Title: Because It's You ( Saranghae
But, Miwohada )
Rating
: 13+
Genre
: Romance,Family,Sad ( Happy Ending )
Alur :
Maju,mundur,maju
Length : Chapter (belum di tentukan berapa part)
Cast :
* Kim
Hye Sun ( Sun )
* Lee
Hyuk Jae (Eunhyuk, Hyuk )
* Lee
Dong Hyuk
* Lee Hyun
Hee
* Lee
Hyuk Jae’sMother
* Lee
Hyuk Jae's Father
*
Other Cast.
Writer
: HTS
NOTE!!! Please,don’t share my FF without my
permission.
Narasi
:
Fanfiction
ini di buka dengan pemandangan rumah mewah
yang tak tertandingi oleh siapapun. bahkan,rumah
kediaman dari Kim Joo Won Secret Garden pun lewat.
Ya,kediaman itu adalah milik Lee Hyukjae Putra
dari pewaris perusahaan terbesar di Korea melebihi Goo Jun Pyo di BBF dan Kim
Tan di The Heirs.konon katanya,pada awal tahun millennium ini,ayah dari Kim
Hyesun pernah menyelamatkan Hyukjae dari gempa dahsyat berskala 7.8 SR yang
menimpa Seoul 13 tahun yang lalu.
Bencana alam yang menimpa Seoul yang
berlangsung sekitar 20-30 detik ini namun, dengan dahsyat menyapu bersih kota
ini sampai menghilangkan beratus-ratus nyawa manusia dan beratus-ratus korban
luka-luka.
Namun sayangnya nyawa ayahnya tak
tertolong.ayah dari Hyukjae sendiri sangat berterima kasih kepadanya atas
menyelamatkan anaknya itu. Ia berjanji akan menjaga,melindungi,merawat Kim Hyesun
putri satu-satunya jika terjadi masalah di detik terakhir kepergian ayahnya..
Sampai sekarang di usia 18 tahunnya Hyesun,dia
masih menyimpan dendam kepada Hyukjae karena menurutnya dia penyebab ayahnya
meninggal. ‘Sudah jatuh tertimpa tangga pula.’ Pribahasa yang tepat untuk
kondisi gadis itu saat ini.
Sudah hampir setengah lebih dari umurnya ia
jalani hidup tanpa seorang Ayah. Ia kini harus menjalani hidup sebatangkara,karena
ibunya wafat akibat penyakit yang di deritanya beberapa hari yang lalu.
Berita
itu terdengar sampai ke telinga keluarga Hyukjae. orang tua Hyukjae sendiri berniat
untuk menjodohkan Hyukjae dengan Sun,agar Sun sendiri bisa tinggal di rumahnya.
ya,namanya dendam mau di apain lagi? Sun sendiri lebih memilih tinggal di Motel
daripada setiap hari dari pada harus bertemu dengan Hyukjae. Kebetulan mereka
sendiri satu sekolah. dan mereka juga satu kelas hanya saja Hyukjae lebih tua
satu tahun dari Sun.
So…?
kita
mulai ceritanya..
Part
1
Suatu
hari setelah mendengar kabar tentang kematian Ibu dari Sun, Ayah dan Ibu Hyuk langsung
mencari dimana keberadaan Sun saat ini dengan menggunakan Mobil yang ia
kendarai.
Mereka mencari keberadaannya selama
berjam-jam sampai larut malam seperti ini. Hyuk sendiri tidak peduli dengan keadaan
Sun saat ini,Apa yang sedang ia kerjakan,dimana ia tinggal sedang bersama siapa
? tak sedikitpun rasa khawatir tertanam pada otaknya.
Ia justru malah memainkan beberapa aplikasi
yang tertanam pada telefon genggam sebesar 5 inch tersebut sambil menonton
televisi acara kesukaannya. Walaupun tidak ada sedikit rasa kekhawatiran pada
gadis teman lamanya itu,seharusnya ada sedikit rasa khawatir pada kedua orang
tuanya yang telah mencarinya sejak berjam-jam.
Walaupun sudah berkenal sejak lama. Sun dan
Hyuk di kelas bagaikan kedua orang yang sedang terlibat perang dunia. Keduanya
sama-sama memiliki watak yang keras,angkuh dan dingin. tidak saling menyapa
satu sama lain dan merasa saling tidak mengenali. Kedua insan ini bagaikan dua
buah magnet yang saling di gabungkan dengan kutub yang sama. Tidak sedikitpun
apapun yang mereka kerjakan memiliki persamaan pendapat,keduanya sama sama
saling bertolak belakang dalam segala hal.
