Tuesday, 31 December 2013

FANFICTION KOREAN FF MY FAN,MY ENEMY,MY WIFE -PART 2 [HEECHUL AND EUNHYUK SERIES]


Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : (?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Lee Dong Hyuk
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS 
Note !!!

Please don’t share my FF Without my permission

PART 2

*Flashback-Hyesun Pov.
“Loh,bukankah itu Heechul Oppa?” tanyaku dalam hati, “Oppa,Heechul oppa!” aku memanggil namanya sambil berteriak lalu berlari ke arah Namja yang aku fikir itu adalah Kim Heechul.
Heechul Oppa lalu berbalik ke arahku, “Nuguya?” tanyanya begitu angkuh padaku.
“Oppa,perkenalkan aku Lee Hyesun. Aku adalah fansmu! Berita kau dan Wanita ‘S’ itu semua bohong bukan?” tanyaku pada Heechul Oppa. Aku hanya berharap jawaban dari bibirnya itu mengatakan ‘Tidak’. Ya, ini pertama kalinya aku bertemu dengan Kim Heechul secara langsung dan sedekat ini,kecuali dalam Super show.
 “Kau bisa melihat apa yang aku bicarakan tadi di Internet! Jika kau fansku seharusnya kau tidak bertanya hal seperti itu.” jawabnya begitu kasar padaku. Pada saat itu tiba-tiba aku ingin sekali menangis namun,kufikir dia adalah Kim Heechul tapi tiba-tiba,
“Huh?Heechul-ssi..” Seorang wartawan pria juga ikut keluar dari ruangan tersebut, “Apa dia wanita ‘S’ yang kau maksud? Apa dia Yeojachingumu?” tanya wartawan itu menatap padaku.
“Yeojachingu? Kau lihat saja bentuk tubuhnya? Dia sungguh berbeda dengan wanita ‘S’. Wanitaku sangat cantik,sementara dia…sungguh bukan tipeku!” jawabnya sangat kasar. Aku benar-benar di campakan setelah Heechul berkata hal itu padaku,kenapa ia tiba-tiba ia berlaku seperti itu pada fannya? (Hyesun mulai nangis sambil menceritakan hal ini pada Eunhyuk)
“Oppa..” aku mulai memanggilnya setelah Heechul berkata hal yang seharusnya tidak ia katakan padaku.
“Lalu siapa dia,Heechul-ssi?” Tiba-tiba Wartawan itu bertanya lagi.
“Aku tidak mengenal sama sekali dirinya!” Heechul tiba-tiba menjawab dengan kasar seperti itu. Kenapa ia memperlakukanku seperti ini? Dia memperlakukanku seperti seorang musuh.
Blushh..
Entah apa yang aku di fikiran saat itu. Mungkin aku sakit hati mendengar Heechul orang yang selama ini aku dambakan menjelek-jelekanku di depan seorang wartawan.
Tiba-tiba saja aku menumpahkan salah satu Kopi hangat yang aku pegang ke arahnya.
“Oppa.. aku ini fan mu.” Ucapku setelah menumpahkan kopi ke arahnya. Aku tahu saat itu Heechul mungkin geram karena aku bertindak seperti itu.tapi Heechul oppa juga melakukan itu padaku. Ia menyakiti perasaanku. Aku mulai menitihkan air mata saat itu juga.
“Fan? Jika kau benar fan ku,kau tidak akan melakukan hal ini padaku!” ia mulai mengucap kalimat-kalimat tajamnya padaku sambil mengusap wajahnya dengan saputangan.
“Astaga! Heechul-ssi,wajah dan bajumu jadi basah karena gadis ini! Lebih baik kau bersihkan dulu dan meninggalkan gadis ini.” Ucap Wartawan di samping Heechul menatapku begitu aneh.
“Penjaga! Tolong bawa gadis itu keluar dari tempat ini!”  Seru Heechul pada kedua penjaga di dekat ruang Pres Conference.
Kedua penjaga itu mulai mencengkram keras kedua tanganku,“YA! Apa yang kau lakukan!” teriakku, “DENGAR KIM HEE CHUL! AKU AKAN BERHENTI MENJADI PENGGEMARMU! AKU AKAN BALAS DENDAM PADAMU SUATU HARI NANTI,DAN AKU AKAN MEMASTIKAN KAU AKAN MEMINTAKU  UNTUK KEMBALI.” Teriakku meninggikan suara.
“Balas dendam? Kau bisa apa? Kau ingin membunuhku? Banyak penjaga yang berada di sekelilingku.”
“Aku kira kau orang baik! Ternyata aku salah! Kau lebih buruk dari seorang penjahat!” aku mengucapkan kalimat itu. Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan itu salah tapi aku sangat kesal saat itu.
“Benarkah? Aku seorang penjahat kenapa aku memiliki banyak pengikut? Kau tidak cantik,tinggi,kurus. Tidak memiliki kemampuan ataupun sekedar seksi dalam berbusana. Bagaimana bisa kau balas dendam di hadapanku?” Tantang Heechul padaku seolah-olah menganggap aku bukan siapa-siapanya.
“Heechul! Aku membencimu!” aku terus meneriakan itu. namun dengan santainya Heechul Oppa berjalan pergi dengan wartawan itu dengan menggunakan Headphonenya di kepalanya.
*Flashback off. –Author Pov.
“Aku tahu aku sudah salah menumpahkan air ke wajah orang lain terutama Kim Heechul,namun saat itu aku benar-benar tidak sadar kenapa aku melakukan hal itu.apa karena aku memanggilnya atau apa? Tiba-tiba Heechul oppa menggunakan kalimat tajamnya padaku.Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Lanjut Hyesun setelah menceritakan kejadian mengerikan itu pada Eunhyuk sambil meneteskan air mata sejak tadi.
“Ini sungguh rumit Hyesun-Ah. Apa benar dia Heechul Hyung? Tapi rasanya ia tidak pernah sekejam itu pada penggemarnya. Apa yang kau lakukan memang salah! Bukan karena orang yang kau tumpahkan itu Kim Heechul atau bukan? Tapi memang tidak baik jika melakukan hal itu baik dia Kim Heechul atau bukan. Tapi,aku juga tidak tahu penyebab Heechul melakukan itu padamu..
Heechul hyung juga salah memperlakukanmu seperti itu. Aku sudah lost contact dengan setiap anggota Super Junior sejak minggu lalu. Jadi sulit untuk berkomunikasi pada Heechul hyung tentang masalah ini,Aku juga memiliki banyak masalah bukan hanya kau Hyesun. Lalu sekarang… kau membencinya atau tetap mencintainya?” Tanya Eunhyuk dengan memberi penjelasan dengan panjang dan lebar.
“Untuk apa aku mencintai orang sepertinya? Sekarang aku sedang memikirkan cara bagaimana membalas dendam dengan Namja brengsek itu!”
“Balas dendam? Niatmu itu sungguh tidak baik. Kau tau Skipbeat?”
“Drama Skipbeat maksudmu? Siwon Oppa dan Donghae Oppa? Bagaimana aku bisa tidak tahu.” Ups,Ucap Hyesun tak sadar bahwa ia menunjukan sisi ELFnya. Hyesun langsung menutup mulutnya.
