walaupun kondisinya hampir kritis. Satu persatu teman-teman datang untuk melihat pertarungan sengit ini, akhir dari pertarungan dahsyat ini. Mikael menyerang Lucifer dan membuat ia terjatuh dengan bersimbah darah di dadanya.
Mikael  : “Kau kalah, Luc! Kau kalah dari kami! Kejahatanmu tidak bisa mengalahkan kedamaian dunia ini!”
Lucifer  : “Kalian tidak bisa pergi dariku, tapi aku bisa datang kapan saja ke bumi ini. Aku memang tidak memiliki kekuatan lagi, tapi atasanku memberikanku hak untuk menggoda kalian lagi. Aku memiliki tiga cara untuk menjadikan kalian budakku!”
Aaliyah : “Kami tidak akan melakukan apa perintahmu!”
Irene     : “Bu Tyra mati karena kau! Kau seorang pembunuh!”
Lucifer  : “Aku punya tiga cara untuk menyesatkan kalian! Yang pertama, aku akan membuat kalian semua masyarakat bumi agar jauh dari tuhan (Suara parau)”
Keisha   : “Kau ini bodoh atau apa? Ada banyak orang alim di dunia ini!”
Lucifer  : “Kalau begitu aku akan membuat kalian lupa akan Tuhan kalian.”
Athala   : “Kami tidak akan melakukan itu, kami pasti terus menerus mengingat siapa pencipta kami!”
Lucifer  : “Ji-jika c-cara itu m-massihh t-tidak bissaa, a-aku akan membuat k-kalian t-tergila gila akan dunia! Itu sifat alami kalian, itu jati diri kalian yang sebenernya! Kalian semua pendosa besar! Kalian akan mencuri, membunuh, berjudi b-bahhkahnn k-kalian berzina.”
Salam    : “Kami akan membantu melindungi manusia agar tidak tergoda olehmu!”
Lucifer  : “(tersenyum kecil) J-jika dengan it-itu masih tidak bisa. Aku akan menyerang hatinya, aku akan merasuki jiwanya aku akan menyerang orang yang ia sayangi agar mereka tunduk padaku!”

Lucifer berhasil di kalahkan, Mikael mengambil jiwanya dan mengembalikannya kembali ke nereka tempat dimana ia seharusnya berada. Begitu juga dengan Salam dan Martin, mereka keluar dari tubuh manusia agar bisa kembali ke tempatnya berada untuk tetap menjaga dan mengawasi kedamaian dunia dari atas.
Sebelum Mikael benar-benar kembali ke dunia atasnya, dia berpesan pada mereka, bahwa jangan pernah melupakan siapa pencipta kalian dan ingatlah akan akhir zaman yang akan datang. Saat itulah penghakiman akan dosa-dosa dimulai, maka dari itu jagalah iman kalian agar kalian bisa selamat dari dunia semata ini dan merasakan indahnya kehidupan abadi nanti.


FIN.






Friday, 24 February 2017

Menulis sebuah karya tulis cerita

Membuat sebuah cerita


Nah, kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara untuk membuat sebuah karya tulis. Seperti cerita, fanfiction dan sebagainya. Motivasi untuk membuat sebuah cerita ini saya buat agar kalian semua dapat menjadi generasi muda penerus dalam karya tulis.