Untung saja mobil yang sedang di kendarai
kedua orang tua Hyuk adalah mobil dengan versi terbaru di dunia. Jika
menyebutkan merk mobil itu saja pasti banyak yang mengenal dari keluarga mana
ia berasal. Mobil dengan harga ratusan juta dolar ini hanya ada 20 di dunia.
Pasti sudah tertanam bagaimana keindahan lekuk-lekuk bagian dari mobil ini.
Jika tidak ada pendingin ruangan di dalam mobil itu. pasti sudah terlihat jelas lelehan keringat yang menempel pada kedua orang tua Hyuk yang mencari gadis ini sejak tadi siang.
Jika tidak ada pendingin ruangan di dalam mobil itu. pasti sudah terlihat jelas lelehan keringat yang menempel pada kedua orang tua Hyuk yang mencari gadis ini sejak tadi siang.
Astaga, untungnya Dewi Fortuna masih
berpihak kepada mereka saat ini. akhirnya Keluarga Hyuk menemukan gadis itu
sejak duduk termenung di pinggir jalan membawa dua buah koper besar di
tangannya.
"Ne,Gwenchana
Ahjussi,Ahjuma.
aku bisa tinggal di motel,atau menyewa
rumah di dekat sini. " Tolak Kim Hyesun dengan keras saat bertemu kedua
orang tua Hyuk yang menawarinya tinggal di rumah mereka.
" Aigoo, itu memerlukan biaya yang sangat
besar. Rumah kami masih memiliki banyak ruang yang kosong. Lagipula,kami sudah
berjanji kepada mendiam ayah mu untuk menjagamu." Ujar Ibu Hyuk. Kalimat
itu yang terus menjadi alasan setiap terjadi hal seperti ini. Entah apa yang
ada di fikiran wanita paruh baya itu,Hyesun saja sudah bosan mendengar kalimat
kalimat itu berkali-kali.
“Arraseo, tapi Gwenchana. Nan Jeongmal
Gwenchana." Hyesun menolak untuk keduakalinya. Sebenarnya,mau-mau saja ia
menerima ajakan dari wanita paruhbaya itu. Terlebih lagi,ia tidak tahu ingin
kemana ia untuk tidur malam ini. Namun,jika ia menerima ajakannya itu berarti
ia harus tinggal satu rumah dengan orang yang paling di bencinya di dunia ini.
Aish, membayangkan wajahnya saja sudah membuatnya menjadi ngeri. Apalagi harus
tinggal satu atap dengan orang itu? bagaimana jika tersebar gosip antara mereka
berdua? Apa wanita paruh baya itu tidak memikirkan hal ini?
"Aishh! kami akan merasa bersalah jika
kau hidup sendiri menderita dan kesepian." ucap Ibu Hyuk menasehati yang
masih duduk di kursi mobilnya dengan pintu mobil yang terbuka.
"Jeongmal,mianhae." Ucap Sun
menundukan tubuhnya.
"Kau
belum menemukan tempat tinggal bukan?
tinggallah
beberapa bulan di rumah kami,kau bisa bekerja dan mencari tempat tinggal nanti
disana. apa tidak apa-apa kalau kau tidur di jalanan?” Ancam Ibu Hyuk, “Tapi
kami tidak akan memaksa.jika kau perlu bantuan,telefon saja kami.sudah ya,kami
pergi dulu." Lanjut Ibu Hyuk yang ingin menutup pintu mobilnya.
" Aishh!! betul katanya... "Batin
Sun dengan rasa bimbang memenuhi otaknya saat ini, terjadi perang di hati Sun
saat ini. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menerima tawaran itu,mungkin saja
Namja mengerikan itu berfikir mengajaknya untuk memulai perang dunia. Tapi,jika
ia menolaknya ia ingin tidur dimana? Kedua orang tua Sun adalah anak tunggal.
Ia juga tidak memiliki kakak maupun adik kandung,saudara saja ia tidak punya.
Hanya paman,bibi dan neneknya. Mereka semua juga tinggal di luar negeri. Apa
harus ia mengemis-ngemis agar orang lain merasa iba padanya? Ia masih memiliki
harga diri setidaknya, "Ahjumma! Ahjumma!" Panggil Sun dengan
berteriak saat mobil yang membawa kedua orang itu baru pergi sekitar lima
langkah dari asal ia berdiri tadi.
