Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre : Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length :
(?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·
Lee Hye Sun
·
Kim Hee Chul
·
Lee Eun Hyuk
·
Lee Dong
Hyuk
·
Super Junior
Other Member. ( You can find it! )
Writer : HTS
Note !!!
Please
don’t share my FF Without my permission
PART 1
“Ah,Kim
Heechul!! Aku berhasil membeli poster limited bergambarmu!” Ujar seorang yeoja yang
terus memeluk poster yang ia pegangi dan terkadang ia bahkan menciumnya
bagaikan menganggap orang yang ada di poster itu benar-benar hidup. Siapa lagi
kalau bukan Lee Hyesun. Ya,dia adalah seorang penggemar berat dari Kim Heechul.
Siapa yang tak kenal dengan sosok Kim Heechul? Dia adalah Cinderella Man dari
Super Junior. Umurnya sekarang 20 tahun.Ya, ini sekarang tahun kelimanya
mencintai Kim Heechul dan menjadi seorang ELF yaitu sebutan bagi penggemar
Super Junior.
“YAAA!!
Hyesun-Ah,berhentilah melakukan hal konyol itu! apa kau tidak sadar berada di
depan umum?” tanya seorang Namja bernama Lee Dong Hyuk. Umurnya dua tahun lebih
tua daripada Hyesun. Meski hanya seorang sahabat,Donghyuk adalah orang yang
sejak lama membantu Hyesun.
Hyesun
sudah lima tahun terakhir tinggal di rumah Donghyuk. Hal itu terjadi di
karenakan Hyesun sudah tak memiliki orang tua,Donghyukpun juga begitu. Kedua
orang itu telah menjadi yatim piatu sejak lama. Namun berbeda nasib dengan
Hyesun,Donghyuk nampaknya lebih beruntung karena sebelum meninggal kedua orang
tuanya masih meninggalkan rumah untuknya tinggal.
Kedua
orang tua Hyesun dan Donghyuk meninggal karena tragedi yang sama dengan waktu
serta tempat yang sama. Orang tua mereka meninggal karena tragedi kecelakaan
mobil lima tahun yang lalu.
“Oppa!
Bagaimana jika kau berada di posisiku? Alangkah senangnya bukan bisa
mendapatkan poster bergambar idolamu.Ya,walaupun harus membayar cukup mahal.”
Jawab Hyesun memandangi wajah orang di sampingnya. Jelas saja Namja itu berkata
seperti itu,Hyesun terus melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu di depan
toko Heestory dimana banyak orang bisa melihat mereka berdua.
“Cukup
mahal? 100.000 won kau bilang cukup mahal?
Kau bekerja paruh waktu di berbagai tempat hanya untuk membeli poster itu?” Marah Donghyuk. Entah kenapa ia terus marah setiap Hyesun melihat atau membeli apapun tentang idolanya. Ya,entah khawatir,peduli,cemburu atau apa? Hyesun setiap hari bekerja paruh waktu di empat tempat. Yang gajinya 50% hanya untuk membeli apapun bergambar Kim Heechul. 30% untuk ia jajan dan memberi keperluannya dan sisanya ia berikan pada Namja itu untuk biaya hidup mereka kedepannya.
Kau bekerja paruh waktu di berbagai tempat hanya untuk membeli poster itu?” Marah Donghyuk. Entah kenapa ia terus marah setiap Hyesun melihat atau membeli apapun tentang idolanya. Ya,entah khawatir,peduli,cemburu atau apa? Hyesun setiap hari bekerja paruh waktu di empat tempat. Yang gajinya 50% hanya untuk membeli apapun bergambar Kim Heechul. 30% untuk ia jajan dan memberi keperluannya dan sisanya ia berikan pada Namja itu untuk biaya hidup mereka kedepannya.
“Oppa!
Lagi pula aku membeli ini dengan uangku sendiri. Aku mulai mengenal dia berawal
dari siapa? Kau kan?” Tuduh Yeoja itu. Ya,memang benar apa yang dikatakan
Hyesun. Ia menjadi menyukai Kim Heechul karena Donghyuk.
*Flashback
Kecelakaan
tragis terjadi lima tahun lalu di Seoul. Kedua orang tua Hyesun dan Donghyuk
sedang dalam perjalanan untuk kembali setelah berlibur dari Pulau Nami.