1.       First of all, untuk membuat sebuah cerita yang pertama kali kita harus punya adalah niat. Tentukan tujuan mengapa kita menulis sebuah cerita. Banyak sekali kita menemukan cerita yang berhenti di tengah jalan, alias Author tidak melanjuti lagi ceritanya. Nah biasanya itu di sebut dengan Blockwriter.Biasanya penulis suka stuck di tengah jalan, atau kadang malah di awal. Entah karena ide ceritanya kurang pas atau tidak menemukan kelanjutan ceritanya. Remember, guys! Kita harus kembali lagi ke niat dan tujuan awal kita mau buat cerita. Saat kita mengalami blockwriter kalau mengingat kembali dengan niat pasti akan ada pasion untuk melanjutkan kisah itu.Ini cerita ya, all of your imagination. Build your imagination, Guys! Kalau berhenti di tengah jalan dan gak tahu bagaimana kelanjutannya, cari ide yang lain. Saat membuat sebuah cerita, disini kalian di perlukan untuk build your wild imagination. Tetap lanjutkan saja mengetik kisahnya, nanti kita akan terpancing dengan sendirinya untuk melanjutkan sampai akhir. 2.       Temukan ide dan sasaran cerita.Nah, ide cerita disini benar-benar hal pokok yang harus di persiapkan sebelum membuat cerita. Pasti ada banyak fantasi dan imajinasi dalam otak kalian, dan walaupun ada jutaan, cobalah pilih salah satu yang ingin kalian adaptasi menjadi cerita lebih dulu, selesaikan sampai ending, dan barulah membuat cerita yang lain. Cerita/Fanfic yang saat ini lebih di gemari sasaran pembacanya adalah Teenager. Anak SMP-SMA yang biasanya menjadi sasaran utama agar cerita yang kita buat laku untuk di baca.Nah, perlu di ingatkan sekali lagi cari ide cerita yang benar-benar tepat! Jangan sampai baru setengah jalan, dan ingin mengganti ke ide cerita yang lain. 3.       Observasi.Nah, disini menurut saya adalah hal yang terpenting agar membuat cerita yang kita hasilkan sinkron dengan alurnya. Lakukanlah penelitian sedikit demi sedikit, seperti menentukan latar tempat dan waktunya. Pilih mau masa lalu, masa sekarang atau masa depan. Ada banyak dekade terjadi selama ini, pilih era dinosaurus, era perang, era perang zaman modern atau era saat ini.Observasi tentunya akan sangat membantu untuk membuat cerita kita semakin baik. Contohnya dalam membuat cerita era perang zaman dahulu, yang masih menggunakan panah dan pedang. Tentunya dalam pembuatan cerita untuk latar seperti ini, kalian harus tau dengan pakaiannya seperti armor dan perisai, kemudian tempatnya di kerajaan dan lainnya.Contoh lainnya misalnya kita ingin membuat cerita era zaman saat ini, bertempat di Boston, Amerika serikat. Kita harus tau jalan-jalan disana, tempat daerah sekitar, bangunan ikon disana. Walaupun kita bisa mengarangnya sendiri, tapi pembaca pintar menentukan cerita yang kita buat ini bagus atau tidak. Walaupun kita tidak berada di tempat seperti dalam latar cerita kita, kita tetap bisa observasi lewat google dan google map tentunya.Nah, tahap yang ketiga tidak hanya untuk menentukan itu saja, tapi kita juga harus memantapkan dalam pembuatan tokoh dan peranan dalam ceritanya. Seperti tinggi badannya, warna rambut dan sebagainya, buatlah pembaca merasa nyaman dan dengan mudah membayangkan tokoh yang kita gambarkan itu.


4.       Tulislah kerangka dan alur cerita.Nah, disini ide suka datang tiba-tiba padahal kita sudah setengah jalan dan mendekati ending. Tapi ada baiknya jika kita tidak ingin melenceng dari ide awal cerita, untuk selanjutnya membuat kerangka karangan. Tidak perlu panjang, saya beberapa kalimat dalam tulisan kalian yang membuat kita dapat ingat dan membayangkan kembali alur cerita yang kita buat.Contohnya, kalian sudah mengetik satu-dua atau beberapa part, beri saja jarak beberapa baris di bawahnya untuk adegan selanjutnya, secara garis besar. Seperti :Ryan harus memilih salah satu diantara Emma atau BeccaTabrakan antara John dengan RayPembunuhan di belakang rumah Oliver.Nah, kerangka karangan yang seperti ini dapat menjadi penolong di saat kita stuck alias menjadi block writer.


5.       Menulis sebuah cerita.Tulislah beberapa paragraf cerita sampai menjadi sebuah episode atau lebih. Tidak perlu memikirkan tata bahasa maupun penulisan, seperti titik-koma, tanda kutip, kapital atau penggunaan kata yang baku. Kita bisa lupa bahkan bikin kita down/ragu untuk menulis. Enjoy aja dalam menulis sebuah cerita. Untuk masalah penulisan atau tata bahasa bisa kita edit nanti. Setidaknya, selesaikanlah satu episode untuk ceritamu. Lalu liat melalui referensi google atau buku tentang penulisan dialog atau adegan dalam cerita. Disana kita bisa letak kesalahan dan apa yang harus di persiapkan selanjutnya untuk episode berikutnya. Setelah mengerti tentang itu, kita bisa ingat mana kesalahan dalam penulisan kita, buka lagi, baca, kemudian revisi kembali cerita kita.