“Ne,Waeyo? " Ibu Hyuk lantas
menghentikan mobilnya dan membuka pintu baja itu dan bertanya.
"A-apa
di..sana a-ada k-kamar Kosong?
mungkin aku akan tinggal beberapa hari…saja.
" ucap Sun denggan terbata. Mendengar hal yang baru saja di katakannya
tadi.
“Aigoo! Gadis ini berfikir sangat lama.
Masuklah dan bawa kedua kopermu.” lantas wanita paruh baya itu langsung
menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya.
--o0o--
Aigoo,
apa yang baru saja ia duduki? Ini pertama kalinya bagi Sun menduduki mobil
semewah dengan harga ratusan juta dolar seperti ini. Orang lain yang bisa duduk
disini saja pasti sudah bangga apa lagi bagi Sun ? Pantas saja harga mobil ini
tidak murah. Kemewahan,gaya,kenyamanan sangatlah menjadi beberapa faktor yang
membuat harga mobil ini setinggi langit.
Apa yang harus ia lakukan saat ini? Tanya
Sun dalam hati. Susana di dalam sana menjadi canggung. Ah,ia sepertinya punya
ide!
“A-ahjumma..” Panggil Hyesun lembut yang
memulai pembicaraan agar tidak menjadi canggung seperti sebelumnya.
"Ada apa ? apa yang ingin kau tanyakan
? kau tidak ingin berubah fikirankan.” Tuntut wanita paruh baya itu mencurigai
yang membuat Sun menjadi takut, “Sampai disana kau bisa bertemu Lee Hyukjae dan
Lee Donghyuk.” Lanjut penjelasan ibu Hyuk kepada sun.
"Ne, Ahjumma." Jawab Sun sambil
menyimpulkan sedikit senyuman pada bibirnya," Geundae,Nugu Lee Donghyuk?”
tanya Sun sedikit penasaran.
“Dia
adiknya,dia itu masih kecil saat umurmu 13 tahun. Dulu kalian sering bermain
bersama dengan Hyuk juga tentunya.” Ucap Ibu Hyuk dengan bersemangat.
Tapi,seketika wajahnya menjadi suram. Ah,sepertinya ia ingin mengatakan suatu
hal, “Hyuk-ku sampai saat ini belum punya kekasih. Apa kau menyukainya? Hmmm?
jika iya,lebih baik langsung menikah saja."
" Ani,ani,ani!" teriak Sun
spontan mendengar jawaban dari wanita itu. ia merasa apa yang dikatakannya
barusan tadi sedikit kasar, ia langsung melipat bibirnya dan menunduk sedikit
malu. atau karena keceplosan ? hanya dia yang tahu.
"Hyaa! cobalah kau dekati dia. mungkin
dia akan tertarik." Ibu Hyuk memberikan sedikit saran.
"Hmmmm.." Tidak ada lagi yang
harus ia katakan. Daripada berujung seperti tadi, lebih baik ia membungkan
mulutnya di tambah senyuman. Itu mungkin ide terbaik untuk saat ini.
“Nahhhh. Nona Kim,kita sudah sampai." Ucap
Ayah Hyuk dengan formal.
"Ne,Jeongmal
Gamsahamnida. Tidak perlu berbicara terlalu formal seperti itu,Ahjussi.
panggil Sunea (Sun-Ya) atau Hyesun saja
tidak apa-apa." Ucapnya di akhiri
dengan senyuman lagi.
"Ne,sebentar lagi Hyuk akan datang
membawakan kopermu." Ujar Ibu Hyuk setelah keluar dari mobil mewah itu bak
ratu kerajaan fikir Hyesun saat ini.
"Ani.tidak
usah Ahjumma.aku bisa membawa sendiri.
Aku tidak ingin kedatanganku membawakan
petaka bagi Hyuk." Tolak Hyesun.
"Gwenchana." Ratu kerajaan yang
ada di fikiran Hyesun melangkahkan kakinya bergerak sampai di depan
pintu."Hyuk-ie." panggil Ibu Hyuk yang melihat anaknya berada di
depannya.
