Contoh Naskah Drama yang di perankan untuk 7 orang pelajaran Bahasa Indonesia
Jadi, Saat aku duduk di kelas delapan. mungkin beberapa dari kalian yang lagi membaca post ini seumuran sama aku..
Apakah kalian sudah belajar tentang Drama..??
Nah,mungkin yang dapat tugas daru gurunya untuk Bab Drama dan kesusahan untuk membuat atau mencarinya..
nah,ini salah satu contoh naskah drama yang aku buat.
mungkin cukup membantu untuk kalian..
Dan Drama ini di perankan untuk 7 orang..
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Judul : Ulah Dari Narkoba
Tema : Pergaulan Bebas
Alur : Maju
Latar :
- Tempat = Di ruang kelas,Di
dalam Rumah dan Kantor Polisi
- Waktu = Malam hari dan Siang
hari
Genre : Tragedi,Drama,Moral.
Pemain :
·
Adila
Qotrunada sebagai Polisi
·
Annisa
Ariestawati sebagai Polisi
·
Dinda
Afifah Kurniawan sebagai Bandar Narkoba
·
Dwiarti sebagai Anak Idiot,Teman Fajriyah
·
Herlizha
Suryadila sebagai teman Fajriyah
·
Rahmahwati
sebagai Ibu Fajriyah
·
Siti
Nur Fajriyah sebagai Fajriyah,Pelajar
A Story Made BY : HTS
“Ibu,aku minta uang,Bu..”sahut seorang anak
bernama Fajriyah. Fajriyah sekarang duduk di bangku SMA. Masa kecil Fajriyah
dulu adalah seorang anak yang baik dan rajin.Tapi setelah ia duduk di bangku
SMA,ia berubah menjadi seorang anak yang Malas dan sering pulang tengah
malam.dimana seorang pelajar seharusnya sudah tidur ..
“Uang lagi..??? Dua hari yang lalu
Uang,Kemarin Uang,sekarang uang lagi..??
Buat apa uang-uang itu semua. Nak..??”
tanya Sang Ibu yang mengeluh. Karena anaknya selalu meminta uang kepadanya
dengan tujuan tidak jelas
“Ah,Ibu!
Penting,Bu. 500 ribu aja dah..” ucapnya
lagi meminta uang
“Nak,sekarang Ayah sudah tidak ada lagi..
Kita harus menghemat. Bagaimana dengan
kehidupan selanjutnya..??” ucap ibu menceramahi
“Ah, Ibu..
Terakhir deh,Bu. Sekarang aku masih minta
uang..
Nanti kalau aku sudah lulus dan kerja aku
juga bisa kok ngasilin uang buat hidup kita” ucapnya mencari alasan agar sang
Ibu memberinya uang.
Ibunya menurut lalu menguarkan dompet dari
saku roknya..
Ia membuka dompetnya dan memberikan uang
kepada Fajriyah.
“Makasih. Ibu aku pergi dulu ya..” pamit
fajriyah
“iya, Hati-hati. Nak..” ucap ibunya..
Fajriyah lalu pergi ke sekolah ..
*****************
Sesampainya Fajriyah di sekolah..
Ia bertemu dengan teman akrabnya yaitu
Herlizha.
Mereka berteman cukup dekat sejak SMP..
“Eh, hari ini jadikan ..??” ajak Herlizha
yang entah apa tujuannya
“Pastilah…” jawab Fajriyah
“Hari ini di tempat mana..??”
“Biasa…
Samping sekolah..” ucap Herlizha santai
“iyadah. Lo udah bawa uangkan..?”
“pastilah..” tak lama gurupun datang dan
memulai pelajaran sampai sore hari Bel berbunyi dan Murid di sekolah itu di
bubarkan..
-------------------------
Herlizha dan Fajriyah pergi bersama
berjalan kaki ke suatu tempat di samping sekolah mereka.
Tempatnya sangat terpojokdi
pedalaman.sehingga tak banyak orang yang mengenal tempat itu
“heii, bang.
Pesen 5 dong.. biasa ” ucap fajriyah santai
yang duduk di kursi dekat seseorang
“gue juga pesen 4 aja..