“Hmm.. kau perlu menjadi Gong Xi. Kau harus bisa bernyanyi,menari atau bakat lainnya. Agar saat kau masuk dunia hiburan,Heechul hyung akan takluk padamu. Balas dendam memang salah,namun bersaing dalam kesuksesan itu perlu.”
“Kau benar,Oppa. Aku akan terus mengingatnya. Kau mau ini?” tanya Hyesun menawarkan segelas kopi Americanonya yang sudah tidak hangat lagi.
“Hmmm,boleh. Gumawo.”
“Hmmm,Oppa sekarang sudah jam berapa? Aku tidak membawa ponselku.”
“Sudah jam 14.15,kenapa?” tanya Eunhyuk penasaran.
“Aku terlambat lagi karena Namja bodoh itu! sekarang adalah hari dimana lima tahun kedua orang tuaku meninggal,aku dan temanku sudah berjanji akan kesana pukul 13.00 namun,dia tak suka menunggu.mungkin dia sudah pulang ke rumahnya.”
“OMO! Lalu kenapa kau tidak pergi kesana? Kau mauku antar?” tanya Eunhyuk menawari nya tumpangan.
“Tidak perlu.aku bisa kesana saat hari libur nanti.” Tolak Hyesun dengan lembut.
“Kau tinggal dimana? Ohyaa,Americanomu sudah mulai dingin.”
“Jeosonghaeyo. Itu sudah empat jam lebih aku memegangnya,aku tinggal dengan sahabatku yang juga yatimpiatu. Orang tuanya dan Orangtuaku terlibat kecelakaan yang sama.”
“Mianhae,aku tidak tahu hal itu.” ucap Eunhyuk menyesal. Jika tahu begini,ia tak jadi menanyakan pertanyaan tadi.
“Gwenchana,Oppa. Kenapa kau keluar dari Super Junior? Bukankah itu masalahmu? Ceritalah…agar kesedihanmu berkurang setengahnya.”
“Hmm,Bukankah kau dulunya ELF? Seharusnya kau sudah membaca beritanya di internet.”
“Tapi apa yang di katakan di Internet dan apa yang Eunhyuk langsung pasti berbeda.”
“Aku terlibat masalah dengan agensiku dan juga terlibat masalah dengan para Anggota lainnya sehingga lebih baik aku keluar dari Super Junior.”
“Aku tidak ingin bertanya apa masalah itu,karena itu pasti privasimu. Tapi itu sama saja seperti kau keluar dari masalah,Oppa. Disaat kau dan orang lain terlibat dalam perang kau justru melarikan diri saat bertempur,itu adalah hal yang di lakukan seorang pengecut,Maaf aku berkata seperti ini.”
“Tidak apa. Aku tahu…aku memang seorang pengecut. Apa kau memiliki nomor yang bisa di hubungi? SMS lah aku saat kau sampai di rumah,ini nomorku. Bukankah kita sekarang teman? Jika aku perlu bantuan aku akan menghubungimu dan begitu juga sebaliknya. Aku pergi…” ucap Eunhyuk yang memberi selembar kertas kecil berisikan nomor telefon miliknya. Setelah memberikan itu ia lalu pergi meninggalkan Hyesun.
Hyesun sempat kaget dengan kejadian barusan tadi. Ia juga ikut pergi untuk pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.
--o0o--
Hyesun masuk ke dalam rumahnya dengan menunjukan wajah yang sedikit pucat. Kedua matanya juga sudah memiliki kantung mata seperti orang sakit,bibirnya juga sudah pucat.
“Wae? Terlambat lagi? Apa karena Kim Heechul kau melupakanku?” tanya Donghyuk yang melihat Hyesun berjalan masuk ke kamarnya. Iapun ikut mengikutinya dan berhenti lalu bersender di dekat pintu kamar Hyesun.
“Aku sedang malas membahas Namja itu,Oppa.” Jawabnya yang langsung mencari kardus besar di dalam kamarnya. Tak biasa memang Hyesun malas membahas ‘Kim Heechul’ biasanya dia sungguh bersemangat jika membahasnya.
“Wae? Kau tahu aku orang yang bosan menunggu? Aku kira kau terkena masalah dalam perjalanan sehingga aku menunggu satu jam lebih di pemakaman. Kau tidak datang,apa karena Kim Heechul lagi? Kau sudah terlalu fanatik padanya dan sebaiknya kau harus mencoba melupakannya. Sadarlah kehidupanmu dan dia berbeda,Hyesun-Ah.” ucap Donghyuk menasehati.
Hyesun mulai kesal dengan kalimat yang di ucapkannya tadi. ‘Sadarlah kehidupanmu dan dia berbeda’. Mendengar kalimat tersebut masuk ke dalam telinganya,Ia langsung meletakan kardus besar itu dengan kencang sehingga menimbulkan bunyi.
“Kau benar! Aku akan mencoba melupakannya,kau puas?Pergilah,aku ingin sendiri.” Ucap Hyesun meninggikan suaranya.
Donghyuk sempat terdiam sebentar mendengar itu. Apa yang di lakukan Hyesun? Tiba-tiba saja satu per satu poster yang tertempel di dinding kamarnya ia copot lalu menyobeknya.
Ah,sepertinya Hyesun sedang kesal sekarang.Batin Donghyuk. Ia juga tak ingin mengganggunya saat ini. Ia menutup pintu kamar Hyesun rapat-rapat dan pergi masuk ke kamar yang berada tepat di samping kamarnya. Terdengar sekali Hyesun sedang menangis saat ini,entah apa masalahnya dengan Mantan Idolanya itu.
Air mata Hyesun sudah jatuh tak karuan. Rambutnya sudah berantakan,Rasa sedih serta kesal menempel pada setiap darahnya saat ini.
Ia mencopot satu persatu poster yang berada di dalam kamarnya. Ia sempat memandangi wajah yang ada di poster itu sebelum ia sempat menyobeknya dan membuangnya di sembarang tempat.
Hyesun berjalan ke arah meja belajarnya. Ia menyeret kardus besar bekas televisi, ia terus mengambil bingkai foto disana danmembanting bingkai foto yang ada di hadapannya sampai membuat kacanya pecah. Ia memasukan itu semua dengan kasar masuk ke dalam kardus.
Album Mr. Simple,Sorry-sorry,Sexy free and single,Hero,Blueworld yang pernah ia beli dengan kerja kerasnya dengan sia-sia ia membantingnya lalu memasukan ke dalam kardus tersebut seperti bingkai fotonya tadi.
Kesal. Perasaan itu yang menjadi penyebab ia melakukan itu semua. Boneka serta bantal yang ada di atas kasurnya bergambar Kim Heechul,ia sudah tak menginginkan itu semua. Ia kembali membuang itu semua dan memasukannya ke dalam kardus itu.
Blinder,Gantungan kunci,Baju,Kaos,T-shirt,Sepatu,Pin,Tas kanvas,Buku harian,Pulpen segala yang Hyesun punya bergambar atau bertuliskan mantan Idolanya tersebut ia masukan ke dalam kardus itu. perasaan Hyesun saat ini menjadi tidak karuan seperti ini.