6.       Biarkan orang lain menilai hasil karya kita.Walaupun masih di awal, atau di tengah jalan. Sebuah karya tidak hanya untuk di nikmati sendiri dan berujung untuk para pembaca. Biarkan orang lain melihat dan menilai hasil karya kita. Walaupun baru satu episode, cobalah post cerita kalian di situs ff.net/ wordpress/wattpad kalian disana akan menemukan pembaca dan penulis yang bisa melihat dan mengomentari karya kalian. Tidak perlu down dan jatuh hanya karena komen pedas atau kritik dari mereka, disini kita belajar untuk membuat sebuah karya. Jika masih jauh dari sempurna itu wajar saja. Dan dengan cara ini, komentar dan pendapat dari pembaca dapat memotivasi kita untuk bagaimana meneruskan cerita kita sampai akhir. Tidak ada salahnya mengikuti kemauan pembaca, walaupun itu sedikit berbeda dengan kemauan ide cerita awal kita. Toh, pada akhirnya pembaca yang menikmati hasil karya kita. Nah, sekian untuk pertemuan kali ini. Semoga postingan kali ini dapat membantu kalian dalam menulis sebuah karya tulis kalian. Hanya ini apa yang dapat di sampaikan oleh saya, silahkan kritik dan berikan pendapat di kolom komentar. Atau untuk pertanyaan silahkan ajukan dalam komentar atau lewat id line : heezzinfun untuk balasan cepatnya.Sekian dan terima kasih  Dr. Utami as known as Hts or Hxxnim18


Sunday, 22 December 2013

Contoh naskah Drama yang di perankan Empat (4) orang bertema sabar


Judul : Derita Si Anak Idiot
Tema : Kesabaran
Alur : Alur maju
Latar : Di Ruang Kelas
Genre : Komedi,Drama,Tragedi
Pemain :
·        Ananda Sekar Mayang sebagai Teman jahat
·        Dwiarti  sebagai Murid baru
·        Husna Syafira M. sebagai Teman baik Dwiarti
·        Shinta Nurhadhila sebagai Teman jahat Mayang
Pembaca Naskah : Shafira Farah R.
Pembaca amanat (Ending) : Shafira Farah R.
Penulis : HTS

Amanat :
“Sabar artinya Tahan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Orang yang sabar hatinya akan teguh dan berusaha mencari jalan keluar dari cobaan tersebut.
Dalam cerita ini maksud sabar yang di maksud adalah sabar menghadapi cobaan.
dan janganlah kita terlalu membentak,Menghina,Menjahili bahkan Meledek teman kita hanya karena dia berbeda dari teman lainnya.”


 --o0o--
            Pagi hari di sebuah sekolah Elite di daerah Bekasi yang terkenal dan biasa disebut dengan MTsN 1 Bekasi. (Madrasah Tsanawiyah Negeri Bekasi).
Dari luar pagar sekolah ini saja sudah terlihat akan kemewahan sekolah ini. Tentu saja sekolah ini berbeda dari sekolah lainnya.
Karena Bangunan sekolah yang bagus serta Fasilitas yang cukup memadai membuat bayaran terbilang cukup mahal untuk setiap bulannya. Sehingga,rata-rata siswa yang bersekolah disini cukup mampu di bidang ekonomi keluarganya.

