PART
5A
Richan baru saja
menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk
merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman
selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada
Kai.
Di lain tempat,Kai
baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air
dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan
masuk dari Richan, ia membukanya dan mendengarkan rekaman yang telah di buat
oleh Richan.
Lagu itu di
putar,baru setengah dinyalakan,Kyuhyun terlonjak berdiri dan mendekati Kai.
“Itu lagu yang akan kau nyanyikan?” Kyuhyun bertanya.
“Ne,menurutku ini
cukup bagus. Aku menyukainya,bagaimana menurutmu?” Kai mengambil earphonenya
dan memasangnya.
“Nada dan liriknya
indah,aku menyukainya. Aku yakin kau akan menang!”
“Benarkah?” Kai terkejut,”Trainee
baru penulis lagu itu yang membuatkan ini untukku.” Ia menjelaskan.
“Richan,aku ingat
itu namanya!” Kyuhyun merubah raut wajahnya,”Kau berlatihlah,aku akan pergi
kepadanya untuk membuatkan lagu untukku.” Kyuhyun pergi dari tempatnya.
Kai mendengarkan
kembali lagu itu,kepalanya bergoyang menikmatinya. Liriknya mudah untuk di
hafal.
Di lain tempat—
Richan dan Eunhyuk
duduk bersama di ruang rehersal,Richan terus bertanya banyak hal. Beberapa
lirik sudah di buatnya,Eunhyuk juga turut membantu Richan dalam membuat lagu.
“Eunhyuk-ssi,aku punya ide bagus!” Eunhyuk menatapnya serius,”Hm,bagaimana jika
aku masukan unsur beat dan rapp? Dan saat kau membawakan lagu ini,disajikan
dengan tarian lalu kau melakukan rapping. Bagaimana? Aku mencari info tentangmu,kau
bisa menari dan melakukan rapp.”
Eunhyuk berfikir
sebentar,”itu ide yang bagus! Cepat buatkan lagu untukku,agar aku bisa berlatih
untuk membuat gerakan.”Ia tersenyum.
Richan mengambil
pulpennya dan menulis beberapa lirik lagu,jika ada yang menurutnya tidak pas.
Ia selalu bertanya pada Eunhyuk,dan ia membantunya dengan sukarela. Menulis
lagu kali ini lebih mudah dari pada menulis lagu untuk Kai.
Richan dan Eunhyuk
pergi ke studio rekaman untuk membuat instrument yang pas,mereka berdua
berlatih sampai tak ingat dengan waktu.
Kai memperhatikan
mereka berdua di dekat pintu yang terbuka,mereka berdua tertawa bersama. Kai
merasakan hal aneh pada dirinya,ia merasakan sesuatu yang hilang,ia merasa
tidak suka jika Eunhyuk dekat dengan Richan. Kai semakin membenci Eunhyuk.
Kai menendang
tempat sampah di depannya dan pergi,Keduanya membalikan kepalanya setelah
mendengar suara itu. “Ah,apa-apaan ini!” Richan kesal. Eunhyuk menatap jam
tangannya,”Eoh,Richan-ah. 15 menit lagi waktu pulang,bereskan barang-barangmu.”
Eunhyuk memerintahkannya.
“Ah,bagaimana ini?
Laguku belum selesai…”
Eunhyuk berdiri
dari tempatnya,”Tidak apa,aku akan membantumu menyelesaikan lagi besok.”
Richan tersenyum
dan berdiri,”Benarkah? Kalau begitu,ayo pulang!” Ia bersemangat. Keduanya
pulang bersama.
*
Eunhyuk dan Richan
duduk bersama di bus,Kai hanya memperhatikan mereka dengan kesal. Ingin sekali
Kai menarik tangan Richan dan mengajaknya pergi darisini,namun rasanya itu
tidak mungkin.
*
Keesokan harinya.
Richan
menyelesaikan lagunya hari ini,dengan cepat Eunhyuk menghafalnya dan pergi ke
Studio rehersal untuk membuat gerakan ini,”Aku berharap banyak
padamu,Eunhyuk-ssi.” Richan duduk dan memperhatikan orang itu yang sibuk
mencari gerakan.