Dan yang terakhir. Ia menemukan Gulungan poster berukuran satu meter bergambar Kim Heechul yang sangat ‘Limited Edition’ itu,tentu itu adalah barang paling mahal bergambar Kim Heechul yang ia punya. Ia baru membelinya kemarin.Ia sempat memandanginya sambil menitihkan air mata bahkan ia memiliki niat untuk menyobeknya seperti poster yang lain. Tapi,sungguh sayang ia jika harus menyobeknya. Karena ia mengumpulkan uang dengan susahpayah jika sudah menjadi kertas sobekan tidak berguna lagi. Ia lalu menggulung kembali poster tersebut dan memasukannya ke dalam kardus itu.
Hyesun  mengambil solatip dan gunting untuk menutup karus itu agar tidak bisa di buka lagi. Tenaganya terkuras habis saat ini. Ia membaringkan tubuhnya di kasurnya lalu mengambil telefon genggam di sebush meja kecil di dekatnya.
Ia sempat kesal karena melihat wajah Mantan Idolanya di layar telefonnya. Lantas ia langsung mengganti wallpapernya menjadi ‘Default’. Ia merogoh kantung jaket nya tadi dan menemukan secarik kertas berisikan nomor yang di berikan Eunhyuk tadi.
Hyesun langsung memasukan nomor tersebut untuk orang yang ia ingin kirimi pesan di layar telefonnya.
--------------------
From : Kim Hyesun [+82853………..]
To : Lee Hyukjae [+82856………..]
Oppa,Ingat aku? Ini aku Kim Hyesun,kau sedang apa?
--------------------
Dddrrrtttt…Dddrrrrtttt…
Ponselnya bergetar menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk yang belum ia baca.
--------------------
From : Lee Hyukjae
To : Kim Hyesun
Tentu saja aku aku masih mengingatmu. Kau gadis yang menangis itukan? Aku sedang di sebuah cafee. Kau sudah sampai rumah? Biar kutebak,kau pasti sedang tidur membaca balasan pesan dari Eunhyukkan? Kau pasti sungguh lelah setelah merusakan,membanting apapun di kamarmu bergambar Heechul Hyung kan?
--------------------
“Ya,memang benar. Tebakanmu kali ini benar Lee Hyukjae!” Batin Hyesun. Iapun membalas lagi,“Kau benar,aku sangat lelah hari ini.Tapi bagaimana kau tahu?” Tulisnya dalam pesan singkat tersebut.
Dddrrrtttt…Ddrrrrttt…
--------------------
From : Lee Hyukjae
To : Kim Hyesun
Tentu saja aku tahu. Aku adalah Lee Hyukjae,sudah ya. Nanti aku akan menghubungimu lagi,sepertinya aku ketahuan oleh fansku atas keberadaanku disini.
--------------------
“Ya,siapa suruh kau berkeliaran di publik? Kau itu menjadi topik panas nomor satu pembicaraan di media dan internet. Jelas saja fansmu masih mengejarmu.” Batin Hyesun yang kemudian meletakan telefon genggamnya di meja tadi dan memutuskan untuk tidur.
Ya,mungkin ini akan mengurangi rasa kesalnya atau bahkan mungkin bisa melupakannya dari Kim Heechul.
--o0o--
“MWO? Kim…Jiwon?” Eunhyuk sontak kaget mendengar bahwa lawan mainnya di drama terbarunya adalah Kim Jiwon. Jujur saja,Eunhyuk sungguh tidak menyukai gadis ini. Jiwon adalah teman Eunhyuk saat Predebutnya dulu. Mereka bertengkar hanya karena masalah yang sepele. Jiwon dan Eunhyuk sampai sekarang masih saling membenci satu sama lain.
Jelas saja Eunhyuk tidak mau bermain drama dengan dia. Saat Sutradara mengatakan lawan mainnya adalah Kim Jiwon.
“Ne. waeyo? Kim Jiwon juga belum mengkonfimasi masalah ini karena ia sedang terlibat dalam Drama The Heirs dengan Lee Minhoo.” Ucap sutradara di gedung SBS. Eunhyuk akan bermain dalam sebuah drama berlebel SBS. Sejak tadi pagi ia mendapat telefon untuk mempermasalahkan hal ini.
“Sutradara Jang. Bagaimana bisa lawan mainku adalah Kim Jiwon? Shireo! Aku tidak mau mengambil drama ini jika begitu.” Ucap Eunhyuk angkuh.
“Jangan begitu Eunhyuk-Ah. Jika bukan Kim Jiwon siapa lagi?kami belum mencarikannya pengganti. Tim kami juga sedang memaksa Jiwon untuk mengambil drama ini,karena dia juga di tawari kontrak untuk drama To the beautiful dengan Sulli.”
“Ah! aku punya seorang teman,bagaimana jika aku menghubunginya untuk datang kesini? Saat temanku datang,kau bisa melihat apakah dia cocok untuk peran ini atau tidak..Bagaimana?”
“Hmmm. Boleh,kau hubungi dia..aku akan mengurusi Drama Kim Soohyun sebentar.” Ucap sang Sutradara lalu pergi meninggalkan Eunhyuk.
Eunhyuk mengeluarkan telefon berukuran lima inch dari kantung celanannya dan menghubungi seseorang dari seberang sana. Entah siapa yang di telfonnya? Yang jelas ia adalah  teman yang di maksud Eunhyuk untuk menjadi lawan mainnya di Drama pertamanya.
“Yeoboseyo?” sahut seorang gadis dari ujung sana.
“Hyesun-Ah! bisa kau datang kesini? Aku memerlukanmu,kau ingin balas dendam dengan Heechul Hyung bukan? Aku sedang memberimu kunci gerbang menuju tujuanmu. Bisa kau datang kesini?” Tanya Eunhyuk. Betul,ternyata teman yang dimaksud Eunhyuk adalah Hyesun. Padahal mereka baru berkenalan kemarin.
“Maksudmu apa? Aku tidak mengerti,Oppa. Aku sedang bekerja sekarang.”
“Ah,Hyesun-Ah. aku akan memberimu alamatnya,kau izin sebentar saja. Dan dandan yang cantik saat kesini,gunakanlah baju santai namun tetap feminim.apa kau mau aku menjemput disana?”
“Ani.tidak usah,aku akan datang kesana. Oppa,kirim alamatnya ya? Aku tutup dulu.” Tuttt­­—
Hyesun menutup telefonnya lebih dulu. “Hyesun-Ah. semoga kau bisa membantuku…” Do’a Eunhyuk dalam hati.
Hyesun mendapat alamat setelah Eunhyuk mengirimnya lewat pesan singkat. Ia lalu meminta izin pada bosnya dan langsung pulang ke rumahnya.
Ia berdandan dan menggunakan pakaian sesuai yang diperintahkan Eunhyuk tadi dan langsung menaiki taksi untuk pergi ke gedung SBS. Ini pertama kalinya ia kesana.
Hyesun menaiki lift dan berhenti di lantai 11. Saat pintu lift terbuka,ia langsung melihat sosok Eunhyuk di depannya.
“Oppa,waeyo? Ada masalah apa? Aku sedang bekerja,kenapa menyuruhku untuk datang ke tempat seperti ini?” tanya Hyesun begitu polos pada Eunhyuk di hadapannya.
“Maaf. Sepertinya kau harus berhenti kerja paruh waktu dari sekarang,aku akan memberimu pekerjaan yang jauh lebih baik dari kerja paruh waktumu.” Jawab Eunhyuk begitu santai.
“MWO?” Jelaslah dia terkejut. Memangnya dia fikir dia siapa? Dengan seenaknya menyuruh orang berhenti bekerja.