Mayang : “Eh,Eh. Katanya emang bener ya?
di kelas kita bakalan ada murid baru?” Ujar siswi bernama Mayang. Ia sendiri berasal dari keluarga yang tidak terlalu sederhana sehingga bisa bersekolah di sekolah itu.
Namun,karena kekayaan yang ia miliki membuatnya menjadi anak yang sombong.
Husna : “Aku nggak tau deh.
Aku denger-denger sih katanya begitu.” Jawab salah satu temannya bernama Husna. Sama dengan Mayang,Husna sendiri berasal dari keluarga yang cukup kaya. Hanya saja,ia berbeda dari Mayang. Walaupun ia berasal dari keluarga mampu ia sering menyisihkan uang jajannya untuk di infaqkan dan ia tidak pernah memiliki sifat yang sombong.
Shinta : “Tapi,aku denger-denger sih. Katanya dia bukan orang kaya.” Sahut siswi lainnya bernama Shinta.
Mayang : “Hahh? Bukan orang kaya?
Mana mungkin bisa bayar SPP di sekolah ini.” Ujar Mayang.
Husna : “Tssssst. Nggak boleh begitu,Mayang.
Bisa aja dia mendapatkan beasiswa atau keluarga saudaranya yang membantu dia untuk membayar SPP.” Ucap Husna menasehati.
Shinta : “Eh,Eh. Orangnya dateng tuh.” Ucap Shinta.
            Seorang Murid baru itu dating masuk ke ruang kelasnya. Tampak dari kejauhan saja sudah terlihat kondisinya berbeda dari murid lainnya.
Ia memang bukan berasal dari keluarga yang kaya. Namun, kesederhanaannya itu membuat ia rendah hati. Dia juga cukup pintar dalam urusan belajar.
Dwiarti : “Assalamu alaikum.” Sapa salam Murid itu yang memasuki kelas.
Husna,Mayang,Shinta : “Waalaikum salam.” Jawab lembut Husna. Namun, berbeda dengan mayang. Ia menjawab salam dengan jutek.
Husna : “Kamu murid baru ya disini?” Tanya Husna.
Dwiarti : “Iya. A-aku murid baru disini.” Jawabnya terbata di karenakan sedikit gangguan pada organ bicaranya.
Husna   : “Nama kamu siapa? Coba kenalin diri dong.” Suruh Husna.
Dwiarti : “N-nama aku Dwiarti. A-aku murid pindahan dari sekolah Al-Munir.”
Husna : “Namaku Husna. Dia Mayang dan disampingnya Shinta.Kenapa kamu pindah sekolah?”
Dwiarti : “A-aku pindah sekolah gara-gara rumah tante aku di dekat sini.
soalnya kedua orang tuaku sudah tidak ada. Jadi aku sekolah disini di bayarin Tante aku.” Ucap Dwiarti polos.
Mayang : “Yaelah. Nggak mampu aja sok-sok an masuk sekolah disini.
Bayar SPP aja di bayarin orang. Hahahahh.” Tawa jahat Mayang yang membuat Dwiarti cukup sedih.
Husna : “Mayang! Nggak boleh ngomong gitu.” Ucap Husna pada Mayang, “ Maaf ya. Aku nanya begitu. Aku nggak tau kalau…” Ucap Husna terpotong.
Dwiarti : “N-nggak apa-apa kok,Husna.”
Husna : “Yaudah. Kursi di depan Mayangkan kosong.. kamu duduk disana aja.”
Dwiarti : “Iya.Husna,T-terima kasih.” Ucapnya langsung duduk.
Shinta :“Husna,tadi kamu di panggil Pak Huda buat ke ruang guru.
Cepet gihh,kamu kan ketua kelas.” Sahut Shinta.
“Iya, deh. Iya.” Jawabnya yang langsung pergi.
“Eh,anak baru. Siapa nama lo itu? Gue lupa.” Maki Mayang.
“Dwiarti,May.” Sambung Shinta.
Mayang : “Eh,iya. Pokoknya itulah..
Anak idiot. Nantikan Ulangan,Pokoknya lo harus ngasih tau jawaban lo ke gue!” Perintah Mayang.
Dwiarti : “T-tapi. Kan ulangan nggak boleh di k-kasih tau jawabannya,Mayang.”
Mayang : “Udah selama nggak ada yang tau mah nggak apa-apa.