Sedangkan saat itu Hyesun tidak ikut pergi karena menurutnya berlibur itu
membosankan,ia lebih memilih tinggal di rumah.
Donghyuk
yang tidak tega meninggalkan Hyesun sendirian di rumah akhirnya mengurungkan
niatnya untuk pergi dan menemani Hyesun bermain di rumahnya. Ya, keluarga
mereka sudah sangat dekat walaupun tidak ada sedikitpun tali persaudaraan.
Namun
sayang. Dalam perjalanan pulang menuju Seoul,tiba-tiba mobil yang di kendarai
mereka kehilangan kendali dan menabrak mobil di depannya. Belum sempat keluar dan
menyelamatkan diri dari mobil itu,tiba-tiba bus di belakang juga ikut
kehilangan kendali dan terjadilah tabrakan beruntun di Seoul yang menewaskan
Kedua orang tua Hyesun dan Donghyuk serta sang sopir.
Hyesun
dan Donghyuk sempat menangis setelah mendengar kabar ini. Donghyuk berusaha
tegar untuk menenangkan Hyesun yang sejak tadi belum berhenti menangis.
Keluarga
yang tewas akibat kecelakaan itu di bawa ke rumah pemakaman di daerah Seoul.
Dilakukanlah upacara penghormatan sebelum di makamkan.semua keluarga,teman dan
kerabat memberi belasungkawa yang sebesar-besarnya terhadap Hyesun dan Donghyuk
yang sekarang telah menjadi yatimpiatu.
Bus
yang akan berangkat untuk kepemakaman sudah akan berangkat lima menit lagi.Donghyuk
sudah berada di dalam,ia melihat kedepan-belakang-kiri-kanan namun tidak
menemukan keberadaan Hyesun.
Bus
itu pergi beberapa saat setelah Donghyuk keluar dari Bus tersebut. Donghyuk
masuk kembali kedalam Gedung pemakaman itu,ia mencari-cari dimana keberadaan
Hyesun dari lantai terendah sampat tertinggi namun tidak menemukan dimana
Hyesun berada.
Donghyuk
melambatkan langkahnya membuka pintu tangga darurat di lantai 3 gedung itu.
BINGO! Donghyuk menemukan Hyesun sedang duduk di anak tangga dengan melipat
kedua kakinya menenggelamkan kepalanya dan terus meneriakan kedua orang tuanya
sambil menangis.
Donghyuk
duduk di samping Hyesun yang masih terus menangis. Ia menepuk nepuk bahu kanan
Hyesun mencoba menenangkannya.
“Kau
tidak pergi ke pemakaman?” tanya Donghyuk mencoba membuat suasana agar tidak
canggung. Sedih? Tentu saja Donghyuk sedih.Namun ia tidak ingin terlalu lama
terpuruk dalam kesedihan.
Mendengar
ada seseorang yang berbicara pada Hyesun ia mencoba mengangkat kepalanya perlahan
dan melihat orang di sampingnya, “Oppa….” Panggil Hyesun yang langsung memeluk
Namja disampingnya dengan terus menangis dan menjerit.
“Kenapa
kau tidak pergi ke pemakaman? Ini adalah hari terakhir kau bisa melihat kedua
orang tuamu.” Ucapnya yang masih menepuk punggung Hyesun yang terus memeluknya.
“Oppa,aku
tidak sanggup jika melihat kedua orang tuaku lagi. Eomma dan Appa sekarang
sudah tidak ada..” jerit Hyesun sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.
“Nado.
Hyesun-Ah,kau tidak sendiri. Kedua orang tuaku juga mengalami nasib yang sama
seperti kedua orang tuamu,untuk apa kau terus bersedih? Setidaknya aku akan berada
di sampingmu.”
“Oppa,memangnya
kau tidak sedih ? kau juga tidak pergi ke pemakaman?” tuntut Hyesun.
“Aku
akan pergi sebentar lagi. Untuk apa aku bersedih terus menerus? Setidaknya
bukan aku saja yang mengalami nasib seperti ini. Kau ingin tetap disini?” Tanya
Donghyuk melepaskan pelukannya, “Ini untukmu,dengarkan ini jika kau masih ingin
menangis.” Lanjutnya memberikan sebuah MP3 dan sebuah earphone pada Hyesun.
“Ini..
bukankah milikmu?” tanya Hyesun.
“Tidak!