“Ah,Eunhyuk-Ah. apa dia orangnya? Maaf aku datang sedikit terlambat.” Ucap sang Sutradara ketika melihat sosok gadis di samping Eunhyuk. Hyesun hanya bisa diam saat sang Sutradara memperhatikan penampilannya.
Sutradara itu memperhatikan lekuk tubuh Hyesun dari bawah sampai atas, “Ah,dia lebih cocok memerankan tokoh ini daripada Kim Jiwon.” Batin sang sutradara dalam hati.
“Ah,Eunhyuk! Kau pintar dalam memilih gadis,dia lebih cocok untuk memerankan tokoh ini daripada Kim Jiwon.Ini naskah untuk kalian berdua. Kalian boleh membacanya terlebih dahulu sebelum menandatangani kontrak.” Ucap Sutradara Jang memberikan dua naskah drama kepada Hyesun dan Eunhyuk.
“Kontrak?” Tanya Hyesun. Jelas saja dia terkejut saat sutradara mengatakan ‘Menandatangani kontrak’ dia sungguh tidak tahu apa-apa. Eunhyuk hanya memintanya datang dan tiba-tiba membicarakan kontrak seperti ini.
“Iya. Lebih baik kalian baca dulu naskah drama ini,aku sedang sibuk karena Drama Kim Soohyun mengalami masalah. Kalian baca dulu.. maaf karena kondisinya menjadi seperti ini,aku pergi dulu.” Ucap Sutradara Jang yang kemudian pergi. Ya,masalah Drama ini memang juga penting. Mungkin Drama yang di perankan Kim Soohyun benar-benar dalam keadaan genting sehingga mengharuskannya untuk pergi.
“N-ne.” Ucap Hyesun saat Sutradara akan beranjak pergi. Shock,ya itu yang di rasakan Hyesun saat ini, “Oppa, apa maksudmu saat ini? Aku tidak mengerti kenapa langsung membahas menandatangani kontrak seperti ini?” tanya Hyesun.
“Hyesun-Ah. kau ingat yangku katakan kemarin bukan? Kau ingin menaklukan Heechul hyung,sekarang aku sedang memberimu kunci pintu gerbang menuju tujuanmu datang kesini. Dengar, sebelumnya aku akan di pasangkan dengan Kim Jiwon. Namun aku menolak jadi sutaradara Jang memintaku untuk mencarikannya pengganti untuk Kim Jiwon. Aku membantumu dalam masalahmu dengan Heechul hyung. Dan sekarang kau mau membantukukan? Aku sangat tidak suka dengan Jiwon.” Ucap Eunhyuk yang langsung duduk di kursi dengan tangan memegang naskah drama di atas mejanya.
Hyesun kemudian juga ikut duduk di samping Eunhyuk, “Oppa! Aku juga ingin membantumu. Tapi aku juga sedang terlibat dengan pekerjaan paruh waktu di empat tempat yang berbeda setiap hari.”
“Empat tempat? Waw.Hyesun,kau harus berhenti dan mengambil pekerjaan ini. Pekerjaan ini lebih baik daripada pekerjaan paruh waktumu,kau tidak perlu terlalu lelah dalam bekerja jika mengambil pekerjaan ini.”
“Hmm,baiklah. Aku akan membaca naskah dulu.” Ucapnya sambil membuka lembaran demi lembaran naskah pertamanya. Ia membaca perlahan-demi perlahan kalimat yang ada di dalam naskah tersebut dan mulai mendalami perannya sebagai tokoh utama naskah itu.
Hyesun menyadari bahwa orang disampingnya yaitu Eunhyuk sepertinya terus menatapnya bukan membaca naskah yang ada di depan matanya itu. Hyesun belum menatap balik Eunhyuk karena masih serius dengan naskah yang ia baca.
“Oppa,kau tidak membaca naskahmu lebih dulu? Kenapa terus menatapku seperti itu? aku mulai terganggu,kau sebaiknya membaca dulu naskah itu.sebelum nanti menyesal karena ada adegan yang tidak kau sukai.” Sahut Hyesun sambil membalikan lembaran naskah itu ke halaman berikutnya.
“Tidak apa-apa. Apapun adegan dalam drama itu akan aku perankan dengan baik.” Jawabnya yang kemudian menekuk lengan kanannya membuat sudut 45° dan menaruh kepalanya bersender pada telapak tangannya yang masih menatap Hyesun.
“Oppa,aku mulai terganggu jika begitu.” Ucap Hyesun yang kemudian menatap balik Eunhyuk di sampingnya.
“Benarkah? Aku dengar dari Sutradara Jang katanya di episode 4 akan ada adegan ciuman antara kau dan aku.” Ucap Eunhyuk sambil menyimpulkan senyuman di bibirnya.
“MWO?” serunya kaget. Sontak saja ia begitu,Hyesun belum pernah berciuman dengan siapapun. Ia hanya ingin ciuman pertamanya untuk suaminya atau orang yang di cintainya dalam kehidupan nyata,bukan saling mencintai dalam drama.
“Kau belum baca semuanya? Aku juga,aku bahkan belum baca sedikitpun. Tapi Sutradara Jang memberitahuku ada adegan itu.untuk itu aku tidak mau bermain dengan Kim Jiwon dalam Drama ini.”
“Shireo! Aku tidak mau menerima drama ini. Aku tidak mau melakukan adegan itu!” tolak Hyesun dengan sedikit keras.
“Waeyo? Lagi pula,adegan itu bisa di cut. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak drama ini.”
“Ah,Syukurlah..” Hyesun sangat bersyukur Eunhyuk berkata seperti. Untung saja hal yang tidak di inginkannya tidak terjadi.
“Memangnya kenapa kau tidak ingin melakukan ciuman?” tanya Eunhyuk penasaran.
“Karena First Kiss ku hanya untuk calon suamiku atau setidaknya orang yang aku cintai,bukan kau Lee Hyukjae…” jawabnya dengan menyempitkan kedua bola matanya.
“Aku bisa menjadi suamimu dalam kehidupan nyata.” Daebak! Seorang Eunhyuk berkata seperti ini? Apa mungkin ia mulai tergoda dengan kecantikan Hyesun sampai berkata hal seperti itu?
“Aissshh! Kau bicara apa.” Ucap Hyesun yang memukul bahu Eunhyuk dengan naskah yang ia pegang tadi.
Tiba-tiba Sutradara Jang entah darimana asalnya datang membawa dua map dan sebuah pulpen. Sepertinya itu surat perjanjian untuk kontrak Drama yang akan di bintangi Hyesun dan Eunhyuk.
“Bagaimana? Kalian tertarik dengan drama itu?” tanya Sutradara Jang yang kemudian duduk di hadapan mereka.
“Hmmm, Ak…” ucap Hyesun terpotong yang langsung di sambung Eunhyuk.
“Hyesun dan aku akan mengambil Drama ini Sutradara Jang.dimana kami menandatangani kontrak?” tanya Eunhyuk melihat ke sekeliling.
“Ini…” Sutradara Jang memberikan dua map berisikan kontrak perjanjian, “Aku akan menghubungi kalian tentang lokasi syuting untuk esok.” Lanjutnya.
“Terimakasih,senang berbisnis denganmu.” Ucap Eunhyuk langsung menjabat tangan Sutradara Jang.