Lo mau nggak di temenin kita-kita? Hah?” Ancam Mayang.
Shinta : “Iya, lo mau emang?” Ancam Shinta juga.
Dwiarti : “I-iyadeh. N-nanti aku kasih tau jawabannya.” Ucap polos Dwiarti lagi.
Shinta : “Eh,Eh. May,Husnanya udah dateng.” Ucap peringatan Shinta yang membuat mayang langsung duduk di tempatnya begitu pula Shinta.
Husna : “Temen-temen, Pak Huda ada urusan sebentar nah.
dia ngasih tugas Ulangan ini. Jadi,nggak ada yang boleh nyontek.
walaupun Pak Huda nggak ngeliat,tapi Allah ngeliat segalanya. Jadi tolong pas waktunya udah habis langsung di kumpulin.” Ujar Husna .
Husnapun langsung membagikan kertas ulangan itu.
Semua murid di kelas itupun mengerjakan soal-soal ulangan itu,tapi hanya Mayang dan Shinta yang tidak mengerjakan justru malah memainkan ponsel mereka.
Husna : “Temen-temen waktunya 5 menit lagi.” Ujar Husna.
Mayang : “Eh,Anak idiot mana kertas jawaban lu?” Tanya Mayang.
Dwiarti : “I-ini…” ucap polos Dwiarti memberikan hasil jawabannya.
Mayang :  “Awas lu kalo nilai gue jelek! Nih,sekarang kertas jawaban gue buat lo aja.
dan kertas jawaban lo buat gue!” Ucap mayang yang langsung mengambil kertas itu.
Dwiarti : “T-tapi itukan punya aku. Waktunya juga mau habis.”
Mayang :  “Mana gua peduli..” Maki Mayang yang mengganti nama kertas jawaban Dwiarti menjadi namanya. Ia juga memberikan jawaban itu kepada shinta yang langsung menulis cepat jawaban itu.sedangkan Dwiarti malah mengerjakan lagi kertas ulangan itu.
Husna : “Temen-temen waktunya udah abis.” Sahut Husna yang langsung mengambil hasil jawaban mayang,shinta dan murid lainnya tak luput juga Dwiarti.
Dwiarti : “Hmmm.. H-husna,a-aku belum selesai ngerjainnya.” Sahut Dwiarti yang belum menyelesaikan kertas ulangan itu.
Husna : “Maaf. Tapi,waktunya sudah habis,dan ulangan ini semuanya harus di kumpulin.” Ucap Husna.
Mayang :  “Udahlah. Siapa suruh lo belum selesai ngerjainnya!” Maki Mayang.
Dwiarti : “T-tapi..” ucap Dwiarti terpotong.
Shinta : “Lo mau kita semua di marahin??” Tanya keras Shinta.
Dwiarti :“Oh,y-yaudah deh. Ini..” ucapnya memberikan hasil ulangannya yang belum selesai.
            Husnapun mengambil hasil ulangan semua murid di kelasnya dan pergi memberikan ke Ruang guru.
Mayang :  “Eh anak idiot!
kasian banget sih hidup lo. Udah yatim piatu,miskin, idiot pula..” Maki Mayang.
Shinta : “Tau lu! Idiot aja sok-sok an masuk ke kelas ini.” Sambung Shinta.
Dwiarti :“Emangnya s-salah aku tuh apa?
k-k-kenapa kalian ngejek aku mulu..” runtuk Dwiarti.
Mayang :  “Salah lo apa?
gara-gara lo masuk kelas ini,nama kelas kita jadi jelek nanti!
kelas 8.2 yang tadinya murid-murid kaya malah menampung murid bodoh,idiot,cacat dan miskin kaya lo!” Marah Mayang.
Dwiarti : “T-tapi,inikan baru pertama kalinya aku masuk sekolah disini.”
Mayang :  “Ya,emangnya lo kira gue ini peduli gitu,terus merasa iba sama lo?” ucap Mayang.
Shinta : “Tau lo! Lo mau di kasianin sama sekolah ini buat ngasih uang buat kematian orang tua lu emang?” sambung Shinta.
Dwiarti : “E-enggak kok, aku nggak perlu itu semua.”
 Husnapun datang masuk ke kelasnya melihat teman barunya di Maki-maki oleh Mayang dan Shinta.
Husna : “Astagfirullah Hal Adzim.
Mayang,Shinta! Kalian apa-apaan sih!