Eunhyuk
tersenyum,ia kembali berlatih. Kalah atau menang dari Kai itu bukanlah poin
utama baginya,kalimat Richan yang terpenting. Ini pertama kalinya ada orang
yang berharap banyak baginya.
Keesokan harinya
juga sama seperti itu,keduanya menjadi dekat. Sudah saatnya mereka pulang.
Semua Trainee masuk ke dalam kamarnya. Jam dinding menunjukan pukul 7.30 malam
waktu setempat.
Kai sibuk menggigit
jarinya sambil terus berjalan tanpa arah di dalam kamarnya,ia sedang memikirkan
sesuatu. Ah,ia punya ide. Kai duduk di sofanya dan segera menyalakan
handphonenya dan menelfon seseorang.
“K-kau sedang apa?”
Entahlah,Kai merasa gugup kali ini.
Di lain
tempat,Richan menaruh handphone di telinga dengan posisi tubuh terlentang di
kasur,tubuhnya baru saja di selimuti dengan selimut. “Aku baru akan tidur.”
“YA!” Kai
berteriak,”Ini baru jam segini! Pergilah ke kamarku,ada yang ingin aku
tanyakan.” Ucapnya yang langsung mematikan sambungan telefon. Richan
mengerti,ia bangkit dari kasurnya dan pergi ke kamar Kai.
Richan membuka
pintu,”Waeyo?” tanyanya dengan malas.
Kai berdiri di
tempatnya dengan kedua tangan di lipat di dada,”Ada beberapa lirik yang tidak
aku mengerti bagaimana cara menyanyikannya.” Ucapnya dingin.
“Tidak mengerti?
Lagu itu telah selesai beberapa hari yang lalu! Aku bahkan telah mengirimkanmu
suaraku,jadi mudah bagimu untuk menghafal.” Richan segera duduk di lantai
dengan kesal. Kenapa orang ini baru sekarang mengatakan? Mungkin Richan
berfikir seperti itu. “Ambilkan gitarmu.” Suruhnya.
Kai tidak suka di
suruh,namun jika ia tidak mau,pasti Richan akan marah dan lebih memilih pergi
ke kamarnya. Kai memberikan gitar itu dan duduk di dekat Richan. “Bagian mana
yang kau tidak mengerti?”
“Hm,” Kai berfikir,”Di
bagian,can’t stop loving you~”Jawabnya dengan menyanyikan bait lagu itu.
Richan segera
menatapnya tajam,”Kau tidak mengerti? Kau baru saja menyanyikannya,dan nadanya
memang seperti itu…”
Kai di buat kikuk
olehnya,otaknya berfikir cepat,”Maksudku,lirik sesudah itu. Aku bahkan lupa apa
liriknya.” Kai berbohong.
Richan mengambil
handphonenya dan membaca sebentar,terus seperti itu. Kai terus bertanya
bagaimana cara menyanyikannya,padahal dia sendiri sudah tahu bagaimana
seharusnya lirik itu di nyanyikan. Terlebih jika dia seorang penulis lagu,ia
bisa membaca not balok yang telah Richan buatkan.
Waktu terus
berlalu,Richan sudah sangat mengantuk,tapi Kai seolah berlatih tak kenal lelah.
Walaupun hari-hari sebelumnya,ia sudah sangat maksimal. Tanpa sadar,Richan
tertidur dengan kepalanya yang berada di atas meja.
Kai tersadar dan
berhenti bernyanyi,”Maaf sudah membuatmu lelah…” Kai bergumam kecil.
Richan mengangkat
kepalanya,”Apa kau tadi berbicara padaku?” Ia bertanya dengan bodohnya.
“Eoh,siapa yang aku
kau pilih di acara nanti. Aku atau Eunhyuk?” Kai bertanya dengan serius.
“Geuresae(entahlah)”Richan
berfikir ringan,”Aku bahkan tidak memikirkan hal itu. Ini sudah malam aku harus
kembali.” Richan berdiri dan meregangkan ototnya yang kaku.
Kai ikut berdiri,”YA!
Aku serius! Kau pilih aku atau Eunhyuk?” ia bertanya sekali lagi.
=== TBC ===
No comments:
Post a Comment