“Oppa.aku..” lagi-lagi Hyesun tidak jadi berbicara karena di potong Eunhyuk.
“Sutradara Jang sepertinya kami sudah menandatangani kontrak dan mungkin Hyesun ingin berbicara sesuatu denganku.Terima kasih,kami pergi.” Ucap Eunhyuk membungkukan badannya pada Sutradara Jang lalu menarik tangan Hyesun dengan sekuat tenaganya masuk ke dalam lift.
***
“Oppa,kenapa kau melakukan itu? aku belum selesai bicara dengan Sutradara Jang.” Ucap Hyesun di dalam lift. Tangan kiri Hyesun masih di genggam erat oleh Eunhyuk.
“Mianhae. Kau harus berhenti dari semua pekerjaan paruh waktumu.” Ucap Eunhyuk tiba-tiba. Ia lalu melepaskan genggamannya sampai membuat pergelangan tangannya menjadi merah. Mungkin Hyesun kesakitan sekarang.
“Oppa,tapi bagaimana? Aku sudah sangat nyaman dengan pekerjaan paruh waktuku,Aku juga tidak merasa terbebani. Aku juga takut untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku jika harus menghadapi Bosku.”
“Baiklah,aku antar kau sekarang ke tempatmu bekerja.” Ucap Eunhyuk. Pintu lift lalu terbuka. Mereka berdua keluar, “Kau bekerja di daerah mana?”
Hyesun menjadi geram dengan tingkah Eunhyuk. Ia menghentikan langkahnya di ikuti dengan Eunhyuk, “Oppa. Aku bisa melakukannya sendiri,aku tidak memerlukan bantuanmu. Aku harap kau mengerti.”
“Oh. Begitu ya? Mau ku antar pulang?” tawar Eunhyuk lagi. Entah karena ia menyukai Hyesun atau apa?
“Aku ingin pergi ke tempatku bekerja untuk mengundurkan diri. Oppa,urus pekerjaanmu sendiri. Aku pergi duluan…” ucapnya yang langsung pergi.
“Aish! Gadis itu!” Pekik Eunhyuk setelah di tinggal Hyesun.
***
Hyesun pergi ke tempatnya bekerja. Ia pergi ke salah satu tempat ia bekerja yang paling terdekat dari sini. Ia menemui Bosnya,ia berhenti bekerja dengan alasan kalau ia terdesak pekerjaan lain sehingga harus mengambil pekerjaan itu. awalnya Bosnya itu tidak mengizinkannya,karena Hyesun adalah pegawai yang paling rajin disana. Namun,Bosnya luluh dan membiarkannya bekerja di tempat lain.
Hyesun pergi ke tempatnya bekerja lainnya di MouseRabbit.lalu ke toko Ramyun dan terakhir ke Grill5taco. Ia mengundurkan diri sama seperti ia mengundurkan diri di tempat sebelumnya. Bosnya juga memaklumi keadaan Hyesun dan membiarkannya pergi.
***
Hyesun kembali ke rumah. Ia melihat Donghyuk, Oppanya itu sedang menikmati acara di televisi. Sebenarnya ia tak enak mengganggunya,namun jika tidak sekarang kapan lagi?
Ia memberanikan diri mendekati Oppanya. Donghyuk sudah tahu masalahnya dengan Kim Heechul,membuatnya sedikit lebih lega. Namun ia belum mengatakan apapun tentang Eunhyuk. Ini saat baginya untuk mengatakan hal itu.
“Oppa,ada yang ingin aku katakan.” Ucap Hyesun dengan lambat namun lembut.
“Waeyo? Katakanlah.” Ujar Donghyuk yang masih sibuk menonton acara di televisinya.
“Bukan seperti itu. ini cukup penting setidaknya.”
“Baiklah.” Ucap Donghyuk lalu berdiri menghampirinya,“Katakan.”
“Aku mengundurkan diri dari semua pekerjaan paruh waktuku.” Ucap Hyesun meundukan wajahnya.
“WAEYO? Kau mengundurkan diri? Kau tidak ingin bekerja?” tanya Donghyuk kaget. Aneh sekali kenapa Hyesun tiba-tiba seperti ini.
“Bukan seperti itu. Kau tahu masalahku dengan Heechulkan?” tanyanya yang membuat Donghyuk menganggukan kepalanya, “Aku bertemu dengan Eunhyuk dan tiba-tiba ia memerlukan bantuanku,aku mendapat tawaran membintangi drama dari SBS dengan Eunhyuk. Aku sudah menandatangani kontrak,besok aku mulai syuting sehingga harus berhenti bekerja paruh waktu. Aku minta maaf,tapi semuanya terjadi begitu saja. Jika kau melarangku aku tidak akan berangkat untuk syuting besok.” Ucapnya yang entah apa perasaannya saat ini.
MWO?” Teriak Donghyuk kaget. Mendengar Hyesun berhenti bekerja saja ia kaget setengah mati. Apa lagi mendengar kabar ini tiba-tiba olehnya,Bisa di marahi habis-habisan Lee Hyesun jika begini.
Hyesun pasrah dengan apapun yang akan di katakan Kakaknya nanti. Jikapun ia tidak mengizinkannya,Hyesun tidak akan mengambil pekerjaan itu dan mencari pekerjaan lagi. Tapi…

-------- TBC --------

Sunday, 29 December 2013

Fanfiction Korean FF My Fan,My Enemy,My Wife -PART 1 [Heechul and Eunhyuk Series]


Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : (?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Lee Dong Hyuk
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS 
Note !!!
Please don’t share my FF Without my permission



PART 1
“Ah,Kim Heechul!! Aku berhasil membeli poster limited bergambarmu!” Ujar seorang yeoja yang terus memeluk poster yang ia pegangi dan terkadang ia bahkan menciumnya bagaikan menganggap orang yang ada di poster itu benar-benar hidup. Siapa lagi kalau bukan Lee Hyesun. Ya,dia adalah seorang penggemar berat dari Kim Heechul. Siapa yang tak kenal dengan sosok Kim Heechul? Dia adalah Cinderella Man dari Super Junior. Umurnya sekarang 20 tahun.Ya, ini sekarang tahun kelimanya mencintai Kim Heechul dan menjadi seorang ELF yaitu sebutan bagi penggemar Super Junior.
“YAAA!! Hyesun-Ah,berhentilah melakukan hal konyol itu! apa kau tidak sadar berada di depan umum?” tanya seorang Namja bernama Lee Dong Hyuk. Umurnya dua tahun lebih tua daripada Hyesun. Meski hanya seorang sahabat,Donghyuk adalah orang yang sejak lama membantu Hyesun.
Hyesun sudah lima tahun terakhir tinggal di rumah Donghyuk. Hal itu terjadi di karenakan Hyesun sudah tak memiliki orang tua,Donghyukpun juga begitu. Kedua orang itu telah menjadi yatim piatu sejak lama. Namun berbeda nasib dengan Hyesun,Donghyuk nampaknya lebih beruntung karena sebelum meninggal kedua orang tuanya masih meninggalkan rumah untuknya tinggal.
Kedua orang tua Hyesun dan Donghyuk meninggal karena tragedi yang sama dengan waktu serta tempat yang sama. Orang tua mereka meninggal karena tragedi kecelakaan mobil lima tahun yang lalu.