Dia itu murid baru disini,kalian bukannya menyambut dia malah mengejek dia.” Ucap Husna.
Mayang :  “Alah terserah lo aja deh.
Nggak peduli gue.” Ucap Mayang cuek.
Husna : “Udah-udah. Ini ada tugas dari Wali kelas.
PR Hal 34-40 LKS. Besok di kumpulin.” Ucap Husna.
            Husna sebagai ketua kelaspun memimpin do’a pulang dan para murid di kelas itu satu per satu pergi termasuk Husna. Jadi,disana hanya tinggal Dwiarti,Mayang dan Shinta.
Mayang :  “Eh,lo mau pergi kemana?” ucap Mayang seraya memukul meja di depan Dwiarti.
Dwiarti : “A-a-aku mau pulang.” Jawab Dwiarti ketakutan.
Shinta : “Bagus deh,kalau lo mau pulang.
ambil tuh..” ucap Mayang memberikan dua buku LKS miliknya dan milik Shinta.
Dwiarti : “K-kenapa k-kamu ngasih ke aku?” Tanya Dwiarti.
Shinta : “Alah,masa beginian doang nggak ngerti sih?” sambung Shinta.
Mayang :  “Lo bawa tuh LKS dan pokoknya besok buku itu harus udah selesai semua!!” suruh Mayang.
Dwiarti : “M-maksudnya?”
Shinta : “Alah nggak usah sok lugu deh!
lo kerjain tuh LKS punya gue sama punya Mayang.” Ucap Shinta.
Dwiarti : “T-taapi ini kan…” ucapnya terpotong.
Mayang :  “Lo mau cari masalah sama gue? Hah??!!”ucap Mayang.
Dwiarti : “I-iya  deh. Besok aku kasih ke kalian udah selesai semua.
aku  pergi dulu.” Ucap pasrah Dwiarti yang langsung pergi membawa kedua buku LKS itu di tangannya.
Mayang :  “Hahahahhh…
sekarang kita bisa manfaatin dia. Iya,nggak Shin?” tawa jahat Mayang.
Shinta : “Iyalah.jadi kita nggak usah repot buat ngerjain PR.” Jawab Shinta.
Mayang :  “Iya. Udah ahh,yuk pulang.” Ajak Mayang.
                        Mereka berduapun akhirnya pulang.
***************************************************************************
Keesokan harinya.
Terlihat sudah beberapa murid berada di dalam kelasnya. Termasuk Dwiarti,Mayang dan Shinta. Namun Husna dan beberapa murid lainnya belum datang.
Mayang :  “Mana? Lo udah kerjain belom PR kita?!!” Tanya Mayang menuntut.
Shinta : “Iya,lo udah kerjain belom?” sambung Shinta.
Dwiarti : “U-udah kok. Udah aku kerjain.
Tapi,ada lima sampai tujuh nomor yang belum aku kerjain.
S-soalnya a-aku ngantuk banget tadi malem.” Jawab Dwiarti memberikan LKS mereka.
Mayang :  “APA??!! Belom lo kerjain?
kan gue nyuruhnya lo harus udah kerjain semuanya!
Coba,shin. Cek lks yang ada di tasnya. Cocokin jawabannya!
ntar,yang ada malah jawaban kita yang dia asalin lagi.” Suruh Mayang.
Mayang :  “Iya,May.” Ucap Shinta.
Shintapun mengambil buku LKS yang berada di dalam tas Dwiarti, dan ia mencocokan hasil jawaban yang tertera pada jawaban Dwiarti dan yang ada di buku mereka berdua.
Shinta : “May,may. Liat  nih,di lks dia.
jawabannya itu A sedangkan dia jawab di lks kita B.” Ucap Shinta mengadu.
Mayang : “Tuh kan,bener dugaan gue!
lo sengaja ya,mau cari rebut sama gue? Hah? Lo udah berani sekarang?
Udah,Shin. Coret-coret aja bukunya,kalau perlu di sobek.” Maki Mayang.
Shinta : “Iya,iya.” Ucap Shinta yang langsung mencoret-coret buku Dwiarti
Dwiarti : “Jangan,buku aku jadi rusakkan?” ucap kecewa Dwiarti yang melihat bukunya telah di rusak Shinta.
Mayang :  “Emangnya gue peduli gitu?
Lo udah berani sama kita? Hah? Lo sengajakan ngebedain jawabannya?” Tuntut Mayang.