Sekarang itu untukmu..Aku pergi.” Ucap Donghyuk yang kemudian menghilang dari
hadapan Hyesun.
Hyesun
memasukan earphone tersebut kedalam telinganya dan menekan tombol ‘Play’ pada
MP3 tersebut.
…Haengbokhangayo
geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo…
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo…
Alunan
suara indah terdengar saat Hyesun mendengar nyanyian ‘Marry U’ yang di bawakan
Super Junior.hal ini membuat Hyesun tersenyum,ia lalu menekan tombol ‘Next’ dan
tersenyum lagi sampai melupakan kesedihannya saat ini.
…Nan
neorago neorago naneun (wae moreuni? wae moreuni?)
Nan neorago neorago naneun nan…
Nan neorago neorago naneun nan…
Tangisan
yang menampakan wajah sedih Hyesun berubah menjadi senyuman indah yang
terpancar saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Ya,hanya itu yang hanya bisa
mengobati rasa rindunya pada kedua orang tuanya saat ini.
Sejak
saat itulah Hyesun sering bertanya tentang siapa yang menyanyikan lagu itu pada
Donghyuk,dan sampai sekarang ia menjadi seorang ELF.
*Flashback
Off
“Aish!
Selalu saja menyangkut masalalu itu,sudahlah.Ayo kita pulang.” Ajak Donghyuk.
Hyesun
menganggukan kepalanya dan pulang bersama ke rumah mereka. Ya, Entah terlihat
seperti kakak dan adik kandung atau sepasang kekasih yang sedang berpacaran.
Mereka berdua memang sangat dekat,namun kedekatannya di landasi dengan rasa
Kekeluargaan dan sebagai teman juga seperti seorang kakak dan adiknya,tidak
sedikitpun ada rasa cinta di antara mereka selain persahabatan dan kekeluargaan.
--o0o--
Crrrrrriiiikkkkkk
Hyesun membuka gorden kamar Donghyuk
sehingga cahaya sinar pagi masuk melewati celah-celah jendela kamarnya.
Donghyuk terbangun dari tidurnya yang masih setengah mengantuk mengeliat di
atas kasur empuknya.
“Oppa,Ireona..”
Panggil Hyesun membangunkan Donghyuk yang masih setengah terlelap dalam tidurnya.
“Ah,Hyesun-Ah.
ada apa membangunkanku pagi seperti ini?” tanyanya mencoba membuka kedua
matanya.
“Oppa!
Hari ini lima tahun kematian Eomma dan Appa. Bukankah kau berjanji kita harus
mengunjunginya setiap tahun?”
“Ah,Jinjjayo?
Aku sampai lupa,aku harus kerja pagi ini agar bisa mendapat keringanan waktu
untuk kepemakaman.” Ucapnya yang kemudian duduk di kasurnya.
“Hmm,tentu
saja! Aku sudah menyiapkan makanan. Aku pergi dulu…” Ucap Hyesun yang sudah
berpakaian rapih.entah rapih karena ingin berangkat bekerja atau rapih ingin
bertemu idolanya.
“Hyesun-Ah,kau
ingin kemana?” tanya Donghyuk yang sukses membuat Hyesun menghentikan
langkahnya.
“Aku
akan bekerja selama tiga jam lalu menghadiri presscont Super Junior setelah itu
aku akan ke pemakaman.” Jawabnya santai.
“Lagi-lagi
Super Junior.”
“Oppa,acaranya
hanya satu jam. Bukankah kita ke pemakaman jam 12.30? Masih ada setengah jam
waktu aku untuk kesana.”
“Ya,terserah
kau sajalah. Aku tidak akan menunggumu lebih dari 10 menit. Belikan aku
Americano yang panas juga Ya?” suruh Donghyuk pada dongsaengnya.
“Ne,Arraseo!
Aku pergi..”
***
Hyesun
sudah lengkap memakai seragamnya di sebuah toko Grill5Taco di daerah Seoul
tempatnya bekerja. Udara dingin di karenakan telah usainya Musim salju
mengharuskannya untuk memakai pakaian yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari
dingin salju. Walaupun salju sudah berhenti satu minggu yang lalu,namun
udaranya masih terasa dingin.
“Aigoo.