“Oppa! Bagaimana jika kau berada di posisiku? Alangkah senangnya bukan bisa mendapatkan poster bergambar idolamu.Ya,walaupun harus membayar cukup mahal.” Jawab Hyesun memandangi wajah orang di sampingnya. Jelas saja Namja itu berkata seperti itu,Hyesun terus melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu di depan toko Heestory dimana banyak orang bisa melihat mereka berdua.
“Cukup mahal? 100.000 won kau bilang cukup mahal?
Kau bekerja paruh waktu di berbagai tempat hanya untuk membeli poster itu?” Marah Donghyuk. Entah kenapa ia terus marah setiap Hyesun melihat atau membeli apapun tentang idolanya. Ya,entah khawatir,peduli,cemburu atau apa? Hyesun setiap hari bekerja paruh waktu di empat tempat. Yang gajinya 50% hanya untuk membeli apapun bergambar Kim Heechul. 30% untuk ia jajan dan memberi keperluannya dan sisanya ia berikan pada Namja itu untuk biaya hidup mereka kedepannya.
“Oppa! Lagi pula aku membeli ini dengan uangku sendiri. Aku mulai mengenal dia berawal dari siapa? Kau kan?” Tuduh Yeoja itu. Ya,memang benar apa yang dikatakan Hyesun. Ia menjadi menyukai Kim Heechul karena Donghyuk.
*Flashback
Kecelakaan tragis terjadi lima tahun lalu di Seoul. Kedua orang tua Hyesun dan Donghyuk sedang dalam perjalanan untuk kembali setelah berlibur dari Pulau Nami. Sedangkan saat itu Hyesun tidak ikut pergi karena menurutnya berlibur itu membosankan,ia lebih memilih tinggal di rumah.
Donghyuk yang tidak tega meninggalkan Hyesun sendirian di rumah akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi dan menemani Hyesun bermain di rumahnya. Ya, keluarga mereka sudah sangat dekat walaupun tidak ada sedikitpun tali persaudaraan.
Namun sayang. Dalam perjalanan pulang menuju Seoul,tiba-tiba mobil yang di kendarai mereka kehilangan kendali dan menabrak mobil di depannya. Belum sempat keluar dan menyelamatkan diri dari mobil itu,tiba-tiba bus di belakang juga ikut kehilangan kendali dan terjadilah tabrakan beruntun di Seoul yang menewaskan Kedua orang tua Hyesun dan Donghyuk serta sang sopir.
Hyesun dan Donghyuk sempat menangis setelah mendengar kabar ini. Donghyuk berusaha tegar untuk menenangkan Hyesun yang sejak tadi belum berhenti menangis.
Keluarga yang tewas akibat kecelakaan itu di bawa ke rumah pemakaman di daerah Seoul. Dilakukanlah upacara penghormatan sebelum di makamkan.semua keluarga,teman dan kerabat memberi belasungkawa yang sebesar-besarnya terhadap Hyesun dan Donghyuk yang sekarang telah menjadi yatimpiatu.
Bus yang akan berangkat untuk kepemakaman sudah akan berangkat lima menit lagi.Donghyuk sudah berada di dalam,ia melihat kedepan-belakang-kiri-kanan namun tidak menemukan keberadaan Hyesun.
Bus itu pergi beberapa saat setelah Donghyuk keluar dari Bus tersebut. Donghyuk masuk kembali kedalam Gedung pemakaman itu,ia mencari-cari dimana keberadaan Hyesun dari lantai terendah sampat tertinggi namun tidak menemukan dimana Hyesun berada.
Donghyuk melambatkan langkahnya membuka pintu tangga darurat di lantai 3 gedung itu. BINGO! Donghyuk menemukan Hyesun sedang duduk di anak tangga dengan melipat kedua kakinya menenggelamkan kepalanya dan terus meneriakan kedua orang tuanya sambil menangis.
Donghyuk duduk di samping Hyesun yang masih terus menangis. Ia menepuk nepuk bahu kanan Hyesun mencoba menenangkannya.
“Kau tidak pergi ke pemakaman?” tanya Donghyuk mencoba membuat suasana agar tidak canggung. Sedih? Tentu saja Donghyuk sedih.Namun ia tidak ingin terlalu lama terpuruk dalam kesedihan.
Mendengar ada seseorang yang berbicara pada Hyesun ia mencoba mengangkat kepalanya perlahan dan melihat orang di sampingnya, “Oppa….” Panggil Hyesun yang langsung memeluk Namja disampingnya dengan terus menangis dan menjerit.
“Kenapa kau tidak pergi ke pemakaman? Ini adalah hari terakhir kau bisa melihat kedua orang tuamu.” Ucapnya yang masih menepuk punggung Hyesun yang terus memeluknya.
“Oppa,aku tidak sanggup jika melihat kedua orang tuaku lagi. Eomma dan Appa sekarang sudah tidak ada..” jerit Hyesun sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.
“Nado. Hyesun-Ah,kau tidak sendiri. Kedua orang tuaku juga mengalami nasib yang sama seperti kedua orang tuamu,untuk apa kau terus bersedih? Setidaknya aku akan berada di sampingmu.”
“Oppa,memangnya kau tidak sedih ? kau juga tidak pergi ke pemakaman?” tuntut Hyesun.
“Aku akan pergi sebentar lagi. Untuk apa aku bersedih terus menerus? Setidaknya bukan aku saja yang mengalami nasib seperti ini. Kau ingin tetap disini?” Tanya Donghyuk melepaskan pelukannya, “Ini untukmu,dengarkan ini jika kau masih ingin menangis.” Lanjutnya memberikan sebuah MP3 dan sebuah earphone pada Hyesun.
“Ini.. bukankah milikmu?”  tanya Hyesun.
“Tidak! Sekarang itu untukmu..Aku pergi.” Ucap Donghyuk yang kemudian menghilang dari hadapan Hyesun.
Hyesun memasukan earphone tersebut kedalam telinganya dan menekan tombol ‘Play’ pada MP3 tersebut.
Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo
Alunan suara indah terdengar saat Hyesun mendengar nyanyian ‘Marry U’ yang di bawakan Super Junior.hal ini membuat Hyesun tersenyum,ia lalu menekan tombol ‘Next’ dan tersenyum lagi sampai melupakan kesedihannya saat ini.
Nan neorago neorago naneun (wae moreuni? wae moreuni?)
Nan neorago neorago naneun nan
Tangisan yang menampakan wajah sedih Hyesun berubah menjadi senyuman indah yang terpancar saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Ya,hanya itu yang hanya bisa mengobati rasa rindunya pada kedua orang tuanya saat ini.
Sejak saat itulah Hyesun sering bertanya tentang siapa yang menyanyikan lagu itu pada Donghyuk,dan sampai sekarang ia menjadi seorang ELF.
*Flashback Off
“Aish! Selalu saja menyangkut masalalu itu,sudahlah.Ayo kita pulang.” Ajak Donghyuk.
Hyesun menganggukan kepalanya dan pulang bersama ke rumah mereka. Ya, Entah terlihat seperti kakak dan adik kandung atau sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Mereka berdua memang sangat dekat,namun kedekatannya di landasi dengan rasa Kekeluargaan dan sebagai teman juga seperti seorang kakak dan adiknya,tidak sedikitpun ada rasa cinta di antara mereka selain persahabatan dan kekeluargaan.