Dwiarti :“E-enggak gitu kok,
a-aku Cuma takut,kalau jawaban kita s-sama persis nanti dikira nyontek.
tapi,jawaban yang bener itu B,kok.. bukan A.” jawab Dwiarti yang sebenarnya.
Mayang :  “Udah deh,nggak usah banyak bacot deh,sama gue.
lo kira ini,gue gampang di tipu apa?.” Ucap Mayang yang langsung mendorong Dwiarti sehingga ia terjatuh ke lantai. Kursi dan meja yang berada di dekatnya juga ikut terjatuh.
Dwiarti : “T-tapi, a-aku nggak bohong,kok.” Ucap Dwiarti.
Shinta : “Alah! Lo udah miskin aja belagu banget sih!” ucap Shinta.
Dwiarti : “T-tapi,a-aku beneran.”
Mayang :  “Terus lu kira gue mudah ditipu sama lo? Gitu?” Tany Mayang.
Dwiarti : “T-t-tapi a-aku udah berkata jujur.”
Mayang :  “Lo. Itu, Miskin,bodoh,idi…” ucap Mayang terpotong.
            Tiba-tiba Husna datang.
Husna : “Astagfirullah. Mayang,Shinta!
kalian udah di bilangin nggak ada kapok-kapoknya ya!
kalian mau aku kasih tau wali kelas? Biar kalian di marahin? Hah?” Ancam Husna.
Mayang : “Eh, jangan gitu dong.
lagian,kitakan nggak beneran Cuma bercanda doang.iyakan,Dwiarti..?” Tanyanya pada Dwiarti memberi isyarat menggertak.
Dwiarti : “I-iyaa..” jawab Dwiarti.
Husna : “Emangnya kalian kira aku ini apa? Aku bukan anak kecil lagi yang gampang ditipu.
Pokoknya sekarang juga aku harus bilang Bu Alfat.” Ancam Husna yang beranjak pergi namun,langkahnya di tahan oleh Mayang dan Shinta.
Mayang :  “Aku janji deh. Aku nggak bakalan ngejek dia lagi.
Maa-maaf.” Ucap Mayang.
Shinta : “Iya,jangan bilangin Bu Alfat,dong.” Sambung Shinta.
Husna : “Kok minta maafnya sama aku sih?
kalian beneran mau aku bilangin Bu Alfat?” Ancam Husna lagi.
Mayang :  “Iyadeh.MAAF,ya.” Ucap Mayang jutek.
Husna : “Minta maafnya yang bener!” ucap Husna.
Mayang : “Iya-iya! Alay banget sih.” Ucapnya yang masih jutek, “Dwiarti,gue minta maaf. Gue janji nggak bakalan ngina lo lagi.” Ucap Mayang sambil memberikan tangannya.
Dwiarti : “Iya. Nggak apa-apa kok.
Aku juga minta maaf sama kalian.” Ucap Dwiarti meraih tangan Mayang.
Shinta : “Aku juga minta maaf,ya.” Ucap Shinta memberikan tangannya.
Dwiarti : “Iya, nggak apa-apa kok.” Ucap Dwiarti, “ Makasih ya,Husna. Udah nolongin aku.” Lanjutnya.
Husna : “Iya nggak apa-apa.
ginikan jadi enak,damai. Nggak ada yang marah-marahan lagi.” Ucap Husna tersenyum.



            Mayang dan Shintapun mengakui kesalahan mereka berdua. Kita harus mencontoh sikap dari Dwiarti karena,dari keterbatasannya ia tetap bersabar dan tidak mengeluh dalam menghadapi cobaan. Dan jangan mencontoh sikap dari Mayang dan Shinta.
Sebagai hamba Allah yang beriman,wajib hukumnya mempunyai sifat Sabar dalam menghadapi cobaan.
Sabar artinya Tahan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Orang yang sabar hatinya akan teguh dan berusaha mencari jalan keluar dari cobaan tersebut.
Dalam cerita ini maksud sabar yang di maksud adalah sabar menghadapi cobaan.
dan janganlah kita terlalu membentak,Menghina,Menjahili bahkan Meledek teman kita hanya karena keterbatasan kemampuan,dia berbeda dari orang lain atau tidak sempurna dari orang lain.
Karena sesungguhnya Kesempurnaan hanya milik Allah semata.”



The End.