Hari ini membahas keluarnya Eunhyuk Oppa dari Super Junior dan Kekasih ‘S’
Heechul Oppa. Dua berita yang sangat menyedihkan,semoga saja Eunhyuk dan
Heechul Oppa mengklarifikasi hari ini tentang berita tersebut.” Hyesun
terbangun dari lamunannya saat menyadari alarm jam tangannya berbunyi menunjukan
pukul 11 tepat.
Langsung
saja gadis berumur 20 tahun itu pergi ke ruang ganti. Ia melepaskan seragam
kerjanya dan mengganti pakaiannya,ia juga tak lupa untuk mengenakan jaket
panjang bertuliskan ‘Kim Heechul’ yang juga tebal
sehingga terlindungi dari udara dingin di Seoul.
“Ahjussi,aku
sudah mengambil izin pulang lebih cepat hari ini. Aku pergi dulu..” ucapnya
pada seorang Bos di tokonya yang sedang mengecek hasil keuntungannya di meja
kasir.
“Ya,aku
tahu. Jangan lupa mendoakan kedua orangtuamu.” Ucap Bosnya sedikit peduli
dengan kondisi Hyesun.
Hmm,jika
mampir setelah Presscont untuk membeli Americano.mungkin aku akan terlambat
untuk ke pemakaman! Lebih baik aku membeli sekarang saja,walaupun sampai disana
sudah menjadi dingin.Batin Hyesun, “Ahjussi..” panggil Hyesun pada Bosnya.
“Aku
pesan dua Americano panas untuk di bawa pulang ya?” Ucap Hyesun bagaikan
seorang pembeli pada seorang pelayan.
“Sudah,ini
ambillah.. untukmu gratis,cepatlah ke pemakaman Orang tuamu Ne?” ucap bosnya
memberikan dua Americano panas untuk Hyesun.
“Gumawo..”
ucap Hyesun sangat berterima kasih sambil menundukan tubuhnya pada Bosnya
tersebut.
Setelah
berpamitan,Hyesun langsung melangkahkan kakinya keluar dari Toko tempatnya bekerja
dan berjalan untuk sampai di gedung tempat akan di adakan Press Conference
Super Junior.
***
“Jika
melihat tempat diadakannya acara itu harus memiliki tanda pengenal,sedangkan
aku tidak memilikinya.lebih baik aku menunggu disini sambil melihat beritanya
di TV saja.” Ujar Hyesun yang menunggu di ruang tunggu dalam gedung tersebut.
Ya,Hyesun hampir menangis melihat sang Idolanya di tanyai wartawan dengan
pertanyaan mautnya tersebut.
***
Terpampang
di layar sebuah TV ruangan Press Conference Super Junior di gedung ini. Super
Junior masuk satu persatu ke dalam ruangan tersebut lalu duduk di sebuah kursi
di hiasi meja panjang berbalut kain putih dengan sekian banyak Mic di depan wajah mereka.
“Heechul-ssi,apa
hubunganmu dengan wanita ‘S’ yang kau maksud?” tanya seorang wartawan yang
berdiri di barisan paling depan. Aigoo,bukannya meminta sambutan dulu langsung
memberikan pertanyaan menjebak seperti ini.
“Hmmm,kami
hanya teman. Teman yang saling peduli dengan temannya,jika kami memiliki
hubungan seperti sepasang kekasih. Aku akan membawanya ke depan media suatu
hari nanti dan mengumumkan berita penting nanti.” Ucapnya dengan gaya Cool
milik Kim Heechul.
“Terima
kasih, lalu Leeteuk-ssi bagaimana kau sebagai leader menyimpulkan permasalahan
ini,permasalahan tentang keluarnya Eunhyuk dari Super Junior?” tanya Wartawan
lainnya yang berdiri di tengah ruangan tempat ini.
“Aku
sangat menyesal membiarkan satu anggota kami keluar seperti Hangeng. Tapi lebih
baik jika Eunhyuk sendirinya yang menjawab bagaimana?” ucap sang Leader Leeteuk
dengan tegas.
“Aku..mulai
hari ini akan mengumumkan bahwa aku Lee Hyukjae akan berhenti tergabung dalam
Super Junior dan SM Entertaiment.
Aku mengucapkan banyak terima kasih pada SM,Super Junior dan tentunya para Fans yang sampai saat ini selalu mendukungku.
aku juga ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada CEO kami,Super junior dan tentunya pada fansku.