"Ne,waeyo? Eomma,sepertinya ada tamu
baru." Sahut Namja yang menggunakan T-shirt ketat namun panjang lengannya
hampir menutupi jarinya itu sambil memegangi Gadget di tangannya. Ia
menggunakan celana santai namun panjang,dengan di hiasi rambut bergaya blonde
berwarna putih. Aish,Lantas saja Hyuk bertanya seperti itu. Sun dengan sengaja membelakanginya
sehingga hanya terlihat punggung dan rambut indah terurainya saja berpura-pura
mengambil koper miliknya.
Apa yang harus aku lakukan ? batin Hyesun
saat ini. Ia tak mungkin harus berdiri disana terus menerus.
“Oh? Kau tidak mengenalinya? Cepat dekati
dia dan membawakan kopernya,dia teman kecilmu.” Suruh Ibu Hyuk pada anaknya.
Bagaikan seorang Ratu terhadap pengikutnya,tapi bukankah memang anaknya harus
menurut pada orang tuanya? Pikir Hyesun di sela-sela pembicaraan mereka.
Sepertinya Sun terlalu banyak membaca buku Dongeng saat kecil.
Hyuk mulai berjalan satu,dua langkah dari
asalnya. Ia juga penasaran siapa gadis yang terus membelakanginya itu. Namun,
tersentak ia terhenti akibat ulah ayahnya sekarang.
"Tolong
bawakan jaket Appa kedalam." Suruh Ayah Hyuk langsung memberikan jaketnya
pada anaknya itu. Kali ini,seperti seorang Raja pada budaknya. Fikir Hyesun
walau tanpa melihat kejadian itu.
"Aishh,Appa!" Decak kesal Hyuk
menerima segala perlakuan kedua orang tuanya itu. meski ia terkadang menuruti
perintah kedua orang tuanya itu,tapi tidak biasanya. Ini terlalu berlebihan
bagi Hyuk saat ini.
Hyuk berjalan beberapa langkah lagi sampai
tinggal sedikit jarak diantara mereka.
Sun yang belum menyadari keberadaan Hyuk saat ini tiba-tiba menurunkan kedua kopernya dan berbalik sehingga saling menatap satu sama lain dengan Namja di depannya.
Sun yang belum menyadari keberadaan Hyuk saat ini tiba-tiba menurunkan kedua kopernya dan berbalik sehingga saling menatap satu sama lain dengan Namja di depannya.
“N-neo..” Seketika jari telunjuknya refleks
menunjuk wajah gadis di depannya itu, “Aigoo!! Eomma! Apa yang ada di fikiranmu
saat ini, kenapa dia berada disini?” Teriak Hyuk yang langsung menatap kedua
orang tuanya.
Gadis di depan Hyuk ini hanya bisa diam
menerima kata-kata kasar yang terucap olehnya.
Ah,ia tahu. Pasti ini kiamat bagi Hyuk menyadari Sun berada disini.
Ah,ia tahu. Pasti ini kiamat bagi Hyuk menyadari Sun berada disini.
“Jaga mulutmu Hyuk-ie! Ia akan tinggal
mulai saat ini.”Jawab Ibu Hyuk dengan santai, “Jangan hanya diam! Cepat sambut
dan membawakan kopernya!” seru Ibu Sun yang menuntun suaminya masuk kedalam.
“EOMMA!!! Kenapa dia disini?
Eomma,Eomma… apa kesalahanku? Kenapa kau membawa hari mengerikan ini padaku?” Rengek Hyuk yang langsung duduk dengan gaya seperti anak berumur lima tahun yang tidak di belikan sebuah permen.
Eomma,Eomma… apa kesalahanku? Kenapa kau membawa hari mengerikan ini padaku?” Rengek Hyuk yang langsung duduk dengan gaya seperti anak berumur lima tahun yang tidak di belikan sebuah permen.
Eomma dan Appanya hanya diam seolah tidak
terjadi apa-apa hanya masuk kedalam dengan santai.
“M-mianhae.” Ucap Sun lalu menundukan
wajahnya lagi. Ah, jadi seperti ini gayamu ketika menangis. Batin Hyesun. Ah,
ia ingin sekali menertawakan di depannya saat ini. Ia ingin sekali memotretnya
dan menyebarkan lewat SNS agar teman-temannya bisa mengetahui ekspresi lucunya
saat ini. Tapi disisi lain, bagaikan Neraka yang ia mulai di injaknya
sekarang,ia bisa merasakan hawa perang merasuki tubuhnya.