Sama minumnya yang biasa.. botolan bang..”
sahut herlizha yang ikut duduk di samping fajriyah
“Sippppp…
Nih..” ujar seseorang bernama dinda yang
memberikan sebuah botol minuman keras dan beberapa obat terlarang narkoba yang
di bungkus di dalam plastic..
“nih, bang uangnya..” Fajriyah memberikan
uang kepada dinda
“besok ada kiriman dari Negara tetangga sebelah.
Obatnya lebih mantep dari pada yang ini.
Tapi harganya lebih mahal. Soalnya kan
barang luar..” Ujar dinda yang
memberitahukan suatu hal kepada temannya.
“siippp dahh..
Tapi ada diskon kali bang..
Kan kita udah langganan disini” rayu
Herlizha agar mendapatkan potongan harga
“iya,bang ..
Setengah harga boleh kali bang..’ sahut
fajriyah
“sip dah..
Tapi kalian bawa satu orang lagi dong..
Biar ikut beli juga.. nanti bayarnya
setengah harga gapapa dah..”
“satu orang ..??
Susah bang. Kalo ngajak orang lagi mah..”
“ya. Rayulah….
“ya. Rayulah….
Entarkan bayarnya setengah.. biar cepet
laku juga..
Soalnyakan produknya baru ini..”
“okeh deh bang..
Gua pulang dulu ya..” pamit herlizha lalu
pergi pulang.
Sementara fajriyah masih di tempat itu dan
mengkomsumsi obat-obat terlarang itu yang membuat matanya sayu. Wajahnya juga
sudah tidak segar lagi, dan tubuhnya benar-benar mabuk yang membuat kadang ia
terjatuh saat berjalan pulang..
Kepala juga terasa sangat pusing setelah
meminum itu. bicaranyajuga sudah ngawur sepanjang perjalan ia pulang
*********
Ckkkkrrrrrriiiikkkkk…
Fajriyah masuk kedalam rumah dengan keadaan
masih mabuk dan sempoyongan
“Fajriyah.. kenapa kamu pulang selarut
ini..??” tanya sang ibu yang menghawatirkan keadaan anaknya.
“Itu bukan urusan ibu..” jawab fajriyah
dengan nada bicara ngawur
“Fajriyah..!! kamu ini kenapa..???” tanya
sang ibu dengan nada agak sedikit kesal juga
“Hanya sedikit pusing. Besok juga sudah
tidak apa-apa,Bu..” ucapnya yang langsung
”Fajriyah! Apa kau mabuk..??”
“Ini bukan urusan Ibu!! Aku pergi dulu..
“Ini bukan urusan Ibu!! Aku pergi dulu..
Aku mengantuk…” ucap Fajriyah yang langsung
memasuki kamarnya meninggalkan ibunya sendiri..
Ibunya mengambil telepon genggam di saku
celananya. Jari tangannya lalu memencet tombol-tombol pada keypad teleponnya
dan menelepon seorang polisi
“Hallo. Assalamu alaikum ..” sahut Ibunya
di rumah
“Walaaikum salam. Apa yang bisa saya
bantu..??” Tanya seorang polisi dari seberang sana
“Apa kau bisa memata-matai anakku..??
dia murid SMA Di daerah Bekasi. Namanya Fajriyah..”
“Memangnya apa yang salah dengan anak itu..?”
“Akhir-akhir ini dia sering pulang malam,
dia murid SMA Di daerah Bekasi. Namanya Fajriyah..”
“Memangnya apa yang salah dengan anak itu..?”
“Akhir-akhir ini dia sering pulang malam,
Setiap pulang matanya terlihat sayu
bicaranya juga ngawur..”
“oh. Mungkin anak itumengikuti pergaulan bebas
di sekolahnya..
Baik,Bu. Saya akan mengawasi anak ibu..”
“Ya. Terima kasih..
Maaf telah mengganggu waktu anda di malam
hari”
“ya. Tidak apa-apa.
“ya. Tidak apa-apa.
Ini sudah tugas saya sebagai polisi..” ucap
polisi itu lalu menuntup telepon.
**************
Pagi hari
Fajriyah dan Ibunya berantam lagi dengan
permasalahan yang sama terus menerus..
Yaitu masalah uang..
“Ibu. Aku minta 500 ribu dong,Bu..” ucap
fajriyah
“500 ribu lagi,nak..??