--o0o--
Crrrrrriiiikkkkkk
            Hyesun membuka gorden kamar Donghyuk sehingga cahaya sinar pagi masuk melewati celah-celah jendela kamarnya. Donghyuk terbangun dari tidurnya yang masih setengah mengantuk mengeliat di atas kasur empuknya.
“Oppa,Ireona..” Panggil Hyesun membangunkan Donghyuk yang masih setengah terlelap dalam tidurnya.
“Ah,Hyesun-Ah. ada apa membangunkanku pagi seperti ini?” tanyanya mencoba membuka kedua matanya.
“Oppa! Hari ini lima tahun kematian Eomma dan Appa. Bukankah kau berjanji kita harus mengunjunginya setiap tahun?”
“Ah,Jinjjayo? Aku sampai lupa,aku harus kerja pagi ini agar bisa mendapat keringanan waktu untuk kepemakaman.” Ucapnya yang kemudian duduk di kasurnya.
“Hmm,tentu saja! Aku sudah menyiapkan makanan. Aku pergi dulu…” Ucap Hyesun yang sudah berpakaian rapih.entah rapih karena ingin berangkat bekerja atau rapih ingin bertemu idolanya.
“Hyesun-Ah,kau ingin kemana?” tanya Donghyuk yang sukses membuat Hyesun menghentikan langkahnya.
“Aku akan bekerja selama tiga jam lalu menghadiri presscont Super Junior setelah itu aku akan ke pemakaman.” Jawabnya santai.
“Lagi-lagi Super Junior.”
“Oppa,acaranya hanya satu jam. Bukankah kita ke pemakaman jam 12.30? Masih ada setengah jam waktu aku untuk kesana.”
“Ya,terserah kau sajalah. Aku tidak akan menunggumu lebih dari 10 menit. Belikan aku Americano yang panas juga Ya?” suruh Donghyuk pada dongsaengnya.
“Ne,Arraseo! Aku pergi..”
***
Hyesun sudah lengkap memakai seragamnya di sebuah toko Grill5Taco di daerah Seoul tempatnya bekerja. Udara dingin di karenakan telah usainya Musim salju mengharuskannya untuk memakai pakaian yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari dingin salju. Walaupun salju sudah berhenti satu minggu yang lalu,namun udaranya masih terasa dingin.
“Aigoo. Hari ini membahas keluarnya Eunhyuk Oppa dari Super Junior dan Kekasih ‘S’ Heechul Oppa. Dua berita yang sangat menyedihkan,semoga saja Eunhyuk dan Heechul Oppa mengklarifikasi hari ini tentang berita tersebut.” Hyesun terbangun dari lamunannya saat menyadari alarm jam tangannya berbunyi menunjukan pukul 11 tepat.
Langsung saja gadis berumur 20 tahun itu pergi ke ruang ganti. Ia melepaskan seragam kerjanya dan mengganti pakaiannya,ia juga tak lupa untuk mengenakan jaket panjang bertuliskan ‘Kim Heechul’ yang juga tebal sehingga terlindungi dari udara dingin di Seoul.
“Ahjussi,aku sudah mengambil izin pulang lebih cepat hari ini. Aku pergi dulu..” ucapnya pada seorang Bos di tokonya yang sedang mengecek hasil keuntungannya di meja kasir.
“Ya,aku tahu. Jangan lupa mendoakan kedua orangtuamu.” Ucap Bosnya sedikit peduli dengan kondisi Hyesun.
Hmm,jika mampir setelah Presscont untuk membeli Americano.mungkin aku akan terlambat untuk ke pemakaman! Lebih baik aku membeli sekarang saja,walaupun sampai disana sudah menjadi dingin.Batin Hyesun, “Ahjussi..” panggil Hyesun pada Bosnya.
“Aku pesan dua Americano panas untuk di bawa pulang ya?” Ucap Hyesun bagaikan seorang pembeli pada seorang pelayan.
“Sudah,ini ambillah.. untukmu gratis,cepatlah ke pemakaman Orang tuamu Ne?” ucap bosnya memberikan dua Americano panas untuk Hyesun.
“Gumawo..” ucap Hyesun sangat berterima kasih sambil menundukan tubuhnya pada Bosnya tersebut.
Setelah berpamitan,Hyesun langsung melangkahkan kakinya keluar dari Toko tempatnya bekerja dan berjalan untuk sampai di gedung tempat akan di adakan Press Conference Super Junior.
***
“Jika melihat tempat diadakannya acara itu harus memiliki tanda pengenal,sedangkan aku tidak memilikinya.lebih baik aku menunggu disini sambil melihat beritanya di TV saja.” Ujar Hyesun yang menunggu di ruang tunggu dalam gedung tersebut. Ya,Hyesun hampir menangis melihat sang Idolanya di tanyai wartawan dengan pertanyaan mautnya tersebut.
***
Terpampang di layar sebuah TV ruangan Press Conference Super Junior di gedung ini. Super Junior masuk satu persatu ke dalam ruangan tersebut lalu duduk di sebuah kursi di hiasi meja panjang berbalut kain putih dengan sekian banyak Mic di depan wajah mereka.
“Heechul-ssi,apa hubunganmu dengan wanita ‘S’ yang kau maksud?” tanya seorang wartawan yang berdiri di barisan paling depan. Aigoo,bukannya meminta sambutan dulu langsung memberikan pertanyaan menjebak seperti ini.
“Hmmm,kami hanya teman. Teman yang saling peduli dengan temannya,jika kami memiliki hubungan seperti sepasang kekasih. Aku akan membawanya ke depan media suatu hari nanti dan mengumumkan berita penting nanti.” Ucapnya dengan gaya Cool milik Kim Heechul.
“Terima kasih, lalu Leeteuk-ssi bagaimana kau sebagai leader menyimpulkan permasalahan ini,permasalahan tentang keluarnya Eunhyuk dari Super Junior?” tanya Wartawan lainnya yang berdiri di tengah ruangan tempat ini.
“Aku sangat menyesal membiarkan satu anggota kami keluar seperti Hangeng. Tapi lebih baik jika Eunhyuk sendirinya yang menjawab bagaimana?” ucap sang Leader Leeteuk dengan tegas.
“Aku..mulai hari ini akan mengumumkan bahwa aku Lee Hyukjae akan berhenti tergabung dalam Super Junior dan SM Entertaiment.
Aku mengucapkan banyak terima kasih pada SM,Super Junior dan tentunya para Fans yang sampai saat ini selalu mendukungku.
aku juga ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada CEO kami,Super junior dan tentunya pada fansku.
Aku akan tetap menunjukan karyaku di bidang akting mulai sekarang seperti Kibum.” Ucapnya membungkukan badannya. Bila di lihat secara Zoom , terlihat sekali matanya sudah mulai berbinang-binang. Entah apa masalahnya yang membuat ia memilih keputusan gila seperti ini.
“Lalu Heechul-ssi,kami melihat kau dan Wanita ‘S’ berada di sebuah Klub malam akhir-akhir ini.Bagaimana pendapatmu?”
“Jadi………”
***
Aishh! Aku tidak sanggup untuk mendengar pernyataan Namja itu,lebih baik aku menunggu di tempat lain dan menanyakan hal ini langsung pada Heechul Oppa.Batin Hyesun yang iapun lalu pergi dari ruang tunggu tersebut.
Ia terus berjalan mondar mandir di satu jalan sambil memegang kedua kopi di tangannya yang sepertinya sudah mulai dingin.
Seorang Namja berpakaian rapih keluar dari ruang Konfrensi tersebut.
“Loh,bukankah itu Heechul Oppa?” tanya Hyesun dalam hati, “Oppa,Heechul oppa!” Panggil Hyesun sambil berteriak lalu berlari ke arah Namja yang ia fikir adalah Kim Heechul,Idolanya.
Heechul berbalik saat mendengar namanya di panggil oleh seseorang.
“Oppa,aku fansmu! Berita kau dan Wanita ‘S’ itu semua bohong bukan?” tanya Hyesun yang berharap jawaban dari idolanya itu adalah ‘Tidak’. Ya, ini pertama kalinya ia bertemu dengan idolanya secara langsung sedekat ini,kecuali dalam Super show.
“……………………”
Aneh?memang! bukannya senang bisa berbincang dengan Idolanya tapi justru tangisan Hyesun pecah begitu saja,ia sungguh kesal. Ia ingin sekali membalas apa yang di lakukan Kim Heechul tadi,orang yang selama ini ia puja-puja ternyata menyakitinya begitu saja.
Bukan bagian tubuh yang tersakiti. Melainkan perasaannya, ia sungguh tidak menyangka seorang Idola bisa melakukan hal tersebut pada penggemarnya. Ia ingin sekali membalas dendamnya,perasaannya yang tersakiti olehnya. Namun kedua tangannya masih di pegang erat oleh kedua penjaga bagaikan seorang pencuri yang ketahuan oleh satpam.
“Lepaskan aku!” ucapnya yang langsung melepaskan kedua tangan satpam yang berada di sampingnya dengan seluruh tenaga yang ia miliki, “Dengar,aku tidak akan membuat kekacauan lagi! Sekarang kau bisa pergi.” Ucapnya meninggikan sura pada kedua penjaga tersebut yang kemudian pergi.
Hyesun berjalan dengan seluruh tenaganya yang sudah lemas dengan tangisan yang terus menerus jatuh tak berhenti. Ia masih membayangkan perlakuan Heechul padanya, Tenaganya sungguh terkuras habis di tambah rasa sakit di hatinya membuatnya menjadi lemas dan hampir tak beradaya.
Hyesun terus berjalan. Ia membuka pintu tangga darurat lalu masuk. Ia duduk di sebuah anak tangga melipat kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya,menjerit dan menangis. Hanya itu yang ia bisa lakukan sekarang.Hal ini sama seperti kejadian lima tahun lalu.
“Heechul… kenapa kau tega melakukan ini padaku…” Jerit Hyesun sambil terus menangis. Tangisannya sama kencangnya dengan saat ia di tinggal oleh kedua orang tuanya lima tahun lalu.
“Kenapa kau tidak membunuhku saja..” jeritnya lagi, “Lebih baik kau menyakiti tubuhku dan membunuhku daripada menyakiti perasaanku seperti ini,kenapa kau sekejam ini padaku.” Tangis Hyesun yang terus menerus tak berhenti.
***
“Aish..aku benar-benar tidak mengerti apa yang di inginkan orang itu semua!” Ujar Eunhyuk yang keluar dari ruang Press Conference tersebut. Ia muak dengan semua pertanyaan yang di berikan wartawan sehingga ia mengakhiri pertemuaannya. terutama setelah satu pertanyaan maut di lontarkan salah seorang wartawan tersebut. Ia keluar dari ruangan tersebut dan beberapa saat kemudian Heechul juga ikut keluar.
Ia membuka pintu darurat yang berada di lantai tiga. Tiba-tiba…
***
“Siapa yang menangis di tangga darurat seperti ini? Apa ia tidak sadar tangisannya sungguh kencang?” Batin Eunhyuk setelah masuk ke dalam tangga darurat. Ia berjalan perlahan menuruni anak tangga demi anak tangga melihat sosok seorang gadis yang duduk termenung menangis.
Heechul? Rupanya ia seorang ELF. Batin Eunhyuk setalah melihat ada tulisan ‘Heechul’ di jaket panjang bagian belakang yang di kenakan gadis itu. ia lalu kemudian duduk di samping gadis tersebut.
“Kau sedang sedih? Kenapa? Yang jelas bukan karena aku keluar dari Super Juniorkan?” ucap Hyukjae dengan percayadirinya.
Mendengar ada seseorang yang bicara padanya,Hyesun mengangkat kepalanya, “huh? Eunhyuk Oppa?” ucapnya tak terlalu yakin pada orang ia lihat akibat matanya yang sudah di banjiri air mata.
“Hmm.kau seorang ELF kan? Kenapa menagis di tempat seperti ini?” tanyanya penasaran.
“Aku sudah bukan seorang ELF sejak beberapa saat yang lalu.” Jawab Heechul seraya  menghapus air mata dari matanya.
“Waeyo? Ceritalah padaku. Anggap kita seorang teman. Kau bukan bagian dari ELF,dan aku juga bukan bagian dari Super Junior lagi.kau mau berbagi ceritamu padaku?”
“Tidak.tidak perlu..” ucap Hyesun sedikit cemberut,”Oh ya.Oppa, berikan aku tanda tanganmu di jaketku.” Suruh Hyesun yang langsung melepaskan jaketnya.
“Hmmm. Baiklah.” Ucapnya seraya menarik jaket Hyesun dan menandatanganinya.”Siapa namamu?” tanya Hyukjae yang ingin memberikan Sign name untuknya.
“Kim Hyesun.” Jawab gadis itu sambil tersenyum.
“Kau sekarang sudah bisa memamerkannya kepada teman-temanmu.” Ucap Eunhyuk memberikan jaket yang sudah di tanda tanganinya tersebut.
“Tapi aku sudah bukan seorang ELF…lagi…”
“Kau penggemar Heechul Hyung bukan?” tanya Eunhyuk yang memastikan bahwa nama yang tertulis di jaket itu adalah Heechul yang ia maksud.
“TIDAK! Aku bukan penggemar siapa-siapa. Aku juga malas membahas tentang Namja brengsek itu.” jawab Hyesun yang langsung memalingkan wajahnya.
“Jadi kau ada masalah dengan Heechul Hyung? Kenapa?”
“Aku sudah bilang aku tidak ingin membahasnya denganmu.”
“Aku sudah memberikan tanda tangan untukmu! Kau fikir itu gratis? Kau harus membalasnya dengan menceritakan masalahmu padaku. Dengarkan baik-baik… Jika kau senang kau harus menceritakan pada orang di sampingmu agar kesenanganmu menjadi 2x lipat.dan jika kau sedih kau harus menceritakan pada orang disampingmu agar rasa sedihmu berkurang setengahnya.”
“Tapi kau memangnya bisa memberi solusi pada masalahku?” tuntut Hyesun. Aigoo,Padahal Eunhyuk hanya ingin mendengarkan masalahnya.
“Mungkin saja,karena aku Lee Hyukjae..” jawabnya dengan percaya diri.

“Jadi,beberapa saat yang lalu aku bertemu dengan Heechul Oppa.. kemudian aku memanggilnya…

==========TBC==========