Menyadari ekspresi Sun yang di liat Hyuk saat ini. Ia tersadar lalu berdiri dan
menepuk-nepuk bajunya yang tidak kotor, ia juga tahu pasti dalam hatinya Sun
sedang tertawa puas melihatnya seperti ini.
“Donghyuk-Ah!” Panggil Hyukjae pada adik
satu-satunya itu.
Mendengar Hyungnya memanggil namanya.
Donghyuk langsung berjalan kearahnya dengan mata yang tak mau lepas dari PS yang
sedang ia mainkan.
“Noona!” Namja berumur 10 tahun itu berlari
setelah melihat Noona yang sudah tidak ia lihat selama bertahun-tahun itu
langsung memberikan pelukan tiba-tiba padanya.
"Noona,kenapa baru kesini sekarang?
Aku menunggu sejak lama ingin bertemu dengan Noona.” Ucap Donghyuk yang masih
tak mau lepas memberikan pelukannya pada Noonanya itu. Ya,mungkin itu cara
melepas rasa rindu itu.
“Berbohong!” Decak kesal Hyuk dengan suara
sangat pelan namun, tetap saja suara itu masih di dengar oleh Sun.
“Aku juga merindukanmu.” Ucap Sun sambil
mengacak-acak rambut Donghyuk seolah-olah dia adalah adiknya, “Ck! Jangan
seperti itu pada adikmu, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.” Lanjutnya yang
kemudian menatap Hyukjae.
Ah, memangnya aku tidak tahu arti
kekanak-kanakan itu ? batin Hyukjae. Ya, kau boleh tertawa puas Hyesun-Ah.
namun, mulai saat ini kau akan memasuki nerakamu.
Ya, jangan fikir aku tak mendengarmu. Aku
tahu,sekarang adalah masa terberat dalam hidupku. Batin Sun seolah-olah mereka
saling mengetahui isi hatinya satu sama lain.
“Donghyuk-Ah. bukankah kau sangat sangat
merindukan Noona tersayangmu itu?” tanya Hyuk pada dongsaengnya.
“Ne,Hyung. Waeyo?” tanya Donghyuk yang
melepaskan pelukannya lalu menatap sinis Hyungnya itu.
“Kalau kau begitu merindukannya. Tolong
bawakan kopernya.” Suruh Hyukjae dengan santai di akhiri dengan senyuman palsu.
“Shireo! Apa Hyung tidak dengar apa yang di
katakan Eomma?
Aku saja mendengarnya! Eomma menyuruhmu,bukan aku!” Seru Donghyuk, “Noona. Ayo kita lebih baik masuk kedalam saja.” Tuntunnya sambil menarik salah satu tangan Hyesun.
Aku saja mendengarnya! Eomma menyuruhmu,bukan aku!” Seru Donghyuk, “Noona. Ayo kita lebih baik masuk kedalam saja.” Tuntunnya sambil menarik salah satu tangan Hyesun.
“Mianhae, tinggalkan saja jika kau tidak
mau.” Ujarnya yang sedang di tuntun Donghyuk untuk masuk kedalam Kerajaan
seorang putri tersebut.
“YAAA!! Donghyuk-Ah! Hyesun-Ah!” Panggil
Hyukjae yang di abaikan oleh kedua orang itu.
Ah, siapa sebenarnya tuan muda rumah ini.
Siapa pangeran kerajaan ini? Sudah jelas-jelas ada banyak pembantu di rumah
ini. Kenapa masih menyuruh anaknya untuk melakukan segala hal? Batin Hyukjae
yang kemudian membawa koper besar itu bagaikan seorang pesuruh kerajaan.
*Flashback
Di saat umur mereka menginjak usia lima
tahun. Saat dimana Donghyuk adiknya belum ada, setelah kejadian gempa beberapa
minggu yang lalu.
Ya, Hyesun kecil mulai saat ini menyimpan
dendam pada Eunhyuk. Eunhyuk adalah panggilan Hyukjae saat masih kecil, namun
mungkin di kelas masih ada beberapa yang memanggilnya dengan sebutan itu.
“Hyesun, Eomma ingin pergi sebentar. Tak
lama, hanya beberapa jam saja. Kau tinggal disini ya? Jangan menganggu dan jangan
pergi dari sini.”Ucap Eommanya di halaman belakang rumah Hyuk.