Aku akan tetap menunjukan karyaku di bidang akting mulai sekarang seperti Kibum.” Ucapnya membungkukan badannya. Bila di lihat secara Zoom , terlihat sekali matanya sudah mulai berbinang-binang. Entah apa masalahnya yang membuat ia memilih keputusan gila seperti ini.
Aku mengucapkan banyak terima kasih pada SM,Super Junior dan tentunya para Fans yang sampai saat ini selalu mendukungku.
aku juga ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada CEO kami,Super junior dan tentunya pada fansku.
Aku akan tetap menunjukan karyaku di bidang akting mulai sekarang seperti Kibum.” Ucapnya membungkukan badannya. Bila di lihat secara Zoom , terlihat sekali matanya sudah mulai berbinang-binang. Entah apa masalahnya yang membuat ia memilih keputusan gila seperti ini.
“Lalu
Heechul-ssi,kami melihat kau dan Wanita ‘S’ berada di sebuah Klub malam
akhir-akhir ini.Bagaimana pendapatmu?”
“Jadi………”
***
Aishh!
Aku tidak sanggup untuk mendengar pernyataan Namja itu,lebih baik aku menunggu
di tempat lain dan menanyakan hal ini langsung pada Heechul Oppa.Batin Hyesun
yang iapun lalu pergi dari ruang tunggu tersebut.
Ia
terus berjalan mondar mandir di satu jalan sambil memegang kedua kopi di
tangannya yang sepertinya sudah mulai dingin.
Seorang
Namja berpakaian rapih keluar dari ruang Konfrensi tersebut.
“Loh,bukankah
itu Heechul Oppa?” tanya Hyesun dalam hati, “Oppa,Heechul oppa!” Panggil Hyesun
sambil berteriak lalu berlari ke arah Namja yang ia fikir adalah Kim
Heechul,Idolanya.
Heechul
berbalik saat mendengar namanya di panggil oleh seseorang.
“Oppa,aku
fansmu! Berita kau dan Wanita ‘S’ itu semua bohong bukan?” tanya Hyesun yang berharap
jawaban dari idolanya itu adalah ‘Tidak’. Ya, ini pertama kalinya ia bertemu
dengan idolanya secara langsung sedekat ini,kecuali dalam Super show.
“……………………”
Aneh?memang!
bukannya senang bisa berbincang dengan Idolanya tapi justru tangisan Hyesun pecah
begitu saja,ia sungguh kesal. Ia ingin sekali membalas apa yang di lakukan Kim
Heechul tadi,orang yang selama ini ia puja-puja ternyata menyakitinya begitu
saja.
Bukan
bagian tubuh yang tersakiti. Melainkan perasaannya, ia sungguh tidak menyangka
seorang Idola bisa melakukan hal tersebut pada penggemarnya. Ia ingin sekali
membalas dendamnya,perasaannya yang tersakiti olehnya. Namun kedua tangannya
masih di pegang erat oleh kedua penjaga bagaikan seorang pencuri yang ketahuan
oleh satpam.
“Lepaskan
aku!” ucapnya yang langsung melepaskan kedua tangan satpam yang berada di
sampingnya dengan seluruh tenaga yang ia miliki, “Dengar,aku tidak akan membuat
kekacauan lagi! Sekarang kau bisa pergi.” Ucapnya meninggikan sura pada kedua
penjaga tersebut yang kemudian pergi.
Hyesun
berjalan dengan seluruh tenaganya yang sudah lemas dengan tangisan yang terus
menerus jatuh tak berhenti. Ia masih membayangkan perlakuan Heechul padanya,
Tenaganya sungguh terkuras habis di tambah rasa sakit di hatinya membuatnya
menjadi lemas dan hampir tak beradaya.
Hyesun
terus berjalan. Ia membuka pintu tangga darurat lalu masuk. Ia duduk di sebuah
anak tangga melipat kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya,menjerit dan
menangis. Hanya itu yang ia bisa lakukan sekarang.Hal ini sama seperti kejadian
lima tahun lalu.
“Heechul…
kenapa kau tega melakukan ini padaku…” Jerit Hyesun sambil terus menangis.
Tangisannya sama kencangnya dengan saat ia di tinggal oleh kedua orang tuanya
lima tahun lalu.
“Kenapa
kau tidak membunuhku saja..” jeritnya lagi, “Lebih baik kau menyakiti tubuhku
dan membunuhku daripada menyakiti perasaanku seperti ini,kenapa kau sekejam ini
padaku.” Tangis Hyesun yang terus menerus tak berhenti.