Buat apa semua uang itu kamu pakai..??
kemarin apa tidak cukup..??
Ibu bukan seorang direktur sehingga kamu bisa meminta uang sebanyak itu setiap hari..!!” ceramah ibunya lagi
kemarin apa tidak cukup..??
Ibu bukan seorang direktur sehingga kamu bisa meminta uang sebanyak itu setiap hari..!!” ceramah ibunya lagi
“jika itu tugas sekolah apa Ibu tidak akan
memberikan uang..??”
“Guru mana yang meminta uang muridnya
sampai sebesar itu setiap hari nak..??”
“Ibu..
“Ibu..
Ini beneran tugas sekolah… Ibu telepon Bu
Avifah saja jika tidak percaya…”
“Baiklah.. kamu tunggu disini.
Ibu mau ke ruang tamu dulu mengambil
telepon..” ucap ibunya lalu pergi mencari teleponnya
Sementara itu Fajriyah justru pergi
mengendap-endap ke kamar ibunya..
Pertama,ia pergi mencari dompet ibunya di
meja. Tapi tidak ada disana
Ia lalu mencari lagi ke Kolong meja itu
tapi hasilnya tetap sama.
Ia kemudian mencari di lemari pakaian kamar
ibunya..
Lalu di temukan sebuah dompet dan beberapa
perhiasan emas milik ibunya, mengambilnya dan
segera pergi untuk berangkat sekolah..
*******
Sesampainnya di sekolah..
Herlizha dan Fajriyah bertemu di kelas..
“Eh, hari ini jadi lagikan..??!!” tanya ajak
Herlizha kepada Fajriyah
“ iyalah,Bro..”
“Eh,tapi terus kita ajak siapa nih..??
Biar dapet potongan hargakan lumayan..”
“Ajak mayang aja gimana..??”
“jangan.. dia gak bakalan mau minum
gitu-gituann..”
“yaudah. Si culun aja..sihh.”
“anak culun siapa..??”
“itu si Dwiarti…”
“itu si Dwiarti…”
“emang dia mau begituan..??”
“Paksa aja sihhh..dia kan juga anak orang
kaya..
Pasti berduitlahh..”
“O aja dah bang. Abis pulang dah..” ucap Fajriyah
Waktupun berlalu..
Bel Pulang pun berbunyi..
Dwiarti bersiap untuk pulang,tapi kedua
temannya Fajriyah dan Herlizha menadangnya sehingga jalannya terhenti..
“Ada-ada-ada apa kamu..??” tanya Dwiarti
dengan gagap.. selain dia anak yang culun ia juga sedikit gagap ketika sedang
berbicara.tapi prestasinya cukup baik dalam belajar
“Lo bisa ikutkan sekarang..??” tanya
Herlizha
“Memangnya, kita-kita-kita mau kemana..??”
“lo bawa uang banyak gak hari ini..??”
tanya Fajriyah
“aku-aku Cuma bawa uang 400 ribu..
Uang-uang itu,itu juga buat bayar SPP bulan
ini”
“Udah.. lo ikut aja..” acap Fajriyah
memaksa sambil menarik salah satu tangannya
“Tapi-tapi kita,kita-kita mau pergi
kemana..??” tanya Dwiarti menurut sambil berjalan yang di seret Fajriyah dan
Herlizha
“Diem aja lu..” marah Herlizha kesal.
Mereka lalu pergi bersama dengan mengendap-endap takut ketahuan orang lain..
Di sisi lain..
Kedua polisi masih mengikuti mereka sejak
pulang sekolah sampai ke tempat ini..
Fajriyah,Herlizha dan Dwiarti juga tidak sadar kalau mereka
sedang di buntuti..
**********
“Weeiiii, bang..
Gua bawa korban nih bang..” ucap Fajriyah
“Bagus dah. Tunggu disini ya..
Mau ngambil barangnya dulu..”