“Eomma janji tidak akan pergi lama?” Tanya
Hyesun kecil yang bisa di dengar Hyukjae yang masih bersembunyi di balik tiang
rumahnya.
“Ne. Eomma hanya sebentar, agar kau tidak
sedih lagi.
bacalah buku ini.” Ucap ibunya memberikan sebuah buku cerita.
bacalah buku ini.” Ucap ibunya memberikan sebuah buku cerita.
Ibu Hyesun mengecup kening Hyesun dan
mengacak-acak rambutnya, “Eomma pergi dulu,ya ?” Ucap Ibu Hyesun lalu
melangkahkan kaki dan pergi .
Hyesun terus memandangi sisa jejak-jejak
telapak kaki ibunya yang sudah tidak terlihat batang hidungnya dari tempatnya
duduk. Tiba-tiba permata cair keluar setetes demi setetes dari matanya. Ia
menangis sangat kencang,menyadari ibunya sudah pergi. Ingin sekali Hyukjae datang
dan mencoba menghentikannya menangis,tapi pasti Hyesun akan lebih menangis jika
dirinya datang.
Setelah sekian lama Hyesun menangis,ia
akhirnya berhenti menangis ketika menyadari di sampingnya ada sebuah buku
dongeng bergambar besar berwarna pink. Ia tersenyum melihat indahnya buku
dongeng pemberian ibunya dan membaca tulisan ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’
pada judul buku itu.
Perlahan demi perlahan ia membuka
lembar-lembar buku tersebut. Ia sangat senang melihat lembar buku itu yang
berisi dongeng bergambarkan tentang ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’ . ia membaca
buku itu di liputi dengan senyuman indah di bibirnya.
Hyukjae ikut tersenyum melihat Hyesun yang
senang dengan buku bacaan yang di bacanya itu. Ah,ingin sekali ia mendekatinya
lagi. Membaca buku dongeng itu bersama dan bermain dengannya,tapi ia berfikir
apa ia sudah melupakan tentang kejadian kematian ayahnya atau belum. Batin
Hyukjae.
‘Princess Aurora pun tertidur sangat lama.
Semua yang berada di Kerajaan terus menerus menangis tiada henti. Seorang
Pangeran menyusuri hutan menemukan sebuah Kerajaan besar lalu… Ah?” Senyum yang
tadinya terpancancar jelas di wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih saat
menyadari air mata langit satu persatu jatuh membasahi dirinya dan buku dongeng
dari Ibunya.
Hujan semakin deras membasahi Hyesun. Ia
tidak ingin basah-basahan terkena air hujan,pasti Ibunya akan sangat marah jika
melihatnya kuyub nanti. Ia berlari ke teras depan rumah Hyuk meninggalkan buku
dongengnya terkena air hujan.
Hyesun duduk termenung di teras rumah Hyuk
sambil melipat kedua kakinya yang merasa mulai kedinginan. Ia tidak peduli
dengan buku dongeng yang tertinggalnya tadi,mungkin buku itu akan tetap baik
jika di tinggalnya sebentar.
Suara petir terdengar keras beberapa kali
sampai ke telinga Hyesun membuatnya takut dan menjerit ketakutan terus
meneriakan ‘Eomma…Eomma…’ namun Ibunya belum datang. Ia terus menerus menutup
telinganya sambil menangis.
Hujan masih terus menerus turun tidak
berhenti di sertai angin kencang dan petir. Ya, di korea saat ini sedang di
landa musim hujan. Kejadian seperti itu wajar saja terjadi.
Hyukjae menengok kekanan dan kekiri
menyadari bahwa sudah tidak ada orang ataupun Hyesun. Ia berlari lalu duduk
mengambil buku dongeng itu dan membuka halaman buku itu dan memulai membacanya.
Tidak peduli seberapa deras hujan saat ini,tidak peduli sebasah apapun dirinya
saat ini. Ia tersenyum membaca dongeng itu.padahal di halaman depannya saja
sudah ada beberapa gambar yang mulai pudar terkena air hujan, huruf-huruf sudah
mulai tak terlihat jelas hampir di semuah halaman buku itu,bahkan ada beberapa
lembar yang menempel dan sudah mulai sobek.