***
“Aish..aku
benar-benar tidak mengerti apa yang di inginkan orang itu semua!” Ujar Eunhyuk
yang keluar dari ruang Press Conference tersebut. Ia muak dengan semua
pertanyaan yang di berikan wartawan sehingga ia mengakhiri pertemuaannya.
terutama setelah satu pertanyaan maut di lontarkan salah seorang wartawan
tersebut. Ia keluar dari ruangan tersebut dan beberapa saat kemudian Heechul
juga ikut keluar.
Ia
membuka pintu darurat yang berada di lantai tiga. Tiba-tiba…
***
“Siapa
yang menangis di tangga darurat seperti ini? Apa ia tidak sadar tangisannya sungguh
kencang?” Batin Eunhyuk setelah masuk ke dalam tangga darurat. Ia berjalan
perlahan menuruni anak tangga demi anak tangga melihat sosok seorang gadis yang
duduk termenung menangis.
Heechul?
Rupanya ia seorang ELF. Batin Eunhyuk setalah melihat ada tulisan ‘Heechul’ di
jaket panjang bagian belakang yang di kenakan gadis itu. ia lalu kemudian duduk
di samping gadis tersebut.
“Kau
sedang sedih? Kenapa? Yang jelas bukan karena aku keluar dari Super Juniorkan?”
ucap Hyukjae dengan percayadirinya.
Mendengar
ada seseorang yang bicara padanya,Hyesun mengangkat kepalanya, “huh? Eunhyuk
Oppa?” ucapnya tak terlalu yakin pada orang ia lihat akibat matanya yang sudah
di banjiri air mata.
“Hmm.kau
seorang ELF kan? Kenapa menagis di tempat seperti ini?” tanyanya penasaran.
“Aku
sudah bukan seorang ELF sejak beberapa saat yang lalu.” Jawab Heechul
seraya menghapus air mata dari matanya.
“Waeyo?
Ceritalah padaku. Anggap kita seorang teman. Kau bukan bagian dari ELF,dan aku
juga bukan bagian dari Super Junior lagi.kau mau berbagi ceritamu padaku?”
“Tidak.tidak
perlu..” ucap Hyesun sedikit cemberut,”Oh ya.Oppa, berikan aku tanda tanganmu
di jaketku.” Suruh Hyesun yang langsung melepaskan jaketnya.
“Hmmm.
Baiklah.” Ucapnya seraya menarik jaket Hyesun dan menandatanganinya.”Siapa
namamu?” tanya Hyukjae yang ingin memberikan Sign name untuknya.
“Kim
Hyesun.” Jawab gadis itu sambil tersenyum.
“Kau
sekarang sudah bisa memamerkannya kepada teman-temanmu.” Ucap Eunhyuk
memberikan jaket yang sudah di tanda tanganinya tersebut.
“Tapi
aku sudah bukan seorang ELF…lagi…”
“Kau
penggemar Heechul Hyung bukan?” tanya Eunhyuk yang memastikan bahwa nama yang
tertulis di jaket itu adalah Heechul yang ia maksud.
“TIDAK!
Aku bukan penggemar siapa-siapa. Aku juga malas membahas tentang Namja brengsek
itu.” jawab Hyesun yang langsung memalingkan wajahnya.
“Jadi
kau ada masalah dengan Heechul Hyung? Kenapa?”
“Aku
sudah bilang aku tidak ingin membahasnya denganmu.”
“Aku
sudah memberikan tanda tangan untukmu! Kau fikir itu gratis? Kau harus
membalasnya dengan menceritakan masalahmu padaku. Dengarkan baik-baik… Jika kau
senang kau harus menceritakan pada orang di sampingmu agar kesenanganmu menjadi
2x lipat.dan jika kau sedih kau harus menceritakan pada orang disampingmu agar
rasa sedihmu berkurang setengahnya.”
“Tapi
kau memangnya bisa memberi solusi pada masalahku?” tuntut Hyesun. Aigoo,Padahal
Eunhyuk hanya ingin mendengarkan masalahnya.
“Mungkin
saja,karena aku Lee Hyukjae..” jawabnya dengan percaya diri.
“Jadi,beberapa
saat yang lalu aku bertemu dengan Heechul Oppa.. kemudian aku memanggilnya…
==========TBC==========

No comments:
Post a Comment