“Siipppp…” sahut herlizha
“Fajriyah,Herlizha…
Kita-kita ada dimana..??
ini namanya tempat-tempat apa..??” tanya Dwiarti penasaran
ini namanya tempat-tempat apa..??” tanya Dwiarti penasaran
Dinda datang membawakan beberapa obat
terlarang itu di tangannya
“Nihh… barangnya” ucap Dinda memberikan
obat terlarang itu kepada mereka
“Mana keluarin uang lu..!!” suruh herlizha
“Tapi-tapi.. uang aku buat bayar-bayar SPP
bulan ini..” jawab Dwiarti member alasan
“Udah!! Cepetan..!! mana uang lu…??” tanya
Fajriyah kesal
“Ah! lama lu!!” lanjut Fajriyah yang kesal
lau membongkar tas yang di bawa Dwiarti..
“Jangan. Aku-aku-aku gak punya uang lagi
nanti..”
“Alah.. berisik lu..” sahut Herizha yang
kesal.
Fajriyah menemukan dompet milik Dwiarti dan
mengambil uang di dalamnya lalu memberikan kepada Dinda..
Fajriyah dan Herlizha meminum obat-obat
terlarang itu sampai membuat dirinya menjadi mabuk..
Sementara ketika di sungguhi obat itu
kepada Dwiarti. Ia tidak meminumnya karena ia tahu itu adalah benda haram dan
juga ia takut di marahi kedua orang tuanya.
Ia mengambil telepon genggam dari saku
bajunya dan menelpon polisi disana..
“Hallo. Polisi.. tolong-tolong aku..” sahut
Dwiarti menelpon
Tapi Herlizha yang termabuk menyadari bahwa
Dwiarti sedang menelpon seorang polisi itu langsung mengambil ponselnya dan
membuangnya sembarangan..
“Kenapa-kenapa kamu membuang ponselku..?”
tanya Dwiarti
“Udah.. lu diem aja..” ucapnya dengan nada
mabuk
BRRRRRRUUUUUKKKKKKKKKKK……
Kedua polisi datang dengan mendobrak pintu
menggunakan kakinyaa..
Tembakan peringatan pertama di tembakan
sehingga semua orang yang berada disana menunduk ketakutan…
“Angkat tangan!!!!” Teriak salah satu
polisi itu yang bernama Adila
Semua orang disana menundukan kepalanya ..
Dan salah satu polisi itu sempat
menghubungi polisi lainnya..
Kedua polisi tersebut menangkap dan
memborgol kedua tangan Herlizha
,Fajriyah serta sang Bandar Narkoba Dinda.
Mereka semua di bawa ke kantor polisi..
************
Sesampainya di Kantor polisi. Polisi Adila
menghubungi Ibu dari Fajriyah sehingga ia datang.
Kedua polisi itu menanyai para tersangka..
“Coba jelaskan, sudah berapa lama kamu
mengkomsumsi Narkoba..??” tanya tegas polisi Adila
“Saya baru meminumnya seminggu ini pak..”
jawab Herlizha
“Apa kamu juga ikut meminumnya..??” tanya
Polisi Annisa kepada Dwiarti
“Tidak pak.. saya-saya belum pernah
minum..” jawabnya ketakutan
“Darimana kamu mendapatkan obat-obat
seperti itu..??” tanya tegas Polisi Adila lagi
“saya mendapatkan dari Negara sebelah..”
jawabnya tidak terus terang
“Jawab yang JUJUR!!!” tanyanya dengan
teriak dan tegas
“saya mendapatkan dari Malaysia dan
Singapura..” jawab Dinda
Setelah mereka di tanya beberapa
pertanyaan. Polisi itu langsung menahan mereka lagi di sel-sel penjara..
Tak lama Ibu dari Fajriyah datang menemuinya..
PRRRRAAAAAAKKKKKKK……
Tamparan keras mendarat di pipi Fajriyah..
“Ibu, aku minta maaf…” ucap fajriyah sambil
menangis tersedu-sedu
“Kau tahu…?? Kau menghabiskan Rp.5.000.000
uang ibu hanya untuk mabuk-mabukan saja!!” marah ibunya kecewa
“Ibu aku menyesal.. aku minta maaf ibu…”
ucap Fajriyah lagi..
Fajriyah dan Herlizha pun di rehabilitasi
untuk beberapa nulan. Sementara Dinda di Vonis selama 5 tahun penjara ..
Namun,Dwiarti terbebas karena tidak
terlibat dengan masalah Narkoba..
Untuk itu. Kita harus bergaul dengan orang
yang tepat! Agar kita tidak terjerumus ke jalan yang sesat ..
The End