Hyesun berjalan ke teras belakang rumah
Hyuk karena sudah tidak terdengar lagi petir namun hujan masih turun. Ia
berhenti dan merasa sangat kesal melihat Hyukjae sedang membaca buku miliknya
tanpa izin. Ia ingin sekali pergi kesana dan memukul wajahnya,namun hujan belum
berhenti. Ia hanya bisa berdiri kesal melihat temannya itu.
Hyukjae membalik halaman yang sudah
menempel bagaikan di lem itu. “Hahh…?” Hyukjae merubah raut muka setelah
menyadari 10 halaman terakhir sobek karenannya. Ia tidak tahu harus berbuat
apa.
Hyukjae mengambil 10 halaman terakhir yang
sudah sobek di buatnya itu. ia kemudian berlari dan menemukan sebuah kotak kayu
yang cukup besar dan menaruh halaman yang belum di bacanya tadi ke dalamnya
lalu menutup kotak kayu itu. Hyukjae lalu mencari kantung plastik untuk
melapisi kotak kayu itu.
Menggunakan kedua tangannya sendiri Hyukjae
lalu manaruh kotak itu di dekatnya dan menggali tanah yang mulai lunak terkena
air hujan yang cukup membantu baginya. Ia menaruh kotak itu dalam lubang yang
sudah di buatnya lalu memberi tanah untuk menguburnya kemudian ia berdiri dan
meloncat-loncat agar tidak bisa di gali orang lain.
Hujanpun mulai reda,Hyesun langsung berlari
dan menghampiri bukunya. Ia menangis sangat kencang yang menyadari sebagian
halamannya yang belum di bacanya sudah hilang.
Hyukjae memberanikan dirinya untuk datang menghampiri Hyesun yang menangis.
Hyukjae memberanikan dirinya untuk datang menghampiri Hyesun yang menangis.
“H-hyesun-Ah, M-mianhae.” Hyukjae
memberanikan dirinya untuk meminta maaf Sambil menjulurkan salah satu tangannya
yang masih kotor.
“Shireo. Aku tidak membutuhkan maafmu! Aku
tidak ingin berteman denganmu lagi! Aku membencimu.” Ucap hyesun yang langsung menampis keras
tangan Hyukjae dan berlari kencang sampai ke tempatnya duduk termenung tadi.
Di mulai dari ayahnya meninggal karenanya
dan buku itu,Hyesun semakin membenci Hyukjae. Di setiap ulang tahunnya,Hyesun
selalu di beri buku cerita oleh ibunya.namun setiap ia meninggalkan buku itu
sebentar, Bukunya sudah hilang akibat ulah jahil Hyukjae.
Hyukjae terus menjahili Hyesun pada masa
kecilnya. Di mulai dari menyobek,menghilangkan buku yang di bacanya, membuang
sendalnya dll. mungkin Hyukjae fikir ulahnya ini tidak di ketahui orang lain,padahal
Hyesun jelas melihat semua kejadian-kejadian itu.
Hal itu membuat Hyesun semakin membenci
teman lamanya. Hampir seluruh cerita dongeng di dunia sudah dibaca oleh
Hyesun,terkecuali ‘Sleeping Beauty’ ia tidak pernah lagi mau membaca cerita itu
takut teringat dengan kejadian masalalunya.
* Flashback end.
* Flashback end.
--o0o--
Seorang pesuruh kerajaan datang membawakan dua buah
koper besar di dekat tangga kerajaan itu. Ya, Hyesun dan keluarganya sedang
duduk di sebuah sofa depan televise bagaikan melihat seorang putri bersama
keluarga indahnya.
"Eomma,aku taruh di sini ya kopernya. aku lelah
ingin ke kamar." Ucap Hyuk meninggalkan
dua koper milik Hyesun dan beranjak ingin ke kamar yang berada di tingkat kedua
rumahnya sehingga harus menaiki tangga.
“YA! Siapa yang
menyuruhmu menaruhnya disini? Hmm?” Ucap Ibu Hyuk yang masih duduk di sofa itu.
“Eomma! aku kan sudah mengantarnya." Sahut Hyukjae
yang kemudian berhenti di tengah tangga itu.
"Eitss. tidak bisa, antar ini sampai ke dalam kamar Sun!" Seru perintah Ibunya lagi.
“Eomma! Gadis
itukan sudah besar,ia bisa mengangkatnya sendiri!” Hyuk yang mulai kesal dengan
tingkah Ibunya yang terus menerus menyuruhnya. Siapa sebenarnya anakmu? Kenapa
menyuruh anaknya sendiri bagaikan pembantu? Batin Hyuk dalam hati.
“Dia adalah gadis!
Ia sulit untuk membawanya ke atas.” Ibu Hyuk memberi alasan lagi, dari pada
terus menerus mendengar Ibunya menceramahi terus menerus. Lebih baik ia menurut
apa kata Ibunya dan membawakan kopernya ke atas.
Ah,sepertinya Sun
sudah tidak melihat Hyukjae lagi. Mungkin ia sudah tidur di kamarnya. Batin
Hyesun, “Ahjumma.” Panggil Hyesun memberanikan diri.
“Ne,ada apa ?”
Balik tanya Ibu Hyuk menatapnya.
“Aku mohon. Jangan
terus menerus menyuruh Hyukjae, aku bisa melakukan sendiri.
lagi pula, aku hanya tamu disini.” Ucap Sun agar Ibu Hyuk tidak menjadikan anaknya bagaikan budak karenanya.
lagi pula, aku hanya tamu disini.” Ucap Sun agar Ibu Hyuk tidak menjadikan anaknya bagaikan budak karenanya.
“Aigoo! Aku
menyuruhnya bukan karenamu,jadi kau tidak perlu takut itu semua kesalahanmu.
anak itu semakin hari semakin besar,aku harus membuatnya menjadi mandiri. Bagaimana jika ia menikah nanti? Kasihan sekali istrinya jika menghadapi orang seperti dia.” Ibu Hyuk memberi alasan yang sebenarnya.
anak itu semakin hari semakin besar,aku harus membuatnya menjadi mandiri. Bagaimana jika ia menikah nanti? Kasihan sekali istrinya jika menghadapi orang seperti dia.” Ibu Hyuk memberi alasan yang sebenarnya.
“Huh,jadi begitu?
Aku kira itu semua kesalahanku.” Ucap Sun merasa lega mendengar pernyataan
wanita paruh baya di depannya.
“Ne. bukankah kau
merasa lelah? Kau tidurlah,besok kau harus berangkat sekolah dengan Hyuk-ie.”
Perintah Ibu Hyuk pada Sun.
“Ne. terima
kasih,Ahjumma.” Ucap Hyesun berterimakasih, “Donghyuk,aku pergi dulu ya?”
lanjutnya pada Donghyuk.
“Ne,Noona.”
Donghyuk sempat tersenyum dan masih memainkan PSP kesayangannya.
Hyesun perlahan
lahan melangkahkan kakinya mencicipi langkah demi langkah berada di tangga
kerajaan. Ya, ini pertama kalinya ia melihat rumah semewah bagaikan kerjaan
seperti ini. Walaupun sebelumnya ia pernah ke rumah ini. Tapi, rumah ini belum
sebagus sekarang. Mungkin sudah di renovasi saat ia pindah rumah dulu.
Hyesun melambatkan
sedikit langkah kakinya ketika melihat Hyukjae sudah menunggunya di dekat pintu
kamar yang entah kamar siapa.
Sial, rasa apa yang
di rasakannya kini? Gugup,takut,kesal, semuanya terkumpul menjadi satu mengalir
dalam setiap darah tubuhnya.
"Ini kunci kamarnya."Ucap Hyuk pada Hyesun. Ah,jadi ia hanya ingin memberi
kunci ini? Aku kira ia sudah mulai mengajakku untuk perang. Batin Hyesun.
"G-gumawo." Hyesun berterima kasih dengan mengucapkanya sedikit
terbata. Entah apa yang gadis itu rasakan saat ini sambil menerima kunci.
“Kenapa ? kau merasa
gugup? Atau merasa takut?” tanya Hyuk memberikan tatapan sedikit sinis pada
gadis di depannya.
Hyesun tidak berani
menatapnya. Ia tahu pasti Hyukjae sedang memberinya tatapan sinis itu. Sun
hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit menundukan kepala.
"Baiklah,aku pergi." Namja itu membalikan tubuhnya untuk pergi ke
kamarnya,jelas sekali bahwa kamar mahluk mengerikan itu berada di samping kamar
Hyesun.
"Hyukjae…” Panggil Hyesun tiba-tiba.
Ah,apa yang harus ia lakukan sekarang. Rasanya takut harus berdekatan dengan
orang yang paling di bencinya itu.
===== TBC =====

No comments:
Post